Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 20-3-2023 - 在生活中遵行真理 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马太福音 5:20


    当我还是少年时,我记得爸爸曾说过一句劝勉的话:“生命不会有两次,只有一次然后就死去。” 很明显的说明要珍惜活着的机会不可徒然渡过。每寸的光阴都很宝贵,有意义,所以你必须活得正确。


    从今天的灵修经文,我们看见法利赛人和文士所注重的是如何根据律法所规定的生活。他们除了注意自己外表的生活,更是监视周围的人。如果有人违反律法中的诫命,他们就会责备。他们也以同样的态度对待耶稣。但是这里的宗教生活不是在谈论善行或义举,或有关宗教传统的事。这“宗教生活”一词所指的是“真理”(义)。文士和法利赛人从外表上看来很虔诚,他们遵守许多规条、祷告、赞美神、禁食、读律法书和敬拜,但他们的心并不如此。因为他们的心忽略了马太福音23:1-36 内所记载的神的爱和公义,他们虽是时常教导律法,但在实际生活中并没有去实践所教导的真理。换句话说他们是假冒伪善。耶稣说这样的人,断不能进天国。


    所以,耶稣提醒门徒,要胜过文士和法利赛人,意思是说,要活在真理中而不是活在假冒伪善里。没有真理的宗教活动毫无意义。宗教生活固然重要,但更重要的是实践真理;在这个败坏丑恶的世界中彰显神的爱和公义。让我们按照上帝的心意生活,即拥有正确的心、正确的思想和正确的生活态度。我们的宗教生活必须是真诚的、为讨神的喜悦的。


    “实践真理必须以正确的知识,

    正确的方式和对基督正确的信心。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻译员:张赛琼


    思考问题:

    1. 主耶稣要你在宗教生活中作些什么?

    2. 你应该如何在生活中实践真理成为别人的榜样?


    5 min
  • 20-3-2023 - Menghidupi Kebenaran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 5:20

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Waktu masih remaja, saya ingat satu kalimat yang disampaikan oleh Papa sebagai nasihatnya dengan berkata, “ Hidup itu tidak datang dua kali, melainkan hanya satu kali saja lalu mati.” Sangat jelas pernyataan itu agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk hidup. Setiap waktu itu sangat berarti, jadi harus hidup benar.


    Dalam nas Firman Tuhan hari ini, kita mendapati orang Farisi dan ahli Taurat orang yang memperhatikan dengan cermat cara mereka hidup berdasarkan ketetapan hukum Taurat. Mereka tidak hanya memperhatikan diri sendiri, tetapi terlebih orang lain. Bila ada orang yang melanggar ketentuan hukum Taurat, mereka akan dengan cepat menegurnya. Hal itu juga mereka lakukan terhadap Yesus. Tetapi hidup keagamaan di sini bukan berbicara mengenai perbuatan baik atau amal, atau hal-hal mengenai tradisi keagamaan.  Istilah “hidup keagamaan” yang dimaksud menunjuk kepada “kebenaran”. Para ahli Taurat dan orang Farisi secara lahiriah kelihatan benar. Mereka menaati banyak peraturan, berdoa, memuji Tuhan, berpuasa, membaca firman Allah dan beribadah. Tetapi tidak demikian dengan hati mereka, hati mereka mengabaikan kasih dan keadilan Tuhan yang termuat dalam Matius 23:1-36. Mereka yang banyak mengajarkan kebenaran. Tetapi justru mempraktikkan hidup jauh dari kebenaran yang sejati, atau dengan kata lain mereka adalah orang-orang yang munafik. Orang-orang seperti ini tentu tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga.


    Karena itu, Yesus mengingatkan para murid harus lebih baik daripada ahli Taurat dan orang farisi, dalam arti hidup dalam kebenaran yang sejati bukan dalam kemunafikan.  Kegiatan keagamaan akan menjadi sia-sia jika tidak ada kebenaran di dalamnya. Kegiatan hidup keagamaan penting tetapi yang lebih penting adalah mempraktikkan kebenaran;  mewujudnyatakan kasih dan keadilan Tuhan di tengah dunia yang bobrok ini. Marilah kita hidup seperti yang Tuhan inginkan yakni memiliki hati yang benar, pikiran yang benar dan sikap hidup yang benar.  Kehidupan keagamaan kita harus lahir dari hati yang benar dan berkenan kepada Tuhan.


    “Melakukan kebenaran harus dengan pengetahuan yang benar dengan cara yang benar dan iman yang benar kepada Kristus.”


    Pertanyaan untuk direnungkan :

    1. Apa yang Tuhan Yesus inginkan dalam kehidupan keagamaan yang anda lakukan?

    2. Bagaimana anda menghidupi kebenaran agar menjadi teladan bagi sesama?


    4 min
  • 19-3-2023 - 为真理而活 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    彼得前书 2:18


    有一位家庭帮佣在一位以恶行遍闻的雇主家里工作。但令人不解的是,这位帮佣并没有说出批评他的主人的话。对他来说,主人是个好人。难道这位帮佣从来没有受过主人的恶待吗?当然有过。这帮佣从开始在雇主家工作,几乎每天都受主人粗言恶语对待,主人从不重视他所作的工。即便如此,这位帮佣却没有记恨主人。不管他的主人在或不在他的身边,他仍然忠心耿耿的工作。因此主人慢慢的对这位帮佣有了好的印象。随着时间的过去,主人不再粗暴或恶劣地对待他,反而看待这位帮佣如同自家人一样。

       

    彼得劝勉做仆人的当顺服主人,不论主人良善温和还是乖僻都必须尊重。仆人履行职责时并不取决于主人的态度如何。使徒保罗在写给歌罗西教会信徒的信中也说明并强调仆人对主人的态度并不取决于主人是否在场。仆人的态度是基于敬畏神的心。我们可能无法选择为谁工作,但可以选择如何表态,乃是采取为基督耶稣仆人的态度。我们的善良、服从和忠心并不在于人,而是在于我们真正的主人,那就是主耶稣基督。


    耶稣为信徒树立了生活在这个世界中的榜样。当主耶稣受到不公平的对待、被羞辱甚至辱骂时,他没有复仇。相反的祂选择了顺服天父的旨意。像基督一样,信徒在这个世界上的生活也是如此。我们不以恶报恶,而是以爱报恶。让我们的生命充满爱的光芒,成为那些不认识基督的人的见证。


    “无论你的地位是下属或是上司,

    所行所为都要有对上帝负责的心。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂巴冷佈道所 – 羅復興傳道

    翻译员:张赛琼


    思考问题:

    1. 若有人对你不好,你会有怎样的态度?

    2. 神要你为那些对你态度不好或不公平的人做什么?


    5 min
  • 19-3-2023 - Hidup Untuk Kebenaran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Petrus 2:18

    Penulis : G.I. Fatieli Lombu


    Seorang asisten rumah tangga bekerja di rumah majikan yang terkenal berperilaku buruk.  Tetapi uniknya, sang asisten rumah tangga tidak menilai secara buruk majikannya ini. Baginya sang majikan adalah orang yang baik. Apakah asisten rumah tangga ini tidak pernah diperlakukan buruk oleh majikannya itu? Pernah. Sejak awal bekerja, hampir setiap hari sang majikan melontarkan kata-kata kasar dan tidak pernah menghargai pekerjaan asisten rumah tangga ini. Semua salah di mata sang majikan. Tetapi meskipun demikian, asisten rumah tangga ini tidak membalas perkataan ataupun perbuatan buruk majikannya. Baik saat majikannya ada bersamanya atau tidak, ia tetap melakukan pekerjaannya dengan baik dan setia. Majikannya pun terkesan dengan perbuatan asisten rumah tangganya tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, majikannya pun tidak lagi memperlakukan asisten rumah tangganya dengan kasar atau buruk, sebaliknya sang majikan sudah menganggap asisten rumah tangganya ini seperti keluarga sendiri.


    Petrus memberikan nasihat kepada para hamba-hamba agar mereka memiliki sikap tunduk dan takut kepada tuannya, baik kepada yang ramah dan juga kepada yang bengis. Sikap seorang hamba dalam melakukan tugasnya tidak bergantung pada sikap tuan yang baik atau kejam. Rasul Paulus juga menjelaskan dalam suratnya kepada jemaat Kolose menegaskan sikap seorang hamba kepada tuannya tidak tergantung kehadiran tuannya. Sikap seorang hamba didasari dengan hati yang takut akan Tuhan. Kita mungkin tidak dapat memilih kepada siapa kita bekerja, tetapi kita dapat memilih bagaimana kita bersikap, yaitu bersikap sebagai seorang hamba Kristus Yesus. Kebaikan, ketaatan dan kesetiaan kita bukan bergantung pada manusia, tetapi kepada Tuan kita yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus.


    Yesus telah memberikan teladan bagi orang percaya bagaimana hidup di tengah-tengah dunia ini. Di saat Tuhan Yesus diperlakukan tidak adil, dihina bahkan dicaci maki. Ia tidak membalas. Melainkan, Ia memilih taat serta tunduk kepada kehendak Bapa. Seperti Kristus, demikianlah hidup orang percaya di tengah-tengah dunia ini. Kita tidak membalas yang jahat dengan yang jahat, tetapi dengan kasih. Biar lah hidup kita yang penuh kasih terpancar dan menjadi kesaksian bagi mereka yang belum mengenal Kristus.


    “Apa pun status seseorang bawahan atau atasan sama-sama memiliki tanggung jawab kepada Tuhan untuk melakukan yang benar.”


    Pertanyaan untuk Direnungkan:

    1. Bagaimana sikap Anda jika seseorang memperlakukan Anda dengan buruk?

    2. Apa yang Tuhan kehendaki Anda lakukan bagi orang yang memperlakukan Anda dengan buruk atau tidak adil?


    5 min
  • 18-3-2023 - 可夸的 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前书 9:15


    乔加入了一个篮球团队。乔代表学校和地区参加了当时一场的篮球比赛。他的团队成功赢得了胜利。经过了深思,他告诉自己能取得如此重大的胜利原没有可夸之处。应得荣耀的该是地区、学校以及团队,他只是受委托取得胜利的一小分子。他不以此炫耀夸口。


    使徒保罗再次强调他不会使用他作使徒应得的权利。他在这里并不是要威胁其他想要获得物质供应的使徒,而是坚定他在服侍事工中的立场。对他而言,在事奉上殷勤工作,靠劳动糊口是理所当然的,也习以为常了。接着,保罗强调说:“我写这话,并非要你们这样待我。” 由此可见,保罗在牧养事工上观察敏锐和言行一致。这并不是对拒绝权利者的讽刺,而是向信徒证明了他坚定不移的立场。接下来的一句,“因为我宁可死也不......!” 保罗在这里打算从主观和客观两方面来揭示真理,即哥林多信徒已经知道和经历过的真理。一件可以不必多说的事,“也不.....”保罗使用‘默说法’的写作风格,就是说当一个人被强烈的感情所征服,以至他无法继续说下去。而“可夸的”,并不是因为他的实力而引以为荣,而是以他身为基督仆人的屈辱为荣。


    我们在日常生活中经常遇到,不少人只知道有关生活或事奉原则的理想主义理论。然而,实际上在他们的生活中,所有可夸的都来自他的主观性,就是他的才华和经验。相反,上帝要我们所夸的是客观地以祂为中心的。所以,让我们向保罗学习他坚贞不屈的精神。他并不以自己是使徒为可夸的。他在事奉期间定期得到物质的供应,那当然是理所当然的。他以自己的地位和成功感到自夸,也是天经地义的。然而,他却以制造帐篷维持生计为满足和喜乐。并以作使徒在传福音时受苦受难为可夸。

                                           

    “因成就而自豪,

    这是失败的开始。

    特别是当自豪已变成自大。”

     

    作者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 房仁康傳道

    翻譯員:蔡立基

     

    思考问题:

    1.  是什么事令你今日感到自豪?

    2. 当所夸的落了空,你的反应会怎样?


    6 min
  • 18-3-2023 - Kemegahan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 9:15

    Penulis : G.I. Carnys Stephen


    Joe bergabung dalam satu tim mengikuti kompetisi basket mewakili sekolah dan daerahnya. Timnya berhasil memenangkan kompetisi tersebut. Dia menyadari dan merenungkan lebih dalam, dan berkata kepada dirinya bahwa kehebatan dan kemenangan bukanlah dirinya. Yang berhak dibanggakan justru daerah, sekolah dan timnya. Dia merupakan bagian kecil yang dipercayakan untuk meraih kemenangan itu. Dia tidak meletakkan kebanggaan pada kehebatan dirinya. 


    Rasul Paulus menegaskan sekali lagi bahwa ia tidak akan mempergunakan hak-haknya sebagai rasul. Di sini ia tidak bermaksud untuk mengecam rasul-rasul lainnya yang mau menerima tunjangan hidup, tetapi ia menegaskan pendiriannya dalam pelayanan. Baginya bekerja keras dalam pelayanan dan memenuhi kebutuhan hidup adalah hal yang wajar dan sudah menjadi kebiasaannya. Selanjutnya, Paulus menandaskan bahwa “Aku tidak menulis semuanya ini, supaya aku pun diperlakukan juga demikian”. Ini menunjukkan kepekaan Paulus dalam pelayanan pastoral dan sikapnya yang konsisten. Ini bukan sindiran untuk menolak tunjangan, melainkan membuktikan pendiriannya yang tegas kepada jemaat. Frase berikutnya, “Sebab aku lebih suka mati dari pada ...!” Disini Paulus bermaksud mengungkapkan kebenaran baik secara subyektif maupun obyektif, yaitu apa yang sudah diketahui dan dialami oleh jemaat Korintus. Suatu hal yang tidak perlu disebutkan lagi “dari pada …!” Paulus menggunakan gaya penulisan aposiopes, yaitu ketika seseorang dikuasai oleh perasaan yang kuat sehingga tidak dapat meneruskan kalimat yang diucapkannya. Sedangkan kata “kemegahan”, bukan menunjukkan kebanggaan kelebihan dirinya, tetapi membanggakan kehinaannya sebagai pelayan Kristus.


    Kita sering menemukan dalam kehidupan sehari-hari bahwa kebanyakan orang hanya tahu berteori tentang idealisme prinsip kehidupan maupun pelayanan. Tetapi dalam kenyataan di hidupnya, semua kebanggaan adalah berasal dari subjektivitasnya yaitu kehebatan dan pengalamannya. Sebaliknya, Allah ingin kita memiliki kebanggaan karena objektivitas yaitu berpusat pada dari-Nya. Karena itu, marilah kita belajar memiliki sikap hati seperti Paulus. Dia tidak membanggakan dirinya sebagai rasul. Memang wajar ia menerima tunjangan tetap dalam pelayanannya. Wajar juga ia bangga atas posisi dan keberhasilannya. Namun ia lebih puas dan berbahagia untuk bekerja keras membuat kemah untuk mencukupi biaya hidupnya. Dan bangga sebagai rasul yang dapat menderita dalam pengabaran Injil.


    “kebanggaan keberhasilan akan menjadi awal kehancuran 

    kalau itu merupakan kesombongan”


    Pertanyaan Untuk Direnungkan

    1. Apa yang membuat Anda bangga atas status Anda saat ini ?

    2. Bagaimana sikap Anda ketika kebanggaan itu dihilangkan ?


    5 min
  • 17-3-2023 - 靠着福音养生 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前书 9:13-14


    小玲自幼在亲戚家打工,但没有得到酬劳。即使是过年这大日子,通常会分发红包,主人仍然没有发给她红包。虽然只得到口粮,但她并没有要求过任何东西。她依然凡事感恩,因为她家境贫寒,兄弟姐妹众多。多年来虽然处在如此环境工作,她仍然坚强忍耐地干活。

     

    今天的灵修经文中,保罗重复强调他在第6-7节中所说的话。保罗再次使用反问句,因为这不是什么新鲜事。哥林多信徒本应对日常事务反应敏锐,包括上帝仆人日常生活大大小小的事情。作为论证的基础,他引用了民数记第18章8-14节和申命记第18章1-8节。 “为圣工劳碌的”、“坛上”、“伺候祭坛” ,这些语句泛指神职人员事奉的场所。他并不是要区分圣殿中的利未人和祭司。第14节的“神命定”,是引用主耶稣差遣门徒们传福音时的嘱咐(马太福音第10章1-15节; 路加福音第9章1-15节;第 10章1-12节)。这句话也是保罗拒绝使用他作使徒的权利来获得应得的生活供应的最终论据。因为对他而言,拥有和使用他的权利并不是主要目标,也不是一切。最重要的是让神国的福音能广泛的传开。


    让我们学习使徒保罗坚贞的精神。即使他有应得的权利,他却放弃不用。他意识到上帝知道我们所面临的每一种情况和挑战。上帝必定按时为我们预备最好的并且满足我们一切的需要。因为“我靠着那加给我力量的, 凡事都能做。”(腓立比书第4章13节)。

     

    “一个认识神恩典的群体,

    不仅是在喜乐时坚定不移,

    就是在患难中也能同舟共济”

     

    作者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 房仁康傳道

    翻譯員:蔡立基


    思考问题:

    1.你.对保罗的态度有何看法?

    2.你在患难中如何成为别人的祝福?



    6 min
  • 17-3-2023 - Hidup Dari Pemberitaan Injil (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 9:13-14

    Penulis : G.I. Carnys Stephen


    Siau Ling sejak masa remaja bekerja di rumah seorang kerabatnya. Ia bekerja tanpa mendapatkan upah. Sekalipun hari besar seperti hari raya Imlek yang biasa membagikan angpao, ia juga tetap tidak mendapatkan angpao. Hanya mendapat jatah makan. Tetapi dia tidak menuntut apa pun. Ia tetap merasa sangat bersyukur.  Sebab, ia berasal dari keluarga miskin dan memiliki banyak saudara. Ia tetap kuat melalui kondisi itu bertahun-tahun. 


    Dalam nas renungan hari ini, Paulus mengulang dan mempertegas apa yang sudah disampaikannya di ayat 6-7. Sekali lagi ia memakai pertanyaan retoris, karena ini bukan sesuatu yang baru. Jemaat Korintus sudah seharusnya peka terhadap hal-hal yang rutin, termasuk hal-hal yang besar maupun kecil yang menjadi kebutuhan para pelayan Tuhan. Sebagai dasar argumen, ia mengutip dari Bilangan 18:8-14 dan Ulangan 18:1-8. Frase “mereka yang melayani tempat kudus”, “tempat yang kudus” dan “melayani mezbah”, menunjuk kepada para pelayan Tuhan secara umum di tempat-tempat ibadah. Dia tidak bermaksud membeda-bedakan golongan orang-orang Lewi dan para imam di bait Allah. Frase “Tuhan telah menetapkan” di ayat 14, merupakan kutipan terhadap perkataan Tuhan Yesus ketika Ia mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil (Mat. 10:1-15; Luk. 9:1-15; 10:1-12). Frase ini juga merupakan argumen puncak bahwa Paulus tidak mau menggunakan haknya sebagai rasul untuk mendapatkan tunjangan hidup yang semestinya diterimanya. Sebab baginya memiliki dan menggunakan haknya, bukanlah tujuan utama dan bukanlah segala-galanya. Baginya yang terpenting adalah Injil kerajaan Allah tetap dapat diberitakan dengan leluasa dan lancar.


    Marilah kita belajar sikap hati seperti rasul Paulus. Dia tidak menuntut walaupun memiliki hak upah kerja. Dia memiliki kesadaran bahwa Allah mengerti setiap kondisi dan tantangan yang kita hadapi. Tuhan pasti menyediakan yang terbaik dan memenuhi keperluan kita tepat pada waktunya. Sebab “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”. (Filipi 4:13).


    “Komunitas yang memahami kasih karunia Allah adalah komunitas yang tidak hanya teguh  pada saat mengalami kebahagiaan tetapi tetap berjuang bersama-sama walaupun mengalami kesulitan dan tantangan.”


    Pertanyaan Untuk Direnungkan

    1. Apa pandangan Anda terhadap sikap Paulus ?

    2. Bagaimana Anda dapat menjadi berkat ketika berada dalam kesulitan ?


    5 min
  • 16-3-2023 - 是支持者而不是阻挡者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前书 9:12


    亚伯拉罕.林肯成为美国总统的故事是一段漫长的政治旅程。他经历了屡次的失败。从1832年起,他就开始竞选立法机关。他竞选失败是因为没有支持者。直到1856年,他也因缺乏支持者而未能当选总统。然而,这种情况并没有阻止他迈步前进。当他在1860年当选为总统时,他开始努力治理国家,废除当时的奴隶制度。他证明了即便缺乏支持者,坚持奋斗是无法被击败的。


    今天的灵修经文里,使徒保罗特别强调他曾许下的承诺,就是不会接受信徒们任何的物质供应。其实作为一名使徒,他有权利获得该供应。然而,他更喜欢一边事奉上帝,一边自己织搭帐篷养活自己。这是现实,当在哥林多城时,保罗和他的同工亚居拉和百基拉,“...他们本是制造帐篷为业。保罗因与他们同业,就和他们同住做工。”(使徒行传18章3节)因此,他是自由的,不受工资的辖制,也不必服从他周围的人。他的自由只是为了使福音更兴旺。从地理和政治上来说,哥林多城市是希腊亚该亚省的首都,因此占了优势。这座城市也是连接东西部地区的要道。从商业的角度来看,哥林多是一个非常繁荣的贸易中心。正是在这个城市,保罗在他第一次宣教旅程中结识了亚居拉、百基拉和基利司布。借此,许多人得着了基督的救恩。


    我的兄弟,保罗;原本是一个积极抵挡福音的人,他却被上帝感化成为福音使者。这当然必须经过各种的试炼。我们在事奉中,当然也会遇到这样的人。但我们必须依然专注于上帝国度的事奉。不可寄托或依赖于有限的人,乃要全然交托神,祂是宣教工作的主人,祂必定赐福,也必定预备。



    “别让你的生活受到环境的左右,

    环境的影响;

    而是要让挫折和困难成为改变你的动力。

    你就是那决定突破的人。 ”


     作者:椰嘉達基督徒會堂安貝拉堂會 – 房仁康傳道

    翻譯員:蔡立基


    思考问题:

    1.你对教会事工所受到的阻碍有什么了解?

    2.你如何成为教会事工的支持者?


    6 min
  • 16-3-2023 - Pendukung Bukan Penghambat (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Korintus 9:12

    Penulis : G.I. Carnys Stephen


    Kisah Abraham Lincoln hingga menjadi presiden Amerika Serikat adalah perjalanan politik yang panjang. Dia mengalami kegagalan demi kegagalan. Sejak tahun 1832, dia mencalonkan diri menjadi legislatif. Ia mengalami kegagalan karena tidak ada pendukung. Hingga tahun 1856, dia juga gagal terpilih menjadi presiden karena kurang nya dukungan. Namun, kondisi itu tidak membuat dirinya berhenti untuk berkarya. Pada saat dia terpilih menjadi presiden pada tahun 1860, dia mulai berjuang menghasilkan karya luar biasa, dia menghapus perbudakan pada masa itu. Dia membuktikan daya juang tidak dapat dikalahkan sekalipun kurang nya dukungan baginya. 


    Dalam renungan hari ini, rasul Paulus mempertegas komitmennya untuk tidak menerima pemberian dan dukungan keuangan dari jemaat. Walaupun sebagai seorang pekerja ia berhak untuk mendapatkan tunjangan itu. Dia lebih senang melayani pekerjaan Tuhan dan membuat kemah untuk menghidup dirinya. Inilah kenyataannya. Ketika di kota Korintus, Paulus bersama rekan kerjanya Akwila dan Priskila, “… mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.” (Kis. 18:3). Dengan demikian ia bebas, dan tidak tertekan karena digaji dan harus tunduk kepada orang di sekitarnya. Kebebasannya hanya untuk kemajuan pemberitaan Injil. Hal ini didukung bahwa secara geografis dan politis, kota Korintus merupakan ibukota di provinsi Akhaya, Yunani. Kota ini menjadi jalur utama yang menghubungkan wilayah Timur dan Barat. Secara bisnis, kota Korintus menjadi pusat perdagangan dan sangat kaya. Di kota inilah Paulus pertama kali berkenalan dengan Akwila, Priskila dan Krispus, dalam misi penginjilannya. Dan banyak jiwa-jiwa telah dimenangkan bagi Kristus.


    Saudaraku, Paulus semula adalah seorang penantang dan penghalang dalam pelayanan. Ia diubahkan oleh Tuhan menjadi pendukung bagi kemajuan Injil. Tentunya pasti melalui berbagai pembelajaran. Dalam pelayanan tentu kita juga menghadapi orang-orang semacam ini. Tetapi kita harus tetap fokus kepada pelayanan kerajaan Allah. Jangan berharap dan mengandalkan manusia yang terbatas, tetapi serahkanlah kepada Tuhan yang empunya ladang. Dia pasti memberkati dan menyediakan. 


    “Jangan lah hidup Anda bergantung dan ditentukan oleh situasi, tetapi jadikanlah situasi yang sekalipun sulit sebagai pendorong untuk sebuah perubahan. Andalah yang menentukan terobosan itu.”


    Pertanyaan Untuk Direnungkan

    1. Apa yang Anda pahami tentang hambatan dalam pelayanan ?

    2. Bagaimana Anda dapat menjadi pendukung dalam pelayanan ?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian