
Sign up to save your podcasts
Or


kita perlu dan harus kembali membangun kesadaran bahwa masalah Palestina bukan konflik dua kelompok. Tapi isunya adalah penjajahan; penjajah dan terjajah. Dan isu yang lebih kini adalah bahwa kekejaman; pembunuhan massal, penghapusan etnis dan genosida yang sudah di luar ambang nalar sehat manusia itu bukan sekedar dipicu oleh serangan 7 Oktober 2023 lalu. Tapi memang itulah prilaku penjajah Israel yang tidak manusiawi dan tidak memiliki hati nurani. Dan ingat, hal ini sudah terjadi sejak 75 tahun lalu. Nothing is new! What a tragedy in a world claimed to be modern and civilized!
“Tajuk Rasil”
Senin, 5 Zulqaidah 1445 H/ 13 Mei 2024
Para Jagoan di Pulau Jawa
Oleh: Tony Rosyid, pengamat politik dan pemerhati bangsa
Ada lima pilgub di pulau Jawa. Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Di Jakarta, nama Anies mulai santer muncul. Terkonfirmasi Anies akan maju dengan dukungan PKS, Nasdem dan PKB. Mungkin juga PDIP. Anies akan didampingi oleh Igo Ilham, kader PKS yang pernah dua kali menjadi anggota DPRD DKI.
Anies kemungkinan akan berhadapan dengan Heru Budi, PJ gubernur DKI saat ini. Atau malah Kaesang, putra Jokowi yang sekaligus menjadi ketua PSI. Nama Sudirman Said juga muncul, tapi belum diketahui dari mana tiket partainya.
Di Banten ada nama Airin. Mantan wali kota Tangsel ini dianggap memiliki kans yang cukup besar. Selain populer, Airin adalah adik ipar dari Ratu Atut, mantan gubernur Banten. Orang menyebut Airin sebagai darah biru. Kemungkinan Airin akan berhadapan dengan incumbent yaitu Wahidin Halim dari Nasdem dan Rano Karno dari PDIP.
Di Jawa Barat ada Ridwan Kamil. Kader Golkar sekaligus incumbent. Kemungkinan Ridwan Kamil diusung oleh Golkar dan Gerindra. Boleh jadi semua partai koalisi Prabowo-Gibran ikut merapat. Selain Ridwan Kamil, nama Dedi Mulyadi, mantan bupati Purwakarta juga menjadi pembicaraan publik. Dedi adalah kader dan sekaligus anggota DPR dari Gerindra. Jika Dedi Mulyadi maju, kemungkinan Ridwan Kamil jadi menteri Prabowo. Prabowo perlu mengamankan suara Jawa Barat untuk pilpres 2029. Apakah Ridwan Kamil atau Dedi Mulyadi yang diajukan, mereka akan menghadapi calon dari PKS dan PDIP. PKS kabarnya akan mengusung Ahmad Syaikhu, presiden PKS. Sementara PDIP belum memunculkan nama.
Di Jawa Tengah, nama Sudaryono sangat santer. Balihonya ada di setiap sudut kota di Jawa Tengah. Sepanjang jalan tol, anda akan menemukan foto Sudryono terpampang. Ini bukti bahwa Sudaryono sangat siap untuk nyagub. Sudaryono adalah ketua DPD Gerindra Jawa Tengah. Ia maju, kabarnya karena perintah atau instruksi langsung dari Prabowo, presiden terpilih 2024-2029.
“Tajuk Rasil”
Jumat, 2 Zulqaidah 1445 H/ 10 Mei 2024
Para Wanita Pejuang Baitul Maqdis
Artikel Hidayatullah.com
Dalam sejarah Islam, para pejuang Baitul Maqdis dan Palestina secara umum tidak hanya diisi oleh para lelaki. Jatuh bangunnya Baitul Maqdis, juga diwarnai oleh para pejuang wanita yang namanya tidak sepopuler para pejuang laki-laki. Jauh sebelum Nabi Muhammad ﷺ lahir hingga menjadi nabi dan rasul, telah dikenal figur wanita suci bernama Maryam. Ini bisa dibaca dalam surah Ali Imran ayat 35 sampai 37 yang mengisahkan bagaimana Ibu Maryam (Hannah binti Faqud) yang bernazar bahwa anak yang dikandungnya akan dipersembahkan untuk beribadah dan berkhidmat di Baitul Maqdis.
Umumnya, pada waktu itu, anak laki-laki yang menjadi kebanggaan orang tua dan diorientasikan untuk mengabdi di Baitul Maqdis. Rupanya, kehendak Allah lain, Hannah melahirkan perempuan. Meski demikian, perempuan ini adalah perempuan luar biasa yang akan melahirkan manusia pilihan dan tetap diberikan tempat tersendiri untuk berkhidmat dan beribadah kepada Allah di Baitul Maqdis. Dialah Maryam binti Imran. Maryam kemudian menjadi perempuan ahli ibadah, dan berkhidmat di Baitul Maqdis hingga nanti dipilih Allah menjadi wanita luar biasa yang akan melahirkan Nabi Isa.
Pada zaman Nabi Muhammad ﷺ, ada juga wanita yang perhatian terhadap masalah Baitul Maqdis. Pertama misalnya mantan budak wanita Rasulullah bernama Maimunah binti Sa’ad. Dalam sebuah Riwayat, dari Maimunah mantan budak Nabi ﷺ, ia berkata: “Wahai Rasulullah, berilah kami fatwa berkenaan dengan Baitul Maqdis,” Rasulullah bersabda: “Ia adalah bumi Al Mahsyar dan Al Mansyar (tempat dikumpulkannya manusia pada hari kiamat), datangi dan shalatlah kalian di sana, sebab shalat di dalamnya seperti shalat seribu kali di tempat lainnya.” Aku bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika saya tidak bisa ke sana?” Rasulullah menjawab: “Memberi minyak yang dengannya lampu bisa dinyalakan di dalamnya, barangsiapa melakukan itu, maka ia seperti telah mendatanginya.” (HR. Ibnu Majah)
“Tajuk Rasil”
Selasa, 28 Syawal 1445 H/ 7 Mei 2024
Merawat Persatuan dan Kesatuan Umat Islam
Banyak ulama yang mengatakan, jika saja umat Islam saat ini bersatu padu. Maka tak butuh rudal, tank, senapan atau peralatan militer canggih apa pun untuk melawan Zionis Israel. Cukup dengan boikot semua produk yang mendukung ekonomi mereka dengan serentak saja, negeri zionis Yahudi itu pun akan terkapar. Persoalan utamanya memang pada kita. Kita yang terpecah-belah. Celah-celah dalam retakan bangunan bernama “umat Islam” itu kemudian disusupi oleh sentimen-sentimen yang diciptakan oleh musuh Islam dengan memanfaatkan kedhoifan atau terkadang nafsu dalam diri individu-individu atau golongan-golongan umat Islam sendiri.
Dengan munculnya ikhtilaf (perbedaan) di Tengah-tengah umat pun menjadi iftiraq (perpecahan). Padahal, perbedaan adalah keniscayaan. Sedangkan perpecahan adalah sesuatu yang dilarang Allah SWT. Perselisihan dan perpecahan umat Islam tidak akan memberi sesuatu kecuali kehinaan, konflik, kehancuran dan kemunduran peradaban. Bukankah negeri ini juga dijajah dengan strategi politik devide et impera, dibuat terpecah dan saling bertikai? Jawabannya tidak lain karena dengannya bangsa Indonesia mudah untuk ditaklukkan.
Bicara Indonesia, umat Islam merupakan komponen terbesar di negeri ini. Maka, gejolak apapun yang terjadi dalam umat Islam dipastikan akan mempengaruhi stabilitas negara. KH. Hasyim Asy’ari pernah mengatakan: “Dalam persatuan Indonesia perlu memperhatikan Islam”. Islam tercerai-berai, maka negara terancam pecah. Untungnya Indonesia, Islam memiliki doktrin untuk bersatu sesama Muslim. Bahkan, persatuan antar umat Islam memiliki perhatian khusus. Perintah untuk menjaga persatuan dan kesatuan disebut dalam al-Qur’an:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (Ali Imran: 103).
“Tajuk Rasil”
Jumat, 24 Syawal 1445 H/ 3 Mei 2024
Problem Pendidikan Islam
Artikel Hidayatullah.com
Pada era globalisasi, umat Islam dihadapkan dengan krisis pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, politik, teknologi, dan lainnya. Proses identifikasi akar persoalan penyebab umat Islam mengalami krisis dan kemunduran telah dibahas oleh para pemikir Muslim dan kaum cendikiawan. Menurut Abdul Hamid Sulayman, akar penyebab krisis yang dialami oleh umat ini sejatinya tidak berakar pada persoalan ekonomi, politik atau teknologi melainkan akar permasalahannya terjangkitnya umat Islam dewasa ini dengan krisis intelektualisme atau pemikiran.
