Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • “Sumpah Pemuda”: Ikrar Muslim pada Allah

    Bukti cinta kita kepada tanah air ini adalah dengan berkarya, berbuat yang terbaik untuk masyarakat, dan memberi manfaat kepada sekitar. bahkan dalam bentuk kebaikan sekecil apapun itu. karena setiap orang mempunyai potensi masing-masing yang bisa dikembangkan dan dipersembahkan untuk kebaikan negeri ini. Kesimpulannya adalah mari kita beramal shalih untuk orang lain, masyarakat, dan negara. tentu itu dilakukan ikhlas mengharapkan ridha-Nya.


    Kata kunci dari kaitan keduanya antara konsekuensi ikrar kita kepada Allah dengan konsekuensi ikrar kita kepada negara adalah amal shalih. Amal shalih inilah yang sama-sama kita perjuangkan dan persembahkan kepada Allah. Karena dengan berusaha untuk beramal shalih inilah yang menjadikan kita mendapat Ridha-Nya.


    Maka benang merah yang bisa kita tarik dari peringatan hari “Sumpah Pemuda” adalah tadzkir atau mengingatkan. sejatinya bagi seorang muslim peringatan hari ini adalah mengingatkan akan sumpah atau ikrar antara dia dengan sang kuasa, untuk taat dan patuh akan syariat yang diturunkan kepadanya. Sekaligus memikirkan dan mengusahakan karya dan amal shalih apa bisa dipersembahkan untuk negeri ini.

    8 min
  • Ketika Rasulullah ﷺ Eksekusi Putri Pembesar Quraisy

    Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa suatu ketika, Urwah bin az-Zubair, salah seorang sahabat Nabi, bercerita kepada Az-Zuhri tentang kejadian yang ia saksikan sewaktu Nabi Muhammad ﷺ hidup. Ketika itu, katanya, Urwah melihat ada seorang wanita bernama Fatimah al-Makhzumiyyah, putri ketua suku Al-Makhzumi, pada hari Fathul Mekah kedapatan mencuri. Suatu pertemuan terbatas segera diadakan oleh beberapa tokoh Quraisy guna mengambil langkah-langkah pengamanan. Setelah melalui beberapa pertimbangan, disepakati bahwa Usamah bin Zaid diutus untuk melobi Rasulullah.


    Bukan tanpa alasan, kaumnya meminta kepada Usamah bin Zaid yang terkenal dekat dengan Nabi, karena ayahnya, Zaid bin Haritsah, adalah anak angkat Nabi. Mereka menemui Usamah dan memintanya agar menolong putri kepala suku itu sehingga nantinya tidak akan dihukum oleh Nabi Muhammad ﷺ.


    Maka, datanglah Usamah menemui Nabi dengan menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya. Wajah Nabi Muhammad ﷺ seketika berubah merah padam, tak dapat menahan keberangannya begitu mendengar laporan Usamah bin Zaid tentang kasus pencurian yang melibatkan seorang wanita bangsawan Quraisy dari Bani Makhzumiyyah. Kasus ini segera merebak menjadi berita utama di kalangan kaum Quraisy. Pasalnya, kasus ini dirasakan sangat mencoreng wajah dan merusak kredibilitas kaum Quraisy, yang selama ini disegani dan dihormati masyarakat Arab.


    Sebagai kepala negara yang berkuasa penuh, kaum elite Quraisy berharap Rasulullah ﷺ dapat meredam kasus ini sebelum pelakunya diseret ke sidang mahkamah pengadilan. Mereka yakin Usamah dapat bernegosiasi dengan Rasulullah karena selama ini Usamah dikenal sebagai orang dekat Rasulullah, bahkan dijuluki Hibbu Rasulillah, anak emasnya Rasulullah. Dan Ia termasuk anak muda yang pemberani.


    Dengan mudah Rasulullah ﷺ menangkap maksud terselubung di balik pembicaraannya dengan Usamah. Yakni, adanya upaya kolusi dan persekongkolan yang bertujuan memetieskan kasus pencurian tersebut. Karena itu, dengan nada tinggi Beliau berkata kepada Usamah: Apakah kamu mau menjadi pembela perkara yang melanggar batas-batas hukum Allah?”

    7 min
  • Bahaya Ta’ashub dan Ashobiyah

    Ada sebuah penyakit kronis dan bahaya yang laten menimpa kemanusiaan, penyakit yang menimpa individu dan masyarakat. Sebuah penyakit yang kalau telah memuncak, tidak mampu dibedakan mana orang yang terpelajar dan mana orang yang awam. Mana orang yang berperadaban dan mana yang barbar. Seorang yang dikenal memegang agama dan orang yang jauh dari agama. Penyakit ini adalah salah satu hal yang membuat manusia terpedaya. Sumber kezaliman, sebab saling membenci. Penyakit itu adalah penyakit yang disebut dengan ta’ashub dan ashobiyah (fanatik).


    Ta’ashub (fanatik) adalah semangat yang buta dan sikap tunduk yang mutlak. Cara pandang tanpa dilandasi dengan ilmu dalam memihak individu, kelompok, komunitas, partai, kabilah, atau garis keturunan secara berlebihan. Ta’ashub juga bisa dalam bentuk memihak suatu pemikiran dan keras kepala dalam membela suatu prinsip. Ta’ashub tidak memberi ruang pada toleransi. Juga tidak memberi kesempatan untuk memahami dan menerima pihak lain.

    Ahli hikmah mengatakan, “Ta’ashub adalah musuh yang tersembunyi. Banyak orang tidak mengetahui bahayanya yang besar dan dampaknya yang membinasakan. Ashobiyah adalah kebinasaan yang tumbuh pada jiwa manusia karena lingkungannya. Ta’ashub merobek-robek persatuan dan menghalangi ruh-ruh persatuan. Menyebarlah kemunafikan dan perpecahan.”

    Di antara bentuk nyata dari ta’ashub adalah meremehkan orang lain. Merendahkan hak-hak mereka. Tidak mengenal hak-hak mereka. Termasuk bentuk fanatik juga adalah mendahulukan kedekatan (subjektivitas) daripada kualitas seseorang. Fanatik juga berbentuk buruknya ucapan dan ungkapan. Hilang sifat lemah lembut seseorang yang ta’ashub tatkala berinteraksi dengan orang-orang yang kontra dengan mereka. Mereka pun melarang jamaahnya untuk berinteraksi dengan orang-orang yang menyelisihi mereka.

    9 min
  • Santri, Menjadi Generasi Terbaik

    Panutan umat manusia, nabi Muhammad ﷺ, suatu hari pernah menyatakan bahwa sebaik-baik generasi adalah generasi beliau. Dalam sabdanya yang diriwiyatkan oleh Bukhari-Muslim, “Sebaik-baik umat adalah mereka yang sezaman dengan zamanku, kemudian generasi yang sezaman setelah aku, kemudian generasi yang sezaman setelah mereka. Kemudian berikutnya akan datang suatu kaum yang menggemukkan diri, yakni dengan lemak, mereka memberikan kesaksian padahal tidak diminta kesaksiannya”.


    Dalam riwayat tersebut terdapat pernyataan yang tidak semata merupakan kalimat apriori yang melesat dari ruang hampa, akan tetapi sepenuhnya berdasarkan realitas yang bisa diteliti oleh sejarawan manapun di dunia. Keberhasilan Rasulullah ﷺ mencetak generasi unggulan mutlak berhubungan dengan posisi beliau yang disetting oleh Allah SWT sebagai murabbin zhahiran wa bathinan (pendidik lahir dan batin) yang prestasinya tidak mungkin tersaingi atau disamakan oleh keberhasilan pendidik manapun di dunia dari awal mula penciptaan hingga akhir zaman.

    Ulama adalah pewaris para nabi (al-’ulama warasatul anbiya), Ulama adalah pelita bagi bumi. Atas prinsip dasar ingin menciptakan generasi terbaik penerus ajaran Islam seperti yang dicontohkan oleh nabi Muhammad ﷺ, para ulama dan kiyai terdahulu bangsa ini mendirikan pesantren di setiap penjuru nusantara yang tersentuh dakwah Islam. Pondok pesantren dengan para santrinya mendalami ilmu agama untuk membangun peradaban yang lebih maju.


    Di Indonesia keberadaan lembaga pendidikan pondok pesantren yang berbasis Islam memiliki peranan yang sangat penting. Pondok pesantren dimaknai sebagai tempat seseorang untuk mencari ilmu keagamaan yang benar melalui bimbingan-bimbingan para guru yang dianggap memiliki pengetahuan luas terhadap agama oleh masyarakat sekitar.

    8 min
  • Dunia Jokowi dan Dunia Prabowo

    Dunia yang kita tinggali saat ini, sedang dalam perubahan besar. Serangan para pejuang Palestina ke Israel pada 7 Oktober tahun lalu dan balasan brutal Israel setelahnya seperti mengobrak-abrik tatanan dunia. Ia jadi penanda masa, jadi titik bersejarah, pemisah antara dunia sebelum dan setelahnya. Serangan dan agresi itu membuat kondisi geopolitik dunia yang dihadapi oleh Prabowo Subianto yang dilantik Ahad lalu, jauh berbeda dengan kondisi sepanjang Presiden Joko Widodo menjabat.


    Pembiaran atas genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza mengikis sampai hampir habis kepercayaan terhadap tatanan dunia lama. Standar ganda moralitas Barat, yakni Eropa dan Amerika Serikat yang sedianya sudah lama diterapkan, makin kentara dan tak bisa lagi disembunyikan. Nyawa orang-orang, ternyata tak sama harganya di mata Eropa dan Amerika. Sementara badan-badan dunia yang seharusnya membuat hubungan negara-negara jadi lebih tertib, terus dilecehkan oleh Israel yang didampingi Amerika Serikat dan sebagian negara-negara Eropa. Seruan Mahkamah Internasional tak diindahkan, resolusi Dewan Keamanan PBB menguap begitu saja, penjahat-penjahat perang bebas membunuh tanpa konsekuensi.


    Ada pepatah lama Arab yang kabarnya datang dari Khalifah Umar ibn Khattab bahwa “Insan adalah putra-putri dari zamannya”. Pada masa dan kondisi dunia yang banyak disebut para pandit cenderung multipolar dengan segala konsekuensinya inilah, Pak Prabowo bakal bertugas. Indonesia kian sukar bermain sebagai pemain yang pasif di dunia yang seperti itu. Indonesia tak bisa lagi hanya melihat ke dalam sementara terkesan mengabaikan kejadian-kejadian akbar geopolitik.


    8 min
  • Pidato Perubahan Untuk Indonesia

    Apakah Prabowo bisa membawa perubahan? Pertanyaan sederhana masyarakat Indonesia ketika menyaksikan pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden kedelapan Republik Indonesia Ahad kemarin di Kompleks Parlemen, Jakarta. Pelantikan tersebut menandai dimulainya pemerintahan lima tahun Prabowo Subianto sebagai Presiden. Pidatonya di podium yang berapi-api setelah pengambilan sumpahnya sebagai Presiden, menunjukkan kesungguhannya untuk membangun Indonesia lebih baik.


    Beberapa pernyataannya yang tegas terkait pengurangan korupsi, kemandirian pangan dan energi, pengentasan kemiskinan, pembelaannya pada kemerdekaan Palestina dan persoalan kebangsaan lain, serta seruannya untuk semua komponen bersatu, cukup meyakinkan bahwa untuk kepentingan rakyat bisa membangun Indonesia yang maju. Pidatonya terkait pembelaan terhadap wong cilik, petani dan nelayan, sangat perlu dicamkan untuk alokasi sumber daya pembangunan ke depan.


    Kepemimpinan untuk rakyat yang jelas dan berani seperti itu sangat perlu, untuk memberi arah bagi seluruh rakyat, agar semuanya dapat berjibaku membangun negeri. Sepertinya rakyat merasa bahwa salah satu aspek kepemimpinan yang jarang dibicarakan oleh pemimpinannya adalah keberanian. Memimpin dengan keberanian bukan sekadar mengambil langkah berani, tetapi melakukannya dengan tekad yang kuat, kompas etika yang kuat, dan visi kesuksesan yang mengundang banyak orang untuk berperan. Bahkan lawannya akan menjadi kawan untuk visi kesuksesan bangsa.

    8 min
  • Jauhkan dari Pemimpin Jahil

    Dalam sebuah Riwayat Sayyidina Umar bin khatab pernah berkata, “Pahamilah agama sebelum memimpin”. Perkataan sayyidina Umar ini menegaskan bahwa memahami agama merupakan pra-syarat menjadi pemimpin. Karena itu sebelum menjadi pemimpin diharuskan mempelajari agama terlebih dahulu. Alasannya karena jika pemimpin tidak memahami agama maka akan lahir kepemimpinan orang-orang jahil. Jika sudah muncul pemimpin jahil, yang tidak memahami agama, maka kehancuran suatu umat sudah di depan mata.


    Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada sahabat beliau, Ka’ab Bin Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari kepemimpinan orang-orang yang jahil”. Ka’ab bertanya “Seperti apakah kememimpinan yang jahil itu, ya Rasulallah?”

    Rasulullah ﷺ bersabda, Yaitu para pemimpin setelahku. Mereka tidak menggunakan petunjuk-ku dan tidak menjalankan Sunnah-ku.


    Rasulullah ﷺ melanjutkan, “Siapa saja yang membenarkan mereka atas kedustaannya dan menolong mereka atas kezalimannya, maka mereka bukan bagian dariku dan aku bukan bagian dari mereka. Mereka tidak akan datang padaku di telagaku nanti. Dan siapa saja yang tidak membenarkan mereka atas kedustaannya dan tidak menolong mereka atas kezalimannya, maka mereka bagian dariku dan aku bagian dari mereka. Mereka akan datang padaku di telagaku nanti. (HR. Hakim)


    Dari perkataan sayyidina Umar di atas juga menegaskan bahwa siapa saja yang memahami agama, dia harus berupaya untuk menjadi pemimpin. Karena jika tidak, posisi kepemimpinan akan diisi oleh orang-orang yang jahil. Allah mengajarkan kita untuk selalu berdoa, “Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang bertaqwa”.


    Dunia ini hanya akan beres jika dikuasai dan diatur oleh orang-orang yang faham agama. Yaitu orang-orang yang karena pemahamannya akan selalu terikat pada hukum Allah. Mereka akan menjadikan kepemimpinan untuk berkhidmat kepada agama dan hamba-hamba Allah. Allah SWT berfirman, “Sungguh bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang Saleh. (QS. Al-Anbiya, ayat 105).


    Maksud ayat tersebut, bumi ini hanya berhak dimakmurkan oleh orang yang saleh. Hanya orang yang salehlah-lah yang layak memakmurkan bumi. Ketika bumi dikelola oleh orang-orang yang saleh pasti bumi ini akan beres. Ketika orang-orang saleh menjadi pemimpin, pasti akan menjadi kebahagiaan bagi pemimpin dan yang dipimpin.

    7 min
  • Audisi Calon Menteri Cegah Kejar Setoran

    Setiap presiden menuliskan kisahnya sendiri untuk memilih menteri. Ada yang melibatkan badan intelijen sampai KPK, melakukan audisi terbuka atau tertutup. Prabowo Subianto yang akan dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024 punya cara sendiri untuk memilih menteri. Caranya, menurut Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Prabowo memeriksa latar belakang, uji kelayakan dan kepatutan, hingga wawancara tatap muka.


    Pelibatan pimpinan parpol dalam menentukan menteri sebuah keniscayaan. Satu syarat mutlak dimintakan Prabowo kepada pimpinan partai. “Saya sudah sampaikan kepada semua partai yang mau bergabung dalam koalisi saya. Terang-terangan saya katakan semua ketua umum, jangan menugasi menteri-menteri yang Saudara tunjuk, di pemerintah yang saya pimpin, jangan Saudara tugasi untuk cari uang dari APBN, APBD,” katanya beberapa hari yang lalu.


    Penegasan Prabowo itu memperlihatkan komitmennya yang kuat untuk menciptakan kabinet yang bebas dari korupsi. Poin ke-7 visi Prabowo ialah memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan. Waktu itu juga presiden Joko Widodo mempunyai komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Karena itu, saat menjabat periode pertama pada 2014, Jokowi melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menyeleksi menteri.


    KPK memberikan masukan latar belakang menteri dan menandai menteri-menteri yang rekam jejaknya meragukan. Ketika itu dinamika seleksi calon menteri diwarnai dengan pemberian spidol merah dan kuning dari KPK kepada beberapa nama kandidat menteri yang diduga terlibat kasus hukum. Namun, meski sudah melibatkan KPK dan PPATK, pada periode pertama Jokowi masih terdapat menteri yang dihukum karena korupsi. Karena itu, KPK tidak dilibatkan lagi dalam seleksi menteri pada periode kedua Jokowi.


    Seleksi menteri sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. Peraturan perundang-undangan hanya menyebut enam syarat menteri, antara lain, sehat jasmani dan rohani serta memiliki integritas dan kepribadian yang baik. Suka-suka presiden menentukan kriteria tambahan untuk penentuan calon menteri dan setiap presiden punya pertimbangan masing-masing. Presiden Soeharto, seperti pernah dituturkan Cosmas Batubara, sangat memperhatikan perimbangan pulau-pulau besar, sehingga menteri yang menjabat punya latar belakang etnisitas Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan seterusnya.

    7 min
  • Ulama dan Nahi Munkar

    Ulama, bukan sebuah profesi. Namun, wujud ulama merupakan amanah dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Amanah adalah kemampuan untuk menjaga dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Karena itu, aktifitasnya bisa terlibat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat; ekonomi, sosial, politik, budaya dan bidang lainnya. Amanah, salah satunya dipraktikkan dalam bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Menebar kebaikan, mencegah kemunkaran. Di sini, ulama tidak boleh diam. Dan haram mendiamkan kemunkaran.


    Persoalan besar sekarang, seruan ma’ruf telah banyak. Tapi masih minim peringatan terhadap yang munkar. Sehingga kerusakan makin mudah menyebar. Imam Ibnu Hajar meriwayatkan hadis Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika telah nampak fitnah agama, maka orang berilmu (alim) wajib menampakkan ilmunya” (HR. al-Hakim).

    Biasanya, krisis yang menimpa suatu negara dan masyarakat berakar dari kerusakan yang menimpa para ulamanya. Maka dari itu, ada ulama yang mengatakan kewajiban nahi munkar harus lebih dibebankan kepada ulama. Allah SWT berfirman: “Hendaklah di antara kalian ada segolongan umat yang memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan Merekalah termasuk orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

    Ulama juga berperan sebagai alat menyebar kepentingan Islam dan kaum Muslimin, memberi keadilan, dan menjaga kesejahteraan ruhani. Ulama harus menjadi rujukan dan diminta pandangannya tentang kepentingan agama dan bangsa. Menunjukkan kewibawaan ilmunya, bukan tunduk kepada penguasa. Ulama tidak boleh ditinggalkan, sebagaimana agama tidak boleh ditinggalkan oleh negara. Ulama, juga harus memberikan kontribusinya dengan nasihat dan peringatan terutama nasihat-nasihat tauhid dan adab kepada pemimpin.

    8 min
  • Pilpres Amerika Serikat dan Islamophobia

    Kini pilpres Amerika Serikat kembali memanas. Ada dua kandidat yang bertarung. Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republikan. Saya tidak tertarik membahas kebijakan luar negeri mereka. Karena siapapun Presidennya jika sudah menyangkut kebijakan luar negeri sama saja. Baik dari Partai Demokrat maupun Republican sama-sama syetan (evil). Akan tetapi jika merujuk kepada kebijakan domestik kami masih diuntungkan oleh Partai Demokrat. Bukan secara nilai, Demokrat adalah Partai liberal yang mendukung banyak hal yang secara moral keagamaan tidak kita terima. Tapi minimal mereka memberikan ruang untuk komunitas Muslim bernafas dan bergerak. Inilah yang kita tangkap sebagai peluang untuk bermanuver melakukan “gerakan perubahan” untuk perbaikan.


    Dengan segala keburukan yang ada di Partai Demokrat dan Kamala Harris, kali ini nampaknya Komunitas Muslim akan cenderung memilihnya. Ada suara-suara yang menyerukan “boikot total” pilpres. Tapi saya pribadi menyerukan untuk mengambil bagian minimal sebagai ikhtiar agar “the big evil” tidak menang dan kembali dengan kebijakan dan karakter yang ugal-ugalan. Ancaman Trump jelas. Walaupun kali ini yang diancam secara langsung adalah “imigran”. Namun kita sadar bahwa kata imigran itu mencakup Komunitas Muslim yang masih diidentikkan sebagai pendatang.


    Poinnya adalah Islamophobia kembali menggeliat karena pilpres Amerika yang sedang memanas. Tapi kali ini lebih runyam lagi karena faktor Gaza dianggap membahayakan Amerika. Banyak politisi yang membalik realtà seolah karena peristiwa Gaza, Amerika terancam oleh Komunitas Muslim dan Arab. Puluhan ribu nyawa rakyat sipil, khususnya anak-anak dan wanita melayang. Tapi mereka membangun persepsi seolah komunitas Muslim dan Arab yang menjadi ancaman. Itulah realita yang pahit. Tapi sayangnya umat seringkali menjadi apatis dan tidak bisa berbuat apa-apa. Apakah ini akan terus berlanjut?

    9 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air