Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Pemimpin yang Membahagiakan

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 24 Jumadil Awwal 1445 H/ 8 Desember 2023


    Pemimpin yang Membahagiakan

    Artikel Hidayatullah.com


    “Alangkah beratnya ujian Allah kepadaku.. ” Itulah untaian kata yang terucap oleh Umar Bin Abdul Aziz sambil duduk dan menangis begitu mengetahui dirinya dipilih untuk menjadi Khalifah, pemimpin umat Islam. Kepemimpinannya yang amat singkat, cuma lebih kurang tiga tahun, tercatat dalam sejarah dengan tinta emas. Sekalipun tak berlangsung lama, namun Khalifah Umar bin Abdul Aziz telah menorehkan watak dan karakter Kepemimpinan yang sederhana, egaliter, tawadhu, telaten, sabar, adil dan pembela dhuafa. Sesuatu yang amat fenomenal ketika dibawah kepemimpinannya adalah, ketika para pembayar zakat (muzakki) kesulitan untuk menunaikan kewajibannya, karena sedemikian makmurnya kondisi masarakat. Subhanallah.


    Begitulah dampak yang luar biasa dari cara seseorang ketika mempersepsikan apa yang menimpa atau dialami dirinya. Khalifah Umar Bin Abdul Aziz memandang jabatan sebagai ujian, bahkan ujian yang sangat berat, maka reaksinya adalah menangis. Pastilah terbayang oleh dirinya akan apa yang mesti dipertanggungjawabkan olehnya dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berbeda dengan kebanyakan pejabat di negara ini, pengumuman promosi kenaikan jabatan atau pengangkatan baru disambut dengan sujud sukur, dan pelukan hangat keluarga. Begitulah ekspresi ketika merasa mendapatkan karunia atau hadiah, bahkan sesuatu yang mungkin sudah lama diimpi-impikan. Perasaan suka cita ini yang sering akhirnya membuat lupa bahwa pada sebuah Kepemimpinan melekat tanggung jawab, dan justru jika tak mampu berhati-hati akan mengiring si pemangkunya pada kondisi merugi.


    Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)..............

    8 min
  • Ulama dan Pilihan Politik

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 23 Jumadil Awwal 1445 H/ 7 Desember 2023


    Ulama dan Pilihan Politik

    Oleh: Ustadz Shamsi Ali, Diaspora Indonesia dan Imam di kota New York


    Penulis kali ini memakai gelar “Ustadz” di depan namanya. Sebuah gelar yang lebih dikenal di Indonesia sebagai seseorang yang memiliki keilmuan Islam dan bergerak di bidang pendidikan dan keagamaan. Walaupun kata ini juga bisa berarti “professor” (guru besar). Tapi bisa juga sekedar panggilan penghormatan untuk seseorang. Seorang tukang roti di Mesir juga biasa disapa “ya Ustadz”.


    Selama ini dalam kapasitas saya di bidang keagamaan telah digelari macam-macam. Pernah digelari Kyai, Maulana atau Malvi (gelar guru agama di India Pakistan), Huzur (Bangladesh), dan juga Syeikh di kalangan masyarakat Arab. Kata Imam sendiri adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh warga kepada tokoh agama di Amerika dan dunia Barat secara umum. Yang semua itu sesungguhnya tidak penting. Yang lebih penting adalah substansi dari gelar-gelar itu. Kata “ustadz”, gelar inilah yang paling populer dan umum di gunakan untuk guru dan tokoh agama di Indonesia. saya ingin menjawab banyak pertanyaan yang masuk ke media sosial saya tentang “perlunya para Ustadz menentukan pilihan politik”.


    Saya ingin memulai dengan menekankan sekali lagi bahwa politik adalah bagian integral dari kehidupan manusia. Politik adalah “siasatul hayaah” (menejemen hidup) dalam segala aspeknya. Makanya kita kenal “politik ekonomi”, “politik hubungan internasional” dan seterusnya. Intinya tak ada satu orang pun yang bisa melepaskan diri dari politik. Belakangan kita dengar kata “politik praktis” yang umumnya diasosiasikan dengan wajah kotor. Bahwa politik praktis itu jahat, busuk, penuh dengan intrik dan tipuan. Politik praktis hanyalah jalan untuk memenuhi nafsu dan kerakusan kekuasaan.


    Pelabelan ini sangat tidak mendasar dan salah. Karena politik, termasuk apa yang disebut politik praktis hanyalah jalan. Yang menentukan sesungguhnya adalah siapa yang menjalaninya. Agama saja jika dijalani secara salah oleh orang-orang jahat akan nampak sebagai kejahatan. Lalu adilkah agama dilabeli sebagai kejahatan? Kembali kepada pertanyaan tentang perlukah para ustadz menentukan pilihan politiknya? Jawaban saya jelas dan tegas. Tidak saja perlu, tapi para ustadz harus menentukan pilihan politiknya. Ada beberapa alasan kenapa para ustadz, kyai, Syeikh, Imam, Maulana, Malvi, Huzur, dan gelar apapun yang dikenal bagi mereka untuk menentukan dan terlibat langsung dalam pilihan politik. .............

    9 min
  • Cerita Integritas Seorang Baharuddin Lopa

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 17 Jumadil Awwal 1445 H/ 1 Desember 2023


    Cerita Integritas Seorang Baharuddin Lopa


    Mempertahankan integritas bukan perkara mudah, apalagi jika godaan korupsi muncul di depan mata. Butuh keteguhan hati untuk memegang nilai-nilai integritas agar godaan bisa ditepis. Para tokoh bangsa sudah membuktikannya, bahwa korupsi harus dilawan mulai dari diri sendiri. Kisah-kisah soal kejujuran para tokoh bangsa ini layak menjadi teladan bagi masyarakat Indonesia agar tetap semangat melawan korupsi. Cerita-cerita mereka juga menjadi bukti bahwa korupsi tidak pernah mendapat tempat dalam sejarah. Korupsi, tidak akan pernah menjadi budaya di negeri ini.


    Para tokoh ini telah menerapkan nilai-nilai integritas dalam pekerjaan dan kesehariannya. Kita mengenal beberapa kisah para tokoh bangsa mulai dari KH. Agus Salim dengan cerita kesederhanaannya, Mohammad Natsir dengan cerita tambalan bajunya, Mohammad Hatta dengan cerita mesin jahit istrinya, sampai cerita Hoegeng Iman Santoso yang menutup toko kembangnya. Ternyata ada satu cerita nyata pejabat lainnya yang memiliki integritas tinggi dan sangat layak untuk diteladani oleh para pejabat negeri ini.


    Namanya Baharuddin Lopa, kelahiran Mandar, Sulawesi Selatan. Ketika mengingat sosok yang tenar di era awal reformasi ini tidak lepas dari upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Karier Baharuddin Lopa cemerlang, pernah menjabat Bupati Majene saat usia 25 tahun. Dia kemudian menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Ternate pada 1964. Dua tahun kemudian, Lopa menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh hingga pindah ke Kalimantan Barat pada 1974. Berikutnya, ia menjabat Kepala Pusdiklat Kejaksaan Agung RI (1976–1982), dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (1982–1986). Lopa akhirnya menjadi Jaksa Agung RI sekaligus Menteri Kehakiman dan Perundang-undangan pada 2001.


    Walau hanya sebulan menjabat Jaksa Agung, Lopa sudah membuat para koruptor ketar-ketir lantaran sifatnya yang tak kenal takut. Dia segera memerintahkan pulang Sjamsul Nursalim dan Prajogo Pangestu yang sedang dirawat di Jepang dan Singapura untuk diselidiki atas kasus korupsi. Dia juga turut menghadapi kasus yang melibatkan "orang-orang kuat", seperti Akbar Tanjung, Arifin Panigoro, dan Ginanjar Kartasasmita. Lopa juga berani mengusut kasus yang melibatkan mantan Presiden Soeharto.


    Salah satu kisah kecil soal integritas Barlop berkaitan dengan mobil dinasnya. Suatu ketika, sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Lopa mengadakan kunjungan ke sebuah kabupaten di wilayah kerjanya. Dalam perjalanan pulang, Lopa tiba-tiba menyuruh ajudannya menghentikan mobil. Lopa bertanya kepada sang ajudan, “Siapa yang mengisi bensin?” Si ajudan pun dengan jujur menjawab, “Pak Jaksa, Pak!” Mendengar itu, Lopa menyuruh ajudannya memutar mobil, kembali ke kantor sang jaksa yang mengisikan bensin ke mobil itu. Tiba di sana, Lopa meminta sang jaksa menyedot kembali bensin sesuai dengan jumlah yang diisikannya................

    8 min
  • Keteguhan Hati Rakyat Palestina Bikin Banyak Perempuan Amerika Serikat Masuk Islam

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 10 Jumadil Awwal 1445 H/ 24 November 2023


    Keteguhan Hati Rakyat Palestina Bikin Banyak Perempuan Amerika Serikat Masuk Islam

    Artikel Hidayatullah.com


    Megan B Rice, Tiktokers berusia 34 tahun yang tinggal di Chicago, menggunakan akun media sosialnya untuk menyuarakan krisis kemanusiaan di Gaza. “Saya ingin berbicara tentang keimanan orang-orang Palestina, bagaimana iman mereka begitu kuat, dan mereka masih menemukan ruang untuk menjadikannya sebagai prioritas untuk berterima kasih kepada Tuhan, bahkan ketika segalanya telah diambil dari mereka,” katanya dalam sebuah wawancara.


    Beberapa follower Muslim menyarankannya untuk membaca Al-Qur’an, kitab suci agama Islam, untuk mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang Islam. Maka Rice, yang tidak dibesarkan dalam lingkungan religius, mengorganisir “Klub Buku Agama Dunia”, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat mempelajari Al Qur’an bersamanya. Semakin banyak Rice membaca, semakin banyak isi teks yang selaras dengan sistem keyakinannya. Ia menemukan bahwa Al-Qur’an adalah anti-konsumerisme, anti-penindasan, dan feminis. Dalam waktu satu bulan, Rice mengucapkan syahadat, membeli jilbab, dan menjadi seorang Muslim.


    Rice tidak sendirian dalam keinginannya untuk merasakan Al-Qur’an. Di TikTok, anak-anak muda Amerika Serikat membaca teks tersebut untuk lebih memahami agama yang telah lama dijelek-jelekkan oleh media Barat, dan untuk menunjukkan solidaritas dengan banyak Muslim di Gaza. Video-video di bawah tagar “quranbookclub” –yang telah ditonton sebanyak 1,9 juta kali di aplikasi ini– menunjukkan para pengguna sedang memegang kitab suci Al-Qur’an yang baru mereka beli dan membaca ayat-ayatnya untuk pertama kali.


    Ada juga Zareena Grewal, seorang profesor di Yale yang sedang mengerjakan sebuah buku tentang kitab suci Islam dan toleransi beragama dalam budaya Amerika. Ia mengatakan bahwa ketertarikan terhadap TikTok ini bukan tidak pernah terjadi sebelumnya. Setelah peristiwa 9/11, Al-Qur’an menjadi buku terlaris secara instan, meskipun pada saat itu banyak orang Amerika yang membelinya untuk mengkonfirmasi bias yang mereka pegang tentang Islam sebagai agama yang pada dasarnya penuh dengan kekerasan. “Perbedaannya adalah bahwa pada saat ini, orang-orang tidak beralih ke Al-Qur’an untuk memahami serangan 7 Oktober oleh Hamas,” kata Grewal. “Mereka berpaling kepada Al-Qur’an untuk memahami ketangguhan, keimanan, kekuatan moral, dan karakter yang luar biasa yang mereka lihat dalam diri Muslim Palestina.”


    9 min
  • Presiden Dambaan Umat (Islam)

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 8 Jumadil Awwal 1445 H/ 22 November 2023


    Presiden Dambaan Umat (Islam)

    Artikel Republika, Oleh: KH. Salahuddin Wahid (1942-2020)


    Saya menafsirkan bahwa Presiden RI dambaan umat (Islam) adalah presiden yang ideal di mata umat. Yang ideal itu tidak mudah (bahkan cenderung tidak mungkin) untuk dipenuhi persyaratannya secara keseluruhan. Kita di sini tidak berbicara mengenai siapa orangnya, tetapi orang seperti apa. Presiden RI dambaan umat haruslah memenuhi kriteria umum yang diminta oleh bangsa Indonesia seluruhnya. Baru setelah ini dinilai apakah memenuhi kriteria bagi umat Islam yang sifatnya khusus. Kriteria khusus tentunya tidak bisa mengalahkan yang umum. Si Tokoh ideal itu harus memenuhi kriteria umum dulu, baru bisa dipertimbangkan kriteria khususnya.


    Kriteria yang saya sampaikan mencakup beberapa hal, yaitu visi, watak/karakter, kemampuan, dan akseptabilitas. Seorang presiden dambaan umat Islam dengan demikian harus mempunyai visi yang diterima umat Islam Indonesia. Visi seperti apa yang harus dipunyai? Tentunya visi bangsa Indonesia, yang terkandung dalam Pembukaan UUD, yang di dalamnya memuat apa yang kita kenal sebagai Pancasila. Pancasila yang mengandung sila Ketuhanan YME harus ditafsirkan sebagai sesuatu yang bersifat religius, bukan yang sekuler. Visi ini mengandung pengertian bahwa Indonesia bukanlah negara agama (Islam), tetapi negara yang berketuhanan. RI adalah negara yang mengakomodasi formalisme sampai batas UU (contohnya UU Perkawinan, UU Peradilan Agama), bukan pada tingkat UUD. Sang Tokoh tentu harus seorang visioner. Visinya tentu relevan dan kontekstual dengan zamannya, tetapi tidak boleh menyimpang dari visi di atas.


    Selanjutnya saya kemukakan bahwa presiden ideal itu harus mempunyai watak, sifat, atau pembawaan yang bagus. Watak ialah pembawaan orang yang tampak dalam perilakunya di dalam kehidupan sehari-hari. Watak yang diharapkan ialah jujur, dapat dipercaya, seimbang dalam melihat masalah, berani (tentunya bukan nekat), konsisten, mempunyai pengendalian diri yang kuat (tidak emosional dan pemarah, tenang dan tidak mudah terpengaruh), cerdas (fatonah). Selain itu, jenis manusianya harus jenis manusia pekerja, pelaksana, eksekutif (man of action) bukan jenis manusia pemikir, penggagas (man of ideas).


    Kejujuran adalah syarat yang penting. Kita mengetahui bahwa syarat utama perawi hadits adalah kejujuran. Sekali diketahui seseorang itu tidak jujur atau suka membohong, maka dia tidak dapat dijadikan perawi hadits. Kalau seseorang tidak seimbang dalam melihat masalah, dia tidak bagus dalam memilah dan menyaring informasi dan akibatnya akan timbul kesalahan dalam pengambilan keputusan. Lalu berani, harus dibedakan antara berani dengan nekat. Berani itu dengan perhitungan, sedangkan nekat tanpa perhitungan atau perhitungan dengan faktor keamanan yang kecil. Konsistensi, pengendalian diri, dan kecerdasan. Presiden ideal harus mempunyai kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional yang tinggi. Dia harus menjauhi kemewahan dan tidak rakus harta serta kekuasaan, dia harus mempunyai etika dan rasa kemanusiaan yang tinggi.


    Presiden yang ideal dituntut untuk mempunyai kemampuan memimpin, berkomunikasi, menyaring dan memilah informasi, serta mengambil keputusan. Selain itu, diperlukan kemampuan berorganisasi yang mencakup wawasan dan kesadaran berorganisasi, kemampuan memilih pembantu secara objektif (bukan atas dasar suka atau tidak suka), kemampuan melimpahkan wewenang dan mengawasi, kemampuan menilai kinerja (capaian dan waktu). Tentunya kemampuan fisik dari seorang presiden adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan.................

    9 min
  • Hentikan Kejahatan Perang Zionis Israel

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 7 Jumadil Awwal 1445 H/ 21 November 2023


    Hentikan Kejahatan Perang Zionis Israel


    Serangan militer Zionis Israel ke Palestina memasuki hari ke 44. Setelah membunuh belasan warga Gaza dengan tembakan artilerinya ke bangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, kemarin penjajah Israel mengepung fasilitas kesehatan itu dengan sejumlah tank. Kantor berita Palestina, Wafa, mengatakan bahwa Rumah Sakit yang dibangun dari sumbangan rakyat Indonesia di kota Beit Lahiya, timur laut Gaza, situasinya sangat buruk dan sangat memprihatinkan.


    Rezim biadab Netanyahu bertubi-tubi mendapat kutukan dan kecaman dari banyak negara, tak terlepas Indonesia. Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengutuk tindakan Israel dan mendesak mitra-mitra Tel Aviv untuk “menghentikan kekejamannya”. Serangan terhadap RS Indonesia, terjadi sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevakuasi 31 bayi prematur dari Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. Mereka termasuk di antara lebih dari 250 pasien sakit kritis atau terluka yang terlantar di sana sejak pasukan penjajah Israel memasuki kompleks tersebut.


    Orang berkata bahwa di saat perang, hukum-hukum membisu. Kebisuan hukum-hukum itu berkembang ke suatu pola kebohongan dan propaganda untuk menutupi kebiadaban dalam perang. Kebiadaban itu terjadi tatkala orang tak memperdulikan lagi hukum-hukum dan tata peristiadatan berperang. Negara Zionis Israel telah mempertontonkan perilaku itu semua ke seluruh dunia. Bukan sejak terjadi perang kali ini saja, bahkan kekejian itu dilakukan sejak negara penjajah itu didirikan. Maka sekarang, tak ada negara yang menjadi penjahat perang paling kejam di dunia ini selain Israel.


    Istilah kejahatan perang digunakan dalam kasus penjajahan Israel terhadap Palestina ini tentu saja mengacu kepada kejahatan peperangan, namun makna yang sesungguhnya tidaklah sekadar berkaitan dengan berbagai korban peperangan atau kengerian yang didatangkannya. Ia haruslah dipahami dalam Hukum Internasional, yang memberikan makna khusus dan garis-garis batasannya. Definisi kejahatan perang dijumpai dalam Statuta Tribunal Internasional Neuremberg tahun 1945 dan konvensi Jenewa 1949. Dokumen ini mengkategorikan kejahatan perang sebagai salah satu dari tiga kejahatan internasional, selain kejahatan melawan damai dan kejahatan terhadap kemanusiaan.


    Kejahatan Rezim Israel lengkap, apalagi kejahatan melawan perdamaian dengan perencanaan, persiapan dan penerusan agresi atau perang yang melawan berbagai persetujuan atau perjanjian internasional. Dilakukannya dengan dukungan Barat terutama Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Perancis yang memang “hobi” perang. Asisten profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, Tamer Qarmout, mengatakan bahwa serangan fasilitas umum ini merupakan bagian dari strategi perang Israel. "Jadi apa yang mereka lakukan adalah merampas mata pencaharian warga sipil yang terjebak di Gaza utara. Jadi mereka menghantam tangki air, menyerang fasilitas sipil, rumah sakit, dan bahkan sekolah UNRWA di mana orang-orang mengungsi.


    Fasilitas umum yang hancur mengutip Databoks, Badan Pusat Statistik Palestina (PCBS) melaporkan sepanjang periode 7 Oktober hingga 16 November 2023 sudah ada ratusan bangunan sekolah Palestina yang hancur. Kemudian, ada ratusan bangunan kantor pemerintahan Palestina yang hancur karena serangan serupa, dan 25 rumah sakit mengalami kerusakan. Puluhan rumah ibadah seperti masjid dan gereja pun hancur.............


    8 min
  • Boikot Demi Palestina

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 6 Jumadil Awwal 1445 H/ 20 November 2023


    Boikot Demi Palestina

    Resonansi Republika, Oleh: Asma Nadia


    Lima hari setelah serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023 yang mengakibatkan banyak kerusakan dan korban militer di pihak Israel, Disney memberi bantuan mencapai 2 juta dolar AS atau setara Rp 31 miliar. Setelah berita tersebut tersebar, tidak sedikit pelanggan Disney Hotstar yang mempertimbangkan atau langsung memutus untuk berhenti berlangganan. Lalu muncul berita McD Israel mendonasikan 4.000 makanan kepada rumah sakit dan unit militer. Restoran cepat saji itu juga siap menyumbang makanan setiap hari kepada tentara yang ada di medan perang. Bahkan, McD Israel juga akan memberikan diskon khusus hingga 50 persen bagi tentara Israel yang datang untuk makan di McD.


    Menanggapi hal itu, Ade Andrian, seorang manajer di Medan mengatakan kepada Aljazirah, “Favorit saya the family meal, saya juga selalu order es krim. Namun sejak mengetahui McDonald’s memberi makanan dan diskon buat tentara Israel, saya tidak pernah ke sana lagi.” Sikap yang sepertinya mewakili banyak pelanggan lain di Indonesia.


    Di media sosial beredar konten yang khusus dibuat anak-anak di Gaza. Mereka menyerukan boikot for the sake of Gaza dalam ahasa Arab.n“Boikot demi Gaza,” ujar setiap anak, satu per satu sambil menunjukkan secarik kertas dengan logo produk berbeda. Ada logo Starbucks, KFC, McDonald’s, Doritos, Pringles, Dove, Nutella, Pepsi, Coca-Cola, Burger King, Nike, Dettol, Cadbury, Bueno, Snicker, dan Nivea.


    Jika sebelumnya isu boikot hanya pembicaraan dari mulut ke mulut, kini bahkan MUI tidak sekadar menyetujui, tapi juga memfatwakan haram bagi yang masih mengonsumsi. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menegaskan, "Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram." Memang di antara produk yang diharamkan karena dukungan terhadap Israel, sebagian besar di antaranya telah mendapat label halal dari MUI. Lalu bagaimana? Ya, tentu saja produk tersebut secara bahan tetap halal, tapi jika profitnya dialokasikan untuk sesuatu yang haram seperti pembantaian massal saat ini, maka membelinya menjadi haram.............

    8 min
  • Politik yang Menyatukan dan Pemilu yang Menggembirakan

    Oleh: Imaam Yakhsyallah Mansur, Pembina Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia


    Tujuan sejati diadakannya pemilu adalah untuk memilih pemimpin terbaik yang akan menyejahterakan rakyat dan memajukan negara, bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan. Maka, ajang pesta demokrasi hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan dan permusuhan antar sesama anak bangsa. Layaknya dalam sebuah pertandingan, tentu akan ada pihak yang menang dan kalah. Maka, pihak yang kalah harus legowo (menerima kekalahan) dan tidak berlaku anarkis. Sebaliknya, yang menang tidak sombong dan jumawa.


    Semua pihak harus mampu meredakan ketegangan sejak sebelum pertandingan dimulai. Jika sebelum pertandingan suasana nyaman, maka pertandingan insya-Allah akan berjalan fairplay dan sportif. Namun, jika sebelum pertandingan saja sudah tegang, kemungkinan akan terjadi saling curiga, tindakan kekerasan dan berujung kerusuhan.


    Setiap warga negara hendaknya mengingat bagaimana para pendiri bangsa ini membangun persatuan melalui Sumpah Pemuda 1928. Meski mereka berasal dari berbagai suku, etnis dan bahasa, namun mereka mampu mengikrarkan kalimat persatuan di tengah kebhinekaan. Semangat persatuan juga menginspirasi proses perumusan Pancasila. Para tokoh Muslim rela menghapus tujuh kata dalam sila pertama, demi menyatukan anak-anak bangsa yang berbeda agama, dalam bingkai Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI).


    Setiap kita harus menyadari bahwa persamaan di antara kita jauh lebih banyak daripada hal-hal yang membedakan. Maka dengan semangat persamaan itu kita bisa lebih mudah membangun persatuan. Merasa diri dan kelompoknya paling benar, paling pantas memimpin negeri dan sikap anti kritik harus dibuang jauh-jauh, demi membangun kebersamaan, merajut tali kasih sayang antar sesama anak bangsa. Ada kepentingan yang lebih besar bagi bangsa ini, yakni membangun peradaban yang berkemajuan, demi meraih kemakmuran untuk anak bangsa dan generasi sesudah kita. Hal itu tak boleh dikorbankan hanya karena beda pilihan politik antar anggota masyarakat.


    Kontestasi pemilu dan pilpres pada 14 Februari 2024 mendatang pun harus kita jadikan sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu, perlu adanya hal-hal sebagai berikut: Pertama, masyarakat harus bisa menyikapi perbedaan pilihan dengan bijak dan dewasa. Tidak perlu saling mencela, memaki, apalagi memfitnah dan merendahkan satu sama lain. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka, mari kita saling melengkapi dan menyempurnakan. Jika terdapat kebaikan di pihak lain, mari kita dukung bersama. Namun jika ada potensi kekeliruan, nasihatilah dengan santun, dalam suasana keakraban dan kekeluargaan.


    Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Sikap terbaik adalah menerima perbedaan tersebut dan menjadikannya sebagai bagian dari dinamika kehidupan. Perbedaan jangan dijadikan sebagai sumber konflik, melainkan sebagai aset dan potensi kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh toleransi. Selain itu, mari gunakan media massa dan media sosial secara arif dan bijak. Jadikan media sebagai sarana pemersatu bangsa, bukan memantik perpecahan dan saling curiga. Insan pers hendaknya memberi informasi yang valid serta mengutamakan kepentingan bangsa, persatuan, dan kesatuan. Media yang menjalankan tugasnya secara profesional akan mampu menjadi pilar demokrasi...................

    9 min
  • Membedah Otak Para Pendukung Zionis Israel

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 1 Jumadil Awal 1445 H/ 15 November 2023


    Membedah Otak Para Pendukung Zionis Israel

    Resonansi Republika, oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri


    Bagaimana Barat bisa membabi-buta mendukung Zionis Israel? Mari kita bedah otak atau jalan pikiran para pendukung negara Yahudi itu. Terkait dengan Inggris, tiga pakar negara itu memberi pandangannya dalam wawancara dengan media Aljazirah. Menurut akademisi Inggris Chris Doyle, nestapa bangsa Palestina tidak bisa dilepaskan dari janji pemerintahnya. Janji itu dibuat, lantaran Menlu Arthur Balfour waktu itu tidak ingin orang Yahudi dari Eropa Timur datang ke Inggris. Keberadaan mereka dalam jumlah besar bisa menjadi masalah serius. Ia pun menganggap janji itu sebagai solusi.


    Doyle menambahkan, Balfour sebenarnya anti-Semit alias anti-Yahudi. Ia tak ingin jumlah orang Yahudi di Inggris bertambah. Ia melihat orang-orang Yahudi mempunyai pengaruh yang semakin besar di Amerika, dan hal yang sama bisa terjadi juga di Inggris. Jadi, lanjut Doyle, menjanjikan kepada orang-orang Yahudi sebuah negara di luar Eropa adalah ide yang sepenuhnya anti-Semit.


    Lalu mengapa harus Palestina yang dipilih untuk negara Yahudi? Afaf Al-Jabri, kepala Program Studi Pascasarjana untuk Pengungsi di Universitas London, menjelaskan, dari sisi hukum Inggris sebagai negara kolonial sebenarnya tidak berhak menempatkan orang-orang Yahudi di Palestina. Akan tetapi, dari strategi kolonial, Palestina adalah pilihan terbaik. Tujuannya, untuk membuat kawasan Arab terus bergolak, terus berkonflik, sehingga Barat tetap bisa ‘menjajah’, meskipun dalam bentuk lain. Hal senada disampaikan aktivis hak asasi manusia dan ketua Kampanye Solidaritas Palestina di Inggris, Ibnu Jamal. Menurutnya, Deklarasi Balfour berlatar belakang kolonial Kerajaan Inggris. Yakni menjadikan gerakan Zionis sebagai sekutu potensial di jantung Arab, sekaligus tujuan anti-Semit tercapai dengan memaksa orang Yahudi keluar Inggris.


    Bagaimana dengan Amerika Serikat? Dukungan negara adidaya itu mulai berlangsung saat Perang Dingin dengan Uni Soviet (1947-1991). Bagi Amerika Serikat, Timur Tengah adalah wilayah potensial sebab kaya minyak bumi dan gas. Dengan adanya Israel di jantung dunia Arab, maka Barat akan dengan gampang terus ‘menguasai’ kawasan Timur Tengah. Begitu pun dengan sendirinya tercipta perlombaan senjata di antara negara-negara di Timur Tengah, buat menyaingi kekuatan militer Negara Yahudi itu. Apalagi bila terus diembuskan tentang bahaya Iran, yang mereka katakan, berupaya memperkuat militernya dengan senjata nuklir. Akhirnya, militer Iran dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas keamanan dan politik di kawasan. Maka, kawasan Timur Tengah pun menjadi pasar yang sangat besar buat berbagai persenjataan canggih produksi Amerika Serikat dan negara Barat lainnya.


    Besarnya dukungan kepada Israel dibarengi fakta bahwa para warga Yahudi di Amerika adalah konstituen utama dalam kancah politik Amerika Serikat, baik bagi Partai Republik maupun Demokrat. Jadi, dengan mendukung Israel, sebetulnya para pejabat Washington juga mengamankan posisi politik mereka di dalam negeri. Suara kaum Yahudi adalah ceruk potensial yang bisa menjadi mesin pendulang suara saat pemilu.............

    10 min
  • Bersaing Ketat, Anies-Cak Imin Berpeluang Menang

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 30 Rabiul Akhir 1445 H/ 14 November 2023


    Bersaing Ketat, Anies-Cak Imin Berpeluang Menang

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Survei Australia dan Prancis membuka perspektif baru jelang kontestasi pilpres 2024. Di tengah apatisme rakyat terhadap banyak lembaga survei dalam negeri yang dianggap "tidak jujur" muncul survei dari lembaga Prancis dan Australia. Rekam jejak dua lembaga survei ini dianggap lebih kredible karena tidak terkontaminasi dalam keterlibatannya sebagai timses atau "agen opini".


    Dua lembaga survei asing itu adalah Ipsos Public Affair dan Utting Research. Di survei Ipsos Public Affair, lembaga asal Prancis ini elektabilitas pasangan AMIN 28,91 persen. Prabowo-Gibran 31,32 persen dan Ganjae-Mahfudz 31,98 persen. Survei dilakukan pada tanggal 17-19 oktober 2023. Bulan Juli sebelumnya, Utting Research, lembaga survei asal Australia ini juga melakukan riset. Saat itu, belum ada pasangan cawapres. Hasilnya: elektabilitas Anies 27 persen. Prabowo 33 persen dan Ganjar 34 persen.


    Dari survei dua lembaga asing ini, terlihat beda jauh hasilnya dengan survei-survei yang dilakukan oleh sejumlah survei lokal. Situasinya mirip pilgub DKI 2017. Publik yakin ada "permainan opini" melalui rekayasa hasil survei yang sengaja dilakukan untuk mempengaruhi persepsi publik. Hal ini lazim terjadi di setiap pemilu. Hanya saja, sikap manipulatif semacam ini telah merusak mental rakyat. Kalau itu disengaja dan atas perintah capres yang membiayai, ini telah menegaskan betapa rusaknya mentalitas capres itu.


    Terpublisnya hasil survei dari lembaga-lembaga survei independen, ini bisa menjadi kontrol terhadap masifnya manipulasi yang seringkali dilakukan oleh sejumlah lembaga survei lokal.


    Meliihat hasil survei yang dilakukan dua lembaga asing di atas, elektabilitas AMIN punya trend naik. Ada dua penyebabnya kenapa elaktabilitas AMIN naik. Pertama, bergabungnya Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin menjadi cawapres Anies. Ini faktor penting. Cak Imin membawa PKB. Cak Imin dan PKB menjadi mesin politik yang bisa bekerja lebih maksimal di kalangan NU, terutama wilayah Jawa Timur yang menjadi titik lemah Anies. Hadirnya Cak Imin di Koalisi Perubahan juga telah sukses menyingkirkan stigma negatif terhadap Anies. Kedua, Anies punya cukup banyak variable potensial yang belum terekspos ke publik. Soal ini berulangkali sudah saya tulis di media sejak jelang pilgub DKI. ..........

    8 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air