Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 13-5-2023 - 穷寡妇的奉献 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马可福音 12:41-44


    你听说过一些人对十一奉献的看法吗? 有些人认为衡量十一奉献的标准在於当事人的心态,不在奉献的多少。反过来有些人认为,奉献应该注意金额的大小。因为如果一个人专心敬爱主耶稣,不可能在十一奉献上随便应付吧了。你的看法如何?你认为奉献只需注重心态,不必太过注意特定的数目,还是你认为奉献须注意一定的金额呢?


    今天的经文描述两种的奉献。第一种是有钱人的奉献。他们往奉献箱里投入很多的钱。 第二种人是穷寡妇的奉献。她把两个小钱投入奉献箱。为什么耶稣说穷寡妇所奉献的兩個小錢,就是一個大錢,比那些有钱人的奉献更多呢?因为这个穷寡妇献上了她一切养生的。我解释“她一切养生的”是她那一天生活所需要的,不是她一生的需要。这就是说,那寡妇愿意把她那天买食物的钱拿出来奉献,证明她对上帝的爱。这是很难用理智去理解,不是吗?明显的这位穷寡妇给耶稣留下深刻的印象。穷寡妇明白上帝保护和撫养她的生命。她不想和神计较。这位穷寡妇晓得她的一生都属于上帝。只有上帝值得她献上最好的礼物。 对耶稣基督的每一位门徒,这是一个宝贵的功课。

    学习这穷寡妇奉献的榜样,我们发现对上帝的奉献并不在於奉献的多少。决定我们奉献的因素是在於我们对上帝的爱有多大,有多深。上帝已经为我们牺牲了祂的独生子。决定我们奉献的因素是在於我们有多大,有多深地渴望要将我们的整个生命奉献给主。因为当我们乐意献上生命给上帝,那么献上钱财就不再是一件大事。如果一个人真的爱神,那么他就认为神配得他献上最好的奉献。穷寡妇知道她奉献的两个小钱算不了什么。但是那两个小钱是她那天一切養生的,那么在奉献的意义就完全不一样。有时我们必须放下我们的愿望,这样我们才能将最好的献给上帝。相反的情况不是常常发生吗?我们想要达到自己的愿望,所以我们就推迟或取消将最好的献给上帝的想法。


    “如果我们觉悟

    这整个生命都属于上帝,

    我们就会知道要献上祂所配得的”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩牧師

    翻譯員:陈虹霞

    思考问题:

    1. 你是不是觉得很难把你所拥有的献给上帝?

    2. 对信徒来说,将生命最好的一部分献给上帝,是不是一直以来都不难?你个人的感受如何?


    7 min
  • 13-5-2023 - Persembahan Janda Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Markus 12:41-44

    Penulis : Pdt. Pierre Tilaar


    Pernahkah Anda mendengar pendapat orang tentang memberi persembahan kepada Tuhan? Ada orang yang berpendapat, bahwa memberi persembahan kepada Tuhan, ukurannya adalah hati. Bukan pada jumlah persembahannya. Di lain pihak, ada yang berpendapat, bahwa memberi persembahan yang terbaik itu adalah dari jumlah nominalnya. Sebab sangat tidak mungkin, ada orang yang memberi dengan hati yang tertuju pada Tuhan Yesus, namun memberi persembahan dengan ala kadarnya. Bagaimana menurut Anda? Apakah memberi persembahan itu ukurannya adalah hati, sehingga tidak perlu dibarengi dengan jumlah nominal tertentu, atau haruskah berdasar pada jumlah nominal tertentu?

    Nas hari ini, memperlihatkan dua jenis orang yang memberi persembahan kepada Tuhan. Jenis yang pertama adalah orang-orang kaya yang memasukkan banyak uang ke peti persembahan. Jenis orang kedua adalah seorang janda miskin, yang mempersembahkan dua peser uang ke peti persembahan. Yesus mengatakan, bahwa jumlah persembahan janda miskin, jauh lebih besar atau lebih banyak dari pada jumlah persembahan yang dipersembahkan oleh orang-orang kaya. Apa alasan Yesus mengatakan jumlah persembahan 2 peser atau satu duit tersebut, lebih besar dari yang lain? Karena janda miskin ini mempersembahkan seluruh nafkahnya. Saya menafsirkan “seluruh nafkahnya” sebagai nafkahnya di hari itu. Bukan nafkah seumur hidupnya. Artinya, bahwa sang janda rela menyampingkan kebutuhan makannya hari itu, untuk membuktikan kasihnya kepada Allah. Sulit menelaahnya dengan akal, bukan? Yang jelas, janda miskin ini telah mempraktikkan hidup yang sangat berkesan dihati Yesus. Sang janda sadar, bahwa Allah adalah penjaga dan pemelihara jiwanya. Maka dari itu, ia tak mau hitung hitungan dengan Allah. Janda miskin ini paham, bahwa seluruh hidupnya adalah milik Allah. Itulah sebabnya, hanya Allah yang pantas menerima pemberian terbaik darinya. Ini menjadi pelajaran berharga untuk setiap murid Kristus.

    Berkaca pada persembahan janda miskin, kita menemukan bahwa persembahan untuk Tuhan tidak ditentukan oleh berapa banyak atau sedikit jumlah persembahan tersebut. Tapi sangat ditentukan oleh seberapa besar dan dalam kasih kita kepada Allah yang telah mengorbankan anak-Nya yang tunggal bagi kita. Ditentukan oleh seberapa besar dan dalam kerinduan kita untuk mempersembahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Karena saat kita berani mempersembahkan hidup kita untuk Allah, maka uang tidak lagi menjadi perkara yang terlalu besar untuk dipersembahkan kepada-Nya. Apabila seseorang mengasihi Tuhan dengan sungguh, maka ia akan mempersembahkan sesuatu yang pantas bagi Tuhan. Sang janda miskin tahu, bahwa mempersembahkan 2 peser uang itu masih dinilai kurang pantas untuk Tuhan. Tetapi ketika 2 peser uang itu adalah seluruh nafkahnya hari itu, maka ini menjadi berbeda. Terkadang kita patut mengesampingkan keinginan kita agar kita dapat mempersembahkan yang terbaik buat Tuhan. Bukankah sering terjadi, gara-gara kita ingin memuaskan keinginan kita, lalu kemudian kita menunda atau membatalkan niat kita untuk mempersembahkan yang terbaik kepada Tuhan.


    “Saat kita sadar bahwa seluruh hidup ini adalah kepunyaan Tuhan, maka kita akan tahu memberikan yang pantas untuk-Nya”


    Pertanyaan Reflektif:

    1. Pernahkah Anda merasa berat untuk memberikan apa yang ada pada Anda untuk Tuhan?

    2. Apakah mempersembahkan hidup terbaik kita kepada Tuhan, selalu mudah bagi orang percaya? Apa respons anda?


    6 min
  • 12-5-2023 - 雅各和十一奉献 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    创世纪 28:20-22


    我将在下面列出的关于十一奉献的两种看法。你听过这两种看法吗? 第一个看法, 十一奉献把神所赐给有关信徒恩典的十分之一归还给祂。第二个态度,十一奉献是播下上帝恩典的种子去挑战祂赐福给那奉献的信徒。接受第一个看法的人,他是用清醒头脑去作。因他觉悟上帝已经祝福他了。接受第二个看法的人,是用类似挑战的态度,盼望上帝因此赐福给他。

    大家今天所阅读的经文描绘雅各十一奉献的态度。雅各从亚伯拉罕,以撒和当时的环境認识了十一奉献。雅各好像用十一奉献向上帝讨价还价。他祈求神的同在, 保护, 足够的衣食,和平安的旅程,直到他抵达父亲的家。当雅各的所有请求都蒙神的应允,他应许必将神所赐给他的献上十分之一。他这样作是因即将离家远行,孤身一人开始自食其力的生活。雅各没有父亲、母亲、兄弟和大家庭的保护。这就是雅各在他对上帝许愿中提到的那些需要。当时他心情彷徨,内疚极深,自责自己欺骗了父亲和兄弟。在这样的情况下他向上帝许愿,若上帝垂听他的祈求,他乐意将祂所赐的献上十一。这一切发生在雅各遇见神的使者,心中挣扎,真心悔改。因此雅各在悔改之前所承诺的十一奉献可说出於自私的十一奉献。

    当我们献上十一奉献,我们的心态如何?不少基督徒因阅读玛拉基书3:10决定实行十一奉献。非常可惜,他们误解了玛拉基书 3:10 的上下文。他们以为上帝在挑战祂的子民献上十一,然后上帝会敞开天上的窗户,倾福与那些实践十一奉献的人。这是一个严重的錯誤。为什么?因为献上十一奉献的人之心态不应该像雅各那样的心态。献上十一奉献的人不应该有以上阅读玛拉基书 3:10 的人之心态。 我们必须改变自己的心态。献上十一奉献的正确态度把属于上帝的财物归还给祂。为什么?因为我们在上帝拥有的世界里工作和经营。我们能在这世界作事,生活,活动是因为上帝赐给我们聪明,健康,力量和生命。


    “不爱上帝的人是为了

    得到利益而实行十一奉献。

    但是爱上帝的人是因为

    明白上帝已赐下诸般恩典,

    心存感恩,乐意献上十一奉献。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩牧師

    翻譯員:陈虹霞

    思考问题:

    1. 你献上十一奉献的心态正确吗?

    2. 你如何纠正自己十一奉献的心态?


    7 min
  • 12-5-2023 - Yakub dan Persepuluhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kejadian 28:20-22

    Penulis : Pdt. Pierre Tilaar


    Pernahkah Anda mendengar dua sikap tentang praktik persepuluhan yang akan saya catat di bawah ini? Pertama, persepuluhan dilakukan untuk mengembalikan 10% dari seluruh berkat yang telah orang percaya beroleh. Kedua, persepuluhan dilakukan untuk menanam benih berkat Tuhan dan menantang Tuhan untuk memberkati pemberi persepuluhan. Praktik persepuluhan pada sikap pertama, adalah sebuah tindakan berdasarkan kesadaran. Kesadaran bahwa Allah telah memberkati sang pemberi persepuluhan. Praktik persepuluhan pada sikap kedua, adalah untuk “memberkati” Tuhan, agar Tuhan memberkati sang pemberi.

    Nas Alkitab hari ini, menunjukkan bagaimana sikap Yakub dalam mempraktikkan persepuluhan. Yakub tahu tentang praktik persepuluhan dari Abraham, Ishak dan lingkungannya saat itu. Dalam kasus praktik persepuluhan yang akan Yakub lakukan, terlihat bahwa ia memanfaatkan persepuluhan sebagai alat tawar menawar kepada Tuhan. Yakub meminta Allah menyertai, melindungi, memberi makanan, pakaian dan selamat sampai ke rumah ayahnya. Ketika semua permintaan Yakub dikabulkan oleh Allah, maka ia berjanji akan selalu mempersembahkan persepuluhan kepada-Nya. Peristiwa ini terjadi saat Yakub melarikan diri dari rumah ayahnya. Yakub memulai hidup dengan kekuatannya sendiri. Terlepas dari perlindungan ayah, ibu, kakak dan keluarga besarnya. Itulah sebabnya, Yakub sangat membutuhkan semua yang ia sebutkan dalam nazarnya di atas. Dalam keadaannya yang kacau dan dipenuhi rasa bersalah, setelah menipu ayah dan kakaknya, maka Yakub bernazar kepada Allah. Nazar bahwa akan mempersembahkan persepuluhan, setelah Allah menjawab semua doanya. Ini adalah sikap Yakub sebelum ia bertemu dengan malaikat Allah, lalu bergumul dan kemudian bertobat. Itulah sebabnya, praktik persepuluhan Yakub sebelum bertobat, dapat dikatakan sebagai praktik persepuluhan yang egois.

    Bagaimanakah sikap hati kita saat mempraktikkan persepuluhan? Tidak sedikit orang Kristen yang mempraktikkan persepuluhan dengan membacakan Maleakhi 3:10. Sayang sekali, bahwa mereka salah memahami konteks sesungguhnya dari Maleakhi 3:10 ini. Seolah-olah Allah yang menantang umat-Nya untuk memberikan persepuluhan, dan kemudian setelah itu Allah akan membuka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepada orang yang mempraktikkan persepuluhan. Ini adalah sebuah kekeliruan fatal. Mengapa? Karena memberi persepuluhan tidak boleh dilakukan dengan sikap seperti Yakub. Memberi persepuluhan tidak boleh dilakukan dengan sikap hati seperti orang-orang yang memakai Maleakhi 3:10 di atas. Kita harus mengubah sikap hati kita. Sesungguhnya, praktik persepuluhan yang benar dilakukan sebagai ungkapan mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan. Mengapa? Karena kita bekerja atau menggarap dalam dunia kepunyaan Allah. Karena kita beraktivitas dengan kepintaran, kesehatan, tenaga dan kehidupan yang Tuhan anugerahkan.


    “Orang yang tidak mengasihi Allah akan mempraktikkan persepuluhan untuk memperoleh keuntungan. Orang yang mengasihi Allah akan mempraktikkan persepuluhan karena sadar bahwa Allah telah memberkatinya”


    Pertanyaan Reflektif:

    1. Apakah Anda telah mempraktikkan persepuluhan dengan sikap hati yang benar?

    2. Bagaimana cara Anda memurnikan sikap hati saat mempraktikkan persepuluhan?


    6 min
  • 11-5-2023 - 亚伯拉罕和十一奉献 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    创世记 14:17-20


    我经常听到有人问:“十一奉献是否还仍须遵守?“ 或许大家也听过类似的问题,或许我们自己也问过。 “是否仍须遵守”这个问题通常与律法有关。有人说,今天仍须遵守的律法是十条诫命。有关社会生活的律法並不适用于非犹太教徒。律法里有关敬拜的规定,包括十一奉献,此时不再有约束力。自从圣殿被毁,有关圣殿的各种诫命和规定都停止遵守。我们如何理解这种看法呢?


    我们今天所读的经文记彔亚伯拉罕将战利品的十分之一献上给麦基洗德。有些解经家認为,以上经文基本上並不是讨论十一奉献,而是在讨论麦基洗德。虽然这样的看法可以接受,但是这十一奉献远在律法未赐下前已有人遵行。从这个角度来看,亚伯拉罕献给麦基洗德的十分之一奉献是当日献给群体里最高领袖的一个惯例。此外这样的十一奉献是献给所敬拜的对象。亚伯拉罕将十分之一奉献给撒冷王、至高神的祭司麦基洗德。亚伯拉罕知道他应该把十一奉献给谁。那就是与他同在,並且引导他得胜的上帝。亚伯拉罕知道尊重他的创造者,上帝。他这作为並不是因遵守命令,或者因法规的约束。他献上战利品的百分之十,作为他向至高者降服的一个记号。上帝创造了天地万物,和亚伯拉罕所拥有的一切。


    诸位弟兄姐妹,“十一奉献是否仍须遵守?”这个问题其实是一个对主斤斤计较的问题。因此,如果答案是“还应该遵守”,那么随之而来的问题是,“请问这条诫命记载在哪一处经文?” 接下来有更多问题会提出来。其实最简单的解释就是这样:直到现在神仍然信实地与我们同在,並且保护我们。直到现在我们还在上帝所拥有的世界里工作,做生意。 事实上我们因上帝的保护,我们的身心灵仍然可以正常的工作和活动。为什么我们还要去追究这一切呢?请想象一下,如果上帝问:“我为什么应该与这人同在,並且看顾和赐福这人呢?” 与其我们忙着问东问西,不如向那不多疑的亚伯拉罕学习如何敬畏尊重神。 不要等先有律法的规定,然后我们才以十一奉献来尊重创造的主。让我们立刻遵行十一奉献,因为我们所拥有的一切都属于上帝!



    “从上帝所信托给我们的,

    献上十分之一是理所当然的事。

    这个奉献不是“责任”这两个字所逼出来的。


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩牧師

    翻譯員:陈虹霞

    思考问题:

    1. 租赁商店,支付租金是不是一件很应该的事吗?那么从神赐下的恩典中献上十一,是否也是一件应该的事呢?

    2. 你对圣经所记载上帝因十一奉献赐下恩典的经文有什么反应?


    8 min
  • 11-5-2023 - Abraham dan Persepuluhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kejadian 14:17-20

    Penulis : Pdt. Pierre Tilaar


    Saya sering mendengar orang bertanya, “Apakah persepuluhan itu masih berlaku, atau tidak?” Mungkin kita juga pernah mendengar pertanyaan serupa ini, atau malah mungkin kita juga yang mempertanyakannya. Pertanyaan “apakah masih berlaku” biasanya dikaitkan dengan Hukum Taurat. Beberapa orang menyatakan, bahwa Hukum Taurat yang masih berlaku hingga kini adalah 10 hukum moral. Hukum Taurat yang berkaitan dengan aturan kehidupan masyarakat, tidak berlaku kepada orang percaya di luar Yudaisme. Hukum Taurat yang berkaitan dengan tata laksana peribadatan yang di dalamnya ada perintah tentang persepuluhan, sudah tidak berlaku di saat ini. Semenjak Bait Allah runtuh, maka sejak saat itu semua tata cara dan administrasi Bait Allah, berhenti. Jadi, bagaimana kita memahami hal ini?

    Nas kita hari ini menunjukkan bagaimana Abraham memberikan persepuluhan dari hasil perangnya, kepada Melkisedek. Ada penafsir yang menyimpulkan, bahwa inti dari nas di atas tidak berbicara tentang persepuluhan, tapi tentang Melkisedek. Meski hal ini dapat diterima, tapi saya ingin melihatnya dari sisi bagaimana hal memberi persepuluhan, telah ada jauh sebelum Hukum Taurat diturunkan. Persepuluhan yang diserahkan Abraham kepada Melkisedek, merupakan sebuah praktik yang biasa diberikan kepada pemimpin tertinggi dalam sebuah komunitas. Lebih lanjut lagi, persepuluhan seperti ini juga ditujukan kepada pribadi yang disembah di zaman itu. Abraham menyerahkan persepuluhan kepada Melkisedek, raja Salem, imam Allah yang mahatinggi. Abraham tahu kepada siapa ia patut menyerahkan persepuluhannya. Yaitu kepada Allah yang telah menyertai dia dalam peperangan dan memberi kemenangan kepadanya. Abraham tahu menghargai Allah penciptanya, tanpa disuruh-suruh dan tanpa ditentukan oleh aturan hukum. Ia mengembalikan 10 persen dari hasil rampasan perangnya, sebagai tanda penaklukan dirinya kepada pribadi tertinggi, Tuhan pencipta langit bumi dan segala yang Abraham miliki.

    Saudara-saudara, pertanyaan “Apakah persepuluhan itu masih berlaku atau tidak,” adalah pertanyaan yang penuh dengan hitung-hitungan kepada Sang Pencipta. Sesungguhnya, saat dijawab “masih berlaku,” maka pertanyaan berikut akan menyusul, “di manakah perintah yang masih berlaku itu?” Bahkan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya akan diajukan. Sebenarnya, yang paling sederhana adalah demikian. Bahwa hingga saat ini, Allah masih menyertai dan memelihara kita dengan kesetiaan-Nya. Hingga saat ini, kita masih bekerja, berbisnis di dunia kepunyaan Allah. Sesungguhnya, kita masih bisa melakukan semua aktivitas, melalui tubuh dan jiwa yang masih dijaga oleh Tuhan. Bagaimana mungkin kita masih mempertanyakan itu semua? Bayangkan kalau Tuhan yang bertanya, “Apakah Aku masih patut menyertai, memelihara dan memberkati manusia?” Dari pada kita sibuk mempertanyakan ini-itu, marilah kita belajar dari Abraham yang tidak bertanya ini-itu untuk menghargai Allah. Tidak menunggu ada aturan Hukum Taurat dulu, baru mau menghargai penciptanya dengan mengembalikan 10%. Mari kita mempraktikkannya, karena semua yang ada pada kita pun adalah milik Allah!


    “Mengembalikan persepuluhan yang Allah percayakan pada kita adalah sebuah kewajaran. Bukan sebuah tindakan terpaksa yang disebabkan oleh sebuah kata, wajib!”


    Pertanyaan Reflektif:

    1. Apakah membayar sewa toko tempat kita berdagang adalah sebuah kewajaran? Dan Apakah mengembalikan 10 persen dari berkat yang Tuhan percayakan adalah sebuah kewajaran?

    2. Bagaimana respons anda atas semua berkat Tuhan yang dikaitkan dengan persembahan persepuluhan?


    6 min
  • 10-5-2023 - 贪爱财富 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音 19:16-22


    有一位名叫 Arne Garborg 的诗人说,“你可以买到食物,但买不到胃口; 你可以买到藥品,但买不到健康; 你可以买到舒适的床,但买不到香甜的睡觉;你可以买到知识,但买不到智慧; 你可以买到珠宝,但买不到美丽;你可以买到豪华;但买不到温暖;你可以买到快乐,但买不到幸福; 你可以买到朋友,但买不到知己:你可以买到仆人,但买不到忠诚。” 这位诗人描述了人类的错误。因为大家以为金钱可以买到他想拥有的一切。让我在以上的詞句加上一句,"你用钱可以买到票去任何地方,但买不到去天堂的票。”

    今天的经文记载了主耶稣与一位富有的年轻人的谈话。这个人觉得自己已经很好地遵守了宗教所有的誡命。这场精采的对话却在耶稣提出考验他的问题时停止。耶稣要这个财主变卖他所有的产业分给穷人,然后来跟随祂。真是出乎意料之外,那才说自己已经很好地遵守了宗教所有誡命的人,竟然不能回答耶稣所提的试题。他忧忧愁愁的走了,离开了耶稣,因为他的产业很多。这个年轻人的财产拦阻了他跟随耶稣。看来他想跟随耶稣,但是他不想将自己的财富交给主耶稣支配。主耶稣告诉他应变卖财产,并且分给穷人,其实主耶稣只是想考验他话中的诚意。这个年轻人心中更在意他的财富,不是作主耶稣的门徒。金钱或财富决定这年轻人未来的前途,甚至可能决定了他的生与死。


    诸位弟兄姐妹,有不少人声称要跟随耶稣,成为祂的门徒。但是他们不愿意将自己的财富交在基督的权柄之下。作基督的真门徒乃是要献上自己整個生命,包括财产。这表示信徒要明白自己的生命是百分之百都属于上帝。当我们把财產和金钱牢牢地掌握在自己的手中,那我们只是把这一生的一半交托给上帝。难怪许多人,包括基督徒在内,当拥有大量财产和金钱时,都会感到焦虑。因财富越来越多时,我们就会越担心,有一天生话是否贫穷缺乏。对某些人来讲,失去财富就是失去生活的保障。但愿我们作一位把自己整个生命献上的信徒,让基督掌权,管理我们的人生。



    "基督的门徒应该是把生命的一切,

    包括财富,都交在基督权柄之下的人”



    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩牧師

    翻譯員:张赛琼

    思考问题:

    1. 为神的工作奉献金钱,你会觉得吃亏和后悔吗?

    2. 上面所提年轻财主所作的一切都近乎完美,但是他还缺少什么呢?


    7 min
  • 10-5-2023 - Melekat Dengan Harta Kekayaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 19:16-22

    Penulis : Pdt. Pierre Tilaar


    Penyair bernama Arne Garborg berkata, “Anda bisa beli makanan, tapi bukan nafsu makan; obat, tapi bukan kesehatan; tempat tidur nyaman, tapi bukan tidur nyenyak: pengetahuan, tapi bukan kebijaksanaan; perhiasan, tapi bukan kecantikan; kemewahan, tapi bukan kehangatan; kesenangan, tapi bukan kebahagiaan; kenalan, tapi bukan sahabat; pelayan, tapi bukan kesetiaan.” Demikianlah penyair ini menggambarkan kekeliruan manusia yang menganggap bahwa uang dapat membeli segala-galanya. Saya tambahkan kalimat di atas dengan kalimat, “uang bisa membeli tiket bepergian ke mana saja, tapi bukan ke surga.

    Nas hari ini mengisahkan tentang percakapan Tuhan Yesus dengan seorang muda kaya yang merasa telah melakukan semua tuntutan agamanya dengan baik. Percakapan yang seru ini diakhiri dengan pertanyaan Yesus yang ingin mengujinya. Yesus menyuruh orang kaya ini menjual semua hartanya, membagikannya kepada orang miskin dan setelah itu, mengikut Yesus. Sungguh tak terduga. Orang yang sebelumnya menyatakan dirinya telah melakukan tuntutan agamanya dengan baik, ternyata tak sanggup mendengar pertanyaan ujian Yesus. Dalam kesedihan, ia pergi meninggalkan Tuhan Yesus, sebab banyak hartanya. Ternyata harta orang muda ini menjadi penghalang dirinya untuk mengikut Yesus. Tampaknya ia mau mengikut Yesus, tapi ia tidak mau meletakkan kuasa atas harta kekayaannya di bawah otoritas Yesus. Saat Yesus menyuruhnya menjual harta dan membagikan hasil penjualan itu kepada orang miskin, sesungguhnya Yesus hanya ingin melihat kesungguhan perkataannya. Orang muda ini lebih berpihak pada hartanya, ketimbang memikirkan untuk menjadi murid Yesus. Uang atau harta telah dijadikan sebagai penentu masa depan, bahkan mungkin sebagai penentu hidup dan mati orang muda ini.

    Saudara-saudara, tak sedikit orang yang mengaku ingin mengikut Yesus, atau menjadi murid-Nya, namun enggan meletakkan harta kekayaannya di bawah otoritas Kristus. Sesungguhnya menjadi murid Kristus adalah sebuah penyerahan totalitas hidup, termasuk semua kepemilikan orang percaya. Artinya, bahwa 100 persen hidup orang percaya adalah milik Allah. Pada saat kita menggenggam kuat harta dan kekayaan di bawah otoritas kita, maka kita hanya menyerahkan separuh hidup ini kepada Allah. Tak heran banyak orang, termasuk orang Kristen yang mengalami kekawatiran pada saat sedang memiliki banyak harta kekayaan. Semakin banyak harta kekayaan, semakin takut kekurangan. Apa lagi kehilangan harta kekayaan. Ini bisa jadi sama dengan kehilangan pegangan hidup. Kiranya kita menjadi orang percaya yang menyerahkan seluruh hidup kita di bawah otoritas Kristus.


    Menjadi murid Kristus sama dengan meletakkan seluruh hidup, termasuk harta kekayaan, di bawah otoritas Kristus


    Pertanyaan Reflektif:

    1. Pernahkah Anda merasa rugi dan menyesal setelah mempersembahkan uang untuk pekerjaan Tuhan?

    2. Semuanya nyaris sempurna. Apa yang kurang dari orang muda yang kaya di atas?


    6 min
  • 9-5-2023 - 发财不对吗? (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音 12:13-21


    你是否听过这样的问题,“基督徒可以发财吗?"这是经常让我们感到困惑的问题。如果我们回答"可以",心里怕被人批评,思想世俗。如果我们回答"不可以”,我们的心里却有这样的欲望。那么我们应该怎样回答呢?最简单的答案是,“基督徒可以发财,但是他必须知道财富增加的目的"。这个答案简单易明,因为一个人只想发财,好让财富去满足他个人的欲望,那么这样的目标肯定是错误的。


    今天我们所读的经文记载耶稣所讲的无知的财主的比喻。这个比喻对我们来说可能不合逻辑吧?怎么有人投资成功,事业有成,长袖善舞的人,竟然是无知的人呢?耶稣确实在这个比喻里称这个富人为"无知"的财主。这个财主的无知在哪里呢?这个财主虽然使自己的财富倍增,但是问题发生在这个财主只为自己积攒财宝。主耶稣没有责怪这个财主积存财物的愿望。耶稣称这个财主是无知的,因为他积攒财宝只是为了满足自己的私欲。他忘记了上帝才是一切福分的源头。这是一个致命的无知。


    诸位弟兄姐妹,在人生的旅途中,这样的例子不是很常见吗?当一个人殷勤劳苦地努力工作,一般来说他想的就是累积财富,满足心中的欲望。其实一个人生活能富裕,是上帝赐下机会给那些努力奋斗,勤奋工作的人。但是经常发生的是,他们認为这一切的成就都是因为自己努力勤奋的成果。因为有这样的想法,那么这一切功劳应該归于自己。其实,如果上帝没有赐恩憐恤,保护引导,他能有这样的机会,能有这样的成就嗎?因此,他应该學习感恩,当上帝赐下恩典时,抓紧机会,参与服事,支持神家的事工。


    "信徒所接受物质上的恩典

    乃是神工作里的工具”。


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩牧師

    翻譯員:张赛琼

    思考问题:

    1. 你有过要成为有钱人的理想吗?为什么你会有这个理想?

    2. 你有没有把这个理想成为更努力服事基督的渴慕呢?


    8 min
  • 9-5-2023 - Bolehkah Menjadi Kaya ? (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 12:13-21

    Penulis : Pdt. Pierre Tilaar


    Pernahkah saudara mendengar pertanyaan, “bolehkah orang Kristen menjadi kaya?” Pertanyaan yang acap kali membingungkan kita bukan? Mau dijawab “boleh”, tapi takut dinilai sangat duniawi. Ingin menjawab “tak boleh”, tapi dalam hati ada keinginan. Jadi bagaimana saudara akan menjawabnya? Jawaban yang paling gampang adalah, “boleh, tapi harus tahu tujuan menjadi kaya.” Mengapa jawaban ini menjadi jawaban yang gampang? Karena apabila ingin menjadi kaya untuk memuaskan nafsu diri, ini adalah tujuan yang keliru.

    Nas kita hari ini mengulas perumpamaan Yesus tentang orang kaya yang bodoh. Perumpamaan ini sekan-akan tidak masuk dalam akal kita bukan? Mana mungkin ada orang yang mampu atau berhasil dalam investasi, perdagangan dan bisnis, namun dikatakan sebagai orang yang bodoh. Namun faktanya, Kristus menjuluki orang kaya dalam perumpamaan-Nya ini, sebagai orang kaya yang “bodoh”. Di mana letak kebodohan orang kaya ini? Sangat jelas, bahwa orang kaya ini sangat pandai berinvestasi. Ia pandai melipatgandakan kekayaannya. Tapi persoalan yang krusial terjadi saat orang kaya ini sibuk mengumpulkan harta, untuk dirinya sendiri. Tuhan Yesus tidak menyalahkan cita-cita orang kaya ini untuk mengumpulkan harta. Yesus menyebut orang kaya ini bodoh, karena hanya melulu mengumpulkan harta untuk memuaskan nafsunya. Orang kaya ini lupa akan Tuhan sebagai sumber segala berkat. Ini adalah sebuah kebodohan yang sangat fatal.

    Saudaraku, bukankah ini yang kerap kali terjadi dalam perjalanan hidup manusia? Ketika berjerih lelah dalam pekerjaan dan usaha, manusia suka tergoda untuk memuaskan segala keinginannya dengan jalan menjadi kaya. Sesungguhnya menjadi kaya adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada seseorang yang telah bekerja keras. Namun hal yang acap kali terjadi adalah, manusia merasa bahwa segala pencapaiannya adalah berkat dari usaha dan kerja kerasnya semata. Karena semua adalah dari hasil usaha dan kerja kerasnya, maka semua pencapaiannya harus ditujukan untuk dirinya sendiri. Pernahkah kita merenungkan, bahwa ketika Tuhan memberkati kita, maka itu adalah kesempatan bagi kita untuk mendukung kebutuhan pelayanan pekerjaan Tuhan di dalam rumah Tuhan?


    Orang percaya patut melihat berkat materi yang ada padanya sebagai alat untuk melayani pekerjaan Tuhan


    Pertanyaan Reflektif:

    1. Pernahkah Anda bercita-cita menjadi orang kaya? Untuk apa?

    2. Sudahkah Anda menjadikan cita-cita tersebut sebagai kerinduan untuk melayani Kristus lebih lagi?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian