
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Amos 5:4-6
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Thomas Manton seorang hamba Tuhan puritan menulis, “Mereka yang menikmati Allah akan terus semakin mencari Dia. Mereka senantiasa hidup bergantung kepada-Nya dan berhasrat menikmati persekutuan yang semakin erat dengan-Nya. Orang fasik melarikan diri dari Allah dan mencari perlindungan jauh dari penyertaan Allah…Melayani Allah artinya menjadikan Dia objek dari ibadah kita, sedangkan mencari Allah adalah menjadikan Dia tujuan dari ibadah kita.”
Berita dari nabi Amos adalah berita tentang penghakiman dan pemulihan dari Allah. Bagi mereka yang hancur hati di hadapan Allah, mereka mau meresponi berita pemulihan itu. Berita itu adalah mencari Allah (ay. 4, 6). Kata ‘mencari’ dalam bahasa aslinya adalah darash yang berarti mencari Allah melalui doa, penyembahan. Tindakan ini dilakukan dari dalam hati yang mengasihi Allah. Bagi mereka setiap waktu menjadi sangat berharga, karena dapat berjumpa dengan Allah. Pada waktu berdiam diri. Pada waktu berdoa. Pada waktu membaca dan merenungkan firman Allah. Pada waktu bekerja. Pada waktu berkumpul bersama dengan keluarga sambil menyaksikan kasih setia Allah yang dialami sepanjang hari, dan sebagainya. Mereka yang mencari Allah akan memeroleh hidup. Kata ‘hidup’ dalam bahasa aslinya adalah chayah yang berarti tetap hidup, selamat, jiwa yang hidup. Dengan demikian jiwa mereka tetap hidup selama-lamanya dan selamat dari murka Allah. Mereka mengisi hidup dengan mencari Allah apa pun yang terjadi. Dengan begitu mereka akan memiliki hikmat surgawi dalam menjalani hari-hari kehidupannya. Sementara itu mereka yang bebal di hadapan Allah tetap menolak berita pemulihan itu. Mereka tetap pergi ke Betel, Gilgal untuk mempersembahkan kurban kepada Allah, namun lagi-lagi hati mereka tidak mencari-Nya. Yang mereka tuai adalah kematian kekal.
Menyembah Allah sesuai dengan nilai Kerajaan-Nya berarti bertekun untuk mencari-Nya. Hal itu yang Allah kehendaki dari kita sebagai penyembah-penyembah-Nya. Penebusan Kristus memberikan kita pemulihan hati. Kita menjadi pribadi yang hancur hati di hadapan Allah. Berita pemulihan dari-Nya kita responi dengan pertobatan dan perubahan hidup hari demi hari. Kita menjadikan Allah dan kebenaran firman-Nya sebagai yang terutama. Kita akan selalu mencari Allah berdasarkan kebenaran firman-Nya di setiap waktu dan keadaan. Kita melakukannya dari dalam hati yang merindukan-Nya. Sekarang hidup yang kita jalani adalah hidup di dalam Kristus Anak Allah. Hidup yang mengasihi, menghormati, menaati Allah di atas segala sesuatu. Hidup yang demikian adalah hidup yang telah diselamatkan dari murka Allah dan menuju kemuliaan kekal.
“Jika kita adalah penyembah Allah yang telah didapatkan oleh Kristus, maka kita akan selalu berjuang untuk mencari Allah sekalipun di tengah-tengah kesulitan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda apa arti mencari Allah?
2.Bagaimana Anda mencari Allah di tengah-tengah pandemi Covid-19?
阿摩司书6 : 8
上帝的清教徒仆人托马斯•布鲁克斯写道:“谦卑的人很容易满足于小事;相反的,狂傲的人什么都不能满足他的欲望。”一个谦卑的人说 :“主啊,赐给我足够的食物和衣服,祢就是我的上帝。在我心中赐我基督的丰盛和天堂,以及充足的食物来维持我自然的生命,这就足够了。” 狂傲的人永远不会感到足够。
先知阿摩司时代的以色列民在神面前是一个狂傲的人民。他们时常在各个神圣的地方和强大的国家寻求满足感。锡安是耶路撒冷地区神殿所在的山丘是犹太人的敬拜地方,而撒玛利亚山是以色列人的敬拜地方,然而以色列民却将这些地方视为安逸无虑的地方(阿摩司书6:1下)。他们甚至“拜访”非利士国去寻求保护。他们也崇拜大马色王国(阿摩司书5:27)。他们认为这个王国是一个超级大国,可以给予他们保护。他们更多地将自己的生命交托在世界上暴力统治者的手中,而不是交托在仁慈的上帝手中。他们的态度和行为伤透了上帝的心。祂指著自己起誓,这意味着祂所说的一切出于祂的意愿也必定发生。这就是发生在以色列民身上的事。上帝憎恶他们的狂傲。因这是祂眼中看为可恶的事。上帝把这国交付于亚述国来征服和掳掠。整座城市及其内的都被摧毁了(第 8 节)。上帝的话应验了。他们的献祭和供物都不能使他们逃脱上帝的惩罚。其实上帝希望他们按照祂国度的价值观也就是以谦卑的心来敬拜祂。
我们可以向某些我们认为有权势、富有、了不起、强壮、地位高的人寻求保护。我们可以透过顺耳的教义为自己寻求满足,为我们生活中的问题提供解决方案。我们可以从这世界拥有的财富、繁荣,甚至奇观、游戏中寻求满足。我们更多地将生命交托在这世界上的一切过于交托在上帝的手中。那是狂傲且是上帝看为可憎恶的。悔改吧!上帝要我们谦卑地敬拜祂。这只能透过谦卑的基督住在我们里面而我们也住在祂里面。因我们的心有基督的掌管所以对外在的事物会知足。此外,我们将永远把我们的满足感,生命的保护交托在祂身上。
居住在基督里敬拜上帝的人乃是谦卑的,而不是狂傲的人。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.为什么人类易于狂傲而不是谦卑?
2.居住在你里面的基督如何塑造你成为一个谦卑敬拜上帝的人?
Nats Alkitab : Amos 6:8
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Thomas Brooks seorang hamba Tuhan puritan menulis, “Jiwa yang rendah hati mudah dipuaskan dengan hal-hal kecil; sebaliknya, apa pun tidak dapat memuaskan nafsu orang-orang congkak. Orang yang rendah hati berkata: “Tuhan, berikan kepadaku makanan dan pakaian secukupnya dan jadilah Engkau Allahku. Karuniakan aku kelimpahan Kristus dan surga di hatiku dan makanan secukupnya demi menunjang kehidupan alamiku, dan itu sudah cukup. Orang congkak tidak pernah merasa cukup.”
Bangsa Israel pada zaman nabi Amos adalah bangsa yang congkak di hadapan Allah. Mereka selalu mencari kepuasan ke berbagai tempat sakral, kerajaan-kerajaan yang kuat. Sion adalah bukit - tempat Bait Allah berdiri di wilayah Yerusalem yang merupakan tempat ibadah orang Yehuda. Namun orang Israel pun mengkultuskannya sebagai tempat yang dapat memberikan rasa aman (Amos 6:1a). Gunung Samaria adalah tempat beribadahnya orang Israel yang dikultuskan untuk mendapatkan ketenteraman (Amos 6:1b). Bahkan mereka pun “bertandang” ke Filistin untuk mendapatkan perlindungan. Mereka juga mengidolakan kerajaan Damsyik (Amos 5:27). Mereka menganggap bahwa kerajaan ini adalah kerajaan superpower, yang dapat memberikan mereka perlindungan. Mereka lebih memercayakan hidupnya ke dalam tangan para penguasa dunia yang penuh kekerasan daripada ke dalam tangan Allah yang penuh kebaikan. Sikap dan tindakan mereka ini telah mendukakan hati Allah. Dia bersumpah demi diri-Nya, artinya apa pun yang dikatakan-Nya pasti terjadi atas persetujuan diri-Nya sendiri. Inilah yang terjadi terhadap bangsa Israel. Allah sangat membenci kecongkakan mereka. Itu adalah kekejian di mata-Nya. Allah menyerahkan bangsa ini ditaklukkan, ditawan oleh bangsa Asyur. Seluruh kota serta isinya hancur (ay. 8). Perkataan Allah pun tergenapi. Tidak ada satu pun kurban dan persembahan mereka yang dapat meluputkan mereka dari hukuman Allah. Sejatinya Allah menghendaki mereka untuk menyembah-Nya sesuai dengan nilai Kerajaan-Nya, yaitu kerendahan hati.
Kita bisa saja mencari perlindungan dari orang-orang tertentu yang kita anggap berkuasa, kaya, hebat, kuat, punya jabatan tinggi. Kita bisa saja mencari kepuasan untuk diri kita sendiri melalui ajaran-ajaran yang menyenangkan telinga kita, memberikan solusi, jalan keluar atas permasalahan hidup kita. Kita bisa saja mencari kepuasan dari kekayaan, kemakmuran, bahkan tontonan, permainan yang ada di dunia ini. Kita lebih memercayakan hidup kita ke dalam dunia ini daripada ke dalam genggaman Allah. Itu adalah kecongkakan dan kekejian di mata Allah. Bertobatlah! Allah menghendaki kita untuk menyembah-Nya dengan kerendahan hati. Itu hanya bisa terjadi melalui Kristus yang rendah hati tinggal di dalam kita dan kita di dalam-Nya. Kita akan selalu mencukupkan diri untuk hal-hal lahiriah, karena hati kita dikuasai oleh Kristus. Selain itu kita akan selalu meletakkan kepuasan, perlindungan hidup kita hanya di dalam Dia.
“Penyembah Allah yang tinggal di dalam Kristus adalah orang yang rendah hati bukan congkak.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Mengapa manusia cenderung congkak daripada rendah hati?
2.Bagaimana Kristus yang berdiam di dalam Anda membentuk Anda menjadi penyembah Allah yang rendah hati?
阿摩司书 4:4-5
上帝的清教徒仆人托马斯·波士顿 (Thomas Boston) 写道:“人心多么污秽,本性多么败坏!这种败坏植根于内心并融入我们的本性。这让在地球上创造人类的上帝感到悲伤。人类的感情完全混乱和败坏。心是一切可憎之罪恶的根源。爱该恨的东西,反而恨该爱的东西。”
上帝对以色列民族的骄傲发出严厉的斥责。他们对神的敬拜不符合祂国度的价值观,就是以爱祂的心顺服祂。上帝透过先知阿摩司嘱咐以色列民来到伯特利和吉甲,是他们一直以来犯喜爱的罪行的两个敬拜场所。尽管他们也献上祭物、奉上十分之一、献有酵的感谢祭,把甘心祭宣传报告给众人(第4-5节),都是出于一颗傲慢的心去执行的。他们热切地宣传献给上帝的祭物。原始语言中的“宣传”一词是来自词根qara的weqiru,意思是大声说话。这个词可以解释为来自骄傲的心去炫耀,吹嘘,自豪。他们因能够向上帝献祭而自豪。他们在穷人面前自豪。与此同时,他们根本不关心他人的缺乏、饥饿和困难的状况。在上帝眼中,这种敬拜是邪恶的。这民喜爱他们的罪恶,包括他们的自豪,相反的,他们恨恶顺服上帝和爱他人。
我们也会像以色列民一样热心敬拜上帝,献上各种形式的奉献、奉上十分之一,甚至参与各种服事工作。也许我们为这一切感到非常自豪。我们喜欢在其他人面前炫耀。看来我们在上帝面前成为真正的敬拜者。很多人对我们的各种形式奉献的善举感到钦佩。也有很多人称赞我们参与许多服事工作。是不是很自豪?当心吧!上帝对以色列民的严厉斥责今天也适用于我们。如果我们是在基督里被救赎的上帝的敬拜者,那么我们会更加憎恨罪恶,自豪,对他人的自私。相反的,我们会越来越喜欢遵循上帝的真理,并爱他人,包括那些正在困难之中的人。
“上帝不是寻找一个自豪的,而是一个顺服祂的敬拜者。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.当你为自己对上帝所做的奉献、十分之一奉献和服事而自豪时,你的良心会怎么说?
2.你内住的基督如何训练你顺服上帝?
Nats Alkitab : Amos 4:4-5
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Thomas Boston seorang hamba Tuhan puritan menulis, “Betapa kotornya hati manusia dan rusak naturnya! Kerusakan ini berakar di hati dan ditenun di dalam natur kita. Hal ini mendukakan Allah yang menciptakan manusia di bumi. Afeksi manusia sepenuhnya sudah kacau dan rusak. Hati adalah induk dari semua kejijikan dosa. Yang mencintai apa yang seharusnya dibenci dan sebaliknya membenci apa yang sepatutnya dicintai.”
Allah menyuarakan teguran-Nya yang keras atas kebanggaan bangsa Israel. Penyembahan mereka kepada Allah tidak sesuai dengan nilai Kerajaan-Nya, yaitu ketaatan kepada-Nya dari dalam hati yang mengasihi-Nya. Melalui nabi Amos, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk datang ke Betel, Gilgal, dua tempat ibadah mereka untuk melakukan kejahatan-kejahatan mereka yang selama ini mereka sukai. Sembari mereka juga memberikan persembahan kurban sembelihan, persembahan persepuluhan, kurban syukur dari roti yang beragi, memaklumkan persembahan-persembahan sukarela (ay. 4-5), yang dilakukan dari hati yang angkuh. Mereka sangat bersemangat untuk memaklumkan persembahan-persembahan yang dipersembahkan kepada Allah. Kata ‘memaklumkan’ dari bahasa aslinya adalah weqiru dari kata dasar qara yang berarti menyuarakan dengan keras. Kata ini dapat diartikan memamerkan, membual, membanggakan diri yang berasal dari hati yang angkuh. Dengan demikian mereka membanggakan dirinya karena dapat memberikan persembahan-persembahan kepada Allah. Mereka membanggakan dirinya di hadapan orang-orang miskin. Sementara itu mereka tidak peduli sama sekali dengan keadaan sesamanya yang kekurangan, kelaparan, kesulitan. Di mata Allah penyembahan seperti ini adalah jahat. Bangsa ini mencintai dosa-dosanya, termasuk kebanggaan dirinya, sebaliknya mereka membenci untuk menaati Allah dan mengasihi sesamanya.
Kita pun bisa saja seperti bangsa Israel yang antusias menyembah Allah dengan memberikan berbagai macam bentuk persembahan, persepuluhan, bahkan pelayanan di berbagai bidang. Kita bisa saja sangat membanggakan itu semua. Kita senang memamerkannya di hadapan orang lain. Terkesan kita adalah penyembah yang benar di hadapan Allah. Banyak orang yang kagum terhadap kebaikan kita dalam memberikan berbagai macam bentuk persembahan. Banyak juga yang memuji kita karena banyak terlibat dalam pelayanan. Bangga bukan? Hati-hatilah! Teguran keras Allah kepada bangsa Israel juga berlaku kepada kita pada masa kini. Jika kita adalah penyembah Allah yang ditebus di dalam Kristus, maka kita akan semakin membenci dosa-dosa, kebanggaan atas diri kita sendiri, keegoisan kita terhadap sesama kita. Sebaliknya kita akan semakin mencintai untuk menaati kebenaran Allah dan mengasihi sesama kita, termasuk mereka yang sedang kesulitan.
“Allah tidak mencari penyembah yang membanggakan dirinya, melainkan yang menaati-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa kata hati nurani Anda tatkala Anda membanggakan diri Anda atas persembahan, persepuluhan, pelayanan yang Anda berikan kepada Allah?
2.Bagaimana Kristus yang berdiam di dalam Anda melatih Anda untuk menaati Allah?
阿摩司书4:1-3
C.S.刘易斯写道:“如果我们与上帝分离,祂就不能给我们幸福与平安,因为在祂之外没有幸福与平安。一切都没有。”詹姆斯•布莱恩•史密斯写道:“不是因为我们离开了上帝,祂就吝于给与或扣住喜乐,而是在上帝之外真的没有幸福。”
在这段经文中,先知阿摩司表达了上帝对撒玛利亚的惩罚,包括上层阶级的妇女,她们将生活的幸福与平安建置在世界的财富、繁荣和欢乐中。这些撒玛利亚妇女被描述为撒玛利亚山上的巴珊母牛(第1节)。巴珊母牛来自约旦河对面的巴珊地区,位于加利利海以东。该地区以其绿色草地和优质小麦而闻名。巴珊母牛被称为健康、肥胖的动物。 “巴珊母牛”这个词的表意快乐、奢华、繁荣。先知阿摩司用这个词来斥责撒玛利亚妇女的行为。她们喜欢宴乐,吃奢侈的食物,使她们的身体发胖。其所有资金都来自丈夫的腐败,他们勒索压榨弱者,欺压穷人。她们的心与神隔绝,因为他们选择享受肉体和世界之乐。她们认为自己和这世界能够提供完美的幸福与平安。然而却没有。最终,撒玛利亚为北以色列的首都因神的圣洁而受到惩罚(第 2 节)。祂允许亚述人摧毁撒玛利亚的城墙。所有的居民,包括这些上层阶级的妇女,如对待动物一般受虐待、羞辱、痛苦地被俘虏(第 3 节)。无论他们对上帝的敬拜有多么热烈,但如果他们的心与上帝分离,那只是个虚假的敬拜。在上帝之外他们永远找不到幸福和真正的平安。
在基督耶稣里拯救了我们的上帝要我们按照祂国度的价值观来敬拜祂。意味着我们要让上帝成为我们生活中的首位。我们以尊崇祂的圣洁、热爱并遵守祂话语的真理的心来敬拜祂。我们的敬拜不是从如此迷人的外表为先,而是从时刻与祂合一且不与祂分离的心。这样我们就永远只会在他里面而不会从这世界上寻求幸福和平安。透过将上帝居首位,我们将时刻因祂所赐给我们的一切献上感恩。我们不会优先考虑这世界的财富、繁荣和奢侈。我们不会合理化,包括操纵、腐败这些手段。相反的,我们将上帝赐给我们的财富和繁荣用来祝福我们的邻舍。
“把上帝居首位意味着不要与祂分离。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.谁或什么在你心中居最重要的位置?
2.上帝用怎么样的方式使我们不与他分离,好让我们不从这世界上寻求幸福与平安?你对上帝的这种方式有什么反应?
Nats Alkitab : Amos 4:1-3
Penulis : G.I. Antoni Samosir
C. S. Lewis menulis, “Allah tidak dapat memberikan kita kebahagiaan dan kedamaian jika kita terpisah dari-Nya, karena di luar Dia tidak ada kebahagiaan dan kedamaian. Semua itu tidak ada.” James Bryan Smith menulis, “Allah tidak sedang pelit dan menahan sukacita jika kita terpisah dari-Nya, sesungguhnya tidak ada kebahagiaan di luar Allah.”
Dalam nas ini nabi Amos menyuarakan hukuman Allah atas Samaria termasuk para perempuan dari kalangan atas yang meletakkan kebahagiaan dan kedamaian hidupnya di dalam kekayaan, kemakmuran, kesenangan dunia. Para perempuan Samaria ini digambarkan seperti lembu-lembu Basan yang ada di gunung Samaria (ay. 1). Lembu Basan berasal dari daerah Basan di seberang sungai Yordan, tepatnya di timur danau Galilea. Daerah itu terkenal dengan padang rumput yang hijau, gandum yang baik. Lembu Basan terkenal sebagai binatang yang sehat, gemuk. Istilah “lembu Basan” mengartikan kesenangan, kemewahan, kemakmuran. Nabi Amos menggunakan istilah itu untuk menegur keras perilaku para perempuan Samaria tersebut. Mereka suka pesta pora, makan makanan yang mewah yang membuat tubuh mereka menjadi gemuk. Semua dana untuk itu berasal dari hasil korupsi para suami mereka, yang memeras orang lemah, menginjak orang miskin. Hati mereka terpisah dari Allah, karena mereka memilih untuk menikmati kedagingan dan keduniawiannya. Mereka menganggap bahwa diri mereka, dunia ini dapat memberikan kebahagiaan dan kedamaian yang sempurna. Namun ternyata tidak. Pada akhirnya Samaria yang merupakan ibukota Israel Utara menerima hukuman dari Allah demi kekudusan-Nya (ay. 2). Dia mengizinkan bangsa Asyur menghancurkan tembok kota Samaria. Semua penduduknya, termasuk para perempuan kalangan atas ini ditawan secara sadis, hina, menyakitkan seperti binatang (ay. 3). Seberapa pun hebatnya penyembahan mereka kepada Allah, namun jika hati mereka terpisah dari-Nya, itu adalah penyembahan yang palsu. Di luar Allah mereka tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan, kedamaian sejati.
Allah yang menyelamatkan kita di dalam Kristus Yesus menghendaki kita menyembah-Nya sesuai dengan nilai Kerajaan-Nya. Maksudnya adalah kita menjadikan Allah sebagai yang terutama di dalam hidup kita. Kita menyembah-Nya dari dalam hati yang menghormati kekudusan-Nya, mencintai dan menaati kebenaran firman-Nya. Penyembahan kita bukan pertama-tama dari tampilan luar yang begitu menawan, melainkan dari dalam hati yang selalu menyatu dengan-Nya, tidak terpisah dari-Nya. Sehingga kita tidak akan pernah mencari kebahagiaan, kedamaian hidup dari dunia ini, melainkan hanya di dalam-Nya. Dengan kita menempatkan Allah sebagai yang terutama, maka kita akan selalu bersyukur untuk segala sesuatu yang diberikan-Nya. Kita tidak akan mengutamakan kekayaan, kemakmuran, kemewahan dunia ini. Kita tidak akan menghalalkan segala cara, termasuk memanipulasi, mengkorupsi. Melainkan kita akan menggunakan kekayaan, kemakmuran yang Allah berikan kepada kita untuk memberkati sesama kita.
“Menempatkan Allah sebagai yang Terutama berarti tidak mau terpisah dari-Nya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Siapa atau apa yang mendapatkan tempat yang terutama di dalam hati Anda?
2.Bagaimana cara Allah agar kita tidak terpisah dari-Nya sehingga kita tidak mencari kebahagiaan dan kedamaian dari dunia ini? Bagaimana respons Anda terhadap cara Allah tersebut?
阿摩司书 2:6-12
Matt Chandler 和 Jared C. Wilson 在他们名為"清晰福音"的书中写道,“敬拜是给予某物至高的价值。当这个至高无上的价值给予宇宙的三位一体真神以外的人或物时,就是敬拜偶像了。所以,基督徒敬拜的基础是承认、顺服的态度和享受上帝荣耀至高无上的威严。”
先知阿摩司指出,以色列人给与他们的罪行至高的价值。这些可以从他们以不公平和不公义的对待他人证明出来。先知阿摩司提到以色列人三番四次的犯罪(第6节)。三番的意思是形容完美无缺的数字,然而再加上一次,就意味着他们的罪行非常完整。他们为了银子和物质互相剥削(第6节)。他们贬低和误导他人(第7节)。父子和一个年轻女子行淫以满足他们的情欲(第7节)。他们抢夺不属于他们的东西并在神的庙中享受醉酒(8节)。他们强迫献给上帝的子弟喝酒迫使得他们不需要保守圣洁的生活(第12上半节)。他们也反对先知传讲上帝的审判而更喜欢听顺耳的讲道(第12下半节)。他们故意忘记是上帝拯救了他们免受亚摩利人的攻击(第 9 节)。他们忽略了那位释放、引领他们的祖先走出埃及的奴役,并带领他们在旷野四十年的上帝(第10节)。他们不在乎上帝呼召并预备从他们子弟中兴起先知,又从他们少年中兴起忠于祂的人 (第11节)。
如果我们的心享受肉体以及我们的世俗高于一切意味着我们把它放在至高的价值上,那么我们就是把它当作我们的偶像来敬拜。但是,如果我们的心享受上帝话语的威严、真理,并顺服祂,那么我们就将至高的价值归于三位一体神作为我们生命的唯一掌管者。基督耶稣的救赎带领我们成为敬拜上帝的人,将至高的价值归于祂,而不再给予人类、肉体的欲望和这世界的享受。只有在基督耶稣里的上帝才配得我们这些敬拜祂的人的至高价值!除祂以外,再无其他配得的!
“给予上帝至高的价值,意味着没让其他任何人事物,
而惟有祂成为生命的唯一掌管者。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.有没有人或事物在你的生命中获得至高价值,那是谁或什么东西?
2.如今基督的救赎如何改变你来将至高的价值只献给上帝?
Nats Alkitab : Amos 2:6-12
Penulis : G.I. Antoni Samosir
Matt Chandler dan Jared C. Wilson dalam bukunya yang berjudul The Explicit Gospel (Injil yang Jelas) menulis, “Ibadah adalah memberi nilai tertinggi bagi sesuatu. Saat nilai tertinggi ini diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang lain dari Allah Tritunggal yang sejati dari alam semesta, maka itu adalah penyembahan berhala. Jadi, dasar dari ibadah Kristen adalah pengakuan, sikap tunduk, dan menikmati keagungan dari kemuliaan Allah di atas segala sesuatu.”
Nabi Amos mengetengahkan bahwa bangsa Israel memberikan nilai tertinggi kepada kejahatan-kejahatan mereka. Hal itu dibuktikan dari tindakan mereka yang melakukan ketidakadilan dan ketidakbenaran kepada sesamanya. Nabi Amos menyampaikan tiga perbuatan jahat Israel bahkan empat (ay. 6). Maksudnya angka tiga adalah untuk menggambarkan kesempurnaan, namun ternyata ditambah satu lagi, artinya sangat lengkap kejahatan mereka. Mereka mengeksploitasi sesamanya demi uang dan barang (ay. 6). Mereka merendahkan dan menyesatkan sesamanya (ay. 7). Anak dan ayah pergi untuk memperkosa seorang perempuan muda demi memuaskan birahinya (ay. 7). Mereka merampas yang bukan miliknya dan menikmati kemabukan di rumah Allah (ay. 8). Mereka memaksa anak-anak yang diberikan kepada Tuhan untuk minum anggur sehingga mereka tidak perlu menjaga kekudusan hidup (ay. 12a). Mereka juga menentang para nabi yang memberitakan khotbah tentang penghakiman Allah, melainkan lebih menyukai khotbah yang menyenangkan telinga (ay. 12b). Mereka dengan sengaja melupakan bahwa Allah yang telah menyelamatkan mereka dari serangan bangsa Amori (ay. 9). Mereka mengabaikan bahwa Allah yang telah melepaskan, menuntun leluhur mereka keluar dari perbudakan Mesir, serta yang memimpin mereka empat puluh tahun lamanya di padang gurun (ay. 10). Mereka tidak peduli bahwa Allah yang telah memanggil anak-anak mereka untuk dipersiapkan menjadi nabi, dan pemuda-pemuda mereka dikhususkan untuk-Nya (ay. 11).
Jika hati kita menikmati kedagingan, keduniawian kita di atas segala sesuatu berarti kita memberi nilai tertinggi kepadanya, maka kita sedang menyembahnya sebagai berhala kita. Namun jika hati kita menikmati keagungan, kebenaran firman Allah, dan menaati-Nya, maka kita memberi nilai tertinggi kepada Allah Tritunggal sebagai Penguasa Tunggal hidup kita. Penebusan Kristus Yesus menuntun kita menjadi penyembah Allah yang memberikan nilai tertinggi hanya kepada-Nya, dan bukan lagi kepada manusia, keinginan daging, dan kenikmatan dunia ini. Hanya Allah di dalam Kristus Yesus yang layak mendapatkan nilai tertinggi dari kita – para penyembah-Nya! Di luar Dia tidak ada satu pun yang layak!
“Memberikan nilai tertinggi kepada Allah, berarti menjadikan Dia sebagai satu-satunya Penguasa hidup, bukan yang lain - siapa pun dan apa pun itu.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Adakah seseorang atau sesuatu yang selama ini mendapatkan nilai tertinggi dalam hidup Anda, siapakah atau apakah itu?
2.Bagaimana penebusan Kristus mengubahkan Anda sekarang untuk memberikan nilai tertinggi hanya kepada Allah?
阿摩司书 5:21-27
以下是约翰·加尔文根据阿摩司书对邪恶的以色列人敬拜神的解释总结:“敬拜是一种宗教仪式,与基于神的圣洁、公义的虔诚生活无关。与信心和悔改以及对罪的忏悔无关。敬拜只是一种宗教锻练,而不是属灵锻练。敬拜只谈论表面的辉煌,不在乎内心的邪恶。敬拜不须要爱上帝和爱人。”
上帝希望以色列人的敬拜符合祂国度的价值观,即爱祂、活在祂的圣洁中、并且以公平和公义来爱他人的心(第 24 节)。但事实并非如此。他们使用这世界的价值观来敬拜上帝。一方面,他们仍然只在表面上敬拜上帝,在他们的每次宗教庆祝活动中献上燔祭、祭品、平安祭、歌曲和音乐。他们如此做的目的乃是为了维持他们作为上帝子民的地位。也为了仍然得到上帝的祝福。但另一方面,他们也敬拜假神,例如摩洛和龛(第 26 节)。摩洛是亚述战神的形象。龛是巴比伦星神的形象。他们敬拜这些假神的目的是为了仍然能够自由地犯罪。这就是试图将两个相互矛盾的部分,即上帝和众假神结合起来的敬拜沉沦主义。他们并没有爱和尊崇上帝的心。因此影响了他们对他人不良的关系。他们操纵、欺骗、夺取他人的权利,等等。他们这样的敬拜为神所憎恨、拒绝、藐视,甚至不被神垂听(21-23 节)。
在基督耶稣里创造和拯救我们的上帝希望我们的敬拜符合祂国度的价值,即爱他,活在他的圣洁中,并且以公平和公义的行为来爱他人。我们敬拜神的目的不是为了维持我们被救赎的地位,更不是为了从神那里得到许多物质上的祝福。但因为我们发自内心的爱祂,尊崇祂。我们对祂的敬拜也将与我们透过顺服祂的话语一天天地更新我们的心有密切关系。我们不再享受罪,而是享受公义和祂的圣洁。这对我们与他人的关系有积极的影响。我们的存在是为了塑造他人的生活,而不是操纵、欺骗、夺取权利、伤害他们。这就是符合神国度的价值观的敬拜。
“爱神爱人是神国度的价值观,是成为敬拜神的重要基础。”
椰嘉達基督徒會堂卡帝尼堂會-何承理傳道
翻译员:黃瓊楓
思考的問題:
1.你用什么价值观来敬拜上帝?是用祂国度或这世界的价值呢?
2.住在你里面的基督如何按照神国度的价值观来塑造你敬拜神的心呢?
From the publisher's feed