Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Cinta untuk Rafah

    Jika aku harus mati,

    kamu harus hidup

    untuk menceritakan kisahku,

    menjual barang-barangku, membeli sehelai kain

    dan beberapa tali,

    sehingga seorang anak, di suatu tempat di Gaza

    sambil menatap mata surga menunggu ayahnya

    yang pergi dalam kobaran api

    dan tidak mengucapkan selamat tinggal kepada siapa pun, bahkan kepada dirinya sendiri,

    pun tidak melihat layang-layang, layang-layang yang kau buat,

    terbang di atas dan berpikir sejenak ada malaikat

    yang membawa kembali cinta

    Jika aku harus mati

    biarlah membawa harapan

    biarlah menjadi dongeng.

    Sajak Jika Aku Harus Mati (If I Must Die) ini ditulis Refaat Alareer, penyair Palestina yang gugur beserta enam anggota keluarganya karena bom Israel, tujuh bulan lalu. Saya tidak tahan lagi untuk menuliskan kembali soal Palestina. Itu, terutama setelah mata saya tertumbuk pada penggalan sabda manusia agung Nabi Muhammad SAW. Kata Nabi, "Man la yarham, la yurham." Artinya, 'siapa yang tidak bisa menyayangi, tidak akan mungkin disayangi', terutama oleh Sang Maha Penyayang, Allah SWT.

    11 min
  • Kekuasaan Itu Candu

    Suatu hari saat Islam sudah jaya dan menyebar ke seluruh jazirah dan banyak sahabat nabi diangkat menjadi gubernur, Sahabat Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah tidakkah anda menjadikanku sebagai pejabat? Kemudian Rasulullah menepuk bahu Abu Dzar seraya bersabda, “Wahai Abu Dzar, kamu ini lemah (untuk memegang jabatan) padahal jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar.” (HR Muslim).

    7 min
  • Pancasila dalam Pengamalan

    Bicara Pancasila menjadi semakin bermakna jika kita bincangkan dalam topik pengamalan Pancasila. Alasannya, antara lain karena saat ini kita hampir-hampir tidak melihat bagaimana Pancasila diamalkan. Tulisan sederhana ini mencoba mendaur ulang pengamalan Pancasila terutama oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa dan negara seperti berikut ini.


    “Biasakan yang benar. Bukan membenarkan yang biasa.” Demikian kutipan KH. Ahmad Dahlan yang sekurang-kurangnya menggambarkan tentang dua hal. Pertama, bahwa sesuatu yang benar/haq secara alami akan menemukan jalannya untuk memasuki ruang berfikir dan berempati melintasi berbagai perbedaan termasuk perbedaan keyakinan. Kedua, sebagai penggambaran terlalu sulitnya mencari keteladanan dalam pemikiran dan praktik kehidupan secara umum, dan secara khusus dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan dewasa ini. Akibatnya kita harus menggali warisan tradisi pemikiran dan praktik dari para the founding fathers.

    9 min
  • Mengurai Gagalnya Kesejahteraan

    Gagalnya model negara kesejahteraan yang diterapkan Barat, seharusnya dijadikan bahan pelajaran yang bagus untuk merenungkan kembali kesalahan apa yang telah negara ini lakukan. Terlebih, Indonesia adalah negara yang paling sulit keluar dari belenggu krisis ekonomi. Hasilnya potret buram kesejahteaan semakin menjadi, bukannya negara kesejahteraan yang didapat melainkan terjadi ketimpangan sosial yang tajam. Padahal negara kesejahteraan dipandang sebagai bentuk keterlibatan negara dalam memajukan kesejahteraan rakyat yang berimplikasi pada mencuatnya bukti-bukti empirik mengenai kegagalan pasar (market failure) pada masyarakat kapitalis dan kegagalan negara (state failure) pada masyarakat sosialis.


    Sebaiknya pemerintah melakukan restrukturisasi ekonomi, mengefektifkan kembali kapasitas-kapasitas yang dimilikinya sehingga pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat dalam menindak tegas para konglomerat yang tidak kooperatif dan menjadi modal kuat dalam melakukan negosiasi dengan lembaga-lembaga keuangan internasional. Dengan begitu, legitimasi pemerintah dengan sendirinya akan menguat. Untuk itu negara ini tidak boleh dipenjara oleh kepentingan elit asing. Negara ini harus menjadi pelopor dalam merumuskan kebijakan sendiri tanpa kungkungan negara lain. Jangan sampai negara ini berubah menjadi oligarki absolut yang dikendalikan sekelompok orang atau kekuatan tertentu (plutokrasi) apalagi menjadi negara bagi para pencuri (kleptokrasi).

    9 min
  • Kemuliaan Uwais Al-Qarni

    Muncul pertanyaan, apakah orang-orang mulia karena ketakwaannya kepada Allah selalu dimuliakan juga oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya? Jawabnya, “tidak selalu” karena secara faktual ada beberapa orang mulia di sisi Allah keberadaannya diremehkan oleh masyarakat disebabkan tidak memiliki latar belakang tertentu yang bersifat duniawi seperti jabatan penting, kekayaan melimpah, nasab tinggi, dan lain sebagainya. Tentu saja ada banyak orang mulia di sisi Allah yang juga dihormati dalam masyarakat karena memiliki kriteria-kriteria tertentu yang berlaku di masyarakat seperti tersebut di atas.


    Salah satu contoh dalam catatan sejarah orang mulia di sisi Allah tetapi tidak dihormati oleh masyarakat adalah Uwais Al-Qarni. Pemuda miskin penduduk desa Qaran di Yaman. Dia menjalani kehidupan yang sulit bersama ibunya yang seorang janda. Ia pernah menderita penyakit kusta. Pakaiannya hanya ada dua helai. Uwais Al-Qarni bekerja sebagai penggembala hewan ternak dengan upah tak seberapa. Dengan keadaan Uwais yang seperti itu ia sering ditertawakan, diolok-olok, dihina, dan dituduh mencuri ini mencuri itu. Tetapi semua perlakuan masyarakat seperti itu ia terima dengan sabar.

    9 min
  • Sekali lagi tentang Gaza dan Pertolongan Allah

    Kapan kemenangan dari Allah akan datang? Banyak orang yang mengajukan pertanyaan ini saat melihat apa yang terjadi di Gaza, Palestina. Allah menjanjikan kemenangan bagi orang-orang beriman, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa” (QS. Al-Furqon, ayat 55).


    Tapi di sisi lain, juga ada pernyataan dalam Al-Qur’an bahwa kita harus menyeimbangkan dengan kenyataan bahwa pertolongan dari Tuhan tidak segera datang. Terkadang ia membutuhkan perjuangan yang panjang. Allah berfirman, “Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat” (QS. Al-Baqarah, ayat 214).

    9 min
  • Jangan Jadi Penghambat Dakwah

    Jika mau digambarkan, Indonesia saat ini mirip dengan apa yang dijelaskan Allah Subhana wata’ala ada dalam Qur’an surah Al ‘Araf. Tujuan dari surah ini adalah perintah agar manusia menentukan pilihan hidupnya. Surah Al ‘Araf turun saat Nabi Muhammad ﷺ telah memulai dakwahnya secara terbuka. Ketika dakwah berlangsung dilakukan secara terbuka, maka timbul konfrontasi seperti yang kita kenal seperti sekarang. Yakni konfrontasi antara al-Haq dan al-Bathil.


    Konfrontasi ini, tentu saja, risikonya sangatlah berat. Namun demikian, konfrontasi semacam ini akan terus berlangsung. Itulah mengapa dalam surah Al ‘Araf banyak menceritakan tentang kisah para nabi. Sebab pada intinya, perjuangan para nabi adalah suatu perjuangan membela kebenaran dan melenyapkan kebathilan. Kita tahu, perjuangan para Nabi pembawa risalah kebenaran memakan waktu panjang dan sangat berat. Tapi pada akhirnya selalu Al Haq yang menang.


    Kemudian di dalam Al-Qur’an juga menceritakan tentang orang-orang yang menentukan pilihan dan yang tidak. Sedangkan pilihan dalam hidup hanya ada dua, yaitu kebenaran al Islam dan kebathilan. Allah telah mengetengahkan banyak contoh tentang orang yang menentukan sikap, misalnya, para tukang sihirnya Fir’aun. Ketika Fir’aun menentang Nabi Musa Alaihi salam dengan membawa tukang sihir. Para Tukang Sihir berkata, kalau kami menang, apa ganjaran yang kami dapatkan. Maka dijawab Fir’aun, saya akan memberi upah yang besar dan akan dekat dengan kami. Apa yang terjadi?. Begitu tukang sihir menyaksikan mukjizat yang ada pada Nabi Musa, mereka langsung menyatakan sikap; saya beriman kepada tuhannya Musa. Kemudian ketika diancam oleh Fir’aun akan dipotong tangannya, kakinya, dan disalib, tukang-tukang sihir dengan mantap menentukan sikap mereka dengan gagah. “Lakukan apa yang kamu mau lakukan,” kata tukang-tukang sihir itu tanpa ragu.

    8 min
  • Tapera, Menyesakkan Pekerja, Mengenakkan Penguasa

    “Tambahan Penderitaan Rakyat”, “Tagihan Peras Rakyat”, “Tabungan Pemalakan Rakyat”, atau “Tabungan Pejabat dari Rakyat”. Sejumlah pelesetan tersebut adalah respons sebagian warga terkait kebijakan pemerintah baru-baru ini. Presiden Jokowi telah meneken PP No. 21/2024 yang mengatur tentang Perubahan atas PP No. 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dalam PP tersebut, gaji pekerja di Indonesia seperti PNS, karyawan swasta, dan pekerja lepas akan dipotong 3% untuk dimasukkan ke dalam rekening dana Tapera.


    Polemik Tapera sebenarnya sudah bergulir sejak penerbitan PP Tapera pada 2020. Tapera kembali ramai menjadi perbincangan setelah pemerintah mengubahnya baru-baru ini. Meski sebagian besar isinya tidak banyak berubah, tetap saja pemotongan 3% gaji pekerja untuk Tapera sangat membebani rakyat. Program ini diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang yang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Iuran Tapera hanya bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan perumahan dan/atau dikembalikan pokok simpanan berikut hasil pemupukannya setelah kepesertaan berakhir. Namun, kebijakan ini ditentang banyak pihak, terutama pekerja.


    8 min
  • PKS Diantara Anies dan Istana

    Publik pasti penasaran: apakah PKS akan tetap memilih Anies sebagai cagubnya di Jakarta? Konsekuensinya, PKS tidak masuk koalisi istana bulan oktober nanti. Oposisi lagi... oposisi lagi... cukup berat. Atau akankah PKS bergabung dengan istana dengan ikut mengusung Ridwan Kamil? Jika ini jadi pilihan, apakah ada dampak serius terhadap konstituen PKS yang notabene lebih menginginkan Anies Baswedan untuk maju di pilgub Jakarta. PKS tentu punya jawaban dan kalkulasi politiknya sendiri.


    Jelang pendaftaran Agustus nanti, publik akan tahu apa jawaban PKS. Tetap konsisten mengusung Anies? Atau pindah ke gerbong Ridwan Kamil untuk bergabung dan memulai hidup baru bersama koalisi istana.

    8 min
  • Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 22 Zulqodah 1445 H/ 31 Mei 2024


    Nabi Yahya, Pemuda yang Dirindu Sejarah

    Oleh: Edgar Hamas


    Al-Quran selalu ajaib. Lebih ajaib lagi, ketika dalam ayat-ayatnya kita menemukan rumus hidup yang menggairahkan, menginspirasi, menjadi ilham dalam menjalani ruang dan waktu. Salah satu keajaibannya adalah; Al-Quran banyak menceritakan kisah-kisah pemuda. Baginda nabi Ibrahim, ketika beliau menghancurkan berhala-berhala, beliau sedang remaja. Nabiyullah Daud, memenangkan perang melawan Goliath, ketika beliau sedang remaja. Nabi Ismail, ketika beliau ridho dan sabar rela menerima perintah penyembelihan dirinya, beliau sedang remaja. Ashabul Kahfi yang melegenda, bersembunyi di goa dan Allah istirahatkan mereka selama 309 tahun menjaga keyakinan mereka, di masa muda.


    Menukilkan apa yang disampaikan oleh Hasan Al-Banna dalam sebuah tulisannya, “Dalam roda sejarah ini, Allah SWT mengilhamkan pada kita satu hal yang begitu penting. Dari kalam-Nya Allah jelaskan ribuan ayat cerita yang sebagian besarnya menjadikan pemuda sebagai aktor inti sejarah. Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.” Termasuk Nabi Yahya bin Zakaria. Seorang yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi teladan, menahan diri dari hawa nafsu dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.


    Nabi Yahya lahir dari penantian panjang dan doa-doa yang tidak pernah terputus. Beliau adalah regenerasi lelaki sholeh penjaga Masjid Al-Aqsha, nabi Zakaria alaihissalam. Nabi Yahya bukan sekadar sseseorang yang lahir dari proses yang biasa. Kelahirannya dihiasi dengan sejarah yang melegenda; tentang Nabi Zakaria yang tak berhenti berharap, tentang kuasa Allah membuat Istri Nabi Zakaria yang telah sepuh ternyata bisa kembali mengandung, dan tentang keberkahan Baitul Maqdis. Mengapa membahas nabi Yahya menjadi sesuatu yang istimewa? Sebab beliau menjadi gambaran remaja yang dianugerahi Allah ilmu dan kebijaksanaan. Ketika remaja lain masih sibuk bermain-main, Allah memberi Yahya muda sebuah resep hidup khusus, yang kelak akan melahirkan kepribadian melampaui zamannya, melampaui usianya.


    Alquran menggambarkan nilai hidup Nabi Yahya dengan bahasa yang memikat, “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, pada hari ia meninggal, dan pada hari ia dibangkitkan kembali” terabadikan dalam ayat 15 Surah Maryam. Perhatikan, Allah memberkahi Nabi Yahya dalam 3 keadaan yang didambakan kebaikannya oleh semua manusia; Satu, awal hidupnya disayangi. Dua, ketika ia wafat pun dicintai. Dan tiga, bahkan ketika ia bangkit di hari penghakiman nanti, rahmat turun menghiasi. Apa sebab keistimewaan Nabi Yahya itu? Ayat-ayat ini menjawabnya dengan cerdas.


    “Dan kami berikan padanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak” (QS. Maryam, ayat 12)

    Ketika kita menengok sejarah orang-orang besar, mereka menjalani sebuah percepatan cara berfikir yang melebihi kawan-kawan seusianya. Soekarno, ketika usianya 18 tahun, telah berkeliling Jawa menemani HOS Tjokroaminoto dalam rapat-rapat dan diskusi menentukan konsep sebuah Negara. Badiuzzaman Said Nursi, ia digelari ‘keajaiban zaman’ sebab di usianya yang belia -di usianya 15 tahun- ia telah menjadi rujukan Ulama di zamannya, memenangkan debat, dan menguasai banyak cabang keilmuan. Menjadi bijaksana pada saat remaja adalah salah satu tanda kebesaran jiwa, berhasilnya pendidikan orangtuanya, dan buah dari penjelajahan dirinya atas keadaan masyarakatnya.

    9 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air