Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 6-3-2022 - Tuhan Adalah Penebus Kita! (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yesaya 43:1-2

    Penulis : Pdt. Elisa Istianto


    Manusia dapat hidup 40 hari tanpa makan; tanpa air bisa bertahan hidup 3 hari; tanpa bernafas bisa bertahan hidup 4-8 menit. Tapi manusia tanpa harapan bisamati hanya dalam 1 detik. Dalam kesesakan, manusia membutuhkan pengharapan bahwa Tuhan akan memperhatikan dan menolongnya.  Hal ini dialami bangsa Israel. Pasal-pasal ini ditulis selama tahun-tahun akhir hidup Yesaya. Allah menyatakan nubuat-nubuat ini untuk memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat-Nya, selama mereka tertawan di Babel 150 tahun sesudah zaman Yesaya.


    Allah mengungkapkan kasih-Nya kepada Israel.Padahal bangsa Israel tidak berjalan di jalan Allah. Seharusnya Tuhan meninggalkan dan menghancurkan mereka.  Tetapi sebaliknya, kita mendengar kata-kata yang penuh kasih dan perhatian. Allah menebus mereka, pertama-tama menebus mereka dari tanah Mesir.  Kemudian Allah juga menebus mereka dari banyak perbudakan lain, karena kasih-Nya dan belas kasihan-Nya (Yes. 63:9).Terlebih lagi Ia akan memelihara mereka yang ditebus dengan darah Anak-Nya. Allah sendiri telah memanggil kita dengan nama kita. Bentuk dari keintiman dan perhatian khusus dari Dia kepada kita.Karena anugerah-Nya, kita adalah milik-Nya.Tuhan memiliki minat khusus kepada kita karena karya Kristus. Kita adalah milik Tuhan, sehingga tidak perlu takut kepada siapa atau apa yang menjadi lawan kita.Janji itu adalah untuk semua orang yang jauh, sebanyak yang akan dipanggil, diselamatkandan menjadi ciptaan baru oleh Tuhan Allah kita. 


    Tuhan menyertai gereja-Nya. Karena itu jangan biarkan dirimu dikuasai oleh ketakutan. Bahkan virus Omicron sekalipun tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan. Tuhan telah menebus kita.  Ia terus mengasihi dan memelihara umat-Nya.  Kita adalah buatan Allah, diciptakan oleh-Nya untuk pekerjaan baik (Ef. 2:10).  Apabila kita mengalami kesulitan dan kesengsaraan, kita tidak akan hancur, karena Dia ada bersama kita (Yes. 43:2,5). Kita ini berharga dan mulia di pandangan-Nya. Kita menjaditarget kasih-Nya yang besar (Yes. 43:4).Biarlah kita sadar bahwa Dia telah membayar harga tebusan dengan darah-nya sendiri. Kesadaran itu kiranya menolong kita untuk memuliakan Dia, dengan melakukan pekerjaan baik yang disediakan bagi kita.


    “Tuhan telah menebus kita, karena kita berharga di mata-Nya”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Jika Allah adalah Penebusmu, seberapa besar dampaknya dalam  menghadapi kesulitan-kesulitan hidupmu? 

    2.Apa jaminan  Allah yang dapat menolong kita untuk tidak takut dalam menghadapi kesukaran dan kesengsaraan hidup di dunia ini?


    5 min
  • 5-3-2022 - 想要得到恰当的对待吗? (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    马太福音 7:12


    在日常交往中,我曾听到一些年轻人在他们首次见面时会用难听的话来打招呼。出乎意料的是,他们面带微笑地用不合宜的语言互相打招呼。看来,这种打招呼方式已经成为了这群年轻人的风格。这样的打招呼在这群人中已成为司空见惯,因为是根据他们个人的性格而固定的。他们同意并且对不恰当的习惯感到满意。我很难接受他人以这样的方式对我打招呼,更别说我会如此和别人打招呼。


    今天的经文是所有律法和先知书的本质。试想一下,当我们如同别人恰当地对待我们那样去对待别人时,基督徒群体里会发生什么。一定是很美吧?主耶稣以先在罗马兵丁钉祂的手和脚时实行出来。基督为他们打开了饶恕之门说:“父啊!赦免他們;因為他們所做的,他們不曉得。”基督提醒说,许多人不晓得不良对待他人的后果是什么。当我们对他人不好时,我们实际上是在允许他人以同样的方式对待我们。基督希望我们基于圣经的话语来度过此生。不只是按照相互同意和社交乐趣彼此快乐而已,就如前述的一群年轻人那样。如果我们的生活只建立在相互同意的基础上,难怪,经常会发生导致家庭破裂的争吵。家庭中的每个成员都不会致力于活出圣经的价值观,只基于仅限于寻找匹配的人类协议。还适合的时候,感觉和平。但是当分歧出现时,就会失去和平。是这样吗?


    主耶稣没有教导我们成为被动的信徒。被动的意思是,只要我们觉得与他人一致,那么我们就可以保持和平。不是这样!基督教导我们成为祂即使在分歧中也愿意带来和平的子民。主耶稣教导我们要始终恰当地对待别人,就好像我们希望别人对待我们的那样。当我们想得到恰当的对待却不先开始时,我们就会成为自私的人。而自私的人将无法过着成为和平使者的生活。我们又如何呢?


     “如同我们希望别人对待我们那样地去对待别人,将带来并维持和平。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩傳道

    翻译员:黃瓊楓


    思考的問題:

    1.自私生活的作为如何?

    2.如何实践遵照神话语的生活?


    6 min
  • 5-3-2022 - Ingin Diperlakukan Dengan Pantas ? (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 7:12

    Penulis : G.I. Pierre Tilaar


    Dalam pergaulan sehari-hari, saya pernah mendengar beberapa orang anak muda yang sapaan awal jumpa mereka adalah kata-kata yang tak sedap didengar. Anehnya, mereka saling membalas sapaan dengan kata yang tak pantas, sambil tersenyum. Nampaknya cara sapaan tersebut sudah menjadi gaya kelompok anak muda ini. Kata sapaan tersebut menjadi biasa bagi kelompok itu, karena memang disematkan sesuai dengan karakter individu mereka masing-masing. Mereka bersepakat dan merasa cocok dengan kebiasaan yang tak pantas itu. Sulit rasanya bagi saya untuk menerima sapaan seperti demikian, apa lagi memberi sapaan kepada orang lain. 


    Nas hari ini merupakan inti sari dari seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Coba bayangkan apa yang terjadi dalam komunitas Kristen, bila kita memperlakukan orang lain seperti apa yang pantas orang lain lakukan kepada kita. Pasti indah bukan? Tuhan Yesus mempraktikannya lebih dahulu saat tentara Romawi memaku tangan dan kaki-Nya. Kristus membuka pintu pengampunan kepada mereka dengan mengatakan, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Kristus mengingatkan bahwa banyak orang yang tidak tahu apa akibat perlakuan buruk mereka kepada orang lain. Pada saat kita memperlakukan orang lain dengan buruk, sebenarnya kita sedang mengizinkan orang lain memperlakukan kita dengan cara yang sama pula. Kristus ingin agar kita menjalankan hidup ini berdasaran Perkataan Firman. Bukan sekadar seturut kesepakatan dan kesenangan sosial senang sama senang saja, seperti kelompok pemuda di atas. Jika kita manjalani hidup hanya berdasar pada kesepakatan bersama saja, maka tak heran, di rumah tangga sering terjadi percekcokan yang berujung pada kehancuran. Masing-masing anggota keluarga tidak komit menghidupi nilai-nilai Firman, tapi hanya berdasarkan kesepakatan manusiawi yang hanya sebatas mencari kecocokan semata. Ketika masih cocok, terasa damai. Tapi tatkala muncul perbedaan, maka hilanglah damai. Apakah demikian?


    Tuhan Yesus tidak mengajar kita untuk menjadi orang percaya yang pasif. Pasif dalam arti asalkan kita merasa cocok sama cocok dengan orang lain, maka kita bisa memelihara kedamaian. Tidak demikian! Kristus mengajar kita untuk menjadi umat-Nya yang mau menghadirkan damai, meski di tengah-tengah perbedaan. Tuhan Yesus mengajar kita untuk selalu memperlakukan orang lain dengan benar, seperti yang kita ingin orang lain perbuat kepada kita. Saat kita hanya ingin diperlakukan dengan benar dan tidak memulainya lebih dahulu, maka kita akan menjadi orang-orang egois. Dan orang egois tidak akan sanggup hidup sebagai pembawa damai. Bagaimana dengan kita? 


    “Memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin orang lain lakukan kepada kita, akan menghadirkan dan memelihara damai sejahtera.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Bagaimana praktik hidup yang egois itu?

    2.Bagaimana praktik hidup yang sesuai perkataan Firman?


    6 min
  • 4-3-2022 - 来自信徒的身上 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    罗马书12:9-21


    在准备这灵修导引时,我读了一篇文章,其中截取了一位美国将军名叫道格拉斯麦克阿瑟将军所说的话。他在文章中写道,在过去的3400年里,世界上最长的和平时间不超过268年。其余的不过是混乱和战争的人类生活历史。换言之,人类历史充满着比和平更多的是混乱、仇恨和战争。为什么呢?上帝希望祂的子民成为和平的使者,不是吗?


    在今天的经文中,使徒保罗传达了一个关于信徒群体应该如何生活的信息。那些是什么呢?不要做一个假装好心但其实是个坏人。爱弟兄,要彼此亲热;恭敬人,要彼此推让。致力于帮助有困难的人。祝福那些恶待我们的人,而不是诅咒他们。对他人有同理心,和睦相处,谦卑,不要认为自己比别人优越。不要以恶报恶,乃要以善报恶。即使是我们的敌人也仍然继续给予帮助。这是一个效法主耶稣满有慈爱之教导形式的重要叮嘱。甚至在第18节中记载:“若是能行,总要尽力与众人和睦”请注意,作为基督的门徒,我们不被教导去恨那些视我们为敌的人。但问题是,为什么基督教的群体中仍然有冲突发生呢?


    如果我们要诚实地研究,原来所有冲突、敌意和世界第一和第二大战的原因都是来自人类的内在。如果每个人都能学会像基督一样地生活,那么我们就能在日常生活中带来和平。如果我们的家庭关系充满仇恨,又何必要为世界寻求和平而浮夸。如果会友之间互相争斗更何必要为国家寻求和平。让我们继续不断祈求祂的怜悯带领我们学习成为天国的使者并带给地上如同在天上的和平。


     “因为基督的爱是使人与上帝和好的爱,

    所以让我们学习把自己献上使得在基督的爱里不断地更新。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩傳道

    翻译员:黃瓊楓


    思考的問題:

    1. 所有的仇恨和纷争从何而来?

    2.你如何在日常生活中学习成为神国度的使者?


    7 min
  • 4-3-2022 - Dari Diri Orang Percaya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 12:9-21

    Penulis : G.I. Pierre Tilaar


    Saat menyiapkan renungan ini, saya membaca sebuah tulisan yang mengangkat perkataan seorang Jendral Amerika yang bernama Jendral Douglas McArthur. Dalam tulisan tersebut, ia mengatakan bahwa dalam kurun waktu 3400 tahun terakhir ini, kedamaian yang terpanjang di dunia ini tak lebih dari 268 tahun saja. Selebihnya dalam kehidupan manusia adalah sejarah kekacauan dan peperangan belaka. Dengan kata lain, sejarah manusia lebih banyak dipenuhi oleh kekacauan, kebencian dan peperangan dibandingkan dengan kedamaian. Mengapa bisa demikian? Bukankah Allah menghendaki umat-Nya menjadi duta-duta perdamaian?


    Dalam nas hari ini, rasul Paulus memberi pesan bagaimana patutnya komunitas orang percaya menjalani hidupnya. Apa sajakah itu? Jangan jadi orang yang pura-pura baik, tapi sesungguhnya jahat. Saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului memberi hormat. Berkomitmen untuk menolong orang yang dalam kesusahan. Memberkati orang yang jahat kepada kita, dan tidak mengutuk mereka. Memiliki empati terhadap orang lain, hidup rukun, rendah hati dan tidak menganggap diri lebih hebat dari orang lain. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan kebaikan. Tetap memberi bantuan, bahkan kepada musuh kita sekalipun. Ini pesan penting yang meneladani bentuk ajaran Tuhan Yesus yang penuh kasih itu. Bahkan pada ayat 18 menuliskan, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” Perhatikan bahwa sebagai murid Kristus, kita tidak diajarkan untuk membenci orang yang memusuhi kita. Tapi pertanyaannya, mengapa masih ada pertikaian ditengah-tengah komunitas Kristen?


    Bila kita mau jujur dan mengusutnya, ternyata penyebab semua pertikaian, permusuhan hingga perang dunia episode 1 dan 2 adalah dari dalam diri manusia. Andaikan saja semua orang mau belajar hidup seperti Kristus hidup, maka kita bisa menghadirkan damai dalam keseharian kita. Tak usahlah kita muluk-muluk ingin mengusahakan perdamaian dunia, kalau relasi kita dalam keluarga saja penuh kebencian. Tak usahlah kita mengusahakan perdamaian di negeri ini, kalau sesama anggota jemaat saja, gontok-gontokkan. Marilah kita terus menerus memohon belas kasih-Nya untuk belajar menjadi duta-duta kerajaan surga dan menghadirkan damai, di bumi seperti di surga.


    “Karena kasih Kristus adalah kasih yang memperdamaikan manusia dengan Allah, maka marilah kita belajar memberi diri kita untuk terus-menerus diperbarui di dalam kasih Kristus.”



    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Dari manakah datangnya segala kebencian dan pertikaian?

    2. Bagaimana Anda belajar menjadi duta-duta kerajaan Allah dalam keseharian Anda?


    9 min
  • 3-3-2022 - 在各处结出和平的果子 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    加拉太书 5:22-23


    疫情期间,传出消息称不少家庭经历了长期的冲突。有人说新冠肺炎疫情大流行是主要原因。自我隔离期使人们承受压力。在家工作也会造成压力。经济收入下降引起焦虑。经常在家相处更增加家庭冲突的风险。和平似乎从他们的生活中消失了,被疫情大流行偷走了。如果人类生活中失去了和平可想像会发生些什么。我们却是需要被帮助的人,更不用说要成为他人和环境的和平使者。


    今天的经文描述了在圣灵里结出生命的果实应该是和平生活的基础。首先要有爱的生活。因为当我们去爱的时候,我们就会学习透过基督的爱的眼光来看待他人和我们周围的环境。我们会对生活的压力变得更加耐心。有耐心的人不会很快地要求环境以及其他人随我们的意愿而改变。这就是为什么不断锻练耐心会导致谦卑或不傲慢的生活。谦卑的人就像已准备接受和掌控周围发生的情况的人(不容易情绪化)。包括当有人对他做出不愉快的行为时。谦卑的人不轻易发怒。相反的,他将成为愿意饶恕的人。饶恕他人甚至是压迫他生活的环境。最终,一个有爱心的基督徒会成为一个有怜悯心的人。这就是作为和平使者生活的一些要点。


    当疫情大流行的风暴感觉如此漫长且似乎无穷无尽时,生活感到疲累,不是吗?日常生活的气氛也许非常紧张和敏感。人们的情绪变得更容易被愤怒和冲突之火点燃。我们经常听到在家里没有和平。办公室里没有和平。的确,和平却不是由外在的情况和环境造成的,而是来自信徒的内在生命。因此,在这场疫情大流行期间,我们做了什么来成为他人或环境的和平使者?我们是否学会过着把基督的和平带给他人和我们的环境的生活?让我们活在基督的爱里。因为从那里我们可以结出带来和平的生命果实。


     “每天经历和享受基督的爱是成为和平使者的能力之源。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩傳道

    翻译员:黃瓊楓


    思考的問題:

    1.是什么导致一个人难以在日常生活中带来和平?

    2.你如何学会和平生活并成为和平使者?


    6 min
  • 3-3-2022 - Berbuah Damai di Segala Tempat (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Galatia 5:22-23

    Penulis : G.I. Pierre Tilaar


    Selama masa pandemi, terdengar kabar bahwa tak sedikit rumah tangga yang mengalami konflik berkepanjangan. Ada yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 adalah penyebab utamanya. Masa-masa karantina mandiri menyebabkan orang tertekan. Kerja dari rumah menyebabkan stres. Pendapatan keuangan yang menurun menimbulkan keresahan. Sering bertemu di rumah semakin menambah risiko konflik dalam rumah tangga. Damai sejahtera seolah-olah lenyap dari kehidupan mereka, tercuri oleh masa pandemi. Bayangkan apa yang terjadi bila damai sejahtera itu hilang dari hidup manusia. Alih-alih hidup menjadi pembawa damai bagi orang lain dan kedaan sekitar. Justru malah kitalah yang butuh ditolong.


    Nas hari ini memaparkan buah kehidupan dalam Roh Kudus yang patut menjadi dasar hidup dalam damai sejahtera. Pertama, milikilah hidup yang penuh kasih. Karena saat kita mengasihi, maka kita akan belajar melihat orang lain dan keadaan sekitar kita dengan kacamata kasih Kristus. Kita akan menjadi lebih bersabar menghadapi tekanan hidup. Orang yang sabar tidak cepat menuntut keadaan dan orang lain berubah seperti apa yang kita inginkan. Itulah sebabnya, kesabaran yang terus dipraktikkan akan membuahkan hidup yang rendah hati atau tidak sombong. Orang yang rendah hati layaknya seperti orang yang siap menerima dan mengendalikan keadaan yang terjadi di sekitarnya (tidak gampang emosi). Termasuk ketika ada orang yang berlaku tak menyenangkan terhadapnya. Orang yang rendah hati tidak gampang marah. Sebaliknya, ia akan menjadi orang yang mau mengampuni. Mengampuni orang lain dan bahkan keadaan yang menindih hidupnya. Pada akhirnya, orang Kristen yang penuh kasih akan menjadi seseorang yang murah hati. Inilah beberapa pokok penting untuk hidup sebagai pembawa damai.


    Saat badai pandemi terasa begitu panjang dan seolah-olah tak berujung, hidup ini terasa melelahkan, bukan? Suasana keseharian bisa jadi sangat menegangkan dan sensitif. Orang menjadi lebih gampang tersulut api kemarahan dan konflik. Tidak jarang kita dengar bahwa di rumah tidak ada damai. Di kantor tak ada damai. Memang kedamaian itu tidak disebabkan oleh situasi dan keadaan luar (eksternal), melainkan dari dalam hidup orang percaya itu sendiri (internal). Oleh sebab itu, apakah yang telah kita lakukan untuk menjadi pembawa damai bagi orang lain atau lingkungan pada masa pandemi ini? Sudahkah kita belajar untuk hidup sebagai pembawa damai Kristus kepada orang lain dan lingkungan kita? Marilah kita hidup dalam kasih Kristus. Karena dari sinilah kita bisa menghasilkan buah kehidupan yang membawa kedamaian. 


    “Mengalami dan menikmati kasih Kristus setiap hari adalah sumber kekuatan untuk menjadi pembawa damai.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Apa yang menyebabkan seseorang sulit menghadirkan damai dalam kesehariannya?

    2.Bagaimana Anda belajar hidup dalam damai sejahtera dan menjadi pembawa damai?


    7 min
  • 2-3-2022 - 和平爱好者还是和平使者? (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    罗马书 12:21


    安东是个好基督徒。他善良的心以不愿与他人冲突的生活为特征。如果在他的朋友群组中发生冲突,他就会回避并慢慢离开这个群组。安东热爱和平,所以他会维持自己的态度,以免卷入冲突。如果有人不同意他,即使他的心真的不喜欢那个人,他也会以不想争吵的理由而选择回避(沉默)。


    使徒保罗劝勉罗马教会积极处理不愉快的关系。而不是逃避现实或冲突。和平使者意味着采取积极的行动来处理所面临的问题,以便尽可能地解决问题。带来和平意味着冒被误解的风险,甚至有时他的努力没有得到赞赏并且没有成功。“你不可为恶所胜”不应该被解释为为了善而让步的行为。所谓让步是关于逃避以及不想再与问题有所接触的态度是不符合真理的。保罗接着说,“反要以善胜恶!”这是一个信徒应该采取的积极和负责任的行动。以基督的爱为基础的行动。带来和平的人是愿意面对、克服和彻底解决问题,从而创造和平状况。


    实际上,和平使者不同于和平爱好者。为什么呢?因为和平爱好者只谈论有关独自享受的和平,并不想在他们的家庭或群体中试图带来和平。基督敢于冒着风险使人与神和好。祂已准备好冒着被当时维持现状的人误解、怀疑甚至憎恨的风险。我们又如何呢?我们是否敢于面对并以基督的爱努力解决冲突?在这疫情大流行的时期,我们的家庭、教会和社区中正在拨动的哪些问题呢?做一个和平使者吧。不要只做和平爱好者!


     “成为和平使者是一种按照基督愿意付出代价

    为人类带来和平之生命的生活方式。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩傳道

    翻译员:黃瓊楓


    思考的問題:

    1.你现在的家庭、教会、工作、学校群体中有什么问题?

    2.你如何应对冲突?你逃避还是面对并解决冲突?


    5 min
  • 2-3-2022 - Pecintai Damai atau Pendamai ? (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 12:21

    Penulis : G.I. Pierre Tilaar

    Anton adalah seorang Kristen yang baik. Kebaikan hatinya ditandai dengan hidup yang enggan berkonflik dengan orang lain. Bila konflik terjadi dalam kelompok pertemanannya, maka ia akan menghindar dan perlahan-lahan keluar dari kelompok tersebut. Anton mencintai kedamaian sehingga ia akan menjaga sikapnya dengan baik agar sedapat mungkin tak terlibat dalam konflik. Bila ada orang yang berselisih paham dengannya, ia akan memilih untuk menghindar (diam) dengan alasan tidak mau ribut meskipun hatinya amat tak suka kepada orang tersebut.


    Rasul paulus menasihatkan jemaat di Roma untuk menghadapi relasi yang tak menyenangkan, dengan cara yang aktif. Bukan lari dan menghindari keadaan atau konflik yang terjadi. Menjadi pembawa damai berarti melakukan sebuah tindakan aktif untuk menuntaskan masalah-masalah yang sedang dihadapi agar sedapat mungkin persoalannya selesai. Membawa damai berarti mengambil risiko untuk disalahmengerti, bahkan terkadang usahanya tidak dihargai dan tidak berhasil. “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan” tidak boleh kita artikan sebagai tindakan mengalah demi kebaikan. Mengalah dalam artian menghindar dan tak mau berurusan lagi dengan masalah adalah sikap yang tak sesuai kebenaran. Paulus melanjutkan dengan kalimat, “tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Ini adalah tindakan aktif dan bertanggungjawab yang seharusnya dilakukan oleh orang percaya. Tindakan yang dilakukan di atas dasar kasih Kristus. Orang-orang yang membawa damai adalah orang-orang yang mau menghadapi, mengatasi dan menyelesaikan suatu persoalan secara tuntas sehingga kondisi damai tercipta.


    Sesungguhnya pendamai itu berbeda dengan pencinta damai. Mengapa? Karena pencinta damai hanya melulu berbicara tentang menikmati damai seorang diri dan tak mau mengusahakan damai dalam keluarga atau komunitasnya. Kristus berani mengambil risiko untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Ia siap menanggung risiko disalahmengerti, dicurigai, bahkan dibenci oleh kalangan yang mempertahankan status quo, kala itu. Bagaimana dengan kita? Apakah kita berani menghadapi konflik dan dengan kasih Kristus, berjuang untuk menyelesaikannya? Apa masalah yang sedang berkecamuk di keluarga, gereja dan lingkungan kita di era pandemi ini? Jadilah pendamai. Bukan sekadar pencinta damai! 


    “Menjadi pendamai adalah wujud kehidupan seturut hidup Kristus yang mau bayar harga menjadi pembawa damai bagi umat manusia.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Apa persoalan yang ada di keluarga, komunitas gereja, kerja, sekolah Anda saat ini?

    2.Bagaimana Anda menanggapi sebuah konflik? Apakah menghindari konflik atau menghadapi dan menyelesaikannya?


    6 min
  • 1-3-2022 - 与自己和好 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    创世记 32:22-31


    你还记得一位名叫罗宾威廉姆斯的好莱坞电影明星吗?几乎我们每个人都知道这位谐星是谁。他的电影真的很有趣并给观众的生活带来欢乐。然而谁能想到在2014年8月11日传出消息这位艺人因生活压力而自杀身亡?威廉姆斯在半个世纪的岁数时被诊断出患有帕金森氏症。当病痛开始干扰他的一些运动技能时,他对自己感到失望了。因帕金森而失望使威廉非常沮丧,最终在63岁时自杀。原来,这位总能给观众带来和平感觉的演员,却无法与自己的病痛和好。


    今天的经文讲述了雅各与上帝的使者摔跤的故事。导致雅各承认自己是谁,过去的罪和在上帝面前的弱点的摔跤。雅各承认他是个骗子。他欺骗了他的父亲,并夺取了以扫的长子祝福。他生活在无止尽的逃跑中,生怕面对他的哥哥。当上帝的使者听到雅各承认他是谁时,就说:“你的名不要再叫雅各,要叫以色列。”从前狡猾诡诈的雅各,变成了一个懂得什么是与神角力的人。他成为一个知道自己在神里面的呼召的人。在雅各与上帝的使者摔跤的最后,他祈求上帝的祝福。当他与自己和好之后,雅各敢于与他的哥哥以扫见面并与他和好。与自己和好卸下了重压他的一生沉重的包袱。


    我们现在正在经历些什么?没有结束的问题,长期的失望,尚未治愈的病痛? 我们的反应是什么?难道我们不喜欢这些所有情况并用尽我们一切所能地逃离吗?经常发现的结果是问题并没有变得更轻,反而变得越长久越沉重地压住生命。当我们向上帝承认我们所有的问题、软弱和无能时,我们就会找到最合适的避难所。那是在上帝完美恩典中的地方。不要为了逃避问题而不断地逃跑,因为我们会厌倦并最终讨厌生命!挣扎永远存在,但不会摧毁我们。相反的,这些挣扎将教会我们如何与得胜的上帝一起角力,并成为他人的好榜样。


     “基督是我们倾诉这一生的所有软弱和问题最合适的那位。

    祂是我们与自己和好的地方。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 萬碧恩傳道

    翻译员:黃瓊楓


    思考的問題:

    1.与自己和好意味着什么?

    2.为什么你必须与今生的所有情况和好?


    8 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian