
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Matius 18:15-20
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Upaya untuk mempertobatkan suadara yang berdosa bukanlah perkara mudah. Dalam banyak kasus, orang berdosa masa kini lebih memilih untuk meninggalkan persekutuan orang percaya dari pada menyelesaikan dosanya bersama dengan orang dalam persekutuan gerejanya. Dalam banyak kasus, gereja juga tidak menunjukkan kesediaan untuk mengurusi persoalan ini dengan dalih kuatir nantinya persoalan menjadi lebih besar dan terjadi perselisihan.
Namun, tidak demikian dengan prinsip Alkitabiah. Yesus berkata, “apabila,” kata ini menunjukkan bahwa sebuah hipostasis, belum benar-benar terjadi. Dalam konteks situasi ini, saudara ini telah melakukan dosa secara umum, bukan terhadap orang tertentu. Sehingga penangannya melibatkan berbagai pihak, dan keputusannya harus dibuat dalam terang pimpinan Roh Kudus, melalui doa yang dengan sehati dipanjatkan akan diberikan Bapa yang di sorga. Tujuannya adalah agar jemaat lainnya terhindar dari jerat orang-orang yang tidak mengenal Allah dan mencemarkan Tubuh Kristus. Pernyataan bahwa ia dianggap sebagai orang yang tidak mengenal Allah atau pemungut cukai mengindikasikan si pendosa adalah orang asing dan bukan umat Allah. Ia melakukan dosa yang dilarang, meskipun ia aktif dalam komunitas.
Perhatikanlah, bahwa Tuhan sangat rindu semua orang berbuat dosa untuk bertobat dan dipulihkan. Gereja dalam hal ini dilibatkan dalam pemulihan orang-orang yang berdosa, bukan mengabaikannya. Kita terpanggil untuk menunjukkan sikap peduli, sama seperti bapa kita peduli; Kepeduliaanlah yang menganggap serius dosa-dosa yang terjadi dalam komunitas, bukan sikap menghamimi. Jika pendosa itu adalah Anda sendiri, bagaimanakah anda bersikap? Apakah Anda akan bertobat dan mengakuinya dalam komunitas Anda agar Anda pun dapat dipulihkan? Atau Anda bersembunyi di balik semua kegiatan rohani, agar tidak nampak kebobrokan diri Anda?
Mengambil risiko tidak disukai lebih baik daripada melihat sesorang
menanggung risiko penghukuman kekal
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apabila ada seorang anggota jemaat kedapatakan melakukan dosa yang dilarang, apakah saudara berani mengambil risiko untuk menyelesaikannya?
2. Bila orang tersebut tidak bertobat, apakah yang Anda akan lakukan?
马太福音 18:12-14
一年多前,2023 年 2 月 6 日星期一,土耳其东南部和南部以及叙利亚北部部分地区发生地震。 据记录,地震造成超过 37,000 人死亡。一位名叫阿霞少女被困在她居住的土耳其东南部公寓楼的废墟中。救援人员认为,营救阿霞几乎是不可能的。 然而,八小时后,阿霞终于得以脱离,并在被埋在建筑物废墟中近四天后获救。 家属和救援人员脸上洋溢着喜悦。
你有没有想过,耶稣给祂的听众讲了一个关于牧羊人的比喻。耶稣说,即使祂的一只羊丢失了,牧羊人也会撇下祂的99只羊去寻找那丢失的羊直到寻见。耶稣要教导的是父神对待祂的“小子”就是那些已相信耶稣但又迷失的人也会有同样的态度 (马太福音18:13-14)。这意味着,作为牧者的天父永远不会忽视祂的选民。如果神如此关心祂的羊群,那么我们也必须学会关心信徒。我们不能像该隐那样说:“我岂是看守我兄弟的吗?”基本上,我们是同道的守护者。这是赋予我们每个人的职责。
因此,要学会留意那些误入歧途的信徒。记念他们,为他们祈祷,然后去寻找他们。找到他们的目的就是使他们恢复。需要计划好与他们谈论的内容。有时还需要拥有倾听的耳朵、轻触和关怀的心。使他们得以恢复,这样我们就能把他们赢回来。
如果我们不寻找迷失的人,撒但可能会让他们更加迷失!
作 者:椰嘉基督徒會堂卡蒂尼堂會-余日新牧師
翻譯員:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 关于神对失丧者的旨意,我们可以学到什么?
2. 我们是否做出了一些努力来带离开基督徒团契的朋友或亲戚转回?
Nats Alkitab : Matius 18:12-14
Penulis : Pdt. Elisa Istianto
Lebih setahun yang lalu, tepatnya pada Senin 6 Februari 2023, terjadi gempa mengguncang sebagian wilayah tenggara dan selatan Turki serta Suriah utara. Tercatat lebih dari 37.000 orang tewas akibat gempa tersebut. Alkisah, seorang remaja perempuan bernama Asya, teperangkap dalam reruntuhan gedung apartemen yang ditinggalinya di Turki tenggara. Anggota tim rescue service merasa bahwa upaya penyelamatan Asya hampir mustahil. Namun, setelah delapan jam, Asya akhirnya dapat dievakuasi dan berhasil diselamatkan setelah hampir empat hari terkubur dalam reruntuhan bangunan. Kegembiraan memenuhi wajah anggota keluarga dan tim penyelamat.
Pernahkan saudara berpikir, Yesus memberikan suatu perumpamaan tentang seorang gembala kepada para pendengarnya. Yesus menyatakan bahwa jika ada seekor saja dari domba-dombanya terhilang maka sang gembala akan meninggalkan 99 ekornya untuk mencari sampai menemukan domba tersesat itu. Yesus ingin mengajarkan bahwa Allah Bapa akan mempunyai sikap yang sama terhadap “anak-anak kecil”-Nya, yaitu orang-orang yang percaya kepada Yesus, yang tersesat (Matius 18:13-14). Itu artinya, Bapa sebagai gembala tidak pernah mengabaikan umat pilihan-Nya. Jika Allah begitu perhatian kepada kawanan domba gembalaan-Nya, maka kitapun harus belajar untuk peduli juga kepada sesama orang percaya. Kita jangan seperti Kain, yang berkata “Apakah aku penjaga adikku?” pada dasarnya, memang kita adalah penjaga saudara seiman kita. Itu mandat yang diberikan kepada setiap kita.
Karena itu, belajarlah untuk menaruh perhatian bagi saudara seiman kita yang tersesat. Pikirkanlah dan doakanlah mereka dan kemudian usahkanlah untuk mencari. Anda tidak akan menemukan mereka kembali, kecuali Anda mencarinya. Ketika Anda menemukannya, tujuannya adalah memulihkannya. Anda perlu memiliki rencana tentang apa yang akan Anda bicarakan dengan orang ini. Terkadang hal itu mungkin memerlukan telinga yang mendengarkan, sentuhan ringan, hati yang penuh perhatian. Agar mereka dipulihkan dan kita mendapatkan memenangkan mereka kembali.
Jika kita tidak mencari yang tersesat, Iblis dapat saja membuat mereka lebih tersesat!
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apa yang dapat kita pelajari mengenai kehendak Allah terhadap mereka yang terhilang?
2. Apakah ada usaha yang kita lakukan untuk membawa pulang teman atau kerabat kita yang telah meninggalkan persekutuan Kristen?
腓立比書 4:19-20
我遇到了一些真正熱愛給予的人。有些人喜歡為服事神而給予,為滿足他人的需要而給予,為使家人幸福而給予。就我所知,這些人喜歡給予不是因為他們想要得到回報, 而是因為他們出自于憐憫心,用自己所擁有的東西來祝福別人。他們的給予使他人感到歡喜快樂,並在他們的生命中感受到神的看顧保守。
使徒保羅也提醒腓立比會眾注意這一點。這會眾為幫助使徒保羅傳福音所做的一切讓他感到歡喜快樂。使徒保羅不是因為他們的供給而歡喜快樂,因為他在基督裡已經充足 (18節)。然而,透過他們支持他事工的行動保羅看見了他們信仰的果實。保羅提醒他們,那些為神的工作而奉獻的人不會缺乏,因為神在祂一切的榮耀和豐富中會看顧保守並供應他們的需要。腓立比會衆的奉獻顯示了他們對神的看顧保守有多麼堅信。他們並不擔心生活中的缺乏。
我們對福音事工和他人需要的奉獻可以顯示我們對神的看顧保守的信心程度。約翰·派博說: “當我們對神感到最滿足的時候,就是神得到最大的榮耀的時候。” 我們對神的看顧保守感到滿足了嗎?基督是否讓我們感到生命的富足,以致我們不用擔心奉獻我們所擁有的來為祂的福音服事?當我們成為給予的人或接受給予的人時,必須從神聖的角度來看待一切。當我們接受時,我們相信這是神對我們的看顧保守。相反的,當我們給予時,我們不會擔心,因為我們相信神已經為我們預備了看顧保守。
“相信神的看顧保守
將使給予和接受給予的人榮耀神。”
作 者:椰嘉基督徒會堂卡蒂尼堂會-倪美惠傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的問題:
1. 你是否學會了奉獻來祝福福音的傳播?這段時間裏你做得怎麼樣?
2. 為神的工作而奉獻永遠不會徒勞!你的承諾是什麼?
Nats Alkitab : Filipi 4:19-20
Penulis : G.I. Melfiani
Saya bertemu dengan beberapa orang yang sangat suka memberi. Ada yang senang memberi untuk pelayanan Tuhan, memberi untuk kebutuhan orang lain, dan memberi untuk membahagiakan anggota keluarganya. Sejauh yang saya kenal, orang-orang ini suka memberi bukan karena mereka ingin dibalas, tetapi karena mereka digerakkan oleh belas kasih untuk memberkati orang lain dengan apa yang ada pada mereka. Pemberian mereka telah membuat orang lain bersukacita dan merasakan pemeliharaan Allah dalam hidupnya.
Rasul Paulus juga mengingatkan hal ini kepada jemaat di Filipi. Jemaat ini telah membuat rasul Paulus bersukacita atas apa yang mereka lakukan untuk menolongnya dalam pelayanan pemberitaan Injil. Rasul Paulus bersukacita bukan karena pemberian mereka, sebab ia sendiri telah merasakan kelimpahan di dalam Kristus (ay. 17). Akan tetapi oleh karena ia melihat buah dari iman mereka lewat tindakan yang mau mendukung pelayanan Paulus. Paulus mengingatkan mereka, bahwa mereka yang memberi untuk pekerjaan Allah tidak akan kekurangan, karena Allah di dalam segala kemuliaan dan kekayaan-Nya akan memelihara dan menyediakan keperluan mereka. Pemberian jemaat Filipi telah menunjukkan seberapa yakin mereka akan pemeliharaan Allah. Mereka tidak cemas akan mengalami kekurangan untuk atas keberlangsungan hidup.
Pemberian kita pada pelayanan Injil dan kebutuhan orang lain, bisa menunjukkan sejauh mana kita percaya akan pemeliharaan Allah. John Piper mengatakan, “Allah paling dimuliakan ketika kita paling dipuaskan di dalam Dia”. Sudahkah kita merasa puas akan pemeliharaan Allah? Sudahkah Kristus membuat kita merasa berkelimpahan dalam hidup ini, sehingga kita tidak menjadi khawatir ketika memberikan apa yang ada pada kita untuk pelayanan Injil-Nya? Di saat kita menjadi orang yang memberi ataupun orang yang menerima pemberian, semua itu harus dilihat dari kacamata Ilahi. Ketika kita menerima, kita meyakini bahwa hal itu adalah bentuk pemeliharaan dari Allah. Sebaliknya, ketika kita memberi, kita tidak menjadi khawatir karena percaya bahwa Allah telah menyediakan pemeliharaan untuk kita.
“Percaya pada pemeliharaan Tuhan akan membuat orang yang memberi dan orang yang menerima pemberian memuliakan Tuhan.”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Sudahkah Saudara belajar memberi untuk memberkati pemberitaan Injil? Bagaimana selama ini?
2. Pemberian yang diberikan untuk pekerjaan Allah tidak pernah menjadi sia-sia! Apa komitmenmu?
尼希米記 13:10-13
依據otto.id 的調查數據顯示18-34歲的人中,有百分之五十九的人每年新年都要訂定計畫。然而,有百分之二十三的人在寫下定計畫後的第一周就未能執行他們的定計畫, 更令人驚訝的是,百分之六十四的人在一月底之前未能執行他們的定計畫。沒有多少人在試圖更新時堅持不懈,雖然更新是件好事,但往往無法長期持續地進行。
在尼希米服事期間同樣的事情也發生在以色列人對神命令的承諾上。尼希米不在耶路撒冷的時候,叛道再次發生,他發現神的殿中的禮拜被忽視了,殿中的房間被神的敵人佔據,殿中的禮拜沒有了,利未人也被剝奪了。為了生存而去田地裡謀生,因為他們不再被賦予作為看顧保守神聖殿的人的權利。因做工的人被忽視, 所以神殿裡的工作也被忽視了。尼希米嚴厲斥責以色列的領袖們和人民因為他們違背了遵守所教導的律法的承諾。他們不僅剝奪了利未人的權利,也忽視了看顧保守神的殿。
我們是否對關注教會持續性事工的態度如以色列人在耶路撒冷神的殿中所做的事情?神透過祂忠心的子民關注必須為教會禮拜的持續提供哪些部分, 來看顧保守教會和在其中事奉的神之僕人。我們對神成為看顧保守者的愛和信賴體現在我們忠心地奉獻作為對教會和神之僕人服事的支持。
“神透過祂的子民來看顧保守祂的教會。”
作 者:椰嘉基督徒會堂卡蒂尼堂會-倪美惠傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的問題:
1. 忠心地定期向神的教會奉獻重要嗎?什麼原因呢?
2. 這麽久以來你如何實行的呢?你已實踐了嗎?
Nats Alkitab : Nehemia 13:10-13
Penulis : G.I. Melfiani
Menurut salah satu data survei di otto.id, bahwa ada 59% orang berusia 18-34 tahun membuat resolusi setiap tahun baru. Namun, 23% diantaranya gagal menjalani resolusinya pada minggu pertama setelah menulis resolusi tersebut, dan yang lebih mencengangkan lagi bahwa ada 64% orang gagal menjalankan resolusi tersebut sebelum bulan Januari berakhir. Tidak banyak orang bertahan ketika mengusahakan suatu pembaruan, yang walaupun itu sesuatu hal yang baik tetapi sering kali gagal untuk melakukannya dalam jangka waktu yang panjang dan berkelanjutan.
Demikian juga yang terjadi pada komitmen orang Israel kepada perintah Allah dalam masa pelayanan Nehemia. Selama Nehemia tidak ada di Yerusalem maka kemurtadan kembali terjadi, ia mendapati pelayanan di bait Allah telah di abaikan, ruangan-ruangan di bait suci telah diduduki para musuh Allah, kebaktian di bait suci telah tiada, orang Lewi pergi ke ladangnya untuk mencari nafkah demi keberlangsungan hidup mereka karena hak mereka tidak lagi diberikan sebagai orang yang bekerja memelihara bait Allah. Pekerjaan di rumah Allah menjadi terbengkalai karena para pekerjanya terbengkalai. Nehemia menegur dengan keras para pemimpin dan masyarakat Israel karena telah melanggar janji mereka untuk menaati Taurat yang telah diajarkan kepada mereka. Mereka bukan hanya telah menahan hak orang Lewi tetapi juga telah mengabaikan pemeliharaan bait Allah.
Adakah sikap kita untuk memperhatikan keberlangsungan pekerjaan dalam rumah Allah juga seperti yang dilakukan oleh orang Israel terhadap bait Allah di Yerusalem? Allah memelihara gereja dan para hamba Tuhan yang melakukan pelayanan di dalamnya, melalui umat-umat Tuhan yang setia memperhatikan apa yang menjadi bagian yang harus dipersembahkan untuk keberlangsungan pelayanan gereja. Kasih dan kepercayaan kita kepada Allah sebagai sang pemelihara juga terwujud dalam kesungguhan kita untuk setia memberikan persembahan sebagai dukungan pelayanan bagi gereja dan para pelayan Tuhan.
“Allah memelihara Gereja-Nya melalui umat-umatNya.”
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apakah penting untuk setia memberikan persembahan dengan rutin ke rumah Allah ? Apa alasannya?
2. Bagaimana selama ini anda dalam menjalankannya? Apakah anda telah melakukan-Nya ?
馬太福音16:18-20
在每個機構或群體中都會有一個人首先開創這一切.我們的教會也是如此,有一位獨特無法被取代的創建者 今天的靈修經文讓我們有機會思考到底是誰創立和建造我們的教會。當耶穌在世時,許多人詢問祂的身分。在這些疑惑之中,耶穌詢問門徒對祂的認識。彼得很自信地回答說,耶穌是彌賽亞,是神的兒子。以這個答案耶穌告訴了關於祂計劃建造一個永遠不會被任何勢力征服的教會的好消息。
耶穌滿有慈愛地對彼得說:“我還告訴你、你是彼得、我要把我的教會建造在這磐石上。” 這些話有著很深刻的意義,就是耶穌, 建造者要將祂的教會建立在堅定的信仰根基,就像磐石一樣,不輕易動搖。祂強調說即使陰間的權柄也不能勝過祂所建造的教會。不僅如此,耶穌賦予了教會很大的責任, 就是把天國的鑰匙交給了教會. 這不僅僅是普通的責任,而是將祂的教導和愛傳遞給世人的重大託付。教會有直接來自建造者的權柄和責任,繼續不斷地傳揚福音並帶領靈魂歸主。
知道了耶穌是教會的建造者,我們都被呼召要積極參與。每個教會成員在建立和保守耶穌所建造的教會方面都要透過服事、禱告和對他人的愛來發揮著獨特而重要的作用。我們的每一個行動都可以成為祂更大計劃的一部分。作為“教會的建造者”,耶穌呼籲我們所有人共同建設,保守和透過教會擴展祂的愛和教導。讓我們同心合一延續這個崇高使命吧,相信創建者耶穌永遠與我們同在。阿門。
“教會不是建立在人的力量或人的異象上,
而是建立在永恆的基督上。”
(查爾斯.司布真)
作 者:椰嘉基督徒會堂當格朗堂會-林玲玲傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的問題:
1. 作為教會成員,我們在保守和擴展耶穌所建造的教會的使命上扮演什麼角色?
2. 我們如何繼續清楚領受並實踐耶穌所開創的教會的異象和使命?
Nats Alkitab : Matius 16:18-20
Penulis : G.I. Agnes Christina
Dalam setiap institusi atau komunitas, ada seorang yang memulai segalanya. Begitu juga dengan gereja kita, yang memiliki Pendiri yang istimewa dan tak tergantikan. Nas renungan hari ini, kita diberi kesempatan untuk merenung tentang siapa sebenarnya yang mendirikan dan membangun gereja kita. Ketika Yesus berjalan di bumi, banyak orang bertanya-tanya tentang identitas-Nya. Di tengah keraguan itu, Yesus menanyakan kepada murid-murid perihal pengenalan akan diri-Nya. Petrus dengan penuh keyakinan menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Anak Allah. Dengan jawaban ini, Yesus memberikan kabar baik tentang rencana-Nya untuk mendirikan sebuah gereja yang tak akan pernah ditaklukkan oleh kekuatan apa pun.
Yesus dengan penuh kasih berkata kepada Petrus, "Dan Aku berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku." Kata-kata ini mengandung makna mendalam bahwa Yesus, Sang Pendiri, ingin membangun gereja-Nya di atas fondasi iman yang kokoh, seperti batu karang yang tak mudah digoyang. Dia menegaskan bahwa bahkan maut pun tak akan mampu mengalahkan gereja yang Ia dirikan. Bukan hanya itu, Yesus juga memberikan tanggung jawab besar kepada gereja dengan mengatakan bahwa kunci Kerajaan Surga diberikan kepadanya. Ini bukan sekadar tugas, tetapi sebuah kepercayaan besar untuk meneruskan ajaran dan kasih-Nya kepada dunia. Gereja memiliki kuasa dan tanggung jawab yang berasal langsung dari Sang Pendiri untuk terus menyebarkan pesan Injil dan membawa jiwa-jiwa kepada-Nya.
Mengetahui bahwa Yesus adalah Pendiri gereja, kita semua dipanggil untuk terlibat aktif. Setiap anggota gereja memiliki peran unik dan penting dalam membangun dan menjaga gereja yang telah didirikan oleh Yesus. Melalui pelayanan, doa, hingga kasih kepada sesama. Setiap tindakan kita dapat menjadi bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Sebagai "Sang Pendiri Gereja", Yesus mengajak kita semua untuk bersama-sama membangun, menjaga, dan memperluas kasih dan ajaran-Nya melalui gereja. Mari kita bersatu hati untuk meneruskan misi mulia ini, dengan keyakinan bahwa Yesus, Sang Pendiri, selalu bersama kita. Amin.
"Gereja tidak dibangun di atas kekuatan manusia atau visi manusia, tetapi di atas Kristus yang kekal." - Charles Spurgeon
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Bagaimana peran kita sebagai anggota gereja dalam mempertahankan dan memperluas misi gereja yang didirikan oleh Yesus?
2. Bagaimana kita dapat terus meresapi dan menghidupi visi dan misi gereja yang diawali oleh Yesus?
歌羅西書 1:17-18
在任何靈性旅程中,我們經常盡力尋找保證的和指導。這也發生在神的教會。教會在面臨挑戰和掙扎時需要指導和保證。神的話語成為引導祂子民的光。今天的經文是給予平靜和信心的經文之一。保羅在寫給歌羅西教會的書信中提出了一個神奇的觀點就是關於基督作為教會的看顧者的角色。這封書信是使徒保羅寫給歌羅西教會,一個面臨神學和道德挑戰的群體。保羅要堅固他們的信心並强調基督在指導和保守看顧祂的教會中所扮演的角色。
當我們讀到“祂在萬有之先。萬有也靠祂而立” 這句話時,我們就意識到基督不僅在創造之初就存在,而且參與了生活中的各個方面,特別是在看顧祂的教會上。作為看顧者,祂始終同在,堅固、保護和賦予祂的教會權力。我們對基督作為教會的看顧者和教會全體之首的理解也會影響我們的個人生活和教會團契。我們在做每一個決定中都感受到祂的同在嗎? 我們是否因祂的領導而感到安全和有能力?
這處靈修導引呼籲我們體會基督作為教會的看顧者的偉大。我們作為祂的子民,被要求承認並尊重祂的領導。我們怎樣才能更好地體會和認識基督在我們教會中的主權? 其中之一的方法是透過我們真誠地愛和奉獻給神和祂的事工。對基督領導的認識應該會鼓勵我們真誠地獻上我們的愛心奉獻,以便教會能夠與我們這些祂的器皿一起繼續不斷成長並結出果實。
“靈性成長不僅是接受神的愛,
也是將我們的愛獻給祂和祂的事工。”
(奧斯瓦爾德·錢伯斯)
作 者:椰嘉基督徒會堂當格朗堂會-林玲玲傳道
翻譯員:黃瓊楓
需要思考的問題:
1. 基督在你個人生活中的各個方面的同在和領導,你感受到了多少?
2. 作為祂的子民,我們怎樣才能真誠地獻上我們的愛心奉獻來承認基督的主權?
From the publisher's feed