
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Filipi 4:6
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Setiap orang tentu pernah mengalami kekhawatiran. Ada yang khawatir dengan masalah keluarga, ada yang khawatir dengan kesehatan, ada yang khawatir dengan keuangan, ada yang khawatir dengan pasangan hidup dan juga masa depan. Itulah realitas kehidupan yang kita jalani selama kita masih hidup dalam dunia ini. Beberapa orang bisa berdamai dengan keadaan dan dapat mengatasi berbagai kekhawatiran dalam hidupnya, sementara yang lain masih terikat olehnya. Apa yang pertama kali kita lakukan saat kekhawatiran datang dalam kehidupan kita? Apakah bercerita kepada orang lain? meminta saran dari hamba Tuhan atau pembimbing rohani? Berkeluh-kesah di sosial media? atau menghabiskan waktu untuk berpikir dan mencari jalan keluar sendiri?
Cara yang paling ampuh agar dapat terlepas dari kekhawatiran ialah berdoa. Doa tidak hanya sebagai sarana komunikasi kita dengan Tuhan tetapi juga menjadi jembatan bagi Dia untuk menghibur, menguatkan, dan memberikan damai sejahtera ke dalam hati kita. Sehingga mendorong kita untuk lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Hal yang sama juga Paulus sampaikan kepada jemaat di Filipi. Di tengah ketidakpastian dan kesulitan yang ia hadapi, Paulus tentu memiliki banyak alasan untuk khawatir. Ia pernah mengalami sakit, penganiayaan, penindasan, karam kapal, dipenjara dan berbagai kesulitan lainnya. Namun dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus justru menguatkan mereka dengan berkata: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”
Kesulitan, tantangan dan pergumulan akan selalu ada selama kita masih hidup dalam dunia ini, tapi ingatlah bahwa hidup kita telah di merdekakan oleh Kristus lewat kematian-Nya. Jika kita masih hidup di dalam kekhawatiran maka kita akan ditundukkan dan dikuasai oleh kekhawatiran itu. Namun jika kita berdoa dan bergantung pada Tuhan, maka damai sejahtera Tuhanlah yang akan mengendalikan dan memimpin hidup kita. Oleh sebab itu, jangan biarkan kebahagiaan kita dirusak oleh kekhawatiran, tetaplah andalkan Tuhan.
“Firman dan kuasa Kristus adalah kekuatan bagi kita untuk tetap tenang dan tidak khawatir di tengah dunia yang penuh ketidakpastian “
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Persoalan apakah yang masih sering membuat Anda khawatir hari-hari ini?
2. Apa yang firman Tuhan katakan tentang kekhawatiran?
約翰一書 2:29
有一位母親講述了她的人生故事:“我們的孩子一出生就患有自閉症,我丈夫無法接受。他責怪我。他說,我懷孕期間不會照顧好自己。從那時起,他的態度發生了變化,言語尖酸刻薄及傷人,甚至經常動手打人。尤其是當他被解雇後,他認為我是他厄運的根源,我實在是無計可施了。照顧一個患有自閉症的孩子,面對一個難相處的丈夫,還加上要工作維持生活。若不是因為耶穌並遵守祂話語的真理,我早就要走捷徑了。”
“屋漏更遭連夜雨”。這是我們經常聽到從那些在生活中屢屢遇到困難的人所說的話。只要我們還活在這世界上,就難免會面臨掙扎和挑戰。當面對困難時,我們是否選擇自憐、抱怨、放棄、責怪別人、責怪環境還是責怪上帝?上述是我們其中的一位姐妹的經歷,她依然選擇活著並實行真理;那就是神要我們過的真正的生活,即使這並不容易。我們今天默想的神之話語說:“你們若知道祂是公義的、就知道凡行公義之人都是祂所生的。”意思是說,活在公義中的人就是從耶穌基督而生的。因為沒有基督的話, 這世上沒有人能夠活出公義真理來。
基督透過祂在十字架上的犧牲釋放了我們,使原本不曉得真理而活在罪中的我們,藉著祂的救贖被稱為義了。因此,讓我們繼續不斷地學習遵行天父的旨意,活出公義真理,雖然這並不容易。但願聖靈幫助我們每一個人。
“惟有因基督是真理,
我們才能有力量和榜樣
生活在真正的真理中”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐡橋堂會-Eva傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 在你的生活中,什麼仍然是你行真理的障礙?
2. 作為被基督救贖的人,你對活出神的話語上有什麼承諾?
Nats Alkitab : 1 Yohanes 2:29
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Seorang ibu menceritakan kisah hidupnya: “Anak kami lahir dengan kondisi autisme, suami tidak bisa menerima. Ia menyalahkan saya. Katanya, saya tidak bisa menjaga diri selama masa kehamilan. Sejak itu sikapnya berubah, kata-katanya pedas dan menyakitkan, bahkan tidak jarang main pukul. Lebih-lebih ketika ia terkena PHK. Ia menganggap saya ini biang kesialan hidupnya. Saya benar-benar habis akal. Mengurus anak yang mengidap autisme, menghadapi suami yang sulit, belum lagi harus mencari nafkah. Kalau bukan karena Yesus dan menaati kebenaran firman-Nya, saya sudah nekat ambil jalan pintas.”
“Sudah jatuh, tertimpa tangga pula ” itulah yang sering kali kita dengar dari seseorang yang mengalami kesulitan bertubi-tubi dalam hidupnya. Selama kita hidup dalam dunia ini, kita akan selalu diperhadapkan dengan pergumulan dan tantangan. Saat diperhadapkan dengan kesulitan apakah kita memilih untuk mengasihani diri, mengeluh, menyerah, menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan atau menyalahkan Tuhan. Pengalaman salah satu saudara kita di atas yang tetap memilih untuk tetap hidup melakukan kebenaran; itulah yang sesungguhnya Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita, sekalipun itu tidak mudah. Firman Tuhan yang kita renungkan hari ini berkata: “Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya,” artinya orang yang hidup dalam kebenaran adalah orang yang lahir dari Yesus Kristus. Karena tanpa Kristus, sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu melakukan kebenaran.
Kristus telah memerdekakan kita melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib, kita yang tadinya tidak mengenal kebenaran hidup dalam dosa, tapi lewat penebusan-Nya kita dibenarkan. Oleh sebab itu mari kita terus belajar melakukan kehendak Bapa, hidup melakukan kebenaran sekalipun tidak mudah. Roh Kudus kiranya menolong setiap kita.
“Hanya karena Kristus Sang Kebenaran lah, kita memiliki kekuatan dan teladan untuk hidup dalam kebenaran yang sejati”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apa yang masih menjadi kendala dalam hidup Anda untuk melakukan kebenaran?
2. Apa komitmen Anda sebagai orang-orang yang sudah ditebus Kristus untuk menghidupi firman?
哥林多后书 5:17
一般来说,我们都喜欢新事物。例如,新汽车、新房子、新鞋子、新衣服、新皮包、新手表、新手机等等。在我们看来,新事物总是比旧事物更好。使徒保罗也用“旧”和“新”这两个词来形容信徒的信仰生活。我们今天默想的经文说:“若有人在基督里、他就是新造的人.旧事已过、都变成新的了。”
凡在基督里的人都是新造的人。成为“新造的人”不仅适用于那些刚刚悔改并相信耶稣的人。而是在我们的一生中,我们扮演着不同的角色,神实际上希望我们不断经历变化,变得更像基督。在认识基督之前,也许我们是易怒的人,然后祂把我们变得有耐心。以前我们经常说脏话,现在说话变得客气有礼。之前我们轻易抱怨现在我们能够感恩。以前吝啬变得喜欢施舍。这就是作为基督新造的人经历生命改变的真正意义。
成为一个新人需要努力、奋斗和拼搏,有时其过程需要很长的时间,甚至并不总是那么容易。然而,抛开老我是我们顺服神话语的一个过程。基督在十字架上的救赎工作已使我们得自由,也使我们脱离罪的权势并赐给我们新的生命,所以让我们继续不断地努力离开不讨神喜悦的旧生活,并学习穿上不断被更新成为更像基督的新人。
“生命的改变是一个
已成为新造之人的主要特征之一”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐡橋堂會-Eva傳道
翻译员 : 陈虹霞
需要思考的问题:
1. 哪些旧习惯仍然阻碍你在基督里成长?
2. 你是否愿意脱去旧人,穿上在基督里的新人吗?
Nats Alkitab : 2 Korintus 5:17
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Pada umumnya, kita semua menyukai hal-hal yang baru. Misalnya mobil baru, rumah baru, sepatu baru, baju baru, tas baru, jam tangan baru, handphone baru dan lain sebagainya. Di dalam benak kita sesuatu yang baru pasti selalu lebih baik dari yang lama. Rasul Paulus juga memakai istilah “lama” dan “baru” untuk menggambarkan kehidupan iman orang-orang percaya. Nas yang kita renungkan hari ini berkata: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Menjadi “ciptaan baru” tidak hanya berlaku bagi mereka yang baru saja bertobat dan percaya kepada Yesus. Tetapi seumur hidup kita, dengan berbagai peran yang kita jalani dalam kehidupan ini, sesungguhnya Tuhan mau kita terus-menerus mengalami perubahan semakin serupa Kristus. Sebelum kenal Kristus, mungkin dulu kita adalah orang yang pemarah kemudian diubahkan oleh-Nya menjadi penyabar. Dulu kita sering berkata-kata kotor berubah menjadi lebih sopan dalam perkataan. Dulu kita suka bersungut-sungut menjadi bisa bersyukur. Dulu pelit menjadi suka memberi. Itulah makna sesungguhnya dari mengalami perubahan hidup sebagai ciptaan baru di dalam Kristus.
Menjadi manusia baru memerlukan usaha, perjuangan dan kerja keras, terkadang prosesnya juga membutuhkan waktu yang lama, bahkan sering kali proses yang dilalui tidak selalu mudah. Meskipun demikian, meninggalkan manusia lama adalah proses ketaatan kita kepada firman Tuhan. Kristus telah memerdekakan kita melalui karya penebusan-Nya di kayu salib, Dia juga yang telah membebaskan kita dari kuasa dosa dan memberikan hidup yang baru, oleh sebab itu mari kita terus berjuang meninggalkan kehidupan lama yang tidak berkenan kepada Tuhan dan belajar untuk mengenakan manusia baru yang terus-menerus dibarui semakin serupa Kristus.
“Perubahan hidup adalah salah satu ciri utama dari pribadi-pribadi sudah menjadi ciptaan yang baru”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Kebiasaan lama apakah yang masih menjadi penghalang untuk Anda bertumbuh di dalam Kristus?
2. Maukah Anda menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus?
约翰福音 8:30-36
1945年8月17日对于印度尼西亚人民来说是一个历史性的日子,因为在那一天印度尼西亚人民宣布独立。透过宣布独立,印度尼西亚宣告自己是一个独立于殖民主义的国家。我们应该心存感激,因为2024年8月份印尼百姓将迎接独立79周年。根据《印尼语大词典》的解释,独立意味着自由、不受制于或不受起诉、不受约束、不依赖于某些政党。
主耶稣曾经传达关于得以自由的真理的教导。犹太人回应说:“我们是亚伯拉罕的后裔,从来没有作过谁的奴仆. 你怎么说、你们必得自由呢?”他们很难接受主耶稣的话,因为他们认为自己作为神的选民亚伯拉罕后裔的特殊身份就足够了。但主耶稣却向他们强调,事实上凡是犯罪的人都是罪的奴仆。
耶稣是真理的泉源,这就是为什么只有透过祂我们才能摆脱罪恶和毁灭。我们被释放不是因为我们的行为,而是只有透过基督里的真理,我们才能体验到真正脱离罪的自由,并在祂里面享受得胜的生活,正如神的话说:“所以天父的儿子若叫你们自由、你们就真自由了”。作为信徒,我们应该感恩,因为透过耶稣基督在十字架上的牺牲,我们的生命也得到了自由。基督来到世上不仅是为了树立生命的榜样和道德教义。然而祂是带着更伟大的使命而来。即将我们从罪恶和束缚我们生命的所有枷锁中释放出来。
“只有真正的弥赛亚耶稣的救赎,
奴役和罪恶的枷锁才能被废除,
才能获得自由”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐡橋堂會-Eva傳道
翻译员 : 陈虹霞
需要思考的问题:
1. 真正的独立对你的生命意味着什么?
2. 你对活出在基督里获得的自由的承诺是什么?
Nats Alkitab : Yohanes 8:30-36
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Tujuh Belas Agustus pada tahun 1945 adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada hari itu bangsa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya. Melalui proklamasi kemerdekaan tersebut Indonesia menyatakan diri sebagai negara yang merdeka dari penjajahan. Kita patut bersyukur karena pada bulan Agustus tahun 2024 ini bangsa Indonesia telah memasuki hari ulang tahun kemerdekaan yang Ke-79 tahun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merdeka berarti bebas, berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, dan tidak bergantung kepada pihak tertentu.
Tuhan Yesus pernah menyampaikan ajarannya tentang kebenaran yang memerdekakan. Orang-orang Yahudi memberi respons dengan berkata: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Perkataan Tuhan Yesus sulit mereka terima, karena mereka berpikir status istimewa sebagai keturunan Abraham, bangsa pilihan Allah itu sudah cukup. Tetapi Tuhan Yesus menegaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Yesuslah sumber kebenaran sejati, itu sebabnya hanya melalui Dia kita dapat dimerdekakan dari dosa dan kebinasaan. Kita dimerdekakan bukan karena perbuatan kita, hanya oleh kebenaran di dalam Kristus, kita dapat mengalami kemerdekaan sejati dari dosa dan menikmati hidup yang menang di dalam Dia, sebagaimana firman Tuhan berkata: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka”. Sebagai orang-orang percaya, kita patut bersyukur karena melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, hidup kita juga telah dimerdekakan. Kristus datang ke dunia ini bukan hanya untuk memberi teladan hidup dan ajaran moral saja. Namun Dia datang dengan misi yang jauh lebih besar: yaitu untuk memerdekakan kita dari dosa dan segala belenggu yang mengikat hidup kita.
“Hanya karena penebusan Yesus Sang Mesias Sejati, perbudakan dan belenggu dosa dapat dihapuskan, kemerdekaan dapat diraih”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apakah makna kemerdekaan yang sejati bagi hidup Anda?
2. Apa komitmen Anda dalam menghidupi kemerdekaan yang telah Anda terima di dalam Kristus?
约翰福音 13:34-35
彭柯丽(Corrie Ten Boom)的一生深刻地描绘了基督爱的力量。第二次世界大战期间,柯丽和她的家人将许多犹太人从荷兰纳粹的暴行中拯救出来,然后藏匿于自己家中。尽管面临许多巨大的危险,柯丽表现出坚定不移的爱,没有种族歧视勇敢地爱他人。柯丽所表达的基督之爱并没有在此结束。当她和她的家人被纳粹士兵俘虏并关进拉文斯布鲁克集中营时,他们继续向那些同病相怜的人散发出基督的爱。柯丽和她的家人仍旧原谅和爱戴那些不断折磨并让她和家人受苦的集中营守卫。
耶稣教导祂的门徒们,他们应当要彼此相爱(第34上半节)。此外,耶稣希望他的门徒们不是像其他人那样的彼此相爱,而是要像基督以完美无瑕的爱来爱他们那样。换言之,来自父上帝的爱,愿意付出代价、牺牲自己、饶恕和事奉服事。接下来的一部分,耶稣继续祂的教导说:“你们若有彼此相爱的心,众人因此就认出你们是我的门徒了。” 如此一来,耶稣想强调爱是基督门徒最显著的特征。除此以外,耶稣还想向他的门徒们强调众人之所以认出他们是基督徒,不是因为他们的聪明才智、地位或其它事情。而是因为他们在基督向他们所启示的爱中彼此相爱。
我们在日常生活中被呼召来活出耶稣所教导的爱。这意味着我们不只是谈论爱,而是亲身体验上帝的爱,亲自清楚认识上帝的爱,并让自己像上帝那样活出爱来。我们在这一周里学到了很多有关爱的知识,这并不是为了让我们对爱的理解更加丰富,但这应当让我们更加热心地利用我们所有被上帝所爱的生命,将这爱传递出去给那些需要基督之爱的人。是我们应当跨出去的时候了,愿传递爱顺利。
“当你把自己全然献上去爱时,
你将不会被认为是一个好人。
你将被认为是基督的门徒。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會-雅弗傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 作为基督的门徒,对你来说意味着什么?
2. 你认为今天应当付出怎么样的爱呢?
Nats Alkitab : Yohanes 13:34-56
Penulis : G.I. Yafet Tri Karnomo
Kehidupan Corrie Ten Boom memberikan gambaran yang mendalam tentang kekuatan kasih Kristus. Saat Perang Dunia II sedang terjadi, Corrie dan keluarganya menyelamatkan banyak orang Yahudi dari kekejaman Nazi di Belanda dengan cara menyembunyikan mereka di rumah mereka. Meskipun menghadapi bahaya besar, Corrie menunjukkan kasih yang tidak tergoyahkan dan keberanian mengasihi orang lain tanpa pandang bulu. Kasih Kristus yang dinyatakan Corrie tidak sampai di sana. Ketika dia dan keluarganya ditangkap oleh tentara Nazi dan dimasukkan dalam camp Ravensbrük, mereka terus memancarkan kasih Kristus bagi orang-orang yang sependeritaan dengan mereka. Corrie dan keluarganya juga tetap memaafkan dan mengasihi para penjaga kamp konsentrasi yang terus menyiksa dan membuat Corrie dan keluarganya menderita.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus hidup saling mengasihi (ay. 34a). Lebih lanjut, Yesus menghendaki bahwa murid-murid-Nya hidup saling mengasihi bukan seperti orang lain tetapi seperti Kristus yang telah mengasihi mereka yaitu dengan kasih yang sempurna. Kasih yang datang dari Bapa, yang rela membayar harga, memberi diri, mengampuni dan melayani. Pada bagian selanjutnya Yesus melanjutkan perkataan-Nya “dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Dengan demikian Yesus ingin menegaskan bahwa kasih itu adalah ciri yang paling mencolok dari seorang murid Kristus. Yesus juga ingin menegaskan kepada murid-murid-Nya bahwa orang akan mengenal mereka sebagai murid Kristus bukan karena kepintaran mereka, jabatan atau hal lainnya. Akan tetapi karena mereka hidup saling mengasihi di dalam kasih yang seperti Kristus nyatakan bagi mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk mengaplikasikan kasih yang Yesus ajarkan. Hal ini berarti kita tidak hanya berbicara tentang kasih tetapi mengalami kasih Tuhan itu sendiri, memaknai kasih Tuhan itu sendiri dan memberi diri mengasihi seperti Tuhan mengasihi. Sepanjang minggu ini kita telah banyak belajar tentang kasih, hal ini tidak dimaksudkan untuk membuat kita semakin kaya pengertian dan pemahaman tentang kasih, tetapi seharusnya ini membuat kita semakin bergairah menggunakan seluruh hidup kita yang telah dikasihi Allah ini untuk meneruskan kasih itu kepada mereka yang membutuhkan kasih Kristus. Saatnya kita melangkah keluar, selamat mengasihi.
“Ketika Anda memberi diri untuk mengasihi, Anda tidak akan semakin dikenal sebagai orang yang baik. Anda akan dikenal sebagai murid Kristus”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa maknanya Anda hidup sebagai seorang murid Kristus?
2. Menurut Anda, apa bentuk kasih yang harus anda lakukan hari ini?
路加福音 10:30-35
埃利.维瑟尔(Elie Wiesel)是一名德国作家。他是1986年诺贝尔和平奖得主,也是希特勒政权残暴的幸存者。他曾经写过这样一句名言:爱的反义不是仇恨,而是漠不关心。信仰的反义不是异端,而是漠不关心。生命的反义不是死亡,而是介于两者之间的漠不关心。” 他之所以那么说是因为他目睹了希特勒政权的大屠杀。这种状况导致许多人选择保持沉默不言,包括当时德国教会也在其内。他们对爱冷漠犹如麻木不仁的人一样。
耶稣讲述了一个关于撒玛利亚人对爱敏锐的故事。那个撒玛利亚人的反应是关爱,并帮助了那个遭遇抢劫、被打个半死、差点儿丧命的人(第30节)。耶稣在这个比喻中介绍了三个具有不同背景的人来展示爱应当是鲜活和真实的。首先,耶稣介绍了一位祭司,一位应当懂得爱,并能实践爱的人。然而,他在现实里却没有帮助那个遭受抢劫的人 (第31节)。其次,耶稣让一个利未人上场,一个也应当懂得爱,并且也能够实践爱的人. 可惜的是,他跟祭司没有两样,也照样没要帮助他 (第32节)。最后, 耶稣带了一位撒马利亚人进场。一个不被重视的、被认为不洁并没把他放在眼里的人,但他却出乎意料主动上前帮忙。他不但要为被劫者包裹好伤口, 还为他安置住处 (第33-35)。这个撒玛利亚人被描述为一个动了慈心的人。这位好心的撒马利亚人展示了他对爱的敏锐,也对有需要的人的敏锐。
真爱是对他人的需求感到格外敏锐,并且在他人的痛苦中不会保持漠不关心沉默不语。如果我们愿意睁开眼睛,敞开心扉,我们一定会看到外面有许多需要被帮助和被爱触摸的人。我们可以自由选择自己想成为的人,像对爱不敏锐的祭司和利未人,或者像对爱如此敏锐的撒玛丽亚人。我们既有意选择,那就选择对爱敏锐,并为那些需要帮助的人挺身而出吧!
“尽管你在教会里有职份,
但是如果你对他人的痛苦却漠不关心,
那你就如同文士和祭司一样虚伪。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂當格朗堂會-雅弗傳道
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 依你看,为什么对他人需求的敏感是那么的重要?
2. 上帝今天在你心中放置了怎样的敏锐度来帮助他人?
From the publisher's feed