Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Puasa Ramadhan dan Transformasi Umat

    Umat Islam seluruh dunia sebentar lagi akan melaksanakan ibadah shaum Ramadhan. Allah berfirman dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Puasa bertujuan mencari keridhaan Allah (ihtisaban) dan berfungsi mempersiapkan jiwa untuk meraih ketakwaan dengan menanamkan akhlak ‘muraqabatullah’ (pengawasan Allah) dan mendidik jiwa dalam mengekang dorongan syahwat sehingga mampu meninggalkan semua hal yang haram.


    Dalam perspektif Islam, kebangkitan umat tidak melulu selalu dikaitkan dengan kesuksesan jihad fisik dan capaian pembangunan fisik serta sumber daya umat baik alam maupun manusianya. Justru setiap tahun, Allah sediakan Ramadhan sebagai madrasah bagi kaum beriman untuk memusatkan dirinya mengisi ulang (recharge) keimanan dan takwa sebagai sarana pembangunan karakter yang menjadi pusat kendali arah bagi pembangunan fisik dan sumber daya manusia muslim. Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan umat muslim harus benar-benar fokus ke arah pencapaian tujuan ibadah tersebut yaitu “agar kamu bertakwa”.


    Apa saja yang harus kita lakukan untuk mewujudkan tujuan takwa dari ibadah puasa?

    8 min
  • Kepemimpinan Burhanuddin Harahap

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 25 Sya’ban 1445 H/ 6 Maret 2024


    Kepemimpinan Burhanuddin Harahap


    Banyak yang berpendapat bahwa Pemilu 1995, menjadi pemilu paling adil, bersih, dan demokratis sepanjang sejarah Indonesia. Pemilu yang hanya memiliki persiapan selama 4 bulan tersebut, menjadi sebuah catatan biru akan tokoh utama yang berada dibaliknya. Ya, itulah Perdana Menteri Burhanudin Harahap. Yang terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang sangat progresif.


    Dalam dialog spesial Topik Berita Rasil edisi Senin lalu, Nuim Khaiyat sempat menyinggung nama Burhanudin Harahap, Perdana Menteri ke-9 Indonesia ini. Lahir di Medan pada 12 Februari 1917, Burhanuddin berasal dari keluarga Batak dan ayahnya merupakan pegawai pemerintah kolonial. Ia pindah ke pulau Jawa untuk melanjutkan studi, dan mulai aktif dalam pergerakan nasional sebelum berkuliah di Sekolah Tinggi Hukum Batavia meskipun tidak selesai karena mulainya pendudukan Jepang. Setelah Indonesia merdeka, Burhanuddin menjadi anggota Masyumi dan mulai aktif berpolitik.


    Beliau termasuk pimpinan Masyumi yang menorehkan prestasi gemilang dalam kancah kepartaian, maupun kancah nasional. Sehingga kesuksesannya sebagai Perdana Menteri Indonesia beriringan dengan 2 Perdana Menteri lain yang berasal dari rahim Masyumi (M.Natsir, dan Sjafrudin Prawiranegara). Walaupun Masyumi sendiri juga banyak disokong oleh ulama besar seperti K.H. Hasyim Asy’ari, Buya Hamka, hingga Wahid Hasyim. Dan juga didukung oleh birokrat ulung seperti Muhammad Roem, Muhammad Isa Anshari, Kasman Sangodimedjo, hingga Prawoto Mangkusasmito. Sehingga sosok Burhanudin Harahap pun, tidak terlepas dari kontribusi para intelektual dan ulama yang bekerja dalam sebuah tim.


    Banyak pemimpin ulung yang lahir dari tubuh Masyumi. Ya, Masyumi saat itu menjadi simbol perjuangan umat muslim Indonesia, karena merepresentasikan banyak pergerakan Islam. Tapi dari sekian banyak pemimpin yang lahir, Burhanudin Harahap adalah salah satu dari yang terbaik. Hal tersebut bisa terlihat dari kesuksesan pemilu 1995, yang dipimpin langsung oleh dirinya. Tahun itu Masyumi mendapatkan 7,9 juta suara (20,9%), sehingga mendapat 57 kursi diparlemen. Angka ini hanya berbeda tipis dengan perolehan PNI (22,3%), yang menduduki peringkat ke-1 perolehan partai pemilu. Pemilu saat itu menjadi alat ukur kesuksesan sebuah negara demokratis, karena memang pemilu adalah salah satu sarana paling mendasar dari sebuah negara demokratis. Dan saat itu Indonesia sukses melaksanakannya........

    8 min
  • Gagal Nyaleg Berujung Depresi

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 18 Sya’ban 1445 H/ 28 Februari 2024


    Gagal Nyaleg Berujung Depresi

    Oleh: Nida Alkhair


    Ada-ada saja masalah yang muncul setelah pesta demokrasi 14 Februari lalu. KPU memang belum mengumumkan hasil pemilu secara resmi, tetapi berdasarkan hasil real count sementara, sudah tampak perolehan suara para caleg, meski belum final. Beberapa caleg dan tim sukses (timses) yang memperoleh suara sedikit, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Banyak di antara mereka yang mengalami depresi bahkan berujung bunuh diri.


    Hal ini seperti yang terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dua orang timses mengambil kembali “amplop” yang telah dibagikan kepada warga. Di Lombok Tengah, NTB, oknum timses salah satu caleg melempar rumah timses caleg lain karena diduga melakukan kecurangan. Di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, seorang caleg menarik kembali bantuan paving block untuk warga karena perolehan suaranya kecil. Sedangkan di Tegalkoneng, Desa Tambakjati, Subang, Jawa Barat, seorang caleg membongkar jalan yang dahulu ia bangun. Nasib tragis dialami timses caleg di Desa Sidomukti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Ia nekat gantung diri di pohon rambutan hingga meninggal dunia karena caleg yang didukungnya gagal meraih kursi anggota dewan.


    Berbagai fenomena yang dialami para caleg dan timsesnya ini menggambarkan lemahnya kondisi mental mereka sehingga hanya siap menang dan tidak siap kalah. Ketika ternyata suara yang diperoleh sedikit, mereka merasa tertekan, stres, depresi, bahkan ada yang nekat bunuh diri. Seolah-olah dunia mereka hancur karena kalah dalam pemilu.


    Fenomena depresi yang terjadi pada orang-orang yang gagal nyaleg disebabkan pandangan mereka yang keliru terhadap jabatan. Mereka memandang jabatan ala kapitalisme, yaitu tiket emas untuk memperoleh keuntungan materi. Demi memperoleh jabatan, banyak orang harus bersaing ketat dalam kontestasi. Demi memperoleh suara rakyat sebagai tiket menuju gedung dewan, para caleg rela merogoh kocek dalam-dalam. Ada di antara mereka yang menjual tanah, rumah, mobil, perhiasan, dan lainnya., bahkan ada yang sampai berutang karena sudah kehabisan modal.


    Uang tersebut mereka gunakan untuk membiayai timses, mencetak alat peraga kampanye, dan yang paling banyak dananya adalah untuk membeli suara rakyat dengan memberikan “amplop serangan fajar” menjelang pencoblosan, juga pemberian bantuan fisik seperti pembangunan jalan, dan lainnya. Ketika semua hal tersebut sudah mereka lakukan demi mendapatkan jabatan dan ternyata gagal, dunia seolah hancur, jadilah mereka mengalami depresi. Inilah gambaran orang-orang yang gila jabatan di dalam sistem kapitalisme. Ketika gagal memperoleh jabatan, mereka bisa menjadi benar-benar gila.


    Fenomena caleg yang habis-habisan kehilangan harta demi mencalonkan diri juga menunjukkan bahwa pemilu di dalam sistem demokrasi merupakan proses pemilihan yang berbiaya tinggi. Segala sesuatu dalam pemilu butuh biaya besar, tidak ada yang gratis, terutama adalah dukungan suara rakyat. Rakyat paham bahwa di dalam demokrasi kapitalisme, para pejabat akan mendadak kaya karena jabatannya. Oleh karenanya, mereka menganggap wajar jika rakyat juga berhak mendapatkan uang atas suara yang diberikannya. Meski sebenarnya jumlah “amplop” yang diterima rakyat itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harta pejabat yang drastis.................

    8 min
  • Ramai-Ramai Tolak Hasil Pilpres

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 16 Sya’ban 1445 H/ 26 Februari 2024


    Ramai-Ramai Tolak Hasil Pilpres

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Protes muncul dimana-mana. Jauh sebelum hari pencoblosan. Para Guru Besar di lebih dari 50 universitas protes. Mereka mengingatkan kepada penguasa agar menghentikan segala bentuk intervensinya di pemilu 2024.


    Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga demo. Isunya sama. Meminta penguasa, dalam hal ini presiden, untuk tidak ikut cawe-cawe di pemilu 2024. Terutama dalam pilpres. Apakah penguasa mengehentikan cawe-cawenya? Apakah suara para Guru Besar dan mahasiswa didengar? Apakah protes para tokoh diperhatikan? Anda pasti sudah tahu jawabannya.


    Jika anda punya anak ikut jadi calon di pilpres, apakah anda akan diam dan membiarkan anak anda bertarung sendirian? Jika itu anda lakukan, maka anda akan dianggap oleh keluarga sebagai "Bapak Raja Tega". Anda tentu tidak ingin cacat di mata keluarga anda, terutama di mata anak anda.


    Film dokumenter "Dirty Vote" telah menggambarkan bagaimana intervensi pilpres itu berproses. Bagaimana peran kekuasaan secara terstruktur, sistemik dan masif mendesain kemenangan satu putaran. Ada yang membantah film itu? Tidak ! Tiga dosen dan ahli hukum tatanegara yang menjadi pemeran utama film "Dirty Vote" itu malah dituduh partisan. Difitnah diback up oleh -dan mendukung kepada paslon tertentu. Ini tentu saja tudahan ngawur dan konyol.


    Apa yang diceritakan oleh Andy Widjadjanto, wanita emas, dan ungkapan sejumlah timses paslon tertentu memiliki benang merahnya dengan film "Dirty Vote". Karena kekuatan film ini ada di data. Film ini dibuat by riset. Datanya cukup lengkap karena diperoleh dari hasil wawancara dan fakta-fakta lapangan dari berbagai daerah di Indonesia. Boleh jadi, inilah film dokumenter terbaik abad 21. Siapa yang nau membantah? Semua yang terlibat di film ini membuka diri untuk beradu fakta dan argumentasi. Mereka juga siap untuk menjadi saksi di pengadilan jika diperlukan..............

    7 min
  • Ujung Pilpres 2024

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 10 Sya’ban 1445 H/ 20 Februari 2024


    Ujung Pilpres 2024

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Versi quick count, Prabowo-Gibran menang. Selsisih angkanya cukup jauh. Tapi, ini belum resmi. Kemungkinan berubah pasti ada. Berapa persen? Sabar. Semua harus menunggu. Yang resmi itu real count. KPU sedang dalam proses perhitungan. Masing-masing paslon punya C Hasil. Sedang ada rekapitulasi. Paslon 01, 02 dan 03 sedang mengumpulkan C Hasil dari para saksi masing-masing.


    Jika di real count nanti ternyata paslon 02 perolehan suaranya di bawah 50 persen, maka akan ada putaran kedua. Di putaran kedua, yang maju adalah 01 vs 02 di bulan Juni nanti. Jika hasil real count suara paslon 02 tetap di atas 50 persen, apakah otomatis 02 menang dan pemilu dinyatakan satu putaran? Belum juga. Bergantung bagaimana sikap 01 dan 03. Akankah kedua paslon ini menemukan kecurangan, lalu menggugat ke Mahkamah Konstitusi atau MK?


    Kalau mencermati conferensi pers dari kedua paslon, mereka meyakini ada kecurangan dalam proses pemilu. Bahkan tim 01 melalui Hamdan Zulfa, mantan ketua MK ini menjelaskan bahwa ada desain kecurangan yang diduga kemudian direalisasikan pra pencoblosan, saat pencoblosan dan pasca pencoblosan. Begitu juga paslon 03 menduga ada dugaan kecurangan yang terjadi. Hal ini disampaikan oleh sejumlah tim paslon 03. Termasuk oleh cawapresnya yaitu Mahfud MD.


    Jika kedua paslon ini yaitu 01 dan 03 menggugat ke MK, maka akan sangat bergantung dengan data yang dimiliki dan disiapkan oleh paslon 01 dan 03. Jika datanya lengkap, 01 dan 03 bisa membuktikan ada kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif), maka paslon 02 bisa didiskualifikasi. Dan yang akan maju putaran kedua adalah 01 vs 03. Apakah ini mungkin? Tidak ada yang tidak mungkin. Bergantung bukti yang diajukan paslon 01 dan 03.


    Pilkada Bandar Lampung tahun 2021, salah satu paslon pernah didiskualifikasi. Ini bisa jadi yurisprudensi untuk membuat keputusan apakah 02 memenuhi syarat untuk didiskualifikasi. Atau malah diadakan pemilu ulang. Bagaimana kalau ternyata 01 dan 03 tidak bisa membuktikan adanya kecurangan TSM? Secara hukum, pemilu selesai. Pasangan Prabowo-Gibran tinggal menunggu pelantikan. ....................

    7 min
  • Suka Atau Tidak Suka, Beginilah Fakta Demokrasi Kita

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 9 Sya’ban 1445 H/ 19 Februari 2024


    Suka Atau Tidak Suka, Beginilah Fakta Demokrasi Kita

    Kolom Republika, Oleh: Muhlisin Ibnu Muhtarom (akademisi)


    Salah satu mata pelajaran favorit di pondok pesantren modern adalah Mahfudzat. Pelajaran yang berisi sya'ir indah pilihan dari Hadîts Nabi, Atsar Shahâbah dan Aqwâl 'Ulama ini memang sangat menginspirasi. Tidak berlebihan jika salah satu tujuannya adalah menanamkan filosofi kehidupan. Termasuk mengritisi kepemimpinan atau leadership.


    Dalam sebuah sesi perkuliahan Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Abuddin Nata, pernah menyampaikan pencerahan bahwa berbagai macam bentuk negara dan sistem pemerintahannya yang ada di dunia, antara lain; republik, kerajaan, hingga semi kerajaan adalah pilihan metode (wasîlah) adapun maksud dan tujuan utama adalah menyejahterakan warganya secara lahir bathin. Indonesia telah memilih Republik sebagai bentuk negara dengan Demokrasi sebagai sistem memilih pemimpinnya. Sya'ir berikut ini, melatih critical thinking dengan mengritisi situasi dan kondisi yang jamak terjadi di negeri yang kita cintai ini.


    “(Wahai para pemimpin), engkau menghidupkan harapanku dan aku mematikannya, dalam rentang waktu yang lama aku tidak bertemu saudara-saudaraku”

    Dalam pemilihan demokrasi, dimulai dari PILKADES, PILBUP, PILKADA hingga PILPRES, para kandidat cenderung menyampaikan janji manis seperti pendidikan gratis, makan gratis, kesehatan menjajikan, lapangan kerja semakin terbuka, infrastruktur modern dan lain sebagainya, dan memang hal-hal tersebut sejatinya adalah dambaan setiap warga. Namun di sisi lain, diakui maupun tidak, pelaksanaan pemilu dengan multipartai juga menyisakan persoalan, misalnya adanya satu anggota keluarga yang berselisih dengan anggota keluarga lainnya gegara beda pilihan dan jagoan.........................

    10 min
  • Menelan Pil Pahit Demokrasi, Pemilu Curang dan Pemimpin Korup

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 6 Sya’ban 1445 H/ 16 Februari 2024


    Menelan Pil Pahit Demokrasi, Pemilu Curang dan Pemimpin Korup

    Oleh: Isa Ansori, Kolumnis dan Akademisi


    Demokrasi bagaikan sebuah pohon rindang yang menaungi rakyat. Akarnya adalah konstitusi, batangnya adalah pemilu, dan rantingnya adalah pemimpin yang dipilih rakyat. Namun, apa jadinya jika pohon demokrasi ini dirusak oleh praktik curang dan kotor dalam proses pemilu? Pemilu yang diwarnai dengan manipulasi suara, penyuapan, dan intimidasi, akan menghasilkan pemimpin yang berpotensi melanggar etika dan aturan hukum. Pemimpin yang lahir dari kecurangan ini akan lebih mementingkan keuntungan pribadi dan kelompoknya daripada kesejahteraan rakyat.


    Ibarat menelan pil pahit, rakyat dipaksa untuk menerima pemimpin yang tidak memiliki integritas dan moralitas. Kepercayaan rakyat terhadap demokrasi pun terkikis, digantikan oleh rasa frustrasi dan kekecewaan. Pemilu yang curang dan pemimpin yang korup adalah racun bagi demokrasi. Kita harus bersama-sama menjaga demokrasi dengan memastikan pemilu yang bersih dan jujur, dan memilih pemimpin yang berintegritas dan moralitas tinggi.


    Fakta dilapangan menunjukkan pelaksanaan pilpres 2024 banyak praktek – praktek kotor dalam proses pemilu sebagai jalan mulia demokrasi. Misalnya dibeberapa daerah yang digambarkan dalam video – video yang beredar, kertas suara dicoblos oleh petugas dan diarahkan pada salah satu paslon yang memiliki kekuasaan dan dukungan logistik yang tak terbatas, bahkan rumor yang beredar juga dikatakan praktek kotor yang dilakukan itu bila lolos maka aka ada hadiah bagi siapa saja yang bisa membantu meloloskan keculasan tersebut.


    Hal lain yang bisa dilihat adalah beredarnya video hasil rekapitulasi suara yang ada di website resmi penyelenggara pemilu dengan form C 1 yang ada di TPS, sehingga diduga terjadi manipulasi suara, penggelembungan suara, penghitungan suara yang tidak akurat, dan penyalahgunaan surat suara. Fakta lain adalah adanya intimidasi dan ancaman kepada pejabat tertentu dengan menggunakan instrumen hukum untuk melakukan mobilisasi suara ke lapangan dengan cara melakukan intimidasi dan ancaman dengan menakut-nakuti pemilih agar tidak memilih calon tertentu atau golput, beredar kabar para kepala desa yang bermasalah akibat penyalah gunaan dana desa didatangi aparat agar memobilisasi perolehan suara paslon tertentu dengan menghalalkan segala cara yang melanggar etika berdemokrasi.


    Hilangnya rasa malu berakibat adanya pelanggaran berlapis lapis dalam proses penyelenggaraan pemilu yang seharusnya berlangsung jujur dan adil. Hal inilah yang menyebabkan rakyat tak percaya lagi pada proses demokrasi. tentu ini akan sangat merugikan masa depan demokrasi yang sudah dibangun bersusah payah dengan darah dan air mata rakyat, buruh, tani, seniman, akademisi dan mahasiswa. Sebagai pejuang demokrasi yang mencintai NKRI tentu semua akan terpanggil bagaimana menyelamatkan masa depan demokrasi ini dan masa depan Indonesia. Kita tahu bahwa dampak dari praktek kotor berdemokrasi ini akan menghasilkan pemimpin yang korup. Pemimpin yang akan menggunakan kekuasaannya untuk keuntungan pribadi, menghambat pembangunan dan memperparah kesenjangan sosial. Pemimpin yang akan seringkali menggunakan kekuasaannya untuk menindas rakyat dan membungkam kritik.................

    9 min
  • Hitung Cepat Tempo Doeloe

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 5 Sya’ban 1445 H/ 15 Februari 2024


    Hitung Cepat Tempo Doeloe

    Disadur dari Harian Republika edisi 8 April 2014. Oleh: Alwi Shahab (wartawan Republika sepanjang zaman. Beliau wafat pada 2020)


    Dua hari menjelang pemilu, masa tenang diberlakukan melarang parpol-parpol mengerahkan massa rakyat dan hentikan kampanye. Larangan ini berlaku setelah selama 21 hari mereka diberi kesempatan berkampanye untuk meraih massa sebanyak-banyaknya.


    Selama tiga minggu kampanye, janji-janji tidak terhitung banyaknya bagi kesejahteraan pemilihnya. Sementara, puluhan lembaga survei yang rencananya akan melansir hitung cepat (quick count) terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).


    Semula oleh Mahkamah Konstitusi (MK) mereka dilarang untuk memublikasikannya di masa tenang. Tapi, kemudian MK membatalkan pembatasan waktu, termasuk dua jam setelah pemungutan suara.


    Sejak era multimedia menyambangi Indonesia, hitung cepat seperti jadi keharusan dalam penyelenggaraan pemilihan umum, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Tak lama selepas pemilihan digelar sudah bisa diketahui bagaimana hasil pemilihan. Data yang dikumpulkan juga tak jauh berbeda dengan yang diumumkan KPU.


    Ternyata soal hitung cepat tersebut bukannya tanpa preseden dalam arena pemilihan umum di Indonesia. Ia sudah hadir sejak mula-mula pemilu digelar di Indonesia.


    Pada pemilu pertama tahun 1955, sebenarnya belum ada lembaga yang menangani hitung cepat. Kendati demikian, pada pemilu yang diikuti puluhan parpol itu, masyarakat tak kalah cepat mendapatkan hasil-hasil perhitungan suara dibandingkan zaman sekarang.


    Padahal, saat pemilu tersebut digelar sekira 59 tahun yang lalu, sarana transportasi dan komunikasi di Indoensia terbilang masih sangat payah. Belum ada internet dan fasilitas pengiriman informasi yang lekas. Bahkan, televisi pun belum nongol di sebagian besar rumah-rumah masyarakat.


    Perhitungan suara pun sepenuhnya mengandalkan cara manual. Tak seperti sekarang yang banyak didukung oleh alat komunikasi yang serbacanggih. Masyarakat yang belum bisa membaca dan menulis saat itu juga mencapai 80 persen..............

    8 min
  • Tragedi Gaza, Saudi, dan Pemilihan Presiden Amerika

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 3 Sya’ban 1445 H/ 13 Februari 2024


    Tragedi Gaza, Saudi, dan Pemilihan Presiden Amerika

    Resonansi Republika, Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri


    Apa yang dikhawatirkan para pemimpin dunia kini benar-benar terjadi. Kamis lalu, militer Israel mengintensifikasi serangan udara terhadap Kota Rafah di perbatasan dengan Mesir di selatan Jalur Gaza. Tank-tank juga mengebom bagian timur kota. Serangan ini terjadi sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak proposal mengakhiri perang di Jalur Gaza, menentang dunia yang menyatakan keprihatinannya ketika perang meluas ke wilayah selatan.


    Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wensland, memperingatkan "bencana" dari setiap serangan Israel terhadap Rafah, yang dipenuhi warga sipil. Serangan itu juga akan memutus satu-satunya pintu masuk bantuan kemanusiaan. Ia lalu menunjuk diskusi intensif yang kini sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Mesir mengenai apa yang bisa dilakukan di sepanjang poros Philadelphia. Ini adalah zona penyangga demiliterisasi di perbatasan Gaza dengan Mesir, berdasarkan perjanjian perdamaian Israel-Mesir tahun 1979.


    Wensland menyatakan, sulit menemukan kata-kata untuk diucapkan kepada masyarakat Gaza yang telah kehilangan segalanya. Ia menggambarkan orang-orang yang berada di tengah situasi di Gaza, dan khususnya di Rafah sekarang ini, sudah seperti di neraka. Pernyataan Wensland disampaikan dalam konferensi pers yang jarang terjadi di markas besar PBB di New York, sebelum berangkat ke Washington untuk mengadakan serangkaian pertemuan dengan para pejabat di pemerintahan Presiden Joe Biden. Ia pun menjelaskan pembicaraannya di Washington akan fokus membahas bagaimana ‘memetakan jalan keluar dari krisis’ dan mengatasi ‘hambatan serius yang menghalangi perjanjian (gencatan senjata)’.


    Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut bencana kemanusiaan dan dampaknya bagi seluruh wilayah jika militer Israel terus menyerang Rafah. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis lalu, ia mengatakan, setengah dari populasi Gaza saat ini berdesakan di Rafah. Mereka tidak mempunyai tempat pergi lagi. Ia menggambarkan serangan Israel merupakan mimpi buruk kemanusiaan, dengan "konsekuensi regional yang tidak dapat digambarkan". Sebelum serangan militer Israel ke Gaza, Kota Rafah hanya dihuni sekitar 200 ribu jiwa. Kini lebih dari 1 juta warga Palestina yang melarikan diri dari pertempuran di wilayah lain di Jalur Gaza mengungsi di sana. Mesir khawatir operasi militer besar-besaran di Rafah akan menyebabkan warga Palestina yang putus asa masuk ke Semenanjung Sinai Mesir..............

    10 min
  • Jenis Makhluk Apa Anies Baswedan Ini?

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 28 Rajab 1445 H/ 9 Februari 2024


    Jenis Makhluk Apa Anies Baswedan Ini?

    Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa


    Dahsyat ! Kata ini yang mungkin paling tepat untuk mengungkapkan suasana kampanye Anies-Muhaimin di JIS, sabtu 10 Januari besok.


    Pertama, mau ikut kampanye, mereka berebut daftar. Ada aplikasinya. Mereka rela menunggu berjam-jam untuk bisa masuk ke aplikasi itu. Ada yang rela menunggu 4 jam. Luar biasa. Makhluk apa Anies-Muhaimin ini sehingga para penggemar dan pendukungnya rela berebut daftar berjam-jam sekedar ingin menghadiri kampanyenya di JIS. Ini kampanye, bukan nonton konser Coldplay. Tapi lebih besar dan membludak.


    3,5 juta orang antri di depan aplikasi. Hanya beberapa menit aplikasi dibuka. Padahal, JIS hanya menampung sekitar 82 ribu orang. Ditambah dengan space di lapangan. Mungkin total gak lebih dari 150 ribu orang. Sisanya, mereka harus rela untuk berada di luar stadion. 3,5 juta itu yang kebetulan melek internet, bisa membuka link aplikasi. Asumsinya, mereka yang melek IT jumlahnya lebih sedikit dari yang gaptek IT. Usia 40 atau 50 tahun ke atas, mungkin mereka tidak lihat aplikasi. Terutaka emak-emak. Mereka, otomatis tidak ikut daftar. Jumlahnya bisa jadi tiga kali lipat.


    Diperkirakan jumlah yang hadir bisa di atas 5 juta, bahkan 10 juta. Ini asumsi yang mungkin ada benarnya kalau kita lihat antusiasme mereka, para pendukung Anies-Muhaimin yang ingin hadir. Hotel di sekitar JIS kabarnya sudah penuh. Gak tersisa room untuk mereka menginap. Karena hanya dengan cara menginap di sekitar JIS, mereka memungkinkan bisa masuk ke area JIS. No room yang tersisa.


    Kedua, massa yang akan hadir di JIS berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Ini tidak seperti biasanya. Umumnya, kampanye bersifat lokal. Di Surabaya misalnya, yang hadir hanya masyarakat Jawa Timur di sekitar wilayah Surabaya. Di Makassar, ya yang datang adalah mereka yang tinggal gak jauh dari Makassar. Begitu juga di Medan. Jumlahnya pun tembus satu juta. Apalagi, kampanye di JIS. Para pendukung Anies-Muhaimin yang akan datang berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Diperkirakan lebih dari 30 provinsi. Ini rekor tersendiri.


    Tapi yakinlah, MURI tidak akan berani memberikan hadiah dan nominasi. Pemilik bus aja ada yang takut disewa busnya, apalagi MURI. Kasus pajak bisa dibongkar. Gak bahaya tah? Yang pasti, kampanye Anies-Muhaimin di JIS menjadi berkah buat semua maskapai penerbangan, angkutan perkapalan, travel, kereta, bus way, ojek online, dan lain lain. Pedagang asongan di sekitar JIS juga dapat berkahnya. Silahkan jika anda juga ikut ngais rizki dengan jualan gorengan atau air mineral.

    8 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air