
Sign up to save your podcasts
Or


“Tajuk Rasil”
Jumat, 30 Jumadil Akhir 1445 H/ 12 Januari 2024
Ghibah Politik
Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah ra, diceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada para sahabat, ”Tahukah kalian apa itu ghibah?”, mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda,” yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu yang membuatnya tidak suka”. Lalu ditanyakan kepada beliau, “Lalu bagaimana apabila pada diri saudara saya itu kenyataannya sebagaimana yang saya ceritakan?” Maka beliau bersabda, “Apabila cerita yang engkau katakan itu sesuai dengan kenyataan maka engkau telah meng-ghibah-nya. Dan apabila ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dirinya maka engkau telah membuat kebohongan (fitnah) atasnya”.
Ghibah merupakan perbuatan keji yang tidak diridhai oleh Allah SWT. Pelaku ghibah diumpamakan bagaikan manusia pemakan daging saudaranya. Allah SWT berfirman, dalam alquran suarat Al Hujurat ayat 12,
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan (ghibah) satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Imam al-Baihaqi pernah meriwayatkan sebuah hadis bahwa Rasulullahﷺ bersabda, “Janganlah sekali-kali kamu melakukan pergunjingan, karena pergunjingan itu lebih berat dari perzinaan. Karena, jika seseorang yang berzina kemudian bertobat maka Allah mengampuninya. Sedangkan penggunjing tidak akan diampuni Allah, sebelum orang yang digunjingkan itu memaafkannya”.
Betapa besarnya dosa yang disebabkan oleh ulah lidah, menggosip (ghibah) dan mencela atau mencaci orang lain. Betapapun rajin kita beribadah di hadapan Allah SWT, maka ibadah kita tidak akan sempurna, selama lidah kita menggosip (ghibah) dan menyakiti orang lain. Bukankah Rasulullahﷺ pernah menyampaikan bahwa seorang muslim yang baik itu adalah mereka yang membuat orang lain selamat dari bahaya lisan dan tangannya.
Saat ini, ghibah seolah telah menjadi hal biasa. Ghibah seolah menjadi menu pokok yang disuguhkan media kepada masyarakat. Wajar jika kemudian ghibah telah menjadi tontonan yang mampu mengangkat rating tayangan televisi. Dalam dunia politik, ghibah merupakan senjata yang paling ampuh untuk menghancurkan harga diri, popularitas, dan reputasi lawan politiknya. .................
“Tajuk Rasil”
Kamis, 29 Jumadil Akhir 1445 H/ 11 Januari 2024
Dampak Ekonomi Krisis Laut Merah
Resonansi Republika, Oleh: Adiwarman A Karim
Dukungan Yaman untuk Palestina terhadap genosida Israel di Gaza diwujudkan dengan mencegah lalu lintas kapal yang terkait Israel atau bertujuan ke Israel. Akibatnya, kapal-kapal yang biasanya melalui Laut Merah dan Terusan Sinai, saat ini harus berputar jauh mengelilingi benua Afrika yang akan menambah 20 hari pelayaran. The Global Trade Research Initiative memperkirakan dampak ekonomi perubahan rute pelayaran tersebut akan meningkatkan biaya pelayaran 40-60%, kenaikan biaya asuransi 15-20%.
Hanya sehari setelah insiden penembakan kapal Yaman oleh helikopter Amerika Serikat dan kehadiran kapal Iran di Laut Merah, harga minyak naik 2%. Cristina Galindo, kolumnis El Pais, dalam artikelnya memperkirakan penurunan 25% lalu lintas kapal melalui Terusan Suez. Perusahaan perkapalan Prancis CMA-CGM yang kapalnya terlibat insiden cegah-tangkal di Laut Merah menaikkan biaya sampai 100% untuk rute yang menghubungkan Asia dan Mediterania. Katya Vashkinskaya, analis Goldman Sachs, memperkirakan ekonomi Eropa akan terdampak melalui penurunan perdagangan regional, semakin ketatnya aspek keuangan, kenaikan harga energi, dan menurunnya keyakinan konsumen.
Kenaikan harga minyak 10% akan menurunkan produk domestik bruto (PDB) riil Eropa sebesar 0,2% setelah setahun, dan menaikkan harga-harga konsumer sekitar 0,3%. Rhys Davies, konsultan Flint Global, memperkirakan dampak krisis ini terhadap kenaikan inflasi baru terasa signifikan setelah 12 bulan bila krisis ini segera selesai karena untungnya saat ini di Eropa sedang terjadi proses disinflationary. Ben May, peneliti Oxford Economics, memperkirakan kenaikan biaya pelayaran ini akan menaikkan inflasi global 0,6% bila krisis berlangsung sampai akhir tahun.
Dampak ekonomi inilah yang mendorong Amerika Serikat membentuk koalisi untuk menghentikan operasi cegah-tangkal Yaman di Laut Merah. Perang asimetrik antara koalisi Amerika Serikat yang berbiaya besar dengan strategi gerilya laut Yaman yang berbiaya murah, membuat koalisi ini bubar sebelum efektif terbentuk. Amerika Serikat semakin terkucil dalam geopolitik dunia. Posisinya sebagai “polisi dunia” mulai goyah, dan sekutu tradisionalnya mulai enggan mengikuti sepak terjang yang berbiaya besar. Bahkan di dalam negeri Amerika Serikat pun mulai mempertanyakan strategi globalnya. Paling tidak saat ini Amerika Serikat menghadapi tiga pusat konflik dunia. Pertama, konflik Rusia-Ukraina di Eropa. Kedua, konflik Israel-Palestina yang dapat segera melebar menjadi konflik regional. Ketiga, konflik di Laut Cina Selatan.........................
“Tajuk Rasil”
Rabu, 28 Jumadil Akhir 1445 H/ 10 Januari 2024
Wakil Rakyat Seharusnya…
Kolom Republika, Oleh: Asma Nadia
Bali, provinsi dengan keindahan alam yang mencolok. Identik dengan tujuan para pencari adrenalin di satu sisi, dan ketenangan di sisi lain. Banyak yang datang untuk healing. Berbagai latar masyarakat hidup rukun dan harmoni.
Namun suasana tenang masyarakat Bali pecah saat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra mengucapkan kalimat yang memancing reaksi umat Islam se-Indonesia.
Sikap Arya yang menolak gadis berjilbab menjadi penyambut tamu di Bandara I Gusti Ngurah Rai ini dianggap banyak pihak mencerminkan arogansi dan jauh dari toleran.
Khususnya, sebab Arya pada saat itu berbicara atas nama anggota DPD yang seharusnya menjadi figur bijak dan teladan, pembawa amanat persatuan, dan bukan perpecahan.
Parahnya lagi, ucapan senator yang cukup sering menimbulkan kontroversi ini sangat tidak mencerminkan masyarakat Bali yang selama berabad-abad dikenal sangat ramah terhadap pendatang dan turis.
Penduduk Bali juga memiliki toleransi tinggi terhadap umat agama lain. Di Bali selama ini berbagai umat beragama hidup rukun berdampingan. Arak-arakan dan keramaian maulid yang diikuti umat agama lain, biasa terlihat di sana setiap tahunnya.
Sayang, satu ucapan yang mempermasalahkan jilbab itu --padahal jilbab bukan sekadar pilihan busana melainkan syariat Islam-- betul-betul mengusik kedamaian. Kemarahan serentak terarah kepada sang senator.
Anggota DPD Bali lain terkena imbas saat mereka digeruduk massa. Sangat bisa dipahami jika protes keras lalu berujung pelaporan ke pihak berwajib terkait dugaan ucapan yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan itu.....................
“Tajuk Rasil”
Selasa, 27 Jumadil Akhir 1445 H/ 9 Januari 2024
Gaza Ben
Oleh: Dahlan Iskan
Saat ini genap tiga bulan konflik besar Hamas-Israel. Belum ada tanda-tanda berakhir. Begitu kuatkah Hamas? Sampai mampu bertahan dari gempuran dahsyat pasukan Israel yang didukung Amerika? Pun sampai sekarang Israel belum mampu membebaskan warganya yang ditahan Hamas? Begitu hebatkah Hamas mempertahankan diri? Termasuk dalam merahasiakan tempat penahanan para sandera itu? Tidak mudah menyembunyikan mereka. Jumlahnya 103 orang, tentara semua. Bagaimana Hamas bisa menyekap begitu banyak tentara Israel. Hanya dalam satu serangan 7 Oktober.
Atau, jangan-jangan sebaliknya. Begitu menurun kah kemampuan tentara Israel? Sampai belum bisa membebaskan sandera? Mengapa pasukan elite Israel tidak tampak seperti saat membebaskan sandera di Afrika? Pun reputasi intelijennya yang begitu tinggi: Mossad. Begitu melemah kah intelijen Israel? Sampai di tanggal 7 Oktober lalu kebobolan serangan dadakan dari Hamas yang begitu besar?
Saya berkesempatan ke MER-C kemarin. Yang kantornya berlantai lima di Jalan Kramat Lontar Jakarta. Saya bertemu dengan ketua presidiumnya: dokter Sarbini Abdul Murad. Biasa dipanggil dokter Ben. Hampir dua jam kami ngobrol soal Palestina, Hamas, dan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun MER-C di Gaza. Rumah sakit itu kini kosong. Semua dokter dan perawatnya mengungsi. Rumah sakit itu rusak diserang Israel. Kena hantaman mortir dan sebangsanya.
Pun dua relawan MER-C yang mencoba bertahan di basement RS Indonesia. Mereka adalah Reza Aldila Kurniawan dan Fikri Rafiul Haq. Reza asal Singkawang, Kalbar. Sudah 8 tahun di Gaza. Fikri asal Cileungsi, Bogor. Dari pesantren Al Fatah. Keduanya juga mengungsi ke selatan. Setelah semua orang mengungsi, RSI kosong. Israel memang memberi ultimatum: semua orang Palestina harus mengungsi ke selatan. Gaza tengah dan utara akan digempur senjata. “Kami memang minta, kalau merekan semua mengungsi, dua orang itu, harus ikut mengungsi,” ujar dr Ben.........................
“Tajuk Rasil”
Senin, 26 Jumadil Akhir 1445 H/ 8 Januari 2024
Memotret Kecemasan Paslon Menuju Pilpres 2024
oleh: Isa Ansori, Kolumnis dan Akademisi
Dalam kontestasi setiap peserta pasti akan menyiapkan dirinya sebaik mungkin, tentu dengan harapan bahwa dirinya yang akan menang. Sikap reaktif, emosional dan menyerang adalah wujud sikap cemas yang berlebihan dan itu bisa kita saksikan dalam debat Capres Ahad malam.
Bila bicara pengalaman kalah maka Prabowo capres yang paling berpengalaman, tiga kali pilpres berpasangan dengan siapapun, Prabowo selalu kalah. Tapi apakah kali ini Prabowo akan siap kalah lagi? Tentu tidak, dua kali kalah dalam pilpres ternyata tak membuat Prabowo betah diluar kekuasaan, kekalahan ketiga di pilpres 2019, meluluhkan niat Prabowo timbul tenggelam bersama rakyat. 2019 Prabowo mengadu keberuntungan dan bergabung ke dalam kekuasaan, membantu Jokowi rivalnya di dua kali pilpres. Langkah yang dipilih Prabowo tentu merupakan langkah yang lazim dengan dalih agar pembelahan bangsa tak berlarut-larut dengan sebutan cebong dan kampret. Sebuah langkah yang dianggap baik, namun sayangnya langkah itu membuat Prabowo banyak ditinggalkan oleh orang – orang yang dulu bersamanya.
Melihat rekam jejak Prabowo di 2024 ini, Prabowo menghadapi lawan tanding yang berlatar belakang sama, yaitu orang orang yang pernah dibesarkannya. Jokowi dan Anies pernah dibesarkan oleh Prabowo, keduanya pernah diantarkan Prabowo untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, dan keduanya pernah menjadi rival Prabowo, bedanya Anies menuntaskan janjinya dengan Prabowo, Jokowi tidak. Ditengah perjalanan menjadi gubernur DKI, Jokowi mencapreskan dirinya melawan Prabowo. Latar belakang yang sama serta hasil yang didapatkan dalam pilpres 2014 dan 2019 itulah tentu membuat Prabowo hari ini tak siap kalah, apalagi kini Prabowo mendapat dukungan penuh dari Jokowi, bahkan tagline Prabowo dimana mana “Wis Wayahe Prabowo”. Situasi inilah yang membuat beban psikologis Prabowo sangat berat.....................
“Tajuk Rasil”
Jumat, 23 Jumadil Akhir 1445 H/ 5 Januari 2024
Mengenang ‘Rajawali Ngepret’ Rizal Ramli
Kisah duka datang dari segala penjuru tanah air. Tepatnya selasa lalu, salah satu tokoh ekonomi terkemuka Indonesia, Rizal Ramli, berpulang ke haribaan ilahi. Rizal Ramli, yang semasa hidupnya terkenal dengan julukan ‘Rajawali Ngepret’ karena sederet pejabat negara pernah menjadi sasaran ‘kepret’ sang “Rajawali’ wafat karena penyakit yang dideritanya.
Bicara tentang Rizal Ramli, serasa membuka lembaran kisah panjang tentang bagaimana seorang anak muda yang penuh semangat bisa menjadi salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia. Laki-laki dengan topi lebar dan wawasan yang lebih lebar lagi ini telah meninggalkan jejaknya yang sulit untuk dilupakan dalam sejarah ekonomi tanah air.
Rizal Ramli, pria kelahiran 10 Desember 1954 sudah menjadi anak yatim piatu sejak kecil. Tokoh kelahiran Padang, Sumatra Barat itu harus kehilangan Ibunya sejak masih berusia enam tahun. Hanya selang dua tahun kemudian, Rizal Ramli kehilangan ayahnya di usia delapan tahun. Hidup Rizal Ramli pun tidak selalu mulus usai ditinggal mati kedua orang tuanya. Ia kemudian hijrah ke Pulau Jawa agar bisa diasuh oleh neneknya yang tinggal di Bogor, Jawa Barat.
Setamat SMA, ia diterima kuliah di ITB, namun karena tak punya biaya ia bekerja dulu di sebuah percetakan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan selama 6 bulan hingga menyelesaikan kuliahnya. Rizal Ramli juga memanfaatkan kemahirannya berbahasa Inggris yang dipelajarinya secara otodidak untuk mencari uang dengan bekerja sebagai penerjemah buku-buku dan makalah berbahasa Inggris.,.....................
“Tajuk Rasil”
Kamis, 22 Jumadil Akhir 1445 H/ 4 Januari 2024
Kaum Muda Seharusnya adalah Sutan Sjahrir
Artikel KBAnews.com. Oleh: Weko kuncara
Pada November 1945, Sutan Sjahrir ditunjuk oleh Presiden Sukarno untuk menduduki jabatan Perdana Menteri. Meskipun usianya waktu itu baru 36 tahun, namun Sjahrir sudah memiliki pengalaman panjang sebagai politikus tangguh yang penuh integritas. Dia adalah salah satu di antara 10 pemuda penggagas pembentukan Jong Indonesië, yang kemudian bertransformasi menjadi Pemuda Indonesia. Perhimpunan inilah penggerak utama Kongres Pemuda Indonesia yang kemudian melahirkan Sumpah Pemuda itu.
Semasa kuliah Hukum di Universitas Amsterdam, Sjahrir aktif dalam berbagai pergerakan untuk menentang kolonialisme. Kembali ke tanah air pada 1931, Sjahrir bergabung dengan PNI-Baru yang didirikan oleh Bung Hatta karena PNI-nya Bung Karno sudah dibubarkan. PNI-Baru berkembang menjadi partai kader yang ditakuti oleh rezim kolonial. Keduanya ditangkap lalu dibuang ke Boven Digoel, Papua. Satu tahun kemudian keduanya dipindahkan ke Banda Neira, bersama-sama dengan Bung Karno, untuk menjalani masa enam tahun pembuangan.
Pada masa pendudukan Jepang, Sjahrir berpisah jalan dengan Sukarno-Hatta. Ada pendapat bahwa ketiganya memang sengaja menempuh taktik perjuangan yang berbeda. Sukarno-Hatta harus bekerja sama dengan Jepang, Sjahrir harus bergerak di bawah tanah. Tetapi, bagi Sjahrir, ini bukan soal taktik. Lebih pada prinsip ideologis. Rezim kolonialis-kapitalisme tidak bisa dipercaya, tetapi rezim fasisme Jepang lebih tidak bisa dipercaya lagi.
Sesudah Perang Dunia II, Belanda bermaksud kembali menjajah, tetapi ia harus menghadapi perlawanan tangguh Indonesia. Ia bersedia berunding, tapi menolak melakukannya dengan orang-orang Indonesia yang pernah menjadi kolaborator Jepang. Sjahrir, yang bersih dari kolaborasi dengan Jepang, menjadi pilihan yang masuk akal untuk memimpin perundingan dari pihak Indonesia. Itu sebabnya ia menjadi Perdana Menteri...............
“Tajuk Rasil”
Rabu, 21 Jumadil Akhir 1445 H/ 3 Januari 2024
Bedanya Kembang Api Tahun Baru dan “Kembangi Api” di Langit Gaza
Artikel Hidayatullah.com, Oleh: Qosim Nurseha Dzulhadi
Banyak orang riang dan gembira di malam Tahun Baru 2024. Suara kembang api, seperti biasa, terdengar di mana-mana, membahana dan gegap-gempita. Tentu kita senang usia masih sampai di tahun ini. Dan ini wajar. Tapi hura-hura bukan ajaran agama kita. Islam mengajarkan bahwa pergantian siang dan malam harus difungsikan untuk dua hal: zikir dan syukur. Karena usia harus dimanfaatkan dalam kebaikan dan ketaatan. Juga, usia adalah “modal” hidup seorang manusia.
Maka, sangat dungu orang yang menyia-nyiakan usianya dan menghamburkan modal hidupnya. Konon lagi usianya tak pernah dimanfaatkan untuk membela agama Allah. Senang di sini, gembira di kampung kita. Suka-ria di negeri ini patut disyukuri, karena tu anugerah Ilahi. Tapi, jangan lupa bawa beda halnya dengan saudara kita yang ada Gaza, Palestina. Di sana hanya ada duka dan nestapa.
Jika di tempat kita dan di seluruh dunia merayakan pergantian tahun dengan menyalakan petasan yang bisa memancarkan cahaya warna warni kembang api di udara, di Gaza lain lagi. Cahaya yang menerangi langit gaza hampir 3 bulan ini, bukan dari kertas, tapi “kembang api” pembunuh, berupa bom-bom mematikan dari jet-jet tempur Zionis Israel atas bantuan dari Amerika Serikat. Bahkan bom-bom paling dilarang oleh dunia internasional, telah dijatuhkan semuanya di bumi Gaza yang diberkahi.
Kembang api di Gaza adalah roket-roket penjajah Zionis-Yahudi. Tidak seperti di negeri ini, yang kita saksikan seperti malam tahun baru. Maka, lihatlah langit Gaza yang merah membara. Langit Gaza memang terang siang dan malam. Tapi, penerangnya bukan lampu, melainkan api penjajah yang membakar apa saja yang mereka suka.
Gaza tengah berduka. Nestapa mereka berlanjut. Keamanan tidak terjamin. Kenyamanan telah lama sirna. Ini jika diukur dari sisi materi. Tapi, dari sisi maknawi mereka punya segalanya. Ya, mereka punya segalanya. Negara mereka “merdeka” ketika yang lain “dijajah”. Mereka sumbangkan para syuhada untuk membela Kiblat Pertama umat Islam (Al Aqsa) di saat negara-negara lain melahirkan laki-laki pengecut. Mereka cucurkan darah mereka sebagai “donor” bagi mereka yang sudah “kehilangan darah” (para banci dan penakut)................................
“Tajuk Rasil”
Selasa, 20 Jumadil Akhir 1445 H/ 2 Januari 2024
Afrika Selatan Tuntut Israel di Mahkamah Internasional, Bagaimana Prospeknya?
Kolom Republika, Oleh: Fajri Matahati Muhammadin (Departemen Hukum Internasional, Fakultas Hukum, UGM)
Baru saja tanggal 29 Desember 2023, Afrika Selatan menuntut Israel dalam sengketa hukum internasional melalui the International Court of Justice atau Mahkamah Internasional. Tuntutan ini adalah karena 'dugaan' tindakan genosida yang melanggar The Genocide Convention 1948. Yang dituntut oleh Afrika Selatan adalah agar Mahkamah Internasional menetapkan Provisional Measures (tindakan sementara) untuk menghentikan sementara tindakan Israel yang 'diduga' merupakan genosida melalui persidangan singkat, sebelum kemudian dilaksanakan persidangan penuh.
Ada beberapa poin menarik yang dapat kita ambil di sini. Pertama, soal 'menyeret' Israel ke pengadilan. Mahkamah Internasional tidaklah seperti pengadilan di Indonesia yang dapat saling seret-menyeret. Jika suatu negara ingin menggugat negara lain, kedua negara harus bersepakat untuk mengajukan sengketanya ke Mahkamah Internasional. Akan tetapi, Israel merupakan negara peratifikasi pada The Genocide Convention 1948 yang Pasal 9-nya menyatakan kebersediaan negara peratifikasi untuk membawa dugaan pelanggaran konvensi ini ke Mahkamah Internasional. Sebenarnya dapat dan telah banyak dilakukan reservasi (pengecualian) atau deklarasi terhadap Pasal 9 ini misalnya oleh Malaysia, Montenegro, dan lainnya, tapi Israel tidak melakukan pengecualian apa pun. Maka, Israel tidak bisa lari.
Kedua, soal genosida. Istilah 'genosida' sering keliru dipahami sekadar sebagai pembantaian massal, padahal sejatinya ia lebih jahat lagi. Ia memiliki tujuan agar suatu kelompok (agama, ras, kewarganegaraan, dan lain-lain) harus habis, baik seluruh atau sebagiannya. Inilah yang 'diduga'(bahasa hukumnya begitu, karena belum diputus oleh Mahkamah) dilakukan oleh Israel kepada rakyat Palestina, bahkan kepada rakyatnya sendiri dari kalangan Yahudi asal Ethiopia melalui pemandulan kimiawi. Ironisnya, pionir dari The Genocide Convention 1948 dan juga istilah 'genosida' itu sendiri adalah Raphael Lemkin, seorang Yahudi dari Polandia. Istilah tersebut utamanya digunakan untuk mendeskripsikan kejahatan oleh Nazi terhadap etnis Yahudi di Eropa sebagai istilah hukum yang khusus. Konvensi tersebut lahir pada Desember 1948, hanya beberapa bulan setelah deklarasi pendirian Israel pada bulan Mei 1948. Akan tetapi, justru Israel sendiri yang langsung menjadi pelaku genosida sejak pendiriannya hingga sekarang.........................................
“Tajuk Rasil”
Jumat, 16 Jumadil Akhir 1445 H/ 29 Desember 2023
Desak Anies dan Kwalitas Capres
Oleh: Imaam Shamsi Ali
Dalam sejarah perpolitikan dunia, khususnya dalam konteks pemilihan presiden Indonesia bahkan dunia, baru kali ini saya mendapatkan ada capres yang sangat terbuka, tidak saja dalam melayani calon pemilih untuk bertatap muka dan silaturrahim. Tapi sekaligus bersedia untuk bertatap pikiran dan bersilatur fikri dengan para konstituen. Berbagai acara pertemuan dan diskusi diadakan hampir di semua daerah yang dikunjungi oleh segala lapisan masyarakat, dari guru besar dan akademis, pebisnis dan pelaku ekonomi, hingga ke para diplomat, para pelajar dan mahasiswa, hingga para perwakilan negara lain dilayani dengan sepenuh hati dan dengan profesionalitas yang tinggi.
Salah satu acara kampanye Amin (Anies-Muhaimin) adalah Acara Dialog terbuka dengan para konstituen (pemilih) yang disebut “Desak Anies” dan “Slepet Muhaimin”. Acara ini sangat unik dan Istimewa karena belum pernah terjadi dalam sejarah pilpres di Indonesia, bahkan kemungkinan di negara lain juga. Dimana capres-cawapres begitu terbuka dan berani menghadapi calon pemilih secara langsung dan tanpa memilih-milih (reservasi).
Saya melihat acara Desak Anies dan Slepet Muhaimin ini memiliki makna penting, sekaligus penggambaran sesungguhnya tentang sang capres dan cawapres. Kalau kita semua penuh antusias dengan debat Presiden dan Wakil presiden sebagaj ajang untuk menggali siapa dan apa tentang calon, sesungguhnya acara Desak Anies dan Slepet Muhaimin ini jauh lebih berkwalitas dan efektif. Debat capres atau cawapres sangat formal dan penuh dengan batasan-batasan keprotokoleran. Semua serba terbatas. Dibatasi waktu, dibatasi oleh pertanyaan tertentu, dibatasi oleh siapa yang terlibat, dan juga dibatasi oleh subyek tertentu yang dibahas. Tapi acara Debat Anies dan Slepet Muhaimin berbeda dan istimewa.
Mereka yang hadir tidak diatur secara protokoler. Misalnya ditentukan oleh KPU atau institusi yang mengadakan. Jika itu di universitàs maka semua mahasiswa punya hak untuk hadir dan dapat menyampaikan ide/pertanyaan jika kesempatan memungkinkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan panitia mempersilahkan dari kalangan yang jelas menyatakan mendukung calon yang lain. Pertanyaan juga tidak dibatasi untuk isu atau subyek tertentu. Tapi bersifat spontan dari para hadirin untuk menyampaikan ide, pendapat, pertanyaan bahkan kritikan sekalipun. Dan semua itu akan dijawab dengan sepenuh hati dan kejujuran apa adanya oleh capres Anies Baswedan..........
From the publisher's feed