Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 12-9-2025 - 富有憐憫心 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音10:29-37


    10:29 那人要顯明自己有理、就對耶穌說、誰是我的鄰舍呢。

    10:30 耶穌回答說、有一個人從耶路撒冷下耶利哥去、落在強盜手中、他們剝去他的衣裳、把他打個半死、就丟下他走了。

    10:31 偶然有一個祭司、從這條路下來.看見他就從那邊過去了。

    10:32 又有一個利未人、來到這地方、看見他、也照樣從那邊過去了。

    10:33 惟有一個撒瑪利亞人、行路來到那裡.看見他就動了慈心、

    10:34 上前用油和酒倒在他的傷處、包裹好了、扶他騎上自己的牲口、帶到店裡去照應他。

    10:35 第二天拿出二錢銀子來、交給店主說、你且照應他.此外所費用的、我回來必還你。

    10:36 你想這三個人、那一個是落在強盜手中的鄰舍呢。

    10:37 他說、是憐憫他的。耶穌說、你去照樣行罷。



    愛因斯坦曾說過: “我們的任務是擴大我們的憐憫心的範圍, 以釋放自己, 來擁抱所有生物和整個宇宙的美麗。” 他是在二戰後人類悲劇的背景下發表這一言論的。愛因斯坦看到人類對人性的認識是多麼貧乏和狹隘,以致戰爭不斷發生,相互毀滅。人類為了追求自己、民族、種族、國民的利益和財富, 失去了對與自己不同的人的憐憫心.他把每個人推離了愛的有限圈子直到超越一切界線。對他來說,只有當人類對他人有豐富的憐憫心,不受民族、種族或階級的限制時,才可能產生和平。


    愛因斯坦的觀點與耶穌向文士所問的問題一致, 即“誰是我的鄰舍?” (第 29 節). 耶穌用一個比喻來回答這個問題,比喻講述了有一個人從耶路撒冷下耶利哥去、落在強盜手中、並被打個半死(第30節)。根據許多解經家的說法, 這個人很可能是一個來自耶路撒冷並正前往耶利哥的猶太人。當缺乏憐憫心而又以自我為中心的祭司和利未人看見他時,只是從他身邊走過。但是來了一個撒瑪利亞人,是一個猶太人的敵人。看見他就動了慈心(第33節)。這撒瑪利亞人深厚而豐富的憐憫心使他走近, 包裹他的傷口,並用油和酒倒在他的傷處。甚至做的更多,扶他騎上驢子、帶到店裡去照應他, 並承擔所有治療費用(第34-35節)。豐富的憐憫心促使一個人去幫助與他不同的人, 甚至全心全意地去做。


    事實上,一個人不需要等到物質富裕了才能夠全力幫助別人。正是一顆富有憐憫的心才能促使一個人這樣做。因此,我們要有一顆憐憫的心, 並用實際行動去幫助別人。可惜的是,許多人有地位、有名氣、有財富,但是內心卻很窮乏。是他自己的心使他變得窮乏, 他所有的財富只變成被儲存卻無法被享用,也無法造福任何人的“垃圾”. 相反的, 如果我們充滿憐憫心, 無論我們有多少的物質和能力, 我們的生命將成為那些需要幫助的人感受到的祝福。這樣的真正財富才能夠打破差異的鴻溝, 並以超越民族, 種族、階級的愛去拯救他人。


    “富有憐憫心的人內心的豐富將流向他人:

    摧毀隔離的堡壘的力量,伴隨著真誠和全心行動的愛”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    默想的問題:

    1. 是什麼原因導致人們難以向他人表達愛?

    2. 為擁有一顆富有憐憫的心,你做了哪些努力? 從今天的反思中,你做了什麼承諾?


    8 min
  • 12-9-2025 - Kaya Akan Belas Kasihan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 10:29-37

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Albert Einstein pernah berkata: “Tugas kita adalah membebaskan diri dengan memperluas lingkaran belas kasih kita, untuk merangkul semua makhluk hidup dan seluruh alam semesta dalam keindahannya.” Pernyataan ini ia sampaikan dalam konteks tragedi kemanusiaan pasca Perang Dunia II. Einstein melihat betapa miskin dan sempitnya pengertian manusia akan kemanusiaan hingga perang demi perang terus terjadi dan saling menghancurkan. Demi mengejar kepentingan dan kekayaan bagi diri, suku, ras, dan bangsanya, manusia kehilangan belas kasihan terhadap sesama yang berbeda dengan dirinya. Ia mendorong setiap orang keluar dari lingkaran kasih yang terbatas hingga melewati segala batas. Baginya, kedamaian hanya mungkin tercipta ketika manusia memiliki kekayaan dalam belas kasihan kepada sesama tanpa dibatasi oleh suku, ras, atau golongan.


    Pandangan Einstein ini sejalan dengan pesan Yesus kepada seorang Ahli Taurat yang bertanya: “Siapakah sesamaku manusia?” (ay. 29). Yesus menjawab pertanyaan itu dengan perumpamaan tentang seorang yang dirampok dan dipukul hingga hampir mati ketika turun dari Yerusalem ke Yerikho (ay. 30). Menurut banyak penafsir, sangat mungkin orang itu adalah seorang Yahudi yang berasal dari Yerusalem dan sedang berkunjung ke Yerikho. Ketika melihatnya, imam dan orang Lewi—yang miskin belas kasihan dan hanya mementingkan diri sendiri—melewati orang itu begitu saja. Tetapi datanglah seorang Samaria, yang justru adalah musuh bangsa Yahudi. Ia tergerak oleh belas kasihan (ay. 33). Kaya dan dalamnya belas kasihan orang Samaria membuat ia mendekat, membalut luka-luka, menyiraminya dengan minyak dan anggur. Bahkan lebih dari itu, ia menaikkannya ke keledai, membawanya ke penginapan, merawatnya, dan menanggung seluruh biaya perawatan (ay. 34–35). Hati yang kaya dengan belas kasihan mendorong seseorang menolong orang lain yang berbeda dengannya, bahkan melakukannya dengan totalitas.


    Sesungguhnya, seseorang tidak perlu menunggu kaya materi untuk dapat menolong sesama dengan totalitas. Justru hati yang kaya akan belas kasihanlah yang menggerakkan seseorang untuk melakukannya. Karena itu, kita perlu memiliki hati yang penuh belas kasihan dan mewujudkannya dalam tindakan nyata bagi sesama. Sayangnya, banyak orang yang memiliki jabatan, nama, dan kekayaan, tetapi hatinya begitu miskin. Hatinya sendiri yang memiskinkan dirinya, sehingga semua kekayaannya hanya menjadi “barang rongsokan” yang tersimpan tanpa dapat dinikmati atau bermanfaat bagi siapa pun. Sebaliknya, jika kita kaya oleh belas kasihan—berapa pun jumlah materi dan kemampuan yang kita miliki—hidup kita akan menjadi berkat dan dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Kekayaan sejati inilah yang mampu meruntuhkan jurang perbedaan dan menyelamatkan sesama dengan kasih yang melampaui batas suku, ras, dan golongan.


    “Kekayaan hati dari orang yang penuh belas kasihan akan mengalirkan keluar kepada sesamanya: kekuatan menghancurkan benteng pemisahan, kasih yang disertai kesungguhan dan tindakan yang totalitas ”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa penyebabnya seseorang sulit menyatakan kasih kepada sesamanya?

    2. Apa yang anda lakukan agar memiliki hati yang kaya akan belas kasihan? Apa komitmenmu setelah belajar dari renungan hari ini?


    7 min
  • 11-9-2025 - 富于恩典 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多后书 8:1-5


    8:1 弟兄们,我把神赐给马其顿众教会的恩告诉你们,

    8:2 就是他们在患难中受大试炼的时候,仍有满足的快乐,在极穷之间还格外显出他们乐捐的厚恩。

    8:3 我可以证明他们是按着力量,而且也过了力量,自己甘心乐意地捐助,

    8:4 再三地求我们,准他们在这供给圣徒的恩情上有份。

    8:5 并且他们所做的,不但照我们所想望的,更照神的旨意,先把自己献给主,又归附了我们。



    在读到今天的经文中马其顿教会所展现的宏大爱心时,我想起一个故事,当耶稣在法利赛人西门家里坐席时,有一位妇女来到耶稣面前。女人拿着一瓶香膏,然后在耶稣的脚边哭泣,擦拭,并把香膏抹上。西门抗议这一行为,但耶稣用一个关于债务的比喻来回应,然后以下叙话语结束: “他许多的罪都赦免了,因为他的爱多; 但那赦免少的,他的爱就少。”(路加福音7:47)。解释者确认耶稣并不是说有些人的恩典较小。反而,因为女人真正认识到了自己罪孽的严重性,她得到了更深的恩典,从而得到了莫大的爱。与觉得自己只有点罪孽的法利赛人不同,所以他们没有促使去更多地去爱。


    当保罗在打开有关马其顿众教会的文章时,直接将其与赐给他们的恩联系起来 (第 1 节)。这是他们行善的基础和主要动机。马其顿众教会的爱源于上帝向他们揭示的恩典.意识到这种对恩典深度的认识, 使得他们如此热烈地向耶路撒冷受苦的众教会表达爱。爱的激情有三种实质的表现。第一, 其实他们自己处于痛苦和贫困之中, 但他们仍然带着满怀的喜悦给予。保罗强调,他们虽然十分贫穷, 但满了厚恩 (第2节)。非凡的。第二, 保罗说,他们参与爱的服事是出于他们的主动,他们甚至要求并勉强要求被允许参与 (第4节)。这是发自内心的真诚和深切的渴望,而不仅仅是义务。第三, 他们献上的超出了预期 (第5节),甚至超出了他们的能力 (第3节)。这是一种想要给于最好的将他人的利益置于自身利益之上。这一切态度都出于对基督宽恕他们的恩典的浩大和深刻的认知。


    弟兄们,如果我们真正认识到并体验到上帝恩典的伟大—为了我们祂愿意将祂的独生子的生命赐给我们—那么我们就没有理由不向他人表达爱。我们不需要等待环境的压力或祝福的回报我们才要采取行动。反之,我们的心会像马其顿教会一样:即使在遭受苦难和困难时也会表现出怜悯, 充满主动性,并渴望为上帝的事工做出最好的贡献。同样, 在神的宣教召唤中,我们也要满怀喜乐地去做,敢于牺牲时间和精力,让福音得以传扬, 並认真,尽心,尽力地完成使命。阿门。


    “一个真正理解并体验到上帝伟大恩典的人,

    会流露出充满喜乐、牺牲和美好之爱的行为。”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:赖利南



    默想的问题:

    1. 怎么样的证据使人体验到了上帝之爱的丰富?

    2. 当你意识到你所领受祂的恩典如此之大时,你做出了什么承诺?


    8 min
  • 11-9-2025 - Kaya Oleh Kasih Karunia (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 8:1-5

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Ketika membaca besarnya kasih yang ditunjukkan oleh jemaat Makedonia dalam nas hari ini, saya teringat pada kisah seorang perempuan yang datang kepada Yesus saat Ia dijamu di rumah Simon, seorang Farisi. Perempuan itu membawa buli-buli berisi minyak wangi, lalu menangis di kaki Yesus, menyekanya, dan meminyakinya. Simon memprotes tindakan tersebut, tetapi Yesus menjawab dengan perumpamaan tentang hutang, lalu menutup dengan perkataan: “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah berbuat banyak kasih; tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih” (Lukas 7:47). Para penafsir menegaskan bahwa Yesus tidak sedang mengatakan ada kasih karunia yang lebih kecil bagi sebagian orang. Melainkan, karena perempuan itu sungguh menyadari besarnya dosanya, ia menerima kasih karunia lebih dalam, sehingga menghasilkan kasih yang besar. Berbeda dengan orang Farisi yang merasa sedikit berdosa, sehingga tidak terdorong untuk mengasihi lebih besar.


    Paulus membuka tulisannya tentang jemaat Makedonia dengan langsung mengaitkannya kepada kasih karunia yang dianugerahkan kepada mereka (ay. 1). Inilah dasar dan motivasi utama dari kebaikan yang mereka lakukan. Kasih jemaat Makedonia bersumber dari kasih karunia Allah yang telah dinyatakan bagi mereka. Kesadaran akan kedalaman kasih karunia itulah yang membuat mereka begitu bergairah untuk menyatakan kasih kepada jemaat Yerusalem yang sedang menderita. Gairah kasih itu nyata dalam tiga hal. Pertama, mereka memberi dengan sukacita yang meluap, padahal mereka sendiri sedang dalam penderitaan dan kemiskinan. Paulus menegaskan bahwa mereka sangat miskin, namun kaya dalam kemurahan (ay. 2). Luar biasa. Kedua, Paulus mengatakan bahwa keterlibatan mereka dalam pelayanan kasih datang dari inisiatif sendiri, bahkan mereka meminta dan mendesak agar diizinkan terlibat (ay. 4). Ini adalah ekspresi ketulusan dan kerinduan mendalam dari hati, bukan sekadar kewajiban. Ketiga, mereka memberi lebih dari yang diharapkan (ay. 5), bahkan melampaui kemampuan mereka (ay. 3). Inilah wujud hasrat untuk memberi yang terbaik dengan mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Semua sikap ini lahir dari kesadaran akan besar dan dalamnya kasih karunia Kristus yang telah mengampuni mereka.


    Saudaraku, jika kita sungguh menyadari dan mengalami besar kasih karunia Allah—yang rela memberikan nyawa Anak-Nya yang tunggal bagi kita—maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menyatakan kasih kepada sesama. Kita tidak perlu menunggu desakan keadaan atau imbalan berkat baru kita mau bertindak. Sebaliknya, hati kita akan seperti jemaat Makedonia: kemurahan yang mengalir keluar meski dalam penderitaan dan kesulitan, penuh inisiatif, dan hasrat untuk memberi yang terbaik bagi pekerjaan Tuhan. Demikian juga dalam panggilan misi Allah, kita akan melakukannya dengan sukacita yang meluap, berani berkorban waktu dan tenaga agar Injil diberitakan, serta mengerjakan misi itu dengan sungguh-sungguh, maksimal, dan terbaik. Amin.


    “Seseorang yang sungguh-sungguh memahami dan mengalami besar kasih karunia Allah akan mengalir keluar tindakan kasih yang penuh dengan sukacita, pengorbanan dan yang terbaik”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Seperti apa bukti seseorang mengalami kekayaan kasih Allah?

    2. Komitmen apa yang anda ambil setelah menyadari besar-Nya kasih karunia yang anda terima?


    6 min
  • 10-9-2025 - 富足成了贫穷 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    哥林多后书 8:6-9


    8:6 因此我劝提多、既然在你们中间开办这慈惠的事、就当办成了。

    8:7 你们既然在信心、口才、知识、热心、和待我们的爱心上、都格外显出满足来、 就当在这慈惠的事上、也格外显出满足来。

    8:8 我说这话、不是吩咐你们、乃是借着别人的热心、试验你们爱心的实在。

    8:9 你们知道我们主耶稣基督的恩典、他本来富足、却为你们成了贫穷、 叫你们因他的贫穷、可以成为富足。



    “你永远无法真正了解一个人, 直到你从他的角度看待他, 进入他的内体并走进去.”这句话引自著名小说家哈珀·李在其著作《杀死一只知更鸟》。这句话教导我们,不要只从表面或外表去理解别人的情况,而且还愿意参与并直接理解. 更不用说, 如果我们想帮助某人, 仅仅感到可怜或只是说说是不够的; 需要采取实际行动,出手介入和参与提供帮助。


    保罗在今天的经文中劝告哥林多教会的信徒不只是停留在帮助人的感动上, 但要以实际行动来证明对基督的信仰。哥林多信徒需要完成他们已经开始的爱心事工(第6 和11节)。保罗宣称哥林多信徒已经拥有了属灵的财富: 他们拥有丰富的信心, 知识, 诚意, 并且热爱保罗和他的同伴。但可惜的是, 他们对耶路撒冷受苦的信徒的爱心服务并没有真诚而总体地进行。因此, 保罗强调, 他们需要在付出给与上成熟起来, 不是被迫的,而是真诚的(第7节)。保罗提醒我们基督道成肉身的榜样: 他富有荣耀和赞美, 却愿意成为一个渺小而受局限的人类。基督愿意在人类的赞赏和接受中变为“贫穷”。同样, 哥林多的信徒在爱心服务中, 只有感动是不够的, 但必须甘心乐意地伸手介入, 效法基督为了拯救灵魂而愿意受苦。


    兄弟们, 太多的人停留在谈论向需要帮助的灵魂表达爱使命的重要性. 其实, 必须真诚和牺牲地执行这一使命。宣教的用心努力不仅是论到得救的灵魂,也是为了向那些正在遭受苦难并需要帮助的人表达真实的爱。因此,我们不可以停留在谈论上或因着神的祝福满足于属灵“富足”. 我们必须愿意成了“贫穷”, 就像基督愿意来到世界上一样,变得软弱无助, 这样我们才能触动那些需要上帝之爱的灵魂. 如果今天我们拥有很多财富, 无论是恩典, 智慧, 物质, 知识还是技能, 我们是否愿意真诚地进行伸手介入, 就像基督愿意变得软弱,使他的爱能够彰显在那些需要的人身上?


    “不要满足于仅仅从基督那里得到丰富的恩典, 如果我们愿意像基督一样, 在祂丰富里,祂愿意成了贫穷, 使更多的灵魂能够获得真正的属灵丰富, 我们就满足了.”


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:赖利南


    默想的问题:

    1. 是什么困难和障碍使得你效法基督在给予付出方面遇到困难?

    2. 你应该怎样做才能克服这些困难, 好叫你能效法基督, 愿意为了我们从富足成了贫穷?


    8 min
  • 10-9-2025 - Kaya Menjadi Miskin (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 2 Korintus 8:6-9

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    “Kamu tidak akan benar-benar memahami seseorang sampai kamu melihat dari sudut pandangnya… sampai kamu masuk ke dalam kulitnya dan berjalan di dalamnya.” Kalimat ini adalah kutipan dari penulis novel terkenal Harper Lee dalam bukunya To Kill a Mockingbird. Kutipan ini mengajarkan kita untuk memahami situasi orang lain tidak hanya dari permukaan atau tampilan luar, tetapi juga dengan kemauan hadir dan mengerti secara langsung. Apalagi jika kita ingin menolong seseorang, tidak cukup hanya merasa iba atau sekadar berwacana; perlu tindakan nyata, turun tangan, dan hadir untuk memberi pertolongan.


    Paulus dalam nas hari ini menasihati jemaat Korintus agar tidak berhenti hanya pada rasa tergerak untuk menolong, tetapi melanjutkannya dengan tindakan nyata sebagai bukti iman kepada Kristus. Jemaat Korintus perlu menyelesaikan pelayanan kasih yang telah mereka mulai (ay. 6 & 11). Paulus menyatakan bahwa jemaat Korintus telah memiliki kekayaan rohani: mereka kaya dalam iman, pengetahuan, kesungguhan, dan dalam kasih kepada Paulus serta rekan-rekannya. Namun sayangnya, pelayanan kasih mereka kepada jemaat Yerusalem yang menderita tidak dijalankan dengan kesungguhan dan totalitas. Karena itu Paulus menekankan bahwa mereka perlu dewasa dalam memberi—bukan dengan terpaksa, melainkan dengan ketulusan (ay. 7). Sebagai teladan, Paulus mengingatkan inkarnasi Kristus: Ia yang kaya dalam kemuliaan dan pujian rela datang sebagai manusia yang kecil dan terbatas. Kristus rela menjadi “miskin” dalam penghargaan dan penerimaan manusia. Demikian pula jemaat Korintus, dalam pelayanan kasih mereka tidak cukup hanya merasa tergerak, tetapi harus turun tangan dengan kerelaan hati, meneladani Kristus yang rela menderita demi keselamatan jiwa-jiwa.


    Saudaraku, terlalu banyak orang berhenti pada wacana tentang pentingnya misi untuk menyatakan kasih kepada jiwa-jiwa yang membutuhkan. Padahal misi harus dijalankan dengan kesungguhan dan pengorbanan. Usaha dalam misi bukan hanya berbicara soal keselamatan jiwa, tetapi juga menyentuh kasih nyata kepada mereka yang menderita dan membutuhkan uluran tangan. Karena itu, kita tidak boleh berhenti pada wacana atau hanya puas dengan “kekayaan” rohani karena berkat Tuhan. Kita harus bersedia menjadi “miskin” seperti Kristus, yang rela turun ke dunia, menjadi lemah dan tak berdaya, agar dapat menyentuh jiwa-jiwa yang membutuhkan kasih Allah. Jika hari ini kita memiliki banyak kekayaan—baik kekayaan kasih karunia, hikmat, materi, pengetahuan, maupun keterampilan—maukah kita turun tangan dengan tulus, seperti Kristus yang rela menjadi lemah agar kasih-Nya nyata bagi mereka yang membutuhkan?


    “Jangan puas hanya sampai mendapat kekayaan kasih karunia oleh Kristus bagi kita, puas lah jika kita bersedia seperti Kristus yang dalam kekayaan-Nya rela menjadi miskin agar banyak jiwa mendapatkan kekayaan rohani yang sejati”.


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Kesulitan dan halangan apa yang membuat anda sulit meneladani Kristus dalam memberi?

    2. Apa yang harus anda lakukan agar dapat mengatasi kesulitan itu sehingga anda dapat meneladani Kristus yang rela dari kaya menjadi miskin bagi kita?


    6 min
  • 9-9-2025 - 財富悖論 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    馬太福音5:1-3


    5:1 耶穌看見這許多的人、就上了山、既已坐下、門徒到祂跟前來。

    5:2 祂就開口教訓他們說、

    5:3 虛心的人有福了.因為天國是他們的。



    幾年前,幾個社群媒體帳號上出現了一句有趣的口號: “誤解會導致錯誤的認識.” 當時出現這口號的背景是,有一部分人誤解了一位偉人所說的話。他們不斷地相信這種誤解,直到最後產生錯誤的認識,破壞民族團結。同樣,在我們的生命中,我們常常誤解什麼是生命中最有價值的、最重要的。我們認為擁有一切、物質、成功和財物的人是生活充實的體現。我們相信這樣的人一定內心滿足和幸福。


    耶穌的登山寶訓徹底顛覆了全世界的觀點和認知。目的是糾正聽眾迄今所相信的錯誤理解。這就是所謂的悖論:看似矛盾的事物,但如果正確且更深入地理解,實際上是一致的.耶穌說的第一件事是關於真正的財富。祂說:“虛心的人有福了。” 這顯然是一個悖論,因為按照一般的觀點,虛心並不會給人帶來幸福。人人都害怕虛心貧乏。然而耶穌卻說: “虛心的人有福了.” 這裡說的“虛心貧乏”是指無力、無能、赤貧、全然依賴。在上帝面前虛心貧乏意味著醒悟到沒有祂的同在我們就無法生活。沒有上帝就完全無助,耶穌强調說天國是他們的。沒有什麼比天國更大。世間的財富和產業都比不上天國的財富。有趣的是“他們的”這個動詞在原文的形式是現在式, 不僅表示未來,也表示現在。只有那些認清當下自己沒有上帝就無能為力、無助的人, 才會擁有天國的財富。


    上帝賜下祂的國度,是為了讓我們體驗真正的滿足。因為只有在祂的國度裡, 才存有永恆的喜樂、和平和公義(羅馬書14:17)。物質和金錢只是創造暫時的, 易逝的部分。如果僅僅依賴轉瞬即逝的事物,任何滿足感都不可能持久。我們越追求物質享受,就越失去那些享受。非常不利。耶穌讓我們明白,我們最深切的需要是意識到, 沒有上帝的同在, 我們就是赤貧的。這種覺悟恰恰是最高的財富, 因為它蘊含著祂永恆王國的一部分。故此, 讓我們修正對真正財富的理解,別誤解, 以便我們能真正擁有真實而永恆的理解。阿們。


    在人前富足,覺得擁有一切的人,那麼他的心靈貧乏。

    相反的,在上帝面前虛心貧乏,因為是非常依靠上帝的人,那麽他將得賞賜成爲擁有天國的人。


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 – 蔡國鑽傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    默想的問題:

    1. 在上帝面前虛心貧乏是什麼樣的?

    2. 是什麼原因導致人們誤解了真正的財富?你改變的委身什麼?


    7 min
  • 9-9-2025 - Paradoks Dalam Kekayaan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Matius 5:1-2

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    Beberapa tahun lalu sempat muncul sebuah slogan menarik di beberapa akun media sosial: “Salah paham menghasilkan paham yang salah.” Waktu itu konteksnya adalah adanya kelompok tertentu yang salah memahami perkataan salah satu tokoh besar. Mereka terus mempercayai kesalahpahaman itu hingga akhirnya melahirkan pemahaman yang keliru dan merusak kesatuan bangsa. Demikian pula dalam hidup kita, sering kali kita salah memahami apa yang paling berharga dan paling penting dalam hidup ini. Kita melihat seseorang yang memiliki segalanya—materi, kesuksesan, dan harta benda—sebagai wujud kepenuhan hidup. Kita mempercayai bahwa orang-orang semacam itu pasti dipenuhi kepuasan dan kebahagiaan.

    Khotbah Yesus di bukit membalikkan seluruh pandangan dan keyakinan dunia. Tujuannya adalah mengoreksi pemahaman salah yang sudah diyakini para pendengar selama ini. Inilah yang disebut paradoks: sesuatu yang tampak bertentangan, tetapi sesungguhnya sejalan bila dipahami dengan benar dan lebih dalam. Hal pertama yang Yesus sampaikan adalah tentang kekayaan sejati. Ia berkata, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.” Ini jelas paradoks, sebab kemiskinan bukanlah sesuatu yang membahagiakan menurut pandangan umum. Semua manusia cenderung takut miskin. Namun Yesus justru berkata “berbahagialah yang miskin.” Kata “miskin” di sini berarti ketidaksanggupan, ketidakmampuan, benar-benar melarat dan bergantung sepenuhnya. Miskin di hadapan Allah berarti menyadari bahwa kita tidak mampu menjalani hidup tanpa kehadiran-Nya. Benar-benar tidak berdaya tanpa Tuhan. Yesus menegaskan bahwa merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar daripada Kerajaan Sorga. Kekayaan dan harta dunia tidak sebanding dengan kekayaan surgawi. Menariknya, bentuk kata kerja “empunya” dalam bahasa aslinya adalah present tense, artinya bukan hanya untuk masa depan, tetapi juga untuk masa kini. Hanya mereka yang menyadari ketidakmampuan dan ketidakberdayaan tanpa Allah yang saat ini juga memiliki kekayaan Kerajaan Sorga.

    Tuhan memberikan Kerajaan-Nya agar kita mengalami kepuasan sejati. Sebab hanya di dalam Kerajaan-Nya tersimpan sukacita, damai sejahtera, dan kebenaran yang kekal (Roma 14:17). Materi dan uang hanyalah bagian dari ciptaan yang sementara dan mudah rusak. Tidak ada kepuasan yang dapat bertahan lama bila hanya bertumpu pada hal-hal yang fana. Semakin kita mengejar kenikmatan dari materi, semakin kita justru kehilangan kenikmatan itu. Sangat merugikan. Yesus membuka mata kita bahwa kebutuhan terdalam kita adalah sampai pada kesadaran bahwa kita melarat dan miskin tanpa kehadiran Allah. Kesadaran inilah yang justru merupakan kekayaan tertinggi, karena di dalamnya tersimpan bagian dari Kerajaan-Nya yang kekal. Karena itu, mari kita perbaiki pemahaman kita tentang kekayaan sejati. Jangan sampai salah paham, agar kita sungguh memiliki pemahaman yang benar dan kekal. Amin.



    “Kaya di hadapan manusia, merasa memiliki segalanya maka akan miskin dalam jiwa dan roh. Sebaliknya miskin di hadapan Tuhan karena sangat bergantung pada-Nya akan diberi hadiah sebagai empunya Kerajaan sorga”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Seperti apa miskin di hadapan Allah?

    2. Apa yang membuat seseorang salah memahami arti kekayaan yang sejati? Apa komitmenmu untuk berubah?


    6 min
  • 8-9-2025 - 陷入悲哀的慾望 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    提摩太前書 6:6-10


    6:6 然而敬虔加上知足的心便是大利了.

    6:7 因為我們沒有帶甚麼到世上來、也不能帶甚麼去.

    6:8 只要有衣有食、就當知足。

    6:9 但那些想要發財的人、就陷在迷惑、落在網羅、無知有害的私慾裡、叫人沉在敗壞和滅亡中。

    6:10 貪財是萬惡之根.有人貪戀錢財、就被引誘離了真道、用許多愁苦把自己刺透了。



    “你的慾望將決定你是怎樣的人.” 這是奧普拉·溫弗瑞一位在美國和全世界非常受歡迎的主持人和激勵者的一句名言。她說, 一個人內心的慾望將塑造真正的自我。他的思想, 注意力和行動將不斷被導向他人生的慾望進行。一個對上帝的旨意充滿熱情的人,將會把他生活的各個方面導向上帝的旨意、使命和目的。相反的,如果一個人的人生熱情將被導向物質和財富上, 那麼他身上的一切都只針對物質,並為此奮鬥。


    在我們今天閱讀的經文中,我們發現對物質的熱愛和慾望對一個人的生命有著巨大而可怕的影響。在第6節,保羅說敬虔加上知足的心。這句話在我們看來很奇怪,因為我們通常把敬虔敬拜理解為一件神聖的事。為什麼要給我們關於知足的建議呢? 但這句話實際上讓我們看到,即使是被認為是神聖的活動或儀式,如果加上對物質的慾望,也能轉化為牟利的工具。屬靈活動可能被操縱為獲取個人利益的手段。這是非常危險的。保羅繼續說,對物質的熱愛就像一艘正在下沉的船 (第9節),將一個人的整個生命拖曳在敗壞和滅亡中。敢於作惡多端,被引誘離了真道,甚至用許多愁苦把自己刺透了(第10節)。這就是讓生命陷入痛苦的慾望。


    上帝要我們意識到,在我們短暫的生命中,我們被引向真正的滿足。在第8節中, 保羅使用了autarkes 一詞,意思是充實而滿足的生活。只有當我們的生活充滿神聖的臨在和目的時,我們才能獲得這種滿足。上帝要我們將生活的各個方面用於祂的目的和使命,而不是被世俗的慾望所腐蝕和摧毀。這才是導致喜樂的慾望。導致真正滿足的慾望。我的兄弟阿,我們不要被物質慾望所折磨, 所摧毀。有一個更美妙, 更賜予幸福的目標,就是使用我們所擁有的一切為了神聖的榮耀和目的。


    對世人來說,愛物質的慾望會帶來幸福,

    但對於那些明白真理的人來說,

    他們會選擇被對神聖意願和目的慾望所吸引。

    雖與世俗不同,但卻充滿了真正的喜樂。


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂鐵橋堂會 –蔡國鑽傳道

    翻譯員:黃瓊楓


    默想的問題:

    1. 內心被物質和財富吸引的慾望會帶來什麼後果?

    2. 你必須改變什麼才能避免經歷愛物質的恐怖?


    7 min
  • 8-9-2025 - Hasrat Yang Mendukakan (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Timotius 6:6-10

    Penulis : G.I. Swannius Bong


    “Apa yang kamu hasrati akan menentukan siapa dirimu.” Ini adalah kutipan terkenal dari Oprah Winfrey, seorang pembawa acara sekaligus motivator yang sangat populer di Amerika Serikat maupun di dunia. Ia menyatakan bahwa hasrat dalam diri seseorang akan membentuk siapa dirinya yang sebenarnya. Pikiran, konsentrasi, dan tindakan akan terus diarahkan kepada apa yang menjadi hasrat hidupnya. Seseorang yang hasrat hidupnya tertuju pada kehendak Allah, akan mengarahkan seluruh aspek hidupnya pada kehendak, misi, dan tujuan Ilahi. Sebaliknya, seseorang yang hasrat hidupnya tertuju pada materi dan kekayaan, maka segala sesuatu dalam dirinya akan diarahkan dan diupayakan hanya kepada hal-hal yang bersifat materi.


    Dalam nas yang kita baca hari ini, kita menemukan bahwa kecintaan dan hasrat terhadap materi membawa dampak yang begitu besar dan mengerikan dalam hidup seseorang. Pada ayat 6, Paulus mengatakan bahwa ibadah harus disertai rasa cukup. Sebuah pernyataan yang terasa aneh bagi kita, sebab ibadah biasanya kita pahami sebagai sesuatu yang suci. Mengapa harus diberi nasihat tentang rasa cukup? Namun justru pernyataan ini membuka mata kita, bahwa kegiatan atau ritual yang dianggap suci pun, jika disertai hasrat akan materi, dapat berubah menjadi alat untuk mencari keuntungan. Kegiatan rohani bisa dimanipulasi menjadi sarana memperoleh kepentingan pribadi. Sangat berbahaya. Paulus melanjutkan bahwa kecintaan terhadap materi digambarkan seperti kapal yang tenggelam (ay. 9), yang menyeret seluruh hidup seseorang kepada kehancuran dan kebinasaan. Seseorang dapat begitu berani melakukan kejahatan demi kejahatan, menyimpang dari iman, bahkan menyiksa diri dengan berbagai duka dan kesedihan (ay. 10). Inilah hasrat yang membawa hidup ke dalam penderitaan.


    Tuhan ingin kita menyadari bahwa dalam hidup kita yang sementara ini, kita diarahkan kepada kepuasan sejati. Pada ayat 8, Paulus menggunakan kata autarkes, yang berarti hidup yang penuh dan puas. Kepuasan ini hanya bisa diperoleh ketika hidup kita dipenuhi oleh kehadiran dan tujuan Ilahi. Allah ingin kita memakai seluruh arah hidup kita untuk tujuan dan misi-Nya, bukan dirusak dan dihancurkan oleh keinginan dunia. Inilah hasrat yang membawa sukacita. Hasrat yang menghadirkan kepuasan sejati. Saudaraku, janganlah kita mau disiksa dan dihancurkan oleh keinginan materi. Ada tujuan yang lebih indah dan lebih membahagiakan, yaitu memakai segala yang kita miliki untuk kemuliaan dan tujuan Ilahi.


    “Bagi dunia, hasrat kecintaan materi akan menghasilkan kebahagiaan, tetapi bagi yang memahami kebenaran, dia akan memilih ditarik oleh hasrat kepada kehendak dan tujuan Ilahi. Berbeda dengan dunia, namun penuh sukacita sejati”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apa yang menjadi dampak dari hasrat hati yang ditarik oleh materi dan kekayaan?

    2. Apakah yang harus anda ubah agar anda tidak mengalami kengerian akibat kecintaan materi?


    5 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian