
Sign up to save your podcasts
Or


歷代志上 29:10-14
29:10 所以大衛在會眾面前稱頌耶和華、說、耶和華我們的父、以色列的神是應當稱頌、直到永永遠遠的。
29:11 耶和華阿、尊大、能力、榮耀、強勝、威嚴都是祢的.凡天上地下的、都是祢的、國度、也是祢的.並且祢為至高、為萬有之首。
29:12 豐富尊榮都從祢而來, 祢也治理萬物. 在祢手裡有大能大力、使人尊大強盛都出於祢
29:13 我們的神阿、現在我們稱謝祢、讚美祢榮耀之名。
29:14 我算甚麼、我的民算甚麼、竟能如此樂意奉獻.因為萬物都從祢而來、我們把從祢而得的獻給祢。
當被賦予一個事奉職位時,許多人往往沒意識到的誘惑之一,即是匆匆忙忙為自己的領域編制計畫。他們忘了先沈思、禱告和尋求上帝的旨意,並與其它部門相互對應其異象和使命,以在事工上能和諧。這種急於求成的態度通常是因為希望能立竿見影地將他們事奉最佳地呈現在他們的領域中,並能提交一份自豪的報告。其實,編制計畫抑或接受職位並沒有錯。問題在於內心的動機:是否僅僅想突顯自己還是團隊的能力, 與此同時, 利用職位來展現自我力量的品質和能力。若是這樣的話,這種態度是極其危險的。
今天的靈修經文中顯示了大衛在履行國王的職責和確定其計畫目標的這方面樹立了一個非凡的榜樣。我們在執行事工上必須堅守三個重要原則。首先,大衛並沒有把自己當作有權勢的王。大衛在經文的第10節至11節中稱頌並榮耀上帝。他宣告國度是上帝的,祂為萬有之首。換言之,大衛將上帝視為真正的君王。他自己只不過是個全然順服的僕人.大衛從來沒想過要坐在那個寶座上執掌王權。唯有上帝才配得作以色列和列國的王。其次,大衛在經文的第12節至13節中意識到一切本於上帝 ,也歸於上帝。他一切的權柄和工作目標都是為了彰顯上帝的威嚴、能力和榮譽,好使上帝的名和祂的作為在以色列和全地都為人所知,並受讚頌(列王紀上第8章60節)。因此,大衛將上帝的使命和榮耀置於他所有計畫和事工方案上。任何不把上帝的使命放在首位的,對他而言都不是優先事項。第三,大衛在第14節中顯示了他的謙卑,並願意被上帝來塑造。他心甘情願接受建造聖殿計畫未能執行,因為它不符合上帝的旨意。儘管大衛只是被委託為未來建造聖殿收集那些甘心樂意獻上的獻物,但他仍舊心懷感恩。
我的弟兄們,許多人無論是在家裡、在職場上、在社區、在教會,抑或在任何其它事工領域上被賦為領導者時,他們經常忘了, 實際上, 只有上帝才配得坐在寶座上當領袖.我們只不過是僕人,而僕人的職分本就是順服並遵行他主的旨意。一個真正順服上帝的人不會急於求成地編制計畫來凸顯自己的成就,而是始終以上帝的榮耀作為主要目的。因此,他會將自己所承擔的每一項事工,都先藉著禱告和沈思帶到上帝面前。倘若事實證明他原先的計劃不符合上帝對教會和世界的計畫和使命, 他也會心甘情願地被塑造, 並準備改變其計畫。
“一個全然順服上帝帶領的人,不會急於求成由於自傲編制事工計畫,而是願意先沈思、禱告、接受糾正,讓一切都符合上帝在世上的旨意和使命。”
作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道
翻譯員:蔡立基
默想的問題:
1. 是什麼讓某人對自己的事工計畫感到如此引以為傲呢?
2. 當你被賦予於某個事奉的職位並編制計畫時, 上帝希望你能擁有怎樣的態度或內心的反應呢?
Nats Alkitab : 1 Tawarikh 29:10-14
Penulis : G.I. Swannius Bong
Salah satu godaan yang sering tidak disadari banyak orang ketika diberikan jabatan dalam pelayanan adalah tergesa-gesa menyusun program kerja bagi bidangnya sendiri. Mereka lupa untuk bergumul, berdoa, dan mencari kehendak Tuhan, serta menyesuaikan visi dan misi bersama dengan bidang lain agar tercipta keharmonisan dalam pelayanan. Sikap terburu-buru ini biasanya muncul karena adanya hasrat ingin segera menampilkan hasil kerja bidangnya sebagai yang terbaik dan menghasilkan laporan yang membanggakan. Tidak ada yang salah dengan menyusun program ataupun menerima jabatan. Persoalannya terletak pada motivasi yang mendasarinya: apakah hanya untuk menonjolkan kemampuan diri atau tim, sekaligus memanfaatkan jabatan untuk menunjukkan kualitas dan kapasitas kekuasaan diri. Sikap semacam ini sangat berbahaya.
Daud dalam bacaan hari ini memberikan teladan yang luar biasa dalam mengemban jabatan dan menentukan arah program kerjanya sebagai raja. Ada tiga prinsip penting yang dapat kita pegang dalam pelayanan. Pertama, Daud tidak meletakkan dirinya sebagai raja yang berkuasa. Dalam ayat 10–11, Daud memuji dan memuliakan Allah. Ia menyatakan bahwa Allah yang memiliki kerajaan dan menjadi kepala atas segalanya. Dengan kata lain, Daud meletakkan Tuhan sebagai Raja yang sejati. Ia sendiri hanyalah hamba yang tunduk pada-Nya. Daud tidak pernah mau duduk di atas takhta itu untuk merasa berkuasa. Hanya Tuhan yang layak duduk sebagai Raja atas Israel dan segala bangsa. Kedua, dalam ayat 12–13, Daud sadar bahwa segala sesuatu bersumber dari Allah dan bermuara kembali kepada Allah. Seluruh arah kekuasaan dan pekerjaannya ditujukan untuk keagungan, kejayaan, dan kemuliaan Allah, supaya nama dan karya-Nya dikenal serta dipuji di tengah Israel dan seluruh bumi (1 Raj. 8:60). Karena itu, Daud menempatkan misi dan kemuliaan Allah di atas semua rancangan dan program kerjanya. Apapun yang tidak mendahulukan misi Allah, tidak menjadi prioritas baginya. Ketiga, dalam ayat 14, Daud menunjukkan kerendahan hati untuk dibentuk Tuhan. Ia rela ketika programnya membangun bait Allah gagal, karena tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Meski hanya dipercayakan mengumpulkan persembahan sukarela untuk pembangunan bait itu di masa depan, Daud tetap bersyukur.
Saudaraku, banyak orang ketika dipercaya sebagai pemimpin—baik di rumah, di tempat kerja, di lingkungan, di gereja, maupun dalam bidang pelayanan apa pun—sering lupa bahwa hanya Tuhan yang layak duduk di atas takhta sebagai pemimpin. Kita hanyalah hamba, dan tugas hamba adalah tunduk serta mengikuti kehendak Tuan-Nya. Seorang yang sungguh tunduk kepada Tuhan tidak akan terburu-buru membuat program demi menonjolkan kinerjanya, melainkan selalu menempatkan kemuliaan Tuhan sebagai tujuan utama. Karena itu, setiap pekerjaannya akan ia bawa dalam doa dan pergumulan di hadapan Tuhan. Ia pun bersedia dibentuk dan siap mengubah programnya jika ternyata tidak mendukung rancangan dan misi Allah bagi gereja dan dunia.
“Seorang tunduk pada kepemimpinan Tuhan tidak akan buru-buru membuat program kerja demi kebanggaannya, tetapi ia akan mau bergumul, berdoa dan dikoreksi agar semua sesuai dengan kehendak dan Misi Allah dalam dunia.”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa yang membuat seseorang begitu bangga akan program kerjanya?
2. Sikap atau respons hati seperti apa yang Allah kehendaki ketika anda diberikan jabatan pelayanan dan membuat program?
路加福音 10:17-20
10:17 那七十個人歡歡喜喜的回來說, 主阿, 因你的名, 就是鬼也服了我們。
10:18 耶穌對他們說, 我曾看見撒但從天上墜落, 像閃電一樣。
10:19 我已經給你們權柄, 可以踐踏蛇和蠍子, 又勝過仇敵一切的能力, 斷沒有甚麼能害你們。
10:20 然而不要因鬼服了你們就歡喜.要因你們的名記錄在天上歡喜。
教會其中一個活動,既能提供豐富的學問, 又能帶來極大的樂趣, 就是參加宣教旅程.我在上大學時就開始參加了宣教旅程。我在偏僻的地區經歷了很多在城市中心所經歷不到的興奮經驗, 例如與黑暗權勢爭戰等等。然而, 參加了幾次宣教旅程後, 我在與小組討論時突然意識到短期和暫時的宣教事工是不夠的, 需要專注於長期的事工。結果, 激發了為高中生組織一個退休營的想法, 從自我認知開始, 延伸到品格和領袖培訓。一種看待宣教事工不僅只關注與短暫目標, 抑或僅僅“旅行”而已的精神, 而是有一個長期的目標。
耶穌在我們今天所默想的靈修經文中, 開始了祂的宣教培訓。祂差遣了七十個門徒參與宣教旅程。耶穌直接讓他們到各城各地去。耶穌所設立的宣教旅程給他們帶來了極大的歡喜快樂。猶如現今的宣教旅程一樣, 很多事情發生在門徒們的身上。他們竟帶回來如此精彩的故事。他們能趕鬼, 並親自目睹了鬼是如何服從他們的。耶穌還教導他們, 祂所賦予他們的權柄能發揮無比的能力, 絕對沒有什麼能傷害他們 (第19節)。門徒們個個都歡歡喜喜, 還沾沾自喜呢! 然而, 耶穌實際上不想讓他們誤解他們所參與的宣教旅程的真正意義.宣教旅程不是目的; 令人興奮和有趣的事件也不是目的。比那短暫的時刻更重要的是永恆的價值, 即: “你的名字被記錄在天上!”。鐘馬田 (Martyn Lloyd-Jones) 在一次佈道會上, 曾講解說: “某某人名字若已被記錄在天上, 其生活特點就是相信基督, 遵守上帝的誡命, 愛他人,並過著讓聖靈見證的生活。
我的弟兄們, 你參與宣教旅程並不是你現實生活的使命。宣教旅程只不過是靈命上的訓練和復興。真正的宣教事工實際上發生在宣教旅程活動過後。那就是一個長期的使命;一個能給學生們帶來結出常存果子的使命; 一個永恆的使命, 其特點是透過聖靈持續力量的見證, 也透過日常生活對福音的見證, 以及透過各自生命的呼召, 對福音的貢獻。這些都是名字被記錄在天上的人的跡象。
“倘若你生命中永恆的使命呼召不是為了你周圍的人和你職場上而執行,
那對宣教旅程成功的驕傲是毫無意義的。”
作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道
翻譯員:蔡立基
默想的問題:
1. 你參與宣教旅程的真正目的何在?
2. 從現在開始需要做些什麼來確保宣教事工能具有永恆的影響?
Nats Alkitab : Lukas 10:17-20
Penulis : G.I. Swannius Bong
Salah satu kegiatan gereja yang paling banyak memberikan pembelajaran dan menyenangkan adalah terlibat dalam mission trip. Saya sudah terlibat mission trip sejak awal kuliah S1, dengan begitu banyak pengalaman seru, pelayanan pendalaman yang tidak pernah saya temukan di kota, menghadapi peperangan dengan kuasa gelap, dan masih banyak lagi. Namun, setelah beberapa kali ikut mission trip, dalam diskusi dengan tim muncul kesadaran bahwa pelayanan yang sifatnya jangka pendek dan sementara saja tidaklah cukup. Perlu fokus pada pelayanan yang bersifat jangka panjang. Akhirnya tercetus ide untuk melakukan retreat berjenjang bagi siswa SMA, mulai dari perkenalan hingga camp pelatihan karakter dan kepemimpinan. Sebuah semangat memandang misi yang tidak lagi berfokus pada target sementara atau sekadar “trip” saja, tetapi memiliki tujuan jangka panjang.
Dalam nas yang kita renungkan hari ini, Yesus melakukan pelatihan misi kepada tujuh puluh murid dengan mengutus mereka masuk dalam mission trip. Yesus mengajar mereka langsung di lapangan. Mission trip yang Yesus adakan kepada murid-murid menghasilkan sukacita yang luar biasa bagi mereka. Seperti mission trip masa kini, banyak hal terjadi kepada murid-murid itu. Mereka kembali dengan membawa kisah-kisah spektakuler. Mereka mengusir setan. Mereka melihat bagaimana setan-setan itu takluk kepada mereka. Yesus juga mengajar mereka bahwa kuasa yang diberikan-Nya dapat bekerja dengan luar biasa sehingga tidak ada kuasa yang dapat membahayakan mereka (ay. 19). Murid-murid penuh sukacita dan kebanggaan. Namun, tampaknya Yesus tidak mau mereka salah memahami arti dari mission trip yang mereka lakukan. Mission trip bukanlah tujuan. Kejadian seru dan menarik juga bukan tujuan. Jauh lebih penting dari momen singkat itu adalah nilai yang sifatnya kekal, yaitu: “namamu terdaftar dalam kerajaan di sorga.” Martyn Lloyd-Jones dalam khotbah menafsirkan bahwa kehidupan seseorang yang diketahui tercatat dalam kerajaan sorga ditandai dengan beriman kepada Kristus, menaati perintah Allah, mengasihi sesama, dan hidup yang menjadi kesaksian oleh Roh Kudus.
Saudaraku, keterlibatanmu dalam mission trip bukanlah misi hidupmu yang sebenarnya. Mission trip hanyalah pelatihan dan penyegaran rohani. Pelayanan misi yang sejati justru terjadi setelah kegiatan mission trip itu. Misi yang bersifat jangka panjang; misi yang membawa murid-murid berbuah tetap. Misi yang bersifat kekal, yang ditandai dengan adanya pelayanan misi melalui kesaksian oleh kuasa Roh Kudus yang berkesinambungan, kesaksian Injil melalui kehidupan sehari-hari, dan kontribusi Injil melalui panggilan hidup masing-masing. Itu semua adalah tanda seseorang yang namanya terdaftar dalam kerajaan sorga.
“Kebanggaan akan keberhasilan kegiatan mission trip tidak ada artinya jika panggilan misi yang kekal dari hidupmu tidak dikerjakan bagi sekitarmu dan dalam profesimu”
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa tujuan yang benar ketika anda terlibat dalam mission trip?
2. Pelayanan misi yang berdampak kekal apa yang perlu kerjakan mulai sekarang?
加拉太書 1:10
1:10 我現在是要得人的心呢、還是要得神的心呢.我豈是討人的喜歡麼.若仍舊討人的喜歡、我就不是基督的僕人了。
歡呼和讚賞是宣教士在偏僻地區很少經歷到的事件。然而, 當巴布亞的薩威部落聽聞到有關猶大狡猾地背叛了耶穌的故事後, 他們竟然鼓掌歡呼。原來, 對於這個部落來說,背叛是一件值得讚賞的事。由於這種理解,部落竟然接納了一位叫唐.理查森 (Don Richardson) 的宣教士。當然,讚賞對上帝的僕人來說是毫無意義的, 他們不尋求讚賞, 也不接受假信息。對於理查森來說,他並沒有讓那錯謬的思想抑或錯誤的情景持續下去。他評估了他的宣教事工, 並根據《聖經》將其情景寫下了“和平之子”。這實在是一個很好的榜樣, 他並沒有將讚揚和認可作為衡量宣教事工的成功標準, 而是勇於在不真實的情況下做出了改變。儘管他們必須更加努力地奮鬥, 才能讓失喪的靈魂接受福音的真理。
在今天的靈修經文中, 保羅其實可以保持沈默, 好像沒有什麼問題發生似的, 也不需要費心訓斥, 這樣也能避免被加拉太會眾誤解的風險。然而, 保羅卻選擇了強烈斥責他們這麼快去轉投了別的福音, 即那些被篡改了的基督救贖的福音, 還需要遵守律法 (第6-7節). 要是保羅保持沈默並接受和支持那些不真實和錯謬的教導, 他是能得到眾人的讚賞和認可的, 但他卻不然 (第10節)。保羅不希望自己被人的讚賞與認可蒙蔽。他不是要得人的認可, 而是得上帝的認可 (第10節下)。宣傳基督福音的真理是討神喜悅的, 儘管他必須付出昂貴的代價; 儘管他不受歡迎; 儘管他沒受到多人的讚賞與認可; 儘管要為福音在真正的真理中向前邁進而更加努力奮鬥。
弟兄們, 無可否認, 很多基督徒其實已經意識到並知道他們所相信的並非正確, 然而卻不願意改變。他們寧可安於在被裝飾著的讚賞和虛假的和平中。最終, 卻被讚賞蒙蔽了他們的信仰。這樣的讚賞使上帝的使命呼召在福音的真理沒有被明確地說明。誠然, 願意接受真理而悔改是要付出昂貴的代價的。首先, 必須離棄錯謬的觀念和錯誤的方式。這並非易事。但是, 倘若我們真的渴望並熱愛福音的真理, 也因著愛上帝而結出常存的果子來廣傳基督的福音。那我們將會願意被真理來塑造, 並宣揚真理。
生活在福音的真理中,不會被蒙蔽信仰的虛假的讚賞所迷惑
作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道
翻譯員:蔡立基
默想的問題:
1. 如果你在你的事工或生活中遇到不真實的事時, 卻仍保持沈默, 這會有什麼負面的影響呢?
2. 如果你察覺到你的生活上並沒有按照上帝的旨意結果子時, 你將會如何反應?
Nats Alkitab : Galatia 1:10
Penulis : G.I. Swannius Bong
Sorak dan kagum adalah hal yang jarang terdengar dalam pelayanan misi pedalaman. Namun, kali itu suku Sawi di Papua memberikan tepuk tangan dan sorak ketika mendengar kisah Yudas yang melakukan pengkhianatan licik kepada Kristus. Ternyata bagi suku ini, pengkhianatan adalah salah satu nilai yang layak mendapatkan pujian. Karena pemahaman ini, suku tersebut menerima kehadiran seorang missionaris bernama Don Richardson. Tentu saja, pujian itu tidak berarti apa pun bagi pelayan Tuhan yang tidak mencari pujian dan penerimaan atas ketidakbenaran yang disampaikan. Demikian juga bagi Don Richardson, ia tidak membiarkan pemahaman atau situasi yang salah itu terus bertahan. Ia melakukan evaluasi atas pelayanan misinya dan melakukan kontekstualisasi yang sesuai Alkitab dengan sebutan “Anak Perdamaian.” Sebuah teladan yang baik, yang tidak menjadikan pujian dan penerimaan sebagai ukuran keberhasilan untuk kelangsungan pelayanan misi, tetapi justru berani berubah jika telah berada dalam zona ketidakbenaran. Sekalipun ia harus berjuang dan berusaha lebih keras agar Injil kebenaran dapat diterima oleh jiwa-jiwa.
Dalam nas hari ini, Paulus bisa saja berdiam diri seolah-olah tidak ada persoalan apa pun yang terjadi, tanpa perlu bersusah payah menegur, sehingga berisiko disalahpahami oleh jemaat Galatia. Tetapi Paulus memilih untuk menegur dengan keras jemaat Galatia yang dengan begitu lekasnya menerima ajaran yang menambahi Injil keselamatan dalam Kristus dengan ketaatan pada Taurat (ay. 6-7). Paulus tidak membiarkan ketidakbenaran dan kesesatan terjadi, sekalipun dirinya akan mendapatkan pujian dan penerimaan jika ia diam saja dan mendukung ajaran ini (ay. 10a). Tetapi Paulus tidak mau pujian atau penerimaan membutakan dirinya. Ia tidak mencari kesenangan manusia, melainkan hanya kesenangan dari Allah saja (ay. 10b). Kesenangan bagi Allah adalah memberitakan kebenaran Injil Kristus, sekalipun ada harga mahal yang harus dibayar olehnya. Sekalipun tidak populer. Sekalipun tidak dipuji dan diterima oleh orang banyak. Sekalipun harus berusaha dan berjuang lebih keras demi kemajuan Injil dalam kebenaran yang murni.
Saudaraku, harus diakui banyak orang Kristen yang sudah menyadari dan mengetahui ketidaktepatan yang diyakini olehnya tetapi enggan untuk berubah. Banyak yang terbuai dalam damai palsu yang dihiasi dengan pujian-pujian yang meninabobokan. Akhirnya pujian itu membutakan imannya. Pujian itu membuat panggilan misi Allah dalam Injil kebenaran-Nya tidak dinyatakan dengan terang benderang. Memang betul, untuk mau menerima perubahan oleh kebenaran ada harga dan usaha yang mahal. Harus meninggalkan pemahaman dan cara yang salah. Tidak mudah. Tetapi jika kita sungguh-sungguh rindu dan mencintai Injil kebenaran. Mengasihi Allah dengan memajukan Injil Kristus dengan berbuah tetap. Maka kita akan bersedia diubahkan oleh kebenaran dan menyatakan kebenaran.
Hidup dalam Injil kebenaran tidak akan terbuai oleh pujian palsu yang membutakan iman
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Apa dampaknya buruknya jika anda berdiam diri saja terhadap ketidakbenaran yang terjadi dalam pelayanan atau hidup anda?
2. Apa yang seharusnya anda lakukan jika anda menemukan bahwa hidup anda tidak berbuah seperti yang Tuhan inginkan?
哥林多前書 4:1-2
4:1 人應當以我們為基督的執事、為神奧秘事的管家。
4:2 所求於管家的、是要他有忠心。
耶穌最嚴厲的比喻之一就是不結果子的無花果樹的比喻。那棵無花果樹看似茂盛,賞心悅目,然而連續三年了,它卻不結果子。園主最終下令,倘若那棵無花果樹來年還不結果子,就得把它砍了(路加福音13:6-9)。這個比喻描繪了以色列人的情景,他們誇耀自己儀式和宗教習俗的輝煌。然而,這個民族的生命卻毫無成果。他們一切的所作所爲都只注重在人的判斷和炫耀自己宗教的成就。這些驕傲都是徒然的,即結不出上帝所喜悅的果子,也就是所謂的常存的果子(約翰福音 15:16)。
保羅在今天的靈修經文中表明他不想以人的標準來被人判斷。當時會眾中有許多人崇拜某些領袖,包括保羅本人、亞波羅和磯法。然而,保羅不想讓自己的名和能力被人認可。甚至,他並不希望他所有的成就或事奉 “計劃” 都被會眾讚揚並傳揚出去。保羅宣稱自己是基督的“僕人”,希臘文的意思是“Huperetes”。這個字意味著在船艙下層不見於人的划槳人。這等人只聽從上級的指示,而保羅的上級則是基督。此外, 保羅自稱為一位忠心並全然盡責 (Pistos) 服侍的僕人 (Oikonomos)。他只是個管家,並非主人。他只專注於所託付於他的任務,即上帝的奧秘。我們知道這奧祕就是基督的福音 (以弗所書3:4-6). 所以保羅完全以基督耶穌的福音被傳揚出去,並被傳到人的心裡為榮。當保羅能夠把福音傳揚出去,並為基督結出果子時,他是何等榮幸。
在執行上帝的使命時,免不了會遇到一些引誘我們誇耀計劃的成功、活動的數量以及所提交報告的數量的試探。然而,一位全心專注於基督的主工人不會為了這些成就而感到驕傲自滿。主工人不會為自己的工作或項目尋求讚賞抑或任何特殊的利益。相反,主工人只專注於他們的事工是否能高舉耶穌的名,並為福音在世上的宣傳結出常存的果子。如果主工人所做的事工不能培養出基督的門徒抑或結出常存的果子,他們會毫不猶豫重新評估自己所做的事工。主工人應該要與以色列人的空虛驕傲截然不同,因後者只關注與外表和儀式,卻沒有成長,也沒有結出永存的果子。
若你引以為傲的僅僅在於能夠完成並滿足某些計劃和活動的要求,卻不能為福音的宣傳結出果子,那麼這種自豪就是空虛和徒勞的。
作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道
翻譯員:蔡立基
默想的問題:
1. 當你在某項事工上成功地完成了任務,你會有何感受?是什麼讓你感到快樂與自豪?
2. 你在你的使命事工上需要評估些什麼,好使你能持續地結出常存的果子?
Nats Alkitab : 1 Korintus 4:1-2
Penulis : G.I. Swannius Bong
Salah satu perumpamaan Yesus yang sangat keras adalah perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah. Pohon itu tampak sangat rindang dan menyejukkan mata, tetapi sudah tiga tahun, pohon ara itu tidak menghasilkan buah. Tuan dari pohon itu akhirnya memerintahkan pohon itu untuk ditebang jika dalam setahun lagi pohon itu tidak menghasilkan buah (Lukas 13:6-9). Perumpamaan ini menggambarkan bangsa Israel yang bermegah atas rindangnya segala ritual dan keagamaannya. Tetapi bangsa ini tidak menghasilkan buah dalam hidup mereka. Semua tindakan mereka hanya berfokus pada penilaian manusia dan menunjukkan keberhasilan dalam keagamaan mereka. Kebanggaan yang sia-sia. Kebanggaan tanpa menghasilkan buah yang Allah inginkan, yaitu menghasilkan buah yang tetap (Yohanes 15:16).
Paulus dalam nas hari ini menyatakan bahwa dirinya tidak ingin dikenal berdasarkan standar penilaian manusia. Konteksnya adalah banyak jemaat yang mengidolakan pemimpin tertentu antara Paulus, Apolos, dan Kefas. Paulus tidak menginginkan nama dan kehebatannya yang dikenali. Bahkan, ia tidak menginginkan semua prestasinya atau “program” pelayanannya diagungkan dan disebarkan oleh jemaat-jemaat. Paulus menyatakan bahwa dirinya adalah “hamba-hamba” Kristus dalam bahasa Yunaninya adalah Huperetes. Istilah ini merupakan sebutan untuk pendayung dek bawah kapal yang bekerja tanpa terlihat. Hamba ini hanya mendengar arahan dari komando yang ada di atasnya. Komando Paulus adalah Kristus. Selain itu, Paulus menyebut dirinya sebagai pelayan (Oikonomos) yang melayani dengan setia dan bertanggung jawab (Pistos). Dia hanya pengelola, bukan pemilik. Dia hanya berfokus pada tugas yang dipercayakan, yaitu rahasia Allah. Dan kita mengetahui bahwa rahasia itu adalah Injil Kristus (Efesus 3:4-6). Jadi kebanggaan Paulus hanya diletakkan pada Injil Kristus Yesus yang diberitakan dan disampaikan kepada jiwa-jiwa. Paulus bangga ketika dia dapat menyatakan Injil dan menghasilkan buah bagi Kristus.
Sering kali godaan dalam menjalankan misi Allah adalah membanggakan keberhasilan program, banyaknya kegiatan, dan banyaknya laporan yang ditampilkan. Tetapi seorang pekerja Kristus yang berfokus sepenuhnya pada Kristus tidak akan meletakkan kebanggaannya pada hal seperti itu. Pekerja Kristus tidak akan menginginkan pujian atau keuntungan-keuntungan tertentu atas karya atau program yang dikerjakannya. Sebaliknya, pekerja Kristus hanya berfokus agar pelayanannya meninggikan nama Yesus dan pelayanannya menghasilkan buah yang tetap bagi kemajuan Injil dalam dunia. Pekerja Kristus tidak akan segan-segan mengevaluasi semua yang dikerjakannya jika yang dikerjakan tidak menghasilkan murid Kristus atau buah yang tetap. Pekerja Kristus seharusnya memiliki kebanggaan yang berbeda dengan kebanggaan kosong yang dimiliki bangsa Israel, hanya mementingkan tampilan luar dan ritual, namun tidak bertumbuh dan berbuah tetap.
Jika kebanggaanmu hanya karena mampu menyelesaikan program dan kegiatan untuk memenuhi tuntutan tertentu tetapi tidak pada menghasilkan buah untuk kemajuan Injil maka kebanggaan itu adalah kebanggaan kosong dan sia-sia.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Perasaan seperti apa yang muncul ketika anda berhasil dalam menjalankan sebuah program pelayanan? Apa yang membuat anda merasa senang dan bangga?
2. Apa yang harus anda evaluasi dalam pelayanan misi anda agar dapat menghasilkan buah yang tetap?
提摩太前书 6:17-19
6:17 你要嘱咐那些今世富足的人、不要自高、也不要倚靠无定的钱财.只要倚靠那厚赐百物给我们享受的神。
6:18 又要嘱咐他们行善、在好事上富足、甘心施舍、乐意供给人、
6:19 为自己积成美好的根基、预备将来、叫他们持定那真正的生命。
保罗在今天阅读的经文中对富足的人的斥责与耶稣对一位因为拥有很多财富而忧愁地离开的年轻人说的话相似。耶稣说,骆驼穿过针的眼比财主进神的国还容易. 这并不意味着富足的人不可能进入神的国度,而是强调需要谦卑并完全顺服神的旨意. 就像骆驼,晚上只能低下驼峰才能穿过在城门口叫做针眼的小门一样,富有的人也需要谦卑自己的心在神的面前完全顺服。
保罗劝告富有的人要按照神的旨意经历人生的改变。他们的生活必须回归到顺服神的权柄并被指导归向祂的使命。有三件事需要改变的。第一,内心趋向的改变: 不再自高, 或将希望寄托在脆弱的财富上, 而是寄托在那丰富又信实厚赐百物给人享受的神 (第17节)。第二,他们的生命被呼召不仅仅要享福, 而也要行善, 在德行上富足, 甘心施舍并与他人分享(第18节)。第三, 他们的人生方向不再与暂时的而是与永恒的事物联系在一起: 追求神将来所预备的生命(19节)。这样,他们的生活就成为传讲有永恒影响的福音的一种方法, 无论是透过生活见证或宣讲神的话语。
斯蒂芬·施特劳斯 (Stephen J. Strauss) 在他的《宣教神学》一书中将上帝的使命定义为: “神的国度包含着将万物置于祂的统治之下的神圣目的: 使万物与祂和好, 恢复堕落和腐败的一切并且战胜一切反对祂的邪恶能力, 以便显明一个真正和平, 喜乐和正义的统治.” 神的使命是使万物降服于祂的统治之下, 以便被罪恶所破坏的一切能够按照祂起初的设计得以恢复和转化, 充满和平、喜乐和正义的生活。这就是神托付给所有子民的使命, 无论是那些拥有或没有物质上的财富, 还是那些拥有或没有丰富知识和德行的子民。本质上,每一个生活在上帝权柄之下的子民都将在上帝的使命中富足, 使他的整个生命按照祂的旨意进行,即愿意放弃高傲的心态, 愿意停止依赖金钱, 願意对需要的人施舍, 以及愿意追求永恒价值的事物, 即透过生命见证和宣讲神话语来传扬福音. 让我们在神的使命中真正丰富, 全然为神的荣耀而活, 不只是参与其中, 而是全心, 全意, 整个行动, 都充满祂的旨意。阿们。
“改变内心的趋向和价值观以及追求神旨意的生活且不再注重物质财富, 乃是一个生活充满并富有神使命的人的特征”
作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道
翻譯員:赖利南
默想的问题:
1. 一直以来,你心中充满了什么渴望?神的使命还是世界的使命?
2. 为了拥有一颗对神的使命富足的心,你做了什么并放弃了什么?
Nats Alkitab : 2 Korintus 8:6-9
Penulis : G.I. Swannius Bong
“Kamu tidak akan benar-benar memahami seseorang sampai kamu melihat dari sudut pandangnya… sampai kamu masuk ke dalam kulitnya dan berjalan di dalamnya.” Kalimat ini adalah kutipan dari penulis novel terkenal Harper Lee dalam bukunya To Kill a Mockingbird. Kutipan ini mengajarkan kita untuk memahami situasi orang lain tidak hanya dari permukaan atau tampilan luar, tetapi juga dengan kemauan hadir dan mengerti secara langsung. Apalagi jika kita ingin menolong seseorang, tidak cukup hanya merasa iba atau sekadar berwacana; perlu tindakan nyata, turun tangan, dan hadir untuk memberi pertolongan.
Paulus dalam nas hari ini menasihati jemaat Korintus agar tidak berhenti hanya pada rasa tergerak untuk menolong, tetapi melanjutkannya dengan tindakan nyata sebagai bukti iman kepada Kristus. Jemaat Korintus perlu menyelesaikan pelayanan kasih yang telah mereka mulai (ay. 6 & 11). Paulus menyatakan bahwa jemaat Korintus telah memiliki kekayaan rohani: mereka kaya dalam iman, pengetahuan, kesungguhan, dan dalam kasih kepada Paulus serta rekan-rekannya. Namun sayangnya, pelayanan kasih mereka kepada jemaat Yerusalem yang menderita tidak dijalankan dengan kesungguhan dan totalitas. Karena itu Paulus menekankan bahwa mereka perlu dewasa dalam memberi—bukan dengan terpaksa, melainkan dengan ketulusan (ay. 7). Sebagai teladan, Paulus mengingatkan inkarnasi Kristus: Ia yang kaya dalam kemuliaan dan pujian rela datang sebagai manusia yang kecil dan terbatas. Kristus rela menjadi “miskin” dalam penghargaan dan penerimaan manusia. Demikian pula jemaat Korintus, dalam pelayanan kasih mereka tidak cukup hanya merasa tergerak, tetapi harus turun tangan dengan kerelaan hati, meneladani Kristus yang rela menderita demi keselamatan jiwa-jiwa.
Saudaraku, terlalu banyak orang berhenti pada wacana tentang pentingnya misi untuk menyatakan kasih kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan. Padahal misi harus dijalankan dengan kesungguhan dan pengorbanan. Usaha dalam misi bukan hanya berbicara soal keselamatan jiwa, tetapi juga menyentuh kasih nyata kepada mereka yang menderita dan membutuhkan uluran tangan. Karena itu, kita tidak boleh berhenti pada wacana atau hanya puas dengan “kekayaan” rohani karena berkat Tuhan. Kita harus bersedia menjadi “miskin” seperti Kristus, yang rela turun ke dunia, menjadi lemah dan tak berdaya, agar dapat menyentuh jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Allah. Jika hari ini kita memiliki banyak kekayaan—baik kekayaan kasih karunia, hikmat, materi, pengetahuan, maupun keterampilan—maukah kita turun tangan dengan tulus, seperti Kristus yang rela menjadi lemah agar kasih-Nya nyata bagi mereka yang membutuhkan?
“Jangan puas hanya sampai mendapat kekayaan kasih karunia oleh Kristus bagi kita, puas lah jika kita bersedia seperti Kristus yang dalam kekayaan-Nya rela menjadi miskin agar banyak jiwa mendapatkan kekayaan rohani yang sejati”.
Pertanyaan untuk direnungkan:
1. Kesulitan dan halangan apa yang membuat anda sulit meneladani Kristus dalam memberi?
2. Apa yang harus anda lakukan agar dapat mengatasi kesulitan itu sehingga anda dapat meneladani Kristus yang rela dari kaya menjadi miskin bagi kita?
From the publisher's feed