Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Menangis Saat Membaca Al-Quran

    Suatu malam, Umar bin Abdul Aziz membaca Al-Quran. Tatkala sampai pada ayat 61 pada surah Yunus, bacaannya terhenti. Ayat tersebut menjelaskan mengenai firman Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ bahwa tak ada satu urusan pun yang sedang beliau hadapi, bacaan Alquran dan segala perbuatan, juga umatnya, kecuali Allah menjadi saksi dan Pengawasnya. Tak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah. Umar bin Abdul Aziz pun menangis tersedu-sedu dan menggemparkan seisi rumah.


    Fatimah binti Abdul-Malik, istrinya, yang menyaksikan peristiwa itu pun duduk bersimpuh dan tak kuasa menahan tangis. Seluruh penghuni rumah juga turut menangis, larut dengan tangisan suami-istri itu. Sang putra, Abdul Malik, memberanikan diri bertanya, “Apa yang menyebabkan Ayahanda menangis?” “Kebaikan, wahai putraku,” jawab Umar. “Ayahandamu ini ingin tak mengenal dunia, dan dunia pun tak mengenaliku. Demi Allah, wahai putraku, aku takut bakal binasa. Demi Allah, aku khawatir akan menjadi ahli neraka.”


    Ini bukan kali pertama Umar bin Abdul Aziz menangis. Banyak kisah yang menceritakan Umar bin Abdul Aziz senantiasa meneteskan air mata lantaran kepekaannya terhadap sari pesan dalam Al-Quran. Umar juga tak kuat membendung air mata ketika membaca ayat 13 pada surah al-Furqan. Ayat ini menerangkan tentang pedihnya azab neraka. Saking dahsyatnya, penghuni neraka lebih mengharapkan binasa ketimbang menjalani siksa terus menerus dengan tangan terbelenggu. Umar menangis hingga terisak-isak, bangkit dari duduk, masuk rumah, lalu menyendiri dari siapa saja untuk beberapa saat.


    Apa yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz sejatinya menunjukkan bahwa ia tak hanya sedang membaca huruf-huruf, melainkan menyerap pelajaran-pelajaran berharga dari ayat suci. Al-Quran sendiri berpesan: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: ayat 24). Diriwayatkan dari Ibnu Abdul Barr, Sayyidina Ali mengatakan, “Ingatlah, tak ada kebaikan dalam ibadah yang tanpa disertai pemahaman agama. Begitu pula dengan pengetahuan yang tanpa disertai analisis. Juga membaca Alquran yang tanpa disertai perenungan mendalam.”

    8 min
  • Wajah Ramadhan Kita; Sebuah Refleksi

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 10 Ramadhan 1445 H/ 21 Maret 2024


    Wajah Ramadhan Kita; Sebuah Refleksi

    Artikel Hidayatullah.com, Oleh : Muhammad Syafii Kudo


    Menurut Imam Ghazali, ruh dan rahasia dari ibadah puasa adalah melemahkan kekuatan (nafsu) lewat ‘laku berlapar diri’. Kekuatan nafsu itu adalah wasilah setan untuk menjerumuskan kepada keburukan-keburukan. Dan tidak akan tercapai pelemahan kepada wasilah-wasilah setan itu kecuali dengan mempersedikit atau melakukan pengurangan terhadap kegiatan makan (yakni dengan berpuasa). Karena melalui wasilah makanan inilah setan mengalir di dalam diri setiap anak Adam. Disebutkan di dalam hadis yang berbunyi, “Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia pada tempat jalannya darah. Maka sempitkanlah tempat jalannya itu dengan lapar.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).


    Di dalam khazanah sastra Nusantara, ada sebuah Gurindam masyhur yang disebut dengan Gurindam 12 karya Raja Ali Haji yang mana disebutkan di dalam Gurindam ketiga pada baris (pasal) kelima, “Apabila perut terlalu penuh, keluarlah fi’il yang tiada senonoh. Yang maknanya kurang lebih adalah jika perut diisi penuh dengan makanan maka akan berpotensi membuat orang yang bersangkutan berbuat hal-hal yang tidak patut (buruk). Senada dengan hal ini, Sahabat Sahl Radiyallahu Anhu mengatakan, “Siapa saja yang makan makanan yang haram, maka akan bermaksiat anggota tubuhnya, mau ataupun tidak mau.” Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam juga bersabda, “Tidaklah yang baik itu mendatangkan sesuatu kecuali yang baik pula.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).


    Dari penjabaran beberapa dalil di atas, penulis berasumsi bahwa berbagai kelakuan kelewat batas orang-orang saat ini baik di tengah masyarakat seperti tawuran antar remaja yang belakangan terjadi di beberapa kota di Indonesia, maupun di media sosial semisal dengan menyerang privasi orang, ghibah lewat komentar, tajassus dengan cara stalking, salah satu faktornya adalah ihwal berlebihan dalam perkara makanan. Sebab perut yang dibiarkan terlalu kenyang justru akan menumpulkan akal sehat sehingga kelakuan serampangan tanpa pertimbangan akal sehat mudah dilakukan..........


    9 min
  • Budak-budak (borjuis) Zaman Kini

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 9 Ramadhan 1445 H/ 20 Maret 2024


    Budak-budak (borjuis) Zaman Kini

    Artikel eramuslim.com


    Budak, kuli, orang upahan, jongos, hamba sahaya adalah sebutan penghinaan kepada manusia sebagai sebuah status atau profesi yang dianggap paling rendah, sehingga tidak disukai manusia pada umumnya. Namun faktanya hingga hari ini masih banyak ditemukan manusia yang bermental dan berprilaku seperti budak. Walaupun bentuk, Istilah, simbol, atribut dan nama pun berbeda dari masa kemasa, antara satu peradaban dengan peradaban lainnya.


    Zaman dahulu budak-budak dibelenggu dengan rantai, dipekerjakan dan diperas tenaganya habis-habisan, dan diberi upah ala kadarnya sekedar penyambung hidup saja. Biasanya budak-budak ini diperolah dari tawanan perang atau melalui transaksi jual beli. Ada juga budak-budak itu didapat dari hasil perburuan. Jika budak itu hasil dari transaksi atau tawanan perang, mungkin masih terasa bahwa dirinya sedang diperbudak. Namun apabila budak itu mempunyai anak dan tidak sempat mendidik anaknya karena harus bekerja keras sepanjang hari, maka anaknya nanti akan bermental budak pula, namun tidak lagi merasa terpaksa, bahkan merasa bangga dirinya diperbudak. Apalagi majikannya mempunyai kedudukan dimasyarakatnya, maka si Budak tadi akan merasa bangga menjadi Pengabdi Majikannya.


    Sekarang cara berburu dan membelenggu perbudakan modern sudah berbeda, tidak lagi dengan perburuan di hutan, juga membelenggunya tidak lagi dengan rantai. Apabila yang sangat diperlukan perbudakan Intelektual maka berburunya di sekolah dan dikampus-kampus. Senjatanya melalui media informasi terutama Internet, kemudaian rantai belenggunya melalui beasiswa, Tugas Belajar, Pertukaran Pelajar, SK Penghargaan, Piagam, Anugrah Gelar Kehormatan, sampai di iming-iming pekerjaan dengan gaji yang menarik. Jangan heran budak zaman modern kini ada yang bergelar Doktor.


    Persamaan budak zaman dahulu dan sekarang adalah pada mentalitas budaknya itu. Loyalitas, ketundukan, kepatuhan, serta ketaatan mutlak pada majikan, adalah sikap yang selalu melekat pada manusia yang bermental budak. Walaupun memiliki serenceng gelar, bagi yang bermental budak tetap sama saja, akan sangat patuh kepada sang majikan yang telah member beasiswanya. Perbudakan zaman sekarang sudah berganti, baik nama, baju, lambang, simbol, atribut dan cara kerjanya. Tetapi apapun sebutan yang digunakan kita masih bisa melihat ciri-cirinya yang begitu jelas.

    9 min
  • Menjalani Ramadan di Tengah Kepenatan

    Ada beberapa hal yang sangat diinginkan oleh orang-orang beriman pada bulan Ramadan ini ketika Allah SWT menjanjikan pintu ampunan terbuka lebar. Yaitu mendapatkan predikat hamba yang bertakwa dengan keberkahan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat kelak. Sementara itu, pahala kebaikan mengalir deras tanpa ada hitungan. Jika dengan ibadah puasa seseorang berhasil sampai pada derajat takwa, Allah pun memastikan keridhaan-Nya.


    Namun, di tengah rasa bahagia dan antusias melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadan, banyak hal yang terasa menyedihkan. Jika direnungi betapa banyak Ramadan sudah kita lewati, tetapi kondisi umat Islam masih saja belum beranjak baik. Nyaris seluruh sektor kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, sosial, pendidikan, pergaulan, hukum hingga hankam, tidak ada yang luput dari jeratan persoalan........

    9 min
  • Rakyat Jangan Jadi Korban

    Di Garut Jawa Barat, ada tradisi masyarakat yang dikenal dengan adu domba. Memang yang diperadukannya adalah domba. Maka dikenal populer ada jenis domba Garut, domba aduan. Domba jantan bertanduk kuat disiapkan khusus untuk diadu dengan domba berjenis sama. Konon makanan pun tidak cukup rumput hijau milik tetangga, ada makanan khusus yang lebih bergizi. Bisa jadi ada ramuan jamu tertentu untuk mempersiapkan domba bertanding dan domba kesayangan digadang-gadang untuk keluar sebagai pemenang, menjadi domba juara. Sayang bukan domba adunya yang dapat hadiah tapi pemilik dombanya.


    Cerita lama di zaman penjajahan dan pra-kemerdekaan yang diperadukan tidak hanya sebatas domba tetapi juga manusia. Manusia diadu dengan sesama manusia. Diadu domba. Baik secara individu maupun kehidupan kolektif masyarakat. Masing-masing kelompok yang diadu domba memiliki “pemilik” sendiri-sendiri dengan berbagai dukungan dan fasilitas yang menggiurkan. Dalangnya para penjajah kolonial. Makelarnya para pemintas pencari kedudukan harta yang culas, malas, dan pemuja kenikmatan dunia. Wayangnya ya masyarakat sendiri pengikut kemana arah angin bertiup kencang dan air mengalir deras yang penting perut tidak lapar. Bisa bertahan hidup. “Sembako” jadi alat ampuh memikat rakyat.


    Ketika masa penjajahan, politik pemerintah kolonial selain mengadu domba adalah memecah belah. Dengan “membelah bambu” masyarakat pribumi agar perjuangan kemerdekaan urung segera terwujud. Memecah belah antar kelompok masyarakat, etnis dan suku, serta antar kerajaan yang ada di nusantara agar bercerai berai. Tidak bersatu. Kalau semua bersatu penjajah akan kewalahan menghadapinya. Adu domba dan taktik belah bambu merupakan cara ampuh untuk meredam dan mematikan api perjuangan kemerdekaan. Imbalannya sudah pasti kedudukan, kekayaan, atau yang bernilai tinggi lainnya. Konon tercatat juga jeratan wanita cantik.


    Politik belah bambu selalu tampil. Membelah bambu bagian atas diangkat bagian bawah di injak. Para priyai dan priyagung diagung-agungkan. Rakyat bawah diinjak-injak tanpa belas kasihan dan harga diri. Inilah politik belah bambu warisan penjajah. Lagi-lagi cara ampuh untuk mengadu domba kelompok atas menindas kelompok bawah. Kini makin marak yang muncul dalam dua versi: versi maya dan versi realita. Saling bersahutan, saling ngotot dan memanasi, tak ketinggalan saling memprovokasi. Bumbu sedapnya untuk kelompok tertentu masih seperti: kedudukan, pangkat, uang dan jabatan bagi yang atas. Bagi yang bawah cukup berbagai bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan logistik seperti itu niscaya siap menjadi pelaku untuk mengadu dan diadu domba serta dipecah belah.......

    9 min
  • Ramadan, Puncak Amar Makruf Nahi Munkar

    Amar ma’ruf nahi munkar di bulan ini sangat dianjurkan. Setiap muslim pasti sangat antusias meraih beragam keutamaan yang ada di bulan mulia ini, sehingga hidayah Allah menjadi lebih dekat dan menggugah untuk perbaikan diri dan perbaiki kehidupannya. Berharap mereka yang kita ajak dalam amar makruf akan lebih rajin shalat, gemar sedekah, lebih banyak bacaan Alqurannya, lebih baik lagi interaksi sosialnya dan menjadi masyarakat yang mau hidupnya diatur dengan aturan Islam.


    Beginilah sebenarnya harapan dengan menjadikan Bulan Ramadan sebagai puncak dari amar ma’ruf nahi munkar. Bumi Allah yang ditempati kaum muslimin ini layak dimuliakan dengan penegakan amar ma’ruf nahi munkar sehingga menjadi Baldatun thoyyibatun wa robbun ghoffur.

    7 min
  • Tekan Inflasi Pangan

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 2 Ramadhan 1445 H/ 13 Maret 2024


    Tekan Inflasi Pangan

    Artikel Republika.co.id, Oleh: Satria Kartika Yudha


    Memasuki bulan Ramadhan, harga sejumlah komoditas pangan terpantau semakin mahal seiring meningkatnya permintaan. Pemerintah harus bekerja lebih keras dalam menekan inflasi pangan. Sebab, lonjakan harga pangan dapat berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan.


    Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional per Senin lalu, hampir semua harga pangan pokok strategis "memerah". Beberapa komoditas yang harganya terpantau naik dibandingkan hari sebelumnya adalah beras, bawang merah, bawang putih, cabai merah, daging sapi murni, dan daging ayam ras. Rata-rata harga beras medium secara nasional tercatat sebesar Rp 14.340 per kg, jauh melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Harga beras premium juga masih tinggi, mencapai Rp 16.480 per kg. Tingginya harga beras premium membuat para pengusaha beras enggan mengeluarkan stok karena tak mau merugi akibat HET yang dianggap sudah tak relevan. Dampaknya, konsumen kesulitan mencari beras premium.


    Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Maret telah mengumumkan, tingkat inflasi Februari 2024 menurut komponen, paling besar terjadi pada komponen harga bergejolak atau yang sering disebut juga dengan inflasi pangan. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,53 persen dengan andil inflasi sebesar 0,25 persen dari tingkat inflasi Februari yang sebesar 0,37 persen (mtm)....................

    7 min
  • Marhaban Ya Ramadhan

    Lauren Booth tak tahan menahan kebenciannya terhadap Islam ketika mengunjungi sebuah rumah miskin di Palestina. Sebagai jurnalis dan artis Inggris dia ke sana antara 2008-2009 sebagai aktifis kemanusian dan jurnalis. Ketika Israel melarang dia terbang kembali ke Inggris, sebagai hukuman atas aktivitasnya, dia berkesempatan berinteraksi dengan rakyat Palestina. Di rumah orang miskin tersebutlah Booth marah, karena perempuan yang menerima kunjungan dia sedang berpuasa Ramadhan.


    Perempuan Palestina yang menerima Booth hidup dalam kemiskinan absolut. Bahkan lebih miskin dari semua orang miskin yang ada di Indonesia. Dia sedang berpuasa. Hanya ada beberapa plastik makanan yang dipersiapkan untuk berbuka dan sedikit air. Booth berpikir kejamnya Tuhan orang-orang Islam, menyuruh orang miskin berpuasa, menahan lapar, padahal sudah kelaparan. Anehnya bagi Booth, perempuan Palestina itu terus menerus tersenyum dan memberikan makanan kepadanya sebagai tamu sambil berkata, “Kamu adalah tamu, kami harus menghormati tamu”.


    Kemarahan Booth tidak tertahan, sehingga dia menumpahkannya dalam sebuah pertanyaan ke wanita Palestina itu: Kenapa kamu berpuasa?” Perempuan Palestina itu menjawab, “saya berpuasa untuk mengingat nasib orang-orang miskin”. Booth akhirnya tak tahan mendengar jawaban itu. Dalam hatinya berbisik, seandainya puasa ini ajaran Islam, maka saya akan memeluk agama Islam. Akhirnya Laurens Booth, adik ipar Tony Blair, Perdana Menteri Inggris 1997-2007 dan Dewan Penasihat Ibukota Negara Indonesia (IKN), menyatakan masuk Islam pada tahun 2010................



    9 min
  • Bulan Suci Ramadhan dan Tawaran yang Berisiko

    Sekali waktu--demikian dikisahkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Hakim, dan Imam Thabroni--Malaikat Jibril ‘alaihissalam pernah menjelaskan soal kedatangan bulan suci Ramadhan. Hal itu dalam kaitannya dengan posisi seorang makhluk di hadapan Allah SWT. Begitu pentingnya hal itu, sampai-sampai Jibril merasa perlu untuk menjelaskan langsung kepada baginda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam.


    Nabi Muhammad ﷺ yang mulia bersabda, "Jibril menjumpaiku. Lalu ia berkata, 'Hai Nabiyallah. Barangsiapa meninggal di bulan Ramadhan tetapi Allah tidak mengampuninya, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka. Semoga Allah menjauhkan hal itu.' Katakan 'Amin', maka aku jawab, 'Amin.'"


    Hadis itu berbunyi demikian. Dan sungguh, hadis yang kita kutip di atas akan membuat bulu kuduk kita semua berdiri tegak. Sebab, tak hanya menyediakan rupa-rupa hadiah, Allah SWT ternyata juga tak segan-segan mengancam mereka yang mengabaikan tawaran-Nya melalui Ramadhan ini!............................

    8 min
  • Pertarungan Joe Biden vs Donald Trump

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 27 Sya’ban 1445 H/ 8 Maret 2024


    Pertarungan Joe Biden vs Donald Trump

    Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi, Direktur Jamaica Muslim Center New York.


    Beberapa bulan terakhir ini sedang dilangsungkan apa yang disebut “primary election” atau babak penyisihan capres untuk pilpres Amerika bulan Nopember mendatang. Sebagaimana kita ketahui bahwa di Amerika hanya ada dua Partai politik besar; Demokrat dan Republican, yang senantiasa mendominasi perpolitikan di negara ini. Babak penyelisihan capres ini berlangsung untuk dan oleh kedua partai. Namun Demokrat calonnya adalah incumbent, Presiden Biden. Sehingga yang sedang mencari kandidat secara serius adalah partai Republican. Hingga kemarin tinggal dua kandidat yang bertahan. Mantan Presiden Donald Trump dan Nikki Haley yang juga mantan Dubes Presiden Trump untuk PBB ketika itu.


    Dengan selesainya apa yang disebut “Super Tuesday” kemarin, Republican telah menentukan capresnya. Donald Trump, mantan rival Joe Biden pada pilpres lalu. Dengan demikian, keduanya akan kembali bertarung memperebutkan kursi kepresiden negara super power USA. Dengan bertemunya kembali Biden dan Trump pada pilpres mendatang Amerika kembali dipastikan akan memilih dua kandidat tua. Keduanya secara umur sangat tua dan uzur. Biden berumur 81 tahun. Sementara Trump saat ini sudah berumur 78 tahun. Sehingga dapat dipastikan sekiranya bukan karena isu panas di Amerika, khususnya pertarungan kebijakan antara lebijakan-kebijakan yang bersifat konservatif vs liberal dalam bidang imigrasi, eborsi, dan lain-lain, anak-anak muda tidak lagi tertarik untuk ikut memilih capres/cawapres itu...................

    9 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air