Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 24-3-2023 - 良好的生活方式 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前書2:11-12


    我們知道末世人類的光景不是越來越好,而是一天比一天敗壞。邪惡無處不在,甚至不道德的行為也反映了日益黑暗的人類狀況。因此,除了成為基督的光並行善以榮耀上帝之外,沒有其他方法可以在這末後的日子裡戰勝人類的邪惡。


    彼得提醒每一位信徒要持守他們對基督的信仰。即使他們經歷痛苦和困難,也不能成為離開上帝的理由。正是在困難的情況下,順服、堅強的毅力和正確的生活方式受到考驗。


    信徒在世上的生活被描述為活在人們都可以看到也可以被很多人評價的水族館裡的魚。同樣,信徒的生活也成為許多人的關注。我們的言語行為、以及我們生活中所做出的決定都被關注。為此,信徒必須在言行上成為榜樣。善待每個人,無論他們在社會中的地位如何;以及不分種族、民族和宗教去愛每個人。保羅說:“當叫眾人知道你們謙讓的心。主已經近了!(腓立比書4:5)。我們行善不是為了被人看爲好而得稱讚。我們行善是因為我們的心被神改變了,而我們不為我們的善行要求回報。因為,我們所做的善事是上帝在我們生命中豐盛的愛的真實體現,也讓其他人在他們生命中經歷到同樣的愛。


    “讓我們的善行流露到

    我們所遇到的每一個人,

    藉此讓大家都能見證

    耶穌基督活在我們心內。 ”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    思考問題:

    1. 面對日益邪惡的世界,我們能做些什麼?

    2. 你對這個多元世界的態度是什麼?是隨波逐流還是逆流而上呢?我們的生活表現敢與眾不同嗎?


    5 min
  • 24-3-2023 - Cara Hidup Yang Baik (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 2:11-12

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Kita tahu bahwa keadaan manusia di zaman akhir ini bukan semakin baik, melainkan semakin hari semakin jahat. Kejahatan dimana-mana terjadi, bahkan perbuatan amoral yang mencerminkan keadaan manusia yang semakin hari semakin gelap. Dengan demikian tidak ada cara lain yang dapat mengalahkan kejahatan manusia di zaman akhir ini, kecuali dengan menjadi terang Kristus dan melakukan perbuatan baik yang memuliakan Allah.


    Petrus mengingatkan setiap orang percaya agar mereka tetap berdiri teguh dalam iman kepada Kristus. Sekalipun penderitaan dan kesusahan mereka alami, tidak menjadikan alasan untuk meninggalkan Tuhan. Justru dalam keadaan yang sulit, di sana lah ketaatan, ketekunan serta cara hidup yang benar itu di uji.


    Sebagai orang percaya yang hidup di tengah-tengah dunia ini, kehidupan orang percaya itu digambarkan seekor ikan yang hidup dalam akuarium. Di mana semua dapat dilihat dan juga dinilai oleh banyak orang. Demikian juga kehidupan orang percaya, menjadi perhatian banyak orang dalam kita bertindak, berkata-kata dan juga dalam mengambil keputusan dalam hidup kita. Untuk itu, orang percaya harus menjadi teladan dalam tindakan, perkataan. Bersikap baik kepada semua orang tanpa melihat status sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Serta mengasihi semua orang tanpa melihat ras, suku dan agamanya. Paulus berkata, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil. 4:5).” Kita berbuat baik bukan untuk terlihat baik, dipuji orang lain. Kita berbuat baik karena hati kita sudah diubahkan oleh Tuhan, dan kita tidak menuntut upah atas kebaikan kita. Sebab, kebaikan yang kita perbuat adalah wujud nyata kasih Tuhan yang berlimpah dalam hidup kita, dan supaya orang lain mengalami kasih yang sama dalam hidupnya.


    “Biar lah kebaikan hati kita terpancar kepada setiap orang yang kita temui dan melaluinya semua orang dapat melihat Yesus Kristus yang hidup dalam kita.”


