
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Markus 12:41
Penulis : G.I. Pierre Tilaar
“Allah sangat memperhatikan orang Kristen yang melayani Dia dengan dengan tulus dan setia. Apalagi jika orang-orang itu juga sangat rajin berdoa, membaca dan merenungkan Alkitab.” Ini adalah ungkapan yang tidak salah. Namun berapa banyak orang Kristen yang lupa, bahwa Allah juga memberi perhatian kepada sikap hati dan cara kita memberi persembahan kepada Dia? Orang Kristen kerap menganggap bahwa Tuhan tidak mengambil pusing dengan hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Lalu kita menyimpulkan, bahwa sikap dan cara kita memberi persembahan kepada-Nya adalah perkara yang remeh-temeh, sehingga tidak perlu memberi perhatian yang besar.
Nas hari ini menuliskan bahwa “Yesus duduk menghadap peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu.” Kalimat ini menggambarkan apa yang sesungguhnya terjadi. Yesus memang sengaja duduk menghadap peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang-orang memberi persembahan kepada Tuhan. Bayangkan bila salah satu di antara jemaat yang memberi persembahan kepada Tuhan itu adalah kita. Kira-kira, apa penilaian Yesus atas sikap dan cara kita mempersembahkan uang kita kepada Tuhan? Mungkin hal ini tidak bisa kita jawab, karena kita tidak pernah memikirkan, bahwa Allah sangat memperhatikan sikap hati dan cara kita memberi persembahan kepada-Nya. Hal yang perlu kita tahu adalah perhatian Tuhan terhadap pemberian persembahan kita, tidak berbeda dengan cara Dia memperhatikan ketulusan, kesetiaan kita melayani-Nya, kerajinan kita berdoa, merenungkan firman dan lain-lain.
Bagaimana sikap hati dan cara kita beribadah kepada Tuhan? Bagaimana sikap dan cara kita melayani Tuhan? Mungkin kita bisa menjawabnya dengan mudah, bahwa semuanya baik-baik saja dan nyaris sempurna. Akan tetapi bagaimana dengan sikap hati dan cara kita memberi persembahan kepada Tuhan? Apakah hal yang satu ini turut masuk dalam agenda penting kita dalam kehidupan mengiring Kristus? Atau sikap hati dan cara memberi persembahan, belum menjadi salah satu agenda yang penting dalam kehidupan kita? Mari kita renungkan dengan sunguh-sungguh, sebelum era pandemi ini berlalu!
“Sikap hati dan cara orang percaya memberi persembahan kepada Tuhan, sama penting dengan kesetiaan kita mengiring dan melayani Dia dengan setia.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Kapan terakhir kali Anda merencanakan dengan sengaja dan penuh syukur untuk memberi persembahan kepada Tuhan?
2.Seberapa serius Anda mempersiapkan persembahan Anda kepada Tuhan?
哥林多后书 8:1-3
“生活在疫情大流行时代的奋斗已经非常艰难。因此,别再以向上帝献祭而加添负担。等到生活好转了,我们就会再开始奉献予上帝。想象一下,当所有的生命线都被新冠疫情大流行完全”摧毁“时。为了满足日常生活都已经很艰难。怎么可能必须完成对上帝的奉献呢?” 这就是基督徒在新冠疫情大流行期间的倾心交谈。即便如此,这些倾心交谈必须借着上帝的话语来考查它的真理。
马其顿的众教会正因生活的艰难困苦而动荡不安。圣经里的经文记载,他们表面上处在极穷之间。这意味着,为了满足日常生活的基本需求,他们必须好像我们现今的基督徒会众那样去奋斗。然而有些不同。在同一段经文中叙述他们继续按着所拥有的力量来奉献,甚至过了力量。马其顿会众实在是不容易要在生活的困难中实行这种奉献的生活方式。然而,这就是所谓的给予,直到他们觉得已经从他们所拥有的东西中牺牲了一些东西。马其顿的会众恰恰是在他们生活的艰难中,借此证明他们对上帝的爱是纯真的。因为信徒纯洁的心正是在跟随基督时,尤其是在困难的环境中受到考验。
您是否曾思想过,在这个新冠疫情大流行的时代,艰难生活的争斗正是让我们证明对上帝之纯洁爱的黄金机会?想象一下,当一切都顺利的时候。工作、生意、收入和日常需求都得到顺利的满足。我们通常会很容易地奉献,毕竟没有什么可以牺牲的。最后,我们经常失去向上帝献祭的意义。奉献不再感觉好像在“牺牲”我们对上帝的感恩之情,但这就好像给停车服务员支付小费那样。因此,让我们学习把这次新冠疫情大流行期间并不容易的事件作为一个对祂感恩“牺牲”的机会。
“奉献是一个机会来印证我们对救赎主的感恩祭。”
作者:椰嘉达基督徒会堂喜盛喜地堂会 – 萬碧恩传道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 您在最后一次奉献时感觉到失算是什么时候?
2. 您能献上什么最好的来证明您对上帝的感恩祭?
Nats Alkitab : 2 Korintus 8:1-3
Penulis : G.I. Pierre Tilaar
“Perjuangan hidup di era pandemi sangat berat. Jadi jangan dibebankan lagi dengan memberikan persembahan kepada Tuhan. Tunggu saat kehidupan semakin membaik, baru kami akan mulai memberi persembahan kepada Tuhan. Bayangkan saja, ketika semua lini kehidupan sungguh “dirobohkan” oleh pandemi Covid-19. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari saja sudah susah. Bagaimana mungkin harus memenuhi pemberian persembahan kepada Tuhan?” Ini adalah curhatan orang Kristen pada masa pandemi Covid-19. Curhatan yang perlu dikaji kebenarannya berdasarkan firman Tuhan.
Jemaat di Makedonia tengah diguncang oleh kesulitan hidup. Nas Alkitab menuliskan, bahwa mereka dalam keadaan miskin secara lahiriah. Artinya, bahwa untuk memenuhi kehidupan mereka setiap hari, mereka harus berjuang mirip seperti jemaat Kristen saat ini. Namun ada yang berbeda. Di nas yang sama mengatakan bahwa mereka tetap memberi persembahan dengan apa yang ada pada mereka, bahkan lebih dari yang sewajarnya. Tidak mudah bagi jemaat Makedonia untuk mempraktikkan gaya hidup memberi ini di tengah-tengah kesulitan hidup mereka. Akan tetapi inilah yang dinamakan memberi hingga merasa ada yang “dikorbankan” dari apa yang mereka miliki. Justru dalam kesulitan hidup mereka, jemaat di Makedonia memanfaatkannya untuk membuktikan kemurnian kasih mereka kepada Tuhan. Sebab kemurnian hati orang percaya dalam mengikut Kristus justru akan teruji di dalam keadaan yang sukar.
Pernahkah Anda merenungkan, bahwa perjuangan hidup yang berat di era pandemi Covid-19 ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan kemurnian kasih kita kepada Tuhan? Bayangkan saja saat segala sesuatu berjalan dengan lancar. Pekerjaan, usaha, penghasilan dan kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi dengan lancar. Biasanya pemberian persembahan akan kita lakukan dengan sangat gampang, toh tidak ada yang perlu dikorbankan. Akhirnya acap kali kita kehilangan makna pemberian persembahan kita kepada Tuhan. Memberi persembahan tak lagi kita rasakan sebagai “mengorbankan” rasa syukur kita kepada Tuhan, tapi tak ubahnya seperti memberi jasa kepada tukang parkir. Maka dari itu, marilah kita belajar untuk menjadikan peristiwa yang tak mudah pada masa pandemi Covid-19 ini sebagai sebuah kesempatan untuk “berkorban” syukur kepada-Nya!
“Memberi adalah sebuah kesempatan untuk membuktikan
korban syukur kita kepada Sang Juruselamat.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Kapan terakhir kali Anda memberi persembahan hingga merasa rugi?
2.Apakah persembahan terbaik yang dapat Anda berikan sebagai bukti korban syukur Anda kepada Tuhan?
创世记 4:3-5
“奉献予上帝随意就行了。上帝会接纳我们的奉献,照我们的本相。” 这就是从基督徒谈话中经常听到的话。理解为上帝按我们本相、真实接纳我们。然而,作为一个已经从我们主基督领受到最伟大的爱的人,以“随意”的原则奉献是不合乎情理的。“随意”的原则表明了不尊敬上帝的心态。
当该隐向上帝献上燔祭时,他只是随意地做。圣经记载,该隐只献上他土地的一些出产。该隐那不敬畏上帝的心,使他忽略了如何献上燔祭。不敬畏上帝的心,就是不爱上帝的心。如果是这样的话,那么该隐就不会准备最美好的地产品作为他的供物。在我的想象中,该隐很有可能随意拿了一些水果,就把它放在祭坛上。也许是未成熟或者开始腐烂的果子,成为他在祭坛上的供物。亚伯却不同。圣经记载,他将羊群中头生的羊献给上帝。关键在于爱神的心。从这里,我们终于找到了圣经里的经文说:“上帝看中了亚伯和他的供物。”(第4节)。
该隐和亚伯献祭的故事表明了上帝看中了亚伯以爱神的心所献上的燔祭。而该隐却不被上帝看中,因为他没有以一颗爱上帝的心来献祭。可以下结论,爱上帝的人必定会准备最美好或者最适宜的供物献予上帝。然而,那些不爱上帝的人将会随意准备一些随便以及不合宜的祭物来献予上帝。我们在这个疫情大流行的时代里如何向上帝献上任何东西呢?
“一颗真正爱上帝的心,将知道如何向上帝献上合宜的祭物。”
作者:椰嘉达基督徒会堂喜盛喜地堂会 – 萬碧恩传道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 您如何能证明您有一颗爱上帝的心呢?
2. 依您看,是什么经常使您远离上帝,并且无法过上讨上帝喜悦的生活?
Nats Alkitab : Kejadian 4:3-5
Penulis : G.I. Pierre Tilaar
“Memberi persembahan kepada Tuhan tuh seadanya saja. Tuhan menerima persembahan kita, apa adanya kok.” Kira-kira seperti inilah kalimat yang sering terdengar dalam percakapan orang Kristen. Pengertian bahwa Tuhan menerima kita apa adanya, benar adanya. Akan tetapi sebagai orang yang telah menerima kasih terbesar dari Kristus Tuhan kita, maka tidak pantas memberikan persembahan dengan prinsip “seadanya”. Prinsip “seadanya” menunjukkan sikap hati yang tidak menghargai Tuhan.
Ketika Kain mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan, ia melakukannya dengan seadanya saja. Alkitab mencatat bahwa, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil pertaniannya. Dasar hati Kain yang tak menghargai Tuhan menyebabkan ia tak menaruh perhatian pada cara mempersembahkan kurban bakarannya. Hati yang tidak menghargai Tuhan adalah hati yang tidak mengasihi Tuhan. Jika sudah begitu, maka Kain tidak akan mempersiapkan hasil pertanian terbaik sebagai bahan persembahannya. Dalam imajinasi saya, besar kemungkinan bahwa Kain sembarang mengambil buah-buahan dan meletakkannya di tempat pembakaran. Mungkin buah yang mentah atau mulai membusuk, menjadi persembahannya pada altar pembakaran. Berbeda dengan Habel. Alkitab menuliskan, bahwa ia mempersembahkan anak sulung dari kambing dombanya kepada Tuhan. Kuncinya terletak pada hati yang mengasihi Tuhan. Dari sinilah akhirnya kita menemukan teks Alkitab yang mengatakan, “Maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu” (ay. 4).
Kisah persembahan Kain dan Habel menunjukkan bahwa Tuhan mengindahkan Habel yang mempersembahkan kurban bakaran dengan hati yang mengasihi Tuhan. Sementara Kain, tidak diindahkan Tuhan karena tidak memberi dari hati yang mengasihi Tuhan. Dapat disimpulkan, bahwa orang yang mengasihi Tuhan, pasti akan mempersiapkan persembahan terbaik atau yang layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Sedangkan orang yang tidak mengasihi Tuhan, akan mempersiapkan persembahan yang seadanya dan tidak layak untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Bagaimana dengan cara kita mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan di era pandemi ini?
“Hati yang mengasihi Tuhan dengan sungguh, tahu bagaimana memberi persembahan yang pantas kepada Allah.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Bagaimanakah cara Anda membuktikan bahwa Anda memiliki hati yang mengasihi Allah?
2.Menurut Anda, apa yang seringkali membuat Anda jauh dari Allah dan gagal hidup berkenan kepada Tuhan?
马可福音 12:44
您是否曾经看过展示富裕人与贫穷人之间甘心乐意给予的视频?有这么一段视频展示,与富人相比,穷人(无家可归)更容易向他们求助的人伸出援手提供金钱或者食物援助。最有可能的是,无家可归者之所以会那样做,是因为他们认为自己也是靠别人的乐善好施而生活。这样当他们被要求分享时,他们会更敏锐地提供援助和给予。
这段经文描述一个穷寡妇把她一切养生的都献予上帝。问题是,为什么那个穷寡妇敢于把她一切养生的都全然奉献?答案是因为这个寡妇深信上帝是一位不会让自己饿死的上帝。这个穷寡妇必定经历过与上帝同在的经验。尤其是在向上帝献祭的时候。与其上的那个无家可归者不是有点相似吗?无家可归的人没有什么可以依靠作为维持他们生活和未来的保障。相比之下,富人则有很多东西可以依靠作为他们生活的保障与无家可归的人虽很相似,却又不一样的是,穷寡妇唯有上帝作为维持她生命的保证。这是她所意识到的。因此,她知道她献祭予谁。那就是献予上帝,她生命中唯一的掌管者和维持者。
我们奉献予上帝的原则是什么?我们献予上帝的奉献是否由我们的经济能力和正在进行顺利的工作而决定吗?当我们的经济和工作条件不顺利时,我们是否就不奉献予上帝?倘若如此,那么我们肯定会被视为依靠或依赖我们财产和财富来生活的基督徒。让我们学习全然相信上帝,以及把我们的生活全然交托给祂!唯有这样,我们才能学会将最好的奉献予上帝,即使处在这场新冠肺炎疫情的暴风雨中。
“全然信靠上帝就是将我们最好的奉献予上帝的最重要关键。”
作者:椰嘉达基督徒会堂喜盛喜地堂会 – 萬碧恩传道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 有哪些事情经常妨碍您,以致没向上帝献祭呢?
2. 是什么能让您即使处在困境中依然能奉献呢?
Nats Alkitab : Markus 12:44
Penulis : G.I. Pierre Tilaar
Pernahkah anda menonton video yang memperlihatkan kerelaan memberi antara orang berpunya dan yang tak berpunya? Ada video yang memperlihatkan bahwa orang-orang yang kurang mampu (homeless) lebih gampang memberi bantuan uang atau makanan kepada orang papah, yang meminta bantuan kepada mereka, dibandingkan dengan orang yang mapan. Kemungkinan besar, alasan mengapa para homeless dapat bertindak seperti itu, karena mereka menganggap bahwa mereka pun hidup dari kemurahan orang lain. Sehingga ketika mereka diminta untuk berbagi, mereka akan lebih peka untuk menolong dan memberi.
Nas ini mengisahkan seorang janda miskin yang memberi persembahan kepada Tuhan dengan semua nafkahnya. Pertanyaannya, mengapa janda miskin ini berani memberi persembahan kepada Tuhan dengan semua nafkahnya? Jawabannya adalah karena janda ini memiliki kepercayaan kepada Tuhan sebagai Allah yang tak akan membiarkan dirinya mati kelaparan. Janda miskin ini pasti punya pengalaman hidup bersama Tuhan. Teristimewa saat berurusan dengan pemberian persembahan kepada Tuhan. Ada kemiripan dengan orang homeless di atas, bukan? Kaum homeless tidak punya sesuatu yang mereka andalkan sebagai jaminan pemelihara hidup dan masa depan mereka. Berbeda dengan para kaum berpunya yang punya banyak hal yang diandalkan sebagai jaminan masa depan hidup mereka. Serupa tapi tak sama dengan kaum homeless, si janda miskin hanya punya Tuhan sebagai jaminan pemelihara hidupnya. Ini yang ia sadari. Maka dari itu ia tahu kepada siapa ia memberi persembahannya. Yaitu kepada Tuhan, satu-satunya Penguasa dan Pemelihara hidupnya.
Apa yang menjadi dasar pemberian kita kepada Tuhan? Apakah pemberian persembahan kita kepada Tuhan ditentukan atas kemampuan keuangan yang mumpuni dan pekerjaan yang sedang berjalan lancar? Apakah disaat kondisi keuangan dan pekerjaan kita dalam keadaan tidak lancar, maka kita tidak memberikan persembahan kepada Tuhan? Jika demikian, maka pastilah kita akan terlihat seperti orang Kristen yang mengandalkan atau menyandarkan hidup kita pada harta dan kekayaan kita. Marilah kita belajar percaya total kepada Allah dan menyandarkan seluruh hidup kita kepada-Nya! Hanya dengan cara inilah kita dapat belajar memberi persembahan yang terbaik kepada Tuhan, meski di tengah badai Covid-19.
“Menaruh kepercayaan yang sungguh kepada Allah adalah kunci terpenting pemberian persembahan terbaik kita kepada Tuhan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apakah hal yang seringkali menghambat Anda untuk tidak memberi persembahan kepada Tuhan?
2.Apakah yang membuat Anda dapat memberi persembahan sekalipun ada di tengah masa sulit?
马可福音12:41-44
您对奉献予上帝的定义有何看法?有些基督徒认为奉献予上帝最为重要的是在于他们的真诚。数目的多少不是作评价的标准。有些则认为数目却是最为重要。数目越大,上帝就越喜悦,并丰丰满满地赐福予奉献者。还有一些认为奉献不是由真诚或是数目多少来决定。基督徒之所以奉献是因为自古以来就是如此行的。那么,哪一个才是正确呢?
当耶稣观看财主与穷寡妇怎样投钱入库时,祂却称赞穷寡妇的奉献。是什么让耶稣称赞她呢?原因是这个穷寡妇所投入库里的比众人所投入的更多,即她一切养生的。从这里我们学习到一个真理,奉献数目的多少取决于奉献者对上帝的信任。例如,某人献上100万印尼盾,但他仍有一亿盾现金,相比之下,另一人献上10万盾,但钱只剩下50万盾。根据以上耶稣观察故事的定义,谁奉献的更多?明确的答案,当然是奉献10万盾的。因此,我们奉献予上帝的数目多少不在乎与别人奉献的数目来相比,乃在乎我们所拥有的有多少。
我们经常注意到基督徒说,奉献予上帝最为重要的是真诚。重要的是我们的心是诚心诚意的,那么数目的多少都不成问题了。这些话说得没错。但是,这些话背后的动机却是什么呢?当我们的奉献没被处境影响时,我相信真诚的感受将会伴随着我们的奉献。然而,当我们奉献时的处境如同穷寡妇奉献时的处境,我们的奉献将会如何呢?是否还会那么真诚呢?
“奉献予上帝是信徒生活中的重要部分。切勿掉以轻心!”
作者:椰嘉达基督徒会堂喜盛喜地堂会 – 萬碧恩传道
翻译员:蔡立基
需要思考的问题:
1. 当您奉献予上帝时,您有什么感受?
2. 依您看,您应当怎么奉献予上帝呢?
Nats Alkitab : Markus 12:41-44
Penulis : G.I. Pierre Tilaar
Apa yang Anda pikirkan tentang memberi persembahan kepada Tuhan? Ada orang Kristen yang berpikir bahwa yang terpenting dari memberi persembahan kepada Tuhan terletak pada ketulusannya. Jumlah nominalnya tidak menjadi ukuran. Ada juga yang berpikir bahwa yang jumlah nominalnyalah yang terpenting. Makin besar jumlah nominalnya, maka Tuhan akan semakin senang dan memberkati si pemberi dengan limpah. Lainnya lagi berpikir bahwa memberi persembahan tidak ditentukan oleh ketulusan hati maupun jumlah nominalnya. Orang Kristen memberi persembahan karena dari dulu sudah seperti itu. Lantas, manakah yang benar?
Ketika Tuhan Yesus mengamati persembahan orang kaya dan janda miskin, Ia memuji persembahan si janda miskin. Apa yang membuat Yesus memujinya? Alasannya karena janda miskin itu memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan, yakni seluruh nafkahnya. Dari sini kita menemukan satu prinsip, bahwa besar atau kecil itu ditentukan oleh kepercayaan si pemberi kepada Tuhan. Misalnya, seorang yang memberi persembahan 1 juta rupiah, tapi uangnya masih ada 100 juta rupiah, dibandingkan seorang yang memberi 100 ribu rupiah, tapi uangnya tinggal 500 ribu rupiah. Berdasarkan kisah pengamatan Yesus di atas, siapa yang lebih banyak memberi? Jawaban tegasnya, tentu yang memberi 100 ribu rupiah. Dengan demikian, ukuran besar kecilnya persembahan yang kita berikan kepada Tuhan bukan ketika membandingkan dengan jumlah persembahan orang lain, tetapi dengan seberapa yang kita miliki.
Betapa sering kita menemukan orang Kristen yang berkata bahwa hal terpenting dalam memberi persembahan kepada Tuhan adalah ketulusan hati. Yang penting rasa hati kita tulus, maka besar kecil tak menjadi persoalan. Perkataan ini tak salah. Akan tetapi apa yang menjadi motivasi di balik perkataan ini? Ketika pemberian persembahan kita tak mengganggu kita, saya percaya bahwa perasaan tulus itu akan menyertai pemberian kita. Namun, bagaimana saat pemberian persembahan kita seperti keadaan si janda miskin tersebut? Mudahkah untuk merasa tulus?
“Memberi persembahan kepada Tuhan adalah bagian penting dalam kehidupan orang percaya. Jangan memperlakukannya dengan sepele!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apakah yang Anda rasakan ketika memberi persembahan kepada Tuhan?
2.Menurut Anda, seperti apa seharusnya Anda memberi persembahan kepada Tuhan?
雅各书 1:12
“基督教是由生活中物质上成功为标志。”这是一些基督徒误解神话语真理的表达。怎么不,我曾经遇到过一个基督徒,他对神失望,因为他的生意收入陡降,在他的生意中经历了17年的成功。我的猜测是,这位基督徒是上帝的爱和祝福的不完整教导的“受害者”之一。上帝的爱和祝福只被视为物质上成功的一种形式。
今天的经文提醒我们,不服从圣灵旨意者之欲望的危险性。渴望成功、胜利和顺利的生活是一种没有错的渴望。然而,人类经常被诱惑使用上帝来满足他们的愿望。不少基督徒把成功、昌盛和顺利的生活作为他们生活中的主要事情。结果,许多基督徒误入歧途,失去了生命中最重要的东西,即“忠诚”。今天的经文强调,信徒得胜的关键在于他的忠诚。不在於成功、昌盛、顺畅等。所谓忠诚指的是在耶稣基督里对上帝的信心、盼望和顺服,直到我们生命的尽头的忠诚。
弟兄姐妹们,是否我们要说,我要忠实地爱和事奉上帝,直到我生命的尽头吗?我们是否肯说,无论我生命中发生什么,我都不会怀疑主的爱。穿越高山,在陡峭的山谷中,我从不怀疑祢的爱。如果你明白这些话,你就会知道,我们对神忠诚的表现之一就是不怀疑神的爱和能力。即使还处于新冠肺炎病毒风暴之中,继续相信上帝的爱和力量吧。
“时候将到了,上帝希望看到我们忠诚地跟随和事奉祂。”
作者:椰嘉达基督徒喜盛喜蒂堂会–万碧恩传道
翻译员:陈虹霞
需要思考的问题:
1. 为什么常常以物质成功来衡量神的爱和能力?
2. 当你遇见神时,神会在你身上寻找什么?
From the publisher's feed