Sebenarnya, permasalahan krisis intelektualisme atau pemikiran ini bersumber dari pola pendidikan, karena sejatinya pemikiran adalah hasil dari sebuah pendidikan. Krisis pemikiran merupakan akibat dari problem pendidikan. Syakib Arsalan menulis buku berjudul “Mengapa Kaum Muslimin Mundur dan Kaum non-Muslim Maju?” terbit pertama kali pada 1349 H. Dalam bukunya, beliau menjelaskan kemajuan umat Islam pada masa awal penyebarannya terjadi karena perubahan sikap bangsa Arab dan kabilah-kabilahnya setelah menerima cahaya Islam yaitu seruan Rasulullah ﷺ. Mereka dengan sungguh-sungguh mengikuti dan menaatinya.
Syakib Arsalan juga mengatakan diantara sebab-sebab lain mundurnya umat Islam adalah karena kebodohan umat, akhlak yang buruk yang meliputi sifat penakut, pengecut, cinta dunia (hubbu dunya) dan takut mati (karahiyatul maut), juga banyaknya ulama su’ (buruk). Selain itu sebab pokok lainnya adalah kebejatan moral dan kerusakan budi para pemimpin. Kebodohan ini menjadi sebab utama penyebab kemunduran umat Islam. Oleh karena itu, pendidikan adalah solusinya.
Penjajahan besar-besaran di pertengahan abad ke-19 terjadi ke dalam dunia Islam. Hampir tidak ada satupun negara Muslim yang lepas dari cengkraman penjajah ini. Penjajahan tidak hanya merampas kekayaan alam bangsa-bangsa Muslim. Penjajahan juga meliputi berbagai dimensi dan nilai, dari sisi pendidikan, politik, budaya, ekonomi, masyarakat, bahkan agamapun menjadi sasaran penjajahan. Penjajahan bertujuan mengubah sistem yang ada, dari sistem syariah Islam menjadi sistem sekuler Barat. Dampaknya, penjajahan ini pun masuk dalam ranah pendidikan yang berujung pada pendidikan sekuler, padahal pendidikan adalah benteng terakhir.
Tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini begitu kompleks. Mulai dari sisi ledakan informasi yang serba mudah dan cepat, teknologi canggih, industrialisasi, globalisasi dan liberalisasi, dan etika moral, hingga tuntutan masyarakat terhadap dunia pendidikan semakin tinggi. Ini berimbas kepada penyelenggara dunia pendidikan saat ini, yang mana mereka dituntut agar dapat mengeluarkan output (anak didik) seperti keinginan masyarakat, yang mampu bersaing (survive) dalam berbagai kondisi.
Terkadang untuk meraih hal tersebut, penipuan pun dilakukan. Beberapa kasus menunjukkan banyak sekolah yang untuk mengejar target lulus 100% mengatrol nilai hasil raport anak didik mereka. Pengelola pendidikan membantu jawaban kepada anak didik ketika proses ujian berlangsung. Kejujuran dan tanggung jawab sudah tidak diindahkan lagi. Padahal, pemerintah menggalakkan program pendidikan karakter.
“Tajuk Rasil”
Kamis, 23 Syawal 1445 H/ 2 Mei 2024
Musuh Palestina, Musuh Umat Islam
Di tengah gempuran dan kebiadaban Zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang berada di Jalur Gaza, dunia membincangkan Palestina, publik membicarakan Hamas dan para pejuang Palestina, semua makin bersimpati dan peduli. Di mata seorang muslim, Palestina mendapatkan tempat yang khusus dan terhormat, karena beberapa alasan historis, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.
Fenomena yang harus kita sadari, ketika Gaza terus menerus diserang, gelombang demontrasi dukungan kepada Palestina tiada henti dan makin menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia, gelombang itu bahkan sangat terasa juga di kota-kota kecil, di sekolah-sekolah dasar, majelis-majelis taklim, dan sebagainya. Selain pernyataan dukungan, mereka juga memobilisasi dana bantuan. Bahkan ada sebuah sekolah dasar yang tak seberapa besar, di daerah Jakarta, bisa menghimpun dana lebih dari 100 juta rupiah.
Seringkali kita menghimpun dana untuk membangun kembali Palestina yang hancur dibombardir Zionis Yahudi. Baru saja sebuah bangunan selasai didirikan, datanglah serangan Yahudi. Demikian seterusnya, tidak ada habis dan selesainya. Oleh karena itu, harus dipikirkan bagaimana umat Islam bersatu-padu melawan dan menghancurkan Zionis Yahudi, seperti mereka bersatu-padu membantu rakyat Palestina. Dua sayap dikepakkan bersamaan.
Yang menjadi masalah generasi muslim saat ini, Umat Islam sangat kurang memahami musuhnya. Bahkan namanya saja, masih dibingungkan. Masih banyak yang menyebut mereka sebagai Israel. Padahal sangat berbeda antara Yahudi dan Israel. Israel atau Bani Israil bermakna anak-cucu (keturunan) Nabi Yakqub as. Karena Israel bermakna “Hamba Allah SWT”, yang merupakan gelar Nabi Yakqub as. Orang-orang Yahudi sangat senang dengan sebutan ini. Sedangkan Yahudi adalah nama yang digunakan Allah SWT untuk menyebut mereka yang hidup setelah diutusnya Rasulullah ﷺ, dan tidak mau beriman dengan risalah yang dibawanya.
Al-Qur’an menceritakan kisah Yahudi dengan sangat detail dan panjang, yaitu ketika bercerita tentang mereka bersama Nabi Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa. Sehingga kisah mereka demikian panjang dan detail. Berbeda dengan kisah-kisah kaum yang lain. Ketika masa Nabi Muhammad ﷺ, beliau mulai berhadapan dengan mereka setelah hijrah ke Madinah. Saat itu ada beberapa suku Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah, yaitu Bani Qainuqa’, Bani Nadhir, dan Khaibar. Hal tersebut juga diceritakan dalam Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an juga terdapat surat yang dinamakan dengan nama mereka, surat Bani Israil. Ada juga surat yang dinamakan dengan salah satu kisah mereka, surat Al-Baqarah (kisah mereka diperintahkan untuk menyembelih sapi)....................
“Tajuk Rasil”
Rabu, 22 Syawal 1445 H/ 1 Mei 2024
Kapan Buruh Sejahtera?
Oleh: Nida Alkhair
Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap 1 Mei. Sayangnya, sejak awal diperingati hingga kini, buruh di berbagai penjuru dunia masih terbelit problem kesejahteraan. Berdasarkan laporan ILO tentang Tren Ketenagakerjaan dan Sosial 2024, ada dua isu utama yang menjadi sorotan. Pertama, tingkat pengangguran global yang tinggi. Tahun ini, ada lebih dari 200 juta orang yang masih menganggur. Kedua, kesenjangan sosial yang makin lebar. Ketimpangan antara orang kaya dan miskin makin parah, satu persen populasi terkaya dunia menguasai lebih dari setengah kekayaan global.
Adapun kondisi buruh di Indonesia, survei menunjukkan bahwa 69% perusahaan di Indonesia menyetop perekrutan karyawan baru pada 2023 karena khawatir terjadi PHK. Dari 69% itu, 67% di antaranya merupakan perusahaan besar. Industri perbankan, perhotelan, dan farmasi adalah tiga sektor terbanyak yang membekukan perekrutan pekerja. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 23% perusahaan di Indonesia melakukan PHK pada tahun lalu, sedangkan rata-rata global sebesar 32%.
Sejatinya, persoalan buruh akan terus ada selama dunia masih menerapkan kapitalisme yang menganggap buruh hanya sebagai faktor produksi. Dengan pandangan ini, spirit perusahaan adalah meminimalkan biaya produksi, termasuk biaya tenaga kerja. Pada saat yang sama, tidak ada jaminan dari negara karena negara hanya berperan sebagai regulator dan penengah antara buruh dan perusahaan jika ada konflik terkait upah dan lainnya. Nasib kesejahteraan buruh pun tergantung pada perusahaan. Dengan prinsip meminimalkan biaya, perusahaan pun minim dalam memberikan kesejahteraan pada buruh. Justru banyak kasus perusahaan tidak memberikan hak buruh, memberi upah tidak sesuai UMR, tidak memberi THR, mudah memecat buruh, dan lainnya.
Akibatnya, buruh pun terjepit dalam ketakberdayaan. Jika bekerja, upah tidak menyejahterakan, sedangkan beban kerja amat berat. Adapun jika keluar dari pekerjaan, sulit mencari pekerjaan lain karena gelombang PHK menerpa dengan amat dahsyatnya. Sungguh merana. Selama dunia—termasuk Indonesia—masih menerapkan kapitalisme, tidak akan ada kata sejahtera bagi buruh. Kesejahteraan hanya akan menjadi mimpi tanpa realisasi.
Islam memiliki pandangan khas terhadap buruh. Pandangan ini berbeda dengan kapitalisme yang lepas tangan terhadap kesejahteraan buruh. Islam memandang buruh adalah bagian dari rakyat yang harus diurusi oleh negara. Dalam sistem Islam, negara bertanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan tiap-tiap warga negara, termasuk para buruh. Rasulullah ﷺ bersabda terkait tugas seorang pemimpin rakyat, “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).......
“Tajuk Rasil”
Selasa, 21 Syawal 1445 H/ 30 April 2024
Warung Madura dan Pembangunan Entrepreneurship di Indonesia
Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle
Warung Madura di Bali diminta untuk tutup pada malam hari. Berita ini menjadi topik hangat belakangan ini. Merujuk pemberitaan media, di Klungkung alasannya adalah keluhan pemilik minimarket yang merasa terganggu pendapatannya, sedangkan di Denpasar disebutkan lebih pada alasan penertiban penduduk dan keamanan kota. Aturan kota memang tidak menyentuh warung informal, sehingga pemerintah kota di Bali sedikit bingung mengimplementasikan kebijakannya itu. Pemerintah pusat sendiri, kementerian koperasi, semula menyetujui pembatasan operasional warung Madura tersebut, menarik kembali ucapannya setelah banyak kritik. Pemilik warung bersikeras bahwa mereka justru bisa bertahan kalau buka di waktu dinihari. Lalu bagaimana kita melihat ini ke depan?
Pertama, dari kacamata sosiologi dan kebudayaan, pertumbuhan jumlah kelompok enterpreneurship (wirausahawan) di Bali tentu dapat menjadi potensi ketegangan sosial, karena keberhasilan mereka, khususnya dalam jangka panjang, akan menimbulkan kecemburuan di tingkat masyarakat bawah. Kedua, dari kacamata industri pariwisata, warung-warung Madura ini mengesankan “kekumuhan” kota, yang mungkin akan mempengaruhi kesuksesan industri pariwisata berskala internasional. Kita ketahui bahwa ditangan Sandiaga Uno, industri pariwisata bergeliat menjadi tulang punggung pendapatan negara. Bali sebagai target destinasi wisatawan asing dan penghasil devisa terus digenjot. Model warung klontong 24 jam tentu dikhawatirkan sebagai sumber kerawanan pula...................
“Tajuk Rasil”
Senin, 20 Syawal 1445 H/ 29 April 2024
Prabowo-Mega Akan Singkirkan Jokowi?
Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Gerindra ngebet untuk ketemu Megawati. Tapi, hingga hari ini belum terlaksana. Di sisi.lain, pertemuan di level kedua yaitu antara Sumi Dasco (Ketua Harian Gerindra) dan Puan Maharani (Wakil Ketua PDIP), kabarnya sudah lama terjalin intens. Dipecundangi Jokowi, tentu ini hal teramat berat bagi psikologi Megawati. Kontra pilpres dan kalah, suara PDIP yang digrogoti, dan gagal gugatannya di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat kekalahan Megawati sangat telak.
Saat ini, Prabowo butuh Magawati. Pertama, karena PDIP yang dipimpin Magawati adalah partai pemenang pemilu. Bagi Prabowo, ini cukup merepotkan jika PDIP memilih jadi oposisi. Harus melawan partai pemenang pemilu. Ketika PDIP pada akhirnya mengambil pilihan untuk menjadi oposisi, maka ini akan menjadi pemicu bagi parpol-parpol pendukung paslon 01 yaitu Nasdem, PKB dan PKS untuk minimal menaikkan harga tawar kepada Prabowo. Setelah Prabowo-Gibran dilantik dan resmi jadi presiden oktober nanti, jika PDIP tidak ikut bergabung, maka PKB dan Nasdem, termasuk PKS jika diajak, ketiga parpol ini bisa menaikkan daya tawar yang tinggi. Sebab, Prabowo amat sangat membutuhkan tambahan partai-partai di luar parpol pengusungnya.
Jika kepentingan PKB, Nasdem dan PKS tidak diakomodir oleh Prabowo, tiga partai ini bisa bergabung dengan PDIP untuk mengambil langkah oposisi. Meski kemungkinan ini sangat kecil. Jika PDIP, PKS, PKB dan Nasdem jadi oposisi, maka ini bisa jadi petaka buat Prabowo. Hasil pileg 2024, empat partai pengusung 01 dan 03 ini punya 300 kursi di DPR. Ini kira-kira setara dengan 51,73%. Jumlahnya mayoritas di parlemen. Sementara parpol pengusung Prabowo yaitu Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat hanya punya 280 kursi di DPR. Setara dengan 48,27%. Minoritas di parlemen. Karena itu, penting bagi Prabowo untuk terus membujuk PDIP gabung di koalisi pemerintahan. Jika rayuan Prabowo ini berhasil dan PDIP gabung, maka Prabowo cukup percaya diri untuk menghadapi tekanan dari parpol-parpol lainnya. Prabowo juga akan merasa aman dari upaya "impeachment" ketika menjadi presiden.......
“Tajuk Rasil”
Jumat, 17 Syawal 1445 H/ 26 April 2024
Catatan Pribadi Sultan: Jaga Persatuan dan Tolak Zionisme
Artikel Republika.co.id
Turki Utsmani adalah salah satu kesultanan yang memiliki sejarah paling panjang. Catatan-catatan lama dari para ahli sejarah telah mengurai kisah-kisah heroik dari kesultanan yang berpusat di Istanbul Turki ini. Salah satunya adalah perjuangan Sultan Abdul Hamid II dalam menjaga warisan umat Islam, tanah Palestina. Ia bisa disebut sebagai benteng terakhir Turki Utsmani dalam upaya menjaga persatuan dunia Islam.
Menurut catatan New World Encyclopedy, Sultan Abdul Hamid II dilahirkan di Istanbul pada 21 September 1842. Nama lengkapnya adalah Abdul Hamid bin Abdul Majid bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Ahmad. Ayahnya adalah Sultan Abdul Madjid dan ibunya adalah Tir-i Mujgan Ka din. Sultan Abdul Hamid II dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan peduli sesama. Ia menjadi Khalifah Turki Utsmani menggantikan pamannya, Abdul Aziz, yang bergelar Murad VI pada 1876. Pamannya yang berkuasa cukup lama ini diturunkan dari jabatannya sebagai Khalifah. Selanjutnya, masa depan Kesultanan Turki Utsmani berada di pundak Sultan Abdul Hamid II.
Selama memerintah, sejumlah capaian-capaian mentereng direngkuh Sultan Abdul Hamid II, seperti mendirikan universitas, akademi seni rupa, sekolah keuangan dan pertanian. Selain itu, ia membuka banyak sekolah dasar, sekolah menengah atas, sekolah untuk kaum difabel, juga mendirikan Rumah Sakit Sisli Etfal dengan uangnya sendiri. Dia juga memprakarsai pembangunan jembatan di dua tepi selat Bosphorus serta rel kereta api. Dalam buku catatan pribadi, Sultan Abdul Hamid II menjelaskan tentang pentingnya melakukan gerakan menanamkan kembali nilai ukhuwah Islamiah di antara kaum Muslimin dunia, baik Cina, India, Arab, Afrika, dan tempat-tempat lain. Sultan Abdul Hamid II menegaskan keyakinannya tentang kemungkinan lahirnya kesatuan dunia Islam.
Ia mengatakan, umat Islam wajib menguatkan ikatan persaudaraan di belahan bumi lain. Satu dan lainnya wajib saling mendekat dan merapat dalam intensitas yang sangat kuat. Tidak ada harapan lagi untuk kebangkitan dan kejayaan di masa depan kecuali dengan persatuan umat Islam. Memang waktunya belum datang, tetapi dia akan datang. Akan datang suatu hari di mana kaum Muslimin akan bersatu dan mereka akan bersama-sama dalam satu kebangkitan yang serentak. Akan ada seorang yang memimpin umat ini dan mereka akan menghancurkan kekuatan orang-orang kafir.
From the publisher's feed