
Sign up to save your podcasts
Or


加拉太書 2:19-20
2:19 我因律法、就向律法死了、叫我可以向神活著。
2:20 我已經與基督同釘十字架.現在活著的、不再是我、乃是基督在我裡面活著.並且我如今在肉身活著、是因信神的兒子而活、他是愛我、為我捨己。
尼爾.莫爾斯 (Neal Morse) 是一位才華洋溢的音樂家, 曾是著名搖滾樂隊的成員。然而, 他在2002年改信基督教後, 一切都發生了翻天覆地的變化。他下定決心離開其樂隊, 因為他意識到自己無法在一個只專注於物質和個人野心的樂隊中表達自己的信仰。莫爾斯隨後致力於創作榮耀基督的音樂。他甘願捨棄世俗名利,並專注於神聖的呼召,用音樂做為表達信仰的方法。這是一個人的生命如何從“為自己而活” 轉變為“為基督而活”的真實例子。
保羅向加拉太會眾強調, 那些既然已經接受了基督救贖之恩的人, 就不再受律法的約束來獲得救恩。藉著基督的死, 他們與祂同“釘在十字架上”。這意味著擺脫舊有的以我中心的生活,並進入一個完全獻身於基督的新生命。這不僅是外在行為的改變,而是身分認同和生活中心的徹底改變。不再是“我”在掌權,而是住在信徒心中的基督。“與基督同釘十字架” 的意思是說: 意識到舊生命, 包括所有自私野心和對自義的追求, 都在十字架上終結了。如今, 信徒生命的每一步都由基督的愛和祂的真理來引導。因此,他們的生活不再需要極力滿足律法來獲得上帝的接納,而是一種源自於與首先愛他們、救贖他們的基督的個人關係之感恩的回應。
同樣,身為信徒,我們被呼召來脫去舊日以我為中心的生活,活出獻身於祂的新生命。活出“不再是我,乃是基督”的生命, 意味著每一個決定, 計畫和優先事項都順服於上帝的旨意。這意味著我們在家庭中要謙卑地愛, 尊重和服事我們的配偶和兒女, 如同基督謙卑地服事我們一樣。我們在工作抑或事業中, 應當正直, 誠實, 並以榮耀上帝為目的地工作, 並非僅僅為了尋求利益抑或認可。我們在教會事奉, 我們奉獻, 付出時間和精力不是為了我們自己的名聲, 而是為了基督的榮耀。
“我的生命不再屬於我,而是在我裡面的基督。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 宋國壽牧師
翻譯員:蔡立基
需要思考的问题:
1. 我所做的每個抉擇、所說的每句話、所做的每個行動的中心是什麼?
2. 我生活的哪些部分仍是為己堅持,還沒有完全降服於基督呢?
Nats Alkitab : Galatia 2:19-20
Penulis : Pdt. Siujono Sung
Neal Morse adalah musisi berbakat yang sebelumnya tergabung dalam rock band terkenal. Namun segalanya berubah drastis ketika pada tahun 2002, ia mengalami pertobatan menjadi orang Kristen. Ia memutuskan untuk keluar dari band tersebut karena menyadari bahwa tidak mungkin ia dapat mengekspresikan imannya di dalam konteks band yang berfokus pada materi dan ambisi pribadi. Morse kemudian mencurahkan hidupnya untuk menciptakan musik yang memuliakan Kristus. Ia dengan sukarela meninggalkan ketenaran duniawi demi memprioritaskan panggilan ilahi, yakni menjadikan musiknya sebagai sarana untuk menyatakan iman. Ini merupakan contoh nyata bagaimana hidup seseorang diubahkan dari yang dulunya “hidup untuk diri sendiri” menjadi “hidup bagi Kristus.”
Paulus menegaskan kepada jemaat Galatia bahwa mereka yang telah menerima anugerah keselamatan tidak lagi berada di bawah kuasa hukum Taurat sebagai jalan pembenaran. Melalui kematian Kristus, mereka turut “disalibkan” bersama-Nya. Ini berarti mati terhadap hidup lama yang berpusat pada diri sendiri, dan dibangkitkan untuk hidup baru yang sepenuhnya dipersembahkan bagi Kristus. Ini bukan sekadar perubahan perilaku luar, tetapi perubahan total identitas dan pusat hidup. Bukan lagi “aku” yang memegang kendali, melainkan Kristus yang hidup di dalam diri orang percaya. Makna “disalibkan dengan Kristus” mengandung kesadaran bahwa hidup lama, dengan semua ambisi egois dan tuntutan untuk membenarkan diri sendiri, telah berakhir di salib. Kini, setiap langkah hidup orang percaya diarahkan oleh kasih Kristus dan kebenaran-Nya. Dengan demikian, hidup mereka bukan lagi perjuangan untuk memenuhi hukum demi diterima oleh Allah, melainkan respons syukur yang lahir dari hubungan pribadi dengan Kristus yang sudah lebih dulu mengasihi dan menebus mereka.
Demikian pula kita sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menanggalkan hidup lama yang berpusat pada diri dan menjalani hidup baru yang dipersembahkan bagi-Nya. Hidup “bukan aku, tapi Kristus” berarti menundukkan setiap keputusan, rencana, dan prioritas kepada kehendak Tuhan. Dalam keluarga, ini berarti kita mengasihi, menghormati, dan melayani pasangan serta anak-anak dengan kerendahan hati seperti Kristus melayani kita. Dalam pekerjaan atau usaha, kita bekerja dengan integritas, kejujuran, dan tujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan sekadar mencari keuntungan atau pengakuan. Dalam pelayanan gereja, kita memberi persembahan, waktu, dan tenaga bukan demi nama sendiri, tetapi untuk kemuliaan Kristus..
“Hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus dalamku.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah yang menjadi pusat dari setiap keputusan, perkataan, dan tindakan saya?
2. Bagian mana dari hidup saya yang masih saya pertahankan untuk diri sendiri, dan belum saya serahkan sepenuhnya kepada Kristus?
腓立比书 3:12-14
3:12 这不是说我已经得着了,已经完全了,我乃是竭力追求,或者可以得着基督耶稣所以得着我的。
3:13. 弟兄们,我不是以为自己已经得着了,我只有一件事,就是忘记背后,努力面前的,
3:14. 向着标竿直跑,要得神在基督耶稣里从上面召我来得的奖赏。
在1992年巴塞罗那奥运会上,有一名英国跑步运动员德里克·雷德蒙,因为拥有不放弃的精神,而成为世界关注的焦点。在参加 400 米半准决赛时,德里克在赛道中间突然腿筋受伤。他摔倒了,似乎痛苦不堪。医护人员立刻准备救援,但他站了起来,试图一瘸一拐地继续比赛。随后,他的父亲冲破保安員,向他跑去父亲搂着他的儿子,帮助德里克跑完剩下的赛程到达终点线。体育场爆发出热烈如雷的掌声和泪水。尽管德里克没有赢得奖牌,但他完成了比赛。他的故事成为了真正不屈不挠的标志。
在今天的经文中,保罗诚实地说,他还没有达到属灵上的完美,但他继续坚持追求对基督的更深认识。尽管已经被基督“得着”,保罗认识到需要坚持不懈和继续不断的热情地生活,来追求上面呼召的标竿。他忘记背后的一切, 无论过去的成功和失败。然后努力向前走,即模成基督的样式和救赎的成就。基督徒的生活并不是静止的状态, 而是一段动态的旅程, 意即要求专注、自律和不断渴望在恩典中成长。比赛中赛跑者的描述,寓意着严肃、一致和坚持信心。因此,我们被呼召去注视基督,坚持信心的斗争并且在属灵之旅上永不放弃。
因此,我们需要养成自律的习惯,比如阅读圣经和祷告的始终如一。并且不要让过去,无论是失败还是成功,阻碍我们的脚步。我们也被呼召加入支持信心成长和设定具体属灵目标的团体。在每个情况下,我们都学会继续追随基督,不是基于一时的感觉,而是因为每天都在每个情况下,我们都学会继续追随基督,不是基于一时的感觉,而是因为每天都要承诺增长对祂的认识和被模成祂的样式。
“基督的门徒坚持不懈地进行信心斗争”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 宋國壽牧師
翻譯員:賴利南
默想的问题:
1. 过去有哪些事情仍然阻碍着我在属灵之旅上前进?
2. 本周我可以采取那些具体步骤来更加专注于追求对基督的认识?
Nats Alkitab : Filipi 3:12-14
Penulis : Pdt. Siujono Sung
Dalam Olimpiade Barcelona tahun 1992, seorang pelari asal Inggris, Derek Redmond, menjadi sorotan dunia karena semangat pantang menyerah yang dimilikinya. Saat sedang berlari dalam lomba 400 meter semifinal, Derek tiba-tiba mengalami cedera hamstring di tengah lintasan. Ia jatuh dan tampak menahan sakit luar biasa. Petugas medis segera bersiap untuk menolong, tetapi ia bangkit, berusaha tertatih-tatih melanjutkan lomba. Lalu, ayahnya menerobos petugas keamanan dan berlari ke arahnya. Dengan tangan merangkul anaknya, sang ayah membantu Derek menyelesaikan sisa lintasan hingga garis akhir. Stadion bergemuruh oleh tepuk tangan dan air mata. Meskipun Derek tidak meraih medali, ia menyelesaikan perlombaan. Dan kisahnya menjadi lambang kegigihan sejati.
Dalam nas hari ini, Paulus menyatakan dengan jujur bahwa ia belum mencapai kesempurnaan rohani, tetapi ia terus bertekun mengejar pengenalan yang lebih dalam akan Kristus. Meski telah “ditangkap” oleh Kristus, Paulus mengakui perlunya hidup dalam ketekunan dan semangat yang terus-menerus untuk mengejar tujuan panggilan surgawi. Ia melupakan apa yang ada di belakang, baik keberhasilan maupun kegagalan masa lalu. Kemudian mengarahkan seluruh hidupnya kepada apa yang ada di depan, yaitu keserupaan dengan Kristus dan penggenapan keselamatan. Hidup Kristen bukanlah suatu kondisi statis, melainkan perjalanan dinamis yang menuntut fokus, disiplin, dan kerinduan terus-menerus untuk bertumbuh dalam kasih karunia. Gambaran tentang pelari dalam perlombaan menyiratkan keseriusan, konsistensi, dan ketekunan dalam iman. Dengan demikian kita dipanggil untuk hidup dengan mata tertuju kepada Kristus, bertekun dalam perjuangan iman, dan tidak pernah menyerah dalam perjalanan rohani.
Oleh karena itu, kita perlu membangun kebiasaan disiplin seperti membaca Firman dan berdoa secara konsisten, serta tidak membiarkan masa lalu, baik kegagalan maupun keberhasilan, menghalangi langkah kita. Kita juga dipanggil untuk bergabung dalam komunitas yang mendukung pertumbuhan iman dan menetapkan sasaran rohani yang konkret. Dalam setiap keadaan, kita belajar untuk tetap mengejar Kristus, bukan berdasarkan perasaan sesaat, tetapi karena komitmen untuk bertumbuh dalam pengenalan dan keserupaan dengan Dia setiap hari.
Murid Kristus bertekun dalam perjuangan iman.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Hal-hal apakah di masa lalu yang masih menahan saya untuk maju dalam perjalanan rohani saya?
2. Langkah konkret apa yang dapat saya ambil minggu ini untuk lebih fokus mengejar pengenalan akan Kristus?
约翰福音 13 : 34-35
13:34 我赐给你们一条新命令、乃是叫你们彼此相爱.我样爱你们、你们也要怎样相爱。
13:35 你们若有彼此相爱的心、众人因此就认出你们是的门徒了
在战场或自然灾害中,国际红十字会的工作人员总是穿着制服或特殊的背心,胸前或手臂上有一个大的红十字徽章。这一标志在国际上被称为他们是中立的人道主义工作者的符号并非为了战斗而来的而是为了帮助任何一方的受害者。如果一名工作人员丢失了背心或摘掉了他的徽章,他就不再容易被认出是一名人道主义工作者,而是会被视为平民,甚至是敌人。所以,在混乱和危险的情况下,制服和徽章对于他们的安全和人道主义任务的成功执行变得非常重要。
同样,基督的门徒也因他们的爱而在世界上被认出。爱是我们属灵方面的“制服”。没有它,我们只是世界人群中的普通人,我们看起来也没有什么差别,也不会被认出是基督的跟随者。在今天的约翰福音中,耶稣为祂的门徒的生活赐下一个非常基本的命令:“你们要彼此相爱,就像我爱你们一样。” 这就是基督门徒身份的本质,不是多了不起的服事,不是圣经知识的数量,而是反映基督之爱的爱。这种爱不是普通的爱,而是愿意牺牲的、主动的、无条件的Agape的爱。耶稣自己也为祂的门徒洗脚,其中包括将要背叛祂的犹大。很快,祂在十字架上为他们舍命。这就是对祂每个门徒之爱的标准。当基督的门徒活在这种爱的时候,即互相接受、互相服事、互相支持的爱中时,世界将会看到不同的东西。因此,像基督这样的爱就成为一道无法隐藏的光芒。
成为基督的门徒意味着在日常关系中散发基督的爱,例如:在家庭、教会团体和其他人中。这是我们真正跟随祂的最强烈和明显的符号。从今天开始,用简单但实际的行动来表现基督的爱。这可以透过耐心倾听家人的倾诉来显明、原谅伤害过我们的人、拜访孤独的朋友或者帮助那些有困难的人而不求任何回报。爱不一定要伟大,但总是要实际。在微小事上真诚的爱能在他人的心中留下基督的痕迹。
“基督门徒的爱将世界引向基督”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 宋國壽牧師
翻譯員:賴利南
默想的问题:
1. 你周围的世界怎样认出你?他们是否看见了基督或没看见什么?
2. 你可以采取哪些简单的步骤来表达对他人的爱?
Nats Alkitab : Yohanes 13:34-35
Penulis : Pdt. Siujono Sung
Di tengah medan perang atau bencana alam, para petugas Palang Merah Internasional (Red Cross) selalu mengenakan seragam atau rompi khusus dengan lambang palang merah besar di dada atau lengan. Simbol ini dikenal secara internasional sebagai tanda bahwa mereka adalah tenaga kemanusiaan yang netral dan datang bukan untuk bertempur, tetapi untuk menolong korban, baik dari pihak mana pun. Jika seorang petugas kehilangan rompinya atau melepas simbolnya, ia tidak lagi mudah dikenali sebagai pekerja kemanusiaan, sebaliknya akan dianggap sebagai warga sipil atau bahkan musuh. Jadi dalam situasi kacau dan berbahaya, seragam dan lambang tersebut menjadi sangat penting bagi keselamatan mereka dan keberhasilan misi kemanusiaan yang akan dikerjakan.
Demikian juga, murid Kristus dikenal di tengah dunia oleh kasihnya. Kasih adalah “seragam” rohani kita. Tanpa itu, kita hanyalah orang biasa di tengah keramaian dunia di mana kita tidak terlihat berbeda, tidak dikenali sebagai pengikut Kristus. Dalam Yohanes nas hari ini, Yesus memberikan perintah yang sangat mendasar bagi kehidupan para murid-Nya: "supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu." Ini adalah inti dari identitas seorang murid Kristus, bukan kehebatan pelayanan, bukan banyaknya pengetahuan Alkitab, melainkan kasih yang mencerminkan kasih Kristus. Kasih ini bukan kasih biasa, melainkan kasih agape yang rela berkorban, aktif, dan tanpa syarat. Yesus sendiri baru saja membasuh kaki murid-murid-Nya, termasuk Yudas yang akan mengkhianati-Nya. Tak lama lagi, Ia akan menyerahkan nyawa-Nya di salib demi mereka. Itulah kasih yang menjadi standar bagi setiap murid-Nya. Ketika murid-murid Kristus hidup dalam kasih seperti ini di mana mereka saling menerima, saling melayani, saling menopang, dunia akan melihat sesuatu yang berbeda. Dengan demikian, kasih seperti Kristus menjadi terang yang tidak bisa disembunyikan.
Menjadi murid Kristus berarti memancarkan kasih Kristus dalam relasi sehari-hari, misalnya: dalam keluarga, komunitas gereja, dan kepada sesama. Inilah tanda yang paling kuat dan jelas bahwa kita sungguh-sungguh mengikut Dia. Mulailah hari ini dengan menunjukkan kasih Kristus dalam tindakan-tindakan sederhana namun nyata. Hal ini bisa ditunjukkan dengan mendengarkan dengan sabar anggota keluarga, memberi maaf kepada orang yang menyakiti hati, mengunjungi teman yang kesepian, atau menolong mereka yang sedang dalam kesulitan tanpa mengharapkan imbalan. Kasih tidak selalu harus besar, tetapi selalu harus nyata. Kasih yang tulus dalam hal-hal kecil dapat meninggalkan jejak Kristus yang dalam di hati orang lain.
Kasih Murid Kristus membawa dunia kepada Kristus.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Seperti apa dunia sekitarmu mengenali dirimu ? Apakah mereka melihat Kristus atau tidak?
2. Langkah sederhana apa yang dapat Anda ambil untuk menyatakan kasih kepada sesama?
雅各书 3:16
3:16. 在何处有嫉妒、纷争,就在何处有扰乱和各样的坏事。
零和思维是社会心理学的一个术语,指思考一个人认为如果别人赢了或成功,那么他就输了或失败。这种思维方式常常产生影响嫉妒和自私的感觉,因为他人的成功被感到对他们自尊的威胁。如果这事被带入属灵团体,那么这种态度可能会非常具有破坏性,因为它会促使不健康的竞争,互相贬低,并阻碍共同的成长。
今天的经文中强调,哪里有嫉妒和自私的野心,那哪里就会出现混乱和各种邪恶的行为。这节经文对于基督门徒内心是变为一面清晰的镜子。一位真正的门徒会远离嫉妒和个人野心的动机,因为这两者都是信仰团体内部关系破裂的根源。从解经家对这节经文的解释中,我们发现世俗观念常常渗入到事奉中,例如:渴望超越、寻求影响力或与他人比较。但基督的门徒被呼召不要遵行一切世俗的奸恶,相反,我们必须保持谦逊,不自私的竞争,并在爱中互相建立。由这种心态之门徒们所形成的团体将成为健康的属灵成长的所在。
因此,我们今天所思考的这节经文挑战我们不断地审视并将我们内心的动机降服于基督。作为基督的门徒,我们被要求扬弃个人野心,以谦卑的心生活,并为他人的成功而高兴。我们需要建立一个充满和平而不是竞争的团体。我们能做的就是学会为那些我们嫉妒的人祈祷,学会为那些得到祝福的人献上感恩,并寻求真诚支持他人成长的方法。
“基督的门徒为他人的成功而高兴”
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 宋國壽牧師
翻譯員:賴利南
默想的问题:
1. 你是否觉得别人的成功会令你感到威胁,尤其是在属灵或事奉方面? 这是什么原因造成的?
2. 你可以采取哪些步骤来建立一个非竞争性而是互相支持的团体?
Nats Alkitab : Yakobus 3:16
Penulis : Pdt. Siujono Sung
Zero-sum thinking merupakan istilah dalam psikologi sosial yang merujuk kepada pemikiran seseorang yang menganggap bahwa jika orang lain menang atau berhasil, maka ia menjadi kalah atau gagal. Cara pikir ini sering membawakan dampak perasaan iri hati dan mementingkan diri sendiri di mana kesuksesan orang lain dirasakan sebagai ancaman bagi harga diri mereka. Jika hal ini dibawa ke dalam komunitas rohani, maka sikap ini bisa sangat merusak karena mendorong kompetisi yang tidak sehat, saling menjatuhkan, dan menghalangi pertumbuhan bersama.
Nas hari ini menegaskan bahwa di mana ada iri hati dan ambisi mementingkan diri sendiri, di situ akan muncul kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Ayat ini menjadi cermin yang tajam bagi hati seorang murid Kristus. Seorang murid yang sejati akan menjauhi motivasi iri dan ambisi pribadi, karena keduanya adalah akar dari kerusakan relasi dalam komunitas iman. Dari penjelasan para penafsir terhadap ayat ini, kita menemukan bahwa konsep pemikiran duniawi sering menyusup dalam pelayanan, misalnya: keinginan untuk menjadi unggul, mencari pengaruh, atau membandingkan diri dengan sesama. Namun murid Kristus dipanggil untuk tidak menuruti segala kefasikan duniawi, sebaliknya harus menjaga kerendahan hati, tidak bersaing secara egois, dan saling membangun dalam kasih. Komunitas yang dibentuk oleh hati para murid yang demikian akan menjadi tempat pertumbuhan rohani yang sehat.
Oleh karena itu, ayat yang kita renungkan hari ini menantang kita untuk terus memeriksa dan menyerahkan motivasi hati kita kepada Kristus. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menanggalkan ambisi pribadi dan hidup dalam kerendahan hati, serta bersukacita atas keberhasilan orang lain. Kita perlu membangun komunitas yang dipenuhi kedamaian, bukan persaingan. Yang bisa kita lakukan adalah belajar mendoakan orang lain yang kita merasa iri terhadapnya, belajar mengucap syukur atas berkat yang diterima mereka, dan mencari cara untuk mendukung pertumbuhan orang lain dengan tulus.
Murid Kristus bersukacita atas keberhasilan orang lain.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah Anda merasa terancam oleh keberhasilan orang lain, terutama dalam lingkungan rohani atau pelayanan? Apa penyebabnya?
2. Langkah apa yang dapat Anda ambil untuk membangun komunitas yang bukan saling bersaing melainkan saling mendukung?
帖撒羅尼迦前書4:3-5
4:3 神的旨意就是要你們成為聖潔、遠避淫行.
4:4 要你們各人曉得怎樣用聖潔尊貴、守著自己的身體.
4:5 不放縱私慾的邪情、像那不認識神的外邦人.
國家人口和計劃生育局的一項調查顯示,15至19歲青少年的婚前性行為增加, 女性為 59%, 男性為 74%。此外,多方調查也顯示,部分青少年在15歲前就發生性關係. 這種高比例的婚外性行為不僅發生在青少年中,也發生在成年人中(包括基督徒在内), 他們以賣淫、通姦和其他婚外關係的形式的性行為。
在公元一世紀的希臘羅馬世界,上述婚外性關係尤其是對男性而言被認為是正常的。眾所周知,這違背了基督教關於婚姻中性純潔和忠誠的教義。因此,保羅要提醒會眾,在這樣的環境中,遵行神的旨意生活是多麼重要。今天的經文指出,上帝對信徒的旨意是成聖,特別是在遠避淫行方面。這裡說的“成聖”是指遠離罪惡並獻於上帝的生活. 保羅強調了與世界規範不同的生活方式的重要性, 特別是在性道德方面。在第4節中, 保羅鼓勵每個人“用聖潔尊貴守著自己的聖體以娶一個女人為妻子”。大多數解經家認為, 這句話的意思是指過著自我控制的生活而不受情慾的控制。性生活必須以聖潔和敬重的方式進行,而不放縱私慾的邪情、像那不認識神的外邦人(第5節)。所以保羅要表達的是,凡遵行神旨意的人,都必須遠避淫行並過聖潔的生活。
直到現在,婚外性關係仍然是一個需要不斷面對的狀況。甚至在信徒中也發生這種情況。那我們可以做些什麼來解決這個問題呢?讓我們遵從上帝的旨意,祂呼籲我們不要過著被性慾所轄制的生活,而要過一種能夠控制自己並尊重婚姻神聖性的生活。我們需要上帝的幫助來控制我們所看到的、所讀到的和所觀看的。我們也需要在與異性的關係上設立界線。禱告祈求聖靈賜給我們能力抵擋一切淫亂的誘惑吧。
意識到你的罪並相信耶穌吧。
作 者:椰嘉達基督徒會堂卡蒂尼堂會 – 宋國壽牧師
翻譯員:黃瓊楓
默想的問題:
1. 你的日常生活 (媒體, 娛樂, 社交關係) 中是否存在一些為性誘惑開啟破口的事物?
2. 你可以採取哪些實際步驟來保守聖潔的生活,特別是在與異性的關係中?
Nats Alkitab : 1 Tesalonika 4:3-5
Penulis : Pdt. Siujono Sung
Survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan adanya peningkatan perilaku seksual pranikah pada remaja usia 15-19 tahun, dengan angka 59% pada perempuan dan 74% pada laki-laki. Selain itu, survei dari berbagai sumber juga menunjukkan bahwa sebagian remaja telah melakukan hubungan seksual sebelum usia 15 tahun. Tingkat perilaku seksual di luar pernikahan yang tinggi ini bukan hanya terjadi di kalangan remaja, tetapi juga terjadi di antara orang dewasa (termasuk orang Kristen) dalam bentuk prostitusi, perselingkuhan, dan hubungan lain di luar pernikahan.
Dalam dunia Yunani-Romawi abad pertama, hubungan seksual di luar nikah seperti yang disampaikan di atas dianggap sebagai sesuatu yang wajar, terutama bagi pria. Seperti yang kita ketahui, hal ini bertentangan dengan pengajaran Kristen tentang kemurnian seksual dan kesetiaan dalam pernikahan. Oleh karena itu, Paulus hendak mengingatkan jemaat tentang pentingnya hidup sesuai dengan kehendak Allah di tengah lingkungan seperti itu. Nas hari ini menyatakan bahwa kehendak Allah bagi orang percaya adalah pengudusan, khususnya dalam hal menjauhkan diri dari percabulan. Kata “pengudusan” di sini merujuk pada hidup yang dipisahkan dari dosa dan ditujukan bagi Allah. Paulus menekankan pentingnya hidup yang berbeda dari norma dunia, terutama dalam hal moralitas seksual. Dalam ayat 4, Paulus mendorong setiap orang untuk “mengambil seorang perempuan menjadi isterinya sendiri.” Sebagian besar penafsir menjelaskan bahwa maksud kalimat ini merujuk pada hidup dengan pengendalian diri, bukan dikuasai oleh nafsu. Kehidupan seksual harus dijalani dengan cara yang kudus dan terhormat, bukan dalam keinginan hawa nafsu seperti yang dilakukan oleh mereka yang tidak mengenal Allah (ay. 5). Oleh karena itu Paulus ingin mengatakan bahwa siapa yang ingin menuruti kehendak Allah, maka ia harus menjauhkan diri dari percabulan dan menjalani kehidupan di dalam kekudusan.
Sampai saat ini, hubungan seksual di luar pernikahan masih menjadi kondisi yang terus dihadapi. Bahkan ini pun terjadi di antara orang percaya. Lalu apakah yang dapat dilakukan untuk menghadapi ini? Mari kita menuruti kehendak Allah yang memanggil kita bukan kepada kehidupan yang dikuasai hawa nafsu seksual, melainkan kepada kehidupan yang dapat mengendalikan diri dan menghormati kekudusan pernikahan. Kita membutuhkan pertolongan dari Tuhan untuk dapat mengendalikan apa yang kita lihat, baca, dan tonton. Kita juga perlu membuat batasan dalam berelasi dengan lawan jenis. Berdoalah agar Roh Kudus memberi kekuatan untuk melawan segala godaan percabulan.
Sadarlah akan keberdosaanmu dan percayalah kepada Yesus.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apakah ada hal-hal di dalam rutinitas kehidupan Anda (media, tontonan, pergaulan) yang sedang membuka celah bagi godaan seksual?
2. Langkah praktis apa yang dapat Anda ambil untuk menjaga kekudusan hidup, terutama dalam relasi dengan lawan jenis?
From the publisher's feed