Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 22-9-2025 - 炫耀 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音6:3-4


    6:3 你施捨的時候,不要叫左手知道右手所作的。

    6:4 要叫你施捨的事行在暗中,你父在暗中察看,必然答你。



    在中國古代,很多有錢的官員要救濟百姓,都會先打鼓。也下令在全城公佈他的名字。奇怪的事,每年冬天,城裡的窮人都會發現有人故意在自家門前擺放一堆柴火,食物,保暖衣物。多年以後,人們才發現作這些事的人是一位生活簡樸的老木匠. 透過這故事,”大山若水”這句諺語由此而來,意思是”上善若水”。水是所有人的生命之源。水總是往下流且不爭競,也從不炫耀它的功勞。在施捨時炫耀反而會消除屬靈的價值, 並使它成為一種炫耀活動。在施捨中炫耀並非上帝兒女的品格。主耶穌斥責文士和法利賽人。這斥責與祂從道德和禮儀角度教導的真理有密切的相關。


    正如祂所教導的禱告,禁食和施捨,已在猶太社會中根深蒂固。問題不在於“是否必要”, 而是在於“要如何做好上帝所喜悅的施捨.”這句”你施捨的時候”是單詞,而“叫人看見”這句話強調炫耀,目的是要得到人的稱讚。以自我形象為包裝的施捨如今不僅在教會外發生,而也在教會內發生。這就是主耶穌所強調的。接下來有一句話說是“不要叫左手知道”。這句話以誇張的形式暗示了用右手在祭壇上獻祭的習俗。也談到我們與上帝之間神聖的行為,以命令的句子 "要叫你施捨的事行在暗中,你父在暗中察看,必然報答你”(4節)。這句話強調了不要讓人知道你的施捨,包括你自己,別人,以及你親近的人。為什麼呢? 因為炫耀會讓你記得你曾經做的好事,然後自誇,最終是為了自己的榮耀。也不可叫別人知道為了是避免屬靈的驕傲。其實施捨不是為了得到稱讚,而是作為謙卑和真誠的屬靈操練。不可叫親近的人也許是家人知道,是為了維持真誠且舒適的關係,以免感到虧欠,避免自卑或嫉妒。保護接受者的感受,讓他們不會感到自卑,也避免留下施捨的更優秀或更有能力的印象。此外,也可以建立信任,加強情感的聯繫而不產生貶低他人的感覺。天父知道就足夠了,祂必然報答你。


    主耶穌明確禁止基督的門徒公開炫耀施捨或奉獻,以免產生因為行善而感到很被需要。施捨不是為了尋求別人的稱讚,所以不需要向他人展示或炫耀。施捨也不是為了自我滿足,也不是為了希望得到上帝的善待。上帝是良善的,讓我們透過施捨來彰顯上帝的良善來提升質量和數量。不是為了得人的稱讚而提升炫耀。


    “在上帝的眼中,微小和真誠的幫助比炫耀的奉獻更大”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比農塘會 – 李永豐牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 為什麼當你奉獻或給任何人施捨時不可炫耀? 什麼是正確的施捨態度?

    2. 自問你內心,當你奉獻的時候是否喜歡炫耀? 如果是的話,向主耶穌禱告祈求並改變吧 !


    7 min
  • 22-9-2025 - Pamer (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 6:3-4

    Penulis : Pdt. Firdaus Lie


    Alkisah di Tiongkok kuno banyak pejabat kaya yang ingin memberi sedekah kepada rakyat, akan menabuh gendang dahulu. Ia juga memberikan perintah supaya namanya harus diumumkan ke seluruh kota. Ada yang aneh, setiap musim dingin di kota itu orang-orang miskin mendapati tumpukan kayu bakar, makanan, dan pakaian hangat yang sengaja di taruh depan pintu rumah. Setelah bertahun-tahun baru diketahui yang melakukan itu adalah seorang tukang kayu tua yang hidup sangat sederhana. Melalui kisah ini lahirlah pepatah “大山若水” (da shan rua shui) “kebaikan tertinggi seperti air”. Air adalah sumber kehidupan bagi semua orang. Air selalu mengalir rendah dan tak bersaing, tidak pernah pamer jasanya. Pamer saat memberi justru menghilangkan nilai spiritualnya dan membuatnya menjadi ajang pencitraan. Pamer dalam memberi bukan karakter anak Tuhan.


    Tuhan Yesus menegur para ahli Taurat dan orang Farisi. Teguran itu berkaitan erat dengan kebenaran yang diajarkan-Nya baik dari sisi moral dan ritual. Seperti yang telah Ia ajarkan tentang berdoa, berpuasa dan bersedekah yang sudah mengakar dalam masyarakat Yahudi. Persoalannya bukan tentang “apakah perlu atau tidak”, melainkan “bagaimana memberi sedekah yang baik dan berkenan di hadapan Allah”. Kalimat “ketika engkau memberi sedekah” adalah bentuk tunggal. Kata “supaya dilihat” adalah untuk dilihat orang lain, kata ini menekankan pamer dengan tujuan supaya dipuji. Pemberian yang dikemas sebagai pencitraan atau branding yang terjadi sekarang tidak hanya di luar gereja, tetapi juga ada di dalam gereja. Inilah yang disoroti Tuhan Yesus. Selanjutnya ada frasa mengatakan, “janganlah tangan kirimu tahu”. Peribahasa ini memberikan indikasi dalam bentuk hiperbola mengenai praktik menggunakan tangan kanan dalam memberikan persembahan di mezbah. Juga berbicara tindakan sakral antara kita dengan Tuhan, dengan kalimat perintah, “Hendaklah sedekahmu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (ay. 4). Kalimat ini menekankan jangan ada orang yang tahu pemberianmu, pertama diri sendiri, kedua orang lain dan ketiga orang dekat. Mengapa? Karena pamer ke diri sendiri akan mengingat-ingat kebaikan yang pernah dilakukan, lalu memuji diri sendiri dan biasanya berakhir untuk kemuliaan diri sendiri. Ke orang lain juga tidak boleh untuk menghindari kesombongan rohani. Padahal memberi bukan demi dipuji tetapi sebagai latihan rohani untuk merendahkan hati dan keikhlasan. Terakhir orang dekat mungkin keluarga, yaitu untuk menjaga hubungan yang tulus dan nyaman, agar yang tidak merasa berhutang budi, terhindar rasa rendah diri atau iri. Penerima tidak minder untuk menjaga perasaannya, tidak terkesan seolah-olah si pemberi lebih baik atau lebih mampu. Selain itu juga membangun kepercayaan, memperkuat ikatan emosional tanpa ada rasa kesan merendahkan. Cukuplah Bapa di surga yang tahu dan memberikan upahnya.


    Tuhan Yesus jelas melarang murid Kristus untuk memamerkan pemberian sedekah atau persembahan di depan umum supaya menghindari rasa karena telah berbaik hati dan merasa sangat dibutuhkan. Pemberian bukan untuk mencari pujian dari orang, sehingga tidak perlu memperlihatkan atau pamer ke orang. Pemberian juga bukan untuk mencari kepuasan diri, juga tidak mengharapkan mendapat kebaikan Allah. Allah adalah baik, marilah nyatakan kebaikan Allah melalui pemberian dengan meningkatkan kualitas maupun kuantitas. Bukan meningkatkan pamernya supaya dipuji oleh manusia.


    “Bantuan kecil dan tulus lebih besar di mata Tuhan daripada persembahan yang pamer”

    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Mengapa tidak boleh pamer saat Anda memberikan persembahan atau sedekah kepada siapa pun? Dan bagaimana sikap memberi yang benar?

    2. Tanyakanlah di dalam batin Anda selama ini, apakah Anda suka pamer saat memberi persembahan? Jika ada berdoalah dan berubahlah memohon kepada Tuhan Yesus!


    6 min
  • 21-9-2025 - 在主的⽥間撒種 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    歌林多後書9:6-11


    9:6 少重的少收,多種的多收,這話是真的。

    9:7 各人有隨本心所酌定的,不要作難,不要免強,因為捐的樂意的人,是神所喜愛的。

    9:8 神能將各樣的恩惠多多的加給你們,使你們凡事常常充足,能多行各樣善事。

    9:9 如經上所記,他施捨錢財,賙濟貧窮,他的人義存到永遠。

    9:10 那賜種給撒種的,賜糧給人吃的,必多多加給你們種地得種子,又曾舔你們人意的果子。

    9:11 叫你們凡事富足,可以多多施捨,就接著我們使感謝歸於神。



    我喜歡種菜並喜愛吃用羅勒葉和雞腸長豆角一起煮的白茄子。味道香甜可口. 烹飪的方式是用大火炒。這兩種蔬菜的種子是從西加里曼丹帶來的。白茄子的種子比長豆角的種子小很多。一粒白茄子種子長大後結出白茄子而不是長豆角。在土壤裡撒了許多的種子,就會長出許多株。如果只撒一粒種子,那就只會長一株。保羅用撒種的比喻來闡明關於奉獻的事。農夫在土壤裡撒下的種子少,收割時必少收。然而,撒下的種子多,收割時必多收。對上帝的奉獻就像一位撒種的農夫,收穫的將比撒在地裡的更多。


    保羅非常重視上帝的話語中關於在上帝田中奉獻為主工作的教導。他給了收割和撒種的一般原則 (6節)。這是對那些已經經歷了主耶穌在十架上的恩典的人的特別勸勉。他所說的不僅是在募集奉獻以在經濟上幫助耶路撒冷的會眾的情景。經文中“你們”這個字出現好幾次,這意味著不只特別致給哥林多的會眾, 也就是當地教會。奉獻的原則對作為基督身體的每一個教會,無論當地教會或是普世教會都適用且相關。他解釋這些是為了預測和批評並指出在上帝田裡奉獻的兩種錯誤方法。第一,憐憫同情地奉獻,卻捐得不樂意。第二,捐得樂意卻沒有憐憫同情。保羅要說的是, “上帝要祂的會眾以憐憫同情甘心樂意的在祂的田中奉獻.” 為什麼呢? 首先,憐憫和樂意施捨是上帝的品格。其次,憐憫和樂意施捨並非義務,而是對上帝恩慈的回應 (7節)。最後,憐憫和樂意施捨表明了會眾對上帝的看顧, 始終足夠他們的需要而感謝的信心, 並且永遠倚靠祂。會眾也學習無所畏懼分享的撒種,因為分享反映了已被上帝的話語在基督裡改變的品格。在上帝的田中憐憫和樂意的撒種會帶來祝福,而不是出於義務或壓力。


    讓我們醒悟按照我們個人的能力憐憫和樂意的奉獻是上帝所要的。憐憫和樂意的施捨別人會蒙上帝的祝福。以憐憫心的施捨不會使你缺乏因為上帝已經揀選你成為祝福他人的管道。上帝要你甘心樂意的施捨。也許你一直以為上帝會喜悅大額的奉獻,但真正讓上帝喜悅的是你真誠的奉獻。這才是證明了你已將上帝放在你生命中的首位和優先。這是你以憐憫和樂意奉獻、敬畏、順服和倚靠上帝的表現。


    “施捨應該是喜樂的,發自內心的施捨,

    因為施捨是你樂意的而不是必須的”

    (摩根)


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂芝比濃堂會 – 李永豐牧師

    翻譯 : 鄭愛群


    默想的問題 :

    1. 列舉使徒保羅所教導的奉獻原則 !

    2. 如何給予好的奉獻 ? 它的動機是什麼 ?


    7 min
  • 21-9-2025 - Menabur Di Ladang Tuhan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 9:6-11

    Penulis : Pdt. Firdaus Lie


    Saya suka menanam sayur dan makan terong putih yang dimasak daun kemangi dan kacang pajang jenis usus ayam. Rasanya manis dan gurih. Cara memasaknya ditumis dengan api besar. Kedua bibit sayur ini dibawa dari Kalimatan Barat. Bibit terong putih sangat kecil dibandingkan dengan kacang panjang. Satu benih terong putih yang bertumbuh besar akan menghasilkan terong putih bukan kacang pajang. Saat menabur bibit dengan jumlah banyak di media tanah akan bertumbuh banyak juga. Bila menabur satu, akan tumbuh satu saja. Paulus mengilustrasikan pemberian persembahan dengan membandingkan menabur benih atau bibit. Petani menabur sedikit benih ke dalam tanah akan mendapat sedikit saat panen. Sedangkan menabur banyak benih akan panen berkelimpahan. Pemberian persembahan kepada Tuhan adalah seperti seorang petani menabur benih, di mana petani akan menuai melebihi apa di tabur di dalam tanah.


    Paulus sangat memperhatikan pengajaran firman Tuhan tentang pemberian persembahan di ladang Tuhan untuk pekerjaan Tuhan. Dia memberikan prinsip umum tentang tuai dan tabur (ay. 6). Ini adalah nasehat khusus bagi yang telah mengalami kasih karunia Tuhan Yesus di atas kayu salib. Dia tidak saja berbicara dalam konteks pengumpulan persembahan untuk menolong jemaat di Yerusalem secara finansial. Memang, terlihat ada beberapa kali muncul kata “kamu” yang dapat diterjemahkan “kalian”, yang berarti tidak hanya ditujukan kepada jemaat Korintus secara khusus yang bersifat gereja lokal. Prinsip memberikan persembahan bersifat praktis dan relevan untuk setiap gereja sebagai tubuh Kristus baik sebagai gereja lokal maupun universal. Dia menjelaskan ini untuk mengantisipasi dan mengkritisi serta mengemukakan dua cara yang salah dalam memberi persembahan di ladang Tuhan. Pertama, memberi dengan murah hati tetapi tidak dengan sukacita. Kedua, memberi dengan sukacita tetapi tidak dengan murah hati. Paulus ingin mengatakan, “Allah mau jemaat-Nya memberikan persembahan di ladang Tuhan dengan kemurahan hati dan sukacita”. Mengapa? Pertama, memberi dengan murah hati dan sukacita adalah karakter Allah. Kedua, memberi dengan murah hati dan sukacita bukan suatu kewajiban tetapi merupakan respons terhadap kemurahan Allah (ay. 7). Dan terakhir, memberi dengan kemurahan hati dan sukacita menunjukkan iman jemaat yang mengucap syukur atas pemeliharaan Allah yang senantiasa mencukupi kebutuhannya dan selalu bersandar kepada-Nya. Jemaat juga belajar menabur dengan tidak takut berbagi, karena berbagi adalah mencerminkan karakter yang sudah diubahkan firman Tuhan di dalam Kristus. Menabur di ladang Tuhan dengan kemurahan dan sukacita akan mendatangkan berkat bukan karena kewajiban atau tekanan.


    Marilah kita menyadari bahwa memberi dengan murah hati dan sukacita sesuai kemampuan masing-masing adalah keinginan Allah. Memberi dengan kemurahan hati dan sukacita kepada orang lain akan diberkati Allah. Memberi dengan murah hati tidak akan membuat Anda kekurangan karena Tuhan telah memilih Anda menjadi saluran berkat bagi orang lain. Allah menginginkan supaya Anda memberi dengan sukacita dan rela hati. Mungkin selama ini Anda mengira Tuhan akan senang dengan pemberian jumlah yang besar, padahal yang menyenangkan Tuhan adalah ketika Anda memberi dengan kesungguhan hati. Inilah yang membuktikan bahwa Anda telah menempatkan Tuhan sebagai yang utama dan pertama dalam hidup. Itulah ekspresi Anda memberi dengan kemurahan hati dan sukacita hormat, tunduk dan bergantung kepada Tuhan.


    “Memberi haruslah menyenangkan, memberi dari hati, karena Anda senang memberi, bukan karena Anda harus memberi”. (Morgan)


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Sebutkan prinsip-prinsip memberikan persembahan yang diajarkan oleh rasul Paulus!

    2. Bagaimana memberikan persembahan yang baik? Apa yang menjadi motifnya?


    7 min
  • 20-9-2025 - 使命抑或僅僅 “執行使命”的標籤 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音 7:20-23


    7:20 所以憑著他們的果子、就可以認出他們來。

    7:21 凡稱呼我主阿、主阿的人、不能都進天國.惟獨遵行我天父旨意的人、纔能進去。

    7:22 當那日必有許多人對我說、主阿、主阿、我們不是奉你的名傳道、奉你的名趕鬼、 奉你的名行許多異能麼。

    7:23 我就明明的告訴他們說、我從來不認識你們、你們這些作惡的人、離開我去罷。



    利用“使命”的標籤,卻沒有實實在在地實行出來,那可是滔天大罪。因為不僅僅敗壞自己抑或自己團體的名聲,更可惡的是神聖的使命被濫用了。但對於那些對基督不真誠,只貪圖虛浮的名譽和榮耀的人,上帝的使命將會被操縱來維持自我抑或團體的權力和利益。這豈不是很諷刺!


    我們在今天所思想的靈修經文中, 發現人們似乎都在濫用神蹟異能來執行他們的使命. 他們奉上帝的名傳講信息, 奉上帝的名趕鬼, 還奉上帝的名行過許多異能 (第22節).乍看之下, 他們確實以非凡的力量和異能完成了使命事工。但不幸的是, 所有這些都只是表面功夫。他們濫用使命的標籤來圖謀惡事 (第23節)。他們沒有真正遵行天父的旨意 (第21節), 即完全相信聖子 (約翰福6:40)。所有這些都在他們生命的果子反映出來 (第20節)。然而,他們的生活卻猶如殘暴的狼,即充滿了對世俗的慾望和渴求 (第15節)。


    我的弟兄,這也是對我們的警告: 我們千萬不可藉用這種標籤來執行我們的使命事工。比如說: “我已經到過很多地區執行使命工作了。” 抑或 “我執行使命工作已經有好幾十年了。” 然而,在現實中,我們的生活並非植根於真正基督信仰裡,而是充滿了滿足我們自己存在的渴望和慾望,卻沒有渴望在我們的生活和事工上結出真正的果子。謹慎, 所有的誇口只不過是虛空的,別讓上帝最終說:“你們這些作惡的,離開我去吧!” 故此, 我們需要不斷糾正我們信仰的真誠,並看到我們生活的真正果子,即生命轉變的果子、信仰成長的果子,以及使靈魂成為基督門徒的果子。爾後當我們遇到上帝時,所有這些都會決定我們的真實身份。

    “聲稱自己參與過宣教確實易事,但如果這一切只是表面功夫,沒有信仰根基,也沒有你生活和事工的成果,要謹慎,不要最終卻被祂棄絕。”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 一個只被貼上“宣教”標籤的人的生活會是如何的? 那些真正宣教的人的生活有何不同呢?

    2. 為了讓你的生活真正完成上帝的使命,你將會如何做,並需要擁有什麼?


    6 min
  • 20-9-2025 - Misi Atau Hanya Label "Bermisi" (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 7:20-23

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Memanfaatkan label “bermisi” padahal tidak melakukan dalam kebenaran adalah kejahatan yang luar biasa; karena tidak cukup melakukan kejahatan atas nama atau kelompok sendiri; misi yang suci juga dipakai untuk maksud yang kotor. Tetapi bagi mereka yang hatinya tidak sungguh-sungguh kepada Kristus dan yang hanya mencari nama dan kebesaran diri. Misi Allah dapat dimanipulasi untuk mempertahankan kekuasaan dan kepentingan diri atau kelompok. Ironis.

    Dalam nas yang kita baca hari ini, kita menemukan orang-orang yang tampak melakukan misi dengan tanda-tanda ajaib. Mereka bernubuat demi nama Tuhan, mengusir setan demi nama Tuhan, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Tuhan (ay. 22). Sepintas, mereka terlihat telah mengerjakan pelayanan misi dengan kuasa dan kehebatan luar biasa. Tetapi sayangnya, semua itu hanya di permukaan. Mereka menggunakan label bermisi untuk maksud yang jahat (ay. 23). Mereka tidak sungguh-sungguh melakukan kehendak Bapa (ay. 21), yaitu percaya sepenuhnya kepada Sang Anak (Yoh. 6:40). Semua itu tercermin dari buah hidup mereka (ay. 20). Hidup mereka justru seperti serigala buas yang penuh nafsu dan haus akan hasrat dunia (ay. 15).

    Saudaraku, ini menjadi peringatan bagi kita: jangan sampai kita hanya memakai label sebagai orang yang melakukan pekerjaan misi. Misalnya berkata, “Saya sudah bermisi ke banyak daerah,” atau “Saya sudah puluhan tahun mengurus pelayanan misi.” Padahal, dalam kenyataannya, hidup kita tidak berakar dalam iman kepada Kristus yang sejati, melainkan dipenuhi keinginan dan nafsu untuk memuaskan eksistensi diri, tanpa kerinduan menghasilkan buah nyata dalam hidup dan pelayanan kita. Hati-hatilah, jangan sampai semua kebanggaan itu hanya semu, dan pada akhirnya Tuhan berkata: “Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan.” Karena itu, kita perlu terus-menerus mengoreksi kesungguhan iman kita dan melihat buah yang nyata dari hidup kita: buah perubahan hidup, buah pertumbuhan iman, dan buah jiwa-jiwa yang dimuridkan bagi Kristus. Semua itulah yang akan menentukan siapa kita sebenarnya ketika kelak berjumpa dengan Tuhan.


    “Sangat mudah menyebut diri sudah bermisi, tapi jika semua hanya dipermukaan tanpa iman dan buah dari hidup dan pelayananmu, hati-hatilah jangan sampai pada akhir anda ditolak oleh-Nya”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Seperti apa hidup dari seseorang yang hanya berlabel “bermisi”? Apa bedanya dengan hidup dari mereka yang sungguh bermisi?

    2. Apa yang anda lakukan dan miliki agar hidupmu sungguh mengerjakan misi Allah?


    5 min
  • 19-9-2025 - 以基督的十架誇口 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    加拉太書 6:13-14


    6:13 他們那些受割禮的、連自己也不守律法.他們願意你們受割禮、 不過要藉著你們的肉體誇口。

    6:14 但我斷不以別的誇口、只誇我們主耶穌基督的十字架.因這十字架、就我而論、世界已經釘在十字架上.就世界而論、我已經釘在十字架上。



    為了獲得尊重和好名聲,一個人可以如此嚴肅認真,並竭力追求。戰爭時期的日本甚至曉得“切腹”(Seppuku)這一詞,這是為了恢復聲譽和榮耀而自殺的行為。因為生命的價值和以良好的名義生活的意義被認為是非常高貴和值得誇口的。這種精神源於不想被藐視、被視為毫無價值或者一文不值。這就是世俗看待世界的方式和價值觀。


    保羅在今天的靈修導引中顯示他所做的一切與世俗所追求的截然相反。他說:“我絕不以別的誇口,只誇我們主耶穌基督的十字架。” 十字架是審判和羞辱的象徵。對世界而言,以十字架誇口的,意味著以被藐視、被視為毫無價值,甚至卑鄙的東西誇口。但對保羅而言,根據世界觀的卑微,並不是什麼可恥的事。之所以卑微是好的;溫柔也是好的,都是因為有耶穌的同在於其中。因此,世界的標準和視角不再成為他的標準。肉體的事並沒有什麼是值得誇口的(第13節)。保羅在兩件重要的事情上以十字架誇口。首先,保羅為世界被釘在十字架上,這意味著他對世界的渴望和慾望而死。罪惡的權勢不能再轄制他了,因為他已經與基督一起得勝了。其次,保羅藉著 “就世界而論” 這句話來強調他人生的目標就是背負被世人藐視的基督十字架,世界借此就會與他一樣經歷得勝的生命。


    我的弟兄,不要以世界的價值觀和標準而誇口。所有外在的東西,例如:財富、成就、職位、業績和美名,這一切都是短暫的、暫時的,它們都是脆弱的,很容易被摧毀的.我們今天再度被提醒,我們唯有以基督的十字架誇口。蒙羞辱,卻能帶來榮耀。虛己,卻能與上帝一同得榮耀。被世人藐視為毫無價值的東西,實際上卻是唯一帶來無與倫比的救贖盼望。以基督的十字架誇口吧!因著我們已實實在在地為世界而死,並在基督裡得勝而誇口吧!以藉著基督的十字架來實踐上帝的使命,即傳揚耶穌為了拯救世人而被釘在十字架上的作為而誇口吧!

    以為世人而死的基督十架,活著則為傳揚祂名誇口吧!

    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 信徒以十字架的什麼羞辱而誇口呢?

    2. 你如何以基督十字架而誇口呢?


    6 min
  • 19-9-2025 - Bangga Akan Salib Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Galatia 6:13-14

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Demi memperoleh penghormatan dan nama baik, seseorang dapat begitu serius dan berjuang sekuat tenaga untuk meraihnya. Jepang pada era perang bahkan mengenal istilah Seppuku, yaitu tindakan bunuh diri demi memulihkan nama baik dan kehormatan. Sebab nilai hidup dan arti hidup dalam nama baik dianggap sangat mahal dan membanggakan. Semangat ini lahir dari dorongan untuk tidak ingin dipandang kecil, tidak berharga, dan tidak bernilai. Inilah cara pandang serta nilai-nilai dunia.


    Paulus dalam nas hari ini melakukan kebalikan dari apa yang dikejar dunia. Ia berkata: “Sekali-kali tidak mau aku bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.” Salib adalah lambang penghukuman dan kehinaan. Bagi dunia, bangga dengan salib berarti bangga pada sesuatu yang dipandang rendah, tidak berharga, bahkan hina. Tetapi bagi Paulus, kerendahan menurut pandangan dunia bukanlah sesuatu yang memalukan. Kerendahan itu baik, kelemahan itu baik—semua karena Yesus hadir di dalamnya. Karena itu, ukuran dan perspektif dunia tidak lagi menjadi standar baginya. Tidak ada yang layak dimegahkan dari hal-hal lahiriah (ay. 13). Paulus meletakkan kebanggaannya pada salib dalam dua hal penting. Pertama, Paulus telah disalibkan bagi dunia, artinya ia telah mati terhadap keinginan dan kecintaan pada dunia. Kuasa dosa tidak lagi berkuasa atas dirinya, sebab ia telah menang bersama Kristus. Kedua, melalui kalimat “aku bagi dunia” Paulus menegaskan bahwa fokus hidupnya adalah membawa salib Kristus—yang dipandang rendah oleh dunia—supaya dunia mengalami kemenangan yang sama seperti dirinya.


    Saudaraku, jangan letakkan kebanggaan kita pada nilai dan ukuran dunia. Semua yang lahiriah itu fana dan sementara: kekayaan, prestasi, jabatan, kinerja, maupun nama besar—semuanya rapuh dan mudah hancur. Hari ini kita diingatkan untuk meletakkan kebanggaan kita hanya pada salib Kristus. Hinaan yang mendatangkan kemuliaan. Kerendahan yang meninggikan bersama Allah. Sesuatu yang dianggap tidak bernilai oleh dunia justru menjadi harapan satu-satunya yang tak tertandingi, yang mendatangkan keselamatan. Banggalah pada salib Kristus. Banggalah karena kita sungguh-sungguh mati bagi dunia dan menang dalam Kristus. Banggalah pada salib Kristus dengan mengerjakan misi Allah bagi dunia—memberitakan Yesus yang tersalib itu agar dunia diselamatkan.


    “Bangga akan salib Kristus dengan mati bagi dunia dan hidup memberitakan Nama-Nya”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang membuat Salib yang dipandang hina dapat menjadi kebanggaan orang percaya?

    2. Apa yang anda lakukan sebagai ekspresi kebanggaan kepada Salib Kristus?


    5 min
  • 18-9-2025 - 上帝的建築:不是我而是我們 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多前書 3:5-9


    3:5 亞波羅算甚麼.保羅算甚麼.無非是執事、照主所賜給他們各人的、引導你們相信。

    3:6 我栽種了、亞波羅澆灌了.惟有神叫他生長。

    3:7 可見栽種的算不得甚麼、澆灌的也算不得甚麼.只在那叫他生長的神。

    3:8 栽種的和澆灌的都是一樣.但將來各人要照自己的工夫、得自己的賞賜。

    3:9 因為我們是與神同工的.你們是神所耕種的田地、所建造的房屋。



    “拒絕合作, 自我封閉, 自我中心, 熟練老道”。這是對一位名叫查克.史密斯 (Chuck Smith) 的資深牧師及他執事們的描繪。然而, 當他意識到教會的發展停滯不前時, 他那種自高自大的態度也開始崩塌了。直到最後,一個名叫朗尼.弗里斯比 (Lonnie Frisbee) 出現了,他帶來了一群渴望擁有屬靈生活的年輕人。這群人被稱為嬉皮,即一群拒絕被世俗財富和慾望所束縛的年輕人。查克.史密斯和他的執事們最初拒絕了他們。然而, 當查克.史密斯意識到贏得並訓練那些失喪靈魂的重要性時, 他最終不得不面對他的一些執事們。儘管一些執事們選擇離開,但他還是決定要與朗尼.弗里斯比合作。這項決定實際上成為一場名為“1970年耶穌子民運動” 的大規模復興的開始, 當年惠及了美國數十萬年輕人。


    保羅在我們今天所閱讀的經文中強調說,他和亞波羅的事工都不是最重要的。最重要的則是上帝叫靈魂生長 (第6節下和第7節下)。保羅栽種,亞波羅澆灌,唯有上帝叫他生長。這裡沒有高低之分。每個人都按照自己的工夫得自己的賞賜 (第8節)。上帝希望保羅和亞波羅的心意是與上帝同工 (第9節)。建立基督的身體是必須由願意一起同工、彼此協調,並相互聯繫來完成的。而不是刻意凸顯各自事工的成果,好像這只是值得驕傲的個人努力成果。儘管保羅和亞波羅都是教會中重要的大人物,但他們意識到各自的角色, 謙卑地一起同工,並建立了協同事工的異象。


    我們的事工使命當然無法與保羅和亞波羅的相提並論,因上帝曾經使用他們來改變世界。倘若連那些那麼受人尊敬的人都願意一起同工,何況是我們呢?因此,我們應該意識到在事奉上一起同工的重要性。我們絕不能為自己的領域或事工成果而自傲。反之, 我們必須願意協調,並按照各自的呼召,承擔起各自的角色,耕種上帝的禾場,並建立基督的身體。如果我們真心渴望上帝的使命能堅立,無論是在個人之間、部門之間、執事們之間和神職人員之間,還是教會區會各個部門的領域之間,我們就必須願意一起同工,而不是互相競爭或猜疑。倘若我們真心渴望好像查克.史密斯和朗尼.弗里斯比那樣收穫靈魂, 那麼我們就必須願意改變,願意一起同工,並優先考慮能夠改變我們周圍世界的上帝國度的使命。阿們!


    “當我們渴望基督的身體被建造成堅固的建築時,

    那我們得願意一起同工,並轉向上帝國度的使命。

    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:蔡立基


    默想的問題:

    1. 是什麼讓某人不願意與他人一起同工建立基督的身體呢?

    2. 你應該如何行使天國的福音得以廣傳,而不是停滯不前呢?


    7 min
  • 18-9-2025 - Bangunan Allah : Bukan Aku Tapi Kami (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Galatia 1:10

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Sorak dan kagum adalah hal yang jarang terdengar dalam pelayanan misi pedalaman. Namun, kali itu suku Sawi di Papua memberikan tepuk tangan dan sorak ketika mendengar kisah Yudas yang melakukan pengkhianatan licik kepada Kristus. Ternyata bagi suku ini, pengkhianatan adalah salah satu nilai yang layak mendapatkan pujian. Karena pemahaman ini, suku tersebut menerima kehadiran seorang missionaris bernama Don Richardson. Tentu saja, pujian itu tidak berarti apa pun bagi pelayan Tuhan yang tidak mencari pujian dan penerimaan atas ketidakbenaran yang disampaikan. Demikian juga bagi Don Richardson, ia tidak membiarkan pemahaman atau situasi yang salah itu terus bertahan. Ia melakukan evaluasi atas pelayanan misinya dan melakukan kontekstualisasi yang sesuai Alkitab dengan sebutan “Anak Perdamaian.” Sebuah teladan yang baik, yang tidak menjadikan pujian dan penerimaan sebagai ukuran keberhasilan untuk kelangsungan pelayanan misi, tetapi justru berani berubah jika telah berada dalam zona ketidakbenaran. Sekalipun ia harus berjuang dan berusaha lebih keras agar Injil kebenaran dapat diterima oleh jiwa-jiwa.

    Dalam nas hari ini, Paulus bisa saja berdiam diri seolah-olah tidak ada persoalan apa pun yang terjadi, tanpa perlu bersusah payah menegur, sehingga berisiko disalahpahami oleh jemaat Galatia. Tetapi Paulus memilih untuk menegur dengan keras jemaat Galatia yang dengan begitu lekasnya menerima ajaran yang menambahi Injil keselamatan dalam Kristus dengan ketaatan pada Taurat (ay. 6-7). Paulus tidak membiarkan ketidakbenaran dan kesesatan terjadi, sekalipun dirinya akan mendapatkan pujian dan penerimaan jika ia diam saja dan mendukung ajaran ini (ay. 10a). Tetapi Paulus tidak mau pujian atau penerimaan membutakan dirinya. Ia tidak mencari kesenangan manusia, melainkan hanya kesenangan dari Allah saja (ay. 10b). Kesenangan bagi Allah adalah memberitakan kebenaran Injil Kristus, sekalipun ada harga mahal yang harus dibayar olehnya. Sekalipun tidak populer. Sekalipun tidak dipuji dan diterima oleh orang banyak. Sekalipun harus berusaha dan berjuang lebih keras demi kemajuan Injil dalam kebenaran yang murni.

    Saudaraku, harus diakui banyak orang Kristen yang sudah menyadari dan mengetahui ketidaktepatan yang diyakini olehnya tetapi enggan untuk berubah. Banyak yang terbuai dalam damai palsu yang dihiasi dengan pujian-pujian yang meninabobokan. Akhirnya pujian itu membutakan imannya. Pujian itu membuat panggilan misi Allah dalam Injil kebenaran-Nya tidak dinyatakan dengan terang benderang. Memang betul, untuk mau menerima perubahan oleh kebenaran ada harga dan usaha yang mahal. Harus meninggalkan pemahaman dan cara yang salah. Tidak mudah. Tetapi jika kita sungguh-sungguh rindu dan mencintai Injil kebenaran. Mengasihi Allah dengan memajukan Injil Kristus dengan berbuah tetap. Maka kita akan bersedia diubahkan oleh kebenaran dan menyatakan kebenaran.


    Hidup dalam Injil kebenaran tidak akan terbuai oleh pujian palsu yang membutakan iman


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa dampaknya buruknya jika anda berdiam diri saja terhadap ketidakbenaran yang terjadi dalam pelayanan atau hidup anda?

    2. Apa yang seharusnya anda lakukan jika anda menemukan bahwa hidup anda tidak berbuah seperti yang Tuhan inginkan?


    6 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian