Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

By Sinode Gereja Kristen JakartaReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian episodes

  • 15-6-2025 - 與基督相似的品格 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰一書 3:1-10


    3:1 你看父賜給我們是何等的慈愛, 使我們得稱為神的兒女.我們也真是他的兒女.世人所以不認識我們、是因未曾認識他。

    3:2 親愛的弟兄阿、我們現在是神的兒女,將來如何,還未顯明.但我們知道主若顯現、我們必要像他.因為必得見他的真體。

    3:3 凡向他有這指望的、就潔淨自己、像他潔淨一樣。

    3:4 凡犯罪的、就是違背律法.違背律法就是罪。

    3:5 你們知道主曾顯現、是要除掉人的罪.在他並沒有罪。

    3:6 凡住在他裡面的、就不犯罪.凡犯罪的、是未曾看見他、也未曾認識他。

    3:7 小子們哪、不要被人誘惑、行義的纔是義人.正如主是義的一樣。

    3:8 犯罪的是屬魔鬼、因為魔鬼從起初就犯罪。 神的兒子顯現出來、為要除滅魔鬼的作為。

    3:9 凡從神生的、就不犯罪、因神的道〔原文作種〕存在他心裡.他也不能犯罪、因為他是由神生的。

    3:10 從此就顯出誰是神的兒女、誰是魔鬼的兒女.凡不行義的、就不屬神.不愛弟兄的也是如此。



    弟兄們,我們當然對“就如同器皿預備好被塑造”這首詩歌不陌生。其中的歌詞說到我要效法祢耶穌,可不斷的被完全,在我人生道路上,榮耀祢的尊聖名。這首歌表達了不斷成為完美的渴望,以便生命更像耶穌。


    與就如同器皿預備好被塑造這首歌曲相關,今天的經文提醒我們要擁有與基督相似的品格。1-3節提醒我們上帝的大愛,將我們稱為祂的兒女,這是我們成為祂兒女過聖潔生活的基礎。4-6節為我們顯示犯罪就是違背上帝的律法,基督來是要除掉罪。7-10節提醒我們成為已經感受到神的愛以及已在神裡面重生的兒女,必須活在真理中,不可再繼續活在罪中。


    弟兄們,藉著今天的經文我們被提醒,應當感謝上帝的慈愛,使我們可以被稱為祂的兒女。對我們每個人來說這是一種特權。然而我們不要忘記,對每一位被稱為神兒女的都有一個呼召,那就是按照基督的品格生活,特別在今天的經文所記載的,就是活在聖潔和真理中。我們必須按著上帝的旨意而活,不再陷於罪泥中的生活。


    活在聖潔和真理中

    是對每一個神兒女的呼召


    作者 : 椰嘉達基督徒會堂順德堂會-陳順安傳道

    翻譯 : 鄭愛群


    需要思考的問題:

    1. 對於上帝已稱你為祂兒女的愛,你有何感想 ?

    2. 對於上帝呼召你活在聖潔和真理,你有何回應和承諾?


    6 min
  • 15-6-2025 - Serupa Karakter Kristus (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : 1 Yohanes 3:1-10

    Penulis : G.I. Hady Sonatan Dedy


    Saudara, kita tentu tidak asing dengan lagu bagaikan bejana siap dibentuk. Dalam salah satu liriknya mengatakan ku mau seperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu. Dalam segenap jalanku, memuliakan nama-Mu. Lagu yang menyatakan kerinduan untuk terus disempurnakan sehingga kehidupannya semakin serupa dengan Kristus.


    Sehubungan dengan lagu bagaikan bejana siap dibentuk, nas hari ini mengingatkan kita untuk memiliki hidup yang serupa karakter Kristus. Ayat 1-3 mengingatkan kasih Allah yang besar, yang mengangkat kita sebagai anak-Nya, itulah dasar kita untuk hidup dalam kekudusan sebagai anak-anak-Nya. Ayat 4-6 menyatakan kepada kita bahwa dosa merupakan pelanggaran atas hukum Allah, Kristus datang untuk menghancurkan dosa. Ayat 7-10 mengingatkan kepada kita sebagai anak-anak Allah yang telah merasakan kasih-Nya dan telah dilahirkan dari Allah, harus hidup dalam kebenaran - tidak boleh terus menerus hidup di dalam dosa.


    Saudara, berdasarkan nas hari ini kita diingatkan sungguh selayaknya kita bersyukur kepada Tuhan atas kasih-Nya, sehingga kita boleh diangkat menjadi anak-anak-Nya. Sungguh sebuah hak istimewa bagi setiap kita. Namun jangan kita lupa, ada panggilan bagi setiap kita yang telah diangkat sebagai anak-anak-Nya yakni untuk hidup sesuai karakter Kristus, secara khusus dalam konteks nas hari ini adalah hidup dalam kesucian dan kebenaran. Kita harus hidup sesuai kehendak-Nya, tidak lagi hidup berkubang dalam dosa.


    Hidup dalam kesucian dan kebenaran adalah sebuah panggilan

    bagi setiap anak-anak Tuhan


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Bagaimana perasaan anda terhadap kasih Tuhan yang telah mengangkat anda sebagai anak-Nya?

    2. Apa respon dan komitmen anda terhadap panggilan Tuhan untuk hidup dalam kesucian dan kebenaran?



    5 min
  • 14-6-2025 - Takut Yang Membawa Hidup (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Amsal 14:27

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Di sebuah jalan pegunungan yang curam dan berliku, ada sebuah rambu besar bertuliskan: “Hati-hati! Tikungan tajam – Jurang di depan.” Sebagian orang yang melihat rambu itu akan langsung memperlambat kendaraan, menggenggam setir lebih erat, dan mengemudi dengan kewaspadaan. Takut akan Tuhan seperti rambu di tepi jurang itu. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menjaga kita tetap hidup. Mereka yang memperhatikan rambu itu dan melakukannya bukan orang penakut, tapi orang yang bijaksana.

    Dalam nas hari ini menampilkan sebuah gambaran yang kontras namun penuh harapan: rasa takut yang justru membawa kehidupan. Dalam bahasa Ibrani, “takut akan TUHAN” (yir’at YHWH) adalah ekspresi yang merujuk pada penghormatan yang mendalam, rasa kagum, dan kesadaran akan kekudusan serta otoritas Allah. Dalam Alkitab, takut akan Tuhan bukanlah ketakutan yang membuat orang lari, melainkan takut yang membuat orang hidup dengan sadar dan berhati-hati, karena tahu bahwa Allah itu kudus dan tidak bisa dipermainkan. Ketika seseorang kehilangan rasa takut akan Tuhan, ia akan cenderung memanipulasi, menyembunyikan dosa, bahkan berani berpura-pura di hadapan Allah. Sebaliknya, takut akan Tuhan menjaga hati agar tetap jujur di hadapan-Nya, mencegah kita untuk bermain-main dengan kekudusan, dan mengarahkan hidup kepada jalan yang benar. Frasa “sumber kehidupan” menunjukkan bahwa rasa takut yang benar kepada Tuhan justru melindungi, menghidupkan dan memulihkan.

    Takut akan Tuhan bukan berbicara merasa “ngeri” setiap saat, tetapi soal menaruh hormat dan menjaga hati agar tidak sembarangan dalam hidup. Takut akan Tuhan membuat kita: menjaga perkataan, karena sadar Tuhan mendengar; berhati-hati dalam keputusan, karena ingin berkenan pada Tuhan, bukan manusia; serta jujur dalam mengakui dosa tanpa menyembunyikannya. Inilah rasa takut yang justru melindungi dan mengarahkan hidup. Jika kita hidup dengan takut akan Tuhan, maka kita akan menemukan bahwa rasa takut itu justru membawa ketenangan dan kelegaan, karena hidup kita berada di jalan yang benar.


    “Takut akan Tuhan bukanlah sikap menjauh karena gentar, melainkan kedekataan yang melahirkan kehati-hatian dan menjauhi dosa.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah Anda sudah hidup takut akan Tuhan selama ini?

    2. Kapan terakhir kali Anda memilih menjauhi suatu dosa karena ingin menjaga hati di hadapan Tuhan?


    4 min
  • 14-6-2025 - 帶來生命的敬畏 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    箴言 14 : 27


    14:27 敬畏耶和華、就是生命的泉源、可以使人離開死亡的網羅。


    在一條陡峭蜿蜒的山路上,有一塊大牌子,上面寫著: “小心! 前方急彎處有峽谷.” 有些人看到了這個標誌後,就會緊握著方向盤,立即減慢車速,小心翼翼地駕駛。敬畏上帝猶如懸崖邊的那個標誌. 這並不是為了嚇唬我們, 而是為了保全我們的生命。因此,那些留意標誌並遵守的人,不但不是懦夫,反而是個智者。


    今天的靈修經文中呈現了一幅鮮明對比,但又充滿希望的畫面,即敬畏反倒帶來生命。“敬畏耶和華” 在希伯來文中是一種對上帝的聖潔和權柄深深地尊敬、震驚和意識的表達方式。敬畏上帝在聖經裡不意味著那種會使你因恐懼而逃跑,而是讓你意識醒悟到並謹慎地生活,因為曉得上帝是聖潔的,也是輕慢不得的。當一個人失去對上帝敬畏的心時,他就會傾向於肆意操縱、隱藏自己的罪,甚至敢於在上帝面前偽裝演戲。反之,敬畏上帝使我們在上帝面前心存誠實,防止我們輕慢主的聖潔,並引導我們的生活走在正確的道路上。“生命的泉源” 這個詞組表明了對上帝真正的敬畏, 正是能保護, 復興和恢復。


    敬畏上帝並不是時不時感到“害怕”,而是表示尊敬和保守你的心,以便在生活上不放肆。敬畏上帝使我們謹慎言語,因為意識到上帝必然會聽見;做決定時也會慎重,因為一心想討上帝喜悅,而不是想討人的喜歡;並且誠實地承認自己的罪過, 豪無隱藏。這樣的敬畏正是在保護並引導我們的生命。如果我們存敬畏上帝的心過生活,那麼我們就會發現, 敬畏反而會帶來平安和舒適,因為我們的生命走在正確的道路上。


    “敬畏上帝並不是因為

    恐懼而疏遠的態度,

    反而因親近產生了

    小心謹慎並遠離罪惡。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 戴耐強傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的問題:

    1. 你是否一直以來都存著敬畏的心過生活呢?

    2. 為要在上帝面前保守你的心,你最近一次選擇遠離罪惡是什麼時候呢?


    5 min
  • 13-6-2025 - 信仰不是競技場 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    路加福音 18 : 13 - 14


    18:13 那稅吏遠遠的站著、連舉目望天也不敢、只捶著胸說、神阿、開恩可憐我這個罪人。

    18:14 我告訴你們、這人回家去、比那人倒算為義了.因為凡自高的、必降為卑.自卑的、必升為高。


    賓州大學2018年的一項研究發現,人們越多使用社交媒體,就越有可能會感到焦慮和憂鬱。其中一個主要原因就是他們已經習慣了將自己與他人相較,無論是外表, 表現, 生活方式或成就方面。這種文化還可以擴展到屬靈的領域。人們不知不覺會競相讓自己看起來更屬靈,這其實並不是出於真誠的激勵,而是為了想得到別人的認可或自我形象。


    耶穌在路加福音第18章9-14節中向那些自覺是義人並藐視別人的,設了一個比喻,說: “有兩個人,一個是法利賽人,另一個是稅吏。法利賽人站起來禱告說: “上帝啊,我感謝祢,我不像別人勒索、不義、姦淫,也不像這個稅吏。” 他甚至很自信,自豪地提到他的屬靈表現,就是每個禮拜禁食兩次,他所得的都捐上十分之一。然而,那個稅吏卻遠遠地站著,連舉目望天也不敢,只捶著胸說: “上帝啊,開恩可憐我這個罪人!” 耶穌明確表示,稅吏比那法利賽人倒算為義。因為, “凡自高的, 必降為卑; 自卑的, 必升為高。” 這個比喻揭露了屬靈比較的危險。法利賽人其實不是在向上帝禱告,他只是在喃喃自語; 他在互相比較,而不是在敬拜。


    上帝不是在尋找最傑出的人,而是在尋找最真誠的人。信仰生活不是一場誰最聖潔的競賽,而是一場在上帝面前最真實的旅程。我們並非被呼籲在屬靈上競爭,而是在祂的恩典中共同成長. 別再將你的崇拜、你的事奉或你與上帝的親密關係與他人相比了.衡量你的信仰不是透過你的事奉有多討人喜歡,而是透過你在上帝面前的謙卑。

    “信仰不是爭奪人類王位的競爭,

    而是回歸上帝心意的旅程。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 戴耐強傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的問題:

    1. 你是否在將自己的信仰生活與他人相比呢?是什麼原因造成的呢?

    2. 你在上帝面前如何表現真誠,而不是祈求看似屬靈呢?


    6 min
  • 13-6-2025 - Iman Bukan Arena Kompetisi (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Lukas 18:13-14

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Sebuah studi tahun 2018 dari Universitas of Pennsylvania menemukan bahwa semakin sering seseorang menggunakan media sosial, semakin tinggi kemungkinan mereka akan mengalami kecemasan dan depresi. Salah satu penyebab utamanya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, baik dari segi penampilan, prestasi, gaya hidup maupun pencapaian. Budaya ini bisa merembet juga ke dalam ranah rohani. Tanpa disadari, orang-orang berlomba untuk terlihat lebih rohani, bukan dorongan hati yang tulus, tetapi demi pengakuan atau citra diri.

    Dalam Lukas 18:9-14, Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan kepada orang-orang yang merasa dirinya benar dan merendahkan orang lain. Ada dua tokoh: seorang Farisi dan pemungut cukai. Farisi itu berdiri dan berdoa, “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti orang lain: perampok, lalim, penzina atau pun seperti pemungut cukai ini.” Ia bahkan dengan percaya diri dan penuh kebanggaan menyebutkan prestasi rohaninya: berpuasa dua kali seminggu dan memberikan sepersepuluh dari penghasilannya. Sementara si pemungut cukai berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah, hanya memukul diri dan berkata, “Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus dengan tegas bahwa pemungut cukailah yang dibenarkan oleh Allah, bukan si Farisi. Sebab, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Perumpamaan ini menelanjangi bahaya kompetisi rohani. Farisi itu tidak berdoa kepada Tuhan, melainkan berbicara kepada dirinya sendiri, ia membandingkan bukan menyembah.

    Tuhan tidak mencari orang yang paling menonjol, tetapi yang paling tulus. Kehidupan iman bukan perlombaan siapa yang paling suci, melainkan perjalanan siapa yang paling jujur di hadapan Allah. Kita tidak dipanggil untuk bersaing rohani, melainkan bertumbuh bersama dalam kasih karunia-Nya. Berhentilah membandingkan ibadahmu, pelayananmu, atau kedekatanmu dengan Tuhan terhadap orang lain. Ukur imanmu bukan dengan popularitas pelayanan, tetapi dengan kerendahan hati di hadapan Allah.


    “Iman bukan kompetisi menuju takhta manusia, melainkan perjalanan kembali ke hati Allah.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah Anda sedang membandingkan kehidupan iman Anda dengan orang lain? Apa penyebabnya?

    2. Bagaimana sikap agar Anda sungguh tulus di hadapan Tuhan, bukan hanya ingin terlihat rohani?


    4 min
  • 12-6-2025 - 聽抑或聆聽 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    以西結書 33 : 31-32


    33:31 他們來到你這裡如同民來聚會, 坐在你面前彷彿是我的民.他們聽你的話卻不去行, 因為他們的口多顯愛情、心卻追隨財利。

    33:32 他們看你如善於奏樂聲音幽雅之人所唱的雅歌.他們聽你的話卻不去行。



    英文中有兩個看似相似卻又不同意義的詞,分別是hearing(聽)和listening(聆聽).這兩個詞在印尼語中都被翻譯成 “聽”, 但從意義上來說,它們卻具有很大的區別。聽意味著被動地接收聲音,而聆聽意味著主動地傾聽, 包括用心、理解和回應。例如, 一個孩子聽到媽媽在廚房叫他倒垃圾,但他卻一動也不動,繼續玩遊戲。那個孩子聽是聽見的, 但他卻沒有認真地傾聽, 因為他沒有實際行動或反應。

    以西結書第33章31-32節中提及的以色列人就像那個玩遊戲的孩子一樣。他們透過先知以西結聽到了上帝的真理, 然而他們就好像在觀賞一場音樂會似的:感到愉悅,印象深刻,但卻沒有採取任何實際行動。他們聽是聽見(hearing), 但並沒有真正“聆聽”(listening)。“聽” 這個字在希伯來文中是shama,也含有遵從的意思。但在這一部分的經文裡, 這些子民表面上看似在聽, 內心卻沒有遵從。這不僅是在反應上的差異, 也反映了關係的深度。如果沒有遵從,那麼上帝的話語就只是空氣中的聲音,而不是塑造生命的聲音。這段文字背後隱含著一個警示:不要只停留在被動地聽,更何況把上帝話語當成屬靈上的娛樂。上帝不是在尋找聽的耳朵而已,而是要有回應的心。以色列人未能意識到,上帝的話語是一種呼召,而不是一場表演。當人們只欣賞上帝的話語而不遵守時,那他與上帝的關係就會變得越來越疏遠遲鈍。


    上帝的話語不僅是我們生命中屬靈的訊息,也是經歷蛻變的邀請。如果我們只聽道,卻不把道活出來,那我們就是在自欺。我們需要謙卑地聆聽上帝的話語,因為上帝的話語不僅是讓我們變得更有知識,也是為了塑造我們順服於上帝。有時候,上帝的話語好像在譴責我們的心,甚至感到不舒服,這正是聖靈在幫助我們靈命成長的時刻。


    “讓上帝的話語成為指南,

    而不只是觀賞而已。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 戴耐強傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的問題:

    1. 我們把上帝的話語當作耳邊風,抑或已經聽進去並塑造我們的生活了?

    2. 即使你已經聽到了上帝的話語,你經常仍會以哪些方式遲遲不願意順服呢?


    6 min
  • 12-6-2025 - Hearing Vs Listening (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Efesus 4:25

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Pernahkah Anda melihat iklan pasta gigi di televisi? Dalam iklan, sang aktor tersenyum dengan gigi putih berkilau seperti mutiara. Tapi kenyataannya, tidak semua orang yang pakai pasta gigi itu akan punya senyum seputih itu. Banyak dari kita tahu, itu hanya trik kamera, pencahayaan, dan mungkin editan komputer. Iklan seperti itu bukan kebohongan terang-terangan, tapi sering kali menyamarkan kebenaran. Begitu juga relasi kita dengan sesama, terkadang tanpa sadar kita tidak berdusta secara langsung, tapi membiarkan kesan palsu terbentuk.

    Surat Efesus pasal 4 mengajak orang percaya untuk meninggalkan cara hidup lama dan mengenakan manusia baru yang telah diperbarui di dalam Kristus. Dalam ayat 25, Paulus menyebutkan satu tindakan praktis dari hidup baru itu: meninggalkan dusta dan berkata benar kepada sesama. Perintah ini bukan hanya tentang sikap pribadi, tapi juga tentang bagaimana kita menjaga hubungan yang sehat dalam tubuh Kristus. Paulus menekankan bahwa kita adalah sesama anggota, seperti bagian-bagian tubuh yang saling bergantung. Dusta sekecil apa pun merusak kepercayaan, melemahkan persatuan, dan menciptakan luka dalam komunitas rohani. Menariknya, Paulus tidak mengatakan “jangan berdusta kepada Tuhan” dalam ayat ini, tapi “seorang kepada yang lain.” Ini menegaskan bahwa dusta antar manusia pun serius di mata Allah. Bahkan kebohongan “kecil” yang dianggap tidak berbahaya bisa menjadi akar dari konflik, kecurigaan, atau perpecahan dalam gereja.

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin tergoda untuk mengatakan hal-hal yang tidak sepenuhnya benar, demi menjaga citra, menghindari konflik, atau mendapatkan simpati. Tuhan memanggil kita untuk hidup jujur bukan hanya di hadapan-Nya, tapi juga terhadap sesama. Sekecil apa pun kebohongan, itu bisa melukai kepercayaan dan merusak hubungan. Kejujuran bukan soal sempurna, tapi soal keberanian membuka hati apa adanya. Lebih baik dikenal sebagai orang yang jujur dengan segala keterbatasan, daripada tampak hebat namun dibangun di atas kepalsuan.


    “Kejujuran menumbuhkan kepercayaan dan membangun kesatuan, tapi kebohongan meretakkan hubungan dan memudarkan kebersamaan.”


    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Apakah Anda merasa lebih mudah berkata jujur kepada Tuhan daripada kepada sesama? Mengapa?

    2. Sudahkan Anda menjadikan kejujuran sebagai dasar dalam membangun hubungan? Jika belum, apa yang Anda akan lakukan?


    5 min
  • 11-6-2025 - 受聖靈抑或魔鬼掌控的心靈 (PST GKJ Bahasa Mandarin)

    約翰福音 13:2


    13:2 喫晚飯的時候、魔鬼已將賣耶穌的意思、放在西門的兒子加略人猶大心裡。



    當今建築物的安全系統日益複雜。許多建築物都裝備了自動監視器、高敏銳度的運動感應器和報警器;當危機被察覺時,報警器立即啟動。所有這些設備都是為了及早偵測並預防侵擾而設計的。然而,無論安裝的系統有多麼的精密,如果沒有連接到電源,它就無法發揮最佳功能,甚至毫無用處。我們的屬靈生活也是如此,倘若沒有與上帝的力量聯結,所有外在的活動和表現都將無法抵擋悄然入侵的黑暗。


    加略人猶大就是令人震驚的例子。他與耶穌同行,也親眼目睹耶穌所行的神蹟奇事,甚至與眾門徒一起參與事工。然而,聖經表明個人的身體親近並不能保證他的心全然歸向上帝,讓上帝來掌控。約翰福音第13章2節,提及撒旦已將賣耶穌的意思悄悄地放在猶大心裡,而約翰福音第13章27節則著重說:“猶大吃了以後,撒旦就入了他的心。” 猶大的遭遇並非是偶發事件,而是他內心不斷向罪惡和肉體的慾望敞開的結果. 未顯的貪婪、虛偽甚至小妥協,若不帶到上帝面前認罪悔改,將會慢慢削弱屬靈的防禦系統。這就成為了魔鬼侵入的破口,牠不僅低聲誘惑著,而且最終完全被牠掌控。


    猶大的故事是一個嚴厲的警告:倘若每天不將心靈交托給聖靈,即使是最殷勤事奉上帝的神職人員也會陷入黑暗中。我們的內心每天都是光明與黑暗搏鬥的戰場。千萬不可留下哪怕是很細小的縫隙,因為魔鬼只需要一線縫隙,就能趁機而入。將我們的心靈的全部空間全然交予聖靈,好讓我們的生活能得到真理的保守、引導和潔淨。

    “向聖靈敞開心扉

    是黑暗無法滲透的堡壘。”

    作 者:椰嘉達基督徒會堂阿迪亞沙佈道所 – 戴耐強傳道

    翻譯員:蔡立基


    需要思考的問題:

    1. 其實,是誰真正掌控著我們的心靈的呢?聖靈還是魔鬼?

    2. 什麼使你難以相信上帝的引領呢?


    5 min
  • 11-6-2025 - Ruang Hati : Di Kuasai Roh Kudus Atau Iblis (PST GKJ Bahasa Indonesia)

    Nats Alkitab : Yohanes 13:2

    Penulis : G.I. Daniel Kristiawan


    Sistem keamanan gedung-gedung masa kini semakin canggih. Banyak gedung dilengkapi dengan kamera pengawas yang dapat bergerak otomatis, sensor gerak yang sensitif, dan alarm peringatan yang langsung aktif saat ada bahaya. Semua perangkat ini di rancang untuk mendeteksi dan mencegah ancaman sejak dini. Namun, secanggih apa pun sistem yang di pasang, semua itu tidak akan berfungsi dengan maksimal, bahkan sepenuhnya tidak berguna jika tidak tersambung dengan sumber daya listrik. Demikian juga dengan hidup rohani kita, tanpa tersambung pada kuasa Allah, segala aktivitas dan tampilan luar tidak akan mampu menahan kegelapan yang perlahan masuk.

    Yudas Iskariot adalah contoh yang menggetarkan. Ia berjalan bersama Yesus, menyaksikan langsung mukjizat dan kuasa Ilahi, bahkan terlibat dalam pelayanan bersama para rasul. Namun Alkitab mengungkapkan bahwa kedekatannya secara fisik tidak menjamin hatinya sepenuhnya dikuasai oleh Tuhan. Yohanes 13:2 menyebut bahwa Iblis telah membisikkan rencana ke dalam hatinya, dan dalam Yohanes 13:27 mengatakan dengan tegas “sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.” Apa yang terjadi pada Yudas bukanlah sebuah peristiwa tiba-tiba, melainkan hasil dari proses hati yang terus dibiarkan terbuka terhadap dosa dan keinginan daging. Ketamakan, kemunafikan, dan kompromi kecil yang tidak diakui dan tidak dibawa kepada Tuhan, perlahan akan melemahkan pertahanan rohani. Ini menjadi pintu masuk bagi Iblis, yang tidak hanya membisikkan godaan, tetapi akhirnya menguasai sepenuhnya.

    Kisah Yudas menjadi peringatan keras bahwa tanpa penyerahan hati setiap hari kepada Roh Kudus, bahkan orang paling dekat dengan pelayanan pun bisa terjerumus dalam kegelapan. Setiap hari, hati kita selalu menjadi medan perebutan antara terang dan gelap. Jangan biarkan celah kecil dibiarkan terbuka, karena Iblis hanya butuh satu celah untuk masuk. Serahkan seluruh ruang hati kepada Roh Kudus agar hidup kita dijaga, dipimpin dan dimurnikan dalam kebenaran


    “Hati yang terbuka bagi Roh Kudus adalah benteng yang tak bisa ditembus oleh kegelapan.”



    Pertanyaan untuk direnungkan:

    1. Siapa yang sebenarnya menguasai ruang hati kita? Roh Kudus atau si jahat?

    2. Apa yang membuat Anda kesulitan untuk beriman pada pimpinan Allah?


    4 min

About Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian

From the publisher's feed

Penuntun Saat Teduh - Renungan Harian