
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Keluaran 20:4-5
Penulis : G.I. Swannius Bong
Suatu hari ada seorang anak muda bertanya kepada saya. Dia bertanya “mengapa orang Kristen tidak boleh ikut ritual seperti pegang hio atau ikut pai-pai? Kalau tujuannya hanya menghormati bukan ikut keyakinannya, apa masalahnya?.” Saya menjawab “Pegang hio dan pai-pai itu adalah bagian dari penyembahan dalam kepercayaan agama tersebut. Orang Kristen yang menghormati ritual agama tidak akan ikut dalam bagian ritual dalam agama lain.” Mengapa demikian? Ritual penyembahan tertentu sangat berkaitan dengan kesakralan dalam diri seseorang. Dan makna kesakralan itu bukan hal yang sederhana, itu akan mencerminkan dan membentuk diri dan kepribadian seseorang. Karakter dan sifat kita sangat ditentukan oleh apa yang kita sembah. Jadi kalau dengan pengertian demikian, maka jika seseorang benar-benar menghormati, maka dia tidak akan menodai kesakralan sebuah keyakinan dengan ikut-ikutan ritual tersebut tanpa keyakinan yang sama.
Dalam nas renungan hari ini, Allah memerintahkan bangsa Israel agar jangan membuat bagi mereka patung; patung dalam bahasa aslinya adalah pesel. Yang memiliki arti gambar yang dibuat atau dibentuk. Yang pengertiannya bukan sekedar patung buatan pernak-pernik atau hiasan. Pesel itu memiliki pengertian lebih mendalam. Pesel itu berkaitan dengan keserupaan dalam diri manusia. Gambar yang dibuat atau dibentuk itu (pesel) akan membuat penyembahnya menjadi serupa dengannya. Ini bertentangan dengan penciptaan manusia (ay. 5). Manusia diciptakan dari gambar Allah. Manusia yang menaati Sang pencipta akan menyerupai gambar Sang Pencipta. Menyerupai dalam karakter, sifat dan kesucian-Nya. Ketika manusia memberontak kepada Allah maka manusia menciptakan gambar bagi dirinya sendiri. Gambar yang dibuat oleh manusia itu memiliki dua implikasi. Pertama, itu adalah ekspresi tentang apa yang kita inginkan dan cintai. Seseorang yang menghendaki kekayaan. Dalam ketamakannya, dia akan membuat sebuah sesembahan dengan rupa tertentu. Mereka menyembah rupa atau gambar itu, harapannya agar ketika disembah maka mereka akan menjadi makmur dan kaya. Ini disebut dengan tuhan buatan diri sendiri (Kel 34:17). Tuhan buatan adalah tuhan palsu sebagai ekspresi keberdosaan dalam dirinya sendiri. Kedua, gambar itu membentuk identitas atau kepribadian seseorang. Jadi ketika seseorang sujud menyembah patung buatan mereka maka akan semakin mirip dengan apa yang disembahnya. Jika patung itu bertujuan untuk ketamakan maka akan membentuk diri mereka makin tamak. Jika patung buatan mereka adalah bertujuan untuk kekuasaan maka mereka akan menjadi begitu nafsu dengan kekuasaan. Dan jika patung buatan mereka tentang kepuasan seksual maka mereka akan terjerat dalam ikatan seksual.
Jadi penyembahan itu bukan persoalan sederhana. Saya temukan masih banyak anak Tuhan yang masih ikut sembahyang kubur. Ikut dalam ritual agama tertentu. Tuhan Allah sangat melarang anak-anak terlibat dalam hal ini. Sebab semua bentuk penyembahan itu akan menggambarkan siapa kita. Penyembahan itu membentuk diri kita dan mempengaruhi hati kita. Jangan berpikir ritual itu persoalan sepele. Itu adalah pemberontakan langsung kepada Allah satu-satunya, Pencipta alam semesta. Pemberontakan kepada Pencipta yang telah menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Karena itu, kita yang sudah diciptakan kembali oleh karya Kristus maka seharusnya kita hidup serupa dengan Gambar-Nya. Kita tidak berkompromi dengan ikut dalam ritual keyakinan lain.
“Kita diciptakan dari gambar Allah maka tindakan yang benar adalah menyembah Dia dan hidup serupa dengan diri-Nya bukan menyembah kepada ilah yang lain ”
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Apa yang dampak buruk dari ikut dalam ritual kepercayaan lain bagi diri sendiri?
2. Apa komitmenmu agar hidupmu dapat serupa gambar Kristus?
路加福音 11:37-42
在此必須強調的是,基督教教義並不反對所有部落和民族的優良傳統習俗,包括過農曆新年的傳統習俗。進行這傳統習俗是作為新年更迭的感恩。一家人團聚互相聯繫一起迎接新的一年。可惜的是,優良且符合基督教價值觀的農曆新年歡渡活動有時會因為人類的罪惡而被自私和貪婪的心態所影響。這不僅是不遵循我們祖先的神話迷信或教義的問題,而是在歡渡農曆新年的背後隱藏著自私、個人利益和財務昌盛的動機。這種態度不僅來自接受紅包的人,也來自給予紅包的人。必須承認,施捨的傳統習俗是好的,但如果帶著不正確的動機去行的話,仍然是一個錯誤。施捨的傳統習俗是為了擺脫厄運和為使自己更昌盛。這樣的動機並沒有培養一個人擁有愛他人的心。有條件和僅限於某些時刻和某些人的施捨並沒有培養出一個人心中的愛與正義的價值觀。
今天的靈修經文記載有一個法利賽人請耶穌同他吃飯,耶穌就進去坐席。這法利賽人看見耶穌飯前不洗手便詫異。馬修亨利解釋說,神故意這樣做是因為有一個真理必須為這法利賽人闡明。我們可以在第39-42 節中看到這一點。實際上這些法利賽人執行了許多傳統習俗,包括洗手的問題。飯前洗手並不是為了衛生清潔,而是為了在人前展示他們的純潔和對宗教信仰的虔誠。他們懷著邪惡的心態行了許多優良的傳統習俗。他們獻上十分之一(第42上 節)。但那公義和愛神的事反倒不行。他們使那被視為優良和屬靈的傳統習俗成為他們腐朽的盾牌(40-41節)。主耶穌對他們強調說:“ 這原是你們當行的;那也是不可不行的”(第. 42下節)。這意味著必須執行如洗手、獻上十分之一等等優良的傳統習俗,同時也不忽視對他人的施捨。不可忽視身邊受苦受難的人。不要忽視那些應該得到正義的人為他們實行公義的表態。
在歡渡農曆新年中行優良的傳統習俗也是如此。拜年聯繫;一起團聚吃飯; 送紅包等等。但不可忽略向四圍正在經歷各種痛苦和困難的人表達愛與仁慈。不要忽視同情心。農曆年過後在生活中仍要培養關懷別人的心態,不要忽視神眼中看為尊貴美好的事。對已經收到紅包的人,要學會與需要的人分享並贊助教會聖工。培養自己不貪愛物質、不貪愛世界。讓優良的傳統習俗伴隨著,好讓自己在神面前活出真誠的愛心,啊們。
“在施捨方面更像基督那就是
在不忽視對他人的愛和正義的情況下
行優良的傳統習俗”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國閃傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想問題:
1. 如何在行農曆新年傳統習俗時有基督的樣式?
2. 在歡渡農曆新年期間你該做些什麽來成為別人的祝福?
Nats Alkitab : Lukas 11:37-42
Penulis : G.I. Swannius Bong
Harus digarisbawahi bahwa ajaran Kristen tidak menentang tradisi yang baik dari semua suku dan bangsa. Termasuk tradisi perayaan imlek. Tradisi ini dilakukan sebagai ucapan syukur pergantian tahun. Berkumpul keluarga dan bersilahturahmi bersama sebagai wujud dari kegembiraan menyambut tahun baru. Tetapi sayangnya, perayaan Imlek yang baik dan sesuai dengan nilai Kristen terkadang dicemari oleh sikap-sikap egois dan tamak yang datang dari keberdosaan manusia. Bukan hanya persoalan tidak mengikuti mitos atau ajaran nenek moyang. Tetapi dalam perayaan imlek terselip motif-motif yang ingin memperoleh keuntungan dan kemakmuran hanya bagi diri sendiri. Sikap ini bukan hanya datang dari mereka yang menerima angpao tetapi juga dari mereka yang memberikannya. Harus diakui tradisi memberi itu baik, tetapi jika itu datang dari tujuan yang salah, itu tetap salah. Tradisi memberi dengan maksud membuang sial dan untuk memperoleh kelimpahan pada diri sendiri. Motif inilah yang membuat seseorang tidak terlatih mengasihi sesama. Pemberiannya yang bersyarat dan terbatas pada momentum tertentu saja dan kepada orang tertentu. Tidak ada nilai kasih dan keadilan yang terlatih di dalam hati dan hidupnya.
Dalam nas renungan hari ini, Tuhan Yesus diundang oleh seorang Farisi untuk hadir dalam makan bersama di rumahnya. Dalam acara itu, orang Farisi itu heran mengapa Tuhan Yesus tidak membasuh tangan. Matthew Henry menafsirkan bahwa Tuhan sengaja melakukannya karena ada kebenaran harus dinyatakan bagi orang Farisi ini. Hal ini dapat kita lihat dalam ayat 39-42. Ternyata orang-orang Farisi ini melakukan sejumlah tradisi termasuk membasuh tangan bukan dengan maksud kebersihan tetapi sebagai tradisi yang menunjukkan kesucian dan keagamawian mereka di hadapan orang lain. Mereka melakukan sejumlah tradisi yang baik itu dengan maksud yang jahat. Mereka membayar persepuluhan (ay. 42a). Tetapi mereka mengabaikan kasih dan keadilan kepada sesama. Mereka menjadikan tradisi yang dipandang baik dan rohani itu sebagai tameng atas kebusukan yang ada dalam diri mereka (ay. 40-41). Tuhan Yesus menegaskan bagi mereka dengan mengatakan “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan” (ay. 42b). Artinya tradisi baik seperti membasuh tangan, memberi persepuluhan dan lain-lain harus dilakukan tanpa mengabaikan pemberian kepada sesama. Tidak melupakan orang-orang yang menderita dan kesusahan sekitar. Tidak mengabaikan perbuatan adil kepada mereka yang seharusnya menerima keadilan.
Demikian juga dalam menjalankan tradisi baik dalam perayaan Imlek. Dalam bersilahturahmi; dalam makan bersama; dalam memberikan angpao; dan lain-lain. Tidak boleh mengabaikan kasih dan kebaikan kepada sesama yang di luar yang mengalami berbagai penderitaan dan kesulitan. Tidak boleh mengabaikan belas kasihan. Sikap hati itu juga harus dilatih dalam kehidupan sehari-hari. Tidak boleh mengabaikan apa yang baik dan mulia di mata Tuhan setelah perayaan Imlek. Bagi yang sudah menerima angpao, belajarlah memberi kepada sesama dan pekerjaan Tuhan. Latihlah diri untuk tidak mencintai materi dan dunia ini. Biar lah tradisi baik dilakukan disertai dengan kemurnian hati dan kasih di hadapan Tuhan. Amin.
“Serupa Kristus dalam pemberian adalah melakukan tradisi yang baik tanpa mengabaikan kasih dan keadilan kepada sesama”
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Bagaimana menjadi serupa dengan Kristus dalam konteks melakukan tradisi yang baik dari Imlek?
2. Apa yang anda dilakukan agar melalui perayaan Imlek kita dapat menjadi berkat sesama?
羅馬書 8:29-30
許多基督徒不認為過農曆新年(春節)是表明自己是神兒女的好機會。他們認為歡渡農曆新年(春節)只是迎接新的一年的開始一個熱鬧的活動。所以,不少神的兒女,在農曆新年不但沒有基督徒的見證,反而表現得跟世俗的人一樣。他們跟隨大家賭博,醉酒,注重吃喝物質慾望,甚至隨從世俗不討神喜悅的神話迷信。講說並去行那些迷信的事。這樣一來,對還沒有認識基督的家人或親友,就無法在這過節的環節裡從我們身上看到基督的形象。我們失去了一個向家人親友傳福音的好機會,何等可惜啊!
今天的靈修經文中,我們可以看到神嚴肅的為祂的子民設立完美的計劃。從開始神就在祂的主權中計劃和預定揀選祂的子民,透過福音召他們使他們在基督裡被稱為義,並且當基督再來時可以得榮耀,這是何等偉大的作為。所有這一切只有一個目的,就是要我們這些祂所愛的人效法基督的樣式, 讓基督的品格, 心態和作為都成為神兒女生命的部分。神如此嚴肅的作為為得使我們可以按照來到世上之基督的樣式生活。因此,經歷過神作為的人將立志無論身在何處、任何時刻都效法基督。
弟兄姐妹們,對神如此嚴肅偉大的計劃我們應有的態度就是立志委身效法基督。我們必須委身效法基督的樣式,尤其是在今天歡渡農曆新年的氣氛裡。在農曆新年的文化中效法基督的樣式並不否定也不忌諱中華文化。基督徒在一起過農曆新年時必須注意兩點:第一點,不隨從不討神喜悅的習俗,不參與賭博;醉酒;拒絕相信神話迷信,比如說:禁止掃地,購買新家具、新衣服以避厄運; 穿紅色衣服來獲得繁榮等等。當然,整理打掃房子,擁有衣服都沒錯, 所應當拒絕的是這些神話迷信。第二點, 糾正錯誤的習慣和風俗。農曆新年不再是一個有趣的活動而已,而是一個與家人見面和保持聯繫的機會。為基督作見證的寶貴機會。得紅包不再為注重物質,而是成為別人的祝福或者一種的服事。農曆新年的歡樂不為別的,乃是因神對祂子民的良善和祝福而歡欣,啊們。
“一個肯真誠抓緊機會
活出基督樣式的信徒,
從他身上要顯示出他已得著了
神為他預備的那永恆的救恩。”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國閃傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想問題:
1. 神如何行使祂的子民能效法祂的樣式?
2. 在農曆新年的氣氛裡,你會怎樣行使你有基督的樣式?
Nats Alkitab : Roma 8:29-30
Penulis : G.I. Swannius Bong
Tidak sedikit orang Kristen yang tidak menganggap perayaan Imlek sebagai sebuah momentum yang serius dalam menyatakan dirinya sebagai anak-anak Tuhan. Perayaan Imlek hanya dilalui begitu saja sebagai acara bersenang-senang menyambut tahun baru. Karena itu, tidak sedikit anak Tuhan dalam merayakan imlek bukan hanya tidak menjadi saksi Kristus, tetapi juga berperilaku dengan tidak ada bedanya seperti orang-orang tidak percaya kepada Tuhan. Mereka ikut berjudi; mereka ikut mabuk-mabukan; mereka berfokus pada keinginan akan materi; bahkan sebagian ikut-ikutan dalam mitos-mitos yang tidak berkenan kepada Tuhan. Mereka ikut menceritakan takhayul serta melakukannya. Bagi saudara-saudara atau rekan-rekan yang belum percaya kepada Kristus, mereka tidak bisa menemukan Kristus dalam diri mereka lewat momentum berharga ini. Ketidakseriusan mereka sangat disayangkan.
Dalam nas renungan hari ini, kita dapat menemukan bagaimana Allah berkarya dalam merancangkan umat yang diinginkan dengan begitu serius dan begitu indah. Allah merancangkan dengan menentukan sejak semula dalam kedaulatan-Nya, memilih umat-Nya, memanggil lewat Injil-Nya, membenarkan mereka hingga memuliakan ketika Kristus datang kembali. Karya yang begitu agung dan besar. Semua itu memiliki satu tujuan yaitu agar kita umat yang dikasihi-Nya menjadi serupa dengan gambar Kristus. Kehidupan Kristus dalam karakter, dalam sikap hati, dalam segala perbuatan menjadi bagian dari kehidupan umat-umat-Nya. Allah begitu serius bertindak agar kita dapat hidup sesuai gambar dan rupa Kristus yang telah datang dalam dunia. Karena itu, seseorang yang sudah mengalami karya Allah akan sungguh-sungguh berkomitmen menjadi serupa dengan Kristus dalam segala kesempatan dan situasi.
Saudaraku, respons yang benar atas karya Allah merancangkan dengan begitu serius dan agung adalah bersungguh-sungguh berkomitmen serupa dengan Kristus. Kita harus berkomitmen menjadi serupa gambar Kristus terutama lewat tahun baru Imlek yang sedang dirayakan hari ini. Serupa dengan gambar Kristus dalam budaya imlek bukanlah meniadakan budaya yang baik; bukan juga menghindari budaya yang baik itu. Tetapi dua hal penting menjadi serupa dengan Kristus dalam konteks imlek. Pertama, tidak mengikuti budaya yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tidak ikut-ikutan berjudi; tidak bermabuk-mabukan; menolak kepercayaan kepada mitos seperti larangan menyapu, harus beli perabotan, baju baru dengan maksud tolak sial; memakai merah untuk dapat kemakmuran; dan lain-lain. Tentu saja dalam membersihkan rumah dan memiliki pakaian tidak salah, namun yang ditolak adalah kepercayaan mitos-mitos itu. Kedua, memperbaiki kebiasaan atau kebudayaan yang salah. Imlek bukan lagi sekedar acara bersenang-senang tetapi kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dalam keluarga. Kesempatan berharga dalam menjadi saksi Kristus. Mendapat angpao bukan lagi hanya sekedar berfokus pada materi tetapi untuk menjadi berkat bagi sesama dan pelayanan. Sukacita imlek adalah bersukacita atas kebaikan dan berkat Tuhan atas umat-Nya bukan kepada yang lain. Amin.
“Kesungguhan dan keseriusan dalam menghidupi gambar Kristus dengan menggunakan kesempatan yang ada adalah salah satu bukti dari seseorang yang sudah menerima keselamatan kekal Allah yang rancangkan sejak semula untuk hidupnya”
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Karya apa yang Allah kerjakan agar umat-Nya dapat serupa dengan Gambar-Nya?
2. Apa yang menjadi tindakan anda dalam menjadi serupa dengan Kristus dalam momen Imlek?
以弗所書2:8-10
埃隆·馬斯克收購了Twitter公司,頭一天就解雇了多位公司高管。其中一位就是Twitter首席執行官帕拉格·阿格拉瓦爾。解僱他的原因是企業的主人和首席執行官對企業的願景和使命有衝突。此外,Twitter高管未能使 Twitter 成為更好的社交媒體。我們所處的世界就是這樣運作。在一間企業,員工必須有好的業績,能理解企業的領導的要求,並且與領導保持一致的步伐。員工不能失誤,否則他會被解僱。這與神對人類的態度大不相同。神知道人類無法應對生活的挑戰引誘。人類一再犯錯而陷入罪惡之中。然而,祂仍然主動地愛我們,甚至為我們犧牲了生命。
不少人認為神拯救人類,是因為人類的善良。至少世上大多數宗教如此教導。但事實上人類的良善無法彌補他曾經犯下的任何一個錯誤。從邏輯上來講,一個罪犯不能僅僅因為他經常幫助別人而不受法律制裁。這就是為什麼神的話確切地說:“你們得救是本乎恩,也因著信;這並不是出於自己,乃是神所賜的;也不是出於行為,免得有人自誇。”聖經清楚的告訴我們,救恩是神主動賜予,人類無法用任何東西買救恩。神知道我們無法救贖自己,所以把救恩賜給了我們。救恩不是亷價的,許多人低估了救恩。實際上救贖的代價非常昂貴,是透過基督死在十字架上流出的寶血。我們買不起,所以神把救恩白白地賜給了我們。
我們是否已經以正確的心態和思想接受了神的禮物?正確的心態和思想源自渴望與神保持良好關係。在第 10 節中說神期望祂子民行善“就是神所預備叫我們行的”。我們不僅從罪惡和懲罰中得救贖,還要為此而行善。神要我們行善並不過分。我們得救出自於神的美善,始於神的美善,要我們為神而行善。順服替代了背叛,追求得著神裡面的滿足超越追求滿足肉體的慾望。
“救恩不是廉價的
乃是非常昂貴的,
是藉著基督在十字架上
所流出的寶血得來的。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 于來發傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想問題:
1. 神為何拯救你?
2. 為什麼你不能自救?
Nats Alkitab : Efesus 2:8-10
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Setelah Elon Musk membeli perusahaan Twitter, hari pertama yang dia lakukan adalah memecat sejumlah eksekutif perusahaan salah satunya adalah CEO Twitter Parag Agrawal. Alasan pemecatan itu adalah ketidakcocokan visi dan misi perusahaan antara pemilik perusahaan dengan CEO. Selain itu para petinggi perusahaan juga dianggap gagal membawa Twitter menjadi sosial media yang jauh lebih baik. Seperti inilah cara dunia kita bekerja. Dalam sebuah perusahaan, para pekerja dituntut untuk selalu berprestasi serta bisa memahami dan sejalan dengan pimpinannya. Kegagalan tidak bisa ditoleransi, bahkan berujung pada pemecatan. Berbeda dengan apa yang dilakukan Allah terhadap manusia. Allah tahu bahwa manusia tidak kompeten dalam menghadapi kehidupan ini. Manusia berkali-kali berbuat kesalahan dan jatuh dalam dosa. Namun, Ia tetap secara aktif mengasihi kita, bahkan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita.
Banyak orang berpikir bahwa Allah memberikan keselamatan pada manusia, karena kebaikan manusia itu. Setidaknya sebagian besar agama di dunia ini mengajarkan hal yang demikian. Namun kebenarannya, kebaikan manusia tidak bisa menebus satu pun kesalahan yang pernah dibuatnya. Secara logis, seorang penjahat tidak mungkin bebas dari jerat hukum hanya karena dia sering menolong orang lain. Sebab itu Firman Tuhan dengan tepat mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Melalui bagian ini kebenaran firman Allah mengatakan bahwa keselamatan itu berasal dari inisiatif Allah. Manusia tidak bisa membeli keselamatan dengan apa pun juga. Tuhan tahu bahwa umat-Nya tidak bisa mengusahakan keselamatan jiwanya, sebab itu ia memberikannya kepada kita. Keselamatan itu tidak gratis. Banyak orang meremehkan keselamatan, karena pemahaman bahwa keselamatan dianggap gratis. Padahal keselamatan punya harga yang sangat mahal yaitu dengan darah Kristus yang mati di salib. Kita tidak mampu membelinya, sehingga Allah menganugerahkan keselamatan itu pada kita.
Apakah kita sudah menerima pemberian Allah itu dengan sikap hati dan pikiran yang benar? Sikap hati dan pikiran yang benar muncul dalam bentuk kerinduan untuk selalu punya hubungan yang baik dengan Allah. Dalam ayat 10 dikatakan bahwa Allah rindu supaya umat-Nya mengerjakan kebaikan “yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya”. Kita diselamatkan bukan sekadar dari dosa dan hukuman, tetapi diselamatkan untuk perbuatan baik. Tidak berlebihan apabila Allah menginginkan kita untuk melakukan kebaikan. Keselamatan kita berasal dari kebaikan Allah. Diawali dari kebaikan Allah, dimaksudkan untuk melakukan kebaikan demi Allah. Ketidaktaatan digantikan dengan ketaatan. Pemuasan nafsu untuk mendapatkan kebahagiaan digantikan dengan kepuasan di dalam Tuhan.
“Keselamatan itu tidak gratis, harganya sangat mahal yaitu darah Kristus di kayu salib.”
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Apa hal-hal yang membuat Anda layak diselamatkan oleh Allah?
2. Mengapa Anda tidak mampu menyelamatkan diri sendiri?
馬太福音26:30-35
信守承諾是表達真誠不變的愛之其中一個標記。人可以輕易地說出承諾。男.士承諾要忠於他的愛人。領導層承諾會為員工做出各樣的改善。同樣,神的兒女承諾要與祂建立更親密的關係。但是結果如何呢?持守諾言並不容易。我們經常看到 也聽到婚外情,腐敗貪污的領袖,神兒女背道遠離神的事件。不信守諾言會讓受承諾者感到失望。
這就是彼得所做的。當主耶穌對祂的門徒說:“今夜,你們為我的緣故都要跌倒…”彼得回答耶穌說:“眾人雖然為祢的緣故跌倒,我卻永不跌倒。”甚至當耶穌說:“…今夜雞叫以先,你要三次不認我。”彼得用美麗的承諾反駁了耶穌的話。他說:“我就是必須和祢同死,也總不能不認祢。”這樣的承諾不僅是彼得就連眾門徒也都是這樣說(35節)。到了最後,當耶穌被抓的時候,門徒都離開祂逃走了(56節)。彼得也三次不認耶穌(69-75節)。具有諷刺性的是,若馬太福音按時間順序寫成的話,意味著門徒們在很短的時間內違背了承諾。在第26章經文中,他們承諾了忠心至死跟隨耶穌,而在同一章經文中,他們違背了承諾,離開耶穌,讓耶穌獨自一人。這就是人類信守承諾的局限。然而神不同。神總是信守對祂子民的應許。自舊約以來,聖經記載:“耶和華應許賜福給以色列家的話,一句也沒落空, 都應驗了”(約書亞記21:45)。最終透過耶穌基督來到世上為贖祂子民的罪而死,實現神對屬祂子民的應許。只因為對子民的愛。
或許我們這時候正在面對困境和生活的壓力。在這樣的情況下,當我們相信神總是信守對我們的應許時,就會感到寬慰。神應許看顧眷佑我們。在令人失望的環境中祂賜我們盼望。請問我們又如何呢?我們是否信守對神的承諾?接受洗禮的時候,我們承諾要委身對祂忠心,在祂的話語中成長並支持教會服事的工作。然而我們做到了嗎?如果我們愛神,就當持守對祂的承諾。
“因為神的信實與慈愛,
祂堅守向我們所應許的。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 于來發傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想問題:
1. 你曾經向神承諾了什麼?
2. 為什麼我們必須持守對神的承諾?
Nats Alkitab : Matius 26:30-35
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Salah satu tanda bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai kita adalah sikap yang mau menepati janji. Seseorang bisa dengan mudah mengucapkan janji. Seorang pria mengucapkan janji untuk setia kepada kekasihnya. Seorang pemimpin berjanji akan melakukan perbaikan ini dan itu kepada rakyatnya. Begitu juga anak Tuhan berjanji untuk lebih dekat dan intim dengan Tuhan. Tetapi apa yang terjadi? Menepati janjinya tidak mudah. Kita sering melihat peristiwa perselingkuhan, pemimpin-pemimpin yang korupsi dan anak-anak Tuhan yang akhirnya menjauh dari Tuhan dan menjadi murtad. Kegagalan menepati janji mengecewakan orang yang diberi janji.
Inilah yang dilakukan oleh Petrus. Saat itu Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Malam ini kamu semua akan terguncang imanmu karena Aku...” Petrus menjawab Yesus, “Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." Bahkan ketika Yesus berkata, “...sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Petrus mengonter perkataan Yesus dengan janji yang sangat manis. Ia berkata, “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Janji itu bukan hanya diucapkan oleh Petrus namun juga murid-murid yang lain (ay. 35). Pada akhirnya, saat Yesus ditangkap dan diadili, para murid meninggalkan Dia dan melarikan diri (ay. 56). Petrus juga menyangkal Yesus 3 kali (ay. 69-75). Ironisnya, apabila Injil Matius dituliskan secara kronologis, berarti para murid mengingkari janjinya dalam waktu yang begitu cepat. Di pasal 26 mereka berjanji setia mengikut Yesus sampai mati dan di pasal yang sama mereka mengingkari janji, kemudian meninggalkan Yesus sendiri. Inilah keterbatasan dalam diri manusia dalam menepati janji. Namun berbeda dengan Tuhan. Tuhan selalu menepati janji-Nya pada umat-Nya. Semenjak perjanjian Lama, Alkitab mencatat, “Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi” (Yosua 21:45). Bahkan puncaknya, Allah menepati janji kepada umat-Nya melalui kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk mati menebus dosa umat-Nya. Semua hanya karena kasih-Nya kepada umat-Nya.
Saat ini mungkin kita mengalami kesulitan dan pergumulan hidup. Dalam kondisi itu, kita akan mengalami kelegaan ketika percaya bahwa Allah selalu menepati janji-Nya pada kita. Allah berjanji untuk memelihara dan menjaga kita. Ia memberi kita harapan di tengah keadaan yang mengecewakan. Sekarang bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menepati janji-janji kita kepada Allah? Saat menerima sakramen baptis kita mengucapkan janji-janji/komitmen untuk setia kepada-Nya, bertumbuh dalam firman-Nya serta mendukung pelayanan Tuhan di gereja. Apakah selama ini kita sudah melakukannya? Jika kita mengasihi Allah, maka kita menepati janji kepada-Nya.
“Allah selalu menepati janji-janji-Nya karena kasih-Nya pada kita.”
Pertanyaan Untuk Direnungkan:
1. Apa saja yang Anda pernah janjikan kepada Allah?
2. Mengapa janji kepada Allah harus ditepati?
約翰福音10:28-30
“保險”對我們來說很重要。為什麼呢?因為“保險”對未來有保障,包括醫療保險、養老金,人壽保險,也就是死後留給家人,子女/妻子的保險金;但問題是印尼的保險費用並不便宜。保險費可達到印尼員工平均工資的五分之一。如果你未能定期支付保險費,後果就是參與者的會員資格將被停止,被罰款,甚至被取消資格。這證明世上沒有肯定的保障。
神子民可靠的保障是神所賜靈魂得救恩。聖經清楚的告訴我們神對祂子民的態度。祂說:“我又賜給他們永生;他們永不滅亡,誰也不能從我手裡把他們奪去”(28節)。主耶穌保證那些跟隨祂的人(祂的子民)不至滅亡。這個保證永遠有效。得救的保障不會過期,因為賜保障的是神自己。主耶穌曾經說,祂是好牧人,祂的子民是祂的羊群。如果有人要搶走羊群,這個人必須比牧人更強壯。這意味著,如果有人能從基督手中奪走信徒,那人必須比基督更強大。而耶穌自己說:“我父把羊賜給我,祂比萬有都大,誰也不能從我父手裡把他們奪去。我與父原為一” (29-30 節)。
救恩是神賜的恩典,有罪的人無法自救。基本上我們的思想、態度和內心傾向於抵擋神。如果我們今天能認識神,與神有良好的關係,那不是因為我們的能力。對神的信心與認識源於祂對我們的愛。這樣的認識引導我們走在救恩之道路上。作為祂的子民我們需要每天獻上感恩,因為祂是信實的,神對我們的愛永不改變。成為神的兒女,讓我們每天都過一個討神喜悅的生活,遵祂旨意而行。
“基督救贖的愛
成為我們得救的保障。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 于來發傳道
翻譯員:黃瓊楓
默想問題:
1. 為什麼基督救贖之恩能成為我們永遠的保障?
2. 你對神救恩的保障有怎樣的態度?
From the publisher's feed