
Sign up to save your podcasts
Or


腓立比書 1:22上
阿內爾·阿基諾S.J,是菲律賓耶穌會修士; 天主教修士之一。他是一位在創作屬靈歌曲方面貢獻不少的人。他是一位被呼召將生命獻給上帝成為天主教神父而不結婚的音樂家。他為敬拜歌曲的寶庫所做的貢獻不僅影響了自己的國家,而且還包括印尼及許多國家所使用。 “My Heart's Thanksgiving”是其中一首增加了我對神的感恩之歌曲,也讓我好奇地想聽他的其它作品。我們可以看到,阿內爾神父的人生見證,透過他的恩賜才幹對神的工作產生了寶貴的影響。因此,一個人的生命價值不取決於單身或已婚,而在於如何使用生命中的每個機會結出果實。
今天的經文是使徒保羅所説的,告訴我們生命中的真正目的。使徒保羅勸勉我們要有結出果實並高舉基督的生命。他認為,如果他的工作有助於在這世界上高舉基督國度的榮耀和權益,那麼他的工作已有美好的貢獻。所以,他心裡的交戰是能在還活著的時候榮耀神。保羅藉著神改變他生命的信仰經歷成為神聖言同在的一種方式 (引自湯忠烈牧師在他所寫的”信心得勝”一書中的一段話)。儘管有生命危險,他仍然在傳講神恩惠的福音中展示了他服事的全部(使徒行傳 20:24)。保羅清楚明白只有神的愛才能使他為基督而活 (加拉太書 2:20)。
愛神的人會繼續不斷地追求永恆的價值,即為神的榮耀而活。 《My Heart Thanksgiving》是一首感恩之歌,因為神非常愛世人,世人是按照神的形象創造的(Imago Dei)。我們每個人都可以使用生命中的機會見證神的同在。這不取決於一個人的年齡或者身份地位,而是一個謙卑的回應。讓神塑造我們的生命,使我們知道神在我們身上的旨意。
“在一切事上愛神並事奉神”
洛約拉的——聖. 伊格內修斯。
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 習宏亮音樂老師
翻譯員:黃瓊楓
思考問題:
1. 你認為什麼是有價值的生命意義?
2. 你有那些恩賜是可以去發揮並結出果實來的?
Nats Alkitab : Filipi 1:22a
Penulis : G.M. Sharon Trinita S.
Arnel Aquino S.J., adalah seorang ordo jesuit Filipina; salah satu ordo katolik. Dia adalah orang yang banyak berkontribusi dalam menciptakan nyanyian rohani. Ia adalah musikus yang terpanggil untuk mendedikasikan hidup bagi Tuhan dengan menjadi seorang pastor dan tidak menikah. Sumbangsih dalam menambah perbendaharaan nyanyian ibadah tidak hanya berdampak di negaranya saja, namun telah dipakai juga di berbagai negara termasuk Indonesia.
“My Heart’s Thanksgiving”, merupakan salah satu nyanyian yang menambah rasa syukur saya kepada Tuhan, sekaligus membawa rasa penasaran saya untuk mendengar karya-karyanya yang lain. Di sini kita dapat melihat bahwa kesaksian hidup Pastor Arnel telah memberi dampak yang bernilai bagi pekerjaan Tuhan melalui talentanya. Maka, bernilai atau tidaknya hidup seseorang tidak bergantung dari status single atau menikah, tetapi bagaimana seseorang itu menggunakan kesempatan hidup untuk memberi buah.
Nas hari ini merupakan ucapan Rasul Paulus yang menunjukkan kepada kita tentang tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Inti nasihatnya dalam ini adalah hidup untuk menghasilkan buah dan meninggikan Kristus. Ia menganggap bahwa pekerjaannya telah dipersembahkan dengan baik jika ia dapat membantu meninggikan kemuliaan dan kepentingan kerajaan Kristus di dunia ini. Maka, yang menjadi pergumulannya adalah bagaimana cara memuliakan Allah selama ia masih hidup. Paulus memakai kesempatan pengalaman iman yang Allah rencanakan untuk mengubah hidupnya menjadi sarana kehadiran firman Allah (dikutip dari perkataan Yakub Subsada buku Mengalami Kemenangan Iman: Integrasi Teologi dan Psikologi). Ia menunjukkan totalitas pelayanannya dalam memberitakan kasih karunia Allah, sekalipun nyawa menjadi taruhannya (Kis. 20:24). Paulus sadar betul bahwa hanya kasih Allah yang memungkinkan dia untuk hidup bagi Kristus. (Gal. 2:20)
Seseorang yang mengasihi Allah akan terus mengejar nilai-nilai kekekalan, yaitu hidup demi kemuliaan Allah. “My Heart Thanksgiving” adalah nyanyian syukur karena manusia sangat dikasihi Allah dan dicipta menurut gambar Allah (Imago Dei). Setiap kita dapat memakai kesempatan hidup ini untuk mempresentasikan kehadiran Allah. Ini tidak bergantung dengan usia maupun status identitas diri seseorang. Akan tetapi sebuah respons kerendahan hati yang mempersilakan Allah membentuk hidup kita untuk mengenal maksud-Nya bagi kita.
“In omnibus amare et servire Domino (Dalam segala hal, kasihi dan layanilah Tuhan) – St. Ignatius of Loyola.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa makna hidup yang bernilai menurut Anda?
2. Karunia apa yang Anda sadari dan dapat menjadi potensi untuk menghasilkan buah?
歌罗西书 3:12-14
在一张上传的婚纱照里,有句很有意思的话:“祝你们有閙又有笑“。这句常听见,但能引人注意。 那些正在谈恋爱,虽不常见面的人,会有这样的感受。更不必说,那些山盟海誓,生死相守。每天都见面的情侣,诺言所束缚的人;他们须坚守结婚誓言中的”彼此”相爱。这是一生要学习的功课。这是双方一起用坚定和谦虚的态度去学习的。
Kyle Idleman 认为“谦虚”不是容让自己受到不公平的对待,并且認为理应如此。自认应得。 谦虚应该是更像是一个回应,愿意与人生伴侣一起经历,一起成长去达到婚姻的目的。基督徒婚姻的目标荣耀神。基督的爱是婚姻的基础。 保罗所强调是基督的爱。这是我们今天所阅读的经文重要焦点。保罗提醒歌罗西的教会,人的生命是因神的恩典而得更新。神的選民是聖潔蒙愛的人。(第12节)。保罗希望生命更新能体现在生活关系中,这包括婚姻关系中。生命更新的特征是憐憫、恩慈、謙虛、溫柔、忍耐的心,彼此饒恕(第12、13节)。 这些特征总结来说就是基督的爱。 基督的爱如同最有力和最完美的绳索把一个婚姻或者一个群体紧紧地擊在一起。
虽然“有閙又有笑”是人际关系发展中的一段,但体验过基督之爱的人会谦卑自己。他会尊重上帝的旨意超过个人的感受。他不会自然地觉得自己是最对的。他会检讨自己对基督的委身,最后会更关心他们夫妻之间属灵生命的成长,和他们与基督的关系如何。
“一个人必须相信和接受福音,
这样才会有安全感。
这个安全感是婚姻生活所需要的基础。
(神圣的搜索 - 加里托马斯)。”
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 習宏亮音樂老師
翻譯員:陈虹霞
思考问题:
1. 假如你与丈夫或妻子意见不合,你会怎样处理?
2. 你与丈夫或妻子是否会尊重基督,让基督成为你们家庭生活的中心?
Nats Alkitab : Kolose 3:12-14
Penulis : G.M. Sharon Trinita S.
Ada ucapan menarik dalam sebuah unggahan foto pernikahan, “selamat ribut rukun.” Cenderung tidak umum, namun kalimat tersebut cukup memantik perhatian. ‘Ribut-rukun’ bagi yang sedang berpacaran dan tidak bertemu setiap saat saja mungkin dinamikanya begitu terasa. Apalagi bagi yang sudah terikat janji sehidup semati dan bertemu setiap hari. Memang, untuk menepati kata “saling” yang tertulis dalam janji pernikahan merupakan proses belajar seumur hidup. Proses yang menuntut keteguhan dan kerendahan hati dari suami maupun istri.
Kyle Idleman berpendapat bahwa merendahkan hati bukan berarti membiarkan diri dan layak mendapat perlakuan yang tidak adil. Akan tetapi lebih mengarah kepada suatu respons dalam memberi diri untuk berproses bersama, bertumbuh bersama, demi tujuan pernikahan itu sendiri. Tujuan pernikahan Kristen adalah kemuliaan Allah dan kasih Kristus adalah fondasinya. Kasih Kristus inilah yang hendak ditekankan Paulus, sekaligus sebagai fokus utama bacaan kita hari ini. Kepada jemaat di Kolose, Paulus memberi nasihat mengenai pembaruan hidup oleh karena kasih karunia Allah. Nasihat yang ia sampaikan di sini sangat menggugah, karena ada penekanan kalimat “orang-orang pilihan Allah, yang telah dikuduskan, dan dikasihi-Nya” (ay. 12). Paulus menghendaki agar pembaruan hidup tersebut dinyatakan dalam hidup berelasi, termasuk dalam ikatan pernikahan. Atribut ini berupa belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan (ay. 12, 13). Namun, inti dari seluruh atribut tersebut adalah kasih Kristus. Kasih Kristus inilah yang mampu berfungsi sebagai pengikat paling rekat dan sempurna dalam ikatan pernikahan maupun komunitas.
Meskipun fase ‘ribut-rukun’ berdampingan dengan perjalanan sebuah hubungan, namun seseorang yang telah mengalami kasih Kristus akan merendahkan hatinya untuk mendahulukan kehendak Allah daripada perasaannya. Ia tidak akan secara otomatis merasa diri pihak yang paling benar, akan tetapi akan melihat kembali komitmennya kepada Kristus. Dan akhirnya lebih mementingkan pertumbuhan rohani serta relasi mereka bersama dengan Kristus.
“Hidup di dalam Injil memberi rasa aman yang diperlukan dalam membangun sebuah fondasi hidup bersama (The Sacred Search - Gary Thomas).”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana respons Anda ketika menghadapi perselisihan dengan pasangan?
2. Sudahkah Anda dan pasangan menempatkan Kristus sebagai Poros Utama dalam menjalani hidup bersama?
箴言书 30:18-19
有不少基督教机构,团契提供给还单身的弟兄姐妹交友甚至进一步認识的机会。椰嘉达基督徒会堂区会也𣎴例外。区会注意到这方面的需要,尤其是年轻弟兄姐妹的困扰。“你好,我的搭档” 是一个属灵生命的培训。它的目的是帮助年轻的弟兄姐妹与異性朋友建立一个健康的关系。这方面的关怀是与一般性的教导和门徒训练融合在一起。这样就給椰嘉达基督徒会堂年轻的会友彼此認识的机会。
认识異性朋友,然后进一步去谈恋爱是一 件正常的事。这在年轻人当中更是如此。与異性朋友谈恋爱在群体里也常被認为是达到水準的一件事。但是,如果有年轻的弟兄姐妹误解了谈恋爱的意义,那么就会产生负面的后果。在今天所读的经文,写箴言的作者写下一段吸引人但又让人猜测的话。这段话涉及了人際关系(第19节)。作者提到四件使他感到奇怪的事。(第18节)。但使他最感到奇怪的是第四件,那就是男与女交合的道(第19节)。这里讲的“道”或者“道路”仍是男女之间的关系。这事神袐。虽然鹰在空中飞的道,蛇在磐石上爬的道,船在海中行的道同样难以解。箴言的作者暗示男女之间的关系仍是必须负起责任的道路(尤其是当他们正在谈恋爱)。这样有关的男生女生才会觉悟,人类有天生本能,而这本能很容易被滥用(Jurnal Teologi tentang Berpacaran)。因为谈恋爱错误的观念会使人用恋爱时期的关系,去达到错误的目的,破坏了基督徒当有的圣洁。因此极需主赐下智慧让我们不误用力量,尤其当男女之间开始有了特殊的关系。
当一个年轻人在寻找和探索吋,他会面对两种选择。第一个选择,他非常可能怀疑 上帝,选择自己的道路。第二个选择,他会更乐意让 上帝引导,走在 祂的计划中。如果你是年轻人,你的选择是什么?
“我们的等待和想往应该让上帝来决定。
等待的时间应该是祷告和祈求的时间。
当一个人寻求人生的目标,
或者单身时期的方向, 这也应该以祷告开始。
寻求幸福快乐的道路, 应该是一条祷告的道路”
(‘Not Yet Married’ - Marshall Segal)”.
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會– 習宏亮音樂老師
翻译员:陈虹霞
思考问题
1。 你建立一个关系(谈恋爱)的目的是什么?
2。 在寻找和等待你異性朋友的出现,你有多少次寻求 上帝的指引?
Nats Alkitab : Amsal 30:18-19
Penulis : G.M. Sharon Trinita S.
Ada banyak wadah Kristen yang ditujukan bagi para lajang sebagai ‘jembatan’ dalam menambah pertalian relasi bahkan bertemu jodohnya. Tak terkecuali Sinode Gereja Kristen Jakarta yang juga menaruh perhatian dalam hal ini, khususnya bagi kaum muda. “HelloPartner” adalah sebuah bentuk kepedulian dalam memperlengkapi iman mereka, secara khusus dalam hal relasi. Bentuk perhatian ini dikemas melalui pembinaan serta pemuridan, dan memberi ruang kepada kaum muda untuk saling mengenal sesama anggota GKJ lainnya.
Berpacaran adalah fenomena yang tak terelakkan, khususnya bagi kaum muda hingga hari ini. Setidaknya, masih banyak yang menganggap bahwa ‘trend’ berpacaran adalah bentuk pencapaian seseorang terhadap standar suatu komunitas maupun diri sendiri. ‘Trend’ ini akan membawa dampak buruk dalam hidup seseorang, jika sejak awal relasi dimaknai dengan pengertian yang keliru. Hari ini, Kitab Amsal menyajikan ungkapan menarik dan penuh dengan teka-teki, khususnya mengenai relasi (ay. 19). Pengamsal menyebutkan ada empat hal yang mengherankan pandangannya (ay. 18). Namun, pandangan yang paling mengherankan difokuskan pada bagian ke empat, yaitu jalannya seorang laki-laki dan seorang gadis (ay. 19). Jalan yang dimaksud pada bagian ini adalah terjalinnya hubungan antara pria dan wanita. Hal ini bersifat misteri, walaupun jejak rajawali di udara, jalan ular di bebatuan, dan lintasan kapal di tengah lautan adalah sesuatu yang sama sukar untuk dijelaskan. Pengamsal menyiratkan jalan seorang pria dan wanita adalah jalan yang harus dipertanggungjawabkan untuk membangun kesadaran bahwa manusia dikaruniai kekuatan yang rawan disalahgunakan (Jurnal Teologi tentang Berpacaran). Oleh sebab itu, sangat lah diperlukan hikmat dari Tuhan agar manusia tidak salah arah dalam menggunakan kekuatan, terkhusus dalam memulai suatu hubungan.
Masa mencari dan menemukan adalah masa yang memberi seseorang kepada dua pilihan. Apakah itu adalah masa-masa dimana seseorang paling mungkin meragukan Allah dan memilih jalannya sendiri, atau masa-masa seseorang untuk lebih bersedia dituntun pada rencana Allah. Jadi, Kaum Muda, berada di posisi manakah Anda?
“Penantian dan kerinduan kita harus dibentuk dan diisi dengan doa. Pencarian akan tujuan dan arah dalam masa lajang harus dimulai dengan doa. Pencarian kita akan sukacita harus menjadi perjalanan doa (‘Not Yet Married’ - Marshall Segal)”.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa goal Anda dalam menjalin suatu hubungan?
2. Seberapa sering Anda melibatkan Tuhan dalam proses pencarian maupun penantian?
传道书 3:11
“‘年纪这么大了,怎么还单身?” “不要太挑剔!”“不要太专注于事业”,等等。 这些常听见的话,似乎暗示单身的生活比不上有家庭的生活。坦白讲,要回应有这样观念的人,并不是一件容易的事。一个人选择先享单身的生活,同时等候上帝差来最理想的人选,应该是无可厚非。引用 warungsatekamu.com 网站上的文章,单身生活让人有很多自由去做其他事。比如,建立更广的人际关系;发掘个人的潜力;不需受家庭的拖累可尽力实现梦想。所以一个人不须為过单身生活而悲哀,也须因此而局限自己。
“神造万物,各按其时成为美好。”(传道书3:11)。这节经文常在婚礼上引用,深受大家欢迎。许多人也认为结婚是人生最美好的时光。其实单身的日子也可以是快乐的时光。 传道书3:1是不是以“凡事都有定期”作开始。“有定期” 强调了上帝的主权;神的主权决定了一切所发生的事。传道书提醒我们,无论人类有多大的智慧,他们仍然无法完全明白上帝所作的工 (第11节下)。上帝这样作是让世人敬畏祂 (第14节下)。上帝要人类一心一意仰望祂。 正如罗马书8:28所教导我们的,“我们晓得万事都互相效力,叫爱神的人得益处,就是按祂旨意被召的人。”
上帝把最好的赐给爱祂的人。衪的决定不会错。当一个人还单身时,可能是上帝在这段时间塑造他或她成为更成熟的人。这也是一个很好的机会,让他或她去亲近神,专心仰望祂,在祂里面享受那种真正的满足。
“你能过单身的日子表示你足够坚强。
你的坚强让你可以等待你配得的人。”
(Rich Wilkerson Jr.)
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會– 習宏亮音樂老師
翻译员:陈虹霞
思考问题:
对于那些未婚的人;
1. 你如何让你的单身时期有意义?
2. 你明白神旨意的努力有什么困难?
Nats Alkitab : Pengkhotbah 3:11
Penulis : G.M. Sharon Trinita S.
“Umur ‘segitu’ kok masih jomblo?” “Jangan terlalu banyak memilih.” “Jangan terlalu fokus berkarir”, dan sebagainya. Pandangan umum tersebut seolah menyiratkan bahwa status single terlihat lebih buruk daripada yang menikah. Memang, bukan sesuatu yang mudah dalam memberi tanggapan mengenai hal-hal tersebut.
Memilih untuk menikmati masa lajang sembari menanti yang terbaik dari Tuhan adalah hal yang sah-sah saja. Mengutip tulisan dalam website warungsatekamu.com status single memberi banyak keleluasaan untuk melakukan banyak hal, seperti membuka pertalian relasi yang lebih luas, mengeksplorasikan potensi diri, dan mewujudkan impian-impian tanpa harus terbebani oleh tanggung jawab rumah tangga. Namun, masih berstatus single juga bukan berarti harus meratap dengan kondisi ini, bahkan membatasi diri sendiri.
Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Nas ini memang cukup populer digunakan dalam momen pernikahan. Banyak yang memandang bahwa pernikahan adalah momen yang paling indah. Akan tetapi, masa lajang juga bisa menjadi waktu yang terindah. Ayat pertama pada pasal ini dibuka dengan pernyataan bahwa “segala sesuatu ada waktunya” (ay. 1). Kalimat “ada waktunya” menekankan kedaulatan Tuhan yang berperan atas semua hal yang terjadi. Pengkhotbah mengingatkan bahwa sehebat apa pun hikmat yang manusia miliki tetap tidak dapat menyelami pekerjaan yang Allah lakukan (ay. 11b). Allah melakukannya agar manusia takut akan Dia (ay. 14b). Ini berarti, Allah menghendaki agar manusia menaruh harap hanya pada-Nya. Jadi, nas hari ini memberi tahu, bahwa kitalah yang harus beradaptasi dengan kedaulatan Allah, yaitu melihat dengan sudut pandang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan kita (Rm. 8:28).
Allah tidak pernah salah dalam menentukan apa yang terbaik dalam hidup seseorang. Bisa jadi masa single ini adalah momen yang Tuhan pakai untuk membentuk seseorang agar menjadi pribadi yang lebih baik. Ini juga merupakan kesempatan yang baik agar seseorang dapat lebih mendekat dan berharap hanya kepada-Nya, serta menikmati kepuasan sejati di dalam Dia.
“Being single means you are strong enough to wait for what you deserve.” (Rich Wilkerson Jr.)
Pertanyaan untuk direnungkan:
Bagi Anda yang belum menikah;
1. Bagaimana Anda memaknai masa-masa single ini?
2. Apa yang menjadi kesulitan Anda dalam menemukan maksud Tuhan?
马太福音 19:1-12
婚姻几乎一直是很多人热衷的话题。然而,不少人也将其视为“令人不安”的讨论。 这与个人的文化和所处的环境有关系。在东方文化里(包括印度尼西亚)有一个家庭是很重要。 因此大家常認为结婚比不结婚更好。这就是为什么单身的人,尤其是已到了一定年龄,会被人用不同的眼光看待。
其实结婚或者不结婚的决定都应受尊重。这两种决定是𠆤人与上帝的关系。如果是 上帝的引导,自然 上帝都喜悦。 但是如果这个决定没有正确的基础,这些决定很可能会留下负面的后果,甚至影响一生的生活。其中之一就是离婚。这种情况在旧约时代就已经存在。当时的以色列人向摩西强烈要求准许丈夫写休书。摩西后来决定,让他们写休书不是因为他乐意作的,仍是因为以色列人的心刚硬。 因为这显然与 上帝设立婚姻的旨意不同。法利赛人来询问,想知道 主耶稣对离婚的看法,他们的用意是想陷害祂(第3节)。
主耶稣並没有中他们的圈套直接回答他们提出来的问题。耶稣先引导他们去理解上帝创造人类的目的。让他们明白很重要的一点,那就是婚姻的本质(第4,5节)。神所配合的,人不可分开(第6,7节)。可惜的是,门徒们误解了耶稣的回答,他们以为独身似乎比结婚更好,所面对的风险更小(第10节)。耶稣再一次智慧的解释,过单身生活的决定有上帝的指示引导(第11节)。这是指一个人虽然有条件去选择结婚,但立志奉献一生,服侍上帝(第12 节下)。
一个人的幸福並不在於有一位人生伴侣,而是他的生活是荣耀 上帝,並且以祂为乐,直到永远(威斯敏斯特教理问答;第一个问题 )。 这就是说,与上帝的关系是幸福的主要原因。这种关系会一直更新我们的理解力,让我们看到 上帝在一个人身上所彰显的作为。因此,一个人无论有没有结婚,上帝都会装备他或她,成为完成 祂计划的器皿。
“无论是成家或单身,
一个人必须为上帝和上帝的荣耀而活。”
作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜蒂堂會 – 習宏亮音樂老師
翻譯員:陈虹霞
思考问题:
1. 你对婚姻和独身生活有什么看法?
2. 什么是决定结婚或过单身生活的理由?
Nats Alkitab : Matius 19:1-12
Penulis : G.M. Sharon Trinita S.
Pernikahan hampir selalu menjadi topik yang digandrungi oleh banyak orang. Namun, tak sedikit pula yang melihatnya sebagai pembahasan yang “meresahkan”. Hal ini berkaitan dengan budaya dan lingkungan yang memengaruhi sudut pandang seseorang. Bagi budaya timur termasuk di Indonesia, berkeluarga adalah hal yang penting. Karena itu, menikah akan diberikan ‘value’ yang lebih tinggi dibanding tidak menikah. Ini merupakan salah satu alasan, mengapa seseorang yang masih melajang, khususnya pada batas usia tertentu akan mendapat stigma yang cenderung negatif.
Menikah ataupun melajang adalah keputusan yang patut dihargai oleh setiap orang. Keduanya adalah karunia dari Allah dan Allah berkenan atas keduanya. Namun, jika tidak dibangun di atas dasar yang benar, hal-hal tersebut sangat mungkin menyisakan trauma yang efeknya bisa melekat seumur hidup. Perceraian adalah salah satunya. Kasus ini sudah ada sejak zaman perjanjian lama, ketika umat Israel mendesak Musa untuk memberi surat cerai. Ketetapan Musa dalam memberikan surat cerai bukan karena ia menyetujuinya, tetapi oleh karena ketegaran hati umat Israel. Ini jelas bertentangan dengan rancangan awal Allah tentang pernikahan. Situasi tersebut rupanya dimanfaatkan oleh kaum Farisi untuk menjebak Yesus. Mereka ingin tahu pandangan Yesus perihal perceraian (ay. 3). Di sini kita dapat melihat, bahwa Tuhan Yesus tidak terkecoh dengan langsung menjawab pertanyaan tersebut. Yesus mengiring pemahaman mereka lebih dulu tentang maksud Allah dalam penciptaan manusia, untuk menuju kepada poin pentingnya, yaitu esensi pernikahan (ay. 4-5). Yang sudah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia (ay. 6-7). Akan tetapi, tampaknya ada kekeliruan pemahaman yang diterima para murid dari jawaban yang Yesus berikan. Mereka menilai bahwa hidup selibat seolah lebih baik dan tidak lebih berisiko daripada hidup dalam pernikahan (ay. 10). Sekali lagi, dengan penuh hikmat Yesus menjelaskan bahwa keputusan untuk melajang-pun harus didasarkan pada pimpinan Allah (ay. 11). Hal ini merujuk pada seseorang yang sengaja mengabdikan diri demi melayani Allah seumur hidupnya, sekalipun ada pilihan untuk menikah (ay. 12c).
Kebahagiaan seseorang tidak selalu berkaitan dengan ada atau tidaknya pasangan, melainkan pada hidup yang memuliakan dan menikmati Allah sepenuhnya (Katekismus Westminster; pertanyaan 1). Artinya, hidup dalam relasi dengan Allah, itu yang akan menjadi sumber kebahagiaan yang utama. Relasi ini akan selalu memperbarui pengertian kita untuk melihat karya yang Allah nyatakan dalam diri seseorang. Maka, dengan atau tidak menikah, Allah akan memperlengkapi dan memampukan seseorang untuk menjadi alat-Nya dalam menggenapi rencana-Nya.
“Menikah atau melajang harus sama-sama hidup buat Tuhan dan demi kemuliaan Tuhan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana cara pandang Anda selama ini tentang pernikahan dan hidup selibat?
2. Apa yang mendasari keputusan Anda untuk menikah ataupun melajang?
From the publisher's feed