
Sign up to save your podcasts
Or


Dengarkan obrolan @patricia.wulandari bersama @marja_margareth dari @bukumojok di podcast buku Podcast Main Mata.
Margareth Ratih Fernandez adalah Chief Editor Buku Mojok, sebuah penerbitan independen yang berdomisili di Yogyakarta. Di bab ini, Ratih bercerita alasan di balik Buku Mojok memilih untuk lebih fokus ke buku-buku nonfiksi dengan target pembaca generasi muda. Selain itu, Ratih juga merekomendasikan beberapa buku yang menjadi andalan Buku Mojok.
Yang pertama buku self-improvement AMBIVERT, ditulis oleh Ashry Mentari. Buku ini bercerita tentang quarter life crisis yang dialami penulis. Yang kedua buku HIDUP BEGITU INDAH DAN HANYA ITU YANG KITA PUNYA karya Dea Anugrah. Ini adalah buku kumpulan esai berisi berbagai topik dengan gaya penulisan naratif. Ketiga ada buku MERASA PINTAR, BODOH SAJA TAK PUNYA karya almarhum Rusdi Mathari. Merupakan buku kumpulan cerita tentang kehidupan dari sudut pandang agama Islam dengan pesan-pesan yang bersifat universal. Terakhir ada buku novela fiksi ARAPAIMA yang ditulis oleh Ruhaeni Intan. Bercerita tentang seorang perempuan yang kerja di toko ikan dan segala permasalahan dan rahasia hidup yang mengelilinginya.
Selamat mendengarkan!
Ini adalah bagian kedua segmen Buku Tamu podcast buku Podcast Main Mata bersama @dewisubrata, seorang recipe developer, tukang masak, tukang icip-icip makanan, dan pengajar. Di bab sebelumnya, Dewi bercerita tentang perjalanannya mencapai pola hidup yang ideal bagi tubuh dan jiwanya yang baru tercapai setelah pencarian selama kurang lebih 8 tahun.
Di bab ini, Dewi bercerita tentang cara mudah yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin mulai menjalani gaya hidup lebih sehat: sesederhana memasak makanan sendiri dan berani mencoba berbagai bumbu dan metode, karena memasak, selayaknya proses kreatif lainnya, adalah tentang berkreasi dari apa yang kita miliki untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
Ada berbagai tips dan trik sederhana soal memasak dan menyimpan makanan yang cocok diaplikasikan untuk kamu yang tinggal sendiri di apartemen atau kos, maupun tinggal bareng orang-orang serumah, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.
Dewi juga merekomendasikan buku The Science of Cooking karya Dr. Stuart Farrimond yang isinya sangat lengkap, mulai dari penjelasan tentang hampir semua jenis bahan baku yang biasanya dipakai untuk memasak, berbagai macam cara memasak untuk masing-masing bahan baku tersebut, sampai teknik penyimpanannya.
Selamat mendengarkan!
Host podcast buku Podcast Main Mata, @patricia.wulandari, kembali mengajak kamu untuk menelusuri peran penulisan sebuah cerita, dalam hal ini khususnya cerita pendek, dalam kehidupan.
Bagi si penulis, cerita pendek menjadi sebuah bentuk yang berfungsi untuk merekam satu kenangan dalam hidup yang begitu berkesan atau satu ingatan yang wajib diteruskan ke generasi selanjutnya. Sementara itu, bagi pembaca, cerita pendek dapat menjadi cara untuk belajar tentang satu sisi kehidupan dari sudut pandang orang lain atau menjadi perspektif baru akan sebuah kejadian yang dapat menjadi pembelajaran untuk masa depan. Karena tanpa masa lalu tidak akan ada saat ini dan esok hari.
Di bab ini, Podcast Main Mata mengundang dua orang yang pernah menulis cerpen di segmen Pembaca Menulis. Ada Astri Apriyani (@atre7) yang menulis cerpen bertema Memori berjudul SAWALA dan Arnellis (@arnellism) yang menulis cerpen bertema Horor berjudul TALI TASIH.
Dengarkan cuplikan cerpennya dan simak obrolannya. Nikmati bagaimana para penulis ini membawa kamu masuk ke dalam dunia mereka dan mengajakmu melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang yang mungkin tidak atau belum kamu sadari sebelumnya.
Pengisi segmen Buku Tamu di podcast buku Podcast Main Mata kali ini adalah @dewisubrata, seorang recipe developer, tukang masak, tukang icip-icip makanan, dan pengajar. Di tengah profesinya yang berkecimpung di dunia kuliner, Dewi sebenarnya mempunyai masalah keseimbangan hormon dan juga diabetes.
Namun, dia tidak menganggap hal tersebut sebagai musibah tapi sebagai tantangan. Selayaknya seseorang yang sedang berproses, ada masa-masa di mana Dewi merasa gagal, kemudian jatuh, tapi lalu ia bangkit lagi. Ia belajar untuk menjadi manusia sepenuhnya sadar ketika menjalani proses tersebut. Setelah mencoba berbagai jenis pola makan, berkonsultasi dengan beberapa dokter gizi, dan melakukan riset melalui internet dan buku-bukuan selama kurang lebih 8 tahun, Dewi akhirnya berhasil mendapatkan pola makan yang ideal bagi tubuhnya. Pada 2019, gula darahnya dinyatakan normal dan berkat pola makannya juga dia semakin mampu mengatasi permasalahan hormon yang selama ini selalu mengganggu.
Dalam perjalanannya itu, Dewi menemukan bahwa hal pertama yang harus dilakukan untuk mencapai pola hidup yang ideal bagi tubuh dan jiwanya adalah justru dengan menyembuhkan diri sendiri terlebih dahulu (self-healing). Karena untuk bisa hidup sehat dan bahagia, seseorang harus bisa menyembuhkan luka batin dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Dari situ, seseorang dapat menyadari dan menerima kekurangan dirinya, kemudian mencari cara untuk mengatasi hal tersebut dengan cara yang paling efektif bagi dirinya sendiri.
Selama proses pencarian pola makan yang ideal ini, Dewi juga suka membaca buku Eating Clean yang ditulis oleh Inge Tumiwa Bachrens. Buku ini mengajak kita untuk menerapkan pola hidup sehat dengan cara yang sederhana. Semakin menarik karena buku ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang keluarganya memiliki masalah kesehatan yang berbeda-beda.
Selamat mendengarkan!
Dalam rangka menambah referensi judul buku yang ditulis oleh penulis perempuan Indonesia, ada @maesy_ang dari @post_santa yang turut memberikan beberapa rekomendasi buku yang menarik untuk dikoleksi.
Keempat buku yang dibahas di chapter ini adalah: You’re Not As Alone As You Think karya Citra Marina (@marinaesque), Na Willa dan Rumah Dalam Gang karya @reda.gaudiamo, Ibu Mendulang Anak Berlari karya @cynthahariadi, dan Gentayangan karya Intan Paramaditha (@sihirperempuan).
Keempat buku yang disebutkan masih beredar di berbagai toko buku terdekat & juga bisa dibeli secara online. Yuk, simak rekomendasinya di podcast buku Podcast Main Mata & pilih yang kamu suka!
Host podcast buku Podcast Main Mata, @patricia.wulandari, sudah membaca cerita pendek sejak zaman sekolah. Mulai dari cerita pendek yang muncul di majalah sampai kemudian melahap buku-buku kumpulan cerpen, seperti Madre (Dee Lestari), Bakat Menggonggong (Dea Anugrah), Rumah Kopi Singa Tertawa (Yusi Avianto Pareanom), dan Fly Already (Etgar keret).
Cerita pendek menyenangkan untuk dinikmati karena kita bisa mendapatkan kombinasi antara hiburan dan pembelajaran dalam waktu yang relatif singkat, layaknya menonton satu episode serial TV atau film pendek, karena umumnya menceritakan tentang satu peristiwa spesifik dalam hidup. Bagi pembaca, membaca cerita pendek dapat memberikan kita perspektif baru tentang yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam peristiwa spesifik tersebut. Sementara untuk penulis, menjadi terbuka dengan menuliskan ulang satu pengalaman hidupnya yang spesifik terasa membebaskan. Dengan menulis, kita belajar menerima keresahan dan menceritakan masalah, sekaligus berjuang untuk melewati masalah tersebut.
Di bab ini, Podcast Main Mata mengajak kamu untuk menelusuri cerita di balik dua cerita pendek yang pernah dirilis di segmen Pembaca Menulis bertema Dendam lewat obrolan singkat dengan penulisnya, yaitu Alia Makki (@soften.and.expand) penulis cerpen Mursyida dan Idha Umamah (@idhaumamah) penulis cerpen Berdamai Dengan Biru.
Dengarkan cuplikan cerpennya dan simak obrolannya. Nikmati bagaimana para penulis ini membawa kamu masuk ke dalam dunia mereka dan mengajakmu melihat sebuah peristiwa dari sudut pandang yang mungkin tidak atau belum kamu sadari sebelumnya.
Berlokasi di Pasar Santa, Jakarta Selatan, POST Bookshop hadir sebagai tempat alternatif yang menjual berbagai genre buku dari para penerbit buku independen yang tersebar di seluruh Indonesia dan mungkin tidak akan kamu temukan di gerai toko buku besar. POST juga berperan sebagai penerbit independen dengan nama POST Press. Karya yang sudah diterbitkan sejauh ini: Aku, Meps, dan Beps (Soca Sobhita & Reda Gaudiamo), We Are Nowhere and It's Wow (Mikael Johani), Na Willa (Reda Gaudiamo), Na Willa dan Rumah Dalam Gang (Reda Gaudiamo), Lusifer! Lusifer! (Venerdi Handoyo). Selain mengelola toko buku dan juga menelurkan karya penulis melalui penerbit POST Press, Maesy dan Teddy sendiri juga telah menuliskan dua buku, yaitu The Dusty Sneakers: Kisah Kawan di Ujung Sana dan Semasa. Seperti apa dinamika Maesy dan Teddy ketika mengelola toko buku dan menulis sebuah buku bersama-sama? Dengarkan cerita mereka berdua di podcast buku Podcast Main Mata.
From the publisher's feed