Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Isra' Mi'raj dan Astronomi Moderen

    Tajuk Rasil”

    Kamis, 27 Rajab 1445 H/ 8 Februari 2024


    Isra' Mi'raj dan Astronomi Moderen

    Disadur dari Harian Republika edisi 21 Januari 1993. Oleh: Nurcholish Madjid (1938-2005)


    Peringatan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid al- Aqsa di Bait al-Maqdis telah menjadi bagian yang mapan dari budaya nasional bangsa Indonesia. Peristiwa Isra' Mi'raj itu sendiri harus kita terima kebenarannya berdasarkan iman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Sikap penuh iman kepada Allah dan kepada Nabi-Nya ini diteladankan oleh sikap Sahabat Abu Bakar (yang kelak menjadi Khalifah I), sehingga beliau digelari al-Shiddiq (artinya, "yang membenarkan dengan tulus").


    Keteladanan Sahabat Abu Bakar ini merupakan jawaban spontan yang diberikan kepada seorang kafir Makkah yang membawa berita bahwa Muhammad mengaku telah melakukan perjalanan ke Bait al-Maqdis, terus Sidrat al-Muntaha di atas langit yang ketujuh. Pembawa berita itu memandang pengakuan Muhammad adalah fantastis, tidak benar, dan menjadi bukti kepalsuan kenabiannya. Makai ia berharap bahwa Abu Bakar, sahabat karib Nabi Muhammad ﷺ dan pendukung setianya, akan kecewa dan mendustakannya. Ternyata Abu Bakar malah menjawab: "Seandainya Muhammad mengatakan lebih daripada itu pun, saya akan tetap percaya!"


    Sikap Sahabat Abu Bakar itu mencerminkan iman seorang yang paham akan Kemaha-Kuasaan Allah. Sebagai Yang Maha Kuasa, Allah SWT dapat mewujudkan apa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa manusia harus dapat memahami yang mutlak. Walaupun begitu, untuk menerima kemutlakan Allah, dan agar sampai kepada kesimpulan mantap bahwa Allah SWT tidak mungkin terjangkau oleh manusia, kita diperintahkan untuk berpikir, merenung, dan mencoba memahami alam sekitar kita serta mengungkap rahasia-rahasianya.


    Berkaitan dengan peristiwa Isra' Mi'raj itu, kita akan dapat mempunyai sedikit gambaran tentang Kemaha-Kuasaan Allah jika kita coba memahami keterangan dalam Alquran bahwa Allah telah menciptakan langit yang tujuh lapis (antara lain dalam surat al-Mulk ayat 3). Alquran sendiri sesungguhnya tidak memberi keterangan yang rinci tentang tujuh lapis langit itu. Tetapi ada keterangan tidak langsung tentang langit yang pertama, atau ''langit dunia''. Yaitu bahwa langit yang pertama ini dihiasi oleh Allah dengan bintang-bintang (surah al-Shaffat ayat 6). Berarti dapat disimpulkan bahwa seluruh bintang, sebagai hiasan langit yang pertama, tanpa kecuali berada dalam lingkungan langit dunia, yaitu langit kita ini. Dan itu berarti meliputi seluruh benda langit sejak dari yang paling dekat ke bumi seperti rembulan sampai ke bintang yang paling jauh. Rembulan sudah banyak diketahui manusia.

    9 min
  • Zionis Mengisolasi Isu Palestina, Kita Harus Terus Bersuara!

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 20 Rajab 1445 H/ 1 Februari 2024


    Zionis Mengisolasi Isu Palestina, Kita Harus Terus Bersuara!

    Artikel MuslimahNews


    Awal Januari 2024, Kantor media pemerintah di Gaza merilis data jumlah jurnalis yang syahid telah mencapai 109 orang. Sebanyak 3 jurnalis lainnya syahid di Lebanon pada periode yang sama. Di antara mereka ada Hamza al-Dahdouh, putra jurnalis senior sekaligus kepala biro Al Jazeera Gaza, Wael al-Dahdouh. Hamza syahid pada Ahad, 7 Januari beserta seorang rekannya, Mustafa Thuraya, pembuat video untuk AFP, ketika sebuah rudal Zionis menghantam kendaraan yang mereka tumpangi di daerah perumahan antara Khan Younis dan Rafah.


    Terkait hal ini, media Middle East Eye (MME) menyebutkan, perang yang sedang berlangsung antara zionis dan para pejuang Palestina ini telah merenggut nyawa lebih banyak jurnalis dibandingkan konflik apa pun di dunia selama lebih dari 30 tahun. MEE sendiri menyebutkan jumlah jurnalis yang syahid sejak serangan 7 Oktober 2023 sudah mencapai lebih dari 111 orang. Kuat dugaan bahwa pihak Zionis memang sedang fokus menyasar jurnalis sebagai target pembunuhan. Tujuannya adalah mengisolasi isu Palestina untuk melemahkan dukungan dunia internasional, sekaligus memperlemah perlawanan para perjuang, dan mempercepat target genosida demi penguasaan Palestina, khususnya Gaza.


    Tidak dimungkiri, gencarnya pemberitaan soal kekejaman Zionis Israel di Palestina yang disampaikan para jurnalis perang independen ini telah menjadi problem tersendiri bagi mereka. Pihak Zionis sudah habis-habisan berusaha membangun narasi positif tentang diri mereka, seperti alasan self defense terkait serangan 7 Oktober 2023, atau propaganda berisi hoaks lainnya, terutama narasi soal kekejaman dan teror Hamas. Namun, akhirnya semua gagal total.


    Mesin perang opini yang selama ini mereka andalkan, termasuk proyek Hasbara yang menghabiskan dana besar demi membayar para influencer internasional, nyatanya benar-benar tidak berguna. Begitu pun strategi dukungan yang diberikan berbagai platform media pro Zionis semacam facebook, meta, dan lainnya, serta upaya isolasi info di negara pro Zionis semacam Australia, semuanya sia-sia. Semua kegagalan ini adalah gegara ulah para jurnalis perang. Atas jasa mereka dunia terbuka matanya soal apa yang sebenarnya terjadi di Palestina sehingga berbagai kutukan dan kecaman datang dari mana-mana. Bukan hanya dari masyarakat dunia Islam, tetapi masyarakat dunia internasional, termasuk rakyat di negara-negara Barat yang selama ini menjadi sekutu dan selalu membela mereka.


    Bahkan kekecewaan berat pun sudah menular kepada orang-orang Yahudi sendiri, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pendudukan. Tidak sedikit dari mereka yang turun ke jalan melakukan aksi protes dan membuat konten-konten viral yang berisi penyesalan dan rasa malu atas sikap pemerintahan mereka yang kian brutal. Bahkan banyak pemuda mereka yang secara tegas menolak wajib militer meskipun risikonya dipenjara.


    Oleh karenanya, apa yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa keputusasaan Zionis Israel sudah pada puncaknya. Betapa tidak, pihak pendudukan telah mengerahkan segala sumber daya untuk memenangkan perang di Gaza. Surat kabar Yedioth Ahronoth yang dikutip Channel Gaza media Indonesia menyebut, biaya perang yang dikeluarkan telah mencapai lebih dari 217 miliar shekel ($59,35 miliar), mencakup anggaran tempur tentara dan bantuan besar-besaran terhadap perekonomian di semua bidang.

    9 min
  • KETIKA ULAMA MENDEKATI PENGUASA

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 12 Rajab 1445 H/ 24 Januari 2024


    Ketika Ulama Mendekati Penguasa

    Khazanah Republika


    Betapa tinggi kedudukan ahli ilmu atau ulama. Allah SWT dalam surah az-Zumar ayat 9 berfirman. Artinya, “Katakanlah, Adakah sama orang-orang yang mengetahui daripada orang-orang yang tidak mengetahui?”

    Dalam surah an-Nahl ayat 43, Allah menegaskan. Artinya, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”


    Ya, ulama adalah tempat bertanya. Kepadanya, umat meminta nasihat dan pencerahan. Bahkan, darinya pula kaum Muslimin mendapatkan mata-air keteladanan. Seorang alim menjadi mulia dengan ilmunya. Karena itu, hendaknya ilmu-ilmu agama dicari dan diamalkan dengan tujuan yang tertinggi, yakni mengharap ridha Allah Ta’ala. Bukan sanjungan manusia. Rasulullahﷺ bersabda, “Siapa yang mencari ilmu bukan karena Allah, atau bukan dalam rangka mengharapkan wajah Allah, maka hendaknya dia menyiapkan tempat duduk di dalam api neraka.”


    Seorang ulama pada hakikatnya sedang mengemban amanah dari Allah. Karena itu, tidak ada jalan menuntut dan mengamalkan ilmu selain yang sesuai perintah-Nya. Ilmu pun harus dijaga agar tidak jatuh ke dalam kehinaan duniawi. Merujuk kitab Tadzkiratus Saami’ karya Imam Badruddin Ibnu Jama’ah, seorang ulama tidak boleh merendahkan ilmu. Misalnya, dengan sering pergi ke tempat “orang yang tidak berhak”. Siapa itu? Para pencinta dunia. Ulama tak boleh mendatanginya kecuali sungguh-sungguh ada keperluan yang mendesak dalam perkara keumatan atau tegaknya agama.


    Terkait ini, kisah Imam Bukhari dapat menjadi pelajaran. Suatu kali, penguasa setempat mengutus seseorang untuk memanggil pakar hadis sahih tersebut. Pesannya, “Ajari aku kitab-kitabmu, aku ingin mendengar langsung darimu.” Imam Bukhari berkata kepada utusan itu, “Katakan kepadanya, aku tidak ingin menghina ilmu. Aku tidak akan mendatangi pintu penguasa. Bila dia memerlukan penjelasan dari kitab, maka dia hendaknya mendatangi masjid atau rumahku.” Ya, para ulama zaman dahulu sangat komitmen menjaga kemuliaan ilmu. Mereka merasa selalu diawasi Allah (muroqobah).................

    8 min
  • Wakaf dan Tahun Politik 2024

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 11 Rajab 1445 H/ 23 Januari 2024


    Wakaf dan Tahun Politik 2024

    Artikel Republika, oleh: Raditya Sukmana (Guru Besar UnAir) & Mir’atun Nisa (Mahasiswa S2 UnAir)


    Berkaca pada tahun 2023, perjalanan wakaf di Indonesia sebagai salah satu instrumen keuangan sosial keummatan semakin menguatkan posisinya. Terdapat berbagai peningkatan dari upaya besar yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam mengembangkannya. Lantas, bagaimana dengan isu wakaf di tahun politik 2024? Di dalam acara Debat Capres 2024 yang telah berlangsung, ekonomi syariah adalah salah satu topik yang diangkat. Perkembangannya sudah sangat luar biasa, tetapi dalam hal ranking dunia, Indonesia masih banyak ketinggalan dari negara lain. Ini perlu perhatian serius bagi siapa pun presiden mendatang.


    Salah satu elemen penting dalam ekonomi syariah guna pembangunan ekonomi dan sosial adalah wakaf. Isunya adalah bagaimana pemerintah bisa bekerja sama dengan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi wakaf yang sangat besar ini menjadi realitas dan ini perlu semangat baru dari berbagai pihak. Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjadi semangat baru wakaf di tahun politik 2024 ini:


    Pertama, semangat kolaborasi wakaf. Kolaborasi akan menguatkan kinerja dan pencapaian sesuai harapan. Begitu pun dengan kolaborasi bidang wakaf. Potensi besarnya akan menjawab berbagai sektor permasalahan, baik ekonomi dan sosial. Di antara pihak-pihak tersebut, antara lain, yakni dari sisi pengelola wakaf (nazhir dan asosiasi nazhir), pemerintah, regulator, sampai akademisi. Karena wakaf tidak hanya masalah penghimpunan-penyaluran, melainkan harus memperhatikan produktivitas dan sustainabilitasnya.......................

    9 min
  • You Are My Idol Abah

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 10 Rajab 1445 H/ 22 Januari 2024


    You Are My Idol Abah

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    “I Love You Almost Full Abah”. Kalimat ini keluar dari mulut manis seorang remaja putri Gen Z. Usianya kira-kira 17 tahunan. Remaja putri ini tidak sendiri. Ia bersama komunitasnya. Jumlahnya puluhan juta. Komunitas Gen Z. Mereka tampak begitu antusias dan mengagumi Abah, panggilan Anies Baswedan bagi tik tokers. Bicara bahasa inggrisnya lancar, layaknya anak-anak remaja yang sadar akan masa depan bangsanya.


    Kenapa mereka panggil Abah? Karena Anies telah mereka anggap sebagai “Abah” atau “Ayah” bagi mereka sendiri. Lihat bagaimana manjanya mereka ketika bicara dengan Anies. Layaknya bicara dengan ayahnya sendiri. Gak ada sedikitpun rasa canggung. Gak ada rasa sungkan dan segan. Betul-betul seperti ayah sendiri. Ayah yang begitu dekat. Abah hampir selalu ditemani istri tercintanya. Kemanapun pergi, istri sering sekali setia mendampingi. Ini mengesankan sosok Abah yang menjaga harmoni keluarga. Sesekali Mutiara, Sang Putri ikut. Sebuah keluarga yang ideal di mata anak-anak remaja. Mereka butuh keluarga yang harmonis. Dari sini kasih sayang akan mengalir untuk bisa mereka rasakan.


    Mereka betul-betul merasa menemukan ayahnya. Ayah masa depan. Ayah yang tahu hati dan perasaan mereka. Ayah yang mengerti akan masa depan mereka. Ayah yang melayani dan bisa tersenyum bersama mereka. Ayah yang selalu punya waktu untuk mereka dan mau berdiskusi tentang masa depan mereka. Ayah yang menjadi tempat mereka bersandar. Itulah kenapa Anies dipanggil Abah. Anies bukan hanya Abahnya Mutiara (putri pertama Anies). Tapi Anies sudah menjadi Abah buat anak-anak remaja Indonesia. Anies adalah Abah bagi Gen Z. Abah yang akan mengantarkan mereka menapaki rute menuju masa depan bangsa.


    Pertemuan Anies dengan Gen Z begitu alami. Natural sekali. Bermula dari live tik tok. Ruang yang banyak diisi anak-anak generasi Gen Z. Meledak! Jutaan yang nonton. Gen Z merasa menemukan sosok Abah. Penyayang kepada anak-anak. Seorang Abah yang sangat terbuka. Melayani dialog dengan tenang, sabar dan rilek. Membuat anak-anak remaja seperti berada dalam pelukan sang ayah. Terasa nyaman sekali. Setiap live tik tok, pesertanya makin membludak. Begitu banyak anak-anak yang ingin menemukan kembali ayahnya. Mayoritas anak-anak Gen Z. Anak-anak ini gak ada urusan dengan politik. Gak peduli dengan urusan pilpres. Mereka hanya tahu bahwa sosok Abah ini begitu peduli terhadap mereka. Abah ini sangat mengerti dan mengayomi mereka. Ini yang membuat mereka merasa begitu nyaman dengan Abah..........................

    9 min
  • Ternyata Ada Jejak Muslim Indonesia dalam Menumpas Apartheid di Afrika Selatan

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 7 Rajab 1445 H/ 19 Januari 2024


    Ternyata Ada Jejak Muslim Indonesia dalam Menumpas Apartheid di Afrika Selatan

    Artikel Republika


    Di ujung benua Afrika, tepatnya di selatan negara Afrika Selatan, terletak pesisir Cape Town. Terdapat makam umat Islam pertama yang datang ke Cape Town. Kota ini menjadi saksi kedatangan pertama mereka yang tercatat dalam sejarah negara tersebut. Ini terjadi setelah Belanda menetap di wilayah tersebut pada abad ke-17. Kedatangan kaum Muslimin ini ada di bawah pengawasan dan pimpinan Perusahaan Hindia Timur Belanda. Hal itulah yang menjadikan Cape Town sebagai tempat peristirahatan dan transit bagi kapal-kapal dagang Belanda dan Indonesia. Belanda, karena perdagangan tersebut, membutuhkan tenaga kerja dan budak untuk mendukung ekspansinya.


    Penjajahan Belanda di Indonesia telah membantu kelompok dagang saat itu dalam memperoleh para tahanan politik, pejuang perlawanan, dan budak yang dipenjarakan atas tuduhan menghasut kerusuhan terhadap pemerintah Belanda. Ini didorong putusan Mahkamah Agung di Batavia (kini Jakarta) yang menjatuhkan hukuman pengasingan dan deportasi kepada mereka. Karena itu, pada abad ke-18, ada sebuah lingkungan di kaki Table Mountain atau Gunung Meja di Afrika Selatan, yang ditinggali untuk pertama kalinya oleh orang-orang asal Indonesia, Malaysia, dan orang Asia lainnya yang pernah menjadi budak Belanda. Lingkungan tersebut kini terkenal dengan nama Bo-Kaap.


    Di antara mereka yang datang ke kawasan itu adalah para politikus di pengasingan dan mereka yang dihukum karena kejahatan, serta pengrajin terampil, pemimpin agama, dan cendekiawan yang mewariskan pengetahuan mereka kepada generasi baru di Afrika Selatan. Berbicara kepada Aljazirah, sejarawan Afrika Selatan, Shafiq Morten mengatakan Muslim pertama yang tercatat dalam sejarah Afrika Selatan adalah Ibrahim Batavia yang datang sebagai tawanan dan tahanan politik. Kemudian, umat Islam terus masuk, dan kebanyakan dari mereka adalah tahanan politik yang dilarang menampakkan agamanya atau mengajak orang lain kepadanya.


    Morton mengatakan maraknya shalawat di kota Cape Town menjadi bukti kehadiran ulama dan dampak positifnya terhadap masyarakat Muslim dan non-Muslim. Makam mereka masih ada dan dirawat sebagai pengingat terhadap sejarah dan tonggak hidup mereka. Mantan wali kota Cape Town dan mantan duta besar Afrika Selatan untuk Amerika Serikat Ibrahim Rasool mengatakan dulu kelompok Muslim yang dideportasi dari Indonesia ke Cape Town kemudian mendatangi Syekh Sayed Mahmud, pendiri tarekat sufi yang berasal dari keluarga terpandang di Indonesia sehingga tidak dipenjara, tetapi diasingkan jauh dari kota. Di mata Belanda, cukuplah mengasingkan Sayed Mahmud dari kampung halamannya agar tidak mengancam pemerintahan mereka di Indonesia. Namun, Belanda tetap mengawasi Sayed Mahmoud. Dari sinilah bermula pertama kali munculnya komunitas Islam di Afrika Selatan.


    Komunitas Muslim di Afrika Selatan juga mendapatkan dampak yang positif setelah Pemilu pertama yang benar-benar demokratis di Afrika Selatan dimenangkan Nelson Mandela. Umat Muslim di sana memperoleh hak-hak politik dan sosial mereka.Pengaruh mereka meluas lebih jauh ke dalam tatanan masyarakat, sebagai penghargaan atas partisipasi dan pengorbanan mereka dalam perjuangan melawan pendudukan pada tahun 1960-an, 1970-an hingga 1980-an. Hal ini tercermin dari bobot relatif komponen Islam dalam pembentukan pemerintahan pertama setelah transisi demokrasi di Afrika Selatan pada tahun 1994.....................

    7 min
  • Mencari Pemimpin di Tengah Rivalitas Superpower

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 6 Rajab 1445 H/ 18 Januari 2024


    Mencari Pemimpin di Tengah Rivalitas Superpower

    Oleh: Mohamad Asruchin (Dubes RI untuk Uzbekistan tahun 2010-2014)


    Hajatan besar kenegaraan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI (Pilpres) serta pemilihan anggota Legislatif (Pileg) akan dilangsungkan pada tanggal 14 Februari 2024. Guna menyongsong satu abad kemerdekaan RI pada tahun 2045, maka Indonesia perlu mendapatkan pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan mencerdaskan rakyat serta ikut melaksanakan ketertiban dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Ini berarti pemimpin Indonesia tidak hanya sekedar ‘jago kandang’ berkutat dengan urusan dalam negeri, tetapi sekaligus juga harus mampu berperan dan mewarnai dunia global.


    Adapun perkembangan dunia saat ini sungguh memprihatinkan. Letupan konflik internal di Myanmar dan Sudan telah mengganggu stabilitas regional masing-masing. Perang Rusia-Ukraina, dan penyerangan Gaza yang membabi buta oleh Israel telah menjadi perhatian dunia, namun tidak mudah diselesaikan oleh PBB karena adanya dukungan negara besar pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB. Selain NATO yang merupakan aliansi militer, terdapat organisasi-organisasi internasional lainnya dengan basis kerjasama ekonomi bisa membicarakan masalah politik dan keamanan, seperti G-20, OIC, ASEAN, SCO, GCC, CELAC, MERCOSUR, dan BRICS.


    Kebangkitan China di bidang ekonomi dan kemudian diikuti dengan pengembangan militernya telah mendorong negara tersebut lebih asertif dan memosisikan dirinya sebagai negara adikuasa baru di tataran regional maupun global. Perangai sebagai Superpower mulai ditunjukkan dengan tindakan unilateralnya untuk mengambil alih Taiwan jika perlu dengan kekerasan, mengklaim Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang di Laut China Timur, menetapkan ‘nine-dash line’ di Laut China Selatan dan klaim lebih dari 85 persen perairan tersebut, serta menggelontorkan grants dan loan yang kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerjasama Pertahanan dengan negara-negara kepulauan di Pasifik Selatan. Sebagai pendukung utama konsep Indo-Pasifik, Amerika Serikat merasa terancam dengan pengaruh ekonomi, politik dan militer China di kawasan tersebut.


    Pemerintah Beijing maupun Washington berusaha keras untuk menjadikan ASEAN sebagai ‘battleground’ untuk dikuasai atau berada di pihaknya. ASEAN memang dihadapkan pada dilema menghadapi tarikan dua Superpower untuk menggalang kerjasama yang lebih erat di sektor ekonomi dan perdagangan. ASEAN diharapkan kepiawaiannya dalam menjembatani dialog dan perundingan antara Amerika Serikat dan China guna menciptakan suasana kondusif di wilayah Indo-Pasifik. Namun dalam perjalanannya, ASEAN yang keanggotaannya sangat majemuk dari segi sosial, ekonomi dan politik ini membuat masalah Myanmar berlarut-larut, dan sikap berbeda-beda dalam menghadapi masalah Laut China Selatan. Kondisi ini sekaligus merupakan kelemahan dalam menerapkan sentralitas ASEAN menghadapi isu-isu penting...............

    9 min
  • Condong kepada Orang Zalim

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 5 Rajab 1445 H/ 17 Januari 2024


    Condong kepada Orang Zalim


    Diantara sifat orang bertakwa adalah berlaku adil dan menjauhi perbuatan dzalim. Jika berbuat adil merupakan jalan mendekat kepada Allah, maka lawan dari adil, yakni perbuatan dzalim termasuk perilaku yang menjauhkan dari Allah. Sebab kedzaliman telah diharamkan oleh Allah. Haramnya kedzaliman karena menegakkan keadilan dan melenyapkan kedzaliman merupakan salah satu maksud dan tujuan terpenting dari ajaran Islam. Sebab tegaknya keadilan menjadikan masyarakat yang beradab. Sedangkan kedzaliman merupakan faktor utama kehancuran peradaban suatu bangsa.


    Dalam Alquran dan hadits Nabi terdapat banyak keterangan tentang bahaya dan dampak perbuatan dzalim serta balasan Allah kepada orang-orang dzalim, diantaranya; Allah tidak mencintai orang-orang Dzalim, orang dzalim tidak mendapatkan hidayah dari Allah, dan di akhirat kelak orang-orang dzalim akan mendapatkan siksa yang pedih sebagai balasan atas perbuatan dzalim mereka di dunia.


    Dan diantara kedzaliman yang fatal akibatnya pada hari kiamat kelak adalah mengambil hak milik orang lain. Di akhirat nanti setiap pelaku kedzaliman akan mendapatkan balasan atas kedzalimannya, walaupun kedzaliman tersebut terlihat remeh dan sepele di mata manusia. Termasuk di dalamnya kedzaliman berupa mengambil hak orang lain secara dzalim. Rasulullahﷺ bersabda tentang hal ini; “Barang siapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya (sumpah palsu) maka Allah akan mewajibkannya masuk neraka dan mengharamkannya untuknya masuk surga”, seorang sahabat bertanya, “meskipun hanya sesuatu yang sedikit wahai Rasulullah?”. Beliau bersabda, “Meskipun hanya sepotong ranting kayu araak (siwak)”. (HR. Muslim).

    8 min
  • Kita Semua Afrika Selatan!

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 4 Rajab 1445 H/ 16 Januari 2024


    Kita Semua Afrika Selatan!

    Oleh: Fitriyan Zamzami, Jurnalis Republika


    Afrika Selatan menohok tatanan dunia Barat. Sidang perdana dan kedua di Mahkamah Internasional sudah pungkas pekan lalu. Para pengacara dari Afrika Selatan telah memaparkan bukti-bukti mereka soal niatan genosida para pejabat Israel terhadap komunitas Palestina di Jalur Gaza, juga dampak langsung aksi tersebut yang sejauh ini membunuh lebih dari 23 ribu warga, melukai lebih dari 50 ribu, membuat kelaparan mayoritas warga Gaza, dan memindahkan secara paksa 1,9 juta orang.


    Demikian juga Israel telah menyampaikan pembelaan atas tindakan brutal mereka. Menimpakan kesalahan pada Hamas semata, menyinggung hak membela diri, dan membawa cerita lama soal bangsa yang tertindas.


    Yang menarik, di luar sidang, dunia terbelah. Negara-negara Global South alias yang pernah mengalami kolonialisme, sangat kentara condong dukungannya pada Afrika Selatan. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), negara-negara Arab, Afrika, Amerika Selatan, dan Asia, kebanyakan mendukung gugatan yang diajukan Afrika Selatan.


    Sementara Pemerintah Amerika Serikat sejak awal menolak gugatan Afrika Selatan dengan menyatakan hal itu tak ada gunanya. Pemerintah Inggris menyatakan gugatan Afrika Selatan tak berdasar, mengabaikan kengerian yang dikabarkan dari Gaza setiap hari sejak tiga bulan lalu. Kanada menekankan akan mendukung Mahkamah Internasional, tapi tak mau mendukung tudingan genosida terhadap Israel. Sementara Jerman mengancam akan mengintervensi persidangan tersebut untuk membela Israel.


    Ironisnya, negara-negara penolak gugatan itu baru saja pada November 2023 lalu mendukung gugatan Gambia atas Myanmar terkait dugaan genosida terhadap etnis Rohingya. Negara-negara penolak itu juga mendukung gugatan Ukraina atas serangan Rusia yang dituding sebagai genosida. Baru enam pekan lalu, Inggris bersaksi di Mahkamah Internasional bahwa jika anak-anak terdampak, maka pembuktian atas terjadinya genosida bisa diturunkan standarnya. Namun untuk kasus di Gaza, agaknya buat Inggris sepuluh ribu anak-anak Palestina yang syahid belum cukup untuk “jadi landasan” dugaan terjadinya genosida.


    Yang juga patut dicatat, seluruh negara yang menolak gugatan Afrika Selatan adalah negara-negara dengan dosa yang “berbau” genosida. Kolonial Inggris, tercatat dalam sejarah melakukan berbagai pembantaian di seluruh penjuru dunia sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Amerika Serikat juga nyaris menghabisi penduduk asli benua Amerika, memaksa mereka kini tinggal di noktah-noktah reservasi. Kanada juga terlibat upaya pemusnahan fisik, lahan, dan budaya suku-suku asli di wilayah negara itu. Tak usah ditanya kalau Jerman dosa genosidanya bagaimana. Bahkan kata “genosida” itu sendiri lahir menyusul pemusnahan besar-besaran etnis Yahudi di negara itu oleh rezim Nazi Jerman.............

    7 min
  • Malari, Investasi dan Undang-Undang Cilaka

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 3 Rajab 1445 H/ 15 Januari 2024


    Malari, Investasi dan Undang-Undang Cilaka

    Oleh: Farid Gaban (wartawan senior)


    Hari ini 50 tahun lalu Jakarta membara. Mahasiswa berdemontrasi turun ke jalan. Demo itu berakhir menjadi kerusuhan, yang belakangan dikenal dengan julukan Malari, atau Malapetaka 15 Januari. (Mahasiswa menuduh, aparat Orde Baru lah yang menyulut kerusuhan untuk mendiskreditkan gerakan mahasiswa). Mahasiswa turun ke jalan untuk menolak investasi asing Jepang kala itu. Kini, setengah abad kemudian, kita bisa melihat ke belakang lebih jernih untuk menilai apakah protes mahasiswa kala itu sahih dan beralasan.


    Pelajaran yang dipetik dari renungan itu akan bisa dipakai pula untuk menilai apakah kita layak mendukung atau menolak obsesi investasi ala Omnibus Law (UU Cipta Kerja) di era Jokowi sekarang ini. Setelah protes mahasiswa sukses diredam, Orde Baru melanjutkan program perluasan ekonomi, dengan cara menarik investasi (asing maupun domestik) besar-besaran sampai rezim itu runtuh menyusul Krisis 1998.


    Krisis 1998 menunjukkan bahwa investasi asing, yang dibuka lebar lewat deregulasi ekonomi dan keuangan sejak dasawarsa 1980, hanya menyembunyikan keroposnya fondasi ekonomi kita. Ekonomi kita rapuh meski ada pertumbuhan yang tinggi.


    Di sisi lain, memicu ketimpangan yang makin besar. Deregulasi investasi menciptakan konglomerat baru, para kroni Soeharto dan kerabatnya, sumber korupsi kolosal. Dan ketika Orde Baru baik secara politik maupun ekonomi, rakyat harus berkorban menanggung bailout dunia perbankan (pada dasarnya membantu para konglomerat). Yang miskin mensubidi yang kaya. Negara terus menyunat subsidi sosial, terutama pendidikan dan kesehatan, untuk bisa menyisihkan cicilan utang akibat bailout, bahkan sampai sekarang, 20 tahun kemudian...............

    8 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air