Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 10-8-2021 - Lebih Baik Ramah Daripada Marah (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:32

    Penulis : G.I. Cuniadi Tan


    Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri adalah betapa sulitnya mengubah kebiasaan. Sejauh kebiasaan itu baik, tidak jadi masalah. Begitu juga dengan kebiasaan marah. Kadangkala orang tidak berniat untuk marah; ia ingin menjadi orang yang ramah. Namun karena kebiasaan, maka sulit untuk mengubah marah menjadi ramah. 


    Inilah yang Paulus ajarkan dalam Efesus 4:32, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Pengalaman hidup Paulus menasihati jemaat Efesus untuk menjadi orang yang ramah tidaklah mudah. Begitu juga bagi kehidupan kita berjemaat. Untuk menciptakan iklim yang ramah di antara saudara seiman sering mengalami hambatan. Sikap hidup ramah bukan datang karena sebuah perintah. Keramahan itu pertama-tama bersumber dari dalam diri yang telah dibebaskan dan dimerdekakan dari dosa kemarahan.


    Dalam kehidupan relasi dengan orang-orang terdekat betapa rentan kita menyimpan amarah atas sikapnya kepada kita. Dari pada energi kita terkuras dengan sikap yang tidak membangun, lebih baik kita mengingat-ingat janji dari firman Tuhan yang akan memampukan kita memiliki respons yang positif atas orang-orang di sekitar kita. Tuhan tidak menghendaki kita memiliki dendam dan terus-menerus menyimpan akar pahit.  Kita harus bersikap ramah, penuh kasih mesra dan saling mengampuni satu sama lain. Di atas semua itu, ingatlah kita yang telah beroleh pengampunan dari Tuhan juga harus membuka hati untuk mengampuni orang lain! 


    “Sebagai orang-orang yang sudah dimerdekakan dari sikap marah, bersikaplah ramah terhadap semua orang! Sehingga semakin banyak orang datang kepada Tuhan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Coba periksa diri Anda, apakah Anda lebih banyak didapati penuh kemarahan atau keramahan?

    2.Bagaimana Anda mengubah kemarahan menjadi keramahan?


    4 min
  • 9-8-2021 - 还保留着苦毒 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以弗所书4:31


    有一次,我去检查身体,体检报告的结果令人满意。我所有的检验数据都在健康标准以内,尤其是我的血糖。我的伙伴问我:“报告结果怎么样?”我得意洋洋地一边展示我的体检报告,一边报告说我的血糖处在健康范围以内。接着,我的伙伴却严肃地回应:“你的血糖数据当然是正常的,因为你喜欢保留苦毒。”


    当然,我的伙伴所说的血糖和苦毒是漠不相关的。然而,那件事却让我联想到某件事。往往在我们这一生中,我们仍旧还经常保留着干扰着我们与周围人关系的东西。尽管我们已经饶恕了,但是我们并非真正从所有仍旧让我们还保存着苦毒、忿怒和怀恨的事件中被释放出来。克服这一切的挑战确实需要花不少的时间和精力。使徒保罗在这里提醒以弗所的基督徒别再保留会深根固柢的忿怒。与其把所有这些保留在我们的生活中,不如把我们一切的苦毒和忿怒除掉。我们应当谦卑地来到主耶稣跟前,敞开我们的心接受圣灵的感动和鉴察,使我们醒悟到身为上帝的门徒,我们渴望轻松愉快地度过今生。反之亦然 “…要以恩慈相待,存怜悯的心,彼此饶恕,正如神在基督里饶恕了你们一样。”(以弗所书 4:32)倘若我们不要饶恕别人的过犯,就别指望上帝会饶恕我们的过犯(马太福音 6:14-15)!


    为了防止苦毒在我们的生活中滋生成长,按照祂的话语生活,并祈求上帝显出苦毒的根源,以及恳求祂的恩典。我们确信,我们每一个已经接受了主耶稣为主和救主的,就意味着已经接受了圣灵。让圣灵来工作帮助我们不要再保留别人的过犯吧!


     “不要再保留苦毒了!苦毒必须被除掉!


    作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道

    翻译员:蔡立基



    默想的问题:

    1。你认为苦毒对他人的影响又如何影响你的生活?

    2。你是如何从苦毒中得释放的?


    6 min
  • 9-8-2021 - Masih Menyimpan Kepahitan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:31

    Penulis : G.I. Cuniadi Tan


    Suatu kali saya periksa kesehatan saya dan dari hasil itu menunjukkan sesuatu yang menggembirakan. Semua hasil medical check-up saya berada dalam kondisi normal, terutama gula darah saya. Teman saya bertanya, “Bagaimana hasilnya?” dengan gembira saya tunjukkan hasil tes itu seraya berkata bahwa gula darah saya normal. Lalu teman saya membalas dengan serius, “Jelas gula darah kamu normal, karena kamu suka menyimpan kepahitan.” 


    Tentu saja apa yang disampaikan oleh teman saya tidak ada kaitannya antara gula darah dan kepahitan. Akan tetapi kejadian itu berhasil membuat saya merenungkan sesuatu. Bahwa kerapkali dalam kehidupan ini kita masih sering menyimpan hal-hal yang mengganggu hubungan relasi kita dengan orang-orang di sekitar kita. Meskipun sudah memaafkan tetapi kita belum sungguh-sungguh membebaskan diri kita dari semua peristiwa yang membuat kita masih menyimpan kepahitan, kemarahan dan kebencian. Perjuangan untuk mengatasi semua itu memang membutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit. Di sini Rasul Paulus memperingatkan orang-orang Kristen di Efesus untuk tidak menyimpan kemarahan yang berurat akar. Dari pada menyimpan semua itu dalam hidup kita, lebih baik membuang semua kepahitan dan kemarahan kita. Kita harus dengan rendah hati datang kepada Tuhan Yesus dan membuka diri untuk dijamah dan diselidiki oleh Roh Kudus, sehingga kita menyadari sebagai murid Tuhan kita ingin menjalankan hidup ini dengan langkah yang ringan (Efesus 4:26-27).  Sebaliknya “…hendakah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32). Jangan pernah berharap Tuhan akan mengampuni kita apabila kita tidak mau mengampuni orang lain (Matius 6:14-15)!


    Untuk mencegah tumbuhnya akar pahit dalam kehidupan kita, hiduplah sesuai dengan firman-Nya, serta meminta Tuhan menunjukkan akar pahit dan memohon kasih karunia-Nya. Kita percaya, bahwa setiap kita yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat itu berarti telah menerima Roh Kudus. Biarlah Roh Kudus bekerja menolong kita untuk tidak menyimpan kesalahan orang lain. 


    “Kepahitan jangan disimpan! Kepahitan harus disingkirkan!”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Menurut Anda, bagaimana dampak kepahitan kepada orang lain mempengaruhi hidup Anda?

    2.Bagaimana cara Anda melepaskan diri dari kepahitan?


    5 min
  • 8-8-2021 - 抑制忿怒 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    箴言29:11


    有一次,当成吉思汗,一位蒙古的战士带着他心爱的鹰一同骑马出外去。不知不觉间,他已走了一段遥远的路途,成吉思汗也觉得又累又渴。然而,他非常幸运能发现到一滴滴的水从岩石的裂缝间滴落出来,就立即从他的马上面取出器皿收集水来喝。但是,正当要喝时,他的鹰却迅速地将它打翻。那样的事反复了好几次,以致他怒发冲冠,当即就拔出他的剑刺向他的鹰,那只鹰在一瞬间就死在他的手下。


    成吉思汗在那次事件之后,他继续探索水的源头。当他发现在水流中竟然有一条已腐烂的毒蛇尸体时,他是多么的惊讶。原来那只鹰早已晓得那些水已经被毒蛇的毒素污染了。他是何等的震惊,为此事悔恨交加,满怀歉疚。从这个故事中,我们可以得出结论,即是无法抑制的忿怒会给我们四周的人带来危害。根据心理学家的说法,某人的忿怒不会就此消失,直到他对任何目标发泄出他的怒气。此刻,某人可能会忘了自己的身份和地位。只有难以抑制的忿怒爆发,以至于后果不堪设想。忿怒就如同火。适当的小火在多方面能造福于人,但是失控的大火则能烧毁四周的事物。甚至,如果继续燃烧,焚烧,将会难以熄灭。就正如火需要被熄灭直到逐渐消失,愤怒也是如此。圣经从未禁止我们发怒,但是不可作轻易发怒的人。主耶稣也曾经发怒,把怒气发泄出来(马太福音 21:12),但祂却不轻易发怒。因此,当我们怒火攻心时,赶紧在心里默默祷告来抑制我们的忿怒,要有耐心,以及把我们的注意力转向积极的事情上!


    因此,身为上帝的子女,我们务必小心谨慎。切勿让我们的忿怒造成错误和有害的行动。箴言作者比较了愚妄人和智慧人如何处理情绪的方式。愚妄人怒气全发,智慧人忍气含怒。所以,圣经显然建议忿怒是必须被平息的。


    “无法抑制的忿怒只会留下万分的遗憾。”


    作者:椰嘉達基督徒會堂宝丽斯佈道所 - 陈良春传道

    翻译员:蔡立基


    默想的问题:

    1。您是一直以来都被忿怒辖制的还是您抑制着忿怒呢?

    2。伤害到您生命的忿怒会带来什么后果?


    6 min
  • 8-8-2021 - Mengatasi Kemarahan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 29:11

    Penulis : G.I. Cuniadi Tan


    Pada suatu ketika Jengis Khan, seorang pejuang dari Mongolia pergi naik kuda dengan membawa burung rajawali kesayangannya. Tanpa terasa perjalanannya cukup jauh dan Jengis Khan merasa lelah dan haus. Bersyukur dia menemukan air yang menetes dari celah batu dan segera mengambil wadah dari kudanya dan menampung air tersebut untuk diminum. Namun ketika hendak diminum sang rajawali segera menumpahkannya. Kejadian itu terjadi berulang kali sehingga Jengis Khan menjadi naik pitam dan segera menghunus pedangnya dan seketika itu juga rajawali itu tewas di tangannya.


    Setelah kejadian itu Jengis Khan menelusuri sumber air itu, dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati di aliran air itu ada bangkai ular berbisa yang sudah membusuk. Ternyata rajawali itu sudah tahu kalau air itu tercemar racun ular berbisa. Betapa terperanjatnya ia dan segera menyesal atas peristiwa itu.  Dari cerita ini, kita dapat menyimpulkan bahwa emosi yang tidak terkendali dapat membahayakan pihak-pihak di sekitar kita. Menurut para ahli ilmu jiwa, kemarahan seseorang tidak akan hilang sampai ia melampiaskan amarahnya pada sasaran apa saja. Sesaat, seseorang bisa lupa dengan status dan identitasnya. Yang ada hanyalah luapan kemarahan yang sulit diatasi sehingga sesuatu yang tidak diinginkan dapat terjadi. Kemarahan itu diibaratkan seperti api. Api yang kecil berguna untuk berbagai hal, tapi api yang besar bisa menghanguskan benda-benda di sekitarnya. Bahkan, jika terus menyala, membakar, menjadi sulit dipadamkan. Sebagaimana api perlu diredakan hingga berangsur-angsur mati, demikian juga kemarahan. Alkitab tidak melarang kita untuk marah, tetapi jangan menjadi pemarah. Tuhan Yesus juga pernah marah dan mengekspresikan kemarahan (Matius   21:12), tetapi Ia bukan pemarah. Karena itu, ketika kita menjadi marah, atasilah kemarahan kita secepatnya dengan berdoa di dalam hati, milikilah kesabaran, dan alihkan perhatian kita kepada perkara-perkara yang positif!


    Karena itu, sebagai anak-anak Tuhan kita perlu waspadai diri kita. Jangan sampai kemarahan kita menghasilkan tindakan yang keliru dan merugikan. Penutur Amsal memberikan perbandingan cara mengatasi emosi antara orang bebal dan orang yang bijak. Orang bebal melampiaskan kemarahannya, sedangkan orang bijak akan meredakan amarahnya. Jadi, jelas Alkitab menganjurkan kemarahan harus diredakan. 


    “Kemarahan yang tak terkendali hanya meninggalkan penyesalan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Apakah selama ini Anda dikuasai oleh amarah atau Anda yang menguasai amarah?

    2.Apa saja akibat kemarahan yang merugikan hidup Anda?


    5 min
  • 7-8-2021 - 神与我合作 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    腓立比书2:12-13


    脱离罪的自由也是因为上帝与我们之间的伙伴关系。这是上帝的工作,也是我们的工作。这两个方面需要合作和平衡。如果我们只是坐着,不努力做任何事情,却希望有改变,上帝就不想在我们身上工作。或者我们可以自己做这一切,试图在没有上帝的力量的情况下寻找我们自己的自由,若是这样我们也不可能获得自由。马丁路德曾经说过:“没有上帝我们不能,没有我们上帝也不要。”因此,上帝和我们之间必须建立伙伴关系,才能摆脱情绪的牢笼。


    我们今天的经文提醒我们:首先,我们可以带着恐惧和战兢继续为我们从基督那里得到的救恩而努力,这就是我们的职责。其次,神在我们里面工作,按照祂的旨意行事,这就是神的角色。上帝希望与我们一起工作,让我们获得完全的自由。祂不希望我们袖手旁观,被动地等待祂释放我们。继续为你的救恩而努力这个词,被 Shellabear 翻译为得救的人做正确的事情。所以作为得救或脱离罪恶的人,我们必须遵行神的旨意,即使这违背了我们肉体的慾望或我们的情慾。


    马克康纳提倡上帝与我们之间的五种伙伴互动关系。第一,从否认到承认。我们必须承认我们仍然被监禁,我们必须愿意离开那里。一个酗酒的人,必须愿意承认自己被捆绑,必须采取措施才能得到神的释放。第二,从理由到责任。很多人都在苦毒的监狱里。很容易谈论伤害他们的人以及其他人对他们所做的事情,来自我辩解。


    我们必须从借口转变为承担责任。不要被不断的苦毒囚禁。第三,从孤立到成为群体。很多事情我们单一个人是做不到的,我们需要其他愿意支持我们走出情绪牢笼的人。第四,从满足到绝望。知足常使那些被释放的人在监狱里感到舒服。是绝望让我们想要离开那里。第五,松懈变成警觉。我们在属灵争战中。因此,我们不可松懈。我们需要在灵上保持清醒和警醒,这样我们才能拥有上帝为我们提供的自由。


     “上帝工作并改变一个愿意顺服以坚强意志和坚定不移的承诺来尽自己本分的人。”


    作者:椰嘉達基督徒會五角橋堂會 - 洪祖茂牧師

    翻译员:陳虹霞


     

    需要思考的问题:

    1. 想一想,你是经常靠力量改变还是倾向于被动,只期待外界的鼓励?我们应该实行的 真理是什么?

    2. 在今天的灵修中,您将从五个互动中采取哪些承诺?


    7 min
  • 7-8-2021 - Kerjasama Allah Dan Saya (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Filipi 2:12-13

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Kebebasan hidup dari dosa juga terjadi karena kemitraan antara Allah dan kita. Ini adalah pekerjaan Allah dan pekerjaan kita. Diperlukan kerja sama dan keseimbangan di antara kedua aspek ini. Jika kita hanya duduk diam tidak berjuang melakukan apapun dan berharap adanya perubahan, maka Allah tidak mau bekerja dalam diri kita. Atau kita dapat melakukan semuanya sendiri dan mencoba mencari kebebasan kita sendiri tanpa kuasa Allah, jika demikian mustahil kita bisa bebas. Martin Luther pernah berkata, “Tanpa Allah kita tidak bisa, tanpa kita, Allah tidak mau.” Jadi harus ada kemitraan antara Allah dan kita untuk bebas dari penjara emosi kita.


    Nas kita hari ini mengingatkan kita: pertama, agar kita tetap mengerjakan keselamatan yang kita peroleh dari Kristus dengan takut dan gentar, itu peran kita. Dan kedua, Allah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya, ini peran Allah. Allah ingin bekerja sama dengan kita untuk kebebasan kita yang sepenuhnya. Ia tidak ingin kita hanya berpangku tangan dan pasif menanti-Nya untuk membebaskan kita. Kata tetaplah kerjakan keselamatanmu, diterjemahkan oleh Shellabear sebagai mengamalkan hal-hal yang benar sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan. Jadi sebagai orang yang telah diselamatkan atau dibebaskan dari dosa, kita harus melakukan keinginan Allah sekali pun bertentangan dengan keinginan daging atau hawa nafsu kita.


    Mark Conner menganjurkan lima gerakan kemitraan antara Allah dan kita. Pertama, dari penyangkalan menjadi pengakuan. Kita harus mengakui bahwa kita masih terpenjara dan kita harus mau keluar dari sana. Seorang yang kecanduan alkohol harus mau mengakui keterikatannya dan mereka harus mengambil langkah untuk dibebaskan Allah. Kedua, dari alasan menjadi tanggung jawab. Banyak orang yang berada dalam penjara kepahitan. Sangat mudah membicarakan orang lain yang telah menyakiti mereka dan orang lain telah lakukan terhadap mereka sebagai pembenaran situasi mereka. Kita harus berpindah dari alasan kepada pengambilan tanggung jawab. Jangan mau dipenjara oleh kepahitan terus menerus. Ketiga, dari kemandirian menjadi komunitas. Banyak hal kita tidak bisa lakukan sendiri, kita perlu orang lain yang bersedia mendukung kita keluar dari penjara emosi kita. Keempat, dari kepuasan menjadi keputusasaan. Kepuasan sering membuat orang yang telah dibebaskan merasa nyaman di dalam penjara. Keputusasaanlah yang bisa membuat kita ingin segera keluar dari sana. Kelima, kelesuan menjadi kewaspadaan. Kita berada dalam peperangan rohani. Oleh sebab itu kita tidak boleh menjadi lesu. Kita perlu untuk terus sadar dan berjaga-jaga dalam roh sehingga kita dapat memiliki kebebasan yang disediakan oleh Allah bagi kita. 


    “Allah bekerja dan mengubahkan pribadi yang bersedia dan taat untuk mengambil bagiannya dengan kemauan yang kuat serta komitmen teguh.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:  

    1.Coba renungkan, Anda lebih sering mengandalkan kekuatan untuk berubah atau Anda cenderung pasif dan hanya mengharapkan dorongan luar? Apa kebenaran yang seharusnya dilakukan?

    2.Komitmen apa yang akan Anda ambil dari kelima gerakan pada renungan hari ini?


    5 min
  • 6-8-2021 - 已经自由了 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    罗马书 7:6


    1945年8月17日,苏加诺-哈达在雅加达宣布印度尼西亚共和国独立。这个消息没有传到东加里曼丹人民的耳朵里。“那是因为收音机被日军损坏了。人们无法透过媒体听到来自东加里曼丹以外的信息,”当地历史学家穆罕默德•萨里普(Muhammad Sarip)在周一(2020 年 8 月 17 日)向 Kompas.com 描述独立开始时东加里曼丹的情况时说。公告发布之时,作为当时政府中心的三马林达局势依然紧张。大多数居民仍在逃往 Lempake 地区的三马林达郊区,因为盟军飞机经常飞过该市的上空,射击和投掷炸弹。由于盟军自 1942 年 2 月 3 日以来对占领三马林达的日本人的袭击,市中心的许多住宅区被烧毁。 1945 年 9 月 19 日或一个月后,东加里曼丹的人民才听到有关独立的消息,那消息是由澳洲军队带来的。


    使徒保罗透过他的书信向罗马的教会宣告,他们已经从律法的奴役中得到释放。那一直以来限制(或在其他翻译中是辖制)罗马信徒的律法,使他们无法从基督那里获得自由。他们就像东加里曼丹的人民,实际上他们一个月前已经独立,成为独立的印度尼西亚人民,却仍然感觉被日本殖民。罗马的许多教友虽然已经成为基督徒,但仍然沿用旧的生活方式。他们没有按照圣灵在新状态中服事的自由。他们仍然被奴仆的心而不是释放的灵锁住或控制。他的生命仍然是为了满足肉体的欲望和导致死亡的情慾(第 5 节)。


    还没有意识到自己的独立自主性的人的生活如何?他们仍然问是否允许这样做或那样做?这个或那个是不是罪?提出此类问题的人仍然感到受奴隶制或律法的约束。事实上,我们是自由的人。自由,因为基督为我们所有的罪而死。对于已经得释放的人,该问的不是这是否允许,犯罪与否,而是这是否讨神的喜悦。他所获得的自由被用来荣耀上帝的名,并成为祝福他人的管道。只有被释放了的人才能做很多事,结果才能讨神的喜悦。


    “渴望透过服从上帝来取悦上帝,不仅仅是遵循是否服从的规则。”


    作者:椰嘉達基督徒會五角橋堂會 - 洪祖茂牧師

    翻译员:陳虹霞


    需要思考的问题:

    1. 想一想,你顺服是因为渴慕神,还是规矩?

    2. 作为一个在顺服神话语中被神释放的人,你的热情应该是什么?


    6 min
  • 6-8-2021 - Sudah Merdeka (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Roma 7:6

    Penulis : Pdt. Ang Tjoe Mio


    Tepat 17 Agustus 1945, Soekarno – Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta. Informasi tersebut sama sekali tidak sampai ke telinga rakyat Kalimantan Timur. “Itu karena radio-radio dirusak tentara Jepang. Warga tidak punya media untuk mendengar informasi dari luar Kalimantan Timur,” ungkap sejarawan lokal, Muhammad Sarip menceritakan situasi di Kalimantan Timur di awal kemerdekaan kepada Kompas.com, Senin (17/8/2020). Saat proklamasi, situasi di Samarinda yang menjadi pusat pemerintahan waktu itu masih mencekam. Sebagian besar warga masih mengungsi ke pinggiran kota Samarinda di daerah Lempake karena pesawat sekutu sering melintasi angkasa kota, menembak dan menjatuhkan bom. Permukiman di pusat kota banyak yang terbakar akibat serangan sekutu kepada Jepang yang menduduki Samarinda sejak 3 Februari 1942. Tepat 19 September 1945 atau satu bulan setelahnya, baru rakyat Kalimantan Timur mendengar informasi kemerdekaan, setelah berita itu dibawa oleh tentara Australia.


    Melalui suratnya, rasul Paulus memproklamirkan kepada jemaat di Roma, bahwa mereka sudah dibebaskan dari perhambaan hukum Taurat. Hukum Taurat yang selama ini mengurung atau dalam terjemahan lain dikatakan menguasai orang percaya di Roma yang membuat mereka tidak dapat menerima kebebasan dari Kristus. Mereka seperti rakyat Kalimantan Timur yang masih merasa dijajah oleh Jepang padahal sesungguhnya mereka telah merdeka sebulan yang lalu dan menjadi rakyat Indonesia yang merdeka. Banyak jemaat di Roma yang masih menggunakan pola hidup yang lama, meskipun mereka sudah menjadi orang Kristen. Mereka tidak memiliki kebebasan untuk melayani dalam keadaan baru menurut Roh. Mereka masih dikurung atau dikuasai oleh roh perbudakan dan bukan oleh Roh yang memerdekakan. Hidupnya masih untuk memuaskan keinginan daging dan hawa nafsunya yang membuahkan maut (ay. 5).


    Bagaimanakah hidup orang yang masih belum menyadari akan kemerdekaannya? Mereka masih bertanya apakah ini atau itu diperbolehkan? Apakah ini atau itu adalah dosa? Orang yang bertanya seperti itu masih merasa di bawah hukum perbudakan atau Taurat. Padahal sesungguhnya kita adalah orang-orang yang telah merdeka. Merdeka oleh karena Kristus telah mati untuk semua dosa kita. Bagi orang yang telah dimerdekakan, sebaiknya yang perlu ditanyakan bukan ini boleh atau tidak, dosa atau tidak tetapi apakah ini menyenangkan hati Tuhan atau tidak. Kemerdekaan yang telah diterimanya digunakan untuk memuliakan nama Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi sesamanya. Hanya orang-orang yang telah dimerdekakanlah yang mampu melakukan banyak hal yang hasilnya dapat menyenangkan hati Tuhan.  


    “Kerinduan untuk menyenangkan hati Allah dengan taat kepada-Nya lebih sekadar menjalankan aturan boleh atau tidak.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1.Coba renungkan, apakah ketaatan Anda karena merindukan Tuhan atau sekadar aturan?

    2.Bagaimana seharusnya gairah Anda sebagai seseorang yang sudah dimerdekakan Tuhan dalam menaati Firman-Nya? 


    5 min
  • 5-8-2021 - 不要回顾过去 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    民数记11:4-5


    “我们记得在埃及的时候不花钱就吃鱼,黄瓜、西瓜、韭菜、葱和蒜。”这些话是一些外国人说的(在印尼语新译本圣经中,这个词被翻译为“闲杂人”),他们与以色列人一同走出为奴的埃及。他们渴望吃肉,并开始向摩西抱怨,提醒他们在埃及生活时吃的美味佳肴。事实上,他们夸大了他们在埃及生活时所经历的景况。他们说他们过去可以不用花钱就可以吃鱼,换句话说,他们在埃及时过得很好。神活泼的道本圣经(FAYH)将其翻译为“他们开始渴望埃及享受的事物”。这就是他们对摩西发牢骚的原因。


    上面的情节可能会发生在我们的生活中,对吧?我们因基督在十字架上的救赎而得自由。然而,我们常常想要过从罪中得释放之前的旧生活。我们经常听到有人夸耀自己沉浸在充满欲望之罪恶中的旧生活。难道我们不应该为我们现在生活在基督自由中感恩吗?的确,实际上我们已经经历了平安,因为基督释放了我们的罪孽,我们人类不应再活在情欲中。我们应该可以像使徒保罗所说的:“不但如此、我也將萬事當作有損的、因我以認識我主基督耶穌為至寶。我為他已經丟棄萬事、看作糞土、為要得著基督.”(腓立比书 3:8)。


    我们必须真正能够看到真实的现实,即生活在基督的自由中比受罪奴役的生活要好得多。被释放的生命应该结出丰盛的救恩果子。被神所释放的生命使我们能够为神和为他人而活得充实。我们可以随时随地在生活中事奉、爱慕和彰显基督。另一方面,如果我们仍然回头看,即使我们被罪所奴役,仍然回顾过去的荣耀,一切都将是徒劳的。感谢神使我们自由了!他让我们自由,好让我们可以事奉和敬拜祂。祂希望我们成为祂的子民,清楚地知道我们已从黑暗转移到祂奇妙的光中。


    “上天赐予的生命自由远比什么都宝贵,不要再被我们的老我的诱惑和情欲所欺骗!”


    作者:椰嘉達基督徒會五角橋堂會 - 洪祖茂牧師

    翻译员:陳虹霞


    需要思考的问题:

    1. 哪些老我的生活方式仍然诱惑你?

    2. 你怎么能有战胜这种诱惑的慾望?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian