
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Roma 11:25-36
Penulis : G.I. Rebekha Brillian
Apa yang ada dalam benak Anda jika melihat sebuah benda dipakai tidak sesuai fungsinya? Misalnya gawai untuk memalu paku pada dinding? Buku untuk mengganjal pintu? atau sendok makan untuk menggali tanah? Aneh, bukan? Setiap benda yang ada di sekeliling kita dibuat dengan memiliki fungsi tertentu yang memudahkan penggunanya mengerjakan sesuatu. Itulah mengapa saat ini orang berlomba-lomba membuat dan memproduksi benda-benda unik yang sekiranya dapat memudahkan berbagai pekerjaan. Demikian juga dengan keberadaan kita. Apa tujuan utama hidup manusia? Dalam Katekismus Singkat Westminster dituliskan bahwa tujuan utama hidup manusia ialah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya.
Rasul Paulus mengatakan bahwa Allah adalah Sumber dari segala sesuatu, alasan dari segala sesuatu ada dalam kehidupan ini. Dan akhirnya segala sesuatu itu dikhususkan bagi Dia, kembali kepada Dia, dan untuk memuliakan Dia selamanya, termasuk manusia yaitu ciptaan-Nya yang utama. Sayangnya banyak orang salah mengerti akan tujuan keberadaannya. Alih-alih memuliakan Tuhan dan bersukacita di dalam Dia, manusia justru berusaha memuliakan diri dan menikmati hidupnya dengan caranya sendiri. Kejatuhan dalam dosa merubah segala sesuatu. Akan tetapi bersyukurlah bahwa Kristus hadir dan melakukan penebusan, sehingga tujuan hidup manusia yang melenceng dikembalikan pada rancangan yang semula. Manusia dimampukan untuk memuliakan Allah.
Mungkin saat ini Anda sedang kebingungan dengan tujuan hidup Anda. Hidup dengan tujuan-tujuan yang kita buat sendiri, seperti bersenang-senang, meraih kesuksesan dunia, dan lain-lain. Rasanya justru tidak membahagiakan. Hanya kekosongan dalam hati yang dirasakan. Oleh karena itu mari kembali kepada tujuan yang Allah berikan, yaitu memuliakan dan menikmati Allah sepanjang hidup kita.
“Anda tidak akan dapat berfungsi sebagaimana harusnya ketika anda tidak pernah tahu alasan anda diciptakan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa tujuan hidup Anda saat ini?
2.Bagaimana Anda menafsirkan “menikmati dan memuliakan Allah” dalam hidup dan karya kerja Anda saat ini?
使徒行传16:30-31
彼得•贾塞克 (Petr Jašek)在他 14 年的监禁期间忍受了肉体和语言上的各种痛苦。圣灵安慰并坚固他。贾塞克从单独监禁中获释,并被转移到更大的监狱。无论是在单独监禁还是在更大的监狱中,贾塞克都成为狱卒的好朋友。此外,在这个更大的监狱里,贾塞克和两名苏丹牧师也有机会向其他囚犯讲道传福音。贾塞克看到他们的悔改,喜出望外。
使徒保罗和西拉所经历的肉体痛苦无法“囚禁”他们见证福音的热心。他们特别向因为地大震监门全开而想自杀的腓立比禁卒传福音。那禁卒战战兢兢的俯伏在保罗和西拉面前。因觉得自己没有好好的看守囚犯心里便充满了恐惧,有可能会受到罗马政府的惩罚。更不用说在属灵上,他觉得自己没有永恒的救赎。他的心都碎了,他觉得生命没有盼望。使徒保罗对禁卒的警告得来的回答却是有关他当怎么样行才可以得救或从恐惧中走出来的问题。保罗和西拉以坚定的宣告回答了这个问题,即当相信主耶稣基督(第 31 节)。相信意味着确信并将一生都交托于有能力从罪恶和死亡的权势拯救出来且朝向生活在上帝的恩典之下的基督耶稣里。最终这个禁卒和他的家人相信了基督并受了洗。
我们可能因跟随基督而经历各种苦难。但所有这些都不能“囚禁”我们的心继续乐于去向某些灵魂见证福音,无论是那些故意贬低、任意对待我们的人,或是那些虽不如此对待我们但未认识基督的人。我们内住的基督会坚强,坚固我们来面对这些人。我们的职责乃是在我们遭受的苦难中坚持享受祂。上帝可以使用某些时刻让我们向他们见证祂的福音。在他们愤世嫉俗、冷酷无情的面孔背后,隐藏着一颗苦涩、恐惧、不安的心。其实他们真的需要基督。坚持不懈地为他们祷告吧!继续向他们传扬基督的爱!
上帝的敬拜者的喜乐不在于他们面对苦难时的能力。
而是在于上帝伴随着他们在苦难中传福音的神迹。
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.至今,你如何看待生活中的苦难?
2.在你目前的苦难中,你如何回应上帝要你与他人分享福音的呼召?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 16:30-31
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Petr Jasek mengalami berbagai penderitaan, baik secara fisik maupun verbal selama 14 tahun di penjara. Roh Kudus menghibur dan menguatkannya. Jasek dikeluarkan dari kurungan isolasi dan pindah ke penjara yang lebih besar. Baik selama di kurungan isolasi maupun di penjara yang lebih besar, Jasek menjadi sahabat yang baik bagi para kepala penjara. Selain itu di penjara yang lebih besar ini Jasek dan dua pendeta Sudan diberikan kesempatan untuk berkhotbah memberitakan Injil kepada para tahanan. Jasek sangat bersukacita melihat pertobatan mereka.
Penderitaan fisik yang dialami rasul Paulus dan Silas tidak dapat “memenjarakan” semangat mereka untuk menyaksikan Injil. Secara khusus mereka beritakan kepada kepala penjara Filipi yang ingin membunuh dirinya karena semua pintu penjara terbuka akibat gempa bumi yang hebat. Kepala penjara itu tersungkur dengan gemetar di hadapan Paulus dan Silas. Dia dipenuhi ketakutan yang sangat hebat karena merasa gagal menjaga para tahanan dengan baik, sehingga bisa saja dia akan menerima hukuman dari pemerintahan Romawi. Belum lagi secara spiritual dia merasa tidak mempunyai keselamatan kekal. Hatinya sangat hancur dan merasa tidak ada harapan hidup. Peringatan yang disampaikan rasul Paulus kepada kepala penjara itu dijawab dengan pertanyaan mengenai tindakan yang harus diperbuatnya supaya memeroleh selamat atau keluar dari rasa takutnya. Pertanyaan itu dijawab oleh Paulus dan Silas dengan pernyataan yang tegas, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (ay. 31). Percaya berarti meyakini dan memercayakan seluruh hidup di dalam Kristus Yesus yang berkuasa untuk menyelamatkan hidup dari kuasa dosa dan maut menuju hidup di bawah kasih karunia Allah. Pada akhirnya kepala penjara ini dan keluarganya memercayai Kristus dan memberi diri dibaptis.
Kita bisa saja mengalami berbagai penderitaan karena mengikut Kristus. Namun semua itu tidak dapat “memenjarakan” hati kita untuk tetap bersukacita menyaksikan Injil kepada jiwa-jiwa tertentu, baik mereka yang sengaja merendahkan, memperlakukan kita sewenang-wenang, maupun mereka yang tidak melakukannya kepada kita namun yang belum mengenal Kristus. Kristus yang mendiami kita akan menguatkan, meneguhkan kita dalam menghadapi orang-orang tersebut. Bagian kita adalah bertekun menikmati-Nya di tengah-tengah penderitaan kita. Tuhan dapat memakai momen tertentu untuk kita menyaksikan Injil-Nya kepada mereka. Di balik wajah mereka yang sinis, bengis tersimpan hati yang pahit, takut, gelisah. Sejatinya mereka sangat memerlukan Kristus. Bertekunlah untuk terus mendoakan mereka! Tetap taburkanlah kasih Kristus kepada mereka!
“Sukacita para penyembah Allah bukan terletak pada kekuatan mereka dalam menghadapi penderitaan. Melainkan terletak pada keajaiban Allah yang menyertai mereka untuk memberitakan Injil di tengah-tengah penderitaannya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Bagaimana selama ini cara pandang Anda terhadap penderitaan hidup Anda?
2. Bagaimana respons Anda terhadap panggilan Allah untuk memberitakan Injil kepada orang lain di tengah-tengah penderitaan yang Anda alami saat ini?
使徒行传16:25
一位捷克宣教士彼得•贾塞克 (Petr Jašek) 因被视为间谍在苏丹被逮捕并被监禁。他被监禁了14个月。在监狱中,他受到狱友的折磨。贾塞克的头部、肩膀和手指被殴打,并用靴子踢他的腹部和背部。贾塞克每天被他的狱友们当作奴隶对待。要他赤手洗衣服、刷碗碟、打扫厕所。甚至称贾塞克为 “肮脏的老鼠”。在他受到殴打期间,贾塞克透过祷告、高举和荣耀上帝来面对。这更激怒了他的狱友。他们一致决定以更残酷的方式折磨贾塞克。贾塞克的心仍然坚定地信靠基督。
贾塞克赞美上帝的背后,含有见证上帝的荣耀,是墙壁、监狱甚至逼迫都无法束缚的。使徒保罗和西拉在腓立比时也有类似的经历。他们被逮捕、拖拽、殴打多次,最后被关进监狱,因为他们在腓立比城被视为骚扰制造者。他们以一颗完全交托顺服上帝旨意的心去面对所经历的逼迫。这就是他们向上帝祷告的内心态度和行为的意义。此外,他们的心在其他囚犯面前充满了赞美高举和荣耀上帝。他们透过基督耶稣十字架的作为见证了上帝的得胜、救赎和复兴。他们将这体验为上帝的恩典。他们的生命被基督从罪的权势和死亡权势的捆绑中释放出来。如今尽管他们的脚上了牢固的木狗,但他们活在上帝充满平安和属天喜乐的恩典之下。他们的生命是对上帝在任何地方和情况下都见证了祂荣耀的赞美。
我们在基督耶稣里得救的生命,无论何时何地,在任何情况下,都是赞美和见证荣耀的上帝。当我们被拒绝、诽谤、羞辱,似乎要把我们的心上“枷锁”使我们灰心时,就用一颗不断赞美上帝的心去面对吧!在上帝面前为恨我们的灵魂真诚地祷告!当面对家庭、经济困难、工作、学习挣扎的时候,尤其是在这疫情期间,似乎“囚禁”了我们的心而放弃一切,就用一颗仍然透过降服在基督里赞美上帝的心去面对吧!还有其它等等的事。这样的生活乃是对上帝的赞美,并可以成为对那些未认识基督之人的见证。
“被基督救赎的上帝敬拜者的一生,既是对祂荣耀的赞美和见证。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.是什么让你在人生的挣扎中难以赞美和见证上帝的荣耀?
2.你内住的基督如何训练你的生命成为对上帝荣耀的赞美和见证?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 16:25
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Seorang misionaris dari Ceko yang bernama Petr Jasek ditangkap dan dipenjara di Sudan karena dianggap sebagai mata-mata. Dia dipenjara selama 14 bulan. Selama di dalam penjara dia disiksa oleh sesama tahanan satu selnya. Jasek dipukul di kepala, bahu dan jari, juga perut dan punggungnya ditendang dengan sepatu bot. Setiap hari Jasek diperlakukan seperti budak oleh sesama tahanan satu selnya. Dia disuruh mencuci pakaian, piring, membersihkan toilet dengan tangan kosong. Bahkan Jasek dipanggil dengan sebutan “tikus kotor”. Selama pemukulan yang dialaminya, Jasek menghadapinya dengan berdoa, meninggikan dan memuliakan Tuhan. Hal ini membuat sesama tahanan satu selnya semakin marah. Mereka sepakat untuk menyiksa Jasek dengan cara yang jauh lebih buruk. Hati Jasek tetap teguh kepada Kristus.
Di balik pujian Jasek kepada Allah terkandung kesaksian tentang kemuliaan Allah yang tidak dapat dibelenggu oleh tembok, jeruji penjara bahkan penganiayaan sekalipun. Hal serupa pernah dialami oleh rasul Paulus dan Silas pada waktu berada di Filipi. Mereka ditangkap, diseret, didera berkali-kali dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara karena dianggap sebagai pengacau di kota Filipi. Penganiayaan yang mereka alami dihadapi dengan hati yang berserah penuh untuk mengikuti kehendak Allah. Ini adalah makna dari sikap hati dan tindakan mereka yang berdoa kepada Allah. Selain itu hati mereka penuh puji-pujian yang meninggikan dan memuliakan Allah di hadapan para tahanan yang lain. Mereka menyaksikan kemenangan, keselamatan, pemulihan dari Allah melalui karya salib Kristus Yesus. Hal ini mereka alami sebagai anugerah dari Allah. Hidup mereka dibebaskan dan diselamatkan dari belenggu kuasa dosa dan kuasa maut oleh Kristus. Kini hidup mereka berada di bawah kasih karunia Allah yang penuh dengan damai sejahtera, sukacita surgawi meski sedang dipasung dengan pasungan yang kuat. Hidup mereka adalah pujian bagi Allah yang menyaksikan kemuliaan-Nya di setiap tempat dan dalam keadaan apa pun juga.
Hidup kita yang telah diselamatkan di dalam Kristus Yesus adalah pujian dan kesaksian bagi kemuliaan Allah, dimana pun, kapan pun, dan dalam keadaan apa pun. Tatkala kita ditolak, difitnah, direndahkan seolah-olah ingin “memasung” hati kita agar tawar hati, maka hadapilah dengan hati yang tetap memuji-muji Allah! Berdoalah dengan tulus di hadapan Allah bagi jiwa-jiwa yang membenci kita! Tatkala pergumulan keluarga, kesulitan ekonomi, pekerjaan, studi terjadi, apalagi di masa pandemi ini, yang seolah-olah ingin “memenjarakan” hati kita agar menyerah, maka hadapilah dengan hati yang tetap memuji-muji Allah melalui keberserahan kita di dalam Kristus! Dan lain sebagainya. Kehidupan seperti ini adalah pujian bagi Allah dan dapat menjadi kesaksian bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus.
“Seluruh hidup penyembah Allah yang ditebus oleh Kristus adalah pujian sekaligus kesaksian bagi kemuliaan-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa yang membuat Anda sulit untuk memuji dan menyaksikan kemuliaan Allah di tengah-tengah pergumulan hidup?
2.Bagaimana Kristus yang berdiam di dalam Anda melatih hidup Anda menjadi pujian dan kesaksian bagi kemuliaan Allah?
使徒行传16:25-31
上帝的清教徒仆人塞繆爾·盧瑟福写道:“在你的苦难中荣耀上帝,在你身上挥舞祂爱的旗帜。很多人看到你在主里刚强,就会跟随你的脚步。”
被女巫搅扰、嘲笑(使徒行传16:16-17)。被腓立比城的大领主指控为骚扰制造者(使徒行传16:19-21)。受到腓立比官长以殴打和监禁的不公平对待(使徒行传16:22-23)。禁卒将他们下到内监里,也就是地牢,一个非常潮湿、寒冷、黑暗、可怕的监狱房间。禁卒把他们的脚上了木狗(使徒行传 16:24)。这一切都是使徒保罗和西拉在前往腓立比城宣教时所经历的。但这一切并没有削弱他们对上帝的信心。他们仍然以爱上帝的心敬拜祂。虽然被囚禁脚上了木狗,他们的心仍然交托于上帝,他们的心口唱诗赞美祂 (25节)。即使在苦难中,他们仍然享受敬拜上帝。没料到。上帝以祂奇妙的方式动工。地大震动。监牢的地基脱开。监门全开。甚至锁链也都松开了(26 节)。这让禁卒想自杀结束自己的生命,因为他以为包括保罗和西拉在内的所有囚犯都逃走了(第27节)。上帝怜悯了这位禁卒。透过保罗和西拉将救恩的信息传达给他。不仅是为他自己,也为他一家人 (第 31节)。一家人为上帝的荣耀而得救。面对种种苦难,保罗和西拉对上帝的敬拜,使他们的灵性得到坚固。不但如此,他们还从上帝那里领受了力量和敏锐感来为禁卒见证救恩的信息。
敬拜上帝与祂的使命密切相关。基督的救赎塑造我们成为上帝的敬拜者,在我们面临的各种苦难中始终交托于祂。即使我们面临沉重、困难、疾病的情况,我们的心口总是赞美祂。不仅此而已,上帝有能力使用我们在苦难中向某些祂让我们遇见的灵魂见证祂的福音。我们对上帝的敬拜不仅是为了我们个人的灵性成长,也是为了给我们力量和属灵敏锐感来向每一个失丧的灵魂宣讲基督的救恩。这是真正的敬拜。然而虚假的敬拜只在乎自己,从不关心失丧灵魂的得救。
“基督的救赎将罪人的身份转变为上帝的敬拜者以及祂的宣教士。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.你认为敬拜上帝和传讲救恩的福音有什么关系?
2.你如何训练自己表现出你的新身份,即作为上帝的敬拜者和宣教士?
Nats Alkitab : Kisah Para Rasul 16:25-31
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Samuel Rutherford seorang hamba Tuhan puritan menulis, “Permuliakanlah Tuhan di dalam penderitaan Anda dan bentangkanlah panji kasih-Nya di atas Anda. Banyak orang akan mengikuti jejak Anda jika mereka melihat Anda kuat di dalam Tuhan.”
Diganggu, diejek oleh perempuan penenung (Kisah 16:16-17). Dituduh sebagai pengacau oleh para tuan besar di kota Filipi (Kisah 16:19-21). Diperlakukan tidak adil oleh para pembesar kota Filipi dengan cara dipukuli dan dimasukkan ke dalam penjara (Kisah 16:22-23). Dimasukkan ke ruang penjara paling tengah alias penjara bawah tanah oleh kepala penjara (Kisah 16:24). Ruang penjara yang sangat lembab, dingin, gelap, mengerikan. Dipasung kedua kaki dengan sangat kuat oleh kepala penjara (Kisah 16:24). Semua itu dialami oleh rasul Paulus dan Silas pada waktu mereka bermisi ke kota Filipi. Namun semua itu tidak melemahkan iman mereka kepada Allah. Mereka tetap menyembah Allah dari dalam hati yang mengasihi-Nya. Meski dipenjara dan dipasung, namun hati mereka tetap berserah di dalam Tuhan, hati dan mulut mereka penuh dengan puji-pujian kepada-Nya (ay. 25). Di dalam penderitaan sekalipun mereka tetap menikmati penyembahan kepada Allah. Tidak terduga. Allah bekerja dengan cara-Nya yang ajaib. Gempa bumi yang hebat terjadi. Sendi-sendi penjara terlepas. Semua pintu penjara terbuka. Bahkan belenggu pun terlepas (ay. 26). Hal itu membuat kepala penjara hendak mengakhiri hidupnya karena menyangka semua orang hukuman, termasuk Paulus dan Silas telah melarikan diri (ay. 27). Allah menyatakan belaskasihan-Nya kepada kepala penjara tersebut. Berita keselamatan disampaikan kepadanya oleh Paulus dan Silas. Bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk seisi rumahnya (ay. 31). Satu keluarga diselamatkan bagi kemuliaan Tuhan. Penyembahan Paulus dan Silas kepada Allah menguatkan kerohanian mereka tatkala menghadapi berbagai penderitaan. Tidak hanya sampai di situ, mereka menerima kuasa dan kepekaan dari Allah untuk menyaksikan berita keselamatan kepada kepala penjara tersebut.
Menyembah Allah berkaitan erat dengan misi-Nya. Penebusan Kristus membentuk kita menjadi penyembah-penyembah Allah yang selalu berserah di dalam-Nya di tengah-tengah berbagai penderitaan yang kita hadapi. Hati dan mulut kita senantiasa memuji-muji-Nya meski kita sedang menghadapi situasi yang berat, sulit, sakit. Tidak hanya sampai di situ, Allah berkuasa memakai kita untuk menyaksikan Injil-Nya kepada jiwa-jiwa tertentu yang dipertemukan-Nya dengan kita di tengah-tengah penderitaan sekalipun. Penyembahan kita kepada Allah tidak hanya untuk pertumbuhan rohani kita secara pribadi, namun juga untuk memberikan kuasa, kepekaan rohani kepada kita dalam memberitakan keselamatan di dalam Kristus kepada setiap jiwa yang terhilang. Ini adalah penyembahan yang sejati. Sementara penyembahan yang palsu hanya mementingkan dirinya sendiri, dan tidak pernah mau peduli dengan keselamatan jiwa-jiwa yang terhilang.
“Penebusan Kristus mengubahkan identitas seorang berdosa menjadi penyembah Allah sekaligus misionaris-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda apa kaitan antara penyembahan kepada Allah dengan memberitakan Injil keselamatan?
2.Bagaimana Anda melatih diri Anda untuk memerankan identitas Anda yang baru, yaitu sebagai penyembah sekaligus misionaris Allah?
阿摩司书8:11-14
上帝的清教徒仆人威廉·古纳尔写道:“上帝透过祂的使者对罪人说话。他们执行上帝的任务,他们所说的话、劝勉、警告、和斥责都来自上帝。当罪人拒绝上帝的仆人奉祂的名所带来的话语时,他们实际上是在与圣灵斗争…上帝会再次提醒他们有关祂的作为,以及他们对此拒绝的无耻。”
以色列民一次又一次地拒绝上帝。他们不愿聆听上帝的劝勉、警告、斥责。他们也拒绝了先知阿摩司,因为他大声宣讲了上帝的话语(阿摩司书 7:10-12)。他们表面上热心敬拜,献上许多祭物和供物,但内心却不愿聆听上帝的话。他们的心已出卖给其他神灵和世俗的享乐。上帝不会对祂子民的邪恶仍然保持沉默。主的日子将到以使他们,包括他们年轻一代的青年男女饥渴慕祂的话语(第 11&13节)。这是在说他们悔改吗?全然不是。他们感到这种饥渴的感觉乃因为他们已经没有能力。他们所敬仰的众神灵无法帮助他们(第 14 节)。他们感受到了内心的孤寂。他们不再听到上帝透过祂先知所发出的声音。与此同时,他们将经历一场非常可怕的灾难。在这样的情况下,他们觉得确实需要上帝话语的真理,但不是为了转向上帝而只是为了自己能脱离灾祸。他们只想操纵上帝但心里仍然喜爱他们的罪恶。上帝传达了一个可怕的事实,就是他们将永远死亡(第 14 节)。
上帝对以色列民的严厉警告也是对我们的警告。不要拒绝上帝和祂仍然透过祂仆人让我们听得到的真理!不要等到上帝放弃我们继续享受我们有罪的欲望!那是最可怕的状态,就像感觉到在世上的地狱一样。不要因为害怕这世上的灾难、苦难,就去操纵对上帝话语真理的饥渴感,而实际上并不是真的想转向祂并离开我们的罪恶!不要让我们的下一代沉浸在罪恶的快乐中!那太危及他们的生命。切记,我们内住的基督总是把我们塑造成殷勤聆听上帝的敬拜者!这是符合祂国度价值观的敬拜。
“在基督里敬拜上帝是一个不忽视祂的人。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.为什么你难以聆听和顺服上帝?
2.你内住的基督如何训练你殷勤聆听和顺服上帝?
Nats Alkitab : Amos 8:11-14
Penulis : G.I. Antoni Samosir
William Gurnall seorang hamba Tuhan puritan menulis, “Allah berbicara kepada manusia berdosa melalui para utusan-Nya. Mereka melaksanakan tugas dari Allah, dan perkataan, nasihat, peringatan, serta teguran mereka datang dari Allah. Tatkala orang berdosa menolak Firman yang dibawa oleh para hamba Allah di dalam nama-Nya, sesungguhnya mereka sedang melawan Roh Kudus… Allah akan mengingatkan ulang upaya-Nya, dan kekurangajaran penolakan mereka.”
Bangsa Israel telah menolak Allah berkali-kali. Mereka tidak mau untuk mendengarkan nasihat, peringatan, teguran Allah. Mereka pun menolak nabi Amos karena dengan lantang menyuarakan firman Allah (Amos 7:10-12). Di permukaan mereka sangat antusias untuk beribadah, mempersembahkan banyak kurban dan persembahan, namun di dalam hati mereka tidak mau mendengarkan Allah. Hati mereka dilacurkan kepada ilah-ilah, kesenangan duniawi. Allah tidak tinggal diam melihat kejahatan umat-Nya ini. Waktu Tuhan akan datang untuk menimpakan kelaparan dan kehausan akan firman-Nya di dalam diri mereka (ay. 11), termasuk generasi muda mereka yaitu para pemuda, pemudinya (ay. 13). Apakah ini berbicara pertobatan mereka? Tidak sama sekali. Mereka merasakan perasaan lapar dan haus ini, karena tidak ada lagi kekuatan dari dalam diri mereka. Ilah-ilah yang mereka kagumi tidak bisa menolong mereka (ay. 14). Mereka merasakan kesunyian di dalam diri mereka. Mereka tidak akan lagi mendengar suara Allah yang diperdengarkan oleh nabi-Nya. Sementara itu mereka akan mengalami malapetaka yang sangat mengerikan. Dalam kondisi itu mereka merasa sangat memerlukan kebenaran firman Allah, namun hanya untuk kepentingan diri mereka sendiri, yaitu bebas dari malapetaka, namun bukan untuk berbalik kepada Allah. Mereka hanya mau memanipulasi Allah. Namun hati mereka tetap mencintai dosa-dosanya. Allah menyampaikan fakta yang mengerikan bahwa mereka akan mati untuk selama-lamanya (ay. 14).
Peringatan keras Allah kepada bangsa Israel juga menjadi peringatan kepada kita. Jangan sampai kita menolak Allah dan kebenaran firman-Nya yang hingga saat ini masih diperdengarkan-Nya kepada kita melalui para hamba-Nya! Jangan sampai menunggu kita diserahkan Allah untuk terus menikmati keinginan kita yang berdosa! Itu merupakan keadaan yang paling mengerikan, seperti merasakan neraka di dalam dunia ini. Jangan kita memanipulasi perasaan lapar dan haus akan kebenaran firman Allah hanya karena takut pada malapetaka, penderitaan dalam dunia ini, namun sebenarnya tidak sungguh-sungguh mau berbalik kepada-Nya dan meninggalkan dosa-dosa kita! Jangan sampai kita membiarkan generasi penerus kita terlena pada kenikmatan dosa-dosanya! Itu sangat membahayakan jiwa mereka. Ingatlah Kristus yang berdiam di dalam kita akan selalu membentuk kita menjadi penyembah-penyembah Allah yang bertekun untuk mendengarkan! Itu adalah penyembahan yang sesuai dengan nilai Kerajaan-Nya.
“Penyembah Allah di dalam Kristus adalah orang yang tidak mengabaikan-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Mengapa Anda sulit untuk mendengarkan dan menaati Allah?
2.Bagaimana Kristus yang berdiam di dalam Anda melatih Anda untuk tekun mendengarkan dan menaati Allah?
阿摩司书5:4-6
上帝的清教徒仆人托马斯·曼顿写道:“那些享受上帝的人会更加不断地寻求祂。他们始终活着依赖祂,并渴望享受与祂有更亲密的团契。恶人逃离上帝并寻求远离上帝同在的保护。事奉上帝意味着让祂成为我们敬拜的对象,而寻求上帝则是让祂成为我们敬拜的目标。”
先知阿摩司的信息是来自上帝的审判和恢复的信息。对于那些在上帝面前心碎的人,他们愿意回应恢复的信息。那就是寻求上帝的信息(4,6 节)。原文中的“寻求”一词是 darash,意思是透过祷告、敬拜来寻求上帝。这行动是发自一颗爱上帝的心。对他们来说,每时刻都变得非常宝贵,因为可以遇见上帝。在安静的时候。祷告的时候。阅读和默想上帝话语的时候。上班的时候。与家人团聚并见证一整天经历上帝的慈爱的时候,等等。寻求上帝的人会得着生命。原始语言中的“生命”一词是 chayah,意思是仍然活着、得救,活的灵魂。因此,他们的灵魂永远活着,并从上帝的忿怒中得救。无论什么事情发生他们仍然寻求上帝来填满自己的生活。因此,他们将拥有属天的智慧来度过每日的生活。与此同时,那些在上帝面前愚拙的人仍然拒绝恢复的信息。他们一再地往伯特利,吉甲去献祭给上帝,但他们的心还是没有寻求祂。他们所得到的乃是永远的死亡。
按照上帝国度的价值观来敬拜祂,意味着坚持不懈地寻求祂。这就是上帝对作为祂敬拜者的我们的要求。基督的救赎使我们的心得以恢复。我们在上帝面前成为心碎的人。我们以悔改和日复一日的改变来回应祂的恢复信息。我们让上帝和祂话语的真理居首位。我们将在任何时候和环境中始终根据上帝话语的真理来寻求上帝。我们如此行是出于一颗渴慕祂的心。现在我们所度过的乃是在上帝的儿子基督里的生活。爱神、尊重神、顺服神的生活为至上。这样的生活是从上帝的忿怒中得救并进入永恒荣耀的生命。
“如果我们是已被基督得着上帝的敬拜者,
那么即使在困难中,我们也会不断努力地寻求上帝。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.你认为寻求上帝意味着什么?
2.在新冠肺炎疫情大流行期间,你如何寻求上帝?
From the publisher's feed