Awal Iman Adalah Ucapan Laa Ilaaha Illallah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 23 Rabbi’ul Tsani 1443 H / 28 November 2021 M.
Kajian sebelumnya: Mukaddimah Kajian Mukhtashar Shahih Muslim
Kajian Hadits Awal Iman Adalah Ucapan Laa Ilaaha Illallah
Menit ke- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan mereka dengan empat dan melarang mereka dari empat. Yaitu Rasulullah menyuruh mereka beriman kepada Allah saja, lalu Rasulullah bersabda:
هَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وحده؟
“Tahukah kalian apa itu iman kepada Allah saja?”
Mereka berkata: “Allah dan RasulNya lebih tahu.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ, وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ, وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ, وَصَوْمُ رَمَضَانَ, وَأَنْ تُؤَدُّوا خُمُسًا مِنْ الْمَغْنَمِ
“Yaitu syahadat Laa Ilaaha Illallah dan Muhammad Rasulullah, ia mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan kalian memberikan seperlima dari ghanimah.”
Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang mereka dari empat bejana. Yaitu: Dubba’, Hantam, Muzaffat, dan an-Naqir. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
احْفَظُوهُ وَأَخْبِرُوا بِهِ مَنْ وَرَائِكُمْ
“Hafalkan ini dan kabarkan kepada orang-orang yang ada di belakang kalian sana.”
Ibnu Mu’adz menambahkan dalam haditsnya dari ayahnya, ia berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Al-Asyaj ‘Abdul Qais:
إِنَّ فِيكَ لخَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ: الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ
“Sesungguhnya engkau memiliki dua perangai yang dicintai oleh Allah; al-hilm (bisa menahan emosi ketika kemarahan menggelora) dan al-anah (tidak tergesa-gesa).” (HR. Muslim)
Dari hadits ini kita ambil faidah:
Rihlah untuk menuntut ilmu
Dianjurkannya mengadakan rihlah dalam rangka menuntut ilmu. Sebagaimana dahulu para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari tempat-tempat yang jauh datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menuntut ilmu. Ini dia mereka datang dari utusan Abdul Qais yang sangat jauh sekali.
Menyambut tetamu
Disyariatkan menyambut tetamu dengan mengatakan “Marhaban (selamat datang)” sebagaimana halnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyambut mereka dengan mengatakan hal itu. Kalau orang sunda mengucapkan “Wilujeng Sumping”, dan masing-masing daerah punya ucapan berbeda-beda, itu ada contohnya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Menghormati bulan-bulan haram
Orang-orang musyrikin di zaman Rasulullah dahulu menghormati bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Jika orang-orang kafir yang tidak beriman dan mereka musyrik sangat menghormati bulan-bulan haram, maka kita kaum muslimin harus lebih menghormati lagi.
Cara menghormati bulan-bulan haram adalah dengan menjauhi perbuatan dzalim. Karena perbuatan dzalim di bulan haram dilipatgandakan dosanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Lihat juga: Khutbah Jumat 4 Bulan Haram
Pengertian Iman dan Islam
Iman dan Islam dua nama yang apabila bertemu maka berpisah maknanya, dan apabila berpisah maka bertemu maknanya. Maksudnya adalah jika Islam dan Iman disebut dalam satu kalim...