Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 27-9-2022 - Pergi dan Beritakan! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Keluaran 4:10-12

    Penulis : G.I. Oliviana Cong


    Ketika seseorang ditanya apakah ia pernah memberitakan Injil? Jawaban yang sering kali saya dengar yaitu “Saya ingin tapi saya takut”; “Saya tidak tahu harus mulai dari mana?”; “Saya tidak pandai bicara”;  dan lain-lain. Alasan-alasan ini dibangun di atas rasa takut dan ketidakmauan. Tanpa mengenal Pribadi yang mengutus ke dalam pekerjaan itu. 


    Itu juga yang terjadi kepada Musa ketika Tuhan mengutus ia untuk menghadap Firaun dan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Musa menolak dengan memberikan alasan bahwa ia tidak pandai bicara, berat mulut serta berat lidah (ay. 10). Musa lupa bahwa sebenarnya bukan ia yang akan berperkara dengan Firaun, bukan pula ia yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Ia hanya lah seorang utusan. Tetapi dibalik semua itu Tuhanlah yang berperkara. Karena itu Tuhan harus meyakinkan Musa dengan pertanyaan, “Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat  atau buta; bukankah Aku, yakni Tuhan? (ay. 11). Dengan pertanyaan ini, Tuhan ingin Musa menyadari bahwa kekuasaan atas segala sesuatu hanya ada di dalam diri-Nya. Musa perlu mengenal Siapa yang mengutusnya. Seberapa besar kuasa-Nya dan seberapa mampu diri-Nya. Kemudian, Musa cukup taat dan pergi saja! Bahkan Tuhan juga meyakinkan Musa bahwa Ia akan menyertai lidahnya dan apa yang harus Musa katakan (ay. 12)


    Bagaimana dengan setiap kita, sadarkah kita ketika kita pergi memberitakan Injil ada Roh Kudus yang menuntun dalam Firman-Nya dan menolong kita dalam berkata-kata? Bagian kita adalah taat kepada-Nya, pergi dan beritakan! 


    “Kepercayaan dan pengenalan yang kuat kepada Sang Pencipta, akan membuat kita berkata bahwa “saya cukup taat saja dan pergi!””


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa respons Anda setelah mendengar Firman Tuhan hari ini?

    2. Siapa orang yang akan Anda kabarkan Injil dalam waktu dekat ini?


    5 min
  • 26-9-2022 - 擁有權柄的使者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    使徒行傳14:3


    根據印尼大詞典 (KBBI),權柄意味著權勢;權威; 採取行動的權利。例如:一名警察,有權管理交通;消防員有權滅火;教師有權教書;和其他工作的權威。


    保羅和巴拿巴被上帝授權傳福音和行神蹟。我們可以在第8-10節中看到,有一個生來是瘸腿的人,保羅定睛看他,就大聲說:“你起來,兩腳站直!”那人就跳起來,而且行走。當保羅和巴拿巴傳福音時,有上帝的能力與他們同在。


    也許上帝也像使用保羅那樣使用我們,行神蹟奇事,但這不是最重要的。作為基督的門徒,我們是被授權將拯救釋放的信息帶給那些因罪而被俘虜和束縛之人的使者。就是耶穌在十字架上所做的拯救釋放信息。請記住,我們是上帝賦予權柄的使者,故此要宣講、傳開、傳揚祂救恩的福音!


     “神賜給我權柄”


    作者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所–張明慧傳道

    翻译员:黃瓊楓



    默想的問題:

    1. 當神的話語說祂的兒女有權傳福音時,你的反應是什麼?

    2. 知道你有從神而來的能力傳福音後,你的委身是什麼?


    4 min
  • 26-9-2022 - Utusan Yang Memiliki Otoritas (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 14:3

    Penulis : G.I. Oliviana Cong


    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), otoritas berarti kekuasaan; wewenang; hak untuk melakukan tindakan. Sebagai contoh: seorang polisi, memiliki otoritas mengatur lalu lintas; seorang petugas pemadam kebakaran memiliki otoritas untuk memadamkan kebakaran; seorang guru memiliki otoritas untuk mengajar; dan otoritas pada pekerjaan lainnya. 


    Paulus dan Barnabas diberi otoritas oleh Tuhan untuk memberitakan Injil dan mengadakan mujizat. Itu dapat kita lihat dalam ayat 8-10, di mana ada seorang yang lumpuh dari sejak lahir, Paulus melihat dan menatapnya serta berkata dengan suara nyaring: “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Ada kuasa Tuhan yang menyertai Paulus dan Barnabas ketika mereka memberitakan Injil. 


    Mungkin saja Tuhan memakai kita seperti Paulus, melakukan tanda-tanda dan mujizat, tetapi bukan itu yang terpenting. Sebagai murid Kristus, kita adalah utusan yang telah diberi kuasa untuk menyampaikan berita pembebasan kepada orang-orang yang tertawan dan terbelenggu karena dosa. Berita pembebasan yang dikerjakan Yesus di atas kayu salib. Ingat, kita adalah utusan yang telah diberi otoritas oleh Tuhan, karena itu beritakan, siarkan, kabarkan Injil keselamatan-Nya!


    “Tuhan memberikanku otoritas”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa respons anda ketika Firman Tuhan katakan anak-anak-Nya diberikan otoritas dalam memberitakan Injil?

    2. Apa komitmen Anda setelah mengetahui bahwa Anda memiliki kuasa dari Tuhan untuk memberitakan Injil?


    4 min
  • 25-9-2022 - 使者的勇氣 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    使徒行傳14:1-7


    在一個王國裏,當然是國王負責決策。國王也擁有人負責擔任國王的使者。當向某人傳達國王的旨意時,無論是國王贈送的禮物還是懲罰,被派的使者必順服地執行祂的命令。而使者敢於冒險傳達國王的決定的原因,乃因為使者知道差派他的是誰,就是決定權強大的國王。


    今天的經文講述了保羅和巴拿巴在安提阿的彼西底城遭到猶太人的拒絕後,如何前往以哥念。他們因傳福音而被拒絕且被趕走。儘管如此,他們並不害怕,在以哥念,他們又在會堂裡教導,據說很多猶太人都相信了(第1節)。同樣的事情再次發生,那些拒絕他們講道的猶太人,聳動不認識神的外邦人,使他們懷疑保羅和巴拿巴的講道(第2節)。保羅和巴拿巴害怕了嗎?在第3節中,很明顯他們大膽地教導,因為他們相信神。保羅和巴拿巴並不害怕,因為他們知道差遣他們的是誰,就是會堅固他們所要傳的信息並賜於他們行神蹟奇事的能力之神。


    也許我們也曾經歷過像保羅和巴拿巴所經歷的事情一樣。當我們傳福音時,有些人不高興。我們被拒絕,甚至被驅逐。讓我們學習保羅和巴拿巴,不要害怕,即使冒著被拒絕的風險也要勇敢因為我們知道差遣我們的是誰。


     “不要害怕!

    差我們來的是主,

    繼續傳福音吧!”


    作者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 張明慧傳道

    翻译员:黃瓊楓


    默想的問題

    1. 當你因傳福音而被拒絕時,你如何回應?

    2. 今天神的話給你的信息是什麼?


    6 min
  • 25-9-2022 - Keberanian Seorang Utusan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 14:1-7

    Penulis : G.I. Oliviana Cong


    Dalam sebuah kerajaan, tentu rajalah yang berkuasa dalam pengambilan keputusan. Raja juga memiliki orang-orang yang bertugas menjadi utusan raja. Ketika menyampaikan titah raja kepada seseorang, baik itu berupa pemberian hadiah maupun penghukuman dari raja. Utusan itu diutus untuk melakukan titahnya dengan taat. Dan alasan yang membuat seorang utusan berani mengambil risiko dalam menyampaikan keputusan raja. Itu karena utusan tersebut mengetahui siapa yang mengutus dia, yaitu sang raja yang keputusannya berkuasa.


    Bagian nas hari ini mengisahkan bagaimana Paulus dan Barnabas bertolak ke Ikonium sesudah mendapatkan penolakan dari orang-orang Yahudi di kota Pisidia, Antiokhia. Mereka ditolak dan diusir karena memberitakan Injil. Meski demikian, mereka tidak menjadi takut, di Ikonium, mereka kembali mengajar di rumah ibadat dan dikatakan sejumlah besar orang Yahudi menjadi percaya (ay. 1). Hal yang serupa terjadi kembali, orang-orang Yahudi yang menolak pemberitaan mereka, menghasut orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka menjadi ragu akan pemberitaan Paulus dan Barnabas (ay. 2). Apakah Paulus dan Barnabas menjadi takut? Dalam ayat 3, jelas dikatakan mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Paulus dan Barnabas tidak takut karena mereka tahu siapa yang mengutus mereka, yaitu Tuhan yang akan menguatkan berita yang mereka sampaikan dan mengaruniakan mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat.


    Mungkin kita juga pernah mengalami hal yang sama seperti Paulus dan Barnabas.  Ketika kita memberitakan Injil, ada orang-orang yang tidak senang. Kita ditolak bahkan mungkin pernah diusir. Mari belajar dari Paulus dan Barnabas, jangan takut, harus berani meski harus mengambil risiko untuk ditolak karena kita tahu Siapa yang mengutus kita.


    “Jangan takut! Terus beritakan Injil, Tuhan yang mengutus kita”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana respons annda ketika ditolak karena memberitakan Injil?

    2. Apa pesan Firman Tuhan buat Anda hari ini?


    6 min
  • 24-9-2022 - 喜乐与平安 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    腓立比书4:4-9


    世人有两种极端的态度。第一组的态度认为我们作为人类不应该享受世界上的一切,因为世界上的一切都是暂时性的和有罪的。而第二组极端的一面则认为应该尽情享受世上的一切,并无需考虑罪恶的危险。对他而言,只要他快乐,不伤害到他人,一切都是美好的。您站在哪个立场上呢?为什么?遵守圣经原则的基督徒的立场又是如何呢?我们能否在我们生活中享受上帝的喜乐与平安,尤其是在世界宣教的背景下?


    今天的灵修经文里,解释了顺服上帝呼召生活的两个最终的结局,即:上帝的喜乐与平安。我们的态度就是选择一种即远离罪恶的事物,并享受上帝祝福的生活。在享受上帝的祝福同时,当然必须符合上帝话语的原则。那就是我们必须遵守的指导方针和原则。针对存在的两个极端,我们必须保持平衡,这意味着我们选择的道德态度整体上必须符合圣经原则。通过这个原则,我们可以确定正确的生活态度。这个原则也可以应用在执行上帝宣教的范式中。仍然保持对上帝的忠诚与顺服,与此同时欢喜地享受祂的祝福。我们希望在所有的挑战和困难中,我们仍然能够保持乐观来执行宣教的呼召。


    人类一般来说是很容易疑神疑鬼、悲观失望并逃避各种现实的困难。我们在这一方面很常受到媒体的教育。一种只重视快乐价值的文化被称为享乐主义。一种看待一切导致生活困苦的态度,包括宣教工作,这通常被认为是一项只会带来“艰难困苦”的工作,因此必须避免。对生活要有正确的范式和观点。我们可以享受从上帝而来的喜乐与平安(第4与7节)。我们可以思考并期待着上帝最美好的。我们应当拥有来自上帝喜乐与平安的力量,因为它能坚固我们,以便能参与艰难和具有挑战性的宣教工作。祝愿能在宣教工作上持续奋斗。

     

    “上帝的平安与喜乐能成为

    面对任何艰难困苦的耐力”

     

     作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會–彭衛國牧師

    翻译员:蔡立基


    需要思考的问题:

    1.我们如何才能持续拥有上帝的喜乐与平安?

    2.喜乐与平安的态度与那些参与充满艰难和挑战的宣教工作的人有着什么关系?


    7 min
  • 24-9-2022 - Sukacita dan Damai Sejahtera (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Filipi 4:4-9

    Penulis : Pdt. Peter Samsudin


    Ada dua sikap ekstrem yang dianut oleh orang–orang di dunia. Sikap dari kelompok pertama beranggapan bahwa kita sebagai manusia tidak boleh menikmati segala sesuatu yang ada di dunia karena segala yang di dunia bersifat fana dan dosa. Sedangkan sisi ekstrem dari kelompok kedua beranggap bahwa segala sesuatu yang ada dalam dunia harus dinikmati tanpa perlu berpikir tentang bahaya dosa. Baginya segala sesuatu adalah baik asalkan dirinya senang dan tidak merugikan orang lain. Anda berapa diposisi yang mana? Mengapa? Bagaimana posisi Kristen yang Alkitabiah? Apakah kita bisa menikmati sukacita dan damai sejahtera Allah dalam hidup kita, khususnya dalam konteks hidup bermisi di dunia?


    Dalam perenungan kita hari ini menjelaskan dua akibat dari hidup yang taat pada panggilan Allah yakni: sukacita dan damai sejahtera Allah. Sikap kita memilih suatu tindakan hidup yakni yang bersifat menjauhkan hal-hal berdosa dan sikap menikmati berkat Allah. Dalam menikmati berkat Tuhan, tentu saja harus sesuai dengan prinsip Firman Tuhan. Itulah pedoman dan prinsipnya yang harus kita pegang. Terhadap kedua ekstrem yang ada, maka kita harus seimbang artinya pilihan sikap etis kita harus sesuai prinsip Alkitabiah secara utuh. Melalui prinsip ini, kita bisa menentukan sikap hidup yang tepat. Prinsip ini juga dapat diaplikasi dalam paradigma melakukan misi Allah. Tetap setia dan taat kepada Allah sekaligus memiliki sukacita dalam menikmati berkat-Nya. Harapannya kita bisa tetap optimis dalam melakukan panggilan untuk bermisi dengan segala tantangan dan kesulitan. 


    Manusia pada umumnya mudah skeptis, pesimis dan menghindar dari segala bentuk kesulitan. Kita banyak dididik oleh media akan hal ini. Budaya yang mengutamakan nilai kesenangan saja yang disebut dengan hedonisme. Sikap yang memandang segala yang menyebabkan kesulitan hidup, termasuk pekerjaan misi yang sering diasumsikan sebagai pekerjaan yang hanya mendatangkan “penderitaan“ dan harus dihindari. Milikilah paradigma dan perspektif yang tepat pada kehidupan. Kita bisa menikmati sukacita dan damai sejahtera dari Allah (Ay. 4,7). Kita boleh berpikir dan mengharapkan yang terbaik dari Allah. Kekuatan dari sukacita dan damai sejahtera Allah harus kita miliki karena dapat menguatkan kita melakukan pekerjaan misi yang sulit dan penuh tantangan. Selamat berjuang dalam pekerjaan misi.


    ” Sukacita dan damai sejahtera Allah dapat menjadi daya tahan menghadapi kesulitan apa pun.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana kita bisa tetap memiliki sukacita dan damai sejahtera Allah?

    2. Apakah hubungan antara sikap sukacita dan damai sejahtera dengan orang–orang yang terlibat dalam pekerjaan misi yang penuh kesulitan dan tantangan?



    5 min
  • 23-9-2022 - 呼召的蓝图 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    耶利米书1:4-10


    我们经常在商业世界中听到“蓝图”或“blue print”这个词。该定义是对工作计划的详细描述,包括设定目标、指标、制定战略、实施方案和各种重要事项。它的功能是介绍和推进一个业务部门。有了蓝图,希望消费者能够更了解并更加关注业务部门和所有提供的优质产品。最终的目标就是经济利益。


    这次的灵修导引以【呼召的蓝图】为主题。这里的呼召与上帝的呼召有关,用独特而特殊的蓝图来设计祂的使命。我们关注于耶利米宣教呼召的事例。将商业蓝图与普世宣教呼召类比。上帝未呼召耶利米,上帝也未造(形成)耶利米就已开始解释祂永恒的计划和规定。上帝的旨意很明确,即派耶利米作列国的先知(第5节)。上帝的准备策略是从形成开始、分别为圣和设定祂对某人的旨意。上帝确切地知道祂的计划,上帝将准备的人,不管是某人自认为软弱或是准备不足。在耶利米的案例里,提出了几个原因来拒绝上帝的呼召,例如:不知怎么说、是年幼的(第6节)。倘若如此,那上帝的蓝图就会失败吗?上帝与祂为实现祂目标而制定的蓝图是完全一致的。因此,上帝将会介入来克制某人拒绝的各种原因,再度强调我们不能将其作为拒绝的理由。上帝的呼召是应当回应的,因为祂与我们同在并负责装备祂的使者(第8-9),与此同时赐予完全的权柄来成功地完成呼召的任务(第10节)。


    我们的责任就是全然顺服地回应,不找任何借口,因为祂呼召、装备以及与我们同在,并按照上帝的蓝图来完成祂的呼召。您还敢为拒绝找借口吗?


    “上帝与祂的蓝图是完全一致的,

    以便实现祂呼召的目的。”\

      

    作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會–彭衛國牧師

    翻译员:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 为什么有些人喜欢为拒绝上帝的呼召找借口呢?

    2. 我们必须始终如一地培养什么样的态度?为什么?


    7 min
  • 23-9-2022 - Cetak Biru Panggilan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yeremia 1:4-10

    Penulis : Pdt. Peter Samsudin


    Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah “cetak biru” atau blue print. Pengertian adalah suatu deskripsi yang rinci mengenai suatu rencana kerja yang meliputi penetapan tujuan, sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan berbagai hal penting. Fungsinya untuk memperkenalkan dan memajukan suatu unit usaha. Adanya cetak biru diharapkan konsumen lebih mengenal dan tertarik pada unit usaha dan segala produk unggulan yang ditawarkan. Tujuan akhirnya adalah keuntungan finansial.


    Dalam perenungan kali ini mengambil tema cetak biru panggilan. Panggilan di sini dikaitkan dengan panggilan Tuhan dalam mendesain misi-Nya dengan cetak biru yang unik dan khusus. Kita menyoroti kasus panggilan misi Yeremia. Analogi blue print dalam bisnis dengan dunia panggilan (misi). Sebelum Tuhan memanggil Yeremia, maka Tuhan mulai menjelaskan rencana dan ketetapan kekalnya sebelum menciptakan (membentuk) Yeremia. Tujuan Allah jelas yakni menetapkan Yeremia sebagai nabi bagi bangsa-bangsa (Ay. 1:5).  Strategi persiapan Tuhan mulai dari membentuk, menguduskan dan menetapkan tujuan-Nya bagi seseorang. Tuhan tahu persis rencana-Nya, orang-orang yang akan disiapkannya terlepas dari kelemahan dan ketidaksiapan yang dirasakan seseorang. Dalam kasus Yeremia, ada beberapa alasan yang dikemukakan seperti: tidak pandai bicara, masih muda (Ay. 5) untuk menolak panggilan Tuhan. Jika demikian apakah cetak biru Tuhan bisa gagal? Tuhan konsisten dengan cetak biru yang dibuat-Nya untuk mencapai tujuan-Nya. Karenanya Tuhan intervensi untuk mengatasi berbagai alasan penolakan seseorang dengan menegaskan bahwa kita tidak boleh beralasan sebagai penolakan. Perintah panggilan-Nya bersifat wajib karena Dia yang menyertai kita dan bertanggung jawab untuk memperlengkapi utusan-Nya (ay. 8-9) serta memberikan otoritas penuh melaksanakan tugas panggilan dengan berhasil (ay. 10).


    Tugas kita hanyalah merespons dengan penuh ketaatan tanpa membuat alasan apa pun karena Dia yang memanggil, memperlengkapi, dan menyertai kita menggenapi panggilan Nya sesuai blue print Tuhan. Apakah anda masih berani membuat alasan penolakan?


    ” Allah konsisten dengan cetak biru-Nya untuk mencapai tujuan panggilan-Nya.”


    Pertanyaan untuk direnungkan: 

    1. Apa sebabnya seseorang suka membuat alasan penolakan panggilan Tuhan?

    2. Sikap apa yang harus kita kembangkan secara konsisten? Mengapa?


    5 min
  • 22-9-2022 - 耶稣:真正的使者 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    希伯来书  1: 1-4


    您是否听过“一个实际行动胜于千言万语”这句话吗?这句话的意义千真万确,因为实际行动比言语或单纯的话语具有更大和更强的影响力。理想情况下,一贯正直行事的人都是言行一致的。然而,在一个罪恶的世界里,诚信是一种罕见的品质。即使有,也必须认真持守与坚持下去。


    应当成为我们好榜样的人物就是耶稣基督,因为基督在生活各个方面言行最一致。对于宣教而言,基督是天父派遣到我们世界以完成上帝拯救工作计划的真正使者的完美典范。基督来执行和完成上帝的使命,以完美地完成了。「希腊文:tethelesthai,意思是:成了(约翰福音19章30节)。」我们的上帝是一位始终爱罪人的上帝,所以上帝借着众先知多次多方地晓谕上帝的子民,最终借着上帝的儿子耶稣基督(第1-2节)。耶稣基督是上帝荣耀所发的光辉,是上帝本体的真相。这意味着耶稣是上帝的完美代表,因此人类可以在耶稣基督里相信和认识上帝,从而使我们得救。耶稣基督有资格成为我们的救赎者。耶稣基督有权柄保证祂赐给我们相信祂的人的救恩(约翰福音10章27-30节)。


    耶稣作为真正使者的榜样可以成为我们顺服上帝使命呼召的最佳动力。如果上帝的儿子耶稣心甘情愿地为我们这样的罪人完成了上帝的救赎计划,我们岂不是更要顺服上帝的呼召,通过传福音以及使万民作祂的门徒来完成人类的救赎计划吗?


     “耶稣是上帝真正的使者,

    是执行祂使命的完美代表”

      

    作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會–彭衛國牧師

    翻译员:蔡立基


    需要思考的问题:

    1. 当您开始变得软弱和不服从上帝使命的呼召时,您如何让耶稣成为您的榜样呢?

    2.上帝为什么需要派遣耶稣基督呢?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian