Khutbah Jumat: Mengenal Allah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 23 Syawal 1442 H / 04 Juni 2021.
Khutbah Pertama – Mengenal Allah
Mengenal Allah adalah merupakan sumber kebahagiaan seorang hamba. Dan tidak mungkin seorang hamba akan bahagia kecuali dengan mengenal Tuhannya, yaitu Allah Jalla wa ‘Ala. Karena sesungguhnya dengan mengenal Allah lah akan muncul berbagai macam kekuatan dalam menghadapi kehidupan dunia.
Tidaklah munculnya kesabaran kecuali setelah mengenal Allah, tidaklah munculnya ketabahan menghadapi musibah yang menerpa kecuali setelah ia mengetahui bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabbnya Yang Maha Kuat, Maha Perkasa. Tidaklah berbagai macam ibadah akan muncul di hati kita kecuali setelah kita mengenal Allah Jalla wa ‘Ala, pemilik surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Seorang hamba yang mengenal Allah, hidupnya terbimbing, hatinya akan tentram dan dipenuhi dengan ketenangan. Sementara orang yang tidak mengenal Allah, ia akan hidup bagaikan binatang ternak, bahkan lebih buruk daripada binatang ternak.
Orang yang mengenal Allah, ketika menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan dia akan senantiasa menghadapi dengan penuh senyum, ketabahan dan kesabaran. Karena ia tahu dibalik ujian itu akan ada pahala yang berlimpah dari Rabbnya, dibalik ujian itu ada hikmah-hikmah besar yang hanya Allah yang Maha Tahu ada apa dibalik musibah-musibah tersebut.
Ketika ia sakit, ia memohon kepada Allah akan ampunan dari dosa-dosanya, agar Allah ampuni dosanya dan agar Allah gugurkan dosa-dosanya.
Sehingga orang yang mengenal Allah pastilah ia menjadi orang yang terkuat di dunia ini. Bagaimana tidak, orang yang bertawakal kepada manusia, manusia lemah, tidak bisa membantu apa-apa. Orang yang bertawakal kepada jimat ataupun penangkal, jimat dan penangkal pun tidak bisa memberikan bantuan apapun, kalau Allah tidak izinkan. Tapi orang yang bertawakal kepada Allah karena ia mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia akan menjadi seorang hamba yang tegar, yang berani menghadapi berbagai macam rintangan dan halangan dalam memegang kebenaran.
Maka kenalilah Allah Subhanahu wa Ta’ala, kenalilah Allah dengan nama dan sifat-sifatNya, agar kita menjadi hamba yang benar-benar faham dan benar-benar sadar siapa kita. Bahwasanya kita ini hamba Allah, bukan hamba dunia, bukan hamba kedudukan, bukan hamba harta, tapi kita ini hamba Allah. Sehingga kita benar kepada siapa kita harus menghambakan diri.
Sementara orang yang menghambakan dirinya kepada harta, ia menjadi hamba yang sama sekali tidak mempunyai pegangan yang kuat. Karena harta pasti akan mengkhianatinya dan meninggalkannya, harta tidak akan membuat ia kekal, harta tidak akan memasukkannya ia ke dalam surga, harta tidak akan menyelamatkan ia dari adzab Allah sedikitpun juga. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang kita mengetahui tentang hak-hak Allah Jalla wa ‘Ala yang sangat agung, yaitu mentauhidkanNya, menjauhkan kesyirikan. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Mu’adz bin Jabal:
يَا مُعَاذُ أَتَدْرِيْ مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ، وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ؟
“Wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hambanya dan apa hak hamba atas Allah ‘Azza wa Jalla?”
حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً، وَحَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً
“Hak Allah atas hamba-hambaNya yaitu mereka beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan Allah sedikitpun juga. Dan hak hamba kepada Allah bahwa Allah tidak akan pernah...