Khutbah Jumat: Tolong-Menolong ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 07 Rabi’ul Akhir 1443 H / 12 November 2021 M.
Khutbah Pertama Tentang Tolong-Menolong
Pertama-tama kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat yang Allah berikan kepada kita:
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl[16]: 18)
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apapun nikmat yang kamu miliki semuanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nahl[16]: 53)
Allah hanya meminta kita untuk bersyukur kepadaNya dengan menyembahNya semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu yang lain.
Kita bersyukur kepada Allah pada kesempatan siang ini kita masih diberi kesehatan, kita masih diberi kehidupan, kita masih dijaga di atas Islam dan iman.
Kemudian shalawat dan salam tidak lupa kita limpahkan untuk Nabi kita, teladan kita, junjungan kita Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, atas keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan umat beliau sampai hari kemudian.
Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bagi hamba yang mengharapkan dan menginginkan turunnya pertolongan Allah kepada dirinya, maka salah satu sebab turunnya pertolongan Allah atas seorang hamba adalah dengan membantu sesama. Jadilah orang yang ringan tangan, suka membantu sesama, ini merupakan salah satu faktor Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolong seorang hamba. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan di dalam hadits:
وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Bahkan menolong sesama itu merupakan sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala menolong kita, bukan hanya di dunia, bahkan nanti saat-saat kita sangat membutuhkan pertolongan, yaitu di akhirat kelak Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolong dan membantu kita. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan di dalam sebuah hadits:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni)
Maka apapun kelebihan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita, baik itu berupa harta, kekuatan, jabatan, ilmu, maka kita membaginya dengan sesama. Kita membantu orang yang lemah, kita mengajari orang yang bodoh, kita membela orang yang lemah/miskin, karena kita memiliki kelebihan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan dan tidak Allah berikan kepada yang lain, karena rezeki manusia memang tidak ada yang sama. Maka barangsiapa yang memiliki kelebihan, gunakanlah itu untuk membantu sesama/saudaranya.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah hadits:
يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا
“Mudahkan urusan manusia, bantu mereka dan jangan menyulitkan orang lain.” (HR. Bukhari Muslim)
Perkara yang bisa kita bantu untuk saudara kita, maka bantulah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu di antara tingkatan iman, bahkan tingkatan iman yang paling rendah adalah:
إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ
“Menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Muslim)
Ini adalah bentuk mungkin yang sangat ringan/sepele kita membantu sesama. Ada rintangan di jalan, kayu atau sejenisnya, kita singkirkan, kita membantu sesama. Maka bantuan yang kita berikan untuk manusia ini akan berbuah manis pada akhirat ke...