Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 22-10-2025 - 如耶穌一樣慈悲 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音6:36


    6:36 你們要慈悲、像你們的父慈悲一樣。


    謀個忙碌的早晨一個年輕人乘坐火車。他靜靜地坐著,盯著地板看,而兩位跟著他的小朋友則跑來跑去,打擾其他乘客。有些人開始抱怨並憤怒地看著。最後,有一位乘客嚴厲的斥責那年輕父親。年輕人抬起頭,他眼睛浮腫。輕聲說道: “對不起,我們剛從醫院回來,他們的母親剛剛去世。” 聽到這話後氣氛瞬間轉變。憤怒化為沉默,然後慢慢轉化為同情。有時,我們很快去論斷,但忘了更深地探究。慈悲需要能暫停下來和嘗試去理解的心。


    耶穌教導我們要懷著慈悲生活,不僅僅是因為這是好的,而是因為慈悲是我們在祂裡面新身分的一部分。慈悲不只是情緒,而是來自於一顆認識上帝之愛的心的積極行動。在路加福音第6章, 耶穌教導他的門徒要愛敵人, 祝福那些詛咒的人, 而且不論斷人。只有當我們以新的身份生活且成為反映天父性情的上帝兒女時,這一切才有可能。耶穌在展現慈悲就是最佳榜樣。當祂看到許多人,就憐憫他們,因為他們如羊沒有牧人一般 (馬太福音9:36)。祂的慈悲不在於人配不配,而是在於祂充滿愛和願意謙卑自己的心。


    成為信徒,在基督裡建立身分意味著學習像祂的愛一46 樣去愛。這包括饒恕, 理解,以及不倉促論斷他人。世人可能將慈悲視為軟弱,但對我們來說,那是力量,因為我們反映了上帝的心。我們越是活在基督裡,慈悲就越成為我們自然的反應,並非出於勉強,而是因為我們認識了上帝透過十字架首先向我們顯明的慈悲。慈悲成為我們在基督裡新身分的一部分。當我們活在上帝的愛和饒恕時,我們被呼籲將這份愛與饒恕延伸到別人。透過成為一個像天父一樣慈悲的人,我們向世人彰顯活在我們裡面的基督。


    “慈悲無須理由; 它湧自於已被基督的愛所觸摸的心。”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 我是否已經容易向不同的人甚至傷害我的人展現慈悲 ?

    2. 這周裡,在怎樣的情況下我被呼籲來展現慈悲如同耶穌一樣 ?


    5 min
  • 22-10-2025 - Belas Kasihan Seperti Yesus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 6:36

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Seorang pemuda sedang menaiki kereta di pagi hari yang sibuk. Ia duduk diam sambil memandangi lantai, sementara dua anak kecil yang bersamanya berlarian ke sana kemari, mengganggu penumpang lain. Beberapa orang mulai mengeluh dan memandang sinis. Seorang penumpang akhirnya menegur sang ayah muda itu dengan nada tajam. Pemuda itu mengangkat wajahnya, matanya sembab. “Maaf,” katanya pelan, “kami baru pulang dari rumah sakit... ibu mereka baru saja meninggal.” Mendengar itu, suasana berubah seketika. Kemarahan berubah menjadi diam, lalu perlahan menjadi empati. Terkadang, kita cepat menghakimi, tapi lupa melihat lebih dalam. Belas kasihan membutuhkan hati yang mampu berhenti sejenak dan mencoba mengerti.


    Yesus mengajarkan kita untuk hidup dengan belas kasihan, bukan hanya karena itu baik, tetapi karena itu adalah bagian dari identitas baru kita di dalam Dia. Belas kasihan bukanlah sekadar emosi, tetapi tindakan aktif yang lahir dari hati yang mengenal kasih Allah. Dalam Lukas 6, Yesus mengajar murid-murid-Nya untuk mencintai musuh, memberkati yang mengutuk, dan tidak menghakimi. Semua ini hanya mungkin jika kita hidup dalam identitas baru—menjadi anak-anak Allah yang mencerminkan sifat Bapa. Yesus sendiri menjadi teladan utama dalam menunjukkan belas kasihan. Ketika Ia melihat orang banyak, Ia tergerak oleh belas kasihan karena mereka seperti domba yang tidak bergembala (Matius 9:36). Belas kasih-Nya tidak tergantung pada kelayakan orang, melainkan pada hati-Nya yang penuh kasih dan kerelaan untuk merendahkan diri.


    Sebagai orang percaya, membangun identitas di dalam Kristus berarti belajar mengasihi seperti Dia mengasihi. Ini mencakup memberi maaf, memahami orang lain, dan tidak cepat menghakimi. Dunia mungkin memandang belas kasihan sebagai kelemahan, tetapi bagi kita, itu adalah kekuatan—karena kita mencerminkan hati Allah. Semakin kita hidup dalam Kristus, semakin belas kasihan menjadi respons alami kita, bukan karena terpaksa, tapi karena kita mengenal belas kasih yang lebih dulu ditunjukkan kepada kita melalui salib. Belas kasihan adalah bagian dari identitas baru kita di dalam Kristus. Ketika kita hidup dalam kasih dan pengampunan Allah, kita dipanggil untuk meneruskannya kepada sesama. Dengan menjadi pribadi yang murah hati seperti Bapa, kita menunjukkan kepada dunia siapa Kristus yang hidup di dalam kita.


    "Belas kasihan tidak menunggu alasan; ia mengalir dari hati yang telah disentuh oleh kasih Kristus.”


    Pertanyaan Untuk Direnungkan:

    1. Apakah saya mudah menunjukkan belas kasihan kepada orang yang berbeda atau bahkan menyakiti saya?

    2. Dalam situasi apa saya sedang dipanggil untuk menunjukkan belas kasihan seperti Yesus minggu ini?


    5 min
  • 21-10-2025 - 新身分中的真喜樂 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    腓立比書4:4-7


    4:4 你們要靠主常常喜樂.我再說、你們要喜樂。

    4:5 當叫眾人知道你們謙讓的心。主已經近了。

    4:6 應當一無挂慮、只要凡事藉著禱告、祈求、和感 謝、將你們所要的告訴神。

    4:7 神所賜出人意外的平安、必在基督耶穌裡、保守你 們的心懷意念。


    想像一個小孩子在市場的人群中迷路了。他哭了因為不知道方向,不知道誰能幫他,也不知道該往那裡去。然而,當爸爸來並叫他的名字時,孩子的臉色立刻變了,從害怕變成充滿喜樂。為什麼呢? 因為他知道自己是誰。是父親所愛的孩子。他感到安全,被接納,和被愛。我們的生命也是如此。世界常常使我們在尋找身分的過程中迷失。許多人在成就、聲望或他人的認可上來尋求價值。但是,當我們認識到在基督裡真正的身分時,我們的生命就改變了。我們不再活在懼怕或困惑裡,而是在滿滿的喜樂中,因為我們知道我們出於誰以及誰掌管我們的生命。


    真正的喜樂並非來自令人愉快的情況或世俗的成功,而是來自與基督有緊密的關係。腓立比書是使徒保羅在監獄裡時所寫。然而,正是在這艱難的境況中,他要求會眾要靠主常常喜樂。這喜樂來自於認識到我們在基督裡的身分。作為神兒女的身分為充滿喜樂的生活給了堅實的基礎。44 我們不再是罪的奴僕,而是上帝所愛的兒女(羅馬書 8:1517)。在基督裡,我們已被救贖,被潔淨,被呼籲成為世界的光。當我們明白在基督裡我們是誰時,我們就不再輕易被世界的挑戰或拒絕所搖動。


    保羅也強調這喜樂與禱告和感恩的生活息息相關。當我們把憂慮交託給上帝並活在祂的平安中時,我們將體會到超乎人意外的平安和喜樂。在基督裡建立身分意味著不斷地住在祂的真道中,活出祂的愛,並信靠祂的應許。真正的喜樂由此湧流出來,不是暫時的,乃是永恆的。當我們基於在基督裡的身分建立生活時, 才能找到真正的喜樂。當我們在祂裡面認識到我們自己是誰時,就能平安和充滿盼望的過每一天而不被環境所搖動。在基督裡,喜樂成為一種生活方式,而不僅僅是一種感覺而已。


    “喜樂不僅僅是一種感覺,而是神兒女的生活方式。”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會-古撒拉傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 一直以來,什麼是我喜樂的基礎? 是生活環境還是我與基督的關係呢?

    2. 我要如何在日常生活中更理解並活出我身為神兒女的身分 ?

    6 min
  • 21-10-2025 - Sukacita Sejati Dalam Identitas Baru (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Filipi 1:20-21

    Penulis : Pdt. Siujono Sung


    Pada awal abad ke-20, seorang misionaris muda asal Inggris bernama C. T. Studd adalah bintang olahraga kriket yang sangat terkenal. Ia berasal dari keluarga kaya, memiliki masa depan yang cerah, dan dikenal di kalangan bangsawan Inggris. Namun, setelah mengalami pertobatan yang mendalam, ia menyadari bahwa semua prestasi, kekayaan, dan popularitasnya tidak ada artinya dibanding pengenalan akan Kristus. Ia mengambil keputusan radikal, yakni: menjual seluruh harta warisan yang nilainya sangat besar, lalu menggunakannya untuk mendukung pekerjaan misi dan pelayanan bagi orang miskin. Studd kemudian mengabdikan hidupnya di ladang misi. Ia tetap melayani meskipun kesehatannya menurun, dan hingga akhir hidupnya, ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Ia sungguh telah menjadikan hidupnya sebagai persembahan.


    Gambaran ini juga dapat kita temukan dalam diri Rasul Paulus. Ia menulis surat Filipi pada saat berada di dalam penjara. Melalui Filipi 1:20, kita menemukan bahwa kerinduannya adalah agar Kristus dimuliakan dalam tubuhnya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. Ia tidak terfokus pada penderitaan, hukuman Kaisar, atau berapa lama ia akan dipenjarakan. Yang terpenting baginya adalah satu hal, yaitu: hidupnya menjadi alat untuk memuliakan Kristus. Itulah sebabnya ia berkata, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil. 1:21). Jika ia hidup, ia melayani Kristus dan memberkati jemaat. Jika ia mati, ia bersama Kristus selamanya. Seluruh hidupnya adalah persembahan yang utuh, karena ia menganggap segala sesuatu rugi dibanding pengenalan akan Kristus (Fil. 3:8). Kedekatan dan penyerahan penuh Paulus kepada Kristus membuatnya tetap bersukacita dan berani memberitakan Injil meskipun di penjara. Hidupnya berbuah karena seluruh keberadaannya telah diletakkan di altar pelayanan sebagai persembahan.


    Hidup sebagai persembahan berarti kita menaruh seluruh waktu, tenaga, dan hati di tangan Tuhan, agar melalui kehidupan atau kematian kita, Kristus selalu dimuliakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti memilih untuk tetap setia di tengah kesulitan, mengutamakan kehendak Tuhan di atas kenyamanan pribadi, atau menggunakan talenta kita untuk melayani demi kemuliaan Tuhan. Hidup sebagai persembahan juga mengubah cara kita memandang penderitaan. Kita tidak melihatnya sebagai beban, tetapi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Kristus.


    “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Fil. 1:21).”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagian hidup apa yang masih sulit Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?

    2. Langkah kecil apakah yang bisa Anda ambil untuk menjadikan kehidupan sebagai persembahan?


    5 min
  • 20-10-2025 - 所渴慕的平安 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音14:27


    14:27 我留下平安給你們、我將我的平安賜給你們.我所賜的、不像世人所賜的.你們心裡不要憂愁、也不要膽怯。


    一位年輕女子獨自坐在臥房裡,圍繞著她的是世人認為應該讓她幸福的,即輝煌的事業,充滿稱讚的社交媒體,以及穩定的銀行帳戶。然而,有無法被這些東西添滿的空虛。她心想, “我擁有一切,但不知為什麼我的心始終感到憂愁,我只要平安。”這故事代表了當今的許多人。世界以舒適,財富,和被認同的形式來提供”平安”。然而,真正的平安是無法購買的,無法在外面尋找的,或建造在自己的力量上。真正的平安只來自一個源頭,那就是基督。



    耶穌知道我們有多麼渴望那平安。祂離開門徒之前,賜給他們無價的產業, 那就是“我的平安。” 今次的默想中,我們將學習到,只有在基督裡塑造我們的身份才能找到所渴望的平安。在今天的經文中,耶穌在被釘十字架前夕對門徒說的話。當時的處境原非舒適, 耶穌要離開,而門徒要面臨逼迫,恐懼,和困惑。然而,就在這一刻,耶穌應許說 : “我將我的平安賜給你們。”有趣的是,耶穌強調祂所賜的平安不像世人所賜的。世人將平安定義為沒有問題。但基督的平安是暴風雨中的平靜,壓力中的安息,以及不確定中的盼望。這平安並非人努力的成果,而是與神親密關係的結果。



    當我們在基督裡建造身分,我們就會意識到平安不再是需要追求的東西,而是我們所擁有的東西因為我們屬於那位充滿平安的神。基督自己就是和平的君 (以賽亞書9:6)。當我們深刻的認識到在祂裡面我們是被愛的,被饒恕的,被救贖的之時,我們的心就會找到那個地方。在基督以外的身分總是會帶來憂愁。但當我們根植於祂的愛中,真正的平安會成為我們生命的一部分,而不被環境動搖。世人所渴望的平安唯有在基督裡才能找到。當我們在祂裡面建立身分時,我們就領受超越悟性的平安,不是來自環境,而是來自祂的同在。住在基督裡吧,祂的平安必充滿你的心。


    “真正的平安並非沒有壓力,而是確信在壓力之中上帝與我們同在。”(查爾斯.司布真)

    作者 : 椰嘉達基督徒會堂萬登堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 你一直以來是如何尋找平安? 你是否用世界的方法去找,還是你已經真正領受了源於基督的平安 ?

    2. 你如何把你的身分轉向基督使你的心一直被祂的平安充滿 ?

    6 min
  • 20-10-2025 - Damai Yang Dirindukan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 14:27

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Seorang wanita muda duduk sendiri di kamar tidurnya, dikelilingi oleh segala hal yang menurut dunia seharusnya membuatnya bahagia: karier cemerlang, media sosial penuh pujian, dan rekening bank yang stabil. Namun, ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh semua itu. Ia berkata dalam hati, “Aku punya segalanya, tapi entah kenapa hatiku tetap gelisah. Aku hanya ingin damai.” Cerita ini mewakili banyak orang di zaman ini. Dunia menawarkan "damai" dalam bentuk kenyamanan, kekayaan, dan pengakuan. Namun, damai yang sejati tidak bisa dibeli, dicari di luar, atau dibangun dengan kekuatan sendiri. Damai sejati hanya datang dari satu sumber: Kristus.


    Yesus tahu betapa kita mendambakan damai itu. Sebelum Ia meninggalkan para murid, Ia memberi satu warisan yang tak ternilai: damai sejahtera-Ku. Dalam perenungan ini, kita akan belajar bahwa damai yang dirindukan hanya dapat ditemukan saat kita membangun identitas kita di dalam Kristus. Dalam nas hari ini, Yesus berbicara kepada para murid-Nya menjelang penyaliban. Situasi saat itu jauh dari nyaman—Yesus akan pergi, dan murid-murid akan menghadapi penganiayaan, ketakutan, dan kebingungan. Namun, justru dalam momen itu, Yesus memberikan janji: “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” Yang menarik, Yesus menekankan bahwa damai yang Ia berikan bukan seperti yang diberikan oleh dunia. Dunia mendefinisikan damai sebagai ketiadaan masalah. Tapi damai dari Kristus adalah ketenangan di tengah badai, kelegaan di tengah tekanan, dan pengharapan di tengah ketidakpastian. Damai ini bukan hasil usaha manusia, melainkan buah dari relasi yang erat dengan Allah.


    Saat kita membangun identitas di dalam Kristus, kita sadar bahwa damai bukan lagi sesuatu yang harus dikejar, tetapi sesuatu yang kita miliki karena kita dimiliki oleh Pribadi yang penuh damai. Kristus sendiri adalah Raja Damai (Yesaya 9:5). Ketika kita hidup dalam pengenalan yang dalam akan siapa kita di dalam Dia; dikasihi, diampuni, ditebus, maka hati kita menemukan tempatnya. Identitas di luar Kristus akan selalu membawa kegelisahan. Tapi ketika kita berakar dalam kasih-Nya, damai yang sejati akan menjadi bagian hidup kita, tak tergoyahkan oleh keadaan. Damai yang dirindukan dunia hanya dapat ditemukan dalam Kristus. Ketika kita membangun identitas kita di dalam-Nya, kita menerima damai yang melampaui pengertian, bukan dari keadaan, tetapi dari kehadiran-Nya. Tinggallah di dalam Kristus, dan damai-Nya akan memenuhi hatimu.



    "Damai sejati bukanlah tidak adanya tekanan, tapi kepastian bahwa Tuhan menyertai kita di tengah tekanan itu." (Charles Spurgeon)


    Pertanyaan Untuk Direnungkan

    1. Bagaimana selama ini cara kamu mencari damai? Apakah kamu mencari dengan cara dunia, atau sudahkah kamu benar-benar menerima damai dari Kristus?

    2. Bagaimana kamu dapat lebih mengarahkan identitasmu kepada Kristus agar hatimu terus dipenuhi damai sejahtera-Nya?


    5 min
  • 19-10-2025 - 上帝所寶貴和喜悦 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音6:25–33


    6:25 所以我告訴你們、不要為生命憂慮、喫甚麼、喝甚麼.為身體憂慮穿甚麼. 生命不勝於飲食麼、身體不勝於衣裳麼。

    6:26 你們看那天上的飛鳥, 也不種, 也不收, 也不積蓄在倉裡, 你們的天父尚且養活他. 你們不比飛鳥貴重得多麼。

    6:27 你們那一個能用思慮、使壽數多加一刻呢。

    6:28 何必為衣裳憂慮呢. 你想野地裡的百合花, 怎麼長起來, 他也不勞苦, 也不紡線. 6:29 然而我告訴你們, 就是所羅門極榮華的時候, 他所穿戴的, 還不如這花一朵呢。

    6:30 你們這小信的人哪、野地裡的草、今天還在、明天就丟在爐裡、 神還給他這樣的妝飾、何況你們呢。

    6:31 所以不要憂慮、說、喫甚麼、喝甚麼、穿甚麼。

    6:32 這都是外邦人所求的.你們需用的這一切東西、你們的天父是知道的。

    6:33 你們要先求祂的國、和祂的義這些東西都要加給你們了。


    一個小孩起勁地在一張紙上畫畫。畫很簡單, 是太陽,房子,還有兩位他說是“我和上帝”。當他母親看到那幅畫並微笑,孩子自豪地說,“我特別為上帝做的, 因為我知道上帝39 愛我。” 小孩子的愛往往比較敏於捕捉到看不見的愛。這跟成年人不一樣,常常因為陷入需求,憂慮,和比較而忘記自己是誰。世人總以外貌、成就或地位來衡量一個人的價值。然而,上帝的評價是不同的。在馬太福音六章的教導中,耶穌邀請我們從神國的角度來看人生,我們的價值不在於我們擁有什麼,而在於我們在上帝面前是珍貴且被愛的位格。第25-33 節是登山寶訓的一部分,耶穌強調活在神國裡意味著全然信靠天父。

    在這些經節中,耶穌提到了常常使人憂慮的事即吃, 喝, 穿。然而, 耶穌不但沒有提供世俗的解決方法, 反而傳達了深刻的真理, 即在上帝眼中我們是寶貴的。耶穌說, “看那天上的飛鳥... 你們不比飛鳥貴重得多麼?”(26 節)。這並非空洞的比較,而是身分的宣告。天上飛鳥天父都看顧,更何況我們這些按照祂形象和樣式被創造的豈不更蒙看顧嗎? 當我們忘記上帝愛我們和看顧我們時便產生憂慮。祂沒有等到我們變得完美才愛我們。甚至當我們還不認識他之前祂已愛我們(羅馬書 5:8)。我們的價值不像市價那樣波動, 我們的價值已經確立在十字架上。


    當我們醒悟到我們是寶貴和被愛,我們會比較容易放下憂慮並尋求祂的國和祂的義 (33 節)。從這開始我們的身分被塑造,不再以世界的標準,而是由天父的愛。無憂慮的生活開始於我們相信自己是有價值的而被上帝所愛。真正的身分不來自我們的成就,而是源自在基督裡的我們。當我們先尋求祂,我們便會活在平安中,並確信祂的愛。


    “神愛你並非因為你有價值。你之所以有價值是因為神愛你。” (富爾頓.J.希恩)


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 你的自我價值是基於什麼? 基於你的成就還是基於神的愛?

    2. 今天你可以做出那些改變,以便更好地反映出你作為神所愛之人的身分?

    7 min
  • 19-10-2025 - Berharga & Dikasihi Allah (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 6:25-33

    Penulis : G.I. Sara Kurnia Kristi


    Seorang anak kecil menggambar dengan semangat di selembar kertas. Gambar itu sederhana—matahari, rumah, dan dua sosok yang katanya adalah “aku dan Tuhan.” Saat ibunya melihat gambar itu dan tersenyum, sang anak dengan bangga berkata, “Aku buat ini spesial buat Tuhan, karena aku tahu Tuhan sayang aku.” Cinta seorang anak sering kali lebih peka menangkap kasih yang tak terlihat. Berbeda dengan orang dewasa yang sering kali lupa siapa dirinya karena terjebak dalam tuntutan, kekawatiran, dan perbandingan. Dunia mencoba menilai harga diri seseorang dari penampilan, prestasi, atau status. Namun, Tuhan menilai berbeda.


    Dalam pengajaran-Nya di Matius 6, Yesus mengajak kita memandang hidup dari sudut pandang Kerajaan Allah di mana nilai kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi oleh siapa kita di hadapan Allah: pribadi yang berharga dan dikasihi. Ayat 25–33 adalah bagian dari Khotbah di Bukit, di mana Yesus menegaskan bahwa hidup dalam Kerajaan Allah berarti hidup dengan kepercayaan penuh kepada Bapa. Dalam ayat-ayat ini, Yesus mengangkat hal-hal yang sering membuat manusia cemas: makanan, minuman, pakaian. Namun, alih-alih memberi solusi duniawi, Yesus justru menyampaikan kebenaran yang mendalam: Kita berharga di mata Allah.


    Yesus berkata, “Pandanglah burung di langit... tidakkah kamu jauh melebihi mereka?” (ay. 26). Ini bukan perbandingan kosong, melainkan pernyataan identitas. Jika burung saja dipelihara oleh Bapa, apalagi kita yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya? Kekawatiran muncul ketika kita lupa bahwa kita dikasihi dan dijaga oleh Tuhan. Dia tidak menunggu kita sempurna untuk mengasihi kita. Dia sudah mengasihi bahkan sebelum kita mengenal-Nya (Roma 5:8). Nilai kita tidak naik turun seperti harga pasar—nilai kita ditetapkan di salib. Ketika kita menyadari bahwa kita berharga dan dikasihi, kita akan lebih mudah melepaskan kekawatiran dan mulai mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (ay. 33). Dari tempat inilah identitas kita dibentuk, bukan oleh standar dunia, tetapi oleh kasih Bapa. Hidup tanpa kekawatiran dimulai saat kita percaya bahwa kita berharga dan dikasihi Allah. Identitas sejati tidak datang dari apa yang kita capai, tapi dari siapa kita di dalam Kristus. Saat kita mencari Dia terlebih dahulu, kita akan hidup dalam damai dan kepastian akan kasih-Nya.


    "Allah tidak mencintaimu karena kamu berharga. Kamu berharga karena Allah mencintaimu." (Fulton J. Sheen)


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah yang mendasarkan harga dirimu selama ini? pada pencapaian atau pada kasih Tuhan?

    2. Apa yang bisa kamu ubah hari ini agar hidupmu lebih mencerminkan identitas sebagai pribadi yang dikasihi Allah?


    6 min
  • 18-10-2025 - 無憂無慮 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音 6:25-34


    6:25 所以我告訴你們、不要為生命憂慮、喫甚麼、喝甚麼. 為身體憂慮穿甚麼.生命不勝於飲食麼、身體不勝於衣裳麼。

    6:26 你們看那天上的飛鳥、也不種、也不收、也不積蓄在倉裡、你們的天父尚且養活他.你們不比飛鳥貴重得多麼。

    6:27 你們那一個能用思慮、使壽數多加一刻呢。

    6:28 何必為衣裳憂慮呢. 你想野地裡的百合花, 怎麼長起來, 他也不勞苦, 也不紡線.

    6:29 然而我告訴你們、就是所羅門極榮華的時候、他所穿戴的、還不如這花一朵呢。

    6:30 你們這小信的人哪、野地裡的草、今天還在、明天就丟在爐裡、神還給他這樣的妝飾、何況你們呢。

    6:31 所以不要憂慮、說、喫甚麼、喝甚麼、穿甚麼。

    6:32 這都是外邦人所求的.你們需用的這一切東西、你們的天父是知道的。

    6:33 你們要先求他的國、和他的義這些東西都要加給你們了。

    6:34 所以不要為明天憂慮.因為明天自有明天的憂慮.一天的難處一天當就夠了。



    一位老人坐在公園的長椅上,看著一隻小鳥在啄著地上的麵包屑。他笑著對坐在旁邊的孫子說:“你看那隻小鳥,它沒有冰箱,也沒有工作,但它每天依然有東西吃。” 孫子靜默片刻,然好奇地問道:“爺爺,這怎麼可能呢?” 爺爺接著回答說:“因為有上帝的看顧啊!” 我們生活在一個要求對錢財、健康和未來有確定性的世界。結果,憂慮成為日常生活上的一部分。我們常常誤以為憂慮是責任的象徵。然而,耶穌的教導卻截然不同。祂在馬太福音第6章,宣告說憂慮根本不能使我們的生命添加任何價值。相反的,信靠天父才是我們身為祂兒女身份的根基。我們被呼籲來過無憂無慮的生活,因為上帝知道、關心並會滿足我們的需求。


    耶穌在今天的靈修經文中給了一個極具挑戰性的教導,那就是不要憂慮。對許多人來說,這看似不可能的。當生活充滿壓力和不確定時,我們怎能會不憂慮呢?然而,這段經文的本質並非只是說說的禁戒而已,而是邀請人們將自己的生命完全託付於上帝。耶穌用空中的飛鳥和野地裡的百合花來做例子。它們不勞苦,也不積蓄,但上帝尚且看顧保守它們。然後,耶穌問:“難道你們不比它們貴重的多嗎?”這個問題凸顯了我們在上帝面前的身份價值。我們不僅是受造物的一部分,更是上帝的兒女。身為兒女,我們必然活在天父完美的保護和看顧下。


    基督裡的身份意味著活在信靠中,而不是恐懼中。我們知道誰掌管著我們的未來。我們也知道誰看顧今天。憂慮奪走了我們的平安,蒙蔽了我們的身份。但是,當我們先求上帝的國和祂的義時 (第33節), 我們就會開始察覺到我們所信靠的上帝是信實的, 充足的,並有無限的愛。在基督裡建立的身份, 不僅帶來永恆的確據, 也帶來日常生活的自由, 包括無憂無慮。當我們在基督裡建立身份時, 我們不再由恐懼抑或憂慮定義, 而是由信靠上帝的看顧來定義。唯有仰望祂, 活在祂的國度裡, 我們才能真正體驗到無憂無慮的生活。


    “憂慮就是沒讓上帝參與的未來之陰影。”(約翰. 派博)


    作 者:椰嘉達基督徒會堂萬登岸堂會 – 古撒拉傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 最常使你擔心的事情是什麼?你是否已將其完全交托於上帝呢?

    2. 你作為上帝兒女的身份是否在生活壓力上反映出來?


    7 min
  • 18-10-2025 - Bebas Dari Kekuatiran (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Filipi 1:20-21

    Penulis : Pdt. Siujono Sung


    Pada awal abad ke-20, seorang misionaris muda asal Inggris bernama C. T. Studd adalah bintang olahraga kriket yang sangat terkenal. Ia berasal dari keluarga kaya, memiliki masa depan yang cerah, dan dikenal di kalangan bangsawan Inggris. Namun, setelah mengalami pertobatan yang mendalam, ia menyadari bahwa semua prestasi, kekayaan, dan popularitasnya tidak ada artinya dibanding pengenalan akan Kristus. Ia mengambil keputusan radikal, yakni: menjual seluruh harta warisan yang nilainya sangat besar, lalu menggunakannya untuk mendukung pekerjaan misi dan pelayanan bagi orang miskin. Studd kemudian mengabdikan hidupnya di ladang misi. Ia tetap melayani meskipun kesehatannya menurun, dan hingga akhir hidupnya, ia tidak pernah menyesali keputusan itu. Ia sungguh telah menjadikan hidupnya sebagai persembahan.


    Gambaran ini juga dapat kita temukan dalam diri Rasul Paulus. Ia menulis surat Filipi pada saat berada di dalam penjara. Melalui Filipi 1:20, kita menemukan bahwa kerinduannya adalah agar Kristus dimuliakan dalam tubuhnya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. Ia tidak terfokus pada penderitaan, hukuman Kaisar, atau berapa lama ia akan dipenjarakan. Yang terpenting baginya adalah satu hal, yaitu: hidupnya menjadi alat untuk memuliakan Kristus. Itulah sebabnya ia berkata, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Fil. 1:21). Jika ia hidup, ia melayani Kristus dan memberkati jemaat. Jika ia mati, ia bersama Kristus selamanya. Seluruh hidupnya adalah persembahan yang utuh, karena ia menganggap segala sesuatu rugi dibanding pengenalan akan Kristus (Fil. 3:8). Kedekatan dan penyerahan penuh Paulus kepada Kristus membuatnya tetap bersukacita dan berani memberitakan Injil meskipun di penjara. Hidupnya berbuah karena seluruh keberadaannya telah diletakkan di altar pelayanan sebagai persembahan.


    Hidup sebagai persembahan berarti kita menaruh seluruh waktu, tenaga, dan hati di tangan Tuhan, agar melalui kehidupan atau kematian kita, Kristus selalu dimuliakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa berarti memilih untuk tetap setia di tengah kesulitan, mengutamakan kehendak Tuhan di atas kenyamanan pribadi, atau menggunakan talenta kita untuk melayani demi kemuliaan Tuhan. Hidup sebagai persembahan juga mengubah cara kita memandang penderitaan. Kita tidak melihatnya sebagai beban, tetapi kesempatan untuk menyatakan kemuliaan Kristus.


    “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Fil. 1:21).”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagian hidup apa yang masih sulit Anda serahkan sepenuhnya kepada Tuhan?

    2. Langkah kecil apakah yang bisa Anda ambil untuk menjadikan kehidupan sebagai persembahan?


    7 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian