Syirik dalam Hal Tawakal merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 10 Jumadal Akhirah 1440 H / 15 Februari 2019 M.
Download mp3 kajian sebelumnya: Bagaimana Kiat Meraih Cinta Allah ‘Azza wa Jalla
Kajian Tentang Syirik dalam Hal Tawakal – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad
Syirik dalam hal tawakal, maknanya seseorang bertawakal kepada selain Allah selain bertawakal kepada Allah. Tawakal secara bahasa maknanya adalah bersandar dan menyerahkan urusan. Dan ini termasuk diantara amalan hati.
Kalau orang Arab menyatakan bahwa seseorang bertawakal tentang suatu urusan, maknanya kalau dia melakukan urusan tersebut dengan bersandar kepada skill kemampuan yang dimiliki. Kalau orang Arab menyatakan bahwa, “Aku bertawakal tentang urusanku kepada Si Fulan.” Maknanya, dia menyandarkan, mempercayakan, menyerahkan urusan tersebut kepada Si Fulan, kepada orang lain. Jadi di dalam tawakal mengandung dua makna, pertama bersandar, kedua menyerahkan urusan.
Bersandar dan menyerahkan urusan kepada Allah, ini yang disebut dengan tawakal kepada Allah, termasuk seagung-agung jenis ibadah yang wajib dimurnikan hanya untuk Allah, ditujukan hanya kepada Allah. Dan ini termasuk diantara bukti nyata adanya iman. Kalau ada iman, salah satu buktinya dia hanya bertawakal kepada Allah saja. Allah berfirman dalam Al-Maidah ayat 23:
وَعَلَى اللَّـهِ فَتَوَكَّلُوا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٢٣﴾
“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al-Maidah[5]: 23)
Di dalam ayat ini ada 2 poin penting tentang tawakal:
Pertama, tawakal hanya boleh ditujukan kepada Allah.
Allah berfirman:
وَعَلَى اللَّـهِ فَتَوَكَّلُوا
“dan hanya kepada Allah, hendaklah kalian bertawakal”
Makna “hanya” ini diambil dari struktur kalimat, mendahulukan objek dari pada subjek dan predikat. Kalau objek didahulukan, maka mengandung pengkhususan dan pengagungan. Biasanya, predikat subjek baru objek, itu struktur yang baku dalam bahasa Arab.
Jadi dalam ayat ini mengandung pengkhususnya dalam hal tawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kedua, kalau kalian orang yang beriman.
Ini menunjukkan salah satu bukti dari keimanan adalah tawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah pengkhususan tawakal hanya kepada Allah dan tidak boleh tawakal kepada selain Allah ‘Azza wa Jalla.
Apakah bertawakal kepada selain Allah merupakan perbuatan syirik? Apakah itu syirik besar ataukah syirik kecil?
Tawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala terbagi 3. Ada tiga jenis tawakal kepada selain Allah. Ada syirik besar, ada syirik kecil, ada yang mubah atau boleh. Manakah yang syirik besar, mana yang syirik kecil dan mana yang boleh bahkan sangat dianjurkan?
Tawakal yang mengandung syirik besar
Syirik besar itu adalah tawakal kepada selain Allah dalam perkara-perkara yang tidak ada yang mampu dalam perkara itu selain Allah. Hanya merupakan kekuasaan Allah, sedangkan selain Allah tidak bisa. Seperti bertawakal kepada orang-orang yang sudah mati, makhluk-makhluk ghaib baik malaikat atau apalagi setan dalam hal meminta pertolongan, meminta perlindungan, meminta rezeki, meminta syafaat dan yang sejenisnya. Itu hanya Allah yang mampu memberikan. Selain Allah tidak ada yang mampu.
Seperti keselamatan diri dari hal-hal yang tak terduga, dari musibah besar, dari bencana alam, itu hanya Allah yang mampu, tawakal hanya kepada Allah, Allah maha pengatur seluruh kehidupan,