
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Matius 8:1-4
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Sewaktu mahasiswa, saya menjalani masa praktik pelayanan selama dua bulan di satu gereja injili konservatif di Jawa Tengah. Uniknya, gereja itu mengadakan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) pemulihan dan kesembuhan. Gereja itu mengundang satu hamba Tuhan yang terkenal sering melakukan ritual-ritual kesembuhan di setiap ibadah yang dilayaninya. Menariknya, KKR hari itu dihadiri oleh banyak oranghingga kursi gereja tidak cukup. Saat ibadah, saya secara langsung melihat orang yang lumpuh bisa berjalan, serta beberapa mukjizat kesembuhan lainnya. Sayangnya, bagi saya KKR ini menjadi sensasional dan kontroversial belaka, ketika seminggu setelahnya saya melihat jemaat yang lumpuh itu ternyata tidak sungguh mengalami kesembuhan. Dia masih harus duduk di kursi roda. Memang apa pentingnya sebuah mukjizat bagi iman Kristen? Perlukah gereja melakukannya?
Untuk menjawab pertanyaan itu, tentu kita perlu tahu alasan Yesus mengadakan mukjizat. Ketika Yesus menyembuhkan orang kusta, Ia kemudian menyuruh orang itu menghadap para imam. Yesus berkata, “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka” (ay. 4). Mengapa hanya memberitahukan para imamsaja dan dilarang kepada yang lain? Para imam saat itu menjadi kelompok yang membenci Yesus. Di sini Tuhan Yesus memakai mukjizat untuk meneguhkan pemberitaan firman-Nya. Tujuan mukjizatadalah untuk memperkenalkan Yesus Kristus. Dalam Kisah Para Rasul, sebagian besar mukjizat diikuti dengan kebangunan rohani dan pertobatan orang banyak. Selain itu,mukjizat juga harus menjadi sarana pertumbuhan rohani bagi orang percaya. Mukjizat menjadi ekspresi kasih dan kepedulian Allah.
Jadi perlukah gereja melakukan KKR mukjizat kesembuhan? Bagaimana respons orang-orang ketika mendapatkannya? Ironisnya, orang pada zaman ini lebih banyak mencari mukjizatdaripadaberelasi dengan Tuhan. Tidak jarang, mukjizat justru menjadi penghambat pertumbuhan rohani. Alih-alih mendewasakan, mukjizat justru menghasilkan “anak-anak manja”. Mujizat menjadi semacam “manisan dan permen” yang lebih diminati daripada “makanan keras”. Bahkan ada rasa kecewa ketika mukjizat tidak sungguh terjadi. “Mukjizat tipu-tipu” yang menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengenal Yesus. Coba lihat Israel di Perjanjian Lama. Hidup mereka bergelimang mukjizat, tapi mereka sering tidak taat.Mereka dijuluki sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Demikian pula pada Perjanjian Baru, bagaimana orang banyak hanya mau mengikuti Yesus untuk mengalami mukjizat, tapi tidak mau jadi murid-Nya. Yohanes mencatat, “...banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena melihat tanda-tanda yang diadakannya. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua” (Yoh. 2:23-24). Ironis bukan?
“Mukjizat adalah sarana untuk meneguhkan kebenaran firman Tuhan dan mengarahkan orang kepada Yesus”
Pertanyaan Refleksi:
1.Seberapa penting adanya mukjizat-mukjizat Tuhan dalam hidup kita?Apa alasannya?
2.Mengapa mukjizat-mukjizat masa kini seringkali malah menjadi batu sandungan?
以赛亚书40:10-11
我的家人在屋里种玫瑰花。我被那些看起来很鲜艳的玫瑰花吸引住了,并用手摸它那非常娇嫩的花瓣。可惜美丽玫瑰的茎上有尖刺。我的手被刺伤流血了。神为什么要创造那尖刺?玫瑰花瓣很容易掉落。如果茎受到摇动,花瓣就会掉下。因此,刺用于保护玫瑰花瓣免受周围嬉闹的鸟儿。这两个方面使玫瑰变得美丽。
神的爱也因有两个方面所以美好,即刚硬和温柔。以赛亚书 40:10-11 描述了神之爱的两个方面。第10节说:“ 主耶和华必像大能者临到;祂的膀臂必为他掌权。祂的赏赐在祂那里;祂的报应在祂面前。”在这里,神被描绘成从战场中归来的英雄。祂带着战利物品和战俘回来了。这就是神刚硬的一面。另一方面,第 11 节说:“祂必像牧人牧养自己的羊群,用膀臂聚集羊羔抱在怀中,慢慢引导那乳养小羊的。”在这里,神被描述为一个牧羊人,祂把羊抱在怀里,温柔地爱抚牠们。这就是神温柔的一面。对神爱的两面性的描述,贯穿于旧约神子民的生命历程中。有时神是“温柔而温和的”,但有时祂是残酷而严厉的。有时神护卫,有时神惩罚。有刚硬的一面,也有温柔的一面。
为了健康的信心成长,确实需要这两方面。如果我们不断受到“温柔”的对待并且我们所有的意愿都得到满足,我们就会发育不良且信心幼嫩。当神惩罚我们时,是祂不爱吗?不是的。神的惩罚和管教乃是爱的一部分。坚定和坚硬也是爱的表达。就像父母坚定地教育孩子一样。当孩子犯错误时,你作为父母的执意惩罚他们。当然,是为了你孩子的好处,对吧?那是证明你透过在爱中拥有软硬的两面来爱他们。这也是神对我们作为祂儿女的爱。被建立并成熟为祂而活的爱。
“温柔但没配上刚硬的爱会褪为盲目且娇宠的爱。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會–艾爾發傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.“爱有软硬两面”的定义是什么?
2.在神严厉斥责我们的同时,我们如何理解神的美善?
Nats Alkitab : Yesaya 40:10-11
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Di rumah, keluarga saya menanam bunga mawar. Saya tertarik dengan bunga mawar yang terlihat segar, dan memegang kelopaknya yang sangat halus. Sayangnya,tangkai mawar yang cantik itu berduri tajam. Tangan saya berdarah saat memegangnya. Untuk apa Tuhan menciptakan duri itu? Kelopak bunga mawar sangat mudah jatuh. Jika tangkainya digoyang, gugurlah kelopak-kelopaknya. Jadi, duri berfungsi melindungi kelopak mawar dari burung-burung yang bermain di sekitarnya. Dua sisi itu yang membuat bunga mawar menjadi indah.
Kasih Allah juga indah karena memiliki dua sisi: yang keras dan yang lembut. Yesaya 40:10-11 menggambarkan dua sisi kasih Allah. Ayat 10 berbunyi, “Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.” Di sini Allah digambarkan sebagai pahlawan yang pulang dari peperangan. Ia pulang membawa rampasan dan tawanan perang. Itulah sisi keras Allah. Sebaliknya, ayat 11 berbunyi, “Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.” Di sini Allah digambarkan sebagai gembala yang memangku domba dan mengelusnya dengan lemah lembut. Itulah sisi lembut dari Allah. Gambaran tentang dua sisi kasih Allah itu tampak di sepanjang perjalanan hidup umat Allah di Perjanjian Lama. Kadang Allah bersikap ‘lunak dan luwes’, namun kadang kejam dan keras. Kadang Allah membela, kadang Allah menghukum. Ada sisi keras dan sisi lembut.
Untuk pertumbuhan iman yang sehat, memang diperlukan kedua sisi itu. Iman kita akan menjadi kerdil dan kekanak-kanakan kalau terus menerus diperlakukan dengan ‘lunak’ dan semua keinginan kita dikabulkan. Danapakah Allah tidak mengasihi ketika Ia menghukum kita? Tidak. Hukuman dan didikan Allah adalah bagian dari kasih. Tegas dan keras juga merupakan ungkapan kasih. Sama seperti orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan tegas. Anda sebagai orang tua pasti akan menghukum mereka ketika berbuat salah. Tentunya, demi kebaikan anak-anak Anda, bukan? Itu adalah bukti Anda mengasihi mereka. Dengan memilikisisilembutdankerasdi dalamkasih. DemikianlahkasihTuhankepadakitasebagaianak-anak-Nya. Kasih yang membangundanmendewasakanuntukhidupbagi Dia.
“Kasih yang lembut namun tidak diimbangi oleh kasih yang keras bisa luntur menjadi cinta buta dan kasih yang manja.”
Pertanyaan Refleksi:
1.Apa definisi“kasih memiliki dua sisi: yang keras dan yang lembut”?
2.Bagaimana cara kita memahami kebaikan Allah di tengah teguran-Nya yang keras kepada kita?
箴言 1:7
我的朋友名叫安迪。他向我诉说他和父亲的童年经历。凭借作为印尼国家武装部队成员的专业背景,他的父亲对他进行了严格的教育。如果安迪犯了错误,父亲会大声斥责他。安迪经常感到恐惧,但这并没有让他想要远离父亲。原因是安迪需要父亲的存在。每天养育他,保护他免受伤害并在困难时支持他的父亲。那种恐惧反而让他顺服和尊敬父亲。
箴言书的作者所体验的也是这样的感觉。他说:“敬畏耶和华是知识的开端…”。敬畏耶和华的,大有倚靠(箴14:26)。“敬畏上帝”意味着什么?敬畏上帝含有两个意思。第一点是“惊恐或畏惧”的意思。圣经记载了许多关于人们面对上帝时的恐惧反应的故事。例如,上帝在火中的出现(出埃及记19:20),或以雷电象征为上帝的声音(约伯记37:4)。第二点是尊重或敬重的意思。圣经将这种态度记载为与上帝建立美好关系的结果。我们完全相信上帝的美好。“畏惧”更多是一种暂时的反应。相反的,敬重会持续更稳定且更久。虽然不同,但这两种感觉是相关的。也许开始时是“畏惧”。但这种感觉发展成了敬重。这种双重感觉似乎是箴言作者的亲身体验。所以“敬重与畏惧上帝”这句话称为“敬畏上帝”的态度。
我们是否对上帝有敬畏之心呢?畏惧感会让我们意识到,所犯下的每一个错误都会有后果要承担。然而,畏惧也需要带到亲近上帝,从而引发敬重。敬重掌管我们生命的上帝。祂从不离开我们。就像父亲对待孩子,同样上帝也始终关心和保护我们。上帝已经如此爱我们,就让我们怀着敬畏的心跟随和敬拜祂吧。
“敬畏上帝是带来智慧的指示”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 艾爾發傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.我们要如何才能拥有敬畏上帝的感觉?
2.为什么敬畏上帝会带来智慧和知识?
Nats Alkitab : Amsal 1:7
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Teman saya bernama Andy.Ia menceritakan pengalaman masa kecil bersama sang Ayah. Dilatarbelakangi profesianggota TNI (Tentara Nasional Indonesia), Ayah mendidiknya dengan keras. Jika Andy berbuat salah, Beliau akan menegur dengan suara lantang. Andy sering merasa takut, namun tidak membuatnya ingin menjauhi Ayah. Alasannya, karena Andy memerlukan kehadiran sang Ayah. Ayah yang memberinya makan setiap hari,melindungi dari bahaya dan mendukungnya saatsusah. Rasa takut itujustrumembuatnya patuh dan hormat pada Ayah.
Perasaan itulah yang dialami penulis kitab Amsal. Dia mengatakan, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,...”. Dalam takut akan Tuhan juga ada ketenteraman (Ams. 14:26). Apa arti “takut akan Tuhan?” Takut akan Tuhan mengandung dua arti. Pertama, takut dalam arti “ngeri atau gentar”. Alkitab mencatat banyak cerita tentang reaksi orang yang takut ketika berhadapan dengan Tuhan. Misalnya kehadiran Tuhan di dalam api (Kel. 19:20), atau suara Allah yang disimbolkan dengan guntur dan petir (Ayb. 37:4). Kedua, takut dalam arti respek atau hormat. Alkitab mencatat sikap ini sebagai hasil dari relasi yang baik dengan Tuhan. Kita percaya sepenuhnya pada kebaikan Tuhan. Takut dalam arti “ngeri” lebih merupakan reaksi yang berlangsung sementara. Sebaliknya, takut dalam arti hormat akanberlangsung lebihtetap dantahan lama. Walaupun berbeda, kedua perasaan itu berkaitan. Mungkin awalnya adalah takut dalam arti “ngeri”.Namun perasaan itu berkembang menjadi takut dalam arti hormat. Perasaan ganda seperti ini yang sepertinya dialami oleh penulis Amsal. Ungkapan “takut akan Tuhan” juga dapat disebut sikap “hormat kepada Tuhan”.
Sudahkah kita memiliki rasa takut dan hormat kepada Tuhan? Rasa takut akan menyadarkan kita bahwa setiap pelanggaran yang kita lakukan akan ada konsekuensinya. Namun, rasa takut juga perlu dibawa mendekat pada Tuhan, sehingga memunculkan rasa hormat. Hormat kepada Tuhanyang menguasaikehidupan kita. Ia tidak pernah meninggalkan kita. Seperti seorang ayah pada anaknya, demikian juga Tuhan selalu memelihara dan menjaga kita. Kalau Allah sudah sedemikian besar mengasihi kita, marilah kita mengikuti dan menyembah-Nya dengan rasa takut dan hormat.
“Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat”
Pertanyaan Refleksi:
1.Bagaimana caranyaagar kita dapatmemiliki rasa takut dan hormat kepada Tuhan?
2.Mengapa rasa takut dan hormat kepada Tuhan mendatangkan hikmat dan pengetahuan?
路加福音 14:25-26
在世界上大多数宗教的信仰中,赎罪被认为是人类努力悔改以获得他们神明的饶恕。例如:伊斯兰教教导说,可以透过悔改来从罪中解脱。在伊斯兰百科全书中,悔改的功能和目的不仅是赎罪,也是亲近真主的一种方式。另一个例子:犹太教教导透过焚烧赎罪祭、禁食、施舍和学习律法来赎罪。他们认为赎罪需要人的努力。基督教的教导却不同。耶稣教导倡议悔改的不是来自人,而是神。
上帝差遣祂的独生子为人类赎罪死在十字架上。如果耶稣是我们“唯一”的救赎主,我们是让祂成为生命最重要的“唯一”,还是只成为最重要的“其中之一”?在当时,许多人跟随耶稣只是为了看神迹和医治,有些人只是因为想要食物。他们将耶稣成为生命和幸福的“其中之一”的源头。然而,耶稣说跟随祂意味着“要恨家人,甚至恨自己的性命”。当然,恨家人是与耶稣其他的教导冲突(马太福音22:39)。那么“恨家人”意味着什么呢?要理解耶稣的话,我们需要看看当时盛行的文化背景。如果一个人在没有家人同意的情况下继续跟随耶稣,那么他仍然被视为是恨他的家人。跟随耶稣的决定也能够被理解为忽略家庭并离开他们的一个挑战。这就是必须做出最关键决定的要点。愿意离开家庭而跟随耶稣,或者选择家庭而离开耶稣。
在家人反对下跟随耶稣的决定并非容易的事。例如,即使我们受到家人的禁止但仍然决定到教会做礼拜并受洗,结果我们被家人仇视甚至受迫害。让耶稣成为生命中最重要且唯一的确实有被家人憎恨的风险,尤其如果他们与我们的信仰不同。然而,所付出的代价不会徒然。我们将成为幸福的人,因为耶稣会帮助我们并使我们有能力来跟随祂。
“基督门徒的幸福就是让耶稣成为他生命中唯一重要的一位”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 艾爾發傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.“为着跟随耶稣而恨家人”是什么意思?
2.如何让耶稣成为我们生命中唯独的一位?
Nats Alkitab : Lukas 14:25-26
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Dalam kepercayaan sebagian besar agama di dunia, penebusan dosa diyakini sebagai usaha pertobatan manusia untuk mendapatkan pengampunan dari allah mereka. Misalnya: Islam mengajarkan bahwa membebaskan diri dari dosa dapat dilakukan dengan bertobat. Dalam Ensiklopedi Islam, fungsi dan tujuan tobat bukan hanya sebagai penghapus dosa, melainkan juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Contoh lain: Agama Yahudimengajarkan penebusan dosa dengan cara membakar korban penebusan, berpuasa, pemberian sedekah dan mempelajari Taurat.Mereka percayabahwa penebusan dosa membutuhkan usaha manusia.Kekristenan mengajarkan sesuatu yang berbeda. Yesus mengajarkan insiatif pertobatan bukan datang dari manusia, namun dari Allah.
Allah mengutus “Satu-satunya” Anak-Nya yang Tunggal untuk mati disalibkan, demi penebusan dosa manusia. JikaYesus adalah “Satu-satunya”Penebus kita,apakahkita sudah menjadikan Diasebagai “Satu-satunya” yang terutamadi dalam hidup ini, atau hanya menjadi“salah satu” yang utama? Pada masa itu, banyak orang mengikuti Yesus hanya untuk menonton mukjizat dan penyembuhan, adapulahanya karena mau makanan. Mereka menjadikan Yesus sebagai “salah satu” sumber kehidupan dan kebahagiaan. Namun, Yesus mengatakan bahwa konsekuensiuntuk mengikut-Nya adalah“membenci keluarga bahkan nyawanya sendiri”. Tentu saja membenci keluarga akan bertentangan dengan ajaran Yesus yang lainnya (Matius 22:39). Lalu apa maksudnya “membenci keluarga”? Untuk memahami perkataan Yesus, kita perlu melihat konteks budaya yang berlaku saat itu. Jika seseorang tetap mengikut Yesus tanpa persetujuan keluarga, maka ia tetap dianggap membenci keluarganya.Keputusan mengikut Yesus dapat berarti mengabaikan tantangan keluarga dan pergi meninggalkan mereka. Di situlah keputusan paling krusial yang harus diambil. Mau mengikut Yesus dan meninggalkan keluarga, atau lebih memilih keluarga dan meninggalkan Yesus.
Keputusan untuk mengikut Yesus yang ditentang oleh keluarga memang bukan perkara yang mudah. Misalnya, keputusan untuk beribadah di gereja dan dibaptis, meski keluarga sudah melarang. Risikonya, kita dimusuhi bahkan dianiaya. Menjadikan Yesus sebagaiSatu-satunya yang utama dalam hidup memang berisiko dibenci keluarga, terlebihjika tidak seiman dengan kita. Namun, harga yang harus dibayarkan tidak akan berakhir dengan sia-sia. Kita akan menjadi orang yang berbahagia, karena Yesus yang akan menolong dan memampukan kita untuk mengikuti-Nya.
“Kebahagiaan murid Kristusadalahmenjadikan Yesus sebagaiSatu-satunya yang berarti dalam hidupnya”
Pertanyaan Refleksi:
1.Apa yang dimaksud dengan “membenci keluarga untuk mengikut Yesus” ?
2.Bagaimana caranya menjadikan Yesus sebagai yang Satu-satunya dalam hidup kita?
马太福音25:19-23
我们不应低估拇指的力量。当你使用拇指按下手机上的按钮“发送”时,发送的信息会影响收件人的心情。拇指蘸墨水然后盖在一封信上,使这封信具有法律效力。同样,我们向他人展示的拇指方向也会影响那个人的心态。竖起大拇指表示赞赏。使收到它的人高兴并感到受重视。他会被激励去做更好的事情。
我们的上帝是美好的上帝。祂不是吝于奖赏的神。虽然神会责备做坏事的人。但他也赞扬那些做美好事情的人。上帝称赞那些把最美好的赞美、服事和奉献给祂的人。有一次,主耶稣把神国比喻为一个主人,把家业交给他的仆人管理。在这个比喻中,主人被比作拟人化的上帝。我们可以看到主人如何称赞仆人的成就,“好,你这又良善又忠心的仆人,你在不多的事上有忠心,…可以进来享受你主人的快乐。”(马太福音25:21,23)。他似乎竖起了大拇指。上帝有拇指并向那些良善和忠心的人竖起祂的拇指。
上帝赐给了我们许多祝福。祂赐给我们健康、成就和足够的饮食。甚至赐给我们祂的生命。祂死在十字架上,使我们领受赦罪之恩和永恒的救赎。相反的,我们是否已把最好的奉献给上帝?可否想象我们现在正站在上帝面前而得到的将是什么?上帝会称赞我们“好,你这又良善又忠心的仆人,你在不多的事上有忠心,…可以进来享受你主人的快乐。”吗?或者上帝伤心地看我们?因为我们没有把最好的献给祂。来寻求上帝的赞扬过于寻求人的称赞吧。
“上帝赞扬那些愿意摆上最好的人。”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 艾爾發傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1. 为什么上帝在马太福音 25:21和23节中赞扬祂忠心的仆人?
2. 你是属于忠心的仆人还是邪恶的仆人?是什么理由?
Nats Alkitab : Matius 25:19-23
Penulis : G.I. Alfa Imannuel
Kita tidak boleh meremehkan kekuatan sebuah jempol. Saat memencet tombol “send” di telepon genggam menggunakan jempol, pesan yang terkirim bisa mempengaruhi suasana hati penerimanya. Jempol yang dicelupkan di tinta kemudian dicap pada sebuah surat, membuat suratnya memiliki kekuatan yang sah di mata hukum. Demikian juga arah jempol yang kita acungkan pada orang lain, bisa mempengaruhi mental orang itu. Jempol yang terarah ke atas menunjukkan sebuah apresiasi. Jempol itu membuat orang yang menerimanya bahagia dan merasa dihargai. Ia akan termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.
Tuhan kita adalah Allah yang baik. Ia bukan Allah yang pelit memberikan penghargaan. Tuhan memang menegur orang-orang yang melakukan hal-hal buruk. Tetapi, Ia juga memuji orang-orang yang melakukan hal-hal baik. Tuhan memuji orang-orang yang memberikan pujian, pelayanan dan persembahan yang terbaik kepada-Nya. Satu kali, Tuhan Yesus mengibaratkan Kerajaan Allah seperti seorang majikan yang memercayakan suatu pengelolaan kepada para pegawainya. Dalam perumpamaan ini majikan itu menjadi personifikasi Allah. Kita bisa melihat bagaimana majikan itu memuji prestasi pegawainya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil,... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat. 25:21,23). Ia seolah-oleh memberi acungan jempol. Tuhan mempunyai jempol dan Ia mengacungkan jempol-Nya kepada mereka yang baik dan setia.
Tuhan sudah banyak memberikan berkat bagi kita. Tuhan memberikan kita kesehatan, keberhasilan dan makanan yang cukup. Bahkan, Tuhan memberikan hidup-Nya sendiri. Tuhan mati disalibkan supaya kita mendapatkan berkat pengampunan dosa dan keselamatan kekal. Sebaliknya, sudahkah kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan? Bayangkan saat ini kita berdiri di hadapan Allah. Apakah yang akan kita dapatkan? Apakah Tuhan akan memuji kita? “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil,... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Ataukah Tuhan akan bersedih melihat kita? Karena kita tidak memberikan yang terbaik pada Tuhan. Carilah pujian dari Tuhan, ketimbang mencari pujian dari manusia.
“Tuhan memuji orang-orang yang mau memberi yang terbaik.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Mengapa Tuhan memuji hambanya yang setia dalam Injil Matius 25:21&23 ?
2.Apakah anda termasuk hamba yang setia atau hamba yang jahat? Apa alasannya?
使徒行传 20:35;哥林多前书 13:13
L'Arche 是一个服事和照顾有特殊需要(或残疾,包括精神残疾)的人的群体。我从亨利·努文(Henri Nouwen)写的一本名为《浪子回头》的书中了解到这个群体的存在。当努文经历他生命中的属灵危机时,拜访了这个群体并参与服事。见了那些有特殊需要的人后,终于使他的灵性再次苏醒起来。他在那群体中找到了上帝的大爱。
施予他人爱可以让人感到幸福。是谁感到幸福呢?不仅是接受的人,施予的人更感幸福。那些有过经历从自己的缺乏中施予作为爱的表达的人,一定曾感受过幸福的人乃是他。耶稣本身曾经说过,“施比受更為有福”(使徒行传20:35)。使徒保罗曾经解释过神奇的爱是多么的美。爱是温柔体贴、恒久忍耐、又有恩慈、愿意受苦。最后保罗在哥林多前书13:13总结了有关爱:“如今常存的有信,有望,有愛這三樣,其中最大的是愛”。“最大的”希腊语翻译是“meizoon”意思是最强大、最崇高、最伟大或最神奇的。因此,施予他人爱具有使自己和他人幸福的能力和神奇。
也许这个时候在我们当中虽有很多财富,但未感觉幸福的人。得幸福其中之一的方法就是把一部分的财物施给有需要的人。我们给饥饿的人吃一块面包或一包米饭可以使人微笑。给正在需要付学费的主内弟兄姐妹一些钱,可以燃起盼望。为照顾残疾、生病和身体虚弱的人所付出的能力会让人流泪。接受者感动流的泪和施予者幸福流的泪。不是神奇吗?
“施比受更为有福”
作者:椰嘉達基督徒會堂五角橋堂會 – 艾爾發傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.为什么当今世界需要更多愿意与他人分享爱的人?
2.当更多的人想要爱别人时,我们的世界会变得什么?
From the publisher's feed