Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 26-8-2024 - Mengasihi Seperti Yesus Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 15:9-13

    Penulis : G.I. Christy Natalie


    Kasih, perhatian, dan diingat adalah hal yang menyenangkan hati. Saat kita bisa menerima itu semua rasanya dunia menjadi lebih indah. Kasih yang sejati telah hadir dalam kehidupan manusia melalui kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Kasih Allah yang mengorbankan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa manusia melampaui berbagai macam kasih di dunia ini. Sadarkah Anda akan hal itu?

    Yesus Kristus mengatakan bahwa Dia yang telah dikasihi oleh Bapa, memberikan kasih-Nya juga kepada setiap kita. Kasih tersebut digambarkan seperti kasih kepada seorang sahabat yang memberikan nyawanya. Kepada setiap orang yang percaya dan telah menerima kasih Kristus tersebut, kita diminta untuk menuruti perintah-perintah-Nya. Perintahnya adalah supaya hendaknya kita saling mengasihi sesama.


    Perintah Yesus untuk saling mengasihi tidak terbatas kepada orang-orang yang ingin kita kasihi saja, melainkan kepada semua orang. Kita perlu mengasihi semua orang tanpa memandang siapa pun mereka. Memang terdengar sangat sulit untuk kita lakukan, tetapi Yesus telah memberikan teladan yang baik bahwa Dia menjadi pribadi yang mengasihi semua orang berdosa. Ketika kita sulit untuk mengasihi orang lain, ingatlah kembali kasih Kristus yang terlebih dahulu mendekap kita. Ketika kita tidak bisa mengasihi orang-orang yang kita benci karena sebuah pengkhianatan, ingatlah kembali bahwa kita pun seorang pengkhianat yang berulang kali mengecewakan Yesus tetapi tetap dikasihi oleh-Nya.


    “Mengalami kasih dari Kristus terlebih dahulu, lalu belajar mengasihi orang lain seperti kasih-Nya.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Bagaimana Anda menggambarkan kasih Yesus dalam hidup Anda?

    2. Dalam hal apa saja Anda telah belajar untuk mengasihi semua orang?


    5 min
  • 25-8-2024 - 我的利益相對你的利益 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    使徒行傳 4:32-37


    當一對夫妻結合時,所擁有的一切都成為共同的。如果其中一個人還存有私心,不要彼此分享,那就很難了。在一段關係中,需要相當長的時間才能達到這樣的層級。


    在使徒行傳中,當時的早期教會已經加入了相信耶穌的人的團契。他們被描述為夫妻之間可以互相信任的關係。經文中寫道,沒有一人說、他的東西有一樣是自己的、都是公有的。甚至他們也沒有缺乏的,因為他們互相幫助、互相關心。如今還有這樣的愛嗎?


    我們應該能夠在上帝的教會群體中找到優先考慮他人的愛。但為什麼已經相信基督的神之兒女們卻被自私的世俗之愛所污染與其他人相比更甚呢?如今,我們很容易發現互相幫助的態度背後有許多動機。耶穌基督的愛應該能讓我們的心充滿對他人真誠的愛。使得在基督裡的愛能夠散發到那些不認識耶穌的人身上。


    “經歷基督真正的愛並將其散發給他人。”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會-周清青傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 當你發現自己受到不真誠的對待時,你的反應是什麼?

    2. 你需要什麼樣的理解,才能讓你終於被感動對他人做出真誠的愛?



    5 min
  • 25-8-2024 - Kepentinganku Vs Kepentinganmu (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 4:32-37

    Penulis : G.I. Christy Natalie


    Ketika sepasang suami istri telah bersatu, maka semua milik menjadi kepunyaan bersama. Akan menjadi sulit jika salah satu di antaranya masih menyimpan keegoisan dan tidak saling berbagi. Dalam sebuah hubungan butuh waktu yang cukup lama untuk sampai pada tahap tersebut.

    Jemaat mula-mula pada saat itu di dalam Kisah Para Rasul telah tergabung dalam persekutuan orang yang percaya kepada Yesus. Mereka digambarkan seperti hubungan antara suami dan istri yang sudah bisa merasakan kepercayaan satu sama lain. Tertulis dalam nas itu, tidak seorang pun berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri lagi, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Bahkan mereka juga tidak mengalami kekurangan karena mereka saling menolong dan memedulikan. Masih adakah kasih seperti itu pada hari-hari ini?

    Seharusnya kita dapat menemukan kasih yang mementingkan sesama dalam komunitas gereja Tuhan. Tetapi mengapa anak-anak Tuhan yang sudah percaya kepada Kristus tercemar oleh kasih dunia yang lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan orang lain? Hari-hari ini dengan mudahnya kita dapat menemukan banyak motif dibalik sikap saling tolong-menolong. Semestinya kasih dari Yesus Kristus dapat memenuhi hati kita dengan kasih yang tulus kepada sesama. Agar kasih dalam tubuh Kristus dapat terpancar kepada orang-orang yang belum mengenal Yesus.


    “Alami kasih yang tulus dari Kristus dan pancarkanlah kepada sesama.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Apa yang jadi respons anda ketika anda mengetahui bahwa anda sedang mengalami perlakukan yang tidak tulus ?

    2. Pemahaman seperti apa yang membuat anda perlukan agar akhirnya anda dapat tergerak melakukan kasih yang tulus kepada orang lain?


    5 min
  • 24-8-2024 - 優先考慮共同利益 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以西結書34: 17-22


    作為一個基督教群體, 如果我們已經嘗試應用並學習將我們的共同利益置於我們個人利益之上,那是一件好事。但是,當我們中有另一群人也是有利益需求時,那麼就有可能相互的利益發生衝突,從而成為了另外一個問題。


    在以西結書34章1-10節之後,上帝責備那些不去牧養應當被牧養的羊群,而是牧養自己的牧者們(1節)。不僅如此,牧者們甚至從他不去牧養的羊群中享受並奪取利益(2節)。然後在11-16節中,我們看到上帝最終承擔了牧養那些無人牧養的羊群的角色和責任。上帝應許要從各處尋找四散的羊群 (12節), 並把他們聚集到一切溪水旁邊(13節), 一個羊群可以喝水又可以吃肥美青草的地方 (14節)。這就是說,至此牧養的問題應該已經解決了,因為上帝自己直接成了牧者。上帝賜下美好的青草為食物以及溪水為飲料,所以羊群的需要也應該得到滿足了。但是故事還是繼續, 新的問題又出現了。在第17-22節中,上帝的責備卻轉向了羊群,甚至上帝說祂必在羊與羊中間、公綿羊與公山羊中間、施行判斷 (17, 20, 22節)。原來,雖然所有的羊群都被帶到了有飲用水源、有肥美青草的地方,但有一群羊卻有著自私的心靈,把美好的草場喫盡了,然後把剩下的草場用蹄踐踏。清水的需要已經得到滿足,然而剩下的水竟用蹄攪渾無法飲用(18-19節),,因此有的變肥羊,有的變瘦羊(20節)。


    從這段神的話語來看提醒了我們,即使在一群相信上帝、且受上帝牧養和供應了一切生活需要的人中,仍然可能有一群人擁有自私的心靈。他們壓迫我們中可能更弱,社區中更屬於少數的另一群人。有時,我們中的一群人有自己獨特的排他性,使得我們其他人很難被他們接納和加入。我們中間這獨特排他性的群體通常是因為相似性而形成的,例如相似的經濟水平、相似的教育水平、相似的資歷以及事奉很長一段時間,也就是非常有經驗的意思。所以對於我們這些經濟水平不同的群體、教育程度較低的群體或是還在服事的初級群體,會有不同的對待。為此,我們在這方面需要增強自我意識以及保守我們的心態.


    “讓我們應用上帝話語的原則

    來優先考慮我們的共同利益”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會-熊滿生傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    需要思考的问题:

    1. 目前,上帝正在提醒我們注意我們群體中的哪些利益?

    2. 我們的哪些利益會與我們其他群體的利益發生衝突?


    8 min
  • 24-8-2024 - Mengutamakan Kepentingan Bersama (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yehezkiel 34:17-22

    Penulis : G.I. Aman


    Sebagai komunitas Kristen, adalah hal yang baik, bila kita sudah mencoba menerapkan dan belajar mengutamakan kepentingan kita-bersama di atas kepentinganku-pribadi. Namun ketika ada sekelompok kita lainnya, yang tentunya juga memiliki kepentingan, maka ada kemungkinan saling berbenturan kepentingan dan menjadi masalah tersendiri.


    Pada Yehezkiel 34, setelah dari ayat 1-10, Allah menegur para gembala yang tidak menggembalakan domba-domba yang seharusnya digembalakan, melainkan menggembalakan dirinya sendiri (ay. 1). Bukan hanya itu para gembala tersebut bahkan menikmati dan mengambil keuntungan dari para domba yang tidak digembalakannya (ay. 2). Kemudian pada ayat 11-16, kita melihat bahwa akhirnya Allah mengambil peran dan tanggung jawab menggembalakan para domba yang tidak ter gembalakan tersebut. Allah berjanji mencari para domba yang tercerai dari segala tempat (ay. 12), dan mengumpulkan mereka di satu tempat yang terdapat alur-alur sungainya (ay. 13), tempat yang terdapat sumber air minum bagi para domba, serta terdapat rumput yang baik dan subur (ay. 14). Artinya sampai di sini seharusnya masalah penggembalaan telah beres, karena Allah sendiri yang telah langsung menjadi gembala. Allah menyediakan makanan-rumput yang baik serta minuman-alur sungai, seharusnya kebutuhan hidup para domba juga sudah tercukupi. Namun ternyata kisah berlanjut, ternyata ada masalah yang baru. Pada ayat 17-22 sekarang teguran Allah berubah tertuju kepada pihak domba, bahkan Allah berkata akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, antara domba jantan dan kambing jantan (ay. 17, 20, 22). Ternyata sekalipun mereka semua domba itu telah dibawa ke tempat yang terdapat sumber air minum dan sumber makanan-rumput yang baik serta subur, namun ada sekelompok domba yang memiliki spirit keegoisan, yang menghabiskan padang rumput terbaik lalu merusak padang rumput lainnya. Telah tercukupi kebutuhan akan air jernih, namun membuat keruh air yang tertinggal, sehingga tidak bisa diminum (ay. 18-19), sehingga ada sebagian domba yang menjadi gemuk, namun sebagian lainnya kurus (ay. 20).

    Dari bagian ini, Firman mengingatkan pada kita bahwa biarpun dalam kumpulan orang-orang yang percaya kepada Tuhan dan digembalakan oleh Tuhan, serta sudah Tuhan cukupkan segala kebutuhan hidupnya. Masih bisa ada sekelompok kita yang memiliki spirit keegoisan. Dan mereka menindas sekelompok kita yang lainnya, yang mungkin lebih lemah, lebih minoritas di dalam komunitas tersebut. Dan terkadang sekelompok kita itu bisa memiliki sifat eksklusif tersendiri, sehingga pihak kita-kita yang lainnya sulit untuk diterima dan bergabung. Sekelompok kita yang eksklusif ini umumnya terbentuk karena adanya kesamaan, misal kesamaan tingkat ekonomi dan finansial, kesamaan tingkat pendidikan, kesamaan dalam senioritas dan sudah melayani dalam jangka waktu yang sangat lama, alias sangat berpengalaman. Sehingga terdapat perlakuan berbeda kepada sekelompok kita yang tingkat ekonomi finansialnya berbeda, yang tingkat pendidikannya lebih rendah ataupun yang masih junior dalam pelayanan. Untuk itu kita perlu meningkatkan kesadaran diri dan menjaga hati dalam area ini.


    “Mari kita terapkan prinsip Firman Tuhan dalam mengutamakan kepentingan kita bersama”

    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Hal apa yang Tuhan ingatkan mengenai kepentingan kita di dalam komunitas kita saat ini?

    2. Kepentingan kita yang bagaimana yang bisa berbenturan dengan kepentingan sekelompok kita yang lainnya.


    7 min
  • 23-8-2024 - 優先考慮天父的旨意 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音26:42 &腓立比書 4:19


    “共同利益優先於個人利益” 是法國行政專家、管理學或現代行政科學最有影響力的貢獻者之一亨利·法約爾於1916年提出的原則。這項原則是亨利·法約爾在管理當時面臨破產問題的採礦業方面的分析和經驗的結果。然而,要在基督徒生活中應用這一原則,我們需要認識到,由人類思想創造的概念可能或已經被罪惡所扭曲和污染,沒有義人、連一個也沒有 (羅馬書3:4,10-13, 23)。正如我們的利益只給“我們”一群的人獨占一樣,而不是真正平等地為我們所有人的利益。因此,我們需要回到聖經關於真正“我們”鼻祖的教導,以便我們作為信徒知道我們真正需要先優先考慮誰的利益。


    “我們”的概念首次出現並且是在創世時由上帝親自在創世記1章26節中創造的。而我們知道所謂“我們”指的是聖父、聖子耶穌和聖靈,祂們一致同意按照“我們(上帝)”的形象和样式創造人類,因此,當我們要應用優先考慮我們利益的原則時,我們需要效法並向三一真神學習。當耶穌被天父差遣到世上時,耶穌已經知道祂必須經歷的事情之一就是上十字架,為人類的罪而死,但當那時候到來,耶穌在客西馬尼園裡向天父祈求倘若可行就叫那事離開祂 (42節)。我們曉得,如果當時道成肉身的耶穌經歷了極其恐懼和顫抖 (馬可福音14:33) 而取消上十字架,那麼我們所有需要救贖才能獲得救恩的罪人的利益就會消失。然而,從祂的禱告我們知道即使當時耶穌也有對祂自己利益的需要就是祂不需要上十字架。但是耶穌把天父的旨意置於首位,因此祂降服於被釘十字架。


    從這道中我們了解了,當耶穌優先考慮天父的旨意就是透過十字架道路贖人類之罪的計劃時,那麼我們所有無能為力自救之罪人的利益就得以滿足。當有一天我們思考並經歷的時候,我們必須考慮哪一個為優先。來向天父禱告吧,求聖靈賜敏銳的心來明白祂當時的旨意是什麼。當我們效法耶穌,以祂的旨意為優先,並活出祂的旨意時,上帝就會成全我們共同的利益和我們個人的利益,上帝也會按照祂的豐富和榮耀來解決我們共同利益和個人利益的問題。


    “當我們把上帝的旨意置於首位時,

    祂就會親自滿足我的利益和我們的利益”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會-熊滿生傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 我怎樣才能在日常生活中把天父的旨意置於首位?

    2. 今天在什麼情況下,何處是我需要將神的旨意置於我的利益和我們的利益之上?


    7 min
  • 23-8-2024 - Kepentingan Bangsa Di Surga (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 26:42, Filipi 4:19

    Penulis : G.I. Aman


    “Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi” adalah prinsip yang dicetuskan pada tahun 1916 oleh Henry Fayol, seorang ahli administrasi Perancis dan salah satu kontributor paling berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu administrasi modern. Asas tersebut muncul sebagai hasil dari analisis dan pengalaman Henry Fayol dalam mengelola industri pertambangan yang pada saat itu sedang menghadapi masalah kebangkrutan. Namun untuk menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupan Kristen, kita perlu menyadari bahwa konsep hasil pemikiran dan buatan manusia, bisa dan sudah terdistorsi dan terkontaminasi dengan dosa, tidak ada seorang manusia pun yang benar (Roma 3: 4, 10-13, 23). Seperti halnya kepentingan kita bisa dieksploitasi eksklusif hanya bagi sekelompok “kita” orang saja, bukan benar-benar bagi kita semua orang secara merata. Untuk itu kita perlu kembali kepada ajaran Firman tentang pencetus “kita” yang benar, sehingga kita orang percaya mengetahui, kepentingan siapa yang sebenarnya perlu kita utamakan terlebih dahulu.

    Konsep “kita” pertama kali muncul dan dicetuskan sudah sejak zaman penciptaan yaitu oleh Allah sendiri di dalam Kejadian 1:26. Dan kita tahu Kita di situ adalah Bapa, Yesus sang Anak dan Roh Kudus yang sedang bersepakat bersama-sama menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita (Allah), sehingga ketika kita mau menerapkan prinsip mengutamakan kepentingan kita, kita perlu meneladani dan belajar dari Allah Tritunggal. Ketika Yesus diutus oleh Bapa ke bumi, Yesus sendiri sudah mengetahui bahwa salah satu yang harus dilaluinya ialah naik ke atas kayu salib, mati demi menebus dosa manusia, namun ketika menjelang waktunya, Yesus di taman Getsemani berdoa kepada Bapa memohon jikalau mungkin agar hal tersebut lalu dari pada-Nya (Ay. 42). Kita tahu bahwa jika akhirnya Yesus yang sebagai manusia saat itu mengalami rasa sangat takut dan gentar (Markus 14:33), membatalkan diri naik ke atas kayu salib, maka “kepentingan kita”-semua orang berdosa yang membutuhkan penebusan agar bisa memiliki anugerah keselamatan, akan lenyap. Namun dari doa-Nya kita mengetahui walaupun saat itu Yesus punya kepentingan-Nya sendiri agar tidak perlu melalui salib. Namun Yesus mengutamakan kepentingan Bapa di Surga, karena itu Dia menyerahkan disalibkan.

    Dari Firman ini kita belajar bahwa ketika Yesus mengutamakan kepentingan Bapa, yang adalah rencana untuk menebus dosa manusia melalui jalan salib, maka kepentingan kita-semua orang berdosa yang tak berdaya menyelamatkan diri, terpenuhi. Ketika suatu saat kita memikirkan dan mengalami, harus mengutamakan yang mana terlebih dahulu. Datang dan berdoalah kepada Bapa, meminta kepekaan dari Roh Kudus apa yang menjadi kepentingan-Nya saat itu. Dan ketika kita meneladani Yesus untuk mengutamakan dan menjalani kepentingan-Nya, maka Allah sendiri yang akan memenuhi baik kepentingan kita bersama maupun kepentingan diri, Allah sendiri yang akan berperkara menyelesaikan permasalahan kepentingan kita dan kepentingan diri, sesuai kekayaan dan kemuliaan-Nya (Filipi 4:19).


    “Ketika kita mengutamakan kepentingan-Nya, maka Allah sendiri yang akan memenuhi kepentingan kita dan kepentinganku”

    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana saya dapat mengutamakan kepentingan Bapa dalam kehidupan sehari-hari?

    2. Dalam hal apa saat ini, dimana saya perlu mengutamakan kepentingan-Hu diatas kepetinganku dan diatas kepentingan kita?


    6 min
  • 22-8-2024 - 聖經中的社會平等 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    使徒行傳 4: 32-37


    共產主義團體的意識形態旨在和諧社會,沒有社會和經濟階層的差異,也就是希望為所有人創造社會和經濟平等。遵循共產、非私有財產和集體決策等多項原則。這種意識形態的出現是對19世紀歐洲工業革命期間統治階級和下層階級之間社會和經濟不平等的不滿的反應。其實自古以來,這個原則正是在信徒、上帝的兒女們,即基督的跟隨者群體中,關於平等的渴望有著相似但不相同的原則,就是在群體中沒有任何一個人是缺乏的。然而,實際上與共產主義存在著非常基本的差異。


    今天的道揭示了早期會眾關於“大家公用“的生活方式,他們將自己的財產都賣了,並將所得的錢照各人所需用的分給各人(34-35節)。用“集體主義”來說,他們是一群相信的人,都是一心一意的,不讓任何人說他的東西有一樣是自己的,而是大家公用,以便沒有一個缺乏的 (32、34節)。從這樣的說法來看,這些信徒都是個人主動做決定,不是一起開會討論後做的決定,因為他們一心一意,即使沒有商量好也能產生同樣的生活方式。這表明了當時的會眾把他們自己和群體中的自私棄掉。這也顯示了他們當時對會眾做出的貢獻是真誠和自願的,沒有強迫,不是義務,也沒有被確認為所有人必須遵守的標準規則。基督本身就是這種生活方式的權柄,祂首先對祂的會眾給予了愛。


    這與共產主義意識形態不同,儘管決策是集體做出的。然而,當它成為國家政治生活的一部分時,這種生活方式就會成為各方必須遵守的政府規定。而且對於那些不遵守規定的人還有法律制裁,所以不再是自願的。在共產主義意識形態中,掌權的是國家政府,而執行這種意識形態是為了社會經濟生活的平等和平衡,而不是因為政府首先向人民展示並給予愛。而早期教會的存在是因為基督首先賜給了他們的愛。關於在會眾的生活方式上“沒有私有財產” (34節),聖經記載的是沒有人缺乏,但並沒有說他們沒有剩餘的東西,或者說,任何人都不應該有更多的東西,也沒有說所有人最後都會沒有田產和房屋。所以私有財產並沒有被廢除。在“平衡”方面,他們盡力不讓他們當中有缺乏的人(34節)。我們的國民又如何呢? 社會和經濟不平等仍然普遍存在。今天神的話語提供了早期教會生活方式的原則,即彼此相愛,以達到平衡並幫助有缺乏的人。願上帝的愛透過我們向我們的國家彰顯。

    “信徒群體擁有來自上帝的權柄和能力

    來實現社會經濟平衡和平等”


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會-熊滿生傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    需要思考的问题:

    1. 對於今天經歷了豐盛恩典的基督徒來說,在過早期教會的生活方式時,有哪些障礙?

    2. 身為今日的基督徒,我們如何將早期教會的生活方式應用在當下的環境?


    8 min
  • 22-8-2024 - Kesetaraan Sosial Di Dalam Alkitab (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 4:32-37

    Penulis : G.I. Aman


    Kelompok komunis memiliki ideologi yang bertujuan untuk menyelaraskan masyarakat tanpa adanya perbedaan kelas sosial dan ekonomi, alias ingin menciptakan kesetaraan sosial dan ekonomi bagi semua individu. Dengan beberapa prinsip seperti kepemilikan bersama, tidak adanya kepemilikan pribadi, dan keputusan diambil secara kolektif. Ideologi ini muncul sebagai reaksi ketidakpuasan terhadap ketimpangan sosial dan ekonomi antara kelas berkuasa dengan kelas bawah, yang terjadi pada masa Revolusi Industri di Eropa pada abad ke-19. Namun sebenarnya prinsip serupa (tapi tak sama) tentang keinginan adanya kesetaraan, tidak ada seorang pun yang berkekurangan di dalam suatu masyarakat ini, sudah ada sejak zaman dahulu dan justru munculnya dari kalangan orang percaya, anak-anak Tuhan yaitu para jemaat pengikut Kristus. Namun pada prinsipnya terdapat perbedaan yang sangat mendasar.


    Firman hari ini menyingkapkan dalam cara hidup jemaat orang mula-mula, terkait “kepemilikan bersama”, mereka menjual kepunyaannya dan hasil penjualan itu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya (ay. 34-35). Dalam hal “kolektivisme”, mereka kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati, sejiwa mengambil tekad tidak seorang pun yang berkata bahwa dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, melainkan segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama, agar tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka (ay, 32, 34). Dari Firman ini tampaknya orang-orang percaya tersebut mengambil keputusan secara inisiatif pribadi, bukan hasil rapat dan diskusi bersama, lalu ambil keputusan bersama, namun karena mereka sehati dan sejiwa, walaupun mereka tidak rembukan namun bisa menghasilkan cara hidup yang sama. Ini menunjukkan jemaat saat itu “mematikan” spirit keegoisan yang ada di dalam diri mereka pribadi dan dalam komunitas mereka bersama. Hal ini juga menunjukkan ketulusan dan kesukarelaan mereka dalam kontribusi yang mereka lakukan bagi komunitas jemaat saat itu, tidak ada paksaan dan bukan keharusan, ataupun bukan aturan baku yang dikukuhkan harus ditaati oleh semua orang. Kristus sendiri yang menjadi otoritas atas cara hidup tersebut, yang telah terlebih dahulu memberikan kasih kepada jemaat-Nya.


