Pengertian Sombong Dalam Islam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. dalam pembahasan Kajian kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 22 Jumadal Awwal 1440 H / 29 Januari 2019 M.
Download juga kajian sebelumnya: Ana Uhibbuka Fillah – Kitab Al-Adab Al-Mufrad
Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja
Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB
Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF
Kajian Ilmiah Tentang Pengertian Sombong Dalam Islam – Kitab Al-Adab Al-Mufrad
Al-Imam Bukhari mengatakan:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ : حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ الْقَاسِمِ أَبُو عُمَرَ الْيَمَامِيُّ قَالَ : حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ : سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : مَنْ تَعَظَّمَ فِي نَفْسِهِ ، أَوِ اخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ ، لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ
“Musaddad menceritakan kepada kami, ia berkata: Yunus bin al-Qasim Abu ‘Umar al-Yamami menceritakan kepada kami, ia berkata: Dari ‘Ikrimah bin Khalid, ia berkata, “Aku mendengar Ibnu ‘Umar dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, ‘Barangsiapa merasa besar pada dirinya atau congkak dalam jalannya, dia akan menjumpai Allah ‘Azza wa Jalla dalam keadaan murka kepadanya'”
Subhanallah, siapa yang menganggap dirinya itu hebat, menganggap dirinya indah, sempurna, merasa agung, lupa dengan nikmat yang Allah berikan kepada dia. Baik merasa besar karena tubuhnya yang indah, karena wajahnya yang cantik, yang tampan atau karena jabatan yang tinggi, atau karena apa saja yang menyebabkan dia merasa besar. Jika perasaan itu datang, kita harus memeranginya karena perasaan itulah salah satu bentuk perangkap-perangkap iblis.
Dan kita tahu, apabila Allah murka:
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (QS. Al-Maidah[5]: 98)
Tatkala engkau melihat jabatanmu tidak berguna, harta engkau kumpulkan tidak bermanfaat, ilmu yang engkau pelajari tidak memberikan bantuan untuk engkau pada hari kiamat, ketika engkau mendapatkan kitabmu dengan tangan kiri. Dan kita tahu:
وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ ﴿٢٥﴾ وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ ﴿٢٦﴾ يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ﴿٢٧﴾ مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ ۜ ﴿٢٨﴾ هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ ﴿٢٩﴾
“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”.” (QS. Al-Haqqah[69]: 30)
Ketika itu engkau menyesal. Jabatanmu, kedudukanmu, kekuasaanmu di dunia tidak berguna untukmu. Sekarang di dunia bisa berguna untukmu. Tapi nanti, hartamu tidak ada manfaatnya. Semuanya ditinggal.
Kita bisa melihat orang-orang yang berkuasa dengan kekuasaan yang begitu hebatnya, bertahun-tahun dia berkuasa. Semua tunduk kepada perintah dia. Kelak pada hari kiamat engkau datang tanpa pakaian sehelaipun. Engkau dibangkitkan dalam kondisi telanjang dan orang-orang yang sombong akan lebih dihinakan lagi pada hari kiamat.
Maka yang dapat jabatan, yang dapat kedudukan, yang dapat harta, saya pesan satu, ingatlah semua itu dari Allah. Allah mengatakan:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّـهِ