Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Tekad Kuat dan Sabar Membebaskan al-Aqsa

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 29 Rabiul Akhir 1445 H/ 13 November 2023


    Tekad Kuat dan Sabar Membebaskan al-Aqsa


    Seluruh dunia menyaksikan dengan pilu kejahatan dan kebiadaban Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, Palestina. Sehingga banyak masyarakat yang bertanya “Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan Zionis Israel”. Semua orang yang peduli memberi jawaban, “Bantu dengan kekuatan apapun, minimal kita berdoa dengan doa yang tidak putus di setiap sholat fardhu. Jangan berhenti dan memalingkan sedikitpun perhatian kita terhadap Palestina”.


    Saat penindasan bangsa Palestina semakin merajalela. Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS) yang berpengaruh telah mengeluarkan fatwa Palestina yang mengatakan bahwa penguasa dan tentara Arab diwajibkan oleh Syariat Islam untuk melakukan intervensi militer guna menyelamatkan Gaza dari genosida dan pemusnahan massal. Badan ulama tersebut memilih negara-negara yang berbatasan dengan Palestina –seperti; Mesir, Yordania, Suriah, Libanon– dan mengatakan bahwa intervensi militer adalah kewajiban Syariah atas mereka.


    Bahkan Persatuan Ulama Muslim Internasional juga mengatakan bahwa membiarkan Gaza dan Palestina dimusnahkan dan dihancurkan merupakan pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya dan merupakan salah satu dosa terbesar di hadapan Allah SWT. Upaya pembelaan terhadap warga Palestina harus dilakukan dengan cerdas dan berani. Hal ini menunjukkan, bahwa masalah Palestina bukan soal kecil. Ini masalah yang sangat besar. Yang sedang kita hadapi adalah bangsa Yahudi, sebuah bangsa yang telah terkenal dengan kecerdikan dan kejahatannya dalam sejarah. Bangsa ini juga begitu banyak disebutkan dalam Alquran, khususnya tentang kejahatan-kejahatan dan watak degil mereka dalam sejarah.


    Perjuangan membebaskan Palestina bukanlah kali pertama dilakukan umat Islam. Sejarah menunjukkan, perjuangan membebaskan diri dari suatu penindasan seringkali membutuhkan waktu yang panjang. Kita ingat, kemerdekaan Indonesia harus dicapai setelah ratusan tahun harus berjuang melawan penjajah Belanda. Dalam kaitan inilah, kita perlu meningat, bahwa syarat penting untuk meraih kemenangan dalam perjuangan adalah sabar dalam berjuang. “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan perkuatlah kesabaranmu dan bersiap-siagalah dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu meraih kemenangan.” (QS Ali Imran:200).


    Perjuangan mewujudkan suatu kemenangan, apalagi kemenangan perjuangan Islam terkadang memerlukan waktu yang panjang. Untuk dapat menaklukkan Konstantinopel, umat Islam membutuhkan waktu sekitar 800 tahun. Rasulullah ﷺ wafat sekitar tahun 636 M. Semasa hidup, beliau pernah mengabarkan bahwa umat Islam suatu ketika akan menaklukkan Konstantinopel. Ternyata, penaklukan Konstantinopel baru terjadi pada tahun 1453 M. Pada tahun 1099 M, kota Jerusalem jatuh ke tangan pasukan Salib. Umat Islam merebut kembali kota Jerusalem baru pada tahun 1187 M. Itu artinya, umat Islam harus menunggu waktu selama 88 tahun untuk merebut kembali Jerusalem.


    Kini, umat Islam diuji oleh Allah SWT, berupa penodaan dan penindasan kaum Yahudi di Palestina. Berulang kali kaum Yahudi merusak dan menodai kesucian Masjid al-Aqsa. Kini, mereka terus mengancam keberadaan Masjid al-Aqsa. Sejak tahun 1967, tempat suci umat Islam ini sudah direbut kaum Yahudi. Jadi, pendudukan Yahudi atas al-Aqsa kini sudah berlangsung 56 tahun. ............


    8 min
  • Menghargai Jasa Pahlawan

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 26 Rabiul Akhir 1445 H/ 10 November 2023


    Menghargai Jasa Pahlawan


    Sejarawan muslim Prof. Ahmad Mansur Suryanegara suatu ketika pernah menuturkan cerita secara lisan tentang peristiwa perang Surabaya.


    “Embun pagi masih melekat di setiap permukaan dedaunan pada satu pagi, tanggal 10 November 1945 tepatnya. Belum juga hilang semangat para jama’ah shalat subuh yang berjalan kembali ke rumahnya dari langgar dan surau. Namun kesejukan tersebut tiba-tiba menjadi hilang menyusul bergeloranya perlawanan para kaum muda terhadap serangan pasukan Inggris yangyang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat.


    Upaya penyerangan tersebut di luar dugaan pihak Inggris yang menganggap bahwa Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. Di Surabaya ada para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya melalui siaran radio yang berapi-api, sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.


    Bukan hanya dari tokoh pemuda saja, tetapi kalangan alim ulama serta kyai-kyai pondok pesantren Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris secara de facto. Tapi pertempuran heroik itu semakin membakar semangat bangsa Indonesia di berbagai daerah sehingga menimbulkan perlawanan yang tak kalah sengitnya.”


    Peristiwa kedatangan pasukan inggris tersebut hingga hari ini, peristiwa heroik ini kita namai dan peringati sebagai Hari Pahlawan. Tepat sudah 78 tahun berlalu, angka yang sama dengan usia kemerdekaan republik yang kita cintai, Indonesia. “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.” Kutipan dari Bung Hatta ini mempertegas bahwa pahlawan dan kepahlawanan tidak hanya identik dengan orang-orang yang berjuang di medan perang yang bersifat heroik. Makna pahlawan yang tersirat dari pernyataan tersebut ialah pahlawan merupakan orang-orang yang dikenang karena kesetiaannya dalam perjuangan mencapai cita-cita. Cita-cita tersebut tidaklah lain meningkatkan harkat dan martabat bangsa dan Negara Republik Indonesia.


    Lalu bagaimana bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan? Biasanya seremonial yang menandai rasa hormat dan penghargaan kita kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi negara termasuk kita-kita yang kini menikmati alam kemerdekaan dengan suka cita. Menikmati dengan ber-medsos ria di cafe-cafe dengan asik. Oleh karena itu, jangan sampai sikap respek hilang. Penghormatan patut kita kedepankan kepada para pahlawan dan kepada anak cucu mereka. Bung Karno, sang proklamator kemerdekaan RI berujar, rasa hormat kepada pahlawan sebagai wujud sikap rakyat yang berjiwa besar dari sebuah bangsa yang besar.


    Dalam sebuah kesempatan menyampaikan pidato yang berapi-api, Bung Karno berkata, “Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar.” Makna kontradiktif dari ungkapan Bung Karno di atas dapat kita maknai bahwa hanya manusia-manusia berpikiran picik dan kerdil yang tidak menghargai jasa para pahlawan dan menandai sebuah bangsa yang kecil dan kerdil. Oleh karena itu, segenap bangsa Indonesia menempatkan hari pahlawan sebagai momentum istimewa penghargaan atas peran perjuangan putra-putri terbaik ............

    8 min
  • Tekad Kuat Tenaga Medis RSI

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 25 Rabiul Akhir 1445 H/ 9 November 2023

    Tekad Kuat Tenaga Medis RSI

    Seorang perawat warga negara Amerika Serikat yang baru-baru ini dievakuasi dari Gaza, membagikan pengalamannya yang menyentuh dan mendalam dengan masyarakat di Gaza, yang kini masih berada di bawah agresi Zionis Israel. Adalah Emily Callahan, manajer aktivitas perawat di Doctors Without Borders yang bertugas di Palestina ini mengambarkan para dokter dan perawat Palestina yang tetap tinggal di Jalur Gaza adalah pahlawan.


    "Hati saya ada di Gaza, hati saya akan tetap berada di Gaza," ujar Callahan dalam sebuah wawancara. "Orang-orang Palestina yang bekerja sama dengan saya, baik sebagai staf nasional di kantor maupun staf saya di Rumah Sakit Indonesia, adalah orang-orang yang paling luar biasa yang pernah saya temui dalam hidup saya,” katanya. Emily Callahan juga mengakui para tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Indonesia di Gaza punya tekad dan hati teguh.


    Callahan bekerja dengan Doctors Without Borders dan tinggal di Gaza selama 26 hari setelah konflik antara Israel dan kelompok pejuang Palestina, meletus pada awal Oktober. Dia dievakuasi pekan lalu. Dia mengutip sebuah insiden di mana semuanya meledak, dan para petugas kesehatan mendapat pemberitahuan untuk dievakuasi ke Jalur Gaza selatan. Ia mengatakan bahwa ia mengirim pesan singkat kepada para perawat di Rumah Sakit Indonesia. "Kami kehilangan perawat di akhir pekan, dia terbunuh ketika ambulans di luar rumah sakit diledakkan."


    Callahan menceritakan bahwa dia menghubungi rekan-rekannya untuk menanyakan apakah ada orang yang bergerak ke arah selatan. Jawabannya adalah salah satu tekad yang teguh. "Ini adalah komunitas kami. Ini adalah keluarga kita. Ini adalah teman-teman kita. Jika mereka akan membunuh kita, kita akan mati untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” terangnya.


    Menekankan dedikasi mereka, Callahan berkata, "Para dokter dan perawat tidak pergi karena kesetiaan kepada komunitas mereka. Saya ingin mengingatkan orang-orang bahwa mereka yang tetap tinggal adalah pahlawan, mereka tahu bahwa mereka akan mati, dan mereka memilih untuk tetap tinggal,” lanjutnya. Callahan mencatat rutinitas hariannya mengirim pesan kepada setiap rekannya di pagi hari dan sebelum tidur untuk mengetahui apakah mereka masih hidup.


    Sudah lebih dari 10.350 warga Gaza terbunuh karena Bom Zionis Israel yang melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza. Di tengah melonjaknya jumlah korban jiwa, kebutuhan dasar semakin menipis di Gaza setelah Israel memberlakukan pengepungan penuh terhadap daerah kantong tersebut yang menyebabkan pengiriman bantuan kemanusiaan nyaris terhenti. Dalam sebulan sejak perang dimulai, tidak lebih dari 500 truk tiba di Gaza. Di Gaza utara tempat Rumah Sakit Indonesia berada, ada tiga relawan warga negara Indonesia – Fikri, Reza dan Farid- yang memilih untuk tetap tinggal dan tidak dievakuasi demi membantu warga sipil di wilayah tersebut.

    8 min
  • Terima Kasih, Palestina!
    “Tajuk Rasil”
    Selasa, 23 Rabiul Akhir 1445 H/ 7 November 2023
    *Terima Kasih, Palestina!*
    _Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil_
    Sampai sekarang rakyat Palestina masih berjuang membebaskan negerinya dari penjajah ‘Israel’. Hujan bom terus mengguyur seantero kota Gaza. Ribuan orang meninggal dunia. Tiga ribu lebih di antaranya adalah anak-anak. ‘Israel’ dibantu Amerika Serikat dan sekutunya terus melancarkan serangan-serangan yang membabi buta. Tak peduli dan tak melihat siapa sasarannya. Pagi, siang, sore, terlebih di malam hari suara bom menggelegar. Bangunan-bangunan hancur lebur. Rumah sakit juga tidak luput dari pengeboman termasuk rumah sakit Indonesia yang dibangun dari pengumpulan donasi masyarakat di tanah air.
    Mereka memutus jaringan internet agar kekejian mereka tidak terekspos ke dunia luar. Mereka memutus suplai makanan, minuman, obat-obatan. Mereka sengaja menciptakan kelaparan bagi warga Gaza. Sungguh perilaku yang tidak mungkin akan dilakukan kecuali oleh manusia-manusia yang tidak memiliki perikemanusiaan. Di sisi lain, kita harus berterima kasih kepada Palestina. Mengapa? Karena mereka telah mengajarkan banyak hal kepada kita, beberapa di antaranya :
    Pertama, Palestina mengajarkan kepada kita tentang betapa pentingnya jihad. Dengan jihad, pasukan musuh lari kocar-kacir melihat perjuangan umat. Meski di bawah tekanan selama berpuluh tahun, dijajah, dibantai, dirampok tanah dan rumahnya, diusir dari tanah airnya oleh Zionis ‘Israel’ namun tidak memadamkan kobaran jihad di dada para pejuang. Jihad menjadi momok yang menakutkan di hati para musuh. ‘Israel’ sadar tidak mudah menaklukkan Palestina. Sebab mereka berhadapan dengan para mujahid. Para mujahid yang mencintai kematian........
    8 min
  • Mencita-citakan Generasi Shalahuddin

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 22 Rabiul Akhir 1445 H/ 6 November 2023


    Mencita-citakan Generasi Shalahuddin

    Artikel Hidayatullah.com


    Membahas Baitul Maqdis, kita akan teringat dengan sosok Shalahuddin al-Ayyubi. Dalam sejarah Islam sendiri, Shalahuddin memang salah satu tokoh yang amat sangat penting perannya karena dibawah kepemimpinannya Baitul Maqdis kembali ke tangan Islam. Setelah lebih dari satu genarasi berada dalam cengkeraman kaum Salib. Tetapi seorang Shalahuddin bukanlah pemimpin yang ujug-ujug turun dari langit, dia adalah produk sebuah generasi.


    Awalnya adalah Al-Ghazali yang hidup di jaman keterpurukan Islam itu, dia berusia sekitar sekitar 42 tahun ketika Baitul Maqdis ditaklukkan tentara Salib. Maka ulama besar yang kemudian disebut sebagai Hujjatul Islam Al- Ghazali ini mendiagnosa kondisi umat Islam saat itu, mengapa sampai bisa sedemikian terpuruknya sehingga puncaknya dengan mudah bisa ditaklukkan oleh tentara Salib. Dia menemukan saat itu umat terpecah belah oleh fanatisme mazhab dan golongan, fungsi ulama berubah yang tadinya guru dan penasihat para penguasa malah menjadi alat politik, dan kecintaan pada harta menimbulkan perilaku menyimpang. Ini semua yang kemudian menimbulkan kerusakan ekonomi, sosial dan politik sehingga melemahkan dunia Islam secara keseluruhan dalam menghadapi serangan-serangan kaum Salib.


    Menghadapi kerusakan-kerusakan yang meluas saat itu, orang-orang yang tulus ingin menjaga agamanya menempuh berbagai cara. Ada yang kemudian secara pasif mengasingkan diri menjauhi pengaruh buruk dari kerusakan yang meluas, mengevaluasi pemikiran dan konsepnya, kemudian kembali ke tengah masyarakat untuk melakukan amar makruf nahyi munkar. Cara yang kedua inilah yang ditempuh oleh Al-Ghazali. Dia berusaha memproduksi generasi baru para ulama dan pendidik (murabbi), melahirkan sistem baru dalam pendidikan dan pengajaran, menghidupkan misi amar makruf nahyi munkar, mengingatkan pemerintah yang dzalim, menyerukan keadilan sosial, sampai pada memberantas aliran-aliran dan pemikiran sesat yang memang juga sudah ada saat itu.


    Untuk merealisasikan upaya tersebut Al-Ghazali merumuskan sistem pendidikan baru yang kemudian diterapkan di madrasahnya. Konsep pendidikan Al-Ghazali inilah yang kemudian diteruskan oleh Syeikh Abdul Qadir al Jailani di Madrasah Al-Qadiriyah di pusat kota Bagdad yang memfokuskan kegiatannya pada tiga hal. Pertama pada upaya untuk mencetak lulusan yang siap memegang tampuk pimpinan perjuangan Islam dan menyebarkan misi amar makruf nahyi munkar. Kedua, membangun koordinasi antar madrasah. Ketiga, membuat modul program pendidikan dan dakwah.


    Dari upaya penyiapan generasi baru yang panjang melalui madrasah-madrasah tersebut kemudian lahir pemimpin umat Nuruddin Zanki yang kemudian melahirkan ‘anak didik’ Shallahudin Al-Ayyubi. Diperlukan waktu sekitar 90 tahun sejak suatu generasi dipersiapkan, sampai menghasilkan buahnya yang sekaliber Shalahuddin ini. Suatu masa keterpurukan yang panjang yang mendahului lahirnya generasi Shalahuddin tersebut sesungguhnya sangat mirip dengan apa yang kita alami di jaman ini. Kini umat Islam terpecah bukan hanya oleh mazhab, golongan dan aliran. Tetapi juga oleh partai-partai..............

    8 min
  • Runtuhnya Bisnis Yahudi pada Masa Nabi Muhammad ﷺ

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 19 Rabiul Akhir 1445 H/ 3 November 2023


    Runtuhnya Bisnis Yahudi pada Masa Nabi Muhammad ﷺ


    Di masa kepemimpinan nabi Muhammad ﷺ, perang ekonomi yang dijalankan kaum Muslimin juga menyasar kaum Yahudi selain kaum musyrikin Mekkah. Ketika itu, kaum Yahudi menguasai sektor bisnis dan industri di Madinah. Sebagai penguasa ekonomi di Madinah, kaum Yahudi tidak segan-segan menjebak masyarakat dengan utang yang berbunga tinggi. Di samping itu, kaum Yahudi juga selalu memantik api perselisihan antara Suku Aus dan Suku Khazraj.


    Bermula dari Hijrah Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat di Madinah (Yatsrib) yang membuat kaum Yahudi di kota itu merasa terganggu. Bani Quraizhah, Bani Nadhir, dan Bani Qainuqa, tiga komunitas Yahudi paling terkenal, pun kompak berusaha membendung pamor Nabi Muhammad yang mulai bersinar. Mereka memang menyepakati Piagam Madinah yang dibuat Nabi bersama warga kota itu. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka melanggar dan mengkianatinya, bahkan pada momen-momen genting, sehingga Nabi pun menghukum mereka.


    Berawal ketika kaum Muslimin tiba di Madinah, Nabi Muhammad kemudian mendirikan pasar. Beliau mengajari tata krama di pasar, mendorong para sahabatnya untuk berbisnis, dan mencari rezeki yang halal. Mengetahui hal itu, kaum Yahudi Madinah gusar. Terlebih, kaum Muslimin berhasil menumbangkan perekonomian kaum Yahudi di Kota Madinah. Kaum Yahudi semakin tidak terima. Mereka menilai, Nabi Muhammad dan kaum Muslim telah menghancurkan bisnis yang selama ini mereka geluti.


    Dari perang ekonomi tersebut, maka terjadi lah perang-perang terbuka antara kaum Muslim dan kaum Yahudi Madinah. Baik dalam perang ekonomi maupun perang terbuka, kaum Yahudi selalu terpuruk dan tidak pernah merasakan manisnya kemenangan. Pertempuran dan peperangan bukan suatu faktor yang paling berpengaruh terhadap keruntuhan monopoli bisnis kaum Yahudi di jazirah Arab ketika masa kenabian. Ada faktor lain yang juga berpengaruh dan berhasil meruntuhkan monopoli bisnis Yahudi dengan segala kelicikannya.

    8 min
  • Silent Majority Mendukung Anies Baswedan

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 18 Rabiul Akhir 1445 H/ 2 November 2023


    Silent Majority Mendukung Anies Baswedan

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Anies Baswedan, tokoh ini menjadi pembeda diantara dua capres lainnya. Jika Prabowo dan Ganjar berasal dari koalisi kekuasaan, Anies Baswedan tampil secara konsisten di pihak oposisi. Anies mengusung "spirit perubahan" yang tidak mungkin tema ini dinarasikan oleh kedua capres lainnya. Dengan tema "perubahan" Anies leluasa mengoreksi kepemimpinan sebelumnya. Tidak berarti semua salah. Tapi akan ada banyak yang perlu dikoreksi dan Anies punya ruang untuk menawarkan gagasan dan program yang lebih segar. Sesuatu yang baru akan ditunggu dan lebih diminati rakyat.


    Dari peran ini, logikanya, dukungan rakyat terhadap Anies Baswedan akan sangat besar. Karena hadirnya Anies yang fresh ini diinginkan oleh mayoritas rakyat. Indikator yang bisa menjelaskan logika ini adalah pertama, lahirnya ratusan simpul-simpul relawan yang secara sukarela melakukan kerja-kerja politik buat Anies Baswedan. Kedua, adanya gelombang massa yang selalu bergerak ke setiap acara yang dihadiri Anies. Dua indikator ini cukup menjelaskan silent mojority yang punya harapan besar terhadap Anis Baswedan untuk memimpin negeri ini kedepan.


    Ekspektasi kepada Anies makin besar ketika keadaan rakyat pada hari ini sedang sangat memprihatinkan. Survei yang dilakukan Polmark di 32 provinsi (di luar 6 provinsi di Papua) dengan 38.400 responden dan margin of error 0,51% mengungkapkan fakta yang menuntut munculnya seorang pemimpin baru yang mampu melakukan perbaikan.


    Fakta itu adalah bahwa 92,6% rakyat merasakan harga bahan pokok naik dan tidak terjangkau. 98,5% rakyat merasa bahwa korupsi yang masif saat ini telah mengakibatkan kehidupan rakyat semakin sulit. 89,5% rakyat juga merasakan kesulitan mencari lapangan pekerjaan. 80,3% rakyat merasa bahwa layanan kesehatan tidak merata untuk bisa dinikmati oleh masyarakat miskin. 76,6% mengatakan bahwa infrastruktur telah berkembang tapi belum mampu meperbaiki kehidupan rakyat. Polmark juga mengungkapkan temuan bahwa 65,5% rakyat mengalami penurunan pendapatan. 49,6% mengalami kekacauan ekonomi. 29,6% rakyat kehilangan pendapatan.


    Fakta ini memberi karpet merah buat Anies Baswedan untuk menjawab tantangan terutama terkait kesulitan ekonomi dan sempitnya lapangan pekerjaan yang sedang dialami oleh mayoritas rakyat. Logikanya, rakyat tidak banyak berharap kepada Prabowo dan Ganjar yang notebene adalah bagian dari kekuasaan. Apalagi Jawa Tengah misalnya, adalah provinsi di wilayah Jawa dengan tingkat kemiskinan terparah setelah Jogja. Apa yang bisa diharapkan untuk menyelesaikan kesulitan ekonomi yang dialami rakyat saat ini. Ini akan menyulitkan bagi Ganjar untuk mengangkat tema kesejahteraan. Tema kesejahteraan juga akan sulit dinarasikan oleh Prabowo, karena terbentur oleh program food state yang gagal.

    8 min
  • Kejujuran Barang Langka dalam Politik

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 12 Rabiul Akhir 1445 H/ 27 Oktober 2023


    Kejujuran Barang Langka dalam Politik

    Oleh: M. Khusnul Khuluq, S.Sy., M.H.


    Bersikap benar meskipun tidak ada orang yang melihat. Mungkin, itu pengertian singkat kejujuran. Jadi, kejujuran tidak hanya bagaimana berkata benar. Namun, lebih luas dari itu. Kejujuran melingkupi sikap, pemikiran, dan juga tindakan. Yang akhirnya menjadi karakter. Kejujuran adalah sesuatu yang muncul dari dalam. Kejujuran adalah manifestasi dari alam bawah sadar. Karena itu, jujur tidak bisa dipaksakan. Namun, kejujuran bisa ditanamkan dan bisa dibentuk.


    Kejujuran itu barang yang amat penting dalam kehidupan ini. Dalam segala hal. Di manapun. Baik itu di dalam keluarga, di sekolah, tempat kerja, dan di mana saja. Hari-hari ini, kejujuran adalah barang yang amat langka. Apa lagi di dalam politik. Padahal, kejujuran mutlak diperlukan dalam politik. Kita jarang mendengar politisi yang dikenal jujur. Seakan-akan, jujur itu barang haram dalam politik.


    Kita rindu dengan kisah-kisah kejujuran dalam politik. Misalnya, pada masa kekhalifahan. Ketika salah seorang tamu menemui khalifah Umar. Ketika akan memulai pembicaraan, sang khalifah berkata, “ini pembicaraan tentang negara atau tentang pribadi? Jika tentang pribadi saya akan matikan lampu minyak ini.” Mengapa lampu minyak harus dimatikan? Karena itu adalah fasilitas negara. Fasilitas umat. Sang khalifah tidak mau menggunakan fasilitas umat untuk kepentingan pribadi. Betapa jujur pemimpin seperti ini.


    Kita tidak lagi mendengar kisah-kisah heroik semacam itu. Yang ada, malah berlomba-lomba menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Orang-orang menyebut itu dengan istilah “aji mumpung”. Mumpung punya jabatan, harus mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya. Mumpung punya jabatan, harus memperkaya diri sekaya mungkin. Mumpung punya jabatan, semua harus dikuasai. Kalau perlu, kekayaan satu negara dikuasai semua. Bukan lagi menumpuk kekayaan untuk tujuh turunan. Tapi, kalau bisa semua turunan mereka sampai hari kiamat jangan sampai miskin. Mereka takut miskin. Dan sikap takut miskin itu membutakan semua. Membuat kejujuran menjadi barang langka dalam politik.


    Masih ingat dengan kisah Abu Nawas? Ketika dia mau diajukan menjadi qadhi menggantikan ayahnya? Itu jabatan prestisius. Tapi dia menolak. Dia pura-pura gila agar tidak diangkat menjadi qadhi. Dia tidak mau mengampu jabatan itu. Mengapa? Salah satu alasannya karena takut tergelincir ke kubangan dosa. Takut lalai. Takut tidak sengaja menggunakan jabatan itu untuk kepentingan pribadi. Kita juga rindu dengan kisah-kisah heroik semacam ini.


    Tapi, hari-hari ini orang-orang berlomba merebutkan jabatan. Berbagai jabatan politik. Bukan karena apa-apa. Tapi karena aji mumpung. Jadi, bertapa hebat aji mumpung itu. Sehingga orang-orang berebut untuk memiliki. Aji mumpung bisa digunakan untuk korupsi. Mumpung jadi pejabat. Mumpung ada kesempatan. Mumpung bisa korupsi. Mereka tidak sadar bahwa korupsi itu merugikan banyak orang. Bahkan, yang paling parah adalah korupsi berjamaah. Ternyata tidak hanya shalat saja yang berjamaah. Korupsi juga berjamaah. Bersama-sama. Saling bahu membahu. Tidak perduli itu salah atau benar. Yang penting semua dapat bagian, pasti aman. Ini juga aji mumpung.


    Biasanya, korupsi berjamaah itu ketahuan kalau ada yang tidak dapat bagian. Atau bagian dia paling sedikit. Atau ingin dapat bagian paling banyak. Yang menarik lagi, kalau ada yang tertangkap. Ada dua pilihan. Dia buka mulut, sehingga semua anggota jamaah terungkap dan bakal ditangkap. Atau dia mengorbankan diri, tapi minta bagian paling banyak di antara jamaah lainnya. Tidak jadi masalah setahun dua tahun di penjara. Yang penting setelah itu rekening-rekening milik dia gendut mendadak. Banker-banker besi milik dia penuh rupiah............


    9 min
  • Lelucon Politik Memang Asik

    "Tajuk Rasil"

    Kamis, 11 Rabiul Akhir 1445 H/ 26 Oktober 2023


    Lelucon Politik Memang Asik

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Mari ingat kembali kampanye pilpres 2019. Capresnya Jokowi vs Prabowo. Saat itu, debat kedua pihak ini sangat sengit. Terutama antara PDIP dengan Gerindra sebagai partai pendukung utama.


    PDIP mengangkat Jokowi dan promosi habis-habisan untuk capresnya. Jokowi di-desaign menjadi manusia sempurna. Bahkan "setengah dewa." Tidak ada cacat, apalagi kesalahan. Semua serba ok banget.


    Di sisi lain, para kader PDIP juga habis-habisan menyerang Prabowo. Rival politik Jokowi. PDIP menelanjangi Prabowo, seolah tidak ada sedikitpun kelebihan yang ada pada Prabowo. Terutama menyangkut kasus HAM 1997-1998. Anda yang aktifis 98 pasti masih ingat.


    Bukan hanya PDIP, Lihat pula komentar para pendukung Jokowi saat itu. Salah satunya adalah Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar. Videonya viral. Pernyataannya tegas dan terang-terangan bahwa Prabowo terlibat kasus HAM. Prabowo diberhentikan secara tidak terhormat dari TNI. Tapi itu dulu. Dulu, beberapa tahun lalu. Sekarang, Agung Gumelar dukung dan ada di kubu Prabowo. Asik kan?


    Di pihak lain, Gerindra "mati-matian" serang Jokowi. Pemerintahan Jokowi selama lima tahun ditelanjangi habis oleh Gerindra. Juga oleh para pendukung Prabowo. Seolah tidak ada satupun kelebihan di pemerintahan Jokowi. Tapi hari ini, situasinya berubah. Berbalik 180 derajat. Hari ini, kita tiap hari disuguhin acara debat di televisi. Bagaimana militansi kader Gerindra dan para pendukung Prabowo "memuji setinggi langit" Jokowi. Mereka menilai Jokowi adalah presiden yang paling sukses. Seolah-olah tidak ada presiden yang lebih hebat dari Jokowi.


    Terutama setelah Gibran diangkat sebagai cawapres Prabowo. Pembelaan dan puja-puji Gerindra kepada Jokowi semakin "sempurna dan luar biasa". Super dramatis.


    Sebaliknya, para kader PDIP yang dulu membela mati-matian dan mengangkat setinggi-tingginya Jokowi, sekarang berbalik dan justru menyerang Jokowi. Situasinya berbalik terutama sejak Gibran bergabung dan menjadi cawapres Prabowo.


    Lalu bagaimana mereka, para politisi ini mempertanggungjawabkan ucapannya 4-5 tahun lalu? Jejak digitalnya masih fress. Easy going? Melupakan begitu saja? Gak peduli bagaimana debat diantara mereka berbulan-bulan di telivisi telah memicu konflik para pendukung masing-masing di akar rumput? Apakah mereka tidak merasa berdosa? "Dosa" itu kata yang asing bagi umumnya para politisi........

    7 min
  • Apa Daya Zionis Israel

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 10 Rabiul Akhir 1445 H/ 25 Oktober 2023


    Apa Daya Zionis Israel


    Jutaan manusia di berbagai negara terus menerus melakukan aksi kemanusiaan memprotes kebrutalan militer Zionis Israel terhadap warga Palestina di kota Gaza. Dalam satu pekan ini, dari kota-kota di belahan dunia; New York, London, Berlin, Athena, Paris, Seoul, Moscow, hingga Kuala Lumpur dan Jakarta. Unjuk rasa juga terjadi di Turki dan hampir seluruh negara di wilayah Timur Tengah. Banyak pengamat yang mengatakan bahwa Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat dan Barat, dengan sikap Apartheid nya layak disebut negara kejam dengan pemimpinnya yang melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.


    Bahkan Amnesty International dalam sebuah laporannya merinci bagaimana Zionis Israel setelah sekian lama menerapkan sistem penindasan dan dominasi terhadap rakyat Palestina di mana pun mereka memiliki kendali atas hak-hak mereka. Sepertinya tidak akan berhenti menargetkan warga Palestina dalam setiap operasi militernya. Israel mendapat sorotan dunia karena dianggap melakukan kejahatan perang ke Gaza, Palestina, mereka menyerang sekolah, kamp pengungsi, tempat ibadah, pabrik makanan hingga rumah sakit.


    Puluhan tahun Apartheid Israel terhadap Palestina berlangsung. Sistem dominasi yang kejam dan kejahatan terhadap kemanusiaan, fakta-fakta menguraikan bagaimana perampasan besar-besaran atas tanah dan properti penduduk Palestina, pembunuhan di luar hukum, pemindahan paksa, pembatasan pergerakan, dan penolakan kewarganegaraan terhadap warga Palestina adalah semua hal yang terjadi selain perang yang berkecamuk hebat akhir-akhir ini.


    Amnesty International dan banyak negara menyerukan kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk mempertimbangkan kejahatan apartheid dan perang dalam penyelidikannya saat ini. Juga menyerukan kepada semua negara untuk menerapkan yurisdiksi universal untuk membawa para pelaku kejahatan perang ke pengadilan. Namun ICC hanya bisa diam. Hingga sikap diam ICC atas serangan sistematis Israel terhadap penduduk sipil di Jalur Gaza yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan sama sekali tidak dapat diterima. ICC bisu ketika selama lebih dari 10 hari, Israel membombardir wilayah Palestina yang terkepung itu sampai merenggut korban tewas yang jumlahnya kini mendekati 3.800 yang 1.500 di antaranya anak-anak. Bencana kemanusiaan semakin parah ketika Israel memutus air, listrik dan pasokan lainnya ke Gaza. Sekitar 2 juta penduduk mengalami kekurangan kebutuhan dasar.


    Mirisnya, suara pembelaan dan simpati pada pihak Israel pun makin banyak yang datang dari mereka yang mengaku muslim. Bahkan, ada juga yang dipanggil dengan sebutan syekh, buya, dan ustaz dengan jumlah pengikut yang tidak sedikit. Sungguh menyedihkan! Keberhasilan pihak Israel dan sekutunya dalam menundukkan semua platform media massa, termasuk medsos yang booming hari ini, tentu patut menjadi catatan. Mereka benar-benar memahami bahwa media adalah alat peperangan yang sangat strategis. Siapa yang menguasai media massa, ia akan menguasai dunia........

    8 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air