
Sign up to save your podcasts
Or


Di bab rekomendasi buku podcast buku Podcast Main Mata kali ini, @patricia.wulandari merekomendasikan dua buku yang mampu mengingatkan kita untuk terus mencari dan menemukan renjana yang membuat kita tidak pernah berhenti berkarya. Jhumpa Lahiri dalam In Other Words menuliskan pengalamannya jatuh cinta dengan bahasa Italia sampai ia terbang ke negara tersebut untuk benar-benar mempelajarinya. Buku In Other Words juga ditulis dalam dua bahasa, Italia dan Inggris, sebagai surat cinta dari penulis terhadap bahasa tersebut. Sementara A Solemn Pleasure: To Imagine, Witness, and Write merupakan ungkapan kecintaan Melissa Pritchard akan menulis. Ia menganggap menulis adalah sesuatu yang sakral, menyenangkan, dan meditatif. Esai-esai yang dituliskan di sini sangat indah dan menyentuh.
Dua buku ini adalah salah dua dari banyak buku yang mengesankan karena ketika dibaca berulang kali pun selalu ada potongan cerita yang bisa dimaknai dalam perjalanan hidup pribadi.
Ini adalah sesi kedua obrolan segmen Buku Tamu bersama Haya Serena (@ibu.rt), seorang psikolog dan HR consultant, di podcast buku Podcast Main Mata. Di bab ini Rena berbagi cerita tentang cara-cara yang bisa dilakukan oleh seseorang supaya tetap bisa bahagia di tengah menghadapi situasi sulit, salah satunya di masa pandemi COVID-19 saat ini. Rena memaparkan bahwa cara seseorang untuk mencapai kebahagiaan tidak semuanya sama. Ada yang bisa merasa bahagia dengan bersyukur, ada juga yang dengan melakukan hal-hal lain. Dalam buku The How of Happiness: A New Approach to Getting the Life You Want yang ditulis oleh Sonja Lyubomirsky dituliskan bahwa ada 12 cara atau pendekatan untuk kita bisa memperoleh hidup yang lebih bahagia, dan sebagai individu. Sonja memaparkan pengukuran yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kebahagiaan kita dan membantu kita memilih dari 12 cara bahagia yang paling sesuai dengan karakter, aset, sasaran, dan kebutuhan yang kita miliki.
Selamat mendengarkan!
Dengarkan obrolan @hzboy1906 bersama @patricia.wulandari (Patty) tentang acara tukar buku bernama Tukar Tambah yang diadakan oleh podcast buku Podcast Main Mata bulan Desember 2019 lalu. Obrolan ini diadakan dalam rangka Di Rumah Aja Literary Festival, sebuah festival literasi virtual berisi obrolan dengan berbagai pelaku di dunia buku yang bisa dinikmati melalui Instagram Live @dirumahajalitfest.
Di Tukar Tambah, sesama pembaca diajak untuk saling menukarkan buku favorit dengan membagikan kesukaan mereka akan buku tersebut melalui selembar surat kecil yang ditujukan kepada calon pemilik buku selanjutnya. Dalam #dirumahajalitfest, Patty menceritakan tentang di balik layar pembuatan Tukar Tambah, seperti alasan mengadakan acara tukar buku, yang membedakan Tukar Tambah dari acara tukar buku , proses persiapan mekanisme penukaran buku yang cukup menguras pikiran, dan lainnya.
Dengarkan obrolan bersama Windy Ariestanty di podcast buku Podcast Main Mata. Ini adalah sesi kedua obrolan antara @patricia.wulandari dengan @windy_ariestanty, seorang penulis dan editor yang juga dikenal sebagai salah satu penggagas festival kecil literasi dan pasar buku keliling nusantara bernama @patjarmerah_id.
Di bab ini, Windy bercerita lebih detail tentang seluk-beluk di balik terlaksananya patjarmerah. Mulai dari lima prinsip dasar patjarmerah, cara mereka bergerak mengumpulkan buku-buku, prinsip bisnis dan manajemen keuangan yang diterapkan agar dalam pendanaannya tidak sampai menggerogoti uang pribadi, serta ekosistem yang ingin mereka bangun untuk memajukan dunia literasi di Indonesia.
Selamat mendengarkan!
Dengarkan empat rekomendasi buku untuk kamu para pembaca di podcast buku Podcast Main Mata! Di bab ini, empat orang teman berbagi empat buku nonfiksi favorit mereka yang mudah-mudahan bisa membantu membuat hati dan pikiran kamu jadi lebih tenang, terutama kamu yang saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidup.
Pertama, ada Adinto Susanto (@adintof), seorang editor buku di Penerbit Grasindo, yang merekomendasikan buku Everything is F*cked alias Segala-galanya Ambyar karya Mark Manson, penulis yang namanya melejit lewat buku The Subtle Art of Not Giving a F*cked. Melalui bukunya, Manson mengatakan kalau kekacauan dalam hidup memang selalu bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, jadi kita sebaiknya tetap tenang dan bersiap. Kedua, ada Almira (@almira.wr) yang merekomendasikan buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami. Di buku ini Murakami bercerita tentang olahraga lari dan kaitannya dengan kehidupan secara umum. Ketiga, ada Yunita Dewiyana (@chinkchink16), pemilik Podcast Abjad Tersirat (@abjadtersirat) yang merekomendasikan buku Thinkertoys: A Handbook of Creative Thinking Techniques karya Michael Michalko untuk melatih otak kita agar mampu menciptakan ide-ide kreatif. Keempat, ada Nin Djani (@nindysm) yang merekomendasikan buku Atomic Habits karya James Clear. Di buku ini, Clear mengajak kita untuk membuat sistem yang memudahkan mencapai sasaran lewat target-target kecil.
Selamat mendengarkan!
Dengarkan obrolan bersama Windy Ariestanty di podcast buku Podcast Main Mata. Kali ini @patricia.wulandari mengobrol jarak jauh dengan @windy_ariestanty, seorang penulis, editor, dan saat ini juga dikenal sebagai salah satu penggagas festival kecil literasi keliling nusantara bernama @patjarmerah_id.
Di bab ini, Windy menceritakan pengalamannya berkiprah di industri penerbitan buku, termasuk ketika menjadi editor buku, memimpin empat penerbitan di dalam naungan grup Gagasmedia, dan memimpin strategi komunikasi dan promosi 27 penerbit di dalam Agromedia Group. Di samping itu, Windy juga berbagi cerita tentang etos kerjanya, seperti bagaimana dia disiplin mengatur manajemen keuangan dan waktu, memilih bekerja pintar daripada bekerja keras, membuat target-target kecil demi pencapaian yang lebih besar lagi, sampai merawat semangat untuk terus mencipta dan mengajak orang lain untuk terlibat.
Selamat mendengarkan!
Pengisi segmen Buku Tamu di podcast buku Podcast Main Mata kali ini adalah Idha Umamah, seorang jurnalis, editor buku, dan pengasuh sebuah podcast bernama I Think I Wanna Date You yang berisi kisah-kisah perseorangan dan pasangan yang pernah atau sedang mencicipi dunia online dating melalui dating apps. Di sesi ini Idha bercerita tentang kenapa dia membuat podcast yang fokus bercerita tentang online dating, pengalaman diri sendiri dan para narasumber di podcast-nya tentang macam-macam hubungan percintaan, pengalamannya mencoba dating apps, sampai ke pendapatnya tentang konsep pernikahan, mengingat, menurut Idha, manusia bukanlah makhluk monogami. Di obrolan ini juga dibahas beberapa literatur tentang percintaan dan online dating, seperti buku Love Online yang ditulis oleh Aaron Ben-Ze'ev, buku Modern Romance yang ditulis oleh Aziz Ansari, dan berbagai artikel daring, termasuk yang diambil dari vice.com.
Selamat mendengarkan!
From the publisher's feed