
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Matius 14:13-21
Penulis : G.I. Jevin Sengge
Desmond Tutu, seorang aktivis hak-hak sosial di Afrika Selatan pernah mengatakan kalimat sindiran yang tajam, “Ketika misionaris datang ke Afrika, mereka membawa Alkitab dan kami memiliki tanah itu. Mereka berkata ‘Mari kita berdoa.’ Kami menutup mata. Ketika kami membukanya, kami memiliki Alkitab dan mereka memiliki tanah itu.” Perkataan ini menyindir gereja yang seringkali hadir di sebuah tempat namun hanya memikirkan soal kerohanian, tapi tidak kesejahteraan jasmani. Akibatnya, seringkali kegiatan gereja dilakukan hanya untuk mendapat penambahan jemaat baru, namun tidak pernah mengubah secara keseluruhan hidup seseorang.
Berbeda dengan Yesus. Ketika Ia melayani banyak orang. Ia tidak hanya peduli soal kerohanian mereka. Namun Ia juga peka terhadap kebutuhan mereka. Yesus memiliki belas kasihan sehingga Ia turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Ketika Ia melihat banyak orang datang mengikut Dia, murid-murid berencana untuk menyuruh orang-orang itu pergi dan mencari makan karena hari mulai malam. Namun, apa yang dikatakan Yesus, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Yesus mengajarkan kepada murid-murid agar tidak hanya membedakan mana kebutuhan yang terpenting: rohani atau jasmani. Melainkan menyeimbangkan keduanya di dalam melakukan pelayanan.
Sebagai seorang anak Tuhan dan umat pilihan-Nya, kita ditugaskan untuk memberitakan Injil-Nya dan memuridkan sebanyak mungkin orang yang belum percaya. Namun di dalam menjalankan tugas itu, apakah Anda juga peduli terhadap kebutuhan-kebutuhan tertentu dari orang-orang yang berkesusahan. Nama Tuhan tidak hanya dimuliakan di atas panggung ketika beribadah, namun juga melalui kesaksian yang nyata ketika tangan kita dengan rela membagikan roti kepada orang yang lapar. Siapkah Anda menjadi kesaksian itu hari ini?
“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudaraku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya kepada Aku.”
- Yesus Kristus -
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda, apakah itu belas kasihan?
2.Sejauh apakah Anda melakukan belas kasihan itu?
启示录 21:1-8
一位朋友欠下 六千万印尼盾的网上贷款。 由于利息高,债务仍在增长。 与此同时,他被公司开除。同时,他必须支付他的房屋贷款和其他需要。 感觉这个世界和它的未来在一瞬间被粉碎了。 每天早上对他来说都是一个新的地狱。 尽管他经常闪过要自杀的念头。 不过,这对他没有丝毫影响。 出于好奇,我试着问他:“是什么让你变得坚强?” 他回答说:“因为教会和仍然关心我的基督徒。 尽管他们无法让我摆脱这些问题,但他们的关注使我坚强,我仍然有希望。 从他们那里,我对神将降临并恢复世界的破碎状态之国度感觉到一种天堂般的滋味。”
跟随基督的人行善有两个原因。 首先,回应他在耶稣基督的死和复活中所领受的救恩礼物。 第二,作为末世神国降临的影儿。 上帝王国的来临将使一个被罪恶败坏的世界变得完美。 抹去所有的哭泣和哀叹。 取而代之的是上帝的喜乐和荣耀。 尽管它尚未完美。 然而,它实际上是通过教会在世界上的存在而感受到的。 这就是为什么我们知道“已然,未然”的概念。 耶稣基督已经战胜了罪恶的权势、宇宙的诅咒和撒旦的统治,是上帝在地上统治的时代,它将在新天新地中达到完全。
教会不仅仅是一个机构或建筑物。 教会就是众人。 我们每个人都是教会。 如果是这样,那么无论我们身在何处,都应该呈现“神国感”。 我们如何关心受压迫的人,那些被边缘化的人,或者只是负责任地关心上帝的创造物,这是实现上帝王国的一步。 问题是,我们周围的人有没有感受到?
“我们的存在是对即将到来的神国的影儿。”
作者:椰嘉達基督徒會堂喜盛喜地堂會 – 朱思捷傳道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 你的存在多大程度上让你周围的人感受到神的国度?
2. 你做了什么,使到别人蒙福?
Nats Alkitab : Wahyu 21:1-8
Penulis : G.I. Jevin Sengge
Seorang teman terlilit hutang pinjaman online sebesar 60 juta rupiah. Hutang itu masih terus bertambah karena bunganya yang besar. Di saat yang sama, ia dikeluarkan dari pekerjaannya. Sementara ia harus membiayai tagihan rumah dan kebutuhan lainnya. Rasanya dunia dan masa depannya hancur seketika. Setiap pagi adalah neraka baru untuknya. Sekalipun sering terbersit di kepalanya untuk bunuh diri. Namun, sedikitpun tak mempengaruhinya. Penasaran, saya mencoba bertanya kepadanya, “Apa yang membuatmu kuat?” jawabnya, “Karena gereja dan orang-orang Kristen yang masih peduli denganku. Sekalipun tidak bisa mengeluarkanku dari masalah ini, namun perhatian mereka membuatku kuat dan tetap memiliki harapan. Dari mereka, saya merasakan cicipan sorgawi akan Kerajaan Allah yang nanti akan datang dan memulihkan keadaan dunia yang rusak.”
Ada dua alasan mengapa pengikut Kristus melakukan kebaikan. Pertama, sebagai respons atas anugerah keselamatan yang telah Ia terima di dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Kedua, sebagai bayangan dari kedatangan Kerajaan Allah di akhir zaman nanti. Kedatangan Kerajaan Allah akan menyempurnakan dunia yang telah rusak karena dosa. Menghapus segala tangis dan ratap. Menggantinya dengan sukacita dan kemuliaan Tuhan. Meskipun hal itu belum terjadi sempurna. Namun, sesungguhnya hal itu telah dirasakan melalui kehadiran gereja di dalam dunia. Itulah mengapa kita mengenal konsep “Already, but not yet”. Di mana Yesus Kristus telah menang atas kuasa dosa, kutuk alam semesta dan pemerintahan Iblis serta merupakan masa hadirnya pemerintahan Allah di dunia, yang akan mencapai kepenuhannya di langit dan bumi baru.
Gereja bukan sekadar institusi atau gedung. Gereja adalah orang-orangnya. Setiap kita adalah gereja. Jika demikian, maka di manapun kita berada, seharusnya kita menghadirkan “Sense of Kingdom of God”. Bagaimana kepedulian kita terhadap kaum yang tertindas, mereka yang terpinggirkan atau sekadar merawat alam ciptaan Tuhan dengan bertanggung jawab merupakan langkah menghadirkan Kerajaan Allah. Pertanyaannya, sudahkah orang di sekitar kita merasakan hal itu?
“Kehadiran kita adalah bayangan akan Kerajaan Allah yang akan datang.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Seberapa jauh kehadiran Anda telah menghadirkan nuansa Kerajaan Allah bagi orang sekitar?
2.Apa yang Anda telah lakukan dan menjadi berkat bagi orang lain?
路加福音 17:11-19
一个人的心性和品格的态度,不是在得到祝福之前或得到祝福的时候,而是在得到祝福之后,才会非常明显。像这个农历新年,相信每一个过年的人都会感到幸福,因为他们可以进入新的一年,可以享受到新的一年的美好和团聚,甚至不是少数孩子或年轻人以红包的形式获得祝福。当你在农历新年得到祝福时,你当然很高兴。 收到红包的小孩或年轻人非常开心。但问题是得到这个祝福之后呢?是否我们只为自己保留祝福,使用得到的祝福来奢华宴乐,甚至对现有的礼物更不满意,或者我们从未想过使用这些祝福来荣耀和感谢那位施予祝福者?
在今天的灵修经文中,撒玛利亚麻风病人是唯一一个在接受医治祝福后回到基督身边的人。而其中九人没有这样做。相传他知道自己痊愈后,在半路上大声赞美神(15节)。必须明白,他在祭司面前展示自己的位置是在以色列。而他是撒玛利亚人。以色列人和撒玛利亚人是彼此为敌的。他的感激让他不再在意他们之间的不和。
麻风病人大声赞美上帝。 他赞美上帝,直到他回来与主耶稣相见,直接感谢祂。这位圣经作者想要给那些得到很多上帝祝福的犹太人一个对比。但他们忘记了,没有荣耀祂。其他九名可能有犹太血统的麻风病人代表了这种态度。耶稣说撒玛利亚式的信心是得救信心的特征 (19节)。专注于基督并荣耀祂的信仰是不分种族、民族的信仰。
在得到神的祝福之后,我们可能忘记,没有感恩,没有行动来荣耀上帝。我们高兴了一会儿,然后就忘记了。但如果我们有得救的信心,那么我们就会有正确的内心反应。我们会用荣耀祂的行动来感谢上帝。在被神带领进入新的一年之后,我们会以荣耀神、充满正直的生活来充满新的一年。继续在家庭中建立爱与宽恕的关系,不仅仅是在农历新年期间。拿到红包后,我们会通过安排和使用它来祝福他人以感谢上帝。
“感谢和荣耀上帝是一种内心的态度,
一种始终由有得救信心的人所采取的行动。”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 - 蔡國閃傳道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 到目前为止,当得到神的祝福后,你有怎样的态度和行为?
2. 你会作出什么样的委身,使对上帝的感恩和荣耀永远存在并执行在你的生活 中?
Nats Alkitab : Lukas 17:11-19
Penulis : G.I. Swannius Bong
Sikap hati dan karakter seseorang akan sangat terlihat bukan sebelum atau saat mendapatkan berkat tetapi setelah terima berkat. Seperti hari raya Imlek ini, setiap orang yang merayakannya, saya percaya pasti merasa mendapat berkat karena dapat masuk ke tahun baru, dapat menikmati keindahan dan kebersamaan pada tahun baru, bahkan tidak sedikit anak kecil atau anak muda yang mendapat berkat berupa angpao. Ketika mendapat berkat pada hari Imlek ini tentu saja sangat bahagia. Anak-anak kecil atau anak muda yang mendapat angpao sangat riang. Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana setelah mendapat berkat ini? Apakah kita hanya menyimpan berkat untuk diri sendiri, mendapat berkat digunakan untuk berfoya-foya, atau malah makin tidak puas dengan pemberian yang ada, atau jangan-jangan kita tidak pernah berpikir untuk memakai atau menggunakan berkat itu untuk memuliakan dan bersyukur kepada Pemberi Berkat?
Pada nas renungan hari ini, orang kusta Samaria satu-satunya yang kembali kepada Kristus setelah mendapatkan berkat kesembuhan. Sedangkan sembilan di antaranya tidak melakukannya. Dikatakan di tengah jalan setelah mengetahui dirinya sembuh, dia memuji Allah dengan suara nyaring (ay. 15). Harus dipahami bahwa posisi dirinya untuk memperlihatkan diri di depan imam-imam adalah berada di Israel. Sedangkan dirinya orang Samaria. Bangsa Israel dan Samaria saling bermusuhan. Rasa syukurnya membuatnya tidak lagi memedulikan perselisihan di antara mereka. Orang kusta memuliakan Allah dengan suara nyaring. Dan dia memuji Allah sampai berjumpa kembali dengan Tuhan Yesus untuk bersyukur langsung kepada-Nya. Penulis Alkitab mau memberikan kontras kepada orang-orang Yahudi yang banyak menerima berkat Allah. Tetapi mereka melupakan dan tidak memuliakan-Nya. Sikap itu diwakili oleh sembilan orang kusta lain yang kemungkinan besar berasal dari orang Yahudi. Yesus mengatakan bahwa iman seperti orang Samaria itu adalah ciri dari iman yang menyelamatkan (ay. 19). Iman yang berfokus pada Kristus dan memuliakan-Nya adalah iman yang tidak membedakan suku, ras.
Kita bisa saja melupakan, tidak memiliki rasa syukur dan tidak ada tindakan untuk memuliakan Allah setelah mendapatkan berkat dari-Nya. Kita bahagia sejenak dan kemudian lupa begitu saja. Namun jika kita memiliki iman yang menyelamatkan, maka kita akan memiliki respons hati yang tepat. Kita akan bersyukur kepada Allah dengan tindakan yang memuliakan-Nya. Setelah dipimpin Tuhan masuk ke tahun baru, maka kita akan mengisi tahun baru dengan hidup memuliakan Allah dan penuh integritas. Terus membangun hubungan kasih dan pengampunan dalam keluarga bukan hanya saat Imlek saja. Setelah mendapat angpao maka kita akan bersyukur kepada Tuhan dengan mengatur dan menggunakannya untuk memberkati sesama.
“Bersyukur dan memuliakan Allah adalah sikap hati dan tindakan yang selalu dilakukan oleh seseorang yang memiliki iman yang menyelamatkan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Bagaimana sikap hati dan tindakan Anda selama ini ketika menerima berkat dari Tuhan?
2.Komitmen apa yang Anda akan lakukan agar rasa syukur dan memuliakan Allah selalu ada dan selalu dilakukan dalam hidup Anda?
加拉太书 3:13-14, 28-29
在印度尼西亚的节期非常有趣。 因为,我们在一个非常多样和非常多元的国家。 某些群体的节期可以是不同种族或血统的其他各种群体的庆祝活动。 像这次春节庆祝活动,我在各种场合都看到,参与过春节的人不仅是华人,还有非华人的民族和种族。 过年时与亲戚、神职人员和其他工作人员团聚,在我家,也有非华人的亲戚或朋友参加。 我们大家一起过节欢庆。 这是建立多元化价值观的一个很好的气氛。这种在建立关系和享受庆祝不歧视的看法应该继续发展,尤其是作为一个基督徒。
在今天的默想中,保罗向加拉太的教会写下了一个非凡的真理,在那里他们受到假教师的影响,他们试图将律法放在首位,以显示犹太人作为亚伯拉罕的后裔的优越性。 但保罗指出,耶稣的救恩已经将我们从区分部落和种族的律法的咒诅中救赎出来。借着耶稣的救恩,亚伯拉罕的福气临到外邦人,借着祂的灵,万国都能领受神应许给亚伯拉罕的约(13-14节)。 保罗在 28-29 节清楚地阐明,在耶稣里,犹太人或希腊人、奴隶或自由人、男性和女性之间不再有任何区别。 在耶稣基督里没有歧视。 所有人都接受通过耶稣基督与亚伯拉罕所立的约。 任何相信耶稣的人都会成为亚伯拉罕的后裔,并接受上帝的应许作为祂的子民。
在分享祝福时没有根据背景进行歧视是基督徒的主要特征。 因为,基督徒在他们的生命中得到了最大的祝福,就是耶稣基督。 他得到的物质祝福可以成为一种快乐,得以与来自不同背景的所有人分享。 而这个农历新年也是一个遇到来自不同种族、民族、社会、经济、教育等不同背景的人的机会。 我们所得到的祝福,应该不歧视地分享给各类人。 最重要的是,最大的祝福,即耶稣基督的救恩,传给了那些尚未相信他的人,使他们也可以算作亚伯拉罕的后裔。
“没有歧视地分享祝福,是接受亚伯拉罕祝福之人的主要特征。”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 - 蔡國閃傳道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 在您看来,是什么原因导致人们直到今天仍然存在歧视?
2. 你必须做什么才能不歧视地成为祝福?
Nats Alkitab : Galatia 3:13-14, 28-29
Penulis : G.I. Swannius Bong
Hari raya yang diadakan di Indonesia sangat menarik. Sebab, kita berada di negara yang sangat majemuk dan sangat beragam. Hari raya kelompok tertentu dapat menjadi perayaan bagi berbagai kelompok lain yang berbeda ras atau keturunan. Seperti perayaan Imlek ini, dalam berbagai kesempatan saya melihat bahwa pihak yang ikut merayakan imlek bukan hanya orang Tionghoa saja, tetapi juga datang dari suku dan ras yang bukan Tionghoa. Dalam kebersamaan Imlek dengan saudara, kerabat, rohaniwan dan pekerja lain, dalam keluarga saya, kebersamaan itu sebagian juga dihadiri oleh kerabat atau teman dari yang bukan Tionghoa. Kita semua bersukacita bersama dalam perayaan. Ini adalah sebuah nuansa yang baik dalam membangun nilai-nilai keberagaman. Dan harusnya cara pandang tidak pilah pilih dalam berelasi dan menikmati perayaan terus dikembangkan apalagi sebagai orang Kristen.
Dalam renungan hari ini, Paulus menuliskan sebuah kebenaran yang luar biasa kepada jemaat di Galatia, dimana mereka terpengaruh guru-guru palsu yang berusaha mengutamakan Taurat, untuk menunjukkan superioritas Yahudi, sebagai keturunan Abraham. Tetapi Paulus menunjukkan keselamatan yang dikerjakan Yesus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dalam hal membeda-bedakan antar suku dan ras. Dan melalui penyelamatan Yesus, berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, melalui Roh-Nya semua bangsa dapat menerima perjanjian Allah yang dijanjikan kepada Abraham (ay. 13-14). Paulus memperjelas maksudnya pada ayat 28-29, bahwa di dalam Yesus tidak ada lagi perbedaan antara Yahudi maupun Yunani, hamba atau orang merdeka, laki-laki dan perempuan. Tidak ada diskriminasi dalam Yesus Kristus. Semua menerima Perjanjian yang diikatkan kepada Abraham melalui Yesus Kristus. Siapa pun yang percaya kepada Yesus menjadi keturunan Abraham dan menerima janji Allah sebagai umat-Nya.
Tidak memilah atau memilih berdasarkan latar belakang dalam membagikan berkat adalah ciri utama dari seorang Kristen. Sebab, orang Kristen telah menerima berkat terbesar yaitu Yesus Kristus dalam hidupnya. Berkat-berkat materi yang diterimanya dapat menjadi sebuah sukacita yang dibagikan kepada semua orang dengan latar belakang yang berbeda. Dan dalam hari raya imlek ini juga kesempatan bertemu dengan berbagai latar belakang, baik ras, suku, sosial, ekonomi, pendidikan. Seharusnya berkat yang sudah kita terima disalurkan kepada semua jenis orang tanpa pilah pilih. Dan yang paling utama adalah berkat terbesar yaitu keselamatan dalam Yesus Kristus, diberitakan kepada mereka yang belum percaya kepada-Nya agar mereka juga dapat terhitung sebagai keturunan Abraham.
“Tidak pilah pilih dalam menyalurkan berkat adalah ciri utama dari seseorang yang sudah menerima berkat Abraham.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda, Apa yang menyebabkan seseorang masih suka melakukan diskriminasi sampai hari ini?
2.Apa yang harus Anda lakukan agar Anda dapat menjadi berkat tanpa pilah pilih?
诗篇 128:1-6
农历新年前夕的家庭团聚是一种难以打破的传统。在团聚的习俗中,家人通常希望在新的一年里继续经历祝福。这是建立团结和交流的一个非常美好的传统。但不幸的是,有时在家庭聚会中,因为新年祝福的概念只是关于身体需求或建立与个人利益或最亲近的人。因此,在家庭团聚中,充满自娱自乐的活动并不罕见,例如饮酒和赌博。不少人还充满了来自一些不负责任的神话的信仰。
今天的灵修经文也是关于接受上帝祝福的家庭。祝福工作和健康,妻子和孩子。当家人聚集在一起时,所有这些祝福都非常美妙 (2-3节)。但是,诗篇的作者并不是只想谈论这个家庭所经历的美妙祝福。作者还写了家人得蒙祝福的原因。第1节说:“凡敬畏耶和华,遵行祂道的,这人便为有福。”这意味着只有在他的生活中尊重并顺从上帝的旨意,才能获得如此美好的祝福。但这并不止于此,祝福不仅会为自己或核心家庭所体验,还会流向他们的后代 (第6上节)。祝福也流向周围的生活区,在这种情况下是耶路撒冷 (第5节)。甚至祂的民族,即以色列(第6节)也感受到了和平的祝福。神的祝福是有理由和目的的,这与祂的旨意是一致的。神要祂的儿女盼望得着良善的祝福,不要只专注于按照自己的意愿祝福,而是专注于顺服神,专注于造福周围的人。
农历新年除夕往往充满了兴奋和家庭聚会以及有趣的活动。没有错。但问题是,不少基督徒忘记了自己作为神儿女的身份,陷入试探之中,去做一些令神不悦的事,不利用这个机会成为家人和朋友的祝福。这首诗篇的默想应该提醒我们敬畏神、顺服神、作神的见证人、造福周围的人。
“如果我们有一颗尊重和顺从上帝旨意的心,成为邻舍的祝福,
家庭团聚就会成为上帝美丽而高贵的祝福。”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 要让家人聚在一起,产生我们上帝的荣耀祝福,必须持有哪些重要的价值观?
2. 你正在做什么,让在农历新年庆祝活动中与家人团聚的机会成为祝福他人的 机会?
Nats Alkitab : Mazmur 128:1-6
Penulis : G.I. Swannius Bong
Kumpul keluarga pada malam Imlek adalah sebuah tradisi yang sulit ditinggalkan. Dalam kebiasaan berkumpul itu, biasanya keluarga berharap agar berkat dapat terus dialami pada tahun yang baru. Ini adalah sebuah tradisi yang sangat indah dalam membangun kebersamaan dan komunikasi. Tetapi sayangnya, terkadang dalam kumpul keluarga, karena konsep berkat tahun baru hanya seputar kebutuhan jasmani atau untuk membangun sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan pribadi atau orang terdekatnya. Sehingga dalam kumpul keluarga tidak jarang diisi oleh kegiatan-kegiatan yang hanya menyenangkan diri sendiri seperti mabuk-mabukan dan berjudi. Dan tidak sedikit juga diisi oleh kepercayaan dari sejumlah mitos yang tidak bertanggung jawab.
Nas renungan hari ini juga tertuliskan tentang keluarga yang menerima berkat Tuhan. Berkat dalam pekerjaan dan kesehatan, istri dan anak-anak. Semua berkat itu diterima dengan begitu luar biasa bagi anggota keluarga saat berkumpul bersama (ay. 2-3). Tetapi penulis Mazmur tidak bermaksud hanya menceritakan seputaran tentang berkat indah yang dialami oleh keluarga itu saja. Penulis juga menulis alasan keluarga itu menerima berkat. Pada ayat 1 dikatakan, “Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” Artinya berkat yang begitu indah itu hanya diterima jika hidupnya hormat dan taat kepada kehendak Tuhan. Tetapi tidak hanya sampai di sana, berkat itu akan dialami tidak boleh hanya untuk diri sendiri atau keluarga inti, tetapi mengalir sampai kepada keturunannya (ay. 6a). Berkat itu juga mengalir sampai kepada wilayah hidup di sekitar, dalam hal ini Yerusalem (ay. 5). Bahkan berkat damai itu dirasakan sampai kepada bangsanya yaitu Israel (ay. 6b). Berkat Tuhan itu punya alasan dan tujuan yang sesuai dengan kehendak-Nya di dalamnya. Tuhan ingin anak-anak-Nya yang berharap mendapat berkat kebaikan tidak hanya berfokus pada berkat menurut keinginannya, tetapi berfokus untuk menaati Tuhan, serta berfokus menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya.
Malam imlek seringkali hanya diisi kemeriahan dan kumpul bersama keluarga dengan kegiatan-kegiatan menyenangkan. Tidak salah akan hal itu. Tetapi persoalannya tidak sedikit orang Kristen yang melupakan identitasnya sebagai anak Tuhan sehingga terjatuh kepada godaan melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan Tuhan dan tidak menggunakan kesempatan itu menjadi berkat bagi keluarga besarnya dan rekan-rekannya. Renungan dalam mazmur ini seharusnya mengingatkan untuk takut dan taat kepada Tuhan sekaligus menjadi saksi Tuhan dan menjadi berkat bagi sekitar kita.
“Kumpul keluarga menjadi berkat yang indah dan mulia dari Allah jika kita memiliki hati yang hormat dan taat kepada kehendak Allah dan menjadi berkat bagi sesama kita.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa yang menjadi nilai penting yang harus dipegang agar keluarga dapat berkumpul dengan menghasilkan berkat mulia dari Allah kita?
2.Apa yang Anda lakukan agar kesempatan berkumpul dengan keluarga dalam perayaan imlek menjadi kesempatan menjadi berkat bagi sesama?
创世记 17:1-10
“任务越有价值,完成它的努力就越大”,像这样的明智的话我们应该很熟悉。一项我们认为如此重要的任务,再多的挑战也无法阻止它。因为对任务价值的鉴赏会极大地影响执行任务的忠诚度和热情。除非,在我们看来,任务很低,没有意义。没有任何挑战也没有去执行。与亚伯拉罕所立的约也是如此。在克里斯托弗·赖特 (Christopher Wright) 的题为《上帝子民的使命》(The Mission of God's people's Mission) 一书中说:“亚伯拉罕之约的荣耀福音(好消息)是上帝的使命,最终要祝福万国。亚伯拉罕的后裔不断面临的挑战是“通过你和你的后代”执行这项使命的计划,因此他的后裔必须相信并服从这项使命。”
在今天的默想中,上帝再次提醒向亚伯兰所立的约。在前一章亚伯兰与他的后代斗争,撒莱为他娶了一名叫夏甲的女人为妻,并生下了以实玛利。但这不是照着神的应许。神只会使用亚伯兰和撒莱的后裔。随着亚伯兰和撒莱渐渐变老,他们很难理解这个看似不可能的应许。然而,上帝有一个永恒的计划。永恒的使命。神会使用亚伯兰。上帝在本章开始说“他是全能的上帝”(第 1 节),然后将亚伯兰的名字改为亚伯拉罕,因为上帝命定他成为多国的父 (第 5 节)。然后神用一个永恒的约来约束那个应许 (第 7 节)。目标是通过亚伯拉罕的后裔,所有国家都得到上帝的祝福。成为上帝子民的祝福。上帝命令亚伯拉罕的所有后裔都必须继续遵守那个约 (9-10 节)。上帝视万国为宝贵。而这个任务,对于亚伯拉罕的后裔来说,应该是一项宝贵的任务。亚伯拉罕的后裔必须遵守圣约才能成为祝福,直到任务完全完成。
在后来的历史中,以色列人,亚伯拉罕的后裔,他们失败了。他们认为没有价值,并且不忠于盟约。但是上帝对所有国家的爱永远不会改变。上帝透过耶稣基督的死,与真正的以色列人立下了永恒的约。亚伯拉罕的祝福是被那些相信耶稣基督的人所接受的。这项宝贵的任务永远不会停止。上帝不只是希望祂的子民享受祂的祝福。上帝希望祂的子民成为祝福并祝福所有的国家。现在这成为我们所有人的挑战,作为祂的子民,我们愿意看到价值并遵守圣约吗?我们想成为祂的工具来完成祂永恒的计划吗?还是像失败的以色列人一样?或者像基督,真正的以色列人,通过牺牲祂的生命来完成天父在世界上的工作?
“放弃挑战并不是完成上帝永恒圣约使命的人的标志。”
作者:椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會-蔡國閃傳道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 你认为上帝的圣约使命对你的生活有多大价值?
2.你做了什么来让这个使命在你的生活中能够完成?
From the publisher's feed