Pentingnya Aqidah Yang Benar dalam Meraih Kemenangan adalah tabligh akbar yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili Hafidzahullah pada Ahad, 21 Januari 2024 M / 9 Rajab 1445 H.
Tabligh Akbar Tentang Pentingnya Aqidah Yang Benar dalam Meraih Kemenangan
Pada kajian ini dibahas tentang tiga poin penting, yaitu:
* Definisi aqidah shahih, apa saja referensi-referensinya dan apa saja pondasi-pondasi aqidah yang penting?
* Dalil-dalil tentang akan ditolongnya umat Islam ini oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala apabila mereka berpegang teguh dengan menggenggam aqidah yang shahih.
* Apa sebenarnya pertolongan dari Allah tersebut dan apa saja cabang-cabangnya?
Definisi aqidah yang shahih
Aqidah secara makna bahasa berasal dari kalimat mengikat hati atas perkara-perkara yang sangat penting. Aqidah dinamakan demikian karena diambil dari kata “ikatan” yang merupakan sesuatu yang dikuatkan dengan perjanjian. Oleh karena itu akad-akad dinamakan akad karena merupakan suatu yang dikuatkan dengan perjanjian.
Aqidah shahihah adalah aqidah yang datang dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disampaikan kepada umatnya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberitahu bahwa umat ini akan terpecah belah menjadi 73 kelompok, semuanya di neraka kecuali satu. Ketika beliau ditanya tentang yang satu tersebut, beliau menjawab:
ما كان على مثل ما أنا عليه اليوم و أصحابي
Mereka adalah orang yang seperti aku dan para sahabatku hari ini berpegang teguh padanya.” (HR. Tirmidzi, Hakim, dan lain-lain.)
Maka aqidah yang shahihah adalah aqidah yang datang dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya, sedangkan yang menyelisihinya adalah bid’ah-bid’ah yang dibuat oleh mereka yang melaksanakan aqidah baru tersebut, mereka pun terpecah menjadi 72 kelompok yang semuanya adalah kelompok bid’ah dan sesat.
Aqidah yang shahihah adalah aqidah yang ditinggalkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk umatnya, dan di atasnya adalah para sahabat, imam-imam ahlus sunnah dari zaman dahulu hingga sekarang.
Aqidah shahihah memiliki referensi dari Kitabullah (Al-Qur’an), Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan ijma’. Tiga referensi ini adalah dasar aqidah yang benar dan tidak mungkin salah.
Aqidah yang benar berdiri di atas tiga pondasi penting: pertama, selamatnya aqidah shahihah dalam keyakinan tentang Allah Tabaraka wa Ta’ala; kedua, selamatnya aqidah dalam memahami agama Islam; dan ketiga, selamatnya aqidah dalam menerapkan hukum-hukum syar’i kepada hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalil-dalil Umat Islam Pasti Ditolong
Allah Tabaraka wa Ta’ala akan menurunkan pertolonganNya kepada umat ini, dan sesungguhnya ini adalah sesuatu yang nyata yang telah disebutkan di dalam dalil-dalil baik di dalam al-Qur’an dan di dalam sunnah Rasulillahi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ
“Sesungguhnya Kami pasti akan menolong Rasul-Rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari di mana semua saksi menyampaikan saksinya.” (QS. Ghafir[40]: 51)
Ini adalah firman dari Rabbul ‘Alamin, Allah Tabaraka wa Ta’ala,