
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Yunus 2:1-10
Penulis : Pdt. Peter Samsudin
Seberapa besar pengaruh suatu “resolusi” atau keputusan yang dibuat seseorang dalam momen tertentu seperti akhir tahun? Tidak ada jawaban yang pasti. Dalam kenyataan di lapangan, mungkin juga pengalaman kita sendiri sering kali efeknya kecil sekali karena kita cenderung lupa dan lalai untuk serius melakukan resolusi kita. Bagaimana dengan komitmen? Suatu kata yang mirip dengan resolusi. Menurut KBBI, Komitmen adalah suatu perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu. Persoalannya bukan masalah istilah tetapi lebih kepada siapa yang membuat komitmen, seberapa seriusnya untuk memenuhi komitmen; apa dasar dan integritas sang pembuat komitmen.
Dalam perenungan ini kita menyoroti re-komitmen sang utusan yakni Yunus dalam pelayanan. Apakah cukup berhasil? Kita akan menganalisis doa Yunus sebagai komitmen ulangnya (re-komitmen) setelah didisiplin oleh Tuhan melalui pengalamannya dicampakkan ke dalam laut (Ay. 15) dan intervensi Tuhan untuk menyelamatkannya melalui seekor ikan besar yang menelannya tiga hari (Ay. 17). Bisakah membayangkannya? Sungguh suatu mujizat yang hebat. Yunus masih bisa hidup dan berdoa (Ay. 2-9). Yunus menaikkan ucapan syukur pada Tuhan dan membuat pengakuan bahwa Tuhan adalah sumber keselamatan. Kemudian ia membuat berjanji untuk membayarnya (Ay. 9). Persoalannya: apakah Yunus serius menggenapi nazar dan komitmennya? Ternyata dia masih perlu waktu dan proses yang berkelanjutan.
Idealnya suatu komitmen seharusnya dilakukan dengan baik dan serius. Terlebih lagi jika kita sedang berkomitmen melaksanakan dan menggenapi pelaksanaan misi Allah. Anugerah Allah bisa menjadi dorongan dasar bagi kita untuk serius melakukan komitmen kita. Sebab itu mari kita utamakan kehendak dan anugerah Tuhan di atas ego dan perasaan kita.
“Anugerah Allah adalah fondasi komitmen kita.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa komitmen pribadimu dalam melakukan misi Allah?
2. Bagaimana Allah mengintervensi hidupmu agar menaati panggilan-Nya?
約拿書4: 1-11
一個擁有狹隘狂熱生活的人,難以體驗生活的變化,更別說會在信心和情緒上成長。他的信心和情緒仍然不健康,因為他只注重於他的自高。一個自私、狹隘狂熱的人不會關心別人是否想悔改得救?甚至也不關心神對其他人或其他種族的恩典和慈愛。
神是關心列邦萬國的那一位,使他們能意識到自己的罪並悔改(約拿書3:10)。神非常關心且愛尼尼微人。與約拿的態度鮮明對比,因為尼尼微的悔改沒有使約拿高興,反而發怒地求神取他的命(1-3節)。約拿的態度是狹隘狂熱的態度。他對於神關心、愛護並賜恩給其他國家感到不悅並抗議(第3節)。那麼神給了他怎麼樣的回應?神的反應不像約拿那樣怒火中燒,而是對他如此溫柔,祂甚至慢慢地建立溝通來安慰和糾正約拿的思想。
你會對這位使者的行為感到驚訝嗎?也許會因為他狹隘狂熱,自私,隨心所欲的態度。如果是這樣,你也不是應該對神為什麼還要使用這樣的使者而感到驚訝嗎?是的,試著從神恩典的角度來理解使命。我們的神對祂的每一個使者、祂的使命領域、未悔改的人民或國家都充滿了恩典。神總是給機會改變。祂將繼續參與在我們的生活中,因為祂愛我們甚至愛列邦萬國。
“神的恩典不因為
我們的自私而受限制.”
作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會–彭衛國牧師
翻译员:黃瓊楓
默想的問題:
1. 約拿態度的重要教訓是什麼?
2. 了解神的恩典和順服使命的呼召之間
有關係嗎?
Nats Alkitab : Yunus 4:1-11
Penulis : Pdt. Peter Samsudin
Orang yang hidup dengan fanatisme sempit akan sulit untuk mengalami perubahan hidup, apalagi bertumbuh secara iman dan emosinya. Iman dan emosinya tetap tidak sehat karena mereka hanya mengutamakan egonya yang tinggi. Orang–orang yang egois dan hidup dengan fanatisme sempit tidak akan peduli dengan orang lain: apakah orang tersebut mau bertobat dan diselamatkan? Bahkan juga tidak peduli bagaimana Allah yang beranugerah dan penuh kasih pada orang lain atau suku bangsa yang lain.
Allah adalah Pribadi yang peduli pada bangsa-bangsa agar mereka menyadari dosanya dan mau bertobat (Yun 3:10). Allah begitu peduli dan mengasihi bangsa Niniwe. Kontras dengan sikap Yunus karena dia bukannya senang dengan pertobatan Niniwe, melainkan dia marah dan minta Tuhan mencabut nyawanya (Ay. 1-3). Sikap Yunus adalah sikap dari fanatisme yang sempit. Ia tidak senang dan protes pada Tuhan yang peduli, mengasihi, beranugerah pada bangsa-bangsa lain (Ay. 3). Lalu apa respons Allah kepadanya? Respons Allah tidak meledak-ledak dalam kemarahan seperti Yunus, melainkan begitu lembut padanya bahkan perlahan-lahan membangun percakapan untuk menghibur dan meluruskan pikiran Yunus.
Apakah anda merasa heran dengan perilaku sang utusan ini? Bisa jadi ya karena sikapnya yang fanatisme sempit, egois dan hidup hanya menurut kata hati sendiri. Jika begitu anda juga perlu heran mengapa Allah tetap mau memakai utusan yang demikian? Ya, coba pahami misi dari perspektif anugerah Allah. Allah kita penuh anugerah pada setiap utusan-Nya, ladang misi-Nya, orang- orang atau bangsa-bangsa yang belum bertobat. Allah selalu memberi kesempatan agar berubah. Dia akan terus berintervensi dalam hidup kita karena Dia mengasihi kita bahkan bangsa-bangsa.
“Anugerah Allah tidak dibatasi oleh keegoisan diri kita.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa pembelajaran yang penting dari sikap Yunus?
2. Apakah ada hubungan antara pemahaman tentang anugerah Tuhan dengan ketaatan pada panggilan misi?
約拿書1: 11-17
做極大的工作,特別是以贏得和拯救許多人的生命之宣教工作的目的,必須有正確的觀點和設想。正確評估宣教工作的一種方法是,執行宣教並非沒有困難和挑戰,相反,往往會遇到很大的問題、困難、障礙和挑戰。如果我們設想宣教工作一定會順利進行的話,那麼我們務必謹慎並重新思考我們是否正在執行神的使命?
我們的靈修揭示了一個事實,雖然約拿不順服於他使命的呼召並逃跑,一切似乎都很順利,例如,備有一艘船供他逃跑(約拿書1:3)。因此,我們執行宣教工作的人必須謹慎地建立我們合理健康的設想。順利進行與正確執行使命有所不同。反之,我們也許會面臨許多問題和困難,然而我們是正在完成神在他人身上的使命。當然,面對困境時,我們需要保持樂觀,堅持尋求最佳解決方案,以克服宣教工作中的問題和挑戰。在宣教工作中找到最佳解決方案的目的是使我們能夠堅持我們的呼召;不要對我們自己、他人或我們所服事的宣教領域造成傷害。由於各種包括內在外部因素,宣教工作可能會受到阻礙。無論任何形式的挑戰,我們都有責任盡最大努力使問題不繼續發展下去。就像約拿一樣,當因為他的緣故情況變得更糟糕, 乘坐的船遭暴風的危險,人們開始尋求解決方案時,約拿提出了一個解決方案(第 12節), 並略微改善了嚴峻的情況。
順服神的使命呼召因有許多困難和阻礙因素所以不總是順利及成功。讓我們完善我們的異象、設想和觀點。當遇到挑戰和困難時,我們決不能放棄,而要繼續努力做到最好,繼續為宣教的工作做出貢獻。
“有貢獻的生活依照神的呼召
給予最佳的解決方案”
作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會–彭衛國牧師
翻译员:黃瓊楓
默想的問題
1. 你能為宣教工作貢獻些什麼?
2. 為什麼極大而正確的宣教工作總是充滿挑戰?
Nats Alkitab : Yunus 1:11-17
Penulis : Pdt. Peter Samsudin
Dalam melakukan pekerjaan yang besar, terlebih lagi pekerjaan misi yang bertujuan memenangkan dan menyelamatkan banyak jiwa; Hendaklah memiliki perspektif dan asumsi yang tepat. Salah satu cara menilai pekerjaan misi dengan benar adalah bahwa misi itu laksanakan bukan tanpa kesulitan dan tantangan, justru sebaliknya sering ada masalah, kesulitan, hambatan dan tantangan yang besar. Jika kita berasumsi bahwa pekerjaan misi pastilah lancar, maka kita harus berhati-hati dan berpikir ulang apakah kita sedang melakukan misi yang Tuhan kehendaki?
Perenungan kita memaparkan satu fakta bahwa walau Yunus tidak taat dalam panggilan misinya dan melarikan diri, justru segalanya kelihatan lancar, misalnya tersedia kapal bagi pelariannya (Yun. 1:3). Sebab itu kita yang terlibat dalam pekerjaan misi perlu hati-hati dalam membangun asumsi kita yang baik dan sehat. Jalan yang lancar tidak sama dengan melakukan misi dengan benar. Sebaliknya, Kita bisa saja menghadapi banyak masalah dan kesulitan namun kita sedang mengerjakan misi Allah bagi sesama. Tentu saja dalam menghadapi kesulitan, kita perlu tetap optimis dan bertahan mencari solusi yang terbaik untuk atasi masalah dan tantangan dalam pekerjaan misi. Adapun yang menjadi tujuan mencari solusi yang terbaik dalam pekerjaan misi adalah agar kita bisa tetap pada panggilan kita; tidak menimbulkan akibat yang merugikan diri sendiri, orang lain ataupun ladang misi yang kita layani. Pekerjaan misi terhambat bisa karena berbagai faktor, di antaranya dari internal maupun eksternal. Apa pun bentuk tantangannya, maka kita bertanggung jawab sepenuhnya untuk melakukan yang terbaik agar masalah tidak berkembang dan berkelanjutan. Seperti halnya Yunus, saat dia menyebabkan situasi memburuk seperti kapal tumpangannya berbahaya karena sedang diserang badai dan orang–orang mulai meminta solusi, maka Yunus menyarankan solusi (Ay. 12) dan sedikit memperbaiki situasi yang gawat tersebut.
Hidup dalam ketaatan pada panggilan misi Tuhan tidaklah selalu lancar dan berhasil karena ada banyak faktor yang sulit dan bersifat menghambat. Mari kita perbaiki visi, asumsi dan perspektif kita. Kita tidak boleh menyerah saat ada tantangan dan kesulitan, tetapi terus berusaha melakukan yang terbaik, terus berkontribusi pada pekerjaan misi.
“Hidup berkontribusi memberikan solusi terbaik sesuai panggilan Tuhan”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang bisa anda sumbangkan sebagai kontribusimu bagi pekerjaan misi?
2. Mengapa pekerjaan misi yang besar dan benar selalu ada tantangan?
约拿书 1:1-10
一个人的行动和行为往往受到他所拥有的态度和信念的影响。狂热是一个人的信仰的狂热观点和行为。表现出“狭隘狂热”的人往往会在没有正确思想的情况下过度捍卫一种思想、群体信仰、民族。狭隘狂热的人可能轻看其他人或群体。认为自己更好,伟大,而其他人则被认为是次好的。
今天的经文是关于不服从上帝的使者约拿。他成为尼尼微传教的使者,以便他们从他们的罪行悔改。约拿不服从,然后逃往他施(1-3 节)。许多学者试图了解上帝的使者约拿不顺服的原因。他们中的一些人假设是因为约拿不清楚神的话语(第 2 节)。但这并没有得到证实,因为当船长问约拿时(第 8 节),约拿做出了非常明确的坦白:我是希伯来人;我敬畏耶和华,天上的神,祂创造了海洋和大地(第 10 节)。
他非常清楚自己的身份和使命。所以是什么问题?问题的根源是狭隘的狂热态度,因为他认为自己的国家更好、更正确。与此同时,像尼尼微人这样的其他人是邪恶的人,甚至是非常坏的人。这个现实就像两枚硬币,即认为自己的民族更好的狂热态度;另一方面,尼尼微人实际上是邪恶的。所以约拿采取了不顺服的态度。
如果我们了解了他的背景,就可以理解约拿执行他的使命是多么的艰难和挣扎。虽然现实上可以理解,但宣教和传福音的工作超出了我们的自然反应,因为有上帝恩典的因素。因为祂的爱,神要人听到主的福音,悔改得救(约翰福音3:16)。因此,要学习顺服祂的呼召。
“不服从上帝的呼召
会产生严重的后果.”
作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會 – 彭衛國牧師
翻译员: 陈虹霞
默想问题
1. 如果你处于约拿的位置,你会如何回应?
2. 到目前为止,上帝恩典的范式如何改变了我们的使命观?
Nats Alkitab : Yunus 1:1-10
Penulis : Pdt. Peter Samsudin
Suatu tindakan dan perilaku seseorang sering dipengaruhi oleh sikap dan keyakinan yang dimilikinya. Fanatisme adalah suatu pandangan dan perilaku yang fanatik dari keyakinan seseorang. Orang yang berperilaku “fanatisme sempit“ cenderung bertindak berlebihan membela suatu pemikiran, keyakinan kelompoknya, bangsanya tanpa disertai pemikiran yang tepat. Orang-orang yang dengan fanatisme sempit bisa begitu merendahkan orang atau kelompok lain. Menganggap dirinya lebih baik, hebat, sementara itu orang lain dianggap buruk.
Nas hari ini adalah tentang ketidaktaatan Yunus sebagai utusan Allah. Dia menjadi utusan untuk melakukan tugas misi ke Niniwe agar mereka bertobat dari kejahatan mereka. Yunus tidak taat, kemudian melarikan diri ke Tarsis (Ay. 1-3). Banyak ahli mencoba memahami alasan ketidaktaatan Yunus, sang utusan Allah. Sebagian mereka berasumsi karena Firman Tuhan tidak jelas bagi Yunus (Ay. 2). Tetapi hal itu tidak terbukti, sebab pada saat Yunus ditanya oleh nahkoda kapal (Ay. 8), maka Yunus membuat pengakuan yang sangat jelas: Aku seorang Ibrani; aku takut akan Tuhan, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan (Ay. 10). Dia memahami dengan sangat jelas identitas dan panggilannya. Jadi apa masalahnya? Akar masalahnya adalah sikap fanatisme yang sempit karena menganggap bangsanya lebih baik, lebih benar. Sementara itu orang lain seperti bangsa Niniwe adalah orang dan bangsa yang jahat bahkan sangat jahat. Realitas ini bagaikan dua mata uang koin yakni sikap fanatisme yang menganggap bangsanya lebih baik; disisi lain secara realitas orang-orang Niniwe memang jahat. Karenanya Yunus mengambil sikap tidak taat.
Jika kita memahami latar belakangnya, maka bisa dipahami betapa sulit dan bergumulnya Yunus untuk taat pada panggilan misinya. Walau secara realitasnya bisa dipahami, tetapi urusan misi dan pemberitaan Injil melampaui respons alamiah kita karena ada faktor anugerah Allah. Karena kasih-Nya, Allah ingin orang -orang mendengar Injil Tuhan, bertobat dan diselamatkan (Yoh 3:16). Sebab itu belajarlah taat pada panggilan-Nya.
“Ketidaktaatan pada panggilan Allah akan menerima konsekuensi yang berat.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Bagaimana respons anda jika ada di posisi Yunus?
2. Bagaimana paradigma anugerah Allah mentransformasi perspektif misi kita selama ini?
约翰福音4: 27-34
耶稣传讲祂的教导的技巧之一是祂的教导方法非常简单,富有创意并能触动听众。此外,耶稣是一位非常称职的教师,因为他的教导具有分量和权威(太 7:28-29)。耶稣很擅长使用联想技巧。耶稣联想一个难懂的词变成简单并容易让听众理解的词。
在我们的默想中,耶稣将“上帝的旨意”与食物联想起来(约4:34)。当祂的门徒邀请祂吃饭时,耶稣将遵行上帝的旨意与祂的食物联想起来(约 4:31-32)。耶稣断言祂有他们不知道的食物,这使他们更加好奇。他们以为有人给耶稣带食物。为了回答他们的困惑和好奇,耶稣再次重申宣教的重要原则,那就是从上帝而来的工作,祂差遣我们并必须完成。Jim Yost 曾经说过,宣教不是“肇事逃逸”的工作,意思是不负责任地完成,而是一项必须优先考虑的工作、并且彻底全心全意地以创意和情境来完成它。
耶稣与祂所服侍的人地互动,比如撒玛利亚妇人。祂按照那妇人的观念和理解程度,向她显现自己是基督的身份。结果非常有影响力(参看。约4:25-26, 28-29)因为那个妇人使许多的人更加认识耶稣(30 节)。所以本质上:宣教工作是紧急、重要、因此必须优先完成的工作。就像一个饥饿的人需要食物。从耶稣联想到遵行天父的旨意就像祂的食物时,那么这意味着我们需要并必须优先考虑它与尽力完成它。使者的使命是服从遵行他所收到的职责和命令。
“优先考虑和完成宣教的工作
是每个基督门徒的责任。”
作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會 – 彭衛國牧師
翻译员:赖家惠
反思 :
1。未完成的宣教工作缺少什么呢?为什么?
2。您如何参与宣教工作呢?最艰难的挑战是什么呢?
Nats Alkitab : Yohanes 4:27-34
Penulis : Pdt. Peter Samsudin
Salah satu keahlian Yesus dalam menyampaikan pengajaran-Nya adalah metode mengajar-Nya yang sangat sederhana, kreatif dan mendarat bagi pendengar-Nya. Terlebih lagi Yesus adalah pengajar yang sangat kompeten karena bobot dan otoritas pengajaran-Nya (Mat. 7:28-29). Yesus sangat hebat menggunakan teknik asosiasi. Yesus mengasosiasi suatu istilah yang sulit menjadi sederhana dan mudah dipahami oleh pendengarnya.
Dalam perenungan kita, Yesus mengasosiasi “kehendak Allah“ dengan makanan (Yoh 4:34). Yesus memakai asosiasi melakukan kehendak Allah dengan makanan-Nya yang disampaikan Yesus pada saat murid–murid-Nya mengajak Dia makan (Yoh 4:31-32). Penegasan Yesus bahwa Dia mempunyai makanan yang tidak mereka kenal membuat mereka semakin penasaran. Mereka berpikir ada orang yang membawa makanan buat Yesus. Untuk menjawab kebingungan dan penasaran mereka, maka Yesus kembali menegaskan prinsip penting dari misi yakni pekerjaan yang bersumber dari Allah, yang mengutus kita dan harus diselesaikan. Jim Yost pernah berkata bahwa misi bukanlah pekerjaan “tabrak lari” artinya dilakukan dengan tidak bertanggung jawab, melainkan pekerjaan yang harus diprioritaskan, diselesaikan dengan tuntas dan sepenuh hati secara kreatif dan kontekstual.
Yesus dalam interaksi dengan orang-orang yang dilayani-Nya seperti kepada wanita Samaria. Dia menyatakan diri-Nya pada wanita tersebut sebagai Kristus padanya sesuai konsep dan tingkat pengertian yang dimilikinya. Hasilnya sangat berdampak (Lih. Yoh 4:25-26, 28-29) karena wanita tersebut membawa banyak orang untuk lebih mengenal Yesus (Ay. 30). Jadi secara esensi: pekerjaan misi adalah pekerjaan yang mendesak, penting dan karena itu harus diprioritaskan untuk diselesaikan. Bagaikan orang lapar yang perlu makanan. Dari cara Yesus mengasosiasikan melakukan kehendak Allah Bapa bagaikan makanan-Nya maka itu berarti kita perlu dan harus memprioritaskannya dan melakukan upaya terbaik untuk menuntaskannya. Tugas sang utusan adalah taat untuk melakukan tugas dan perintah yang diterimanya.
“Mengutamakan dan menuntaskan pekerjaan Misi adalah tanggung jawab setiap murid Kristus.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang hilang dari pekerjaan misi yang belum dituntaskan? Mengapa?
2. Bagaimana anda terlibat dalam pekerjaan misi? Apa tantangan yang terberat?
以赛亚书6:9-13
“悖论”一词是一个看似与舆论(普遍真理)相反的陈述,但实际上是一个可靠(坚固)的真理。我给了“悖论的真理”这个词。悖论的真理一词的使用与上帝吩咐先知以赛亚做的几个术语有关。
今天的经文描述了“不寻常的使命”。每一个宣教服侍,都是希望被服侍的人能够明白我们的宣教信息,进而领悟并悔改。这是所有人的普遍期望,包括一般的宣教机构。但,我们在以赛亚的经文中发现了什么?使命目标不同,甚至显得是一种悖论。以赛亚必须传讲上帝的话语,使他们能够认真地听,但不明白;认真地看,但不晓得。不单单如此,以赛亚也被要求使百姓的心刚硬;使他们的耳朵和眼睛无法正常地运作。令人困惑,不是吗?
以赛亚的使命是上帝要管教祂的子民,使他们最终能够成为圣洁的子民(13 节)。今天上帝的子民也是如此。上帝的子民也继续以各种的方式、事件和经历被上帝陶造。然而,重要的是您能够看出这个悖论的真理吗?
“悖论的真理
透过不寻常的使命得以揭示。”
作者:椰嘉達基督徒會堂幕哇拉卡朗堂會 – 彭衛國牧師
翻译员:赖家惠
反思 :
1. 您能找出以赛亚为何能够顺服这个不寻常的使命的原因吗?
2. 上帝管教祂子民的目的是什么呢?
From the publisher's feed