
Sign up to save your podcasts
Or


哥林多前書 3:6-9
3:6 我栽種了、亞波羅澆灌了.惟有神叫他生長。
3:7 可見栽種的算不得甚麼、澆灌的也算不得甚麼.只在那叫他生長的神。
3:8 栽種的和澆灌的都是一樣.但將來各人要照自己的工夫、得自己的賞賜。
3:9 因為我們是與神同工的.你們是神所耕種的田地、所建造的房屋。
目前,“合作”或“協同”一詞在藝人界中相當流行,例如創立烹飪業務或建立聯合產品。社交媒體上經常展現的合作優勢,是他們在各個領域開展業務的合作取得成功. 然而,經常暴露的一個弱點是,當業務發展壯大時,他們的合作關係不但沒有變得更加穩固, 反而變得更加脆弱。他們之間的合作最終變成了只展示各自策略實力的互相競爭.
在建立企業或做某事時,我們肯定需要與其他人合作。例如,一棟三層樓的房子,如果只由一個工匠建造,不可能像十個工匠一起建造那樣又快又好。同樣,保羅在傳揚上帝福音的使命中,並非孤軍奮戰,而是與許多值得他信賴的同工攜手合作,如巴拿巴,西拉、提摩太和提多。特別是在今天讀經上文中提到的那位亞波羅。他是一位了不起的講員,口才極佳,並且精通聖經,因此哥林多教會分成了屬亞波羅的和屬保羅的群體. 如果保羅想要誇耀自己,他可以任憑會眾分裂並對屬自己的群體感到滿足。但保羅意識到上帝的使命並不在於誰最偉大,或製造競爭的問題,而是在於同工的協同合作。保羅強調說,他是栽種的人,亞波羅是澆灌的人,但使之生長的是上帝。重要的不是誰栽種或澆灌,而是讓其生長的上帝。
已被上帝轉化的生命將會脫去我們屬靈上的驕傲。我們不再對自誇留餘地, 我們也不會斤斤計較誰在事奉中更能引人注目。在基督裡,我們越來越意識到協同合作的宣教使命將更有效地接觸到靈魂並建立健康的基督身體。轉化的使命乃是有合一在其中的協同合作的使命。
“一個被改變的人會意識到事奉的成果並非是因一個人工作而得的,而是上帝藉著許多人之手完成的作為。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 周清青傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 上帝在祂的宣教事工中賦予你什麼角色?
2. 上帝是否託付了某些人與你協同合作,共同建立祂國度的使命?請記住這些人並為他們禱告。
Nats Alkitab : 1 Korintus 3:6-9
Penulis : G.I. Christy Natalie
Saat ini kata “kolab” atau “kolaborasi” cukup populer di kalangan artis, misalnya dalam membangun usaha kuliner atau produk bersama. Keuntungan dari kolaborasi yang sering ditampilkan di media sosial adalah kesuksesan hasil kerja sama mereka dalam mengembangkan usaha di berbagai bidang. Namun, kelemahan yang juga sering terekspos adalah ketika usaha itu semakin maju, mereka justru bukannya semakin solid, melainkan semakin hancur. Kolaborasi berubah menjadi persaingan antar rekan, yang akhirnya hanya menunjukkan kehebatan strategi masing-masing individu.
Dalam membangun usaha atau mengerjakan sesuatu, kita pasti membutuhkan kolaborasi dengan orang lain. Contohnya, sebuah rumah tiga lantai tidak mungkin bisa dibangun hanya oleh satu tukang dengan cepat dan hasil yang baik, dibandingkan jika dikerjakan oleh sepuluh tukang bersama-sama. Demikian juga dalam misi pemberitaan Injil Allah. Paulus tidak bergerak sendirian, tetapi menggandeng banyak rekan sepelayanan yang ia percayai, seperti Barnabas, Silas, Timotius, Titus. Khusus dalam perikop bacaan tadi adalah Apolos. Ia adalah seorang pengkhotbah yang hebat, fasih, dan kuat dalam Kitab Suci, sehingga jemaat Korintus sampai terpecah menjadi golongan pengikut Apolos dan pengikut Paulus. Jika Paulus ingin membanggakan diri, ia bisa saja membiarkan jemaat itu terpecah dan puas dengan kelompok pengikutnya sendiri. Namun Paulus sadar, misi Allah bukanlah soal siapa yang paling hebat atau soal menciptakan persaingan, melainkan sebuah kolaborasi. Paulus menegaskan bahwa dialah yang menanam, Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Hal terpenting bukanlah siapa yang menanam atau menyiram, melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan.
Hidup yang telah ditransformasi oleh Allah akan menanggalkan kesombongan rohani kita. Kita tidak lagi memberi ruang untuk memegahkan diri, dan kita juga tidak akan mempermasalahkan siapa yang lebih terlihat dalam pelayanan. Di dalam Kristus kita semakin sadar bahwa misi yang dilakukan secara kolaboratif akan lebih efektif menjangkau jiwa-jiwa dan membangun tubuh Kristus yang sehat. Misi yang transformatif adalah misi yang kolaboratif dengan kesatuan di dalamnya.
“Orang yang telah diubahkan akan sadar bahwa buah dari pelayanan bukanlah hasil tangan sendiri, melainkan karya Allah melalui banyak tangan.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa peran yang Tuhan percayakan kepada Anda dalam pekerjaan misi-Nya?
2. Adakah orang-orang yang Tuhan percayakan untuk berkolaborasi dengan Anda untuk membangun misi kerajaan-Nya? Ingat dan doakanlah orang-orang tersebut.
Nats Alkitab : Lukas 19:1-10
Penulis : G.I. Christy Natalie
Dulu, sebelum saya mengenal Tuhan Yesus, banyak perilaku yang saya anggap wajar untuk dilakukan. Misalnya, meluapkan emosi kepada orang lain dengan perkataan yang menyinggung perasaan mereka. Saya tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang lain ketika mendengar kata-kata yang melukai hati. Akibatnya, banyak orang menjadi terluka, sakit hati, bahkan ada yang merasa rendah diri. Namun, saya bersyukur karena Tuhan Yesus menemukan saya dan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik.
Zakheus, sebelum mengenal Tuhan Yesus, juga melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap orang lain dan menganggapnya wajar. Ia seakan berlindung di balik profesinya sebagai pemungut cukai—pekerjaan yang didukung oleh pemerintah Romawi—untuk membenarkan tindakannya mengambil hak orang lain. Perilaku Zakheus membuatnya dijauhi, bahkan dibenci banyak orang. Karena itu, betapa terkejutnya orang banyak ketika Yesus, yang datang di tengah keramaian, justru menghampiri dan memanggil Zakheus serta meminta menumpang di rumahnya. Tindakan Kristus ini menembus batas kewajaran orang banyak yang menganggap Zakheus hina karena profesi dan perbuatannya. Tetapi justru melalui tindakan itu, Kristus masuk menyapa hati Zakheus di tengah penolakan orang banyak. Hasilnya, hidup Zakheus ditransformasi. Dari seorang yang hanya memikirkan diri sendiri, ia berubah menjadi pribadi yang peduli kepada sesama. Zakheus berkata, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (ay. 8). Zakheus yang terhilang telah ditemukan kembali oleh Kristus yang lebih dahulu mencarinya.
Kasih Kristus dalam kisah Zakheus membuktikan bahwa Dialah yang lebih dahulu berinisiatif mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Saya yakin Kristus tidak menutup mata terhadap perilaku buruk Zakheus, tetapi Ia memberikan kesempatan kepadanya untuk berbalik. Tindakan Kristus ini seharusnya menggerakkan hati kita dalam memandang orang lain, terutama mereka yang belum percaya. Kita perlu memulainya dengan memperlakukan sesama dengan baik. Jika kita yang sudah percaya kepada Kristus telah mengalami transformasi, maka kita pun harus percaya bahwa Tuhan sanggup mentransformasi hidup orang lain, termasuk mereka yang belum mengenal Yesus. Mari kita mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi. Mari kita belajar melihat orang lain seperti Kristus melihat. Dan mari kita menjadi alat Tuhan di dunia untuk mencari yang terhilang agar mereka juga memperoleh keselamatan di dalam Kristus.
Kristus yang mentransformasi hidup kita itu memampukan kita untuk mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk datang kepada-Nya.
Pertanyaan yang perlu direnungkan:
1. Bagaimana ada memperlakukan jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Kristus?
2. Adakah kerinduan yang muncul untuk memenangkan jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Tuhan di lingkungan sekitarmu? Apa bentuk tindakannya?
哥林多前書 9:19-23
9:19 我雖是自由的、無人轄管、然而我甘心作了眾人的僕人、為要多得人。
9:20 向猶太人、我就作猶太人、為要得猶太人. 向律法以下的人, 我雖不在律法以下,還是作律法以下的人、為要得律法以下的人。
9:21 向沒有律法的人、我就作沒有律法的人, 為要得沒有律法的人. 其實我在神面前,不是沒有律法、在基督面前、正在律法之下。
9:22 向軟弱的人、我就作軟弱的人、為要得軟弱的人.向甚麼樣的人、我就作甚麼樣的人.無論如何、總要救些人。
9:23 凡我所行的、都是為福音的緣故、為要與人同得這福音的好處。
一位名叫 Chicco Kurniawan 的演員曾被邀請扮演一名異裝癖者。他意識到, 如果不瞭解異裝癖者的真實生活,他就無法很好地扮演這個角色。最後, Chicco 決定去一個從事該職業的人通常工作的地方。長話短說,Chicco 成功與其中一名異裝癖者進行了交流,並聽取了他們的許多人生故事。有趣的是,他遇到的這位異裝癖者原來是一家之主,有妻兒,卻願意從事這個職業來養家糊口。
上帝所愛的會眾們,有時我們需要深入他人的生活,才能理解他們經歷的一切. 保羅熱衷於傳揚福音,他說,向甚麼樣的人,我就作甚麼樣的人。為要贏得眾多靈魂. 保羅在軟弱的人中成為軟弱的人,在猶太人中成為猶太人,甚至在律法以下的人中成為律法以下的人。保羅做這一切是為了與任何人都建立關係的使命,當然不會犧牲掉真理. 保羅意識到,有效的宣教需要一顆願意進入他人世界並理解他們的心。這就是保羅的愛與外展宣教的策略。
真正的轉變使我們能夠謙卑地敞開耳朵聆聽別人的話,敞開心扉接受與我們社會地位不同的人,敞開心扉學習與我們不同的文化。我們所做的一切都只有一個目標:傳揚基督的福音和贏得靈魂。因此,讓我們重新開始與每個人建立真誠的關係,因為真誠的關係是外展宣教的堅實基礎。
“為了要得著他們,我們不僅需要實質的在場、但也要貢獻心思、意念和彼此溝通。”
~約翰·斯托得~
作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 周清青傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 你是否難以敞開心扉去接納新朋友?你需要多長時間才能適應?
2. 當你看到尚未信主的人時,你是否渴望與他人聯繫?為什麼?
羅馬書 10:14-15
10:14 然而人未曾信祂、怎能求祂呢.未曾聽見祂、怎能信祂呢.沒有傳道的、怎能聽見呢。
10:15 若沒有奉差遣、怎能傳道呢.如經上所記、『報福音傳喜信的人、他們的腳蹤何等佳美。』
幾年前,禮拜結束後,在年輕人常集聚的場所中,我問他們那天從上帝的話語中學到了什麼? 有兩位同工分享了聖經與個人經歷之間的關聯,當中也有對講員講道的觀點提出異議, 然後還有別的對這些爭論作出了回應。直到最後,一位朋友說道:“你們知道嗎? 在餐桌上,是不應該談論有關上帝的宗教話題, 因為會引起爭執而打架。” 即刻,氣氛變得安靜下來。我對那說出的話感到非常失望,但從別的角度思考,我選擇不再發表任何評論,因為這可能會讓我們的談話以不愉快的心情結束。
然而,如今談論有關宗教或福音,尤其談論有關基督教的話題,難道不應該出現在餐桌上來激發非信徒的熱烈討論而成為祝福嗎? 為什麼關於別人壞事的流言蜚語如此受歡迎,甚至可以談論幾個小時,而福音卻不可以呢? 在羅馬書10:14-15中, 保羅問道: 人未曾聽見祂, 怎能信祂呢? 沒有傳道的, 怎能聽見呢? 若沒有奉差遣, 怎能傳道呢? 諷刺的是,如今許多基督徒僅僅停留在“生活得好”;就像遵守誡命但沒有信心的猶太人一般。事實上,在基督裡的真正轉變激勵我們要活出信心並傳揚福音。沒有被傳揚的福音,乃是中途停止的使命,甚至是從未傳遞的好消息。一個真正得到轉變的信徒會意識到他本身就是上帝在世上傳揚福音好消息的器皿。
我們可能常常害怕傳達福音好消息,甚至羞於在這個腐敗的世界中談論聖潔的基督。世界似乎試圖使我們不出聲,所以我們卻選擇了沉默。然而,被基督改變的人應該愛那些尚未相信基督的人,儘管總是不容易或不被接納,只要持續傳講救恩的訊息就足夠了。
“沒有言語就沒有福音。沒有人能單靠看行為就能得救。”
-約翰·派博-
作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 周清青傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 你是否渴望不僅透過善行,也透過你的個人見證和言語來分享基督?
2. 當你與非信徒分享你的個人見證時,你最大的恐懼是什麼?
Nats Alkitab : Roma 10:14-15
Penulis : G.I. Christy Natalie
Beberapa tahun lalu, dalam tongkrongan anak-anak muda setelah ibadah, saya pernah bertanya apa yang mereka dapatkan dari Firman Tuhan hari itu. Ada dua rekan yang berbagi kaitan Firman dengan pengalaman pribadinya, ada juga yang berargumen kurang setuju dengan pandangan pengkhotbah, lalu ada yang lain membalas argumen tersebut. Sampai akhirnya seorang teman berkata, “Tau gak sih kalau di meja makan tidak boleh ada percakapan tentang agama yang bawa-bawa Tuhan? Karena bisa bikin berantem.” Seketika suasana menjadi hening. Saya cukup kecewa dengan ungkapan itu, tetapi di sisi lain saya memilih tidak berkomentar lebih jauh, sebab bisa saja percakapan kami berakhir dengan hati yang tidak enak.
Namun, benarkah saat ini pembicaraan tentang agama atau Injil, khususnya dalam kekristenan, tidak boleh hadir di meja-meja makan untuk menjadi diskusi hangat sekaligus berkat bagi orang-orang yang belum percaya? Mengapa gosip tentang keburukan orang lain justru jauh lebih populer, bahkan bisa dibicarakan berjam-jam, tetapi Injil tidak? Dalam Roma 10:14-15 Paulus bertanya: bagaimana orang bisa percaya tanpa mendengar? Bagaimana bisa mendengar tanpa ada yang memberitakan? Dan bagaimana pemberitaan dapat terjadi tanpa ada yang diutus? Ironisnya, banyak orang Kristen masa kini berhenti hanya pada “hidup baik”—seperti orang Yahudi yang taat Taurat, namun tanpa iman di dalamnya. Padahal, transformasi sejati di dalam Kristus mendorong kita untuk menghidupi iman dan memberitakan Injil. Injil yang tidak dikomunikasikan adalah misi yang terhenti di tengah jalan, bahkan kabar baik yang tidak pernah sampai. Orang percaya yang sungguh ditransformasi akan menyadari bahwa dirinya adalah alat Tuhan di dunia untuk mengomunikasikan kabar baik itu.
Kita mungkin sering merasa takut menyampaikan kabar baik, bahkan malu membicarakan Kristus yang kudus di tengah dunia yang bobrok ini. Dunia memang seolah berusaha membungkam kita, sehingga kita memilih diam. Namun seharusnya, orang yang telah diubahkan Kristus akan mengasihi orang lain (yang belum percaya kepada-Nya) cukup dalam untuk tetap menyampaikan kabar keselamatan, sekalipun itu tidak selalu mudah atau diterima.
“Tidak ada Injil tanpa kata-kata. Tak seorang pun dapat diselamatkan hanya dengan mengamati perbuatan.” —John Piper
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Adakah kerinduan dihatimu untuk memberitakan Kristus bukan hanya dari perbuatan baik, tapi juga melalui kesaksian pribadi yang Anda sampaikan sendiri melalui perkataanmu?
2. Ketakutan terbesar apa yang Anda rasakan ketika hendak menyampaikan kesaksian pribadimu kepada orang yang belum percaya Kristus?
約翰福音 4:4-7
4:4 必須經過撒瑪利亞。
4:5 於是到了撒瑪利亞的一座城、名叫敘加、靠近雅各給他兒子約瑟的那塊地。
4:6 在那裡有雅各井。耶穌因走路困乏、就坐在井旁.那時約有午正。
4:7 有一個撒瑪利亞的婦人來打水.耶穌對他說、請你給我水喝。
不久前,我在網上預訂了從芝比濃堂會出發前往某個目的地的網約車。上車後, 摩的司機問道:“小姐,那邊是你的教堂嗎?”我回答說:“是的, 先生您也經常在這裡載客嗎?”他回答說:“是的小姐。我經常去那邊接乘客。我喜歡, 因為那邊的乘客友好又有禮貌。”一路上,摩的司機講述了自己載客的經歷,以及作為一名摩的司機的酸甜苦辣。到達目的地後,我歸還了頭盔並說:“先生, 繼續努力工作, 主耶穌賜福您。"我至今仍記得他燦爛的笑容邊說道:“好的小姐。上帝也賜福妳。"雖然他不是基督徒。
上帝所愛的會眾們阿! 成為祝福的交談往往需要採取主動。就像我們所讀的聖經中,耶穌主動和撒瑪利亞婦人談話一樣。耶穌沒有等那婦人先來到祂面前,也沒有等那婦人變好之後才靠近她。反而是基督先邁出第一步。甚至在第4節中說耶穌“必須“經過撒瑪利亞, 這表明了這次會面確實是祂計劃中的一部分。雖然耶穌知道這婦人是個淫婦,被許多人排斥和厭惡, 但祂仍舊與她交談;這次的談話改變了這個撒瑪利亞婦人的一生。
生命已被基督轉化的人不再是被動地生活, 而是積極主動地生活。真正的轉變總會產生動力,因為上帝的愛是積極的愛。在這個充滿罪惡的世界裡, 基督的使命推動我們要去和解, 去饒恕, 要先伸手, 雖然往往都是不容易或不順利。被基督觸摸過的生命將會向外發動; 不是只在等待機會, 反而是要創造機會。我們從來不會知道機會何時會到來, 但當基督感動我們的心時, 立刻準備好先向前邁出第一步。常常禱告,求上帝指引我們和賜予能力,讓我們主動的每一步,都能成為祝福。
“我們的使命是效法基督,由愛驅使的主動,而不是僅僅對情況的反應。”
作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 - 周清青傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 上帝感動要你先接觸的是誰?
2. 在接觸那些尚未信主的人時,你遇到了哪些障礙?
Nats Alkitab : Yohanes 4:4-7
Penulis : G.I. Christy Natalie
Beberapa waktu yang lalu saya memesan transportasi online dengan titik jemput dari GKJ Cibinong menuju satu tujuan. Saat saya naik, bapak ojol itu bertanya, “Mbak, gereja di situ ya?” Saya menjawab, “Iya, Pak. Sering jemput di sini juga ya?” Beliau menjawab, “Iya, Mbak. Saya sering ambil penumpang di situ. Senang kalau penumpang ramah dan sopan.” Sepanjang perjalanan, bapak ojol itu bercerita tentang pengalamannya membawa penumpang, lengkap dengan suka dan dukanya bekerja sebagai ojol. Ketika sampai di tujuan, saya mengembalikan helm dan berkata, “Pak, semangat ya kerjanya, Tuhan Yesus memberkati.” Reaksi yang masih saya ingat adalah senyumannya yang cerah sambil berkata, “Iya, Mbak. Tuhan berkati juga.” Padahal beliau bukan seorang Kristen.
Jemaat yang dikasihi Tuhan, sering kali sebuah percakapan yang menjadi berkat membutuhkan inisiatif. Sama seperti Yesus yang berinisiatif memulai percakapan dengan perempuan Samaria dalam bacaan Alkitab kita tadi. Yesus tidak menunggu perempuan itu menghampiri-Nya, dan tidak menunggu perempuan itu berubah menjadi lebih baik baru kemudian mendekatinya. Justru Kristuslah yang mengambil langkah pertama. Bahkan dalam ayat 4 dikatakan bahwa Yesus “harus” pergi ke Samaria, yang menunjukkan bahwa pertemuan itu memang bagian dari rencana-Nya. Walaupun Yesus tahu perempuan itu adalah seorang pezinah yang dijauhi dan dibenci banyak orang, Ia tetap berbicara dengannya—dan percakapan itu mengubah hidup perempuan Samaria tersebut.
Orang yang hidupnya telah ditransformasi oleh Kristus tidak akan lagi hidup pasif, melainkan aktif dan penuh inisiatif. Transformasi sejati selalu menghasilkan gerakan, sebab kasih Allah adalah kasih yang aktif. Dalam dunia yang berdosa ini, misi Kristus mendorong kita untuk berdamai, mengampuni, dan menjangkau lebih dahulu, meskipun sering kali tidak mudah atau nyaman. Hidup yang telah dijamah Kristus akan bergerak keluar—bukan hanya menunggu kesempatan, melainkan menciptakan kesempatan. Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu datang, tetapi ketika Kristus menggelisahkan hati kita, bersiaplah untuk melangkah lebih dahulu. Senantiasalah berdoa, memohon petunjuk serta kemampuan dari Allah, agar setiap langkah inisiatif kita dipakai untuk menjadi berkat.
“Misi kita adalah meneladani Kristus dengan inisiatif yang digerakkan oleh kasih, bukan sekadar reaksi terhadap situasi. “
Pertanyaan yang perlu direnungkan:
1. Siapa orang yang sedang Tuhan gerakkan untuk Anda hampiri terlebih dahulu?
2. Apa hambatan yang Anda temui dalam menghampiri orang-orang yang belum percaya kepada Kristus?
路加福音 19:1-10
19:1 耶穌進了耶利哥、正經過的時候、
19:2 有一個人名叫撒該、作稅吏長、是個財主。
19:3 他要看看耶穌是怎樣的人.只因人多、他的身量又矮、所以不得看見。
19:4 就跑到前頭、爬上桑樹、要看耶穌、因為耶穌必從那裡經過。
19:5 耶穌到了那裡、抬頭一看、對他說、撒該、快下來、今天我必住在你家裡。
19:6 他就急忙下來、歡歡喜喜的接待耶穌。
19:7 眾人看見、都私下議論說、他竟到罪人家裡去住宿。
19:8 撒該站著、對主說、主阿、我把所有的一半給窮人.我若訛詐了誰、就還他四倍。
19:9 耶穌說、今天救恩到了這家、因為他也是亞伯拉罕的子孫。
19:10 人子來、為要尋找拯救失喪的人。
過去,在我認識主耶穌之前,有許多行為我都認為是正常的。例如,藉著說一些冒犯他人的話來發洩情緒。我從來不會考慮別人聽到傷人的話的感受。結果,很多人受到傷害, 傷心,甚至有些人因此而感到自卑。然而,我很感恩因為主耶穌找到了我, 把我塑造成一個更好的人。
撒該在認識主耶穌之前,也對別人做過壞事,並認為這很正常。他似乎躲在羅馬政府支持的職業即稅吏長,把侵犯他人的權利視為正確的行為。撒該的行為使他被許多人排斥,甚至憎恨。因此,當耶穌來到人群中間,走近撒該並要住在撒該的家裡時,眾人感到非常驚訝。基督這行動超出人們正常認知的範圍,因他們對撒該的職業和行為,都認為他是個很低賤的人。但就是透過這個行動,在眾人的拒絕中基督進入撒該的心。結果,撒該的生命被轉化了,他從一個以自我為中心的人變成了一個關心他人的人。撒該說:“主阿、我把所有的一半給窮人.我若訛詐了誰、就還他四倍” (第8節)。迷失的撒該已被主動尋找他的基督找回來了。
在撒該故事中基督的愛證明了祂是首先主動尋找和拯救失喪者。我相信基督並沒有對撒該的不良行為視而不見,而是給了他回轉的機會。基督的作為應該感動我們的心去看待他人,特別是看待那些未信主的人。我們需要從善待彼此開始。既然我們這些相信基督的人已經歷了改變,那麼我們也必須相信上帝能夠改變其他人的生命,包括那些還沒有認識耶穌的人。讓我們像基督一樣去愛別人。學會像基督看待我們一樣去看待他人。讓我們成為上帝在世上使用的器皿,來尋找失喪的人,以便他們也能在基督裡蒙恩得救。
轉化我們生命的基督使我們能夠尋找迷失的靈魂來到祂身旁。
作 者:椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 周清青傳道
翻譯員:張賽瓊
默想的問題:
1. 你如何對待那些尚未相信基督的人?
2. 在你的周遭環境裡,你是否越來越渴望贏得那些尚未信上帝的人?你採取了怎樣的行動?
Nats Alkitab : Lukas 19:1-10
Penulis : G.I. Christy Natalie
Dulu, sebelum saya mengenal Tuhan Yesus, banyak perilaku yang saya anggap wajar untuk dilakukan. Misalnya, meluapkan emosi kepada orang lain dengan perkataan yang menyinggung perasaan mereka. Saya tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang lain ketika mendengar kata-kata yang melukai hati. Akibatnya, banyak orang menjadi terluka, sakit hati, bahkan ada yang merasa rendah diri. Namun, saya bersyukur karena Tuhan Yesus menemukan saya dan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik.
Zakheus, sebelum mengenal Tuhan Yesus, juga melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap orang lain dan menganggapnya wajar. Ia seakan berlindung di balik profesinya sebagai pemungut cukai—pekerjaan yang didukung oleh pemerintah Romawi—untuk membenarkan tindakannya mengambil hak orang lain. Perilaku Zakheus membuatnya dijauhi, bahkan dibenci banyak orang. Karena itu, betapa terkejutnya orang banyak ketika Yesus, yang datang di tengah keramaian, justru menghampiri dan memanggil Zakheus serta meminta menumpang di rumahnya. Tindakan Kristus ini menembus batas kewajaran orang banyak yang menganggap Zakheus hina karena profesi dan perbuatannya. Tetapi justru melalui tindakan itu, Kristus masuk menyapa hati Zakheus di tengah penolakan orang banyak. Hasilnya, hidup Zakheus ditransformasi. Dari seorang yang hanya memikirkan diri sendiri, ia berubah menjadi pribadi yang peduli kepada sesama. Zakheus berkata, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (ay. 8). Zakheus yang terhilang telah ditemukan kembali oleh Kristus yang lebih dahulu mencarinya.
Kasih Kristus dalam kisah Zakheus membuktikan bahwa Dialah yang lebih dahulu berinisiatif mencari dan menyelamatkan yang terhilang. Saya yakin Kristus tidak menutup mata terhadap perilaku buruk Zakheus, tetapi Ia memberikan kesempatan kepadanya untuk berbalik. Tindakan Kristus ini seharusnya menggerakkan hati kita dalam memandang orang lain, terutama mereka yang belum percaya. Kita perlu memulainya dengan memperlakukan sesama dengan baik. Jika kita yang sudah percaya kepada Kristus telah mengalami transformasi, maka kita pun harus percaya bahwa Tuhan sanggup mentransformasi hidup orang lain, termasuk mereka yang belum mengenal Yesus. Mari kita mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi. Mari kita belajar melihat orang lain seperti Kristus melihat. Dan mari kita menjadi alat Tuhan di dunia untuk mencari yang terhilang agar mereka juga memperoleh keselamatan di dalam Kristus.
Kristus yang mentransformasi hidup kita itu memampukan kita untuk mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk datang kepada-Nya.
Pertanyaan yang perlu direnungkan:
1. Bagaimana ada memperlakukan jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Kristus?
2. Adakah kerinduan yang muncul untuk memenangkan jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Tuhan di lingkungan sekitarmu? Apa bentuk tindakannya?
From the publisher's feed