
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Amsal 3:21
Penulis : Pdt. Bobby Messakh
Menurut Amsal, hikmat adalah sesuatu yang bersifat praktis bukan mengenai dugaan filosofis, mistik atau sesuatu yang abstrak. Melainkan etika kehidupan sehari-hari. Memiliki hikmat artinya kita dapat membedakan mana kehendak Allah dan mana yang bukan kehendak Allah. Hikmat Tuhan akan menuntun kita pada kebenaran dan memuliakan Tuhan; membawa kita pada perilaku hidup yang baik dan menjadi berkat bagi sesama.
Ketika kita mengerti arti dari hikmat, maka kita akan berusaha untuk memilikinya bahkan sebagai orang tua (ayah) akan mendidik anak-anaknya untuk berhikmat. Mengapa? Jawabannya adalah dengan memiliki hikmat seseorang akan berperilaku bijaksana dan hidup mengutamakan Tuhan. Itu sebabnya kitab Amsal 3:21 berkata “Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu”. Penulis kitab Amsal dalam hal ini menempatkan dirinya sebagai orang tua (ayah) yang memberikan himbauan kepada anak-anaknya untuk tetap mempertahankan hikmat, karena dengan memilikinya, seseorang akan mendapatkan penghiburan. Maka dari itu mata harus tetap terarah pada kebijaksanaan, bukan pada hal yang sia-sia. Jangan pernah menganggap sepele, perbincangkanlah dan jangan pernah berhenti memupuk kedekatan dengan hikmat. “Orang yang belajar menulis harus selalu menjaga salinan tulisannya itu dan tidak terlepas dari matanya”. Demikian jugalah dengan anak-anak yang hendak menjalankan hidup dengan bijaksana, ia harus mengindahkan kata-kata hikmat dengan cara yang benar dan terus belajar.
Seorang ibu merawat anak dan cucu-cucunya selama empat belas tahun. Atas jasanya, ia tidak pernah meminta imbalan sepeser pun. Namun apa yang ia dapatkannya? anaknya malah mengusirnya dengan berkata “mati saja kamu, kamukan sudah tua tidak ada gunanya lagi” ibunya sangat sedih mendapat perlakuan yang kasar dari anak yang ia kasihi. Padahal sang ibu masih kuat secara fisik walau usia sudah tua. Mendengar kisah ini tentu kita dapat berpikir bahwa anak ini tidak memiliki hikmat, sehingga Pertimbangan dan kebijaksanaan tidak ada dalam hatinya. Ayah sebagai pendidik harus terus berjuang mendorong, memotivasi dan mendoakan anak-anak sebagai harta yang berharga yang harus dididik dalam kebenaran Tuhan. Hal ini dilakukan mereka agar memiliki hati yang takut akan Tuhan. Ada banyak anak-anak yang tidak dididik untuk memiliki hikmat. Akibatnya mereka berani berkata-kata kasar terhadap orang tuanya. Selagi ada kesempatan didiklah anak-anak untuk memiliki hikmat, agar dewasa nanti menjadi pribadi yang berhikmat.
“Takut Akan Tuhan itulah Hikmat”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang saudara dapat dari renungan hari ini?
2. Mengapa ayah harus mengajar anak untuk berhikmat?
歌罗西书3:21
经常被父母责骂的孩子,往往会变得叛逆与固执。那些事会让孩子们不听从父母的意愿。这是因为他们感到不被重视。但相反的,如果父母给予足够的爱与赞美,孩子们往往会在父母身边感到安全。
在这段经文中,使徒保罗对歌罗西的教会给予牧灵指导。歌罗西是小亚细亚的一座城市,位于以弗所城的东边。这封信的目的是培养基督徒家庭,建立家庭成员之间的关系,使他们能够和睦的生活。在 21 节,保罗劝告父亲们不要惹儿女们的气,以免他们失了志气。保罗对以弗所的教会也说过同样的话(以弗所书 6:4)。父亲作为家庭的领导者,必须一视同仁地爱所有的家庭成员。如果他一定要严厉地斥责,那么就以教育的方式来做吧。而不是以暴力或仇恨。灰心是表示一种情况的表达:不兴奋,没有意志,失去勇气,失望和绝望。如果这些情况发生,它就会成为孩子们身心成长发育的障碍。您当然不想那样,对吗?
父母的职责是给予孩子们安全感。这里的安全感的意思不仅是父亲就像工作24小时照顾家人的保镖。但也以言语的形式,如:不评判、给予表扬和激励。如果父亲能够做到这一点,孩子们会非常高兴。
“聪明的父亲知道如何给予孩子们安全感”
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 马波比牧師
翻译员: 赖家惠
反思 :
1. 您从今天的灵修中得到什么呢?
2. 您会采取什么样的决心呢?
Nats Alkitab : Kolose 3:21
Penulis : Pdt. Bobby Messakh
Anak yang sering dibentak oleh orang tuanya, akan cenderung menjadi sosok pemberontak dan keras kepala. Hal tersebut dapat membuat anak menjadi tidak patuh dengan kehendak orang tuanya. Hal ini disebabkan oleh karena mereka merasa tidak dihargai. Namun sebaliknya, jika orang tua memberi belaian kasih dan pujian, anak cenderung akan merasa aman dekat dengan orang tuanya.
Dalam nas ini, Rasul Paulus memberikan bimbingan penggembalaan kepada jemaat di kota Kolose. Kolose adalah sebuah kota di Asia kecil, sebelah timur kota Efesus. Surat ini bertujuan untuk membina keluarga-keluarga Kristen dalam membangun relasi antara anggota rumah tangga supaya mengalami hidup yang tentram. Pada ay.21, Paulus berpesan kepada para ayah agar tidak menyakiti hati anaknya supaya jangan tawar hatinya. Hal yang sama juga disampaikan Paulus kepada jemaat di Efesus (Ef.6:4). Ayah sebagai pemimpin dalam keluarga harus mengasihi semua dengan tidak membeda-bedakan. Jika ia harus menegur dengan keras, maka lakukanlah dengan cara yang mendidik. Bukan dengan kekerasan atau kebencian. Tawar hati adalah ungkapan yang menunjukkan suatu keadaan yang: Tidak bersemangat, tidak ada kemauan, hilang keberanian, kecewa dan putus harapan. Jika ini sampai terjadi akan menjadi penghalang bagi tumbuh kembang anak-anak secara pesikis dan rohani. Tentu anda tidak menginginkan hal itu, bukan?
Tugas orang tua adalah memberi rasa aman kepada anak-anaknya. Pengertian rasa aman disini bukan saja diartikan bahwa ayah bagai bodyguard yang tugasnya menjaga keluarga 24 jam. Akan tetapi juga dalam bentuk perkataan, seperti: tidak menghakimi, memberi pujian dan memotivasi. Anak-anak akan sangat senang jika ayah mampu melakukan ini.
“Ayah bijak tahu bagaimana memberi rasa aman pada anaknya”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang saudara dapatkan dari renungan hari ini?
2. Tekad apa yang akan saudara ambil?
约伯记1:4-5
1998年,亚美尼亚发生了地震。大约有5万人死亡。独特的是,有一家报纸报道一篇关于事件发生时一位父亲带他的儿子上学的新闻。父亲放下儿子之后,说:“爸爸爱你,一会儿见,好吗?” 刚走几公里,他从后视镜中看到建筑物和他身后的街道都崩塌了。他立即回到学校。父亲看到学校已倒塌了。他马上跑去找他儿子的班级大概在哪里,然后跪着挖掘长达36个小时。最终,他听到了从巨石下传来求救的声音。父亲喊着说:“谁来帮我抬起这块大石头。” 他们发现有十三名学生和一名老师还活着,其中一位是那位父亲的儿子。儿子抱着他的父亲,说:“我一直告诉他们,爸爸一定会来救我们的。” 这个故事真的很感人,一个父亲如何保护他自己的孩子。
今天我们从约伯记 1:4-5学习。约伯是一个虔诚的人,他被上帝托付了丰富的财富,并被赐予十个孩子,七男三女。他的儿子按着日子各在自己家里设摆筵宴,就打发人去,请了他们的三个姐妹来,与他们一同吃喝。每次筵宴过后,约伯就打发人去叫他们自洁;并且按着他们的数目献燔祭。约伯做这一切是因为他认为也许他的孩子们在聚会时,可能在上帝面前犯了错/罪。约伯的态度对我们来说可能有些夸张,但实际上这种态度是一个明知自己是一家之主的父亲该有的态度。这就是约伯在保护他的孩子时所做的。
向约伯学习,父亲们应该效法约伯为他的孩子们所做的事。保护孩子是父母的职责。他必须在他们做任何事时,警告与为他们祷告,使他们时刻意识到他们所做的是什么,好让他们能够脱离罪恶的网罗,并能够让他们更亲近上帝。父亲所犯的致命错误是他们没有果断地采取行动。
“父亲,家庭中的守护天使”
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 马波比牧師
翻译员: 赖家惠
反思 :
1. 看完这篇灵修后你的反应是什么呢?
2. 成为家庭中的守护者的挑战是什么呢?
Nats Alkitab : Ayub 1:4-5
Penulis : Pdt. Bobby Messakh
Tahun 1998, terjadi gempa bumi di negara Armenia. Sekitar 50.000 orang meninggal. Uniknya, sebuah koran menuliskan berita tentang seorang ayah mengantarkan anaknya ke sekolah saat kejadian itu. Setelah menurunkan anaknya, sang ayah mengucapkan “Ayah mengasihimu sampai jumpa nanti ya”. Beberapa kilometer, ia melihat dari kaca spionnya bangunan dan jalanan dibelakangnya hancur. Ia langsung kembali ke sekolah. Sang ayah melihat gedung sekolah sudah runtuh. Ia berlari mencari di mana kira-kira kelas anaknya, lalu berlutut menggali hingga 36 jam, akhirnya ia mendengar teriakan minta tolong dari bawah batu besar. Ayah berteriak, “Siapa pun tolong saya mengangkat batu besar ini.” Mereka menemukan tiga belas murid dan seorang guru masih hidup, salah satu di antaranya anak dari sang ayah. Si anak memeluk ayahnya, seraya berkata “AKU TERUS MENGATAKAN KEPADA YANG LAIN BAHWA AYAH PASTI DATANG MENOLONG KITA SEMUA.” Kisah ini sungguh sangat mengharukan bagaimana seorang ayah memberi perlindungan pada anaknya.
Hari ini kita belajar dari Kitab Ayub 1:4-5. Ayub adalah orang yang saleh ia dipercayakan Tuhan harta yang berlimpah dan dikaruniai 10 orang anak, tujuh laki-laki dan tiga perempuan. Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama. Setiap kali pesta berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskannya; bahkan ia mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah anak-anaknya. Semua ini dilakukan Ayub karena ia berpikir mungkin anak-anaknya saat berpesta telah melakukan kesalahan /dosa di hadapan Tuhan. Sikap yang diperbuat Ayub bagi kita mungkin terlihat agak berlebihan namun kenyataannya sikap ini merupakan sikap seorang ayah yang sadar bahwa dirinya adalah pemimpin bagi keluarga. Inilah yang dilakukan Ayub dalam memberi perlindungan kepada anak-anaknya.
Belajar dari Ayub, para ayah seharusnya dapat meniru apa yang telah dilakukan Ayub terhadap anak-anaknya. Memberi perlindungan kepada anak-anak adalah tugas orang tua. Ia harus terus memperingati dan mendoakan mereka saat melakukan aktivitas apa pun, agar mereka selalu sadar akan apa yang diperbuat semua ini untuk menghindari mereka dari jerat dosa dan membawa mereka dekat pada Tuhan. Kesalahan fatal yang dilakukan ayah adalah saat mereka tidak bertindak tegas.
“Ayah, Malaikat Pelindung bagi Keluarga”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa respons saudara setelah membaca renungan ini?
2.Apa tantangannya menjadi pelindung keluarga?
罗马书5:3-5
盼望这个词对我们每个人已经不再陌生了,尤其是在过去的2年,当2019冠状病毒病引发起的全球大流行疫情。盼望是一个等待未来生活中将要发生事情的过程。当然,我们每个人总是希望我们的生活是最美好的、幸福美满、被祝福、长命百岁和还有其他许多我们想要的愿望。但事实上,情况并非总是如此,因为所发生的事情往往不是我们想要的,也不是我们期望的。然而事实上,是否真有真实的盼望,而不会让我们失望的吗?
使徒保罗在罗马书描述了有关一个盼望的存在。使徒保罗看到盼望是一个过程。使徒保罗在第3和4节描述了一个过程,他讲解了一个从患难生忍耐、忍耐生老练、老练生盼望的过程。看了这段经文,盼望不是先被提到的,这说明盼望不是瞬间就产生的,而是需要经过一个过程。这个过程使上帝子民的盼望如此有意义。盼望不是模糊不清的东西,而是确实的希望。这个确实盼望的过程让处在困难时期的上帝子民依然感到喜乐。喜乐是因为我们所经历的困境是一个塑造我们越来越有基督品格的过程。甚至是在上帝的子民里面的圣灵(第5节)也会赐予祂的子民忍耐而不至于羞耻的能力。
盼望提醒我们每个人要学会耐心地等待生活中将要发生的事情。坚持不懈地继续在生活中传讲真理。坚定不移地活在基督里,不要随波逐流。事实上,上帝子民的盼望是一个我们将继续完全依靠上帝帮助的过程。
盼望是一个上帝子民学习
完全依靠祂的过程。
作者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 –施艾嘉傳道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 您之前是如何理解有关盼望的呢?
2. 您之前有过怎么样的盼望?
Nats Alkitab : Roma 5:3-5
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Pengharapan menjadi kata yang tidak asing bagi setiap kita, apa lagi dalam dua tahun terakhir ini ketika pandemi covid-19 hadir di dunia. Pengharapan adalah suatu proses penantian akan hal-hal yang akan terjadi dalam kehidupan ke depan. Pastinya setiap kita selalu mengharapkan yang terbaik dalam hidup kita, bahagia, diberkati, panjang umur dan banyak harapan lain yang kita inginkan. Namun pada kenyataannya, tidaklah selalu demikian, karena sering kali apa yang terjadi tidak seperti apa yang kita kehendaki, tidak seperti yang kita harapkan. Namun sejatinya, adakah pengharapan yang sejati, yang tidak dapat mengecewakan kita?
Dalam kitab Roma, Rasul Paulus memberikan suatu penggambaran tentang adanya sebuah pengharapan. Rasul Paulus melihat bahwa pengharapan adalah sebuah proses. Dalam ayat 3-4 Rasul Paulus menunjukkan sebuah proses tersebut, ia menjelaskan sebuah proses dari kesengsaraan-ketekunan-tahan uji-pengharapan. Melihat bagian ini pengharapan bukan suatu yang diletakkan di depan, hal ini menunjukkan bahwa pengharapan tidak terjadi secara seketika melainkan melalui sebuah proses. Proses ini menjadikan pengharapan umat Allah begitu berarti. Pengharapan bukan menjadi sesuatu yang kabur tetapi menjadi pengharapan yang pasti. Proses pengharapan yang pasti ini membuat umat Allah yang berada dimasa sulit dapat tetap merasakan sukacita. Sukacita sebab pergumulan yang kita alami merupakan proses membentuk kita semakin memiliki karakter Kristus. Bahkan Roh kudus yang ada di dalam diri umat Allah (ay. 5) akan memberikan kepada umat-Nya kemampuan untuk teguh bertahan tanpa mengecewakan.
Pengharapan mengingatkan kepada setiap kita untuk belajar bertekun menantikan akan hal-hal yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Tekun untuk terus hidup dalam menyatakan kebenaran. Tekun hidup dalam Kristus dan tidak boleh mudah terpengaruh oleh situasi yang terjadi. Pengharapan umat Allah, sejatinya merupakan proses yang akan terus kita jalani dengan bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Allah.
Pengharapan adalah sebuah proses di mana umat-Nya belajar bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa pengertian anda sebelumnya tentang pengharapan ?
2.Pengertian baru apa setelah merenungakan Firman Tuhan hari ini?
耶利米哀歌3:22-23
一位年轻的基督徒父亲履行了他作为父母的职责。 当他的儿子还是个婴儿时,他保护了他。 随着儿子长大,他的父亲和他一起打球,鼓励他,并试图教他有关上帝和生活的知识。 但在青少年的时候,这个男孩就疏远了自己,很快就离开了他,享受他的自由。 他拒绝了父亲教给他的价值观。 他做出愚蠢的决定并陷入困境。 他的父亲很失望,但总是对他很有耐心。 “不管他做了什么,”他说,“他仍然是我的儿子。 我永远不会停止爱他。 在我家他将永远受到接纳。” 父子团聚的欢乐日子终于到来了。
路加福音 15:20 中浪子的故事讲述了最小的儿子向父亲要求父亲把他應得的家業分給他,这成为他的权利。 尽管现在还不是给他的时候,因为他的父亲还活着。 但因为他的父亲爱他,所以将他应得的给他(11-12 节)。 遗憾的是,交托给最小儿子的没有得到妥善经营照管。 他去了一个很远的地方,任意放蕩、浪費資財。他没有再听他父亲的劝告,直到他失去了一切。 在这种连饭都吃不饱的情况下,他才恍然大悟,想起了父亲家里的一切。 最后他决定回到那里成为他父亲的工人之一。 但当他回到家,。相離還遠、他父親看見了、就跑到他身边,拥抱并亲吻了他(第20节)。 这个故事展现了一位如此真诚的父亲的爱,即使他的儿子犯了大错,父亲仍然爱他,甚至原谅他的错误。
同样,父亲也应该学会把爱放在家庭生活的首位。 爱不仅仅是一种感觉,而是一种真实的活动,它是一种可以被感受到并使所爱之人幸福的行动(林前 13:4-7)。 家人是爱的对象,父亲必须公正地爱他们所有的家人。
“一个聪明的父母会公正地爱他的孩子”
作者:椰嘉達基督徒會堂順德堂會 – 马波比牧師
翻译员: 陈虹霞
默想问题
1. 父亲应该有怎样的态度对孩子表达爱?
2. 孩子应该如何回应父爱?
Nats Alkitab : Ratapan 3:22-23
Penulis : G.I. Eva Chrisviana
Lagu “What a Friend We Have in Jesus” diciptakan oleh Joseph Medlicott Scriven pada tahun 1855. Lagu ini begitu indah dan memiliki makna yang dalam tentang relasi seseorang kepada Tuhan. Walaupun sebenarnya kehidupan Joseph tidak selalu indah. Dia harus mengalami peristiwa menyedihkan berkali-kali dalam hidupnya. Namun ia tidak putus asa, ia percaya di dalam Tuhan ada kasih setia yang tidak habis-habisnya. Sampai akhir hidupnya, Joseph terus menyadarkan pengharapannya kepada Kristus sebagai sobat sejatinya.
Kitab Ratapan merupakan kitab yang dituliskan oleh Nabi Yeremia. Kitab ini dituliskan untuk mengungkapkan kesedihan yang sangat dan penderitaan emosionalnya atas kerusakan Yerusalem yang tragis. Yeremia menuliskan kitab Ratapan pada realitas bahwa semua kemegahan yang menjadi kebanggaan bangsa Yahudi, hanya menjadi puing-puing saja. Kemegahan Bait Allah yang menjadi sumber kebanggaan mereka telah menjadi reruntuhan yang tidak berharga. Mereka dibuang ke Babel, dan identitas mereka sekarang menjadi seorang pendatang. Seolah-oleh Allah benar-benar membuang mereka dan tidak lagi memedulikan mereka. Tetapi di dalam ratapan yang sangat emosional Yeremia memproklamirkan bahwa masih ada “Harapan” dalam situasi duka yang mendalam (ay. 22-23). Yeremia mengingatkan kembali ada pribadi Tuhan bagi umat yang sedang berduka, kasih dan kesetiaan Tuhan begitu besar bagi umat-Nya. Janji pemulihan disediakan Allah bagi orang-orang yang bertekun kepada dan mencari Dia (ay. 25).
Kasih setia Tuhan selalu tersedia bagi umat-Nya. Selalu baru setiap hari. Itu adalah bukti bahwa pengharapan baru dari Tuhan berikan bagi kita. Akan selalu ada pengalaman dan kesempatan yang baru yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Maka dari itu marilah kita belajar untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, karena harapan baru yang datang hanya anugerah Tuhan. Masa sulit dalam hidup kita biar lah menjadi sebuah perjalanan iman kita bersama Tuhan. Proses yang membuat kita percaya bahwa dalam pergumulan apa pun, harapan akan selalu ada. Karena, kasih setia Tuhan selalu tersedia bagi umat-Nya.
Tak berkesudahan kasih setia Tuhan besar setia-Mu bagi diri Ku.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang menjadi persoalan terberat dalam kehidupan anda ?
2. Langkah apa yang akan anda ambil agar bisa tenang menghadapi persoalan anda ?
诗篇 57:1
“哦,我的灵魂何等欢喜,尽管我无法看见!
我已定规在这尘世,我要发奋自强不息。
我欢喜发出许多赞美,其他人却无法如此;
我不会,我也不愿,因失明而哭泣叹息。”
这些诗句是由一名叫芬尼.克罗斯贝(Frances Jane Crosby)的人发表的,她从婴儿时期因眼睛发炎而失明。克罗斯贝从很小的时候就开始透过每周阅读5章的圣经与上帝建立了关系。从那样的学习中,她对上帝的庇护更加自信。她在她不足的情况下感到平安。
诗人在他的一生中也经历过非常艰难的境遇。在第4节中,描述了一群人试图摧毁他。甚至诗人也将他们描述成长着有如枪和剑锋利牙齿和舌头有如快刀的野狮子。这位诗人所面临的困难几乎使他的信心摇动。这是因为他处于敌人压力之中。然而,当诗人面对那些问题时,他将他的心与灵转移到上帝的荫下。诗人祈求上帝的怜悯(第1节)。他深信上帝必定帮助他,并为他解决他所面临的问题(第2节)。
生活在上帝的荫下让我们意识到,在我们生活的问题中,我们要来到祂那里。就如克罗斯贝和大卫那样,在上帝的荫下寻求正确的帮助。生活在上帝的荫下提醒我们,当我们处于生活的所有挣扎中时,上帝就是那能赐予我们内心平静与安宁的避难所。在上帝的荫下使我们在上帝爱的拥抱里感觉到平安和舒适。因此,从未有过完全充满欢笑或者完全悲伤的生活。如果我们有挣扎的重担,就到祂那里去,因为只有在上帝里我们才能在他荫下得平安。
无论您的人生旅程如何,
我们在上帝的荫下都能度过它。
作者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 –施艾嘉傳道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 您一生中最大的挣扎是什么?
2. 您如何才能摆脱生活的困境?
From the publisher's feed