Menjenguk Orang Yang Pingsan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. dalam pembahasan Kajian kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 6 Shafar 1440 H / 15 Oktober 2018 M.
Download juga kajian sebelumnya: Apakah Kata-Kata, “Aku Sedang Sakit” Merupakan Suatu Keluhan?
Program Kajian Kitab Adabul Mufrad - Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. di Radio Rodja
Simak program ini di Radio Rodja dan Rodja TV setiap:Senin malam, 20:00-21:30 WIB
Status program Kajian Kitab Adabul Mufrad: AKTIF
Kajian Ilmiah Tentang Menjenguk Orang Yang Pingsan – Kitab Al-Adab Al-Mufrad
Kita kembali mengkaji tentang akhlak, tentang adab dan etika. Pertemuan terakhir kita membahas tentang sabda Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam yang diakhirnya ketika Nabi menceritakan para Nabi, tentang orang-orang Shalih. Nabi mengatakan:
وَلَأَحَدُهُمْ كَانَ أَشَدَّ فَرَحًا بِالْبَلَاءِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِالْعَطَاءِ
“Salah seorang dari mereka sungguh lebih senang mendapat cobaan daripada kalian mendapat suatu pemberian.”
Sekarang kita sedang berada dizaman yang penuh dengan bala’. Setelah Lombok, kita melihat apa yang menimpa saudara-saudara kita di Donggala dan Palu, di Sumatera pun kita melihat terjadi banjir bandang, di beberapa daerah pun seperti itu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa salah seorang diantara mereka lebih bergembira dengan bala’ sebagaimana kegembiraan kalian dengan karunia.
Bisa kita lihat bagaimana gembiranya seseorang mendapatkan sebuah hadiah, mendapatkan sebuah karunia pemberian. Tapi dulu, orang-orang Shaleh ketika mendapatkan bala’, dia bahagia, gembira seperti gembiranya kalian mendapatkan anugerah. Karena mereka memandang dari sisi yang berbeda.
Kalau kita memandang musibah yang menimpa kita dari sisi sakit yang kita derita, derita yang kita rasakan, maka kita akan susah. Tapi kalau kita memandang dari sisi pahala yang Allah sediakan, cinta yang Allah berikan, derajat yang Allah akan karuniakan, tempat yang tinggi di surga Allah, orang bakal bahagia. Subhanallah.
Pernah seorang raja, ketika dia bersama pasukannya sedang menaklukkan sebuah negeri. Ada anak panah yang mengenai mata adiknya. Apa kata sang kakak menghibur adiknya? “Andaikata disingkap untukmu, apa yang Allah sediakan untuk dirimu dengan kesabaranmu ini, engkau akan berharap kehilangan mata yang satunya.”
Subhanallah, dunia ini fana. Kenyamanannya berbalut dengan kesedihan. Mungkin ana sekarang tersenyum, besok mungkin ana akan menangis. Mungkin para pemirsa Rodja TV dan pendengar Radio Rodja mungkin sebagian diantara kalian hari ini bersedih, tapi ketahuilah besok ada fajar yang terbit yang mengusir kegelapan malam.
Hadits no. 511
Berkaitan dengan membesuk orang yang pingsan, orang yang koma. Bagaimana kalau yang kita besuk ini pingsan. Dia tidak tahu dengan kehadiran kita, tapi kita lihat keindahan Islam. Bahwa seseorang ketika membesuk orang sakit itu bukan karena dia ingin setor muka, bukan. Karena dia ingin mencitrakan dirinya sebagai seorang yang Shalih. tapi dia melakukan hal itu karena dia tau yang sakit ini saudara dia. Punya hak yang harus ditunaikan. Yang kata Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ
Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang,