
Sign up to save your podcasts
Or


Harga tes PCR menjadi perbincangan masyarakat beberapa waktu terakhir ini. Sempat juga ramai diberitakan bahwa harga tes PCR di di negara lain, misalnya India, jauh lebih murah ketimbang di Indonesia dan ini membuat gaduh. Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menegaskan bahwa pajak tidak menyebabkan harga PCR jadi lebih mahal.
Selain itu, pemerintah juga sudah merespon dengan menurunkan biaya pemeriksaan PCR menjadi 495ribu rupiah di wilayah Jawa-Bali, dan 525ribu rupiah di luar Jawa-Bali.
Faktor apa yang mempengaruhi harga test PCR? Dan bagaimana perlakuan perpajakan bagi bidang kesehatan di tengah situasi pandemi? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Arif Yunianto - Penyuluh Pajak Ahli Madya, Ditjen Pajak.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sebanyak 56,7% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan menurut data BPS pada tahun 2020, dan diprediksi jumlah penduduk kota akan meningkat menjadi 66,6% di tahun 2035. Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan urbanisasi tercepat di dunia.
Pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan akibat urbanisasi dan pertumbuhan secara alami menyebabkan peningkatan kebutuhan hunian di perkotaan. Namun, keterbatasan lahan merupakan tantangan krusial yang dihadapi dalam upaya pemenuhan hunian layak dan terjangkau. Kenaikan harga tanah menjadi pendongkrak utama kenaikan harga rumah setiap tahunnya, tentu saja hal ini makin mempersulit warga berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
Lalu bagaimana solusi yang bisa ditempuh untuk menjawab masalah penyediaan hunian di perkotaan? Apa yang diperlukan agar semakin banyak masyarakat bisa memiliki hunian yang layak serta terjangkau? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Wendy Haryanto - Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sebanyak 21.84 juta atau 8.26 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Kenyataannya, penyandang disabilitas -termasuk orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) sebagai bagian dari kelompok disabilitas- masih menghadapi kesulitan dalam upaya pemenuhan hak mereka, dikarenakan stigma dan hambatan dalam mengakses layanan umum dan layanan dasar.
Berdasarkan data Riskesdas 2018, kelompok orang muda usia 18-24 tahun dengan disabilitas (18-24 tahun) merupakan populasi disabilitas terbesar ketiga setelah kelompok usia lansia dan dewasa akhir. Mereka dapat dipandang sebagai peluang dalam mewujudkan Indonesia yang Inklusif, serta tidak sedikit inovasi dan perubahan yang digagas oleh orang muda dengan disabilitas dan OYPMK.
Lalu seperti apa program yang dan inovasi yang mereka gagas? Dan bagaimana peran kita bersama dapat menciptakan masyarakat yang inklusif? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Widya Prasetyanti - Program Development & Quality Manager, NLR Indonesia dan Agustina Ciptarahayu - Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Di masa pandemi seperti saat ini, pinjaman online menjadi opsi bagi mereka yang butuh dana cepat. Apalagi saat ini banyak pilihan aplikasi pinjaman online yang populer di masyarakat. Namun jika tidak bijak dalam menggunakannya, pinjaman online justru bisa menjadi bumerang.
Tak sedikit yang akhirnya ketergantungan menggunakan pinjaman online hingga terlilit hutang. Lantas bagaimana cara bijak menggunakan pinjaman online khususnya di masa pandemi? untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama perencana keuangan, Diana Sandajaja.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dalam kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, vaksin merupakan salah satu instrumen penting dalam rangka mitigasi pandemi. Upaya pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program vaksinasi nasional juga sempat mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Indonesia disebut berada pada urutan kedua negara yang penduduknya terbanyak mendapat vaksinasi Covid-19.
Namun masih ada tantangan vaksinasi yang dihadapi, misalnya prioritas untuk kelompok rentan, atau wacana yang sempat mencuat terkait vaksin berbayar. Prinsip keadilan vaksin pun digaungkan agar vaksin yang jumlahnya terbatas diberikan kepada kelompok yang membutuhkan dan tepat sasaran.
Lalu seperti apa keadilan vaksin sebenarnya? Serta bagaimana masyarakat dapat ikut mendukung agar tercipta keadilan vaksin di era pandemi? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Maria Lauranti, Country Director Oxfam Indonesia dan Puji Pujiono, Advisor Internasional Telecommunication Union (ITU) Asia Pasific.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Hingga awal minggu ke-2 Agustus 2021, sebanyak 10.3 persen penduduk Indonesia sudah divaksinasi dua dosis. Menurut keterangan Kepala Staff Presiden Moeldoko, sekitar 183 juta vaksin akan datang ke Indonesia secara bertahap pada bulan September hingga Desember 2021. Pemerintah pun terus mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional untuk menekan lonjakan kasus Covid-19.
Indonesia menggunakan beberapa merek vaksin seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Moderna dalam program vaksinasi Covid-19. Pertanyaan pun muncul di masyarakat, vaksin mana yang paling manjur. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah ataupun jurnal medis yang menunjukkan vaksin tersebut tak efektif melawan varian delta. Dengan kata lain, semua jenis vaksin yang digunakan Indonesia adalah aman dan berkhasiat.
Lalu bagaimana perkembangan terbaru seputar program vaksinasi Covid-19? Dan adakah potensi efek samping vaksinasi serta bagaimana cara penanggulangan yang tepat? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Prof. Dr. Drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika - Ahli Virologi dan Molekular Biologi dan Prof. DR Dr. Hindra Irawan Satari - Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Yayasan Kehati mencatat laju degradasi hutan mangrove di Indonesia tak sebanding dengan usaha rehabilitasi yang dilakukan. Setiap pulau mengalami degradasi ekosistem mangrove. Padahal hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Mangrove merupakan lokasi yang sangat baik sebagai tempat pemijahan ikan, udang, dan biota air lainnya. Kelestarian ekosistem mangrove akan berdampak pada meningkatnya produktivitas biota air yang sebagian besar dimanfaatkan oleh manusia. Mangrove juga berfungsi sebagai penahan gelombang air laut.
Lantas bagaimana cara kita bisa menjaga mangrove agar lingkungan lebih baik? untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama Pegiat Konservasi Mangrove Banyuwangi, Rusdi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kemajuan belajar peserta didik ditentukan dengan peran dan kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pada generasi Alpha, yaitu mereka yang lahir tahun 2010 ke atas adalah generasi yang terbiasa dan akrab dengan teknologi digital. Di era sekarang ini, guru juga dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi sehingga dalam proses pembelajaran di kelas dapat di terima dan diikuti oleh peserta didik yang merupakan digital native. Guru memiliki peran yang besar dalam membangun masa depan.
Lalu bagaimana pendidikan yang cocok dengan karakteristik generasi Alpha? Dan seperti apa peran guru dalam memfasilitasi pendidikan bagi generasi Alpha? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Ratna Megawangi PhD - Founder Indonesia Heritage Foundation dan Rektor Institute of Character Education PHBK.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Setelah berhasil membawa emas dalam olimpiade Tokyo 2020, pasangan pebulutangkis Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menjadi perbincangan masyarakat. Tidak hanya soal prestasinya, ada sejumlah media masa yang justru memberitakan sesuatu yang tak harus diberitakan. Yakni kepercayaannya.
Selain atlet, sejumlah media juga sering memberitakan "apa agama artis ini, apa agama influencer itu" dll.
Kondisi media seperti ini pasti mendapat kecaman dari sejumlah pihak, karena bukan mengabarkan prestasi tapi justru ruang privat orang lain. Lalu Seberapa Perlu Kita Tahu Keyakinan Orang Lain? Untuk membahasnya kami sudah bersama dengan Co-Founder Serikat Jurnalis untuk Keberagaman Sejuk, Daniel Awigra dan Conten Creator Mubadalah.id, Tia Isti'anah.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata, tidak ada daerah yang terlalu kecil untuk mendapatkan perhatian. Diperlukan dukungan dan upaya serius dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan, satu diantaranya dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dengan memberikan pembinaan bagi sekolah, guru dan para siswa. YPA-MDR juga melaksanakan program-program yang ditujukan untuk memperbaiki mutu pendidikan wilayah prasejahtera, salah satunya melalui program Kecamatan Cerdas Berprestasi.
Bagaimana YPA-MDR melakukan pembinaan melalui program Kecamatan Cerdas Berprestasi? Dan manfaat apa yang dirasakan dengan adanya program ini? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narausmber: Herawati Prasetyo - Ketua Pengurus YPA-MDR dan Mei Andini - Peserta Guru Muda Garda Depan (GMGD) Batch 2.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners