
Sign up to save your podcasts
Or


路加福音 15:20-24
伦勃朗画的第二幅《浪子回头》是在他生命最后阶段创作的。 他这最后一幅的作品表达了混乱和痛苦的生活。 伦勃朗称自己好像那家庭里的弟弟。其实所有写伦勃朗传记的人都将他描述是一位骄傲的年轻人。 他对自己头脑的聪明才智太有信心了。 他想拥有世人所喜爱的一切。 他热爱奢侈;对周围人的劝告漠不关心。 他的人生结局是悲惨的。 他破产,无力偿还债务,不得不变卖所有财产。 他一生的故事确实很像路加福音15章所记载的“浪子”的比喻。
罪恶使人类都像浪子一样。 人类更喜欢这暂时尘世的美丽,不是与天父亲亲近的永恒喜乐(第11-13节)。世界的美丽是虚假而又邪恶。世间之邪恶,如同那浪子忍不受饥饿,连猪所吃的豆荚充饥。也没有人给他。在他的悔恨中,这浪子才醒悟,在他父亲家里的生活有多好。当他在家里,生活在父亲身边,他不会有什么缺乏。 小儿子后悔不已,决定回家请求父亲的原谅。 他要对父亲说:“父亲,我得罪了天,又得罪了你。从今以后,我不配称为你的儿子,把我当作一个雇工吧。(第18,19节)。相离还远,他父亲看见,就动了慈心,跑去抱着他的颈项,连连与他亲嘴。当时他就说:“父亲,我得罪了天,又得罪了你,从今以后,我不配称为你的儿子。” (第21节)。 父亲的态度证明他深爱这个孩子。他吩咐仆人把那上好的袍子快拿出来给他穿。把戒指戴在他指头上。把鞋穿在他脚上。这一切作为恢复这心爱的儿子的名誉,和继承人地位的记号。这父亲的心充满快乐。他举办了一场宴会,因为他心爱的儿子回家了。 这出外流浪,失踪的儿子终于又再见面了。
今天,天父喜悦并不是因为这世界的问题已经解决了。祂喜悦也不是因为人类的苦难已经结束。 上帝喜悦仍是因祂流浪失踪的孩子回来了。 这浪子就是我们。 我们曾经是罪人,远离 上帝。神爱我们,差遣 祂独生的儿子来到世上。 耶稣基督从天上降生,道成肉身,活在世人当中。祂死在十架上是为了救赎我们的罪。这样我们这些罪人才能寻到回家的路,找到在天父那里真正的幸福。神呼召我们得到属天的喜乐。 这是神所赐给我们的喜乐。 我们周围所发生的令人恐怖的事会夺去我们心中的喜乐。我们耳听目见各种天災人祸,罪案暴力,战火难民叫我们担心忧虑,我们的喜乐似乎慢慢失去。让我们重新回到天父面前。这样我们会重得天上的的喜乐。 我们曾经迷失流浪,后来被寻见,得拯救,得到永远的生命。
“当我的失败很惨时,
神的恩典总是更大。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 于來發傳道
翻譯員:陈虹霞
思考问题:
1. 当浪子归来,为什么父亲高兴?
2. 我们当如何行,才能同享 神的喜悦?
Nats Alkitab : Lukas 15:20-24
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Lukisan kedua Rembrant tentang “kembalinya si anak hilang”, dibuat menjelang akhir hidupnya. Karya terakhirnya itu merupakan ungkapan dari kehidupan yang kacau dan tersiksa. Rembrant menggambarkan dirinya seperti anak yang bungsu. Semua penulis biografi Rembrant menggambarkan dia sebagai seorang pemuda yang sombong. Ia terlalu yakin dengan kecemerlangan pikirannya. Ia ingin mendapatkan semua hal yang disenangi oleh dunia. Ia mencintai kemewahan dan sama sekali tidak peduli nasihat orang-orang di sekitarnya. Akhir hidupnya menyedihkan. Ia menjadi bangkrut, tidak bisa membayar hutangnya, sehingga harus menjual semua harta miliknya. Kisah hidupnya memang sepeti perumpamaan “anak yang hilang” dalam Lukas 15 ini.
Dosa telah membuat semua manusia seperti anak yang hilang. Manusia lebih suka dengan keindahan dunia yang fana, daripada sukacita kekal dekat dengan bapa (ay. 11-13). Padahal keindahan dunia adalah palsu dan jahat. Kejahatan dunia digambarkan seperti orang-orang yang meninggalkan si bungsu dalam kondisi kelaparan, bahkan ampas makanan babi pun tidak diberikan kepadanya. Dalam penyesalannya si bungsu sadar bahwa kehidupan di rumah bapa jauh lebih indah. Ia tidak akan kekurangan saat bersama dengan bapa. Dalam penyesalannya itu, si bungsu memutuskan untuk pulang ke rumah dan memohon pengampunan bapanya. Ia berkata: “Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa” (ayat 21). Namun respons bapa menunjukkan bahwa ia mengasihi anaknya. Sang bapa yang dari kejauhan melihat anaknya pulang, segera berlari mendapatkannya, lalu merangkul dan menciumnya. Ia memberikan jubah, cincin dan sepatu, sebagai tanda kembalinya kehormatan si anak yang terkasih dan memulihkan dia sebagai ahli waris. Dalam sukacita melimpah itu, bapa mengadakan pesta karena anaknya telah pulang. Bapanya bersukacita karena yang terhilang, telah kembali ditemukan.
Saat ini Allah bersukacita bukan karena persoalan-persoalan dunia telah dipecahkan. Bukan juga karena derita manusia telah berakhir. Allah bersukacita karena seorang anak-Nya yang hilang telah kembali. Anak yang hilang itu adalah kita. Kita dulunya orang berdosa, yang jauh dari Allah. Namun karena kasih-Nya, Allah mengutus Anak-Nya ke dunia. Yesus Kristus turun dari Sorga dan menjadi manusia. Ia mati untuk menebus dosa-dosa kita. Sehingga kita dimampukan untuk menemukan kebahagiaan yang sejati, dalam kebersamaan dengan Allah. Kita diundang untuk masuk ke dalam kegembiraan itu. Itulah kegembiraan yang ditawarkan Allah. Hal-hal buruk yang terjadi di sekitar kita, bisa menghilangkan sukacita. Berita bencana alam, kriminalitas, ketidakadilan, perang dan kekacauan, merebut sukacita hidup kita. Saat sukacita itu mulai hilang, temukan kegembiraan itu dalam hati Bapa di Sorga. Dulu kita terhilang, namun dicari dan diselamatkan, serta diberikan hidup yang kekal.
Saat kegagalan saya begitu besar, rahmat Tuhan selalu lebih besar
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Mengapa bapa bersukacita saat anaknya yang hilang itu kembali pulang?
2. Bagaimana cara mengambil bagian dalam kegembiraan bersama Allah?
路加福音 15:2
有一天,我發現一個男士和他的兒子來到教堂。他們的到來不是在周日,也不是來參加教會活動。在與他的交談中,他自稱是男孩的父親並說明他已經沒有錢了。他們打算返回家鄉日惹。我突然想到,他們就是那些會用可憐使人同情的方式獲取車費的人。對呀!他們將會利用我!然而,当时我的腦海裡浮現出应該繼續与他们交談並告訴他們聖經真理的想法。我就對他們說有罪的人類要承擔永恆滅亡罪的工價,因此人類必須從罪中悔改,並借著主耶穌基督接受恩典,並且過著悔改的生活。我繼續傳達聖經的真理,同時確保他們不會像騙子通常以可憐的幌子那樣撒謊來騙取車費。我們以禱告並說服他們為自己所說的每件生活故事向上帝負責來結束我們的談話。
在不知不覺中,有時在我們的內心深處,對我們周圍人的判斷似乎是基於一般假設或個人過去的經驗。這可能就是法利賽人和文士所面对的情況。他們不是普通的一般人,他們明白誡命的內容以及根據律法誡命正確的生活。因他們對真理的理解使他們知道什麼是對的,什麼是錯的。但可惜的是,他們內心的傾向只是成為審判者,而不是成為罪人的幫助者。幫助他們明白真理,引導他們從自己的罪孽中悔改,並轉向為上帝的真理而活。
基督的榜樣教導我們,越學習和明白福音真理,就應該有像基督接納罪人一樣的心,不是與他們的罪妥協,而是愛他們的靈魂。不僅如此,我們還需要有一颗渴望引導他們認識真理的心,让他们活出悔改的心,接受上帝救赎的恩典。
"接納罪人,就像基督接納他們一樣,
不是與他們的罪妥協,
而是因為神的愛願他們的靈魂得救。"
作 者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-約拿單傳道
翻譯員:張賽瓊
思考問題:
1. 你观察学习過基督對罪人的態度嗎?
2. 至今你對罪人的態度怎樣,像基督呢还是更像法利賽人?
Nats Alkitab : Lukas 15:2
Penulis : G.I. Yonathan Suwardi
Suatu hari saya mendapati seorang pria bersama seorang anak laki-lakinya datang ke gereja. Kedatangan mereka bukan di hari Minggu dan bukan juga untuk menghadiri acara gereja. Dalam perbincangan dengannya, pria yang mengaku sebagai ayah dari anak laki-laki itu menyatakan telah kehabisan uang. Mereka berniat untuk kembali ke kampung halaman di Yogyakarta. Terlintas dalam pikiran saya menyimpulkan bahwa mereka adalah orang-orang yang akan memakai metode memelas untuk mendapatkan ongkos. Ya, mereka akan memanfaatkan saya! Namun di benak saya juga terlintas pemikiran untuk melanjutkan perbincangan dan menyatakan kebenaran Injil kepada mereka. Saya menyatakan bahwa manusia berdosa menanggung upah kebinasaan kekal, untuk itu manusia harus bertobat dari dosa dan menerima kasih karunia melalui Tuhan Yesus Kristus serta hidup dalam pertobatan. Saya terus menyampaikan kebenaran Injil sembari saya memastikan bahwa mereka tidak berbohong demi mendapatkan uang ongkos seperti biasa dilakukan bahwa penipu berkedok memelas. Pembicaraan kami akhiri dengan berdoa dan meyakinkan mereka untuk bertanggungjawab kepada Tuhan untuk setiap cerita kehidupan mereka.
Tanpa disadari, terkadang dalam benak hati muncul penilaian-penilaian terhadap orang-orang di sekitar berdasarkan asumsi umum ataupun asumsi pribadi berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi. Ada kemungkinan inilah yang dihadapi oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka bukanlah orang sembarangan, mereka memahami isi Taurat dan gaya hidup yang benar sesuai hukum Taurat. Pemahaman mereka akan kebenaran menjadikan mereka tahu mana yang benar dan mana yang salah. Namun sayangnya, kecenderungan hati mereka hanya tertuju menjadi seorang hakim, bukan menjadi penolong bagi mereka yang berdosa. Penolong bagi mereka agar memahami kebenaran, bertobat dari keberdosaan mereka dan berbalik untuk hidup kepada kebenaran Allah.
Teladan Kristus mengajarkan kita bahwa semakin kita belajar dan memahami kebenaran Injil maka hendaknya kita memiliki hati sama seperti Kristus menerima orang berdosa, bukan berkompromi dengan dosanya, namun mengasihi jiwanya. Tidak hanya itu, kita juga perlu memiliki hati dan kerinduan untuk mengarahkan mereka kepada kebenaran serta pertobatan hidup untuk menerima kasih karunia Allah.
Terimalah orang-orang berdosa sama seperti Kristus menerima mereka, bukan berkompromi dengan dosa mereka namun karena kasih-Nya menghendaki jiwanya diselamatkan.
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apakah anda pelajari terhadap sikap Kristus terhadap orang berdosa?
2. Bagaimana sikap anda selama ini terhadap orang berdosa, apakah lebih lebih mirip orang Farisi atau seperti Kristus? Mintalah kepada Allah, Hikmat dan Hati Kristus supaya kita dapat memberitakan kebenaran dan mengajarkan orang berdosa kepada pertobatan hidup.
路加福音 15:1-7
于理查•J•克雷賈爾博士写了一本书“會眾離開教會的四個原因”。他花了10年的時間對1000間教會進行探討和研究,瞭解會眾離開教會的原因。他發現有四個主要的原因,這也涵蓋了所有91%的原因。第一、教會內部未解決的衝突。 第二、胡亂的傳言(閒談八卦)。 第三、沒有強而有力、信仰根基方面的教導。 第四、對新會眾和現有會眾的不友好。事實證明,教堂的設施、樂器和樂隊的問題並不是會眾不留在教會的主要原因。真正問題的存在乃是没有对基督話語的順服,以及教會生活中的人際關係不好。
今天灵修經文的上下文是主耶穌回答法利賽人和文士的怨言而講的三個比喻。他們抱怨被主耶穌接納的罪人的存在,因為罪人在他們群體中的存在被認為是不合宜的(第1-2節)。根據今天的經文,主耶穌說的第一個比喻是說到迷失的羊。這個比喻由三部份組成。 第一、牧羊人在尋找群體中迷失的羊(4節)。第二,牧羊人找到羊時的歡喜快樂(5節)。第三、牧羊人与他的朋友以及鄰舍分享快乐(6節)。要傳達的資訊是,聽眾需要有一顆真誠的心,以喜樂的心情尋找和接受失喪的人,让他们重返群體。就像天堂裡接納悔改的罪人回歸所帶來的歡喜快樂一樣(7節)。聽众需要建立正確的心態,即對迷失的灵魂充滿憐憫,並喜形於色的接納失喪者。
失去會眾的最大問題有時不僅來自那些被世界誘惑进入歧途的人,也來自信徒群體內部的態度。就像開始時的研究探討,教會需要建立一個充滿愛心和能寬容接納別人的群體,一起成長來面對各種衝突。除去胡亂的傳言(閒談八卦)的習慣; 不要在背後議論別人,而是要培養一種開放、友善的態度。讓神的話語成為強有力的指南改变信徒在教会生活中的方式。让需要基督的靈魂在信徒群體中找到愛和接受基督。阿門!
“要拥有一顆如大牧人一樣的心,
以接納和欢樂的态度寻回失喪的靈魂”
作者: 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻譯員: 張賽瓊
思考問題:
1. 你對失喪的靈魂有怎样的态度?是否像基督?
2. 你当如何行使需要基督的靈魂在群體中能健壮的被建造?
Nats Alkitab : Lukas 15:1-7
Penulis : G.I. Swannius Bong
Dalam buku berjudul “four reason why church goers leaver their church“ tulisan Dr Richard J Krejar." Dia melakukan penelitian kepada 1000 gereja selama 10 tahun tentang alasan jemaat meninggalkan gereja. Dan dia menemukan bahwa ada 4 (empat) alasan utama yang mencakup 91% dari alasan-alasan yang ada. Pertama, Unsolved Conflict (konflik yang tidak diselesaikan dalam gereja). Kedua, Gossip. Ketiga, No Teaching (tidak adanya pengajaran yang kuat dan mendasar). Keempat, Unhospitality ( ketidakramahan kepada jemaat yang baru dan jemaat yang hadir). Ternyata persoalan fasilitas gereja, alat musik dan band tidak menjadi alasan utama jemaat tidak bertahan dalam sebuah gereja. Persoalan yang nyata adalah berkaitan dengan ketaatan Firman Kristus dan sikap dalam berelasi dalam lingkungan gereja.
Konteks nas hari ini adalah 3 (tiga) perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus untuk menjawab sungut-sungut dari orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka mengeluhkan akan keberadaan orang berdosa yang diterima oleh Tuhan Yesus, sebab keberadaan orang berdosa dipandang tidak pantas berada dalam komunitas mereka (Ay. 1-2). Sesuai nas hari ini, perumpamaan pertama yang dikatakan Tuhan Yesus berbicara tentang domba yang hilang. Perumpamaan yang terdiri dari tiga babak. Pertama, domba yang terhilang dari komunitas dan dicari oleh sang gembala (Ay. 4). Kedua, sukacita dari gembala saat menemukan domba itu (Ay. 5). Ketiga, sukacita yang dibagikan oleh kepada sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya (Ay. 6). Pesannya adalah pendengar perlu memiliki kesungguhan hati dalam mencari dan menerima yang terhilang dengan sukacita untuk kembali dalam komunitas. Seperti penerimaan dan sukacita di sorga atas kembalinya orang berdosa yang bertobat (Ay. 7). Pendengar perlu membangun sikap hati yang benar yaitu penuh belas kasihan kepada yang terhilang dan membangun sikap penerimaan dengan penuh sukacita kepada yang terhilang itu.
Persoalan terbesar dari terhilang jemaat terkadang bukan hanya datang dari mereka yang tersesat oleh daya tarik dunia tetapi juga sikap dalam komunitas orang percaya. Seperti penelitian di awal renungan, gereja perlu untuk membangun komunitas yang penuh kasih dan penerimaan. Bersama-sama dewasa dalam menghadapi berbagai konflik. Meninggalkan kebiasaan dalam bergosip; tidak membicarakan sesamanya di belakang sebaliknya perlu membangun sikap keterbukaan dan keramahan satu sama lain. Menjadikan Firman Tuhan sebagai pegangan dan gaya hidup yang kuat dalam komunitas orang percaya. Sehingga jiwa-jiwa yang membutuhkan Kristus menemukan kasih dan penerimaan Kristus dalam komunitas orang percaya. Amin.
“Miliki lah hati seperti Gembala Agung yang mencari dan menemukan yang terhilang dengan penerimaan dan penuh sukacita”
Pertanyaan direnungkan:
1. Bagaimana sikap anda terhadap jiwa-jiwa yang terhilang? Apa seperti Kristus?
2. Apa yang anda lakukan agar jiwa-jiwa yang membutuhkan Kristus dapat kuat terbangun dalam komunitas?
诗篇37: 34-40
你曾想过“为什么我从来没有成功过?我毕竟是上帝的孩子。” 甚至,你曾想过“为什么那些不信上帝的人比信上帝的人更成功呢?”是的,也许这里的成功一词需要有更深入的了解。然而,可以确定的是,诗篇第37篇的作者,他所指的成功人士并不是上帝的子民。他们是偶像崇拜者、不遵守上帝的约(不走正路的人),以及那些虽已拥有一切,但却永不知足的人,他们会不择手段来满足自己的欲望。
那么那样的人称得上是成功人士吗?圣经的话语很明确地阐明,遵守上帝律法的,这人便为有福(第34节;诗篇1:1-2)。当时,一个人成功的标准就是能够征服和承受别人的土地。诗人可能观察到当时的以色列人非常嫉妒那些成功的外邦人。显然的,当时的以色列人可以算得上富裕。正如我们在圣经中所读到的,上帝绝不允许恶人永远存在,但祂站在盼望等候祂的人一边,甚至帮助和拯救他们。
一个极其严厉的威胁,也是一个“定心丸”,就是说:不信神的将被剪除。借此,我们也可以反省一下,我们是不是也属于盼望上帝以及遵守祂律法的人呢?我们所做出的选择都有其自身的后果。但是,我们现在拥有(暂时)的“成功”并不反映我们真真实实相信上帝,相反的,或许我们远离上帝。但有一件事是肯定的,那些等候上帝、盼望并遵守圣经话语的人,上帝必要拯救,祂知道我们的需要。所以,一个人若想得到地上的东西那是无可厚非。但是如果他因此而不择手段去获取,那就不应该了。这样的态度並不符合上帝的旨意。
“我们所拥有的东西
不应该影响我们的价值观,
但我们的价值观
应该影响我们使用东西的方法。”
(约翰.麦斯威尔John C. Maxwell)
作者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 蘇偉帝傳道
翻譯員:蔡立基
思考问题:
1. 你是否仍然赞同“不信上帝的人比信上帝的人更成功”?为什么?
2. 你现在还是认为“成功” 就是仰望上帝,遵守神的话吗?
Nats Alkitab : Mazmur 37:34-40
Penulis : G.I. Sih Widi Jeremia Nanda
Pernahkah Anda merasa dan berpikir “Mengapa aku tidak sukses? Padahal aku anak Tuhan?” dan bahkan Anda pernah berpikir “Mengapa orang yang tidak percaya Tuhan jauh lebih sukses daripada orang yang percaya Tuhan?” Ya, mungkin kata sukses di sini harus lebih diperjelas maksudnya. Namun yang pasti adalah penulis Mazmur 37, orang yang sukses yang dimaksudkan bukan lah umat Tuhan. Mereka adalah penyembah berhala, orang yang tidak menaati perjanjian (orang yang tidak mengikuti jalan yang benar), dan orang yang memiliki segalanya namun tetap agresif dan tidak pernah puas sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
Lalu apakah itu yang bisa disebut orang yang sukses? Firman Tuhan menegaskan bahwa orang yang “berbahagia” adalah orang yang mengikuti perintah Allah (ay. 34, Maz. 1:1-2). Pada zaman itu, takaran orang sukses adalah dapat menaklukkan dan mewarisi tanah orang. Kemungkinan besar bahwa Pemazmur melihat bahwa umat Israel pada saat itu sangat iri kepada orang-orang yang tidak percaya Tuhan namun sukses, meskipun secara nyata bahwa umat Israel pada saat itu bisa dikatakan termasuk orang-orang yang memiliki harta yang berlimpah. Seperti Firman Tuhan yang telah kita baca bahwa Tuhan tidak pernah akan membiarkan orang yang jahat terus ada, namun Ia berada di pihak orang yang berharap dan menantikan Tuhan, dan bahkan menolong dan menyelamatkan mereka.
Sebuah ancaman keras sekaligus “menenangkan” bahwa mereka yang tidak percaya kepada Tuhan pada akhirnya mereka akan dilenyapkan. Namun kita juga bisa berefleksi dari hal ini, apakah kita bahkan Anda merupakan bagian dari orang yang berharap kepada Tuhan dan menaati perintah-Nya? Setiap keputusan yang kita ambil, memiliki konsekuensinya sendiri. Akan tetapi, “sukses” (sementara) yang kita punya sekarang tidak berarti mencerminkan kita benar-benar percaya kepada Tuhan, atau bahkan sebaliknya malahan kita jauh dari Tuhan. Satu hal yang pasti bahwa orang yang menantikan Tuhan, berharap, dan menaati Firman-Nya tetap Ia selamatkan. Dia tahu apa yang kita butuh kan. Jadi, berharap sesuatu yang duniawi pada Tuhan itu boleh saja, tapi menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya; itu sangat lah berlebihan dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
"Materi yang kita miliki seharusnya tidak mempengaruhi nilai-nilai kita, tetapi nilai-nilai kita harus mempengaruhi cara kita menggunakan materi."
(John C. Maxwell)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Apakah Anda masih memandang bahwa “orang yang tidak percaya Tuhan, jauh lebih sukses dibandingkan dengan Anda yang Sudah percaya Tuhan?” Mengapa?
2. Apakah sukses menurut Anda sekarang adalah menantikan Tuhan dan menaati Firmannya?
约翰福音14:1-10
有一位妻子问她的丈夫:“亲爱的,你爱我吗?” 她的丈夫却默默不言地举起手指上的戒指。其实,妻子渴望丈夫能再给自己一个证实。但对丈夫来说既然娶了她,这就是他对妻子爱的具体证据。神所爱的弟兄姐妹,我们很多时候可能也会对某些事感到疑惑不解,甚至有些事情实际上已经有了明确的答案和证据摆在我们面前,但我们还渴望不断地被坚固。
主耶稣的门徒在祂受难前的谈话中都感到困惑、忧愁和疑惑。耶稣向他们保证,也就是说,祂在哪里,门徒们也在哪里。门徒们对耶稣所说的话更加疑惑,他们要求再确认一下。首先,多马问道:“我们怎么知道那条路呢?”耶稣回答说:“我就是道路、真理和生命。” 多马所疑惑和质疑的,原来一直以来就摆在他们跟前!然而,这还不够,腓力再次想要得到坚固,说:“求主将父显给我们看......” 耶稣再次向他们保证,也就是说,人若看见了耶稣,就看见了天父。再次,腓力所疑惑和所质疑的,答案竟然一直以来就摆在他们跟前!耶稣是如此耐心地坚固在疑惑中的门徒们。
你今日的光景又如何呢?你对神还心存疑惑吗?也许,你这个疑惑的答案一直都在你的跟前;你只需要更敏锐地注意它。然而,耶稣基督以祂的怜悯和恩典耐心地对待我们的每一个疑惑、怀疑和忧愁。让我们效法基督,耐心地继续为着那些仍然充满疑惑和忧虑的弟兄姐妹代祷,带领他们归向基督。
“耶稣并没有像当时的拉比
那样传授通往天国道路的秘诀,
因为祂自己就是道路。”
(卡尔.巴特Karl Barth)
作者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 蘇偉帝傳道
翻譯員:蔡立基
思考问题:
1. 直到如今,你对自己的信仰经历是否仍有疑惑?为什么?
2. 你将如何帮助那些在信仰上有疑惑的人?
Nats Alkitab : Yohanes 14:1-10
Penulis : G.I. Sih Widi Jeremia Nanda
Seorang istri bertanya kepada suaminya “sayang, apakah kamu cinta kepada aku?” Suaminya menunjukkan cincin pernikahan mereka di jarinya, tanpa berkata suatu apa pun. Sang istri rindu untuk diyakinkan, namun bagi sang suami bahwa kenyataan dia sudah menikahi istrinya menjadi bukti konkret dari tanda cintanya. Saudara yang dikasihi Tuhan, kerap kali kita sebagai manusia dapat bimbang akan sesuatu, bahkan akan sesuatu yang sebenarnya jawaban dan buktinya sudah jelas di hadapan kita, namun kita rindu untuk terus diyakinkan.
Murid-murid Tuhan Yesus, dalam percakapan menjelang penyalibannya, mereka dalam keadaan bingung, gelisah dan ragu. Tuhan meyakinkan mereka, bahwa di tempat di mana Tuhan berada, para murid pun berada. Para murid pun makin bingung dengan apa yang Tuhan katakana, mereka minta diyakinkan. Pertama Thomas, dia bertanya “bagaimana kami tahu jalan ke situ? Tuhan menjawab “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” Apa yang Thomas ragukan dan pertanyakan ternyata selama ini jawabannya ada persis di depan mereka! Namun hal itu belum cukup, Filipus kembali ingin diyakinkan “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami…” Kembali Tuhan meyakinkan mereka bahwa “siapa saja yang melihat Yesus, ia telah melihat Bapa. Kembali, Apa yang Filipus ragukan dan pertanyakan ternyata selama ini jawabannya ada persis di depan mereka! Tuhan begitu sabar dalam meyakinkan para murid-Nya yang ragu.
Bagaimana dengan Anda hari ini? Masihkah ada rasa ragu-ragu dalam benak Anda akan Tuhan? Atau kah jangan-jangan jawaban dari rasa ragu itu, selama ini dekat di depan Anda; Anda hanya perlu lebih peka melihat. Walaupun demikian, Tuhan sabar dalam Rahmat dan anugerah-Nya atas setiap kebimbangan, keraguan dan kegelisahan kita. Marilah, kita meneladani Tuhan, untuk sabar terhadap saudara seiman kita yang masih penuh keraguan dan kebimbangan dengan terus mendoakan dan membawanya kepada Kristus.
“Yesus tidak memberikan resep yang menunjukkan jalan menuju Allah seperti yang dilakukan guru agama lainnya. Dia sendiri adalah jalan” (Karl Barth)
Pertanyaan Direnungkan:
1. Apakah masih muncul kebimbangan dalam pengalaman iman Anda selama ini? Mengapa?
2. Bagaimana anda menghadapi orang-orang yang ragu akan imannya?
From the publisher's feed