    Pertanyaan untuk di renungkan :

    1. Apa yang dapat kita lakukan melihat dunia yang semakin hari semakin jahat ini?

    2. Bagaimana sikap anda dalam dunia yang majemuk ini? Mau ikut arus atau melawan arus? Beranikah kita tampil beda?


    4 min
  • 23-3-2023 - 彼此相愛的生活 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音13:31-35


    “相愛”這個命令是所有基督教教義的核心之一。每個信徒都必須學會彼此相愛。雖然彼此相愛的命令是基督教教義中的一個重點,但有時很難去實行。去愛一個良善的人是一件很平常的事,連世人都能做到。但是愛那些使我們失望、惱怒、那些背叛和傷害我們的人,對基督徒來說仍然是一件困難的事情。


    讓我們來學習主耶穌的榜樣。約翰福音十三章講述了出賣耶穌的加略人猶大。約翰福音十八章講述了彼得三次否認耶穌的警告。而事實上加略人猶大和彼得是從耶穌傳道開始就與祂在一起的人。他們經歷過,也感受過共同生活中的悲與歡。然而,他們卻背叛和否認了耶穌。其他門徒並不比加略人猶大和彼得好多少。當耶穌被捉拿並且受審時,門徒都離開耶穌,讓耶穌獨自去面對。確實沒有什麼比被所愛的人背叛、否認和丟棄更痛苦的了。在這種情況下,耶穌對祂的門徒說:“我賜給你們一條新命令,乃是叫你們彼此相愛;我怎樣愛你們,你們也要怎樣相愛。”


    愛那些背叛和傷害我們的人並不容易,尤其他們是我們的朋友或我們最親近的人。我們從耶穌的榜樣中學習,祂仍然愛祂的門徒,即使門徒當中的一些離開了祂。祂也在我們還做罪人的時候愛我們,甚至願意犧牲自己的生命來救贖我們。我們要記住,“愛”不僅僅是我們對他人的一個行動,而是當我們去“愛”的時候,我們正在學習順服神並在我們的生活中見證神非凡的愛。


    “愛不是為了要得到回報,

    愛乃是已經領受真正救恩的人的品格。”



    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻譯員:黃瓊楓



    思考問題:

    1. 是什麼原因讓愛難以實踐出來?

    2. 信徒在世上當用怎樣的態度去實踐從基督領受的真愛?


    6 min
  • 23-3-2023 - Hidup Untuk Saling Mengasihi (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 13:31-35

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Perintah untuk mengasihi adalah merupakan salah satu inti dari seluruh pengajaran Kristen. Setiap orang percaya harus belajar untuk saling mengasihi. Walaupun perintah untuk saling mengasihi merupakan pokok penting dalam ajaran Kristen, terkadang mempraktikkannya sangat sulit. Mengasihi orang yang berbuat baik adalah hal yang biasa, bahkan orang dunia bisa melakukannya. Tetapi mengasihi orang yang pernah mengecewakan, menjengkelkan, menghianati dan melukai hati kita masih merupakan hal yang sulit bagi orang Kristen.


    Di sini kita belajar dari teladan Tuhan Yesus. Satu pasal sebelumnya, dikisahkan tentang Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Sesudah pasal ini, dikisahkan tentang peringatan kepada Petrus yang akan menyangkal Yesus tiga kali. Padahal, Yudas Iskariot dan Petrus adalah orang-orang yang berada bersama Yesus sejak awal pelayanan-Nya. Mereka telah mengalami dan merasakan suka dan duka hidup bersama. Namun, ternyata mereka berdua menghianati dan menyangkal Yesus. Murid-murid yang lain juga tidak lebih baik daripada Yudas Iskariot dan Petrus. Mereka semua meninggalkan Yesus sendirian ketika Yesus ditangkap dan diadili. Sungguh, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati, disangkali dan ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihi. Dalam situasi semacam ini, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.”


    Memang tidak mudah mengasihi orang yang telah menghianati dan menyakiti hati kita. Apalagi kalau orang tersebut adalah sahabat atau orang yang paling dekat dengan kita. Kita belajar dari teladan Yesus, Ia tetap mengasihi para murid-Nya sekalipun beberapa di antaranya meninggalkan Dia. Dia juga mengasihi kita ketika kita masih berdosa, bahkan rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk menebus kita. Yang perlu kita ingat, mengasihi bukan hanya sekedar tindakan kita kepada orang lain tetapi ketika kita mengasihi kita sedang belajar taat kepada Tuhan dan bersaksi akan kasih Tuhan yang begitu luar biasa dalam hidup kita.


    Mengasihi bukanlah cara untuk mendapatkan balasan kebaikan. Melainkan mengasihi adalah karakter seseorang yang telah menerima anugerah keselamatan yang sejati.


    Pertanyaan untuk direnungkan:


    1. Apa yang menyebabkan kasih itu sulit untuk dilakukan?

    2. Bagaimana sikap seorang percaya dalam mewujudkan kasih sejati yang diterima dari Kristus ditengah-tengah dunia ini?


    5 min
  • 22-3-2023 - 活在圣洁中 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前书 1:15


    今天大多数人都在追求世俗的东西,比如名望、地位、成就、财富等等。为了追求这一切,他们不再以圣洁为首要。他们把属灵的事搁置一旁,为了得到他们想要的东西来寻求满足。


    作为信徒,圣洁的生活非常重要。神圣(希伯来语 Qadosh)具有分别的含义(专门化)。圣洁也可以解释为分开或不与其他混合。信徒通常被称为圣徒(以弗所书 1:1;罗马书 1:7)。所以,每个信徒都是被分别出来或专属于神的人。在这里,彼得劝我勉信徒在他们生活的各层面都要圣洁。 “圣洁”必须成为每一个接受了基督的恩典和救赎的信徒的标志,作为信徒必须过一个圣洁的生活。


    圣洁是神的属性之一。神呼召每一个信徒在祂面前过圣洁的生活,治死一切肉体的欲望和属世人的性格,顺服神的带领和祂的心意。作为一个从来没有免于犯错和罪恶的人,想达到神所要的圣洁并不容易。但是,感谢主,因为主必赐我们能力、成为可能。并借着圣灵的帮助,使我们能成为圣洁; 我们可以与神合一。


    “神是圣洁的。

    祂希望每一个相信他的人

    都过圣洁的生活。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻譯員:陈虹霞


    思考问题:

    1. 过圣洁生活的重要性是什么?

    2. 我们怎样才能在每天的生活中都过一个圣洁的生活?


    4 min
  • 22-3-2023 - Hidup Dalam Kekudusan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 1:15

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Kebanyakan orang saat ini lebih mengejar hal-hal yang bersifat duniawi, misalnya popularitas, kesuksesan, kekayaan dan lain sebagainya. Demi mengejar semuanya itu mereka tidak lagi menempatkan diri mereka hidup dalam kekudusan sebagai hal yang utama. Mereka mengesampingkan perkara rohani demi mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk mencari kepuasan hati.


    Sebagai orang percaya kekudusan merupakan hal yang sangat penting. Kudus (Ibr. Qadosh) yang memiliki arti terpisah (dikhususkan). Kudus juga dapat diartikan dipisahkan atau tidak bercampur dengan yang lain. Orang percaya sering kali disebut sebagai orang kudus (Efesus 1:1; Roma 1:7). Jadi, setiap orang percaya merupakan orang yang dipisahkan atau dikhususkan menjadi milik Allah. Di sini Petrus memberikan nasihat kepada setiap orang percaya agar mereka Kudus dalam seluruh hidup mereka. Sifat kudus harus menjadi identitas yang real dalam diri mereka yang telah mendapatkan kasih anugerah dan penebusan Kristus supaya mereka terus hidup Kudus.


    Kudus adalah salah satu sifat Allah. Allah memanggil setiap orang percaya agar hidup kudus di hadapan-Nya. Mematikan segala keinginan daging dan tabiat duniawi, melainkan taat pada pimpinan dan kehendak Allah. Sebagai manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa pasti sulit mencapai kekudusan seperti yang Allah inginkan. Akan tetapi, bersyukur kepada Allah oleh karena Allah sendiri yang memampukan kita. Dan oleh pertolongan dari Allah Roh Kudus sehingga kita dimungkinkan kudus; kita dapat menyatu dengan Allah.


    Allah itu kudus. Ia menghendaki setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk hidup kudus.


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa pentingnya hidup Kudus?

    2. Bagaimana cara agar hidup Kudus dapat kita lakukan setiap hari dalam hidup kita?


    4 min
  • 21-3-2023 - 活在苦难中 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前书 2:19-20


    许多人跟随主耶稣的动机是错误的。有些人跟随耶稣是因为想要得医治; 也有人为要改变自己的命运,由贫穷变成富足;有些人想要从痛苦中得解脱。事实上,人生无法脱离苦难。我们需要分别受苦是因为罪的缘故还是因信耶稣而受苦。因为,主耶稣从来没有应许过跟随祂的人都会脱离苦难。事实上,主耶稣对每个跟随祂的人说必须预备好自己为祂受苦(马太福音 10:22,路加福音 9:23-25)。


    彼得劝告散布在亚洲的信徒把他们所经历的苦难和艰辛看为是恩典。彼得还劝勉信徒不要因受苦而浪费他们所领受的神的恩典,即在基督耶稣里为救恩而面对的苦难。我们在这个世界上经历的痛苦并不是人类最大的问题,因为它本质上是虚空的或暂时的。


    当一个人不再活在这个世界,一切都会结束,但人最大的问题是导致死亡和永恒痛苦的罪。耶稣基督死在十字架上,担当了人类的罪孽,这个救赎的工作巳经完成了。因着基督的受苦和受死,我们得救了。当我们仰望基督的十字架时,在那里我们发现了最大的苦难,同时也看见了人类历史上最大的恩典。

     

    “为相信基督而受苦

    是对每个信徒的恩典。 

    但为罪受苦会带来死亡,

    也就是永远的灭亡。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻譯員:陈虹霞


    思考问题

    1.  为基督受苦是否是信徒生命中的一部分?

    2. 你如何回应所面对的苦难?


    4 min
  • 21-3-2023 - Hidup Dalam Penderitaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 2:19-20

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Banyak orang yang memiliki tujuan yang salah dalam mengikut Tuhan Yesus. Ada yang mengikut Yesus karena ingin disembuhkan; ada juga yang mau mengubah nasib dari miskin untuk menjadi kaya; dan ada yang karena mau dibebaskan dari penderitaan. Pada kenyataannya,  penderitaan memang tidak pernah lepas dari hidup manusia. Kita perlu membedakan penderitaan karena dosa dan penderitaan karena iman-mengikut Yesus. Sebab, Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan kepada setiap orang yang mengikut Dia akan terbebas dari penderitaan. Justru, Tuhan Yesus memperingatkan setiap orang yang ikut Dia harus siap untuk menderita (Matius 10:22, Lukas 9:23-25).


    Petrus menasihati orang percaya yang sudah tersebar di Asia agar mereka memaknai penderitaan dan kesusahan yang mereka alami sebagai kasih karunia. Petrus juga mengingatkan orang percaya agar mereka tidak menyia-nyiakan kasih karunia Allah yang telah mereka terima, yaitu keselamatan dalam Kristus Yesus oleh karena penderitaan. Penderitaan yang kita alami di dalam dunia ini bukanlah masalah terbesar manusia karena sifatnya fana atau sementara. Segera setelah manusia tidak lagi di dunia ini semua akan berakhir, tetapi permasalahan terbesar manusia adalah dosa yang membawa maut, penderitaan kekal. Dan ini sudah diselesaikan oleh Yesus Kristus ketika Ia mati di atas kayu salib, menanggung dosa manusia. Oleh karena penderitaan dan kematian Kristus,  kita beroleh keselamatan. Ketika kita memandang salib Kristus, di sanalah kita temukan penderitaan terbesar yang ada tetapi di sanalah juga kasih karunia yang terbesar di sepanjang sejarah hidup manusia. 


    Saat ini, banyak sekali orang yang tidak kuat dengan penderitaan hidup. Banyak yang meninggalkan Tuhan karena tidak kuat dengan tekanan dan penderitaan khususnya penderitaan karena iman kita kepada Kristus. Oleh sebab itu, mari kita melihat setiap penderitaan yang kita alami dalam Kristus sebagai kasih karunia. Karena penderitaan yang kita alami kini dalam mengikut Kristus. Tidak sebanding dengan kemuliaan Allah yang Tuhan sediakan bagi kita kelak dalam kekekalan.


    “Menderita karena iman kepada Kristus adalah kasih karunia bagi setiap orang percaya. Akan tetapi penderitaan karena dosa mendatangkan maut, yaitu kebinasaan kekal.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah menderita bagi Kristus akan selalu menjadi bagian dari kehidupan orang-percaya?

    2. Bagaimana respons Anda terhadap sebuah penderitaan?


    5 min
  • 20-3-2023 - 在生活中遵行真理 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马太福音 5:20


    当我还是少年时,我记得爸爸曾说过一句劝勉的话:“生命不会有两次,只有一次然后就死去。” 很明显的说明要珍惜活着的机会不可徒然渡过。每寸的光阴都很宝贵,有意义,所以你必须活得正确。


    从今天的灵修经文,我们看见法利赛人和文士所注重的是如何根据律法所规定的生活。他们除了注意自己外表的生活,更是监视周围的人。如果有人违反律法中的诫命,他们就会责备。他们也以同样的态度对待耶稣。但是这里的宗教生活不是在谈论善行或义举,或有关宗教传统的事。这“宗教生活”一词所指的是“真理”(义)。文士和法利赛人从外表上看来很虔诚,他们遵守许多规条、祷告、赞美神、禁食、读律法书和敬拜,但他们的心并不如此。因为他们的心忽略了马太福音23:1-36 内所记载的神的爱和公义,他们虽是时常教导律法,但在实际生活中并没有去实践所教导的真理。换句话说他们是假冒伪善。耶稣说这样的人,断不能进天国。


    所以,耶稣提醒门徒,要胜过文士和法利赛人,意思是说,要活在真理中而不是活在假冒伪善里。没有真理的宗教活动毫无意义。宗教生活固然重要,但更重要的是实践真理;在这个败坏丑恶的世界中彰显神的爱和公义。让我们按照上帝的心意生活,即拥有正确的心、正确的思想和正确的生活态度。我们的宗教生活必须是真诚的、为讨神的喜悦的。


    “实践真理必须以正确的知识,

    正确的方式和对基督正确的信心。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻译员:张赛琼


    思考问题:

    1. 主耶稣要你在宗教生活中作些什么?

    2. 你应该如何在生活中实践真理成为别人的榜样?


    5 min
  • 20-3-2023 - Menghidupi Kebenaran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 5:20

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Waktu masih remaja, saya ingat satu kalimat yang disampaikan oleh Papa sebagai nasihatnya dengan berkata, “ Hidup itu tidak datang dua kali, melainkan hanya satu kali saja lalu mati.” Sangat jelas pernyataan itu agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk hidup. Setiap waktu itu sangat berarti, jadi harus hidup benar.


    Dalam nas Firman Tuhan hari ini, kita mendapati orang Farisi dan ahli Taurat orang yang memperhatikan dengan cermat cara mereka hidup berdasarkan ketetapan hukum Taurat. Mereka tidak hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi terlebih orang lain. Bila ada orang yang melanggar ketentuan hukum Taurat, mereka akan dengan cepat menegurnya. Hal itu juga mereka lakukan terhadap Yesus. Tetapi hidup keagamaan di sini bukan berbicara mengenai perbuatan baik atau amal, atau hal-hal mengenai tradisi keagamaan.  Istilah “hidup keagamaan” yang dimaksud menunjuk kepada “kebenaran”. Para ahli Taurat dan orang Farisi secara lahiriah kelihatan benar. Mereka menaati banyak peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca firman Allah dan beribadah. Tetapi tidak demikian dengan hati mereka, hati mereka mengabaikan kasih dan keadilan Tuhan yang termuat dalam Matius 23:1-36. Mereka yang banyak mengajarkan kebenaran. Tetapi justru mempraktikkan hidup jauh dari kebenaran yang sejati, atau dengan kata lain mereka adalah orang-orang yang munafik. Orang-orang seperti ini tentu tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga.


    Karena itu, Yesus mengingatkan para murid harus lebih baik daripada ahli Taurat dan orang farisi, dalam arti hidup dalam kebenaran yang sejati bukan dalam kemunafikan.  Kegiatan keagamaan akan menjadi sia-sia jika tidak ada kebenaran di dalamnya. Kegiatan hidup keagamaan penting tetapi yang lebih penting adalah mempraktikkan kebenaran;  mewujudnyatakan kasih dan keadilan Tuhan di tengah dunia yang bobrok ini. Marilah kita hidup seperti yang Tuhan inginkan yakni memiliki hati yang benar, pikiran yang benar dan sikap hidup yang benar.  Kehidupan keagamaan kita harus lahir dari hati yang benar dan berkenan kepada Tuhan.


    “Melakukan kebenaran harus dengan pengetahuan yang benar dengan cara yang benar dan iman yang benar kepada Kristus.”


    Pertanyaan untuk direnungkan :

    1. Apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam kehidupan keagamaan yang anda lakukan?

    2. Bagaimana anda menghidupi kebenaran agar menjadi teladan bagi sesama?


    4 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian