
Sign up to save your podcasts
Or


“Tajuk Rasil”
Kamis, 16 Syawal 1445 H/ 25 April 2024
Ahlan Wa Sahlan Prabowo Sang Rajawali!
Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle
Mahkamah Konstitusi sudah memutuskan Prabowo Subianto sah sebagai Presiden RI ke delapan. Itu adalah takdir Prabowo yang biasa dipanggil 08 oleh koleganya. Keputusan MK ini diterima dalam “mix feeling” di masyarakat. Sebagiannya total kecewa, sebagian lainnya cukup puas karena ada 3/8 hakim yang “dissenting opinion”, sedangkan Prof. Din Syamsuddin, tokoh sentral dalam demo di depan MK belum ada opininya (saya sebut Prof. Din ini karena sejarah mencatat bahwa beliu tokoh utama dan pertama yang menjadi sekutu Prabowo di era Orde Baru, ketika keduanya membangun “Think Tank” Center For Development Studies untuk membendung pengaruh CSIS dan Benny Moerdani dalam kekuasaan Soeharto, kala itu).
Saya turut mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto. Kontestasi politik elektoral adalah milik parpol dan paslon. Baik parpol dan paslon sudah mengucapkan selamat kepada Prabowo. Jadi selayaknya semua pihak berpikiran yang sama. Di luar politik elektoral, posisi saya sudah saya sampaikan sebulan lalu pada pertemuan INDEMO (Indonesia Democracy Watch) pimpinan dr. Hariman Siregar. Hariman dan aktivis ingin mengetahui pikiran dan perasaan saya sebagai salah satu pentolan 01. Saat itu saya mengatakan bahwa kehadiran Prabowo sebagai Presiden RI adalah jalan terbaik mengakhiri kekuasaan Jokowi di Indonesia. Problem bangsa ini akan jauh lebih ringan di tangan Prabowo dibanding Jokowi. Beberapa aktivis kala itu belum terima statemen saya. Namun, mengakui kepemimpinan Prabowo bagi aktifis yang terbaik adalah menjadi oposisi. Bedanya, di era Prabowo aktifis menjadi “Oposisi Konstruktif”.
Apa itu oposisi konstruktif? Oposisi konstruktif adalah memandang Prabowo sebagai pemimpin bangsa yang mumpuni dan mempunyai agenda kemaslahatan bagi bangsa. Itu yang tidak dimiliki Jokowi. Prabowo memiliki ideologi dan agenda karena dia dilahirkan dari rahim pendiri Partai Sosialis Indonesia, Soemitro Djojohadikusumo. Sebagai kaum sosialis, sebagaimana dikisahkan Rocky Gerung ke saya dalam diskusi dia dengan Prabowo, suatu waktu di Hambalang dulu, Prabowo mengingatkan Rocky tentang cita-cita sosilitik untuk bangsa kita. Tidak boleh hanya segelintir orang saja yang kaya dan yang makmur.
Mengapa menjadi oposisi? Dengan menjadi oposisi, maka kaum aktifis dapat mengingatkan Prabowo tetang janji-janji ideologinya. Misalnya, pada saat saya mengundang Prabowo pidato di Sabang Merauke Circle tahun 2010 di depan audiens, Prabowo meyakinkan publik bahwa 81.000 garis pantai dan tanah-tanah luas tidak boleh dimiliki segelintir orang. Persoalannya, saat ini Prabowo dikepung kaum oligarki era Jokowi. Bagaimana Prabowo bisa menghasilkan kebijakan pro rakyat kalau kontrol kekuasaan ke depan diganggu kaum oligarki? Inilah tugas aktifis dalam konteks oposisi. Sehingga konsep “oposisi konstruktif” bukan mencela, tapi mengimbangi pengaruh kaum oligarki dalam kebijakan pro rakyat..............
“Tajuk Rasil”
Rabu, 15 Syawal 1445 H/ 24 April 2024
Musuh Manusia Bukan Kezaliman Tapi Rasa Takut Mati
Oleh: Asyari Usman, wartawan senior
Sudah banyak ceramah tentang ‘takut mati’ yang kita dengar. Sudah banyak pula tulisan mengenai ‘mengapa orang takut mati’ yang telah kita baca. Dan semuanya kita pahami.
Tetapi, kita semua tetap saja takut mati. Jangankan mati, cedera goresan saja pun kita takut. Inilah sebenarnya musuh terbesar manusia, termasuk umat Islam. Sekali lagi, bukan hanya kezaliman dan kesewenangan penguasa yang menjadi musuh. Melainkan takut mati.
Relevansinya sederhana saja. Kezaliman dan kesewenangan seharusnya bisa dilenyapkan jika manusia tidak takut terhadap konsekuensi apa saja. Inilah inti catatan sejarah di seluruh dunia tentang pelenyapan kesewenangan, kekejaman, keganasan, kesadisan, kebrutalan, dan lain sebagainya.
Banyak contoh historis mengenai penghancuran kekuasaan diktatorial, kekuasaan absolut, kekuasaan otoriter, di masa lampau yang bisa kita ambil menjadi sebuah pembelajaran. Mereka tumbang karena rakyat tidak takut mati.
Ada cerita tentang penggulingan dan eksekusi mati Nikolai Ceausescu (1989) yang berkuasa di Rumania dengan tangan besi. Dia dituduh membunuhi rakyatnya secara semena-mena. Dia juga dikatakan menumpuk kekayaan melalui kesewenangan diktatorialnya. Ketika rakyat bangkit, Ceausescu lenyap.
Ada Ferdinand Marcos di Filipina yang akhirnya mati di pengasingan karena diusir rakyatnya. Istri Ferdinand, Imelda, tidak rikuh menunjukkan gaya hidup mewah di tengah kesulitan berat rakyat Filipina. Mereka mencuri uang negara dalam jumlah ratusan juta dollar......
“Tajuk Rasil”
Selasa, 14 Syawal 1445 H/ 23 April 2024
Menang Culas atau Kalah Jujur
Oleh: Imam Shamsi Ali Al-Kajangi
Saya menuliskan ini karena teringat sebuah cerita yang terjadi antara pelari marathon dari Kenya dan Spanyol dalam sebuah kompetisi marathon beberapa tahun lalu. Atlet Spanyol Ivan Fernández Anaya berkompetisi dalam perlombaan lintas alam di Burlada, Navarre, Spanyol. Dia berada di urutan kedua, agak jauh di belakang pemimpin lomba Abel Mutai -peraih medali perunggu dalam lari 3.000 meter di Olimpiade London 2012-. Saat mereka memasuki garis finis, Ivan Fernandes melihat pelari Kenya secara keliru berhenti sekitar 10 meter sebelum garis finis, karena mengira dia telah melewati garis.
Dalam kompetisi marathon itu, pelari Kenya Abel Mutai, berada di garis terdepan dan hampir dipastikan memenangkan marathon itu. Akan tetapi beberapa jarak dari garis finish Abel agak bingung dan menyangka jika dia telah sampai di garis finish. Dia pun berhenti. Sementara itu di belakangnya pelari Spanyol, Ivan Fernandez, mengikutinya dengan cepat. Di saat dia melihat lawan larinya itu berhenti dia pun berteriak, berhenti dan mendekatinya. Diambilnya tangan dia dan diajak berlari bersama. Mendekati garis finish, Ivan sengaja lari lambat untuk memberikan kesempatan kepada Abel mencapai garis finish sebelum dirinya. Abel pun memenangkan marathon itu. Sementara Ivan harus puas di posisi kedua.
Di saat wawancara Ivan ditanya oleh wartawan: “kenapa anda melakukan itu?” Dia jawab: mimpi saya adalah untuk melihat suatu ketika kita hidup dalam bermasyarakat saling mendorong untuk sukses dan menang bersama”.
Wartawan kembali bertanya: “tapi kenapa anda membiarkan orang Kenya itu memenangkan pertandingan?”. Dijawabnya: “saya tidak membiarkan dia menang. Dia memang harusnya menang. Pertandingan ini memang dimenangkan oleh dia”.
Wartawan kembali seolah memaksa Ivan untuk memberikan jawaban yang berbeda: “tapi anda harusnya menang”. Ivan melihat padanya dan menjawab: “Tapi lalu apa nilai kemenangan saya? Kemuliaan apa yang akan saya dapatkan dari kemenangan yang tidak seharusnya? Dan bagaimana Ibu saya menanggapinya?”.
Beginilah nilai (kebenaran dan kejujuran) dalam sebuah kompetisi yang ditransfer dari generasi ke generasi. Lalu nilai apa yang kita ajarkan kepada anak-anak dan generasi kita dengan berbagai ketidak jujuran yang dipertontonkan tanpa malu dan dengan muka tebal kepada masyarakat luas?
“Tajuk Rasil”
Senin, 13 Syawal 1445 H/ 22 April 2024
Nasihat Politik dari Masa Silam
Oleh: Herry Nurdi
Ibrah seringkali datang dari masa lalu. Maka izinkan kami menuliskan sebuah pesan yang berasal dari masa silam. Di zaman Khalifah al Makmun ada seorangayah shalih, adil, cakap dan cerdas, profesional dan alim, namanya Tahir Hussain. Dia memiliki seorang anak yang bernama Abdullah bin Tahir bin Hussain. Dan Khalifah al Makmun mengangkatnya menjadi seorang gubernur untuk wilayah Riqqah, Mesir.
Di hari anaknya berangkat menjadi seorang gubernur, sang ayah menulis surat yang panjang. Berisi tentang nasihat-nasihat tentang kekuasaan. Sebagian kecil nasihat itu, kami tulis ulang dan dibacakan hari ini. Untuk gubernur terpilih yang tercinta, serta untuk semua pemimpin dan kita. Bismillah:
Anakku, hendaklah kau takwa kepada Allah yang tiada sekutu dalam kekuasaan-Nya. Tiada syarikat bagi-Nya. Hendaklah engkau takut pada-Nya. Hendaklah engkau mendekat pada-Nya. Singkirkan apa yang menyebabkan muncul murka-Nya. Peliharalah olehmu rakyatmu siang dan malam. Allah telah berbuat baik kepadamu dengan jabatan ini. Maka berbuat baiklah kau kepada umat Tuhan yg diserahkan padamu untuk menjaganya.
Lazimkanlah keadilan, berdirilah di atas kebenaran-Nya, jagalah batas larangan dan perintah-Nya. Pertahankan hak milik rakyat, bela kepentingan dan kehormatannya, jaga darahnya, dan tentramkan hati serta hidup kesehariannya. Berikan rasa senang dan kemudahan untuk rakyatmu. Engkau bertanggungjawab pada Allah atas semua itu.
Ingatlah, kebaikanmu akan diganjari dan kejahatanmu akan dibalasi oleh-Nya. Teliti selalu mana yg engkau perlu kerjakan lebih dulu, mana pula yang kemudian. Semua memerlukan kecerdasan dan fahammu. Dirikan shalat lima waktu, peliharalah jamaahnya, agar rakyatmu mengikut dengan patuh. Jaga pula sunnat dan tertibnya.
Jadilah imam, bacalah quran dengan fasih, sempurnakan wudhu, ruku dan sujudmu. Shalat itulah pegangan pemerintahan. Itu karena, shalat akan mencegahmu dari perbuatan keji dan munkar. Hendaklah pula kau kerjakan sunnah Rasulullah. Kalau engkau dapati masalah yang sangat sulit, mintalah pertolongan pada Allah dan beristikharah pada-Nya. Biasakanlah pada yang diperintahkan, perhatikan pula larangan, tilik halal dan haram, semua permasalahan.
Luruskan tujuan, tunaikan hak Tuhan, jangan melenceng meski sedikit dari keadilan pada sesuatu yg kau benci atau membuat senang. Hormati ilmuwan, ambil berat orang yg paham agama, muliakan kitab Allah, tunai amalkan segala kandungan. Berteman akrablah dgn waliullah, orang yang memperhatikan dan menuruti perintah Allah, dengan begitu kau akan mulia.
Perbaikilah sangkamu pada Allah, kemudian perbaiki pula sangkamu pada rakyatmu. Hilangkan buruk sangka, jangan suka menuduh. Karena baik sangka akan mendatangkan kekuatan dan ketenteraman. Dengan baik sangka, kerja sulit jadilah ringan atas izin-Nya Meski begitu, engkau tetap perlu teliti dan menyelidiki, memeriksa para wazirmu dalam melayani rakyatmu yang memerlukan. Sungguh memikul beban rakyat itu jauh lebih ringan bagi orang budiman, ketimbang memikul azab dari Tuhan.............
“Tajuk Rasil”
Senin, 28 Ramadhan 1445 H/ 8 April 2024
KORUPSI ORANG-ORANG KAYA DAN TERKENAL
Suka atau tidak, kali ini kita dipaksa merayakan Idul Fitri dengan sebuah berita korupsi terheboh. Sementara sebagian rakyat yang mencoba bertahan menghadapi kontraksi ekonomi pasca pemilu ini dengan “sarung kependekan”, di luar sana ada dunia yang tak tersentuh krisis.
Ya, sarung kependekan. Lihatlah mereka yang terpaksa mengurungkan niatnya mudik. Apa pun yang dilakukan, sang “sarung” tidak kunjung cukup untuk menutupi aurat dari pusar sampai bawah lutut. Bila rezeki terkumpul dibelikan bahan makanan pokok, apalagi ditambah lagi pakaian baru buat anak-anak, maka tertutuplah kemungkinan untuk mudik, pulang kampung. Apabila segenap dana lalu dikerahkan untuk pulang kampung semata, bisa dipastikan sambutan sanak saudara tak akan meriah. Karena kedatangan “orang kota” sudah barang tentu kali ini tak akan disertai oleh-oleh yang ditunggu-tunggu keluarga, kawan lama dan tetangga.
Hidup bertambah susah, tapi tidak demikian halnya bagi 14 orang –jumlah ini bisa bertambah—yang telah berkomplot, bersama-sama mengadakan pertambangan ilegal di Bangka Belitung. Persoalannya jadi tak sesederhana yang kita bayangkan, manakala mereka kemudian menjual kembali hasil penambangan tak halalnya itu kepada PT Timah Tbk.
Bayang-bayang sebuah persekongkolan antara “orang dalam” PT Timah, “orang kuat” yang kebal hukum, dan sejumlah pengusaha – termasuk di dalamnya orang-orang kaya dan terkenal di negeri ini pun muncul. Adalah Harvey Moeis, suami aktris Sandra Dewi, dan Helena Lim, dua sosok di antara kaum ‘the rich and famous’ yang telah menjadi tersangka.
Konspirasi yang menusuk ini mulai tercium tatkala hasil observasi citra satelit dan pemeriksaan di lapangan menunjukkan satu keanehan. Aktivitas pertambangan di kawasan hutan dan nonhutan oleh PT Timah Tbk terbukti mencapai luas daerah 170.363 hektare. Padahal, total luas lahan yang mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) hanya 88.900 hektare. Tampaklah, 42 persen aktivitas tambang di kawasan lahan milik PT Timah itu berstatus ilegal. Dari luasan itulah timbul hal yang menyebabkan kerugian perekonomian negara........
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya, “Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya.” (Muttafaq ‘Alaih). Sementara Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan, “Sungguh, bulan Ramadan akan segera pergi dan tidaklah tersisa waktunya kecuali sedikit. Karena itu, siapa saja yang telah beramal baik di dalamnya hendaklah dia menyempurnakannya dan siapa saja yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia mengakhirinya dengan yang terbaik.”
Perpisahan pasti terjadi, berikan yang terbaik, sebelum Ramadan pergi. Garis finish di depan mata, maka jangan kalah sama kuda. Karena Ibnu Al-Jauziy rahimahullah berkata, “Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu. Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Ketika kamu termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”
Mau jadi pemenang? Tingkatkan power ibadah di detik-detik akhir yang tersisa. Salatnya, tilawahnya, doanya, sedekahnya dan kebaikan lainnya. #JanganKasihKendor
“Tajuk Rasil”
Rabu, 23 Ramadhan 1445 H/ 3 April 2024
Nabi Sulaiman dan Ratu Semut
Banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari pengalaman para Nabi. Salah satunya Nabi Sulaiman Alaihissalam yang punya ilmu luar biasa, harta banyak, bahkan kerajaan zaman itu tidak ada tandingannya. Seorang raja yang tidak ada terbersit sedikitpun kesombongan. Raja yang selalu bersyukur dengan nikmat yang ada. Dia pun sangat respek dengan seruan Ratu Semut yang menyayangi rakyatnya. Hal ini terdapat dalam Alquran Surat An-Naml ayat 17-19.
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib. Ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; Maka Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”
Berpijak pada ayat ini, dikisahkan nabi Sulaiman Alaihissalam terkenal sebagai seorang yang sangat cerdas dan kaya raya. Ia memiliki istana yang berkilauan emas permata. Selain itu, Allah SWT menganugerahkan hikmah ilmu kepadanya, sehingga keberkahannya mencerahkan. Beliau menjadi nabi yang saleh, adil dan bijaksana. Beliau juga terkenal sebagai raja yang sangat sayang kepada rakyatnya bahkan terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah termasuk kepada sekumpulan semut yang lemah........
“Tajuk Rasil”
Jumat, 18 Ramadhan 1445 H/ 29 Maret 2024
Peristiwa Penting “Nuzulul Qur’an”
Bulan Ramadhan sering dijuluki sebagai Syahrul Qur’an atau bulan Al Qur’an. Sebab di bulan ini terdapat momentum bersejarah, yakni turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ. Momentum ini oleh umat Islam diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an.
Merujuk salah satu keterangan dari kitab Al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir, juz III halaman 11. Disebutkan bahwa, permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur’an) kepada Rasulullah ﷺ bertepatan dengan hari Senin pada malam ke-17 bulan Ramadhan. Dikatakan pula, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan.
Sementara itu terkait dengan Sejarah Nuzulul Qur’an, salah satu narasumber Rasil yang juga seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Zakky Mubarak menjelaskan bahwa dalam bulan Ramadhan ada hal yang sangat penting yaitu malam Nuzulul Qur'an atau malam diturunkannya Al-Qur'an. "Mengapa sangat penting? Karena Al-Qur'an inilah petunjuk yang sangat agung bagi umat manusia yaitu turun di Bulan Ramadhan," jelasnya dalam video yang diunggah di akun Facebook resmi miliknya.
"Nuzul artinya turun, Al-Qur'an? Ya Al-Qur'an, Nah turunnya ini melalui beberapa tahapan. Pertama, Turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfudz secara menyeluruh sekaligus ke baitul izzah yaitu langit. Nah dari baitul izzah ini kemudian turun ke langit dunia itu dengan secara utuh, dari baitul izzah inilah mulai dari langit turun secara berangsur-angsur melalui datangnya malaikat jibril, Jadi jibril datang membawa ayat demi ayat kepada nabi Muhammad ﷺ " ujarnya.
Kiai Zakky menyebutkan bahwa awal di turunkannya itu adalah di bulan Ramadhan memiliki beberapa pandangan. "Ada yang menyatakan 17 Ramadhan, 21, 24, 27 macam-macam pandangan yang dikemukakan berdasarkan beberapa riwayat. Tapi pada prinsipnya semua itu sepakat di Bulan Ramadhan,"jelasnya. Kiai kelahiran Cirebon Jawa Barat tersebut berharap semoga dengan menyambut Nuzulul Qur'an ini kita bisa mengkaji al- Qur'an lebih mendalam. Bisa menyambut Nuzulul Qur'an ini dengan baik, dengan jalan apa yang kita bisa menelaah Al-Qur'an lebih mendalam lagi dan yang lebih penting bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa ulama menyoroti sejarah awal mula ayat Al-Qur’an diterima oleh nabi Muhammad ﷺ. "Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan." (Qs. Al-'Alaq:1). "Bacalah!", demikian malaikat Jibril mengulang-ulang perintah kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Menyampaikan wahyu Allah SWT untuk yang pertama kali kepada manusia pilihan yang mulia, Rasul akhir zaman. Disampaikan pada waktu yang mulia pula yakni di bulan Ramadhan......
“Tajuk Rasil”
Kamis, 17 Ramadhan 1445 H/ 28 Maret 2024
Negeri para Wakif
oleh: Abdul Kohar (Dewan Redaksi Media Group)
Wajar belaka bila Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia selama enam tahun berturut-turut. Aksi filantropi di negeri ini enggak kaleng-kaleng. Lebih-lebih bila ada musibah. Aksi kedermawanan akan merambak tanpa dikomando. Akhir tahun lalu, lembaga Charities Aid Foundation (CAF) merilisWorld Giving Index(WGI) yang memotret negeri paling dermawan sejagat. Indonesia berada di posisi pertama dengan skor 68 poin dalam indeks yang dirilis Desember 2023 itu. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara paling dermawan selama enam tahun berturut-turut.
CAF menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan tingkat kedermawanan suatu negara. Beberapa di antaranya persentase menolong orang yang tidak dikenal, persentase jumlah donatur, dan kegiatan sukarelawan. Berbagai analisis menyebutkan tingkat kedermawanan orang Indonesia ada kaitannya dengan internalisasi ajaran agama yang mereka peroleh. Salah satunya ajaran tentang sedekah. Dalam agama Islam, sedekah berbanding lurus dengan kesalehan. Semakin saleh sesorang, kian gemar pula ia bersedekah. Filantropi Islam memang memiliki tujuan sosial dan spiritual, selain membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan. Praktik filantropi juga menjadi sarana untuk memperoleh pahala dan ibadah.
Filantropi Islam mencerminkan ajaran kasih sayang, keadilan, dan solidaritas, serta mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dan saling peduli sesama. Filantropi Islam merujuk pada praktik pemberian sumbangan, bantuan, dan dukungan secara sukarela yang didasarkan pada nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Filantropi Islam merupakan salah satu pilar penting dalam agama Islam karena mendorong para penganutnya untuk berbagi rezeki dan membantu dengan sesama. Beberapa bentuk filantropi Islam yang umum di antaranya zakat, sedekah, dan infak. Dari ketiga bentuk kedermawanan itu, infak merupakan level kedermawanan tingkat tinggi sebab ia merupakan pemberian sukarela dalam bentuk aset, baik bangunan maupun tanah. Salah satu bentuk paling umum dari infak ialah wakaf.
Umat Islam mana yang tidak mengenal sosok Umar bin Khattab radhiallahuanhu, sosok sahabat nabi Muhammad Salla Allahu Alaihi wa Sallam yang mempunyai perangai yang keras lagi tegas. Beliau masuk Islam pada tahun ke-6 H. pada saat beliau berumur 27 tahun. Beliau juga termasuk di dalam hadist nabi, yaitu sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Di masa kekhalifahannya, Umar bin Khattab tidak hanya berhasil melakukan perluasan daerah kekuasaan Islam, namun juga mampu menjalankan pemerintahan yang teratur. Umar bin Khattab terkenal dalam menyumbangkan pemikiran yang cemerlang dalam perkembangan hukum Islam. Pemikiran-pemikiran ‘Umar tertuang dalam ijtihadnya, salah satumya adalah hukum progresif. Hukum progresif sendiri adalah hukum yang mampu mengikuti perkembangan zaman, mampu menjawab perubahan zaman dengan segala dasar di dalamnya. Dia adalah hukum yang mampu melayani masyarakat dengan menyandarkan pada aspek moralitas dari sumber daya manusia penegak hukum itu sendiri.
Dalam masa pemerintahan Umar bin Khattab juga dikatakan sebagai pelopor perundang-undangan dalam negara Islam. Beliau membentuk badan-badan pemerintahan, dewan-dewan negara, mengatur peradilan dan administrasi, membentuk lembaga keuangan (bait al-mal), dan banyak prestasi lainnya. Beliau terkenal berani serta bijaksana dalam menerapkan ketentuan hukum yang terdpaat pada Al-Qur’an untuk mengatasi masalah yang timbul pada masyarakat, bahkan gubernurnya pun tidak luput dari hukum yang dibuat oleh beliau, contohnya yang terjadi pada gubernur Mesir, yang saat itu di jabat oleh ‘Amr bin Ash Radiallahu ‘Anhu............
From the publisher's feed