    Hal ini berbeda dengan ideologi komunis, walaupun keputusan diambil secara kolektif. Namun, ketika itu sudah menjadi bagian dari kehidupan politik negara, maka cara hidup tersebut akan menjadi peraturan pemerintah yang harus ditaati oleh semua pihak. Serta adanya sanksi hukum bagi yang tidak menaati, sehingga bukan dengan sukarela lagi. Dan pada ideologi komunis yang menjadi otoritas adalah pemerintah negara dan dalam menjalankan ideologi tersebut, demi pemerataan dan keseimbangan hidup sosial ekonomi, serta bukan karena sang pemerintah terlebih dahulu menunjukkan dan memberikan kasih kepada rakyatnya. Sedangkan, jemaat mula-mula ada karena kasih Kristus terlebih dahulu diberikan bagi mereka. Dalam hal “tidak adanya kepemilikan pribadi”, dalam cara hidup jemaat (Ay. 34), yang dicatat Firman adalah bahwa tidak ada seorang pun yang berkekurangan, namun tidak dikatakan bahwa mereka tidak ada yang berkelebihan, atau tidak boleh ada yang berkelebihan, dan juga tidak dikatakan bahwa semua orang pada akhirnya tidak mempunyai tanah atau rumah sama sekali, sehingga kepemilikan pribadi tidaklah dihapuskan. Dan dalam hal “keseimbangan”, mereka mengusahakan yang terbaik agar tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka (Ay. 34). Bagaimana dengan bangsa kita? masih banyak ketimpangan sosial dan ekonomi. Firman Tuhan hari ini, memberikan prinsip dari cara hidup jemaat mula-mula untuk saling mengasihi sehingga adanya keseimbangan dan menolong mereka yang kekurangan. Kiranya kasih Tuhan dapat dinyatakan bagi bangsa kita melalui kita.


    “Kumpulan orang percaya memiliki otoritas dan kuasa dari Tuhan untuk mewujudkan keseimbangan dan kesetaraan sosial ekonomi”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Apa yang menjadi halangan bagi kalangan orang Kristen masa kini yang sudah mengalami kasih karunia yang melimpah-limpah, dalam menjalani cara hidup jemaat mula-mula?

    2. Bagaimana kita sebagai orang Kristen masa kini bisa menerapkan cara hidup jemaat mula-mula dalam lingkungan kita saat ini?


    8 min
  • 21-8-2024 - 從憂慮中得釋放 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    腓立比書 4:6


    每個人都曾經歷過憂慮。有人擔心家庭問題,有人擔憂健康,有人掛慮財務,有人憂慮生活伴侶,也有人擔心未來。只要我們還活在世界上這就是現實的生活。有些人能夠坦然面對情況,也能夠克服生活中的各種憂慮,而另一些人卻仍受其綑綁束縛。當憂慮進入我們的生活時,我們首先要做的是什麼?是否向其他人傾訴?向上帝的僕人或屬靈導師諮詢?在社交媒體上抱怨?還是花時間思考並自尋出路?


    擺脫憂慮最有效的方法就是禱告。禱告不僅是與神溝通的一種方式,也是得神安慰、堅固我們內心並賜平安的橋樑。所以能鼓勵我們更多地感恩而不是抱怨。保羅也向在腓立比的教會傳達了同樣的訊息。在面臨不確定性和困難的情況下,保羅當然擁有很多擔憂的理由。他經歷過疾病、逼迫、欺壓、船沉、監禁等種種困難。然而,在寫給腓立比人的信中保羅反而激勵他們說:“應當一無掛慮、只要凡事藉著禱告、祈求、和感謝、將你們所要的告訴神。”


    只要我們還活在這世上,將會時常面對困難、挑戰和掙扎,但是請記住,藉著基督的死,我們的生命已得釋放自由了。若是我們仍然生活在憂慮之中,那麼我們就會被憂慮所壓抑和控制。然而,如果我們禱告並依賴神,那麼神的平安就會掌管並引導我們的生活。所以,不要讓憂慮破壞我們的幸福,請繼續不斷地信靠神吧!


    基督的話語和權能是

    我們在充滿不確定的世界中

    保持鎮定和不憂慮的力量。


    作 者:椰嘉達基督徒會堂鐡橋堂會-Eva傳道

    翻譯員:張賽瓊


    默想的問題:

    1. 最近你仍然經常擔心哪些問題?

    2. 關於憂慮,神的話語怎麼說?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian