Lemah Lembut dan Santun merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Kitab Aktualisasi Akhlak Muslim yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Kajian ini disampaikan pada 2 Rabbi’ul Tsani 1440 H / 10 Desember 2018 M.
Download juga kajian sebelumnya: Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Kajian Tentang Lemah Lembut dan Santun – Aktualisasi Akhlak Muslim
Kita sampai pada akhlak yang berikutnya yaitu murah senyum dan bertutur kata yang santun. Ini merupakan salah satu akhlak yang dikenal oleh semua manusia. Bukan hanya oleh kaum muslimin, tapi juga orang-orang diluar Islam. Bahwa ini adalah salah satu sifat yang terpuji, sifat yang mulia.
Tentunya murah senyum dan kata-kata yang santun ini merupakan modal yang sangat besar didalam mendakwahkan Islam kepada manusia. Karena dakwah itu pada dasarnya adalah amalan lisan. Kita menyampaikan dakwah kepada manusia dengan lisan kita. Allah mengatakan dalam Al-Quran:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ …
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. ..”
Kata-kata yang santun, ini merupakan salah satu hikmah dan pengajaran teladan yang baik. Yaitu dengan retorika yang bersahabat dan merangkul manusia. Karena mereka kita ajak kepada sesuatu yang asing, sesuatu yang tidak mereka kenal. Maka kita perlu menampilkannya dengan cara yang terbaik, penuh kesantunan dan menunjukkan keakraban. Oleh karena itu para ulama menegaskan bahwa:
الأصل في الدعوة الرفق واللين.
“Asal (hukum) berdakwah adalah dengan lemah lembut dan keluwesan.”
Seperti pesan Allah kepada dua NabiNya, yaitu Musa dan Harun. Supaya berkata-kata yang baik kepada Firaun.
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ ﴿٤٤﴾
“maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.” (QS. Tha-ha[20]: 44)
Itulah asal didalam dakwah dan itu juga yang dipraktikkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengajak orang-orang musyrik kafir Quraisy dengan ajakan yang penuh dengan hikmah, kasih sayang, kelembutan, walaupun mereka memperlakukan beliau dengan perlakuan yang keji. Ada seorang tokoh Quraisy meletakkan kotoran unta pada punggung beliau ketika beliau sedang sujud. Tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap menjaga akhlak dan kata-kata beliau kepada mereka. Beliau bukanlah orang yang suka berkata keji dan suka mengumbar kata-kata yang keji.
Inilah modal yang sangat besar didalam berdakwah kepada manusia. Pada siapapun kita berdakwah, kepada keluarga, kepada istri kita, kepada suami kita, kepada anak-anak kita, dan juga kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, pada orang tua kita mungkin, saudara-saudara kita, kata-kata yang santun dan tampilan yang murah senyum ini merupakan modal yang sangat besar untuk dapat kita meraih kesuksesan didalam berdakwah.
Manusia memiliki hati dan hati mereka tersentuh dengan sesuatu yang lembut. Itu hati manusia. Maka Allah perintahkan NabiNya untuk berlaku lemah-lembut kepada orang-orang yang beliau dakwahi. Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّـهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ…
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku...