
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : 1 Petrus 2:21-24
Penulis : G.I. Swannius Bong
Yang dipikirkan dan diharapkan oleh banyak orang ketika mendengar tentang kesembuhan dari Tuhan adalah seputar kesembuhan dari sakit secara fisik. Berharap sembuh dari penyakit kronis atau pun terlepas dari sakit yang sudah bertahun-tahun di idap olehnya. Kesembuhan fisik memang penting agar kita dapat kembali mengerjakan tugas dan pekerjaan dalam hidup kita. Tetapi kesembuhan yang Kristus berikan bukan hanya seputar persoalan jasmani. Kesembuhan yang terutama dari-Nya adalah sembuh dari masalah rohani. Terutama dalam nas renungan hari ini, tidak sedikit yang mengucapkan ayat ini sebagai doa kesembuhan fisik. Namun kita perlu melihat lebih dalam pengertian nas hari ini.
Dalam suratnya, rasul Petrus ingin jemaat mengikuti teladan Kristus (ay. 21). Kristus telah menderita. Dia dicaci maki, dia hina, dia difitnah, dia disiksa hingga dibunuh. Semua tindakan ini menurut ukuran dunia layak mendapat pembalasan setimpal. Menurut ukuran dunia seharusnya Kristus akan sangat terluka dan melahirkan dendam yang dalam. Tetapi semua penderitaan tidak membuat Yesus membalas mereka atau membenci mereka. Semua dikerjakan-Nya untuk memikul dosa manusia dalam tubuh-Nya. Kristus kerjakan itu dengan dua tujuan (Ay. 24). Pertama, agar kita dapat hidup dalam kebenaran. Pembenaran oleh Kristus diperhitungkan bagi kita yang orang yang layak dihukum. Sehingga seluruh potensi melakukan kebenaran dimiliki oleh pribadi yang sudah dibenarkan oleh-Nya. Kedua, oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Artinya luka yang dialami oleh Kristus menyembuhkan sakit dan luka dalam hidup kita. Sakit dan luka sejatinya datang dari dosa yang merusak hidup manusia. Dosa membawa manusia menjadi tuhan bagi sesamanya. Menghakimi, dengki, dendam, iri hati, membalas kejahatan dengan kejahatan yang berlipat-lipat. Oleh bilur-bilur Kristus yang telah menderita oleh dosa manusia; bilur-bilur itu membalut dan menyembuhkan semua derita kita karena dosa.
Kita dipanggil Tuhan menjalani hidup sama seperti Kristus hidup. Kita mungkin sedang terluka oleh dunia. Terluka oleh kejamnya orang yang kita kasihi atau terluka kenyataan pahitnya hidup atau terluka oleh kebencian antar ras dan golongan atau terluka standar sosial yang menekan dan merusak hidup kita. Kristus telah menang atas semua derita itu. Dia mengalami semua tekanan dan kesulitan. Kristus ingin membawa kita pada kesembuhan dari-Nya. Biar lah dosa kita disembuhkan oleh bilur-bilur-Nya. Dia yang telah sempurna menyelesaikan karya Bapa menyelamatkan manusia dalam dunia. Sehingga kita dimampukan punya kasih dan penerimaan. Kita mampukan untuk memberi pengampunan tak terbatas. Kita dimampukan menyatakan terang Tuhan di tengah dunia yang penuh sesak dan susah dengan kasih-Nya. Amin.
“Kesembuhan rohani dengan pengampunan dan kasih adalah kesembuhan yang terutama bagi kita yang dikerjakan oleh kuasa bilur-bilur-Nya”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apa yang terjadi ketika seseorang terus menyimpan luka dalam hidupnya?
2. Apa yang harus dimiliki untuk dapat sembuh dari dosa?
哥林多後書5:16-17
我們生活在一個傾向於以肉體標準來評價彼此的世界。根據他所依附的東西來評價一個人; 無論是從外表還是從他的穿著或擁有的東西。這些標準可以在社群媒體、電影、新興流行文化或日常交際中見到。把一個人以這樣拼命奮鬥的方式才能被社會環境所接受的標準,因此,各種危險的嘗試隨之而來也就不足為奇了。例如為了顯得更漂亮或更帥而進行危險的整容手術的增加,為了聲望而網上借貸的增加,因為被社會認為失敗甚至可能犯下各種違法行為而自殺的案件增加. 所有這一切都是為了達到周圍社會期望的標準。
保羅在今日的靈修文本中指出,之前他也用某些措施或標準來評價(第16節)。保羅使用“Sarx”這個詞,意思是肉體或身體。保羅也曾以肉體來評價基督。以成功、所有物和良好外表的標準。但基督並沒有將自己的價值或權威置於世界的標準之上。基督來是為了完成天父的工作;基督來是為了尋找那些不值得拯救的罪人。基督使用那些微小,愚蠢、以世界的標準來看沒有吸引力的人來榮耀祂。因此,保羅說他不會根據肉體的標準來評價任何人。相反的,保羅在第17節指示,在基督裡需要以新造的人的身分生活,一切舊事都已過去。一切舊的東西,按照世界的標準,以外表看重或世俗的榮耀已成為過去;不再是衡量成功的標準。越是追求這些標準,就變得越受傷害和徒勞無益。過著新造的生命;像基督一樣生活;追求按照天父旨意的崇高事物,這使得生命變得美好和有價值。
我的兄弟們啊,不少信徒仍然把生命的價值放在物質上。只從教會外表熱鬧的角度來評價教會的人也不少。不少人成為教會會友多年,仍然過著受外表控制的生活,所以當他們失去了按照世界標準來看是了不起的事物時,不少信徒會感到失望、羞愧甚至離開教會,這並不奇怪。其實我們的價值是由基督為我們所做的工作而決定的。祂已經使我們成為新造的人。信徒應該透過堅守神的道來追求身為基督裡新造的人的生活水準。這種追求使我們的生命充滿平安和喜樂。
“作為新造的人而生活意味著
我們的生活標準是神的話語,
不再是受殘酷和有害的社會標準
控制的生活”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的问题:
1. 哪些社會標準仍困擾著你的生命?
2. 你對勝過有害的社會標準的承諾是什麼?
Nats Alkitab : 2 Korintus 5:16-17
Penulis : G.I. Swannius Bong
Kita hidup di tengah dunia yang cenderung menilai sesama dengan standar yang tampak secara jasmani. Seorang pribadi dinilai dari apa yang melekat pada dirinya; entah secara penampilan atau apa yang dipakai olehnya atau dimiliki olehnya. Standar-standar seperti itu dapat ditemukan dalam media sosial, dalam film-film, dalam budaya popular yang muncul atau pun dalam pergaulan sehari-hari. Standar-standar yang membawa seseorang berjuang sedemikian rupa demi diterima oleh sosial sekitarnya, sehingga tidak aneh berbagai upaya berbahaya juga dilakukan. Seperti meningkatnya operasi plastik yang berisiko untuk tampil lebih cantik atau tampan, meningkatnya peminjaman Online demi gengsi, meningkatnya kasus bunuh diri karena dianggap gagal oleh sosial sampai-sampai dapat melakukan berbagai tindak kejahatan-kejahatan melawan hukum. Semua itu dilakukan demi mencapai standar yang diinginkan oleh sosial sekitar.
Paulus dalam nas renungan hari ini menyatakan bahwa dia juga dahulu menilai dengan ukuran-ukuran atau standar-standar tertentu (ay.16). Paulus menggunakan kata “Sarx” yang memiliki arti daging atau jasmaniah. Paulus juga dahulu menilai Kristus secara jasmaniah. Standar-standar keberhasilan, kepemilikan, dan penampilan yang bagus. Tetapi Kristus tidak meletakkan keberhargaan atau wibawa-Nya atas standar dunia. Kristus datang untuk menyelesaikan pekerjaan Bapa; Kristus datang untuk mencari manusia berdosa yang tidak layak diselamatkan; Kristus memakai mereka yang kecil, bodoh, tidak menarik secara standar dunia untuk kemuliaan-Nya. Karena itu, Paulus menyatakan dia tidak menilai siapa pun berdasarkan standar jasmaniah. Sebaliknya dalam ayat 17, justru Paulus menyatakan bahwa kita dalam Kristus, perlu hidup dalam identitas sebagai ciptaan yang baru, semua yang lama sudah berlalu. Semua yang lama, yang berdasarkan standar dunia dengan keberhargaan oleh penampilan atau kemuliaan dunia sudah berlalu; tidak lagi menjadi ukuran keberhasilan. Standar-standar itu semakin dikejar akan semakin melukai dan sia-sia. Hidup sebagai ciptaan baru; hidup seperti Kristus; hidup mengejar apa yang mulia menurut kehendak Bapa, itulah yang menjadikan hidup indah dan berharga.
Saudaraku, tidak sedikit orang-orang percaya masih meletakan keberhargaan hidupnya pada sifat jasmani. Tidak sedikit yang hanya menilai gereja dari sudut pandang, penampilan luar yang penuh kemeriahan. Tidak sedikit juga bertahun-tahun menjadi jemaat gereja masih tetap hidup dikendali oleh penampilan fisik, sehingga tidak aneh, ketika kehilangan apa yang hebat menurut standar dunia, membuat tidak sedikit orang percaya menjadi kecewa, malu bahkan meninggalkan gereja. Padahal keberhargaan kita ditentukan oleh karya yang sudah Kristus kerjakan bagi kita. Dia telah menjadikan kita ciptaan baru. Seharusnya, orang percaya mengejar standar hidup sebagai ciptaan baru dalam Kristus dengan berpegang pada Firman. Pengejaran ini memberikan kita hidup penuh damai dan sukacita.
“Menjalani hidup sebagai ciptaan baru artinya standar hidup kita adalah Firman Tuhan, tidak lagi menjalani hidup dengan dikendalikan oleh standar sosial yang kejam dan melukai”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apa saja standar sosial yang masih mendera hidupmu?
2. Apa yang jadi komitmenmu agar dapat menang atas standar sosial yang melukai?
約拿書 2: 8-10; 4:10-11
種族之間的敵對之牆是被基督拆毀的最重要的牆 (弗2:14)。這種敵對和仇恨可能會持續數十年甚至幾代。就像猶太人與撒瑪利亞人或非猶太人的敵對一樣,從以斯拉的時代一直到主耶穌的時代,這種情況一直持續著。這種敵對造成的傷口是如此深,严重),似乎無法恢復。除了以色列,世界其他地方也存在種族間的敵對,例如美國的黑人和白人之間的種族敵對、緬甸與羅辛亞族的敵對;或者離我們更近的,就是1998年5月印尼造成華人受傷的暴動。這種情緒會造成很深的傷口並留下創傷。這傷口必須被包紮並被醫治,以免遺傳給下一代。
在今天的靈修經文中,我們發現有一位先知試圖從上帝要他去尼尼微城的呼召逃跑。他的名字叫約拿先知。乍一看,這個故事似乎是先知約拿只是因為害怕履行先知的職責而試圖逃避神的呼召。但實際上,當我們深入觀察時,我們就會明白為什麼先知約拿會這麼做。尼尼微是亞述的首都。亞述人是以色列的敵人。在亞哈斯王統治時期,這國民殘酷地毀滅了北国以色列。作為以色列民族的一部分,先知約拿經歷了這個民族造成的深刻創傷。先知約拿在受傷時選擇逃避好讓尼尼微經歷悔改的呼召。他經歷過種族創傷。上帝要先知約拿處理好他的傷口。這可以從神不斷地帶領先知約拿面對他對尼尼微所受的傷的行動中看出。神用一條大魚將約拿帶到了人生最低谷,並急需幫助的處境。讓他意識到尼尼微也處於最低谷且需要幫助的處境。不只他在魚腹中需要神的拯救,尼尼微人也需要神的拯救 (9節)。看來尼尼微得救後,他受的傷還沒恢復。先知約拿因尼尼微城的悔改而生氣 (4:1-11)。當先知約拿最需要蓖麻樹時,上帝讓蓖麻樹枯萎了。先知約拿因為蓖麻樹枯萎而非常焦慮。但他自己卻沒有體會到,他迄今所認識的神是一位公義且會懲罰的神,其實神最深的內心和“焦慮”是祂必須懲罰那些沒有從罪中悔改的民族。神要的是拯救,而不是懲罰。正是這樣的心態是先知約拿所應有的,一顆能夠治癒根深蒂固的種族仇恨的心。
我的兄弟們,為要治癒種族創傷,我們必須仰望真正的先知,即基督。祂在地上的事奉期間,一再表現出祂對萬民的愛。祂被自己的民族出賣和拒絕, 並在別的民族,即羅馬人的統治下被釘死在十字架上。對這兩個民族,基督仍然為他們提供饒恕。祂不憎恨自己的民族,也不憎恨其他民族。這兩個民族被視為陷入罪的民族,都需要祂的救贖。這種愛包紮了門徒們的傷口,以便他們能透過向萬民傳福音來表達愛。所以醒悟吧並敞開心扉接受神的愛,以基督的愛來解決種族之間的傷口。因為祂已經得勝並拆毀了那堵牆,祂也希望我們接受祂的得勝。阿門。
“只有當我們願意被引導
到上帝最深切的渴慕時,
種族創傷才能得以恢復。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的问题:
1. 如果種族之間的仇恨或敵對沒有解決,會發生什麼事?
2. 我們如何才能從這些種族創傷中得到恢復?
Nats Alkitab : Yunus 2:8-10; 4:10-11
Penulis : G.I. Swannius Bong
Tembok perseteruan antar ras adalah tembok paling utama yang diruntuhkan oleh Kristus (Ef 2:14). Perseteruan dan kebencian ini dapat mengakar berpuluh tahun bahkan sampai generasi demi generasi. Seperti permusuhan bangsa Yahudi dengan Samaria atau non Yahudi, sudah terjadi sejak zaman Ezra hingga zaman Tuhan Yesus. Luka yang disebabkan oleh permusuhan ini sudah begitu mengakar sampai-sampai seolah-olah mustahil untuk disembuhkan. Selain bangsa Israel, perseteruan antar ras juga terjadi di belahan dunia lain, seperti ras antar kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat, perseteruan dengan etnis Rohingya di Myanmar; atau yang lebih dekat dengan kita yaitu kerusuhan Mei 1998 yang melukai orang Tionghoa Indonesia. Sentimen ini menimbulkan luka yang begitu dalam dan menyisakan trauma. Luka itu harus dibalut dan disembuhkan agar tidak diteruskan lagi kepada generasi selanjutnya.
Nas renungan hari ini, kita menemukan seorang nabi yang berusaha melarikan diri dari panggilan Tuhan ke kota Niniwe. Namanya adalah nabi Yunus. Terlihat sepintas kisahnya seolah-olah nabi Yunus hanya berusaha lari dari panggilan Tuhan karena takut menjalankan tugas sebagai nabi. Tetapi sebenarnya, ketika melihat lebih dalam maka kita akan mengerti alasan nabi Yunus melakukan itu. Niniwe adalah ibu kota Asyur. Bangsa Asyur adalah musuh Israel. Pada masa raja Ahas, bangsa ini telah menghancurkan Israel bagian utara dengan kejam. Sebagai bagian dari bangsa Israel, nabi Yunus mengalami luka yang begitu dalam yang disebabkan oleh bangsa ini. Nabi Yunus dalam lukanya, memilih berlari dari panggilan agar Niniwe mengalami pertobatan. Luka rasial di alami olehnya. Tuhan ingin Nabi Yunus membereskan lukanya. Hal ini terlihat dari tindakan Tuhan yang terus membawa nabi Yunus berhadapan dengan lukanya kepada Niniwe. Tuhan memakai ikan besar untuk membawa Yunus berada dititik terbawah dan begitu membutuhkan pertolongan. Menyadarkan bahwa Niniwe juga berada di titik terbawah yang membutuhkan pertolongan. Keselamatan dari Tuhan bukan hanya dibutuhkan dirinya diperut ikan tetapi juga bangsa Niniwe (ay. 9). Nampaknya setelah Niniwe diselamatkan, luka itu masih belum sembuh. Nabi Yunus marah karena pertobatan Niniwe (4:1-11). Tuhan membuat layu pohon jarak pada saat nabi Yunus sangat membutuhkannya. Nabi Yunus bisa begitu gelisah karena pohon jarak itu layu. Tetapi dia sendiri tidak menyadari bahwa Tuhan yang dikenal selama ini adalah Tuhan yang adil dan menghukum, sebenarnya isi hati dan “kegelisahan” terdalam Tuhan adalah harus menghukum bangsa-bangsa yang tidak bertobat dari dosanya. Tuhan rindu menyelamatkan bukan menghukum. Hati ini yang harusnya dimiliki oleh nabi Yunus dan yang dapat membawa kepada kesembuhan atas kebencian antar ras yang mengakar.
Saudaraku, untuk sembuh dari luka rasial kita harus memandang kepada nabi yang sejati yaitu Kristus. Selama pelayanan-Nya di dunia, Dia berulang-ulang menunjukkan kasih-Nya kepada segala bangsa. Dia dikhianati dan ditolak oleh bangsanya sendiri dan disalibkan di bawah pemerintahan bangsa lain yaitu bangsa Romawi. Kepada kedua bangsa itu, Kristus tetap menyediakan pengampunan bagi mereka. Dia tidak membenci bangsanya atau tidak membenci bangsa lain. Kedua bangsa itu dipandang sebagai pribadi-pribadi yang telah jatuh dalam dosa, yang sama-sama membutuhkan penebusan dari-Nya. Kasih ini yang membalut luka murid-murid-Nya sehingga mereka dapat menyatakan kasih dengan memberitakan Injil kepada segala suku bangsa. Jadi sadarlah dan terimalah kasih Tuhan itu dengan hati terbuka untuk menyelesaikan luka antar ras dengan kasih Kristus. Sebab Dia sudah menang dan meruntuhkan tembok ini dan Dia juga ingin kita menerima kemenangan-Nya. Amin.
“Luka rasial dapat disembuhkan hanya dapat terjadi ketika kita bersedia dituntun kepada kerinduan hati terdalam Tuhan ”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Apa yang terjadi jika permusuhan atau perseteruan antar ras tidak diselesaikan?
2. Bagaimana kita dapat sembuh dari luka rasial ini?
創世記 33:1-4
家庭是一個人開始瞭解現實生活的所在。家庭也是一個使人認識受傷和被傷害意義的地方。家庭可成為最美麗的所在,同時也是充滿悲傷和受傷的地方。不少人因為父母的偏愛和與他人的比較而受到傷害。因行為和言語受到傷害。也可能因親兄弟姐妹的粗暴和欺詐行為而受到傷害。太多有關家中受傷的故事了。好消息是,神要用祂的愛來包紮這個家庭的傷口。
在今天的經文中,我們發現了一個非常有爭議的人物,這人就是以掃。他和雅各是雙胞胎。但他不蒙神所揀選,他還選擇娶了被家人反對的外邦女子為妻。他犯了很多的錯誤。但是在他犯了很多錯誤的背後,他卻是一個願意接受並饒恕自己兄弟的人。他寧可包紮傷口,儘管他有許多報復他雙胞胎的理由。他受到母親的歧視和不疼愛,他與生俱來長子的權利被他的雙胞胎兄弟奪走了。但他選擇了饒恕,他要與雅各再次相見。他熱烈的歡迎雅各的到來。其實雅各如此害怕並準備了所有的方法和策略,甚至他還選擇獨自一人準備好一切的事。(創世記32章) 但當他遇見以掃時,雅各所有的恐懼和保護自己的策略都是不必要的。以掃跑來迎接他、將他抱住、又摟著他的頸項與他親嘴、兩個人就哭了。
確實在家中受到很深的傷害,真不容易化解。但我們也必須意識到,不論是好是壞,家庭乃是上帝所賜予的。就像以掃能夠看到,發生在他身上的所有痛苦事情好的一方面。他以信心指明所發生的一切,都是上帝偉大的作為。對他來說,與兄弟和解是最好的選擇之道;能夠毫無負擔地繼續未來的人生路程。從上帝的觀點來看,因為基督祂是一位盼望祂子民的家庭有和平的神,也是在祂子民家庭中成為一家之主的神;祂願合一和喜樂的家庭在祂裡面得以成就。方法就是願意用基督對我們真誠的愛來處理傷口。阿們。
“以基督的觀點和決定饒恕
是包紮家庭傷口之道”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題
1. 當在家中受到傷害時,你會如何應對?
2. 生活在一個受傷的家庭中的現實,神的旨意是什麼?
Nats Alkitab : Kejadian 33:1-4
Penulis : G.I. Swannius Bong
Keluarga adalah tempat pertama seseorang mengenal akan kenyataan hidup. Keluarga juga adalah tempat seseorang mengenal artinya terluka dan disakiti. Keluarga dapat menjadi tempat terindah sekaligus juga tempat yang penuh duka dan luka. Tidak sedikit yang terluka karena dibeda-bedakan dan dibanding-bandingkan oleh orang tuanya. Terluka oleh perlakuan dan perkataan. Dapat terluka juga oleh sikap saudara kandung yang kasar dan curang. Terlalu banyak kisah luka dalam keluarga. Kabar baiknya, Tuhan ingin membalut luka oleh keluarga dengan kasih-Nya
Dalam nas hari ini, kita menemukan tokoh yang sangat kontroversial. Tokoh ini adalah Esau. Dia merupakan kembaran Yakub. Dia tidak dipilih Tuhan. Dia juga memilih menikahi perempuan yang telah dilarang oleh keluarganya. Dia melakukan banyak kesalahan. Tetapi dibalik begitu banyak kesalahan yang dilakukan. Dia adalah pribadi yang mau menerima dan mengampuni saudaranya. Dia bersedia dibalut lukanya walaupun dia memiliki banyak alasan untuk membalas dendam kepada kembarannya itu. Dia dibeda-bedakan dan tidak dikasihi oleh ibunya. Hak sulungnya dicuri oleh saudara kembarnya. Tetapi dia memilih mengampuni. Dia mau berjumpa dengan Yakub kembali. Dia memberikan sambutan hangat kepada Yakub. Padahal Yakub sangat takut dan menyiapkan semua cara dan taktik sampai-sampai dia memilih tinggal sendirian untuk mempersiapkan semuanya (Kej 32). Tetapi sewaktu berjumpa dengannya, semua ketakutan dan siasat Yakub untuk melindungi dirinya, tidak diperlukan. Esau berlari menjumpa Yakub, mendekap dan bertangis-tangisan dengannya.
Memang terluka dalam keluarga itu sangat dalam, tidak mudah diselesaikan. Tetapi kita juga harus sadar bahwa keluarga juga adalah pemberian Tuhan. Entah itu baik atau buruk. Seperti Esau dapat melihat sisi baiknya dari semua pahit yang terjadi padanya. Dia menunjukkan keyakinan bahwa semua itu terjadi ada dalam karya agung Tuhan. Baginya, berdamai dengan saudara merupakan jalan terbaik; untuk melanjutkan perjalanan hidup ke depannya tanpa beban. Lihatlah dari sudut padang Tuhan. Karena Kristus adalah Pribadi yang ingin damai sejahtera terjadi dalam keluarga umat-Nya. Dia adalah Tuhan yang menjadi kepala bagi keluarga umat-Nya; agar kesatuan dan sukacita keluarganya dapat terjadi di dalam-Nya. Jalannya adalah bersedia membereskan luka dengan kasih Kristus yang tulus bagi kita. Amin.
“Sudut pandang Kristus dan keputusan mengampuni adalah jalan untuk membalut luka dalam keluarga”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Bagaimana anda merespons ketika dilukai dalam keluarga?
2. Apa yang Tuhan kehendaki atas kenyataan hidup dalam keluarga yang melukai?
創世記 4:23-24
“...主阿、我弟兄得罪我、我當饒恕他幾次呢? 到七次可以麼? (馬太福音18:21) 這句話是門徒向主耶穌提出的,有關饒恕別人時的寬容可達到何限度。然而,事實上在這充滿罪惡的世界,我們發現報復遠比某個人所受到的惡待來得更大、更可怕。就如人們正在熱議中的Vina和Eky的謀殺案一樣。據稱,是因為肇事者被Vina吐口水並拒絕他的愛而生的憎恨,但他的報復卻非常殘酷;肇事者以非常殘忍的方式殺害並強姦了Vina又殘酷地殺死了Eky (摘引自各種消息來源)。
在我們今天靈修的經文中,我們默想了一個名叫拉麥的人物,他是該隱的後裔,他說壯年人傷我、我把他殺了、少年人損我、我把他害了。(23節)。他所進行的報復,遠遠超過了年輕人所行的惡,因他只把他打傷而已。出於報復,拉麥殺死了那年輕人。除此之外他還找祖先成為他罪行的藉口,因誰若殺該隱、遭報七倍,所以,以此為理由來做更壞的事,此後殺他的人,會遭報七十七倍。(24節)拉麥似乎因為憎恨而尋找理由報復,而忘記了這是上帝保護的應許。事實上,上帝保護該隱免得遭他兄弟的報復,遇見他就殺死他(15節)。一次又一次的藉口是為了找到報復的理由。他自豪地告訴他的兩個妻子亞大和洗拉,是為要她們支持他的罪行。他為了報復而扭曲了神的話語。那就是不肯解決仇恨的根源,總是做更壞的事,用各種狡猾的手段來遮掩。在神面前不去處理解決的仇恨是多麼的可怕,他所行的報復,比他所受到的惡行更殘酷及加倍。
耶穌要將我們從無窮盡的仇恨深淵中拯救出來。耶穌說:“不! 我說的不是七次(饒恕)而是七十個七次。"這句話反駁了拉麥對加倍報復理由的辯護,即是於加倍的寬容饒恕。對於作惡的人,必須給予更大的饒恕。甚至更進一步,耶穌說:“倘若他一天即七次得罪你.....你總要饒恕他”(路17:4)。只有當無限地給予饒恕時,和好才會發生。只有當我們敞開心扉去寬恕和修整我們的心時,才能享受心靈的平靜安寧和喜樂。這確實很難,但基督已經為我們做了這一切,祂多次的饒恕了屢次作惡和得罪祂的我們。只有這樣的饒恕,才能修復所有仇恨所帶來的破碎。阿們!
“拉麥的加倍報復
會使世界因仇恨所破壞,
而基督的加倍饒恕
是使世界和平與喜樂的答案”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題
1. 對於傷害你的人你採取怎樣的態度?
2. 如何能持續不斷地饒恕他人?
Nats Alkitab : Kejadian 4:23-24
Penulis : G.I. Swannius Bong
“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika dia berbuat dosa terhadap aku? sampai tujuh kali kah?” (Mat 18:21). Kalimat ini adalah pertanyaan murid-murid kepada Tuhan Yesus tentang batas toleransi untuk memaafkan sesama. Namun kenyataan dalam dunia yang telah dalam dosa, kita temukan bahwa pembalasan itu jauh lebih besar dan mengerikan daripada perbuatan jahat yang diterima seseorang. Seperti kasus pembunuhan Vina dan Eky yang sangat banyak diperbincangkan itu. Disinyalir kebencian itu karena pelakunya diludahi dan ditolak cintanya oleh Vina, namun pembalasannya sangat kejam; pelaku membunuh dan memperkosa Vina serta membunuh Eky dengan cara yang sangat kejam (dikutip dari berbagai sumber).
Dalam nas yang kita renungkan hari ini, kita merenungkan dari tokoh bernama Lamekh keturunan Kain, dia mengatakan bahwa dirinya telah membunuh seorang muda karena memukul dirinya sampai bengkak (Ay. 23). Pembalasan yang dilakukannya jauh melebihi perbuatan yang dilakukan oleh pemuda yang hanya melukai sampai bengkak. Dengan dendam, Lamekh membunuh pemuda itu. Selain itu dia membuat alasan atas kejahatannya bahwa nenek moyang, Kain harus dibalas tujuh kali atas pembunuhan kepada Habel, maka dia membuat pembenaran untuk melakukan lebih buruk dengan membalas tujuh puluh kali tujuh kali lipat (ay. 24). Nampaknya Lamekh karena kebenciannya mencari pembenaran dan melupakan janji perlindungan Tuhan. Faktanya Kain justru dilindungi oleh Tuhan agar tidak dibinasakan oleh pembalasan saudara-saudaranya (ay. 15). Pembenaran demi pembenaran dilakukan untuk mencari alasan membalas dendam. Dia dengan bangga menceritakan kepada kedua istrinya, Ada dan Zila, untuk mendapat dukungan atas kejahatannya. Dia memelintir Firman Tuhan demi membalas dendamnya. Itu lah akar kebencian yang tidak mau dibereskan selalu berbuat lebih jahat dan ditutupi dengan berbagai cara yang licik. Betapa mengerikan kebencian yang tidak dibereskan di hadapan Tuhan, pembalasan yang dihasilkan akan jauh lebih kejam, berlipat kali ganda dibanding kejahatan yang diterimanya.
Yesus ingin menyelamatkan kita dari jurang kebencian yang tiada ujung. Yesus mengatakan “bukan! Aku berkata kepada bukan tujuh kali (mengampuni) tetapi sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Kalimat ini membantah pembelaan Lamekh untuk pembenaran untuk pembalasan berlipat, yaitu dengan pengampunan yang berlipat kali ganda. Pengampunan dilakukan harus jauh lebih besar lagi kepada mereka yang telah melakukan apa yang jahat. Bahkan lebih jauh lagi, Yesus menyatakan “bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari.. Engkau harus mengampuni dia” (Luk 17:4). Pendamaian hanya terjadi jika pengampunan diberikan tanpa batas. Hati yang tenang dan sukacita hanya bisa dinikmati di saat kita membuka hati untuk mengampuni dan membereskan hati kita. Memang sulit, tetapi semua itu telah dikerjakan Kristus bagi kita, Dia mengampuni kita berkali-kali atas yang telah berkali-kali berbuat jahat dan dosa kepada-Nya. Hanya dengan pengampunan ini lah semua kehancuran dendam itu dapat diperbaiki. Amin.
“Pembalasan berlipat-ganda Lamekh akan merusak dunia oleh dendam, dan pengampunan berlipat-ganda Kristus memberi jawaban bagi damai dan sukacita dunia”
Pertanyaan untuk direnungkan
1. Bagaimana sikap anda terhadap orang yang melukai anda?
2. Bagaimana agar pengampunan terus menerus dapat diberikan bagi sesamamu?
路得记 1:19-22
面对种种悲伤,人们好像是去盼望四处漫游的情况并不少见。因为,渴望的期盼和存在的现实并不相称。事实上,现实比预想的更加痛苦的情况并不少见。 你梦想的生活是如此美好和完美,而现实往往充满痛苦和失落。希望有一个和谐的家庭。 但事实上,有时家庭是一个充满争吵和敌意的地方。希望能和所爱的人在一起,并能够向他们表达爱。但实际上,我们必须透过死亡和分离而失去亲人。有不少人经历了这一切之后,失去了所有的快乐,不敢再抱有希望。
经历过非常痛苦生活的人物是拿俄米。当以色列面临饥荒时,她和她的丈夫以利米勒以及两个名叫玛伦和基利永的孩子;他们决定在摩押地区定居。希望能找到更好的生活。但事实上,过了一段时间,她的丈夫和两个孩子就死在那里了(5节)。绝望中,他决定带着两个儿媳俄珥巴和路得返回以色列。在拿俄米亲自要求她的两个儿媳返回摩押后,俄珥巴决定不再继续旅程。但路得坚持要和她在一起。当她抵达以色列的出生地伯利恒时,她心碎了,当时与丈夫和两个孩子同去,却空手而归。在悲伤中,她称自己为“玛拉”,意思是痛苦。她感到神的手攻击她,并灾祸于她。她看到的只是人生的艰辛之路。但实际上神的手正在以不同的方式运作。她所看到的现实似乎一切都很糟糕。然而,上帝之手,却正在编织着美好的;神赐下一位忠心伴随着她的人,就是路得。在拿俄米的悲伤中,上帝藉着路得与她同在。此外,本书的作者还用充满希望的一句话结束了这一章,她归来的时候正是动手割大麦的时候(22节)。这意味着什么?这意味着拿俄米看到上帝之手在动工是一个新的开始。神的手把苦的变为甘甜。路得是神安慰拿俄米的方式。路得在收割大麦的时候遇见了波阿斯并嫁给了他。波阿斯将提升他家人的尊严。 波阿斯成为拿俄米和路得的家人。除此之外,上帝还传达了一个关于波阿斯出现的意义的重要信息。波阿斯是耶西的祖父;耶西是大卫的父亲,而耶稣基督是大卫的后裔。耶稣是拿俄米的新盼望。
在这个充满苦难的世界中,我们生命旅程的甜蜜在于基督。在祂里面,我们找到虽有悲伤和哭泣但不会失去对明天拥有盼望的意义。耶稣为我们预备从祂而来的喜乐。耶稣也使用信徒群体中的弟兄姐妹来安慰在悲伤和困难中的我们。就好像神赐路得和波阿斯来安慰拿俄米一样。让我们时刻活在基督和信徒群体中,他们是我们的安慰和力量。阿们
“上帝手中的工作和信徒群体
是在现实世界中各种痛苦中
感受到爱的甜蜜的一种方式”
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 当你经历生活的苦涩时,你有什么反应?
2. 在你生活的苦难中,基督做了什么?
From the publisher's feed