Radio Rodja 756 AM

Radio Rodja 756 AM

By Radio Rodja 756AMReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AM episodes

  • Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan
    Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M.
    Kajian sebelumnya: Hadits Wajibnya Zakat
    Kewajiban Berpuasa Dibulan Ramadhan
    وعنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ ﷺ قالَ: مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَين في سَبِيلِ اللَّهِ نُودِيَ مِنْ أَبْواب الجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا خَيْرٌ، فَمَنْ كَان مِنْ أَهْلِ الصَلاةِ دُعِي منْ بَابِ الصَّلاةِ، ومَنْ كانَ مِنْ أَهْلِ الجِهَادِ دُعِي مِنْ بَابِ الجِهَادِ، ومَنْ كَانَ مِنْ أَهْل الصِّيامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ، ومنْ كَانَ مِنْ أَهْل الصَّدقَة دُعِي مِنْ بَابِ الصَّدقَةِ قَالَ أَبُو بكرٍ : بأَبي أَنت وأُمِّي يَا رسولَ اللَّه مَا عَلى مَنْ دُعِي مِنْ تِلكَ الأَبْوابِ مِنْ ضَرُورةٍ، فهلْ يُدْعى أَحدٌ مِنْ تلك الأَبْوابِ كلِّها؟ قال: نَعَم، وَأَرْجُو أَنْ تكُونَ مِنهم متفقٌ عَلَيْهِ.
    Juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang menginfakkan satu pasang kebaikan dijalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah kebaikan.’ Maka barangsiapa yang dia benar-benar rajin dalam shalat, maka dia akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barangsiapa yang dia tergolong orang-orang yang selalu berjihad di jalan Allah, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barangsiapa dia adalah termasuk orang yang banyaku berpuasa, maka akan dipanggil dari pintu ar-rayyan. Dan barangsiapa termasuk orang yang banyak bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu shadaqah.”
    Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu bertanya: “Aku jadikan ayah dan ibuku sebagai tebusan Ya Rasulullah, apakah mungkin seorang dipanggil dari pintu-pintu itu? Apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu-pintu itu?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Iya, ada. Dan aku berharap engkau salah satu di antara mereka yang dipanggil dari semua pintu-pintu tersebut.” (Muttafaqun ‘alaih)
    Hadits ini menjelaskan kepada kita keutamaan orang yang melakukan amal-amal kebaikan dengan bermacam-macam bentuk. Dan di antara nikmat Allah ‘Azza wa Jalla kepada umat ini yaitu Allah menjadikan banyak pintu-pintu kebaikan yang itu merupakan cabang-cabang keimanan. Sebagaimana disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
    الإِيمانُ بضْعٌ وسَبْعُونَ، أوْ بضْعٌ وسِتُّونَ، شُعْبَةً، فأفْضَلُها قَوْلُ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأَدْناها إماطَةُ الأذَى عَنِ الطَّرِيقِ، والْحَياءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإيمانِ
    “Iman itu lebih dari 60 atau lebih dari 70 cabang. Cabang iman yang paling tinggi adalah kalimat Laa ilaaha illallah, dan cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu itu adalah salah satu dari cabang-cabang iman.” (HR. Muslim)
    Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang amal-amal kebaikan yang banyak jumlahnya. Makanya Islam tidak perlu tambahan-tambahan, bid’ah-bid’ah dalam Islam tidak diperlukan. Karena ibadah-ibadah dan amal-amal shalih yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya sangat banyak jumlahnya. Seandainya seorang hamba ingin melakukan semua amal-amal kebaikan itu, maka mereka tidak akan mampu.
    Macam-macam amal-amal ibadah ini ada yang wajib, seperti bertauhid, shalat, zakat, puasa dibulan Ramadhan, ibadah haji, inilah yang merupakan rukun-rukun Islam. Adapun haji dan zakat berlaku bagi yang mempunyai harta.
    1 hr 17 min
  • Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati
    Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 21 Dzul Qa’dah 1443 H / 21 Juni 2022 M.
    Kajian sebelumnya: Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar
    Empat Perkara Untuk Menjaga Kesehatan Hati
    Pada kesempatan yang lalu telah kita jelaskan bahwa menahan amarah itu berkaitan kesehatan dan kehidupan hati. Ketika hati gersang, berpenyakit, lemah atau mati, maka menahan amarah ini merupakan salah satu perkara yang berat. Kita tidak mampu menahan amarah karena ada sesuatu pada hati kita. Mungkin hati kita berpenyakit, mungkin hati kita gersang, mungkin hati kita tertelungkup, mungkin hati kita mati.
    Maka perhatikanlah kehidupan hati, itu akan memudahkan kita untuk dapat melaksanakan salah satu perintah Nabi:
    لاَ تَغْضَبْ
    “Jangan marah.”
    Lihat juga: Hadits Arbain ke 16 – Hadits Larangan Marah
    Perlu kekuatan untuk dapat melakukannya. Bukan kekuatan otot, tapi kekuatan hati. Maka berikut ini kita akan jelaskan empat perkara yang harus kita perhatikan untuk menjaga kesehatan hati.
    1. Memberikan makanan dan asupan gizi yang dibutuhkan hati
    Makanan dan asupan gizi yang dibutuhkan hati yaitu mempelajari ilmu yang bermanfaat. Inilah makanan hati, yaitu ilmu yang bersumber dari kitabullah dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan ini hati akan mendapatkan kesehatan dan menjadi kuat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
    “Ketahuilah dengan mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala hati akan tenang.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 28)
    Berilah asupan gizi berupa ilmu yang bermanfaat ini. Maka dari itu salah satu doa yang selalu dibaca Nabi ketika pagi hari setelah shalat subuh adalah:
    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
    “Ya Allah aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima.”
    Lihat juga: Bacaan Dzikir Pagi – Meminta Ilmu, Rezeki dan Amal
    Di sini ada dua kebutuhan pokok manusia; rohani dan jasmaninya. Ilmu yang bermanfaat adalah makanan rohani/hati. Sedangkan rezeki yang baik/halal adalah makanan jasmani.
    Tiada hari tanpa ilmu, itu motto seorang mukmin. Setiap hari harus ilmu yang bermanfaat yang dia dapatkan. Bukan hanya di majelis ilmu, tapi dia bisa membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku Islam, bisa mendengarkan nasihat, bisa dzikrullah, ini akan menghidupkan hatinya.
    Maka perhatikan asupan gizi bagi hati kita. Kalau tidak maka hati akan kurus kering kerontang, hati yang mati dan gersang, hati yang tidak dipenuhi dengan cahaya dua wahyu (Al-Qur’an dan hadits).
    2. Melatih diri melakukan ketaatan ketaatan
    Agar hati tetap bugar yaitu dengan melatih diri melakukan ketaatan-ketaatan dan ibadah-ibadah. Ini namanya riyadhatul qulub (latihan hati). Seperti kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
    إِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ
    “Sesungguhnya kesantunan itu dapat kita raih dengan melatih diri untuk santun.”
    وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ
    “Barangsiapa yang melatih diri untuk sabar, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kesabaran kepadanya.”
    Artinya hati juga perlu dilatih.
    50 min
  • Saat Kehilangan Buah Hati
    Saat Kehilangan Buah Hati ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 20 Dzul Qa’dah 1443 H / 20 Juni 2022 M.

    Kajian Tentang Saat Kehilangan Buah Hati
    Tidak ada orang tua yang mengharapkan kehilangan anak. Bahkan sekalipun anak itu nakalnya luar biasa. Apalagi ibu-ibu, meskipun anaknya nakal, dia tetap merasa bahwa anak merupakan buah hatinya. Apalagi seandainya anak itu baik dan shalih.
    Tidak ada orang tua yang mau kehilangan anaknya. Bahkan membayangkannya saja sudah menakutkan.
    Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan apapun yang Dia kehendaki. Sebesar apapun upaya orang tua agar anaknya tidak meninggal dunia, apabila sudah ditakdirkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla untuk meninggal dunia maka anak itu akan meninggal pula. Walaupun dia mengumpulkan dokter sebanyak apapun, walaupun dia berusaha dan berdoa semaksimal apapun, kalau memang saatnya anak itu meninggal maka akan meninggal juga.
    Tentunya ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan adanya anak-anak yang meninggal walaupun orang tuanya keberatan, pasti ada hikmah kebaikan dibalik musibah tersebut.
    Andaikan ada manusia yang pantas untuk terbebas dari ujian, niscaya manusia tersebut adalah yang paling dicintai oleh Allah, yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tapi ternyata Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mengalami banyak ujian.
    Salah satu ujian untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah kehilangan anak. Dan tidak tanggung-tanggung seluruh putra-putri Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal dunia saat beliau masih hidup kecuali satu saja, yaitu Fatimah Radhiyallahu ‘Anha. Bagaimana sedihnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?
    Sekedar kehilangan anak saja sudah sedih. Namun yang dihadapi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bukan hanya itu, tapi juga diolok-olok oleh Musyrikin Quraisy. Mereka menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam karena anaknya meninggal semua, tidak ada penerusnya (terputus). Sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firmanNya:
    إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
    “Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kausar[108]: 3)
    Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencontohkan kepada kita bagaimana seharusnya bersikap ketika kehilangan buah hati.
    Salah satu yang terekam ketika beliau kehilangan putranya adalah ketika Ibrahim. Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bercerita: “Suatu hari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunggui Ibrahim putra beliau yang sedang dalam keadaan sakaratul maut.”
    Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menangis sampai air matanya bercucuran. Saat itu di samping Nabi ada Abdurrahman bin Auf. Ketika melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menangis, Abdurrahman pun bertanya: “Wahai Rasulullah, engkau menangis?”
    Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab:
    يَا ابْنَ عَوْفٍ إِنَّهَا رَحْمَةٌ
    “Wahai Abdurrahman, tangisan ini adalah pertanda adanya kasih sayang.”
    Jadi ketika anak atau orang tua kita meninggal lalu kita menangis, itu pertanda bahwa kita punya rasa sayang. Ini manusiawi.
    Baru setelah itu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan sikap yang seharusnya dilakukan ketika orang kehilangan manusia yang dia sayangi. Beliau bersabda:
    إِنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، وَالقَلْبَ يَحْزَنُ، وَلاَ نَقُولُ إِلَّا مَا يَرْضَى رَبُّنَا، وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إبراهيم لَمَحْزُونُونَ
    45 min
  • Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah
    Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 15 Dzulqa’dah 1443 H / 15 Juni 2022 M.

    Kajian Tentang Hukum Bernadzar Untuk Selain Allah
    Termasuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bernadzar untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah bab ke-12 yang dibawakan oleh penulis dan yang dimaksud dengan bab ini adalah penjelasan tentang hukum haramnya bernadzar untuk selain Allah. Dan kesyirikan yang dimaksud adalah kesyirikan akbar.
    Adapun hubungan bab dengan tauhid adalah menunjukkan contoh perbuatan syirik akbar, yaitu bernadzar untuk selain Allah. Karena di dalam perbuatan bernadzar untuk selain Allah ada sikap menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang khusus milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Nadzar sendiri itu adalah salah satu jenis ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mewajibkan sesuatu yang tidak diwajibkan dalam syariat Islam. Seperti mewajibkan puasa selain puasa Ramadhan, mewajibkan bersedekah selain zakat wajib, mewajibkan shalat selain shalat-shalat wajib. Hal ini disebut dengan nadzar.
    Penulis Kitab Tauhid membawakan beberapa dalil. Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
    يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
    “Mereka menunaikan nadzar…” (QS. Al-Insan[76]: 7)
    Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
    وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ…
    “Apa yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya…” (QS. Al-Baqarah[2]: 270)
    Penulis kitab Fathul Majid mengatakan bab termasuk kesyirikan bernadzar untuk selain Allah. Hal ini karena nadzar adalah ibadah, wajib untuk menunaikan nadzar tersebut jika ia bernadzar untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka berarti bernadzar untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kesyirikan dalam ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Mereka menunaikan nadzar dan mereka takut akan suatu hari yang keburukannya merata…” (QS. Al-Insan[76]: 7)
    Maka ayat ini menunjukkan wajibnya menunaikan nadzar. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji siapa yang melakukan itu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Imam Ibnu Katsir berkata bahwa Allah mengetahui seluruh apa yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukan dari kebaikan berupa sedekah, penunaian nadzar. Dan mengandung hal itu semua adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pahala dengan sebesar-besarnya bagi orang yang mengamalkan nadzar-nadzar tersebut.
    Jika engkau mengetahui akan hal itu, maka nadzar-nadzar yang dilakukan oleh orang-orang yang beribadah kepada kuburan, mendekatkan diri kepada orang-orang yang sudah meninggal agar orang-orang sudah meninggal tersebut mengabulkan hajat mereka, agar orang-orang sudah meninggal tersebut memberikan syafaat kepada mereka, maka ini semua adalah bentuk kesyirikan di dalam ibadah tanpa ada keraguan.
    Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari kita download dan simak mp3 kajiannya.
    Download mp3 Kajian

    Radio Rodja 756AM ·
    1 hr 22 min
  • Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh
    Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh – Surah Al-Baqarah 236 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan Rodja TV pada Selasa 14 Dzul Qa’dah 1443 H / 14 Juni 2022 M.
    Download kajian sebelumnya: Masa Iddah Wanita Ditinggal Mati Suami
    Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh – Surah Al-Baqarah 236
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    لَّا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ
    “Tidak ada dosa atas kalian jika kalian mentalak istri-istri kalian jika kalian belum menyentuh mereka dan kalian belum menentukan mahar. Dan berikanlah kepada mereka mut’ah (harta). Atas orang yang diberikan oleh Allah keluasan harta maka sesuai dengan keluasan hartanya, dan atas orang yang susah maka sesuai dengan kadarnya juga, yaitu dengan pemberian yang ma’ruf. Dan itu merupakan sesuatu yang berhak atas orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 236)
    Dari ayat ini kita ambil faedah:
    Mentalak sebelum menyentuh
    Bolehnya seorang laki-laki mentalak istrinya sebelum dia menyentuhnya. Sebagaimana Allah mengatakan dalam ayat ini: “Tidak ada dosa atas kalian jika menceraikan istri kalian sebelum menyentuh mereka dan kalian pun belum menentukan mahar untuk mereka.”
    Bahasa Al-Qur’an yang halus
    Menggunakan kata menyentuh untuk makna jimak/bersetubuh. Disini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan: “Sebelum kalian menyentuh mereka.” Ini bahwasannya bahasa Al-Qur’an itu halus. Demikian pula kita berusaha untuk mengikuti bahasa Al-Qur’an dalam mengungkapkan hal-hal yang berhubungan dengan seperti itu.
    Menikah tanpa menyebutkan mahar
    Boleh seseorang menikah dengan wanita tanpa menyebutkan berapa maharnya. Karena Allah mengatakan di situ: “Dan kalian belum menentukan untuk mereka mahar”.
    Dan terjadi ikhtilaf para ulama apabila seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita tapi si laki-laki ini memberikan syarat tanpa mahar. Apakah sah nikahnya? Pendapat yang shahih tidak sah. Karena menikah tanpa mahar sama dengan hibah. Sedangkan hibah hanya khusus untuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
    Memberikah harta
    Wajibnya memberikan mut’ah (harta) atas suami yang mentalak istrinya sebelum bersetubuh dan ia belum menyebutkan maharnya. Karena Allah mengatakan: “Dan berikanlah kepada mereka mut’ah.” Kata ‘mut’ah’ di sini bukan kawin mut’ah, tapi harta.
    Wajibnya mahar
    Lahiriyah ayat ini menunjukkan bahwa apabila seorang suami berdua-duaan dengan istrinya setelah akad namun belum bersetubuh lalu kemudian suami itu menceraikannya, maka tidak ada kewajiban atasnya kecuali mut’ah saja. Namun para sahabat menganggap berdua-duaan dengan istri itu sama dengan berjima’ dalam masalah wajibnya iddah.
    Artinya kalau misalnya suami sudah berdua-duaan dengan istri belum berjima’ ternyata suaminya meninggal atau mentalak, maka dia wajib iddah. Dan diqiyaskan kepada masalah iddah tadi, demikian pula wajibnya mahar yang sama apabila si suami berdua-duaan dengan si istri sebelum menyebut mahar.
    Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
    Download MP3 Kajian Tentang Hukum Mentalak Sebelum Menyentuh – Surah Al-Baqarah 236

    49 min
  • Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar
    Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mendidik Anak Tanpa Amarah. Kajian ini disampaikan pada Selasa 14 Dzul Qa’dah 1443 H / 14 Juni 2022 M.
    Kajian sebelumnya: Jadikanlah Kemarahanmu Ibarat Garam Bagi Masakan
    Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar
    Kehidupan hati adalah kunci. Karena menahan amarah (sabar) adalah amal hati. Maka hati di sini merupakan faktor penentu apakah kita bisa mengendalikan emosi atau menuruti hawa nafsu dan meluapkan kemarahan?
    Sejatinya kecerdasan mengelola emosi sangat erat kaitannya dengan kondisi hati seseorang, apalagi seorang mukmin. Sebab belajar teori tidaklah terlalu sulit. Mungkin kita mengetahui bahwa tidak boleh dan harus sabar. Tapi praktik tidaklah semudah yang kita katakan. Karena ini amal hati.
    Kaidahnya adalah seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim bahwa semua amal hati itu berat. Karena hati kita memang susah untuk kita kendalikan, dia di antara dua jari dari jari-jari AllAh Subhanahu wa Ta’ala, Allah bolak-balikkan menurut kehendakNya.
    Tentunya mengamalkan ilmu jauh lebih berat. Yaitu di dalam praktiknya di lapangan belum tentu kita bisa bersabar dan menahan emosi. Seringnya mungkin kita kebablasan atau lupa. Apalagi ini berkaitan dengan hati.
    Ingatlah bahwa baik buruknya kondisi hati akan menentukan kondisi jasad atau jasmani seseorang. Dan akan menentukan pula baik buruknya sikap perkataan dan perbuatannya.
    Maka dari itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
    أَلَا إِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ
    “Ketahuilah bahwa di dalam jasad seseorang ada sekerat daging, jika baik dia maka baik seluruhnya, jika rusak dia maka rusak seluruhnya. Dan sekerat daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    Oleh karena itu Islam sangat memperhatikan kehidupan hati seseorang dan kebersihannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ‎﴿٩﴾‏ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا ‎﴿١٠﴾‏
    “Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan jiwanya. Dan sungguh merugilah orang-orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams[91]: 9-10)
    Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji hati manusia dengan:
    فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
    “maka Allah mengilhamkan kepada hati itu dua jalan untuk dipilih; kefasikan dan ketakwaannya.” (QS. Asy-Syams[91]: 8)
    Allah ingin menguji hati manusia. Apabila dia lulus ujian itu maka dia akan menjadi hamba yang utama. Tapi jika dia gagal akan menjadi hamba yang hina.
    Bagaimana kajian lengkap tentang jadikanlah kemarahanmu ibarat garam bagi masakan? Mari download dan simak mp3 kajiannya.
    Download mp3 Kajian

    Radio Rodja 756AM · Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar
    Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link kajian “Kehidupan Hati Adalah Kunci Sabar” ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang Anda miliki, agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.
    50 min
  • 10 Hak Anak Atas Ayahnya
    10 Hak Anak Atas Ayahnya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Furqan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M.
    Kajian sebelumnya: Orang Tua Wajib Bertakwa Kepada Allah Dalam Urusan Anak-Anaknya
    10 Hak Anak Atas Ayahnya
    Pada pertemuan yang lalu kita bahas bahwa hak anak atas ayahnya terbagi dua; yaitu sebelum anak lahir dan setelah anak dilahirkan.
    Sebelum anak dilahirkan

    * Hendaknya seorang laki-laki memilih istri yang shalihah, begitu juga wanita memilih suami yang shalihah.
    * Sebelum suami mendatangi istrinya hendaknya berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
    * Ayah dan ibu hendaknya menjauhkan diri dari merokok.

    Setelah anak dilahirkan

    * Memilih nama yang bagus untuk anak.
    * Perintahkan anak shalat ketika umur tujuh tahun. Kemudian dipisah ranjang mereka. Dan ketika umur 10 tahun dipukul kalau tidak mau shalat dengan pukulan yang tidak menyakiti.
    * Mendidik anak dengan aqidah yang lurus. Yaitu aqidah yang tidak diracuni dengan kesyirikan, kebid’ahan dan khurafat.
    * Mendidik mereka untuk beradab dengan adab Islami.
    * Mendidik anak untuk pandai menjaga rahasia.
    * Berlaku adil dalam pemberian dan warisan.
    * Memberikan keamanan.

    Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.
    Download MP3 Kajian

    Radio Rodja 756AM · 10 Hak Anak Atas Ayahnya
    Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
    50 min
  • Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar
    Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M.

    Kajian Islam Tentang Talbis Iblis Dalam Perkara Amar Ma’ruf Nahi Munkar
    Ibnul Jauzi mengatakan bahwa pelaku amar ma’ruf nahi munkar ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang berilmu dan kelompok yang jahil.
    Tentunya amar ma’ruf nahi munkar ini salah satu ibadah yang agung. Dimana hal ini Allah perintahkan di dalam Al-Qur’an:
    كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ…
    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali ‘Imran[3]: 110)
    Salah satu sifat umat ini yaitu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di tengah-tengah manusia. Akan tetapi tentunya ibadah yang agung ini harus dilakukan dengan cara yang benar. Caranya adalah:
    Pertama, apa yang kita kita serukan adalah kebenaran. Jadi yang pertama materi (isinya) harus benar. Karena kalau tidak benar, maka mungkin saja kita justru bukan amar ma’ruf nahi munkar, tapi amar munkar nahi ma’ruf (kebalikannya).
    Kedua, lakukan amar ma’ruf nahi munkar ini dengan cara yang benar. Mungkin apa yang kita perintahkan itu benar-benar ma’ruf dan apa yang kita larang itu benar-benar munkar, namun caranya yang keliru dan salah. Sehingga amar ma’ruf nahi munkar itu tidak menghasilkan kebaikan, justru menghasilkan keburukan yang lebih besar.
    Maka dalam hal ini iblis tidak memberikan celah sedikitpun bagi anak Adam untuk mengeluarkannya dari kebenaran hingga di dalam beramar ma’ruf nahi munkar.
    Bagaimana iblis masuk ke orang-orang berilmu dan juga orang-orang bodoh dalam amar ma’ruf nahi munkar? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.
    Download MP3 Kajian

    Mari turut membagikan link download kajian yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
    32 min
  • Tamimah Termasuk Kesyirikan
    Tamimah Termasuk Kesyirikan adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang  disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari Masjid Al-Barkah, Cileungsi. Pada Sabtu, 11 Dzul Qa’dah 1443 H / 11 Juni 2022 M.

    Lihat kumpulan mp3 kajian menguak misteri kesyirikan.
    Kajian Tentang Tamimah Termasuk Kesyirikan
    Tamimah adalah setiap yang digantungkan pada orang-orang sakit, anak-anak kecil, hewan-hewan dan yang semisalnya untuk menolak ataupun mengangkat bala jika sudah datang.
    Imam Ibnul Jauzi Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa sesungguhnya tamimah-tamimah termasuk kesyirikan. Tamimah adalah semacam jimat-jimat yang orang-orang Arab menggantungkannya pada anak-anak kecil. Mereka melindungi anak-anak kecil dengan hal-hal tersebut dengan anggapan mereka. Dan ketika mereka yang menggantungkan tamimah tersebut bermaksud untuk menolak ketetapan-ketetapan Allah, maka itulah yang disebut dengan kesyirikan.
    Pengertian yang paling mudah dari kesyirikan adalah:
    تسوية غير الله بالله في شيء من خصائص الله
    “Menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang khusus milik Allah.”
    Orang yang menggantungkan tamimah pada anak-anak, atau pada orang-orang sakit, atau pada hewan, atau pada mobil, atau pada rumah dan seterusnya, ini adalah orang-orang yang melakukan kesyirikan. Yaitu karena menyamakan tamimah-tamimah tersebut dengan Allah dalam perkara yang khusus milik Allah. Apa perkara khusus milik Allah? Yaitu meminta agar selamat, agar ditolak bala, agar diangkat bala dan musibah. Padahal tidak ada yang sanggup melakukan itu kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Simak dan Download mp3 Kajian Tentang Tamimah Termasuk Kesyirikan

    Radio Rodja 756AM · Tamimah Merupakan Kesyirikan
    Mari turut membagikan hasil rekaman ataupun link ceramah agama ini melalui jejaring sosial Facebook, Twitter dan yang lainnya agar orang lain bisa turut mengambil manfaatnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.
    1 hr 11 min
  • Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur
    Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 13 Dzul Qa’dah 1443 H / 13 Juni 2022 M.
    Lihat sebelumnya: Membaca Surah Az-Zumar Sebelum Tidur

    Kajian Tentang Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur
    Surah Al-Mulk ini adalah salah satu surah yang dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setiap akan tidur, beliau membaca surah ini.
    Apa landasan dalil yang menunjukkan bahwa surah Al-Mulk ini perlu dibaca sebelum tidur? Ini penting untuk disampaikan agar kita tidak mengarang fadhilah bacaan tertentu. Karena yang berhak untuk menentukan waktu yang dianjurkan untuk membaca bacaan tertentu beserta fadhilahnya adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdasarkan wahyu dari Allah ‘Azza wa Jalla.
    Jadi ketika kita akan mengkhususkan bacaan tertentu, pada waktu tertentu, dan dengan keutamaan tertentu, maka harus jelas landasan dalilnya.
    Dalil landasan membaca surah Al-Mulk sebelum tidur adalah apa yang disampaikan oleh sahabatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bernama Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:
    كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ {الم تَنْزِيلُ السَّجْدَة}، وَ {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْك}.
    “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kebiasaannya tidak akan tidur dimalam hari kecuali setelah membaca: (1) Alif laam miim tanziil as-Sajdah, dan (2) Tabaarakalladzii biyadihil mulku.” (HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Imam Al-Hakim, Adz-Dzahabi dan Al-Albani Rahimahumullah)
    Kandungan surah Al-Mulk
    Al-Mulk bisa berarti kekuasaan atau bisa kerajaan. Yang lebih umum adalah kekuasaan. Karena kerajaan itu juga menunjukkan adanya kekuasaan. Berarti kandungan yang akan kita dapatkan di dalam surah ini adalah penjelasan mengenai kekuasaan Allah.
    Kekuasaan Allah perlu dibahas agar kita bisa menyadari betapa luas dan mutlaknya kekuasaan Allah. Kalau kita sudah menyadari itu maka mudah-mudahan kita akan nurut kepada Sang Penguasa mutlak alam semesta, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Adanya orang yang meremehkan perintah Allah, meremehkan larangan Allah, tidak peduli dengan aturan Allah, salah satu penyebabnya adalah karena dia tidak menyadari betapa besarnya kekuasaan Allah. Banyak orang lebih takut dimarahi komandan daripada dimarahi Allah. Banyak orang lebih takut dimarahi majikan daripada dimarahi Allah.
    Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajiannya. Download juga mp3 bacaan dzikir pagi dan petang.
    Download mp3 Kajian Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur

    Radio Rodja 756AM · Fikih Doa dan Dzikir – Membaca Surah Al-Mulk Sebelum Tidur
    Mari turut membagikan link download kajian ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.
    56 min

About Radio Rodja 756 AM

From the publisher's feed

Menebar Cahaya Sunnah