
Sign up to save your podcasts
Or


Nats Alkitab : Mazmur 56:4
Penulis : G.I. Cuniadi Tan
Setiap manusia punya satu musuh yang tidak kelihatan. Musuh ini tidak berada di luar, tapi berada di dalam diri setiap orang. Musuh ini namanya ketakutan. Penelitian medis menunjukkan bahwa manusia bisa mengalami kematian akibat rasa takut. Perasaan takut yang tidak diatasi juga bisa menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh dan kesehatan mental seseorang. Iblis ingin kita hidup di bawah kendali ketakutan. Sebaliknya, Tuhan mau supaya kita tidak hidup dalam ketakutan. Ketika saya melayani di Sumbawa, NTB, ada anak laki-laki yang mempunyai ayah seorang polisi. Saya mengamati sikap anak itu. Ia adalah anak yang tidak takut dalam menjalani kehidupannya. Saya bertanya, mengapa dia tidak takut dan percaya diri? Anak itu menjawab: “Saya ini anak Polisi. Ayah pasti akan melindungi saya.” Kepolosan anak itu mengingatkan saya, bahwa kita adalah anak Allah.
Sejatinya, kita tidak perlu takut dalam menjalani kehidupan ini, karena Allah yang memiliki hidup kita jauh melebihi seorang polisi. Firman Tuhan mengatakan, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:4). Sebagai orang Kristen, kita bisa menjadi seperti Daud. Ketika ketakutan itu datang, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memercayai Tuhan dan fokus pada kehebatan-Nya. Selain itu, kita memperlengkapi diri dengan senjata firman Tuhan dan berfokus pada janji-janjiNya. Hal itu membantu kita untuk menyisihkan ketakutan. Saat ketakutan hadir, kita harus mempertegas iman kita.
Mungkin saat ini kita tidak mengalami persoalan seperti Daud. Namun di tengah bahaya pandemi yang masih merajalela, bisa saja kita menjadi takut. Biarlah hati kita tetap terpaut kepada Allah Sang Pemilik hidup kita. Percayalah bahwa Allah layak untuk diandalkan! Tangan Allah bekerja seiring dengan hati-Nya yang penuh belas kasihan. Kiranya Tuhan menolong dan meneguhkan kita.
Jangan takut! Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu!
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa dasar hidup Anda untuk tidak dikuasai perasaan takut?
2.Apa akibatnya jika Anda mengalami rasa takut yang berlebihan?
提摩太后书 1:7; 罗马书8:12-17
一个童话故事讲述了一只老鼠因为害怕猫而感到沮丧。一个巫师感到同情,然后把老鼠变成了一只猫。但是身体的变化并不能消除他的恐惧。变成猫的老鼠害怕看到狗。巫师决定把他变成一只狗。可他一看到老虎就害怕了。他又变成了一只老虎,但他害怕猎人。見此状况,巫师终于屈服了,像以前一样把他变回老鼠。他说:“不管我做什么,都帮不了你。不管你是什么形式,你仍然是一只老鼠,因为你只有老鼠的心。”
恐惧是对威胁的情绪反应。恐惧是一种生存机制,它是对特定刺激例如疼痛或危险威胁做出反应而造成的。恐惧是人性的,也是自然的。但如果放任不管,恐惧就会成为一个大问题。我们将继续被恐惧管辖,失去平安。尤其是当发生新冠肺炎大流行时,这让我们害怕面对不确定的未来。神的话语告诉我们,“因為神賜給我們,不是膽怯的心,乃是剛強、仁愛、謹守的心。”(提摩太后书 1:7)。上帝之灵的力量会兴起力量、勇气和面对困难和危险的决心。我们不必害怕面对这个充满挑战的世界。上帝同在的应许就是保证:“我總不撇下你,也不丟棄你。”(希伯来书 13:5b)。“你不要害怕,因為我與你同在;不要驚惶,因為我是你的神。我必堅固你,我必幫助你;我必用我公義的右手扶持你。”(以赛亚书 41:10) .
来吧,在这种不确定的情况下,我们不要被恐惧所束缚!请放心,我们不是孤军奋战!有一位信实的神,祂保守我们的生命。上帝的爱是永恒的。使我们从恐惧中得释放,我们必须亲近上帝。因为,“我的心默默无声,专等候神”(诗篇 62:1)。只有上帝才能给予真正的安全与平安。
“神賜給我們,不是膽怯的心,乃是剛強、仁愛、謹守的心。”
作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道
翻译员:陳虹霞
需要思考的问题:
1. 是什么让你害怕渡过这些日子?
2. 你是如何克服恐惧的?
Nats Alkitab : 2 Timotius 1:7; Roma 8:12-17
Penulis : G.I. Cuniadi Tan
Sebuah dongeng menceritakan seekor tikus yang merasa tertekan karena takut pada kucing. Seorang tukang sihir merasa iba, lalu mengubah tikus itu menjadi seekor kucing. Namun perubahan fisik tidak bisa menghilangkan ketakutannya. Tikus yang sudah berubah menjadi kucing itu takut melihat anjing. Tukang sihir memutuskan untuk mengubahnya menjadi seekor anjing. Namun ia ketakutan ketika melihat harimau. Ia pun diubah lagi menjadi harimau, tetapi ia takut kepada pemburu. Melihat hal itu, tukang sihir akhirnya menyerah dan mengubahnya menjadi tikus seperti semula. Ia berkata, “Apapun yang saya lakukan tidak akan membantumu. Apapun wujudmu, engkau tetaplah tikus, karena engkau hanya mempunyai hati seekor tikus.”
Ketakutan adalah tanggapan emosi terhadap ancaman. Takut adalah mekanisme pertahanan hidup yang terjadi sebagai respons terhadap stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Ketakutan adalah manusiawi dan wajar. Namun ketakutan dapat menjadi persoalan besar bila dibiarkan berlarut-larut. Kita akan terus dikuasai oleh ketakutan dan kehilangan damai sejahtera. Terlebih saat ini terjadi pandemi Covid-19, yang membuat kita takut dalam menghadapi masa depan yang tidak pasti. Firman Allah memberitahukan bahwa, “Tuhan memberikan kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7). Kuasa Roh Allah akan membangkitkan kekuatan, keberanian dan tekad untuk menghadapi berbagai kesulitan dan bahaya. Kita tidak perlu takut menghadapi dunia yang penuh tantangan ini. Janji penyertaan Tuhan adalah jaminannya: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau" (Ibrani 13:5b). "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan" (Yesaya 41:10).
Marilah dalam keadaan yang tak menentu ini, janganlah kita mau dibelenggu oleh ketakutan! Yakinlah bahwa kita tidak bergumul sendirian! Ada Tuhan yang setia mengawal kehidupan kita. Kasih Tuhan tidak lekang dimakan waktu. Agar kita bisa merdeka dari ketakutan, seyogianya kita perlu selalu dekat dengan Tuhan. Sebab, "Hanya dekat Allah saja aku tenang" (Mazmur 62:2). Hanya Tuhanlah yang dapat memberikan rasa aman dan ketenteraman yang sejati.
“Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apa yang menyebabkan Anda merasa takut menjalani hari-hari ini?
2.Bagaimana Anda mengatasi rasa takut tersebut?
以弗所书4:26
从这节经文中,我们可以理解愤怒实际上是可以的,但要以一种明智的方式。那是怎么样?即基于爱的愤怒,目的是建造和纠正行为并提供解决方案。有罪的愤怒是因仇恨而摧毁他人的愤怒。这是有罪的愤怒,在我们的生活中是不允许的。
“在你的愤怒熄灭之前,不要保留它。”不可以存留愤怒。你是否曾经对某人生气并且迄今还记得它?当我们想起那个人时,我们会变得恼怒、愤怒、愤恨。这意味着我们仍然有愤怒。上帝当然不喜悦。有些人对父母很生气,所以他们不想照顾父母,甚至忍心留下他们独自过活。最后,他的父母生活在无人处理中。还有一些人对邻居有敌意,如果他想出门,他们必须绕道而行,以免遇到邻居。这很奇怪,但确实如此。
我们来看看,其实,如果愤怒被压抑了,它会伤害我们自己,而不是他人。别人没有想此事了,但我们仍然充满了苦毒和愤怒笼罩,让我们因为记住别人的错误而继续皱眉度日。哥林多前书 13:5 给了爱的一个特征,不轻易发怒,不计算人的恶。这节经文中愤怒的含义与盲目而有罪的愤怒有关。因为有不算为罪的愤怒。例如,我们顽皮的孩子经常触摸有触电危险的电源插座,所以我们会温柔地训斥孩子一两次。但是,如果屡次再犯,那么我们就需要生气,这样我们的孩子才会真正遵守我们的吩咐。祈求上帝赐给我们一颗充满爱的心,让我们能够控制自己,不轻易发怒,而是要忍耐!
“生气的时候,想一想:我的愤怒是出于爱还是恨?”
作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道
翻译员:陳虹霞
需要思考的问题:
1. 你如何区分因爱而生的愤怒和因仇恨而生的愤怒?
2. 当你因为对另一个人的仇恨而表达你的愤怒时,你有什么感受?
Nats Alkitab : Efesus 4:26
Penulis : G.I. Cuniadi Tan
Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa sebenarnya marah itu dibolehkan, tapi dengan cara yang bijaksana. Bagaimanakah itu? Yakni kemarahan yang dilandasi oleh kasih dengan tujuan untuk membangun dan memperbaiki kelakuan dan memberikan solusi. Marah yang berdosa adalah kemarahan yang menghancurkan orang lain, didorong oleh permusuhan. Inilah kemarahan yang berdosa dan tidak diperbolehkan dalam hidup kita.
“Janganlah simpan sebelum padam amarahmu”. Kemarahan tidak boleh disimpan. Pernahkah saudara marah kepada seseorang dan sampai sekarang masih mengingat hal itu? Bila ingat orangnya kita menjadi benci, kesal, geram, marah. Itu artinya kita masih menyimpan amarah. Tuhan tentu tidak mengkhendakinya. Ada orang yang marah kepada orangtuanya, hingga dia tidak mau mengurus orangtuanya bahkan tega meninggalkan mereka sendirian. Akhirnya orangtuanya hidup tidak terurus. Ada juga orang yang memusuhi tetangganya hingga kalau dia mau keluar dari rumah, dia harus mengambil jalan memutar supaya tidak ketemu dengan tetangganya itu. Sungguh aneh tapi nyata.
Coba kita perhatikan, sesungguhnya amarah itu bila dipendam akan merugikan diri kita sendiri bukan orang lain. Sementara orang lain sudah tidak memikirkan hal itu, kita masih saja dirundung kepahitan dan kemarahan yang membuat kita terus cemberut menghadapi hari-hari kita hanya karena teringat kesalahan orang lain. Dalam 1 Korintus 13:5 memberikan satu ciri khas kasih, yakni ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Maksud pemarah dalam ayat ini berhubungan dengan kemarahan yang membabi buta dan berdosa itu. Sebab ada kemarahan yang tidak merupakan dosa. Misalnya anak kita nakal sering memegang stop kontak listrik yang berisiko tersetrum, maka sekali dua kali kita akan menegur anak kita dengan lembut. Namun kalau sudah beberapa kali terus dilakukan maka kita perlu marah agar anak kita menjadi sungguh-sungguh menuruti pesan kita. Berdoalah agar Tuhan memberikan kita hati yang penuh dengan kasih supaya kita dapat menguasai diri kita dan tidak gampang marah melainkan berkomitmen untuk sabar!
“Jika marah, pikirkan hal ini: apakah kemarahan saya didorong oleh kasih atau kebencian?”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Bagaimanakah Anda membedakan kemarahan yang didorong oleh kasih dan kemarahan yang didorong oleh kebencian?
2.Apa yang Anda rasakan ketika meluapkan kemarahan Anda karena kebencian terhadap orang lain?
以弗所书4:26
虽然我不是佐科维总统的蜂鸣器,但是我对这第七任总统的气质印象非常深刻。尽管他经常遭受到诽谤和侮辱,但他仍然不轻易发怒,也不向他的政敌表露忿怒。我们应当在管理忿怒这方面多多向他学习。这并不意味着他从不发怒,我们相信他也好像我们一样都是人。但成为我们榜样的是他能够把自己妥善地安置好。如果我们要下结论的话,这就是一个已经跟自己“和好”的人,无论他所面对的一切是什么,他都能胸襟开阔地接受,不论是批评还是亵渎。
情绪管理并没有我们想象的那么容易。倘若我们自己已经跟自己“和好”的话,那么无论我们遭遇到什么情况,不论是喜还是哀,我们都能处理好我们的忿怒。然而,那些跟自己“还没和好”的人将会难以面对和管理好自己的情绪。因此,如果说我们与周围人的关系引起了许多问题,请别感到惊讶。关系变得糟糕通常都是因为一些芝麻绿豆的小事。例如,沟通错误而引起了会错意,而最后导致于忿怒。也许这就是使徒保罗在以弗所书 4:26 所说的原因,“生气却不要犯罪;不可含怒到日落。” 为还没解决的问题设定时间限制能帮助我们控制忿怒。与其把别人的过错藏在心里而长成苦毒。我们能祈求上帝帮助我们“用充满爱的心说出真相”。
我们是否正与某人发生纠纷?与其把错误归咎给别人,让我们全然交托于圣灵的能力。提醒我们,我们是无法改变我们四周围人的本性,甚至是我们最亲近的人。与其持续遮掩忿怒,更好是先把问题带到上帝面前。因此上帝能借着祂饶恕的力量和爱来帮助我们去抑制怒火。
“那些已经跟自己“和好”的人更容易抑制自己的怒气。”
作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道
翻译员:蔡立基
默想的问题:
1。您是否曾经与某人有过不愉快的人际关系吗?
2。您是如何解决那个问题的呢?
Nats Alkitab : Efesus 4:26
Penulis : G.I. Cuniadi Tan
Meski saya bukan buzzer Presiden Joko Widodo, tapi saya pribadi sangat terkesan dengan sosok presiden ke-7 ini. Kendati sering difitnah dan dihina, beliau tetap sabar dan tidak menunjukkan kemarahannya kepada lawan-lawan politiknya. Kita patut belajar darinya dalam mengelola amarah. Bukan berarti beliau tidak pernah marah, kita yakin dia juga manusia yang sama dengan kita. Namun yang menjadi panutan bagi kita adalah beliau mampu menempatkan diri dengan baik. Kalau boleh kita menyimpulkan inilah sosok orang yang sudah “beres” dengan dirinya sehingga apapun yang dia hadapi mampu diterima dengan lapang dada, baik kritik maupun hujatan.
Mengelola emosi tidak semudah yang kita bayangkan. Kalau diri kita sendiri sudah “beres” maka apapun situasi yang kita hadapi baik senang maupun sedih, kita akan mampu menangani amarah kita dengan baik. Akan tetapi orang yang “belum beres” dengan dirinya akan kesulitan menangani dan mengelola suasana hatinya. Maka itu jangan heran kalau dalam relasi kita dengan orang di sekitar, kita bisa menimbulkan banyak persoalan. Tidak jarang relasi menjadi buruk hanya karena hal-hal sepele. Misalkan saja salahnya komunikasi dan menimbulkan kesalahpahaman sehingga berujung kemarahan. Mungkin itulah alasan Rasul Paulus mengatakan di Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu.” Memberikan batas waktu pada masalah yang belum tuntas dapat menolong kita mengendalikan kemarahan. Alih-alih memendam kesalahan orang lain, yang dapat berkembang menjadi akar pahit dalam hati. Kita dapat meminta Allah untuk menolong kita “menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih”.
Apakah kita sedang bermasalah dengan seseorang? Dari pada menyalahkan orang lain sebagai sumber masalah, marilah kita menyerahkan semua kepada kuasa Roh Kudus. Mengingat kita tidak bisa mengubah tabiat orang di sekitar kita bahkan orang yang paling dekat kita sekalipun. Daripada terus memendam kemarahan lebih baik bawalah masalah itu kepada Allah terlebih dahulu. Maka Allah dapat menolong kita mengendalikan api kemarahan dengan kuasa pengampunan dan kasih-Nya.
“Orang yang sudah ‘beres’ dengan dirinya akan lebih mampu mengendalikan amarahnya.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Apakah Anda memiliki relasi yang buruk dengan seseorang?
2.Bagaimana cara Anda menyelesaikan masalah tersebut?
箴言16:32
生活中的琐碎事情经常会引发起忿怒。每个人也都会经历到烦躁不安、受干扰、沮丧和忿怒的时刻。成年人会发怒,孩子们、雇主、雇员,甚至牧师也会发怒。每个人都会在生活中的不同场合感受到忿怒。在这个新冠疫情大流行期间,网络媒体报道有家长在教导孩子们在网上学习的过程中失去了耐心。他对自己的孩子勃然大怒,然后痛打他致死。还有另一件事故,丈夫仅因妻子建议他找份工作做而夺走了妻子的生命。还有很多其他的例子,甚至有可能是我们个人生活的经历。
上帝的话语今天教导了一些非常重要的功课。在上帝的眼里,不轻易发怒在我们的信仰生活中扮演着非常重要的角色。如此重要到被记载说不轻易发怒的胜过勇士。一个能治服己心的,强如取城。为了让我们的生活不受到忿怒的指使,我们需要不断操练自己运用见识,这样我们才能摆脱忿怒的约束而得着自由。治服己心的会使人更有智慧。就如上帝的话语说:“人有见识就不轻易发怒,宽恕人的果实便是自己的荣耀。”(箴言 19:11)。当然,更重要的是我们须要时时刻刻祈求引导、节制和圣灵的指引。愿我们的生活不再被不健康的忿怒辖制。
让我们尽量不要被我们的忿怒来指使!不轻易发怒看起来比无法控制的忿怒更为美。不轻易发怒有着成熟的考虑和明智的行动。新冠疫情大流行期间的局面确实不容易渡过,但让我们一起在爱里同行和互相勉励
“千万别被忿怒来指使!唯有培养好自己的耐心吧!
作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道
翻译员:蔡立基
默想的问题:
1.依您的看法,为什么忿怒会破坏个人关系而不轻易发怒则会建立关系呢?
2.您会如何操练自己的耐心呢?
Nats Alkitab : Amsal 16:32
Penulis : G.I. Cuniadi Tan
Tidak jarang hal-hal yang sepele dalam kehidupan ini dapat menimbulkan amarah. Setiap orang mengalami saat-saat ketika mereka merasa jengkel, terganggu, kecewa dan marah. Orang dewasa bisa marah, anak-anak, majikan, anak buah, dan bahkan pendeta pun bisa marah. Setiap orang bisa merasakan amarah di dalam berbagai kesempatan di dalam hidup kita. Selama Pandemi Covid-19 diberitakan di media online, ada orang tua yang tidak lagi sabar mengarahkan anaknya untuk sekolah online. Ia menjadi marah kepada anaknya sehingga memukul anaknya hingga meninggal dunia. Ada lagi perisitiwa di mana ada suami yang menghabisi nyawa istrinya lantaran istrinya menasihati suaminya untuk mencari pekerjaan. Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya bahkan tidak mustahil mungkin merupakan pengalaman hidup pribadi kita.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Di mata Tuhan, kesabaran itu memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan iman kita. Begitu penting hingga dikatakan bahwa orang yang sabar itu akan melebihi seorang pahlawan sekalipun. Orang yang mampu menguasai dirinya akan lebih besar dari orang yang mampu merebut sebuah kota sekalipun. Supaya hidup kita tidak didikte oleh amarah, kita perlu senantiasa melatih diri menggunakan akal budi sehingga kita bisa merdeka dari kemarahan. Kemarahan yang terkendali akan membuat seseorang lebih bijaksana. Seperti kata firman Tuhan, “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggarannya” (Amsal 19:11). Tentunya yang lebih penting lagi kita harus senantiasa memohon bimbingan, pengendalian diri serta arahan Roh Kudus. Semoga hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh amarah kita yang tidak sehat.
Mari kita berusaha untuk tidak didikte oleh amarah kita! Kesabaran terlihat lebih indah dari pada kemarahan yang tidak terkendali. Dalam kesabaran, ada pertimbangan yang dewasa dan tindakan yang penuh hikmat. Situasi pandemi Covid-19 memang tidak mudah dijalani, namun mari kita berjalan bersama-sama dalam kasih dan saling mendukung!
“Jangan mau didikte oleh kemarahan! Melainkan perlebarlah kesabaran hati Anda!”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1.Menurut Anda, mengapa kemarahan bisa merusak relasi sementara kesabaran membangun relasi?
2.Bagaimana Anda melatih kesabaran diri Anda?
以弗所书4:32
一个不可否认的事实就是改变习惯是何等的困难。只要是好习惯,其实是无所谓的。忿怒的习惯也是如此。人们有的时候并不想发怒;他想以恩慈对待他人。但因为习以为常,所以难以转化忿怒为恩慈相待。
这就是使徒保罗在以弗所书4:32里的教导,“并要以恩慈相待,存怜悯的心,彼此饶恕,正如上帝在耶稣基督里饶恕了你们一样。”保罗劝勉以弗所教会的教友要以恩慈相待的生活经历并非容易。我们的教会生活也是如此。为了要在主内的弟兄姐妹之间以恩慈相待经常会遭遇到障碍。以恩慈相待的生活态度不是因为命令而执行的。以恩慈相待首先源于自己那已从忿怒的罪恶中被释放出来的内心。
我们在与我们最亲近的人的关系生活中,我们是多么容易因着他们对我们的态度而感到忿怒。与其让我们的精力因不造就的态度而耗尽,不如我们以切记上帝话语中的应许,这将使我们能够对四周围的人做出积极的回应。上帝不希望我们心怀怨恨,以及持续保存苦毒。我们应当以恩慈相待,存怜悯的心,彼此饶恕。最重要的是,时刻牢记我们既已经获得上帝的饶恕,因此就必须敞开心去饶恕他人!
“身为从忿怒中被释放的人,就应当以恩慈相待!让越来越多的人能来到上帝的跟前。“
作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道
翻译员:蔡立基
默想的问题:
1.请省察一下自己,看看您是否更多的被忿怒充满或是被恩慈充满?
2.你是如何转化忿怒为恩慈相待的呢?
From the publisher's feed