Khutbah Jumat: Allah Cinta Hamba Yang Bertakwa, Kaya Hati dan Tersembunyi ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 21 Rabi’ul Akhir 1443 H / 26 November 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Hamba Yang Bertakwa, Kaya Hati dan Tersembunyi
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hambaNya yang bertakwa, kaya hati dan tersembunyi. Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إنَّ الله يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الغَنِيّ الْخَفِيَّ
“Sesungguhnya Allah cinta kepada seorang hamba yang bertakwa, yang kaya hati dan tersembunyi.” (HR. Muslim)
Tiga sifat yang dicintai oleh Allah dari seorang hamba, yaitu:
1. Hamba yang bertakwa
Sesungguhnya ketakwaan adalah merupakan tujuan disyariatkannya berbagai macam ibadah. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai manusia, beribadahlah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 21)
Allah memerintahkan manusia untuk beribadah kepada Allah saja dan Allah menyebutkan tujuan dari ibadah adalah agar bertakwa. Allah mensyariatkan bulan Ramadhan pun demikian,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Maka ibadah yang tidak menimbulkan ketakwaan itu pertanda ibadah belum diterima oleh Allah ‘Azza wa Jalla.
Ternyata tujuan disyariatkannya ibadah, tiada lain supaya kita menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena takwa bermanfaat untuk hidup kita di dunia dan di akhirat. Di dunia ketakwaan membuka pintu-pintu rezeki, Allah berfirman:
…وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ…
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dari kesulitan hidupnya dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq[65]: 2-3)
Ternyata takwa membuka pintu rezeki seorang hamba, takwa menjadikan seorang hamba diberikan kemudahan dalam urusannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan dijadikan urusannya mudah.” (QS. At-Talaq[65]: 4)
Bahkan takwa adalah senjata yang paling kuat menghadapi tipu muslihat dan makar orang-orang kafir, orang-orang yang benci kepada Islam. Allah berfirman:
وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا
“Jika kalian terus bersabar dan kalian terus bertakwa kepada Allah, tidak akan membahayakan kalian tipu muslihat mereka sedikitpun juga.” (QS. Ali-Imran[3]: 120)
Betapa dahsyatnya takwa dalam hidup seorang hamba, saudaraku. Maka jadilah kita hamba-hamba yang senantiasa takut kepada Allah dengan bertakwa kepadaNya. Dimana hakikat takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah ‘Azza wa Jalla.
Maka setiap kita berusaha untuk menjadi hamba yang bertakwa, karena balasannya di akhirat luar biasa. Allah berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ﴿١٥﴾ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ﴿١٦﴾
“Sesungguhnya orang yang bertakwa berada dalam surga dan